Sinopsis A New Leaf Episode 11 Part 1 - ChusNiAnTi

Sinopsis A New Leaf Episode 11 Part 1



Seok Joo mengejar Presdir Kwon dan putra-putra Presdir Kwon yang keluar dari persidangan. Seok Joo mencoba mengungkapkan pemikirannya bahwa masalah tidak akan selesai hanya dengan mengorbankan Jeong Seon. Namun mereka tak menghiraukan ucapan Seok Joo karena Seok Joo sendiri yang melepaskan kasus tersebut. Presdir Kwon juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan yang terbaik. Mereka pun berjalan pergi meninggalkan Seok Joo yang masih cemas.


Seok Joo berjalan ke ruang kerjanya dan menuju rak bukunya yang sebagian besar sudah kosong. Ia mengambil buku namun diurungkannya karena mendapat panggilan dari seseorang. Seok Joo menanyakan apa orang itu menemukan rekening palsu dan transaksi yang serupa dengan yang kemarin (yang disita oleh Kejaksaan). Namun orang itu tidak menemukan yang lain.


Pengacara Jeong Seon memberitahukan bahwa penahanan Jeong Seon sengaja dilakukan supaya tidak ada sidang banding yang akan semakin mempersulit, karena materi sidang sudah cukup banyak diserahkan ke pengadilan. Pengacara mengungkapkan bahwa jika Yurim Energy berhasil terjual dengan harga bagus, maka Jeong Seon akan segera dibebaskan. Ia juga mengatakan bahwa pihak mereka akan berusaha bekerja sama dengan pihak dari penjara.
Jeong Seon mengaku bahwa ia masih bisa bertahan, jadi tidak perlu berada dalam sel tersendiri.


Jeong Seon melangkah pergi. Namun pengacaranya menahannya sebentar dan menyampaikan bahwa Seok Joo sedang dalam penyelidikan karena terlibat dengan manipulasi saham dan rekening luar negeri yang tidak dilaporkan.


Park Sang Tae datang ke Kejaksaan bersama Seok Joo sebagai pengacara Seok Joo. Seok Joo sudah melarangnya, namun Sang Tae bersikukuh bahwa Seok Joo membutuhkan pengacara karena ia yang sedang amnesia supaya tidak kesulitan. Seok Joo menyebut Sang Tae konyol saat Sang Tae juga berkata bahwa ia akan mempersiapkan perwakilan yang mengesankan untuk Seok Joo. *Perwakilan yang mengesankan seperti apa dari Sang Tae?*


Kedatangan Sang Tae benar-benar membantu. Ia bisa menghalau setiap pertanyaan yang diajukan oleh Jaksa Kim. Seok Joo sempat terdiam karena ia sendiri tidak ingat apa yang terjadi sebenarnya. Sang Tae mengungkapkan bahwa Seok Joo telah melakukan investasi di Jepang sebelum meledaknya nuklir di Jepang. Dan untuk rekening Seok Joo diluar negeri yang belum sempat didaftarkan ke pihak Pajak, itu karena Seok Joo sibuk bekerja. Dan itu adalah gaji Seok Joo pada tahun itu. Di firma mereka Seok Joo adalah pengacara yang paling hebat dan tentu saja banyak yang mencarinya dan tentu saja komisinya juga lebih.


Jaksa Kim menyebutkan bahwa Seok Joo pengacara yang hebat namun investor yang payah. Jaksa Kim tergagap saat Sang Tae berkata, “Saya juga ingin tahu, apakah klien saya dipanggil dan diinterogasi karena gagal berinvestasi?”
Jaksa Kim tak menunjukkan kesalahannya dan mengemukakan alasan yang tak masuk akal. Sementara Seok Joo mencoba menahan senyumnya.


Jaksa Kim mendapat panggilan. Dan Sang Tae menunjukkan wajah anehnya karena merasa telah berhasil memojokkan Jaksa Kim.


Sekepergian Jaksa Kim, Seok Joo geleng-geleng kepala karena kekonyolan Sang Tae. Ia juga tak dapat menahan senyumnya. Sang Tae pun demikian, dia juga berusaha menahan tawanya. *Yah, benar-benar mengesankan perwakilan yang dilakukan oleh Sang Tae. LOL*



@@@



Jaringan CEO Cha memang luas, ia menghubungi seseorang dan membahas tentang kasus yang dialami Seok Joo karena rekening diluar negeri sebesar 2 juta dolar yang belum didaftarkan ke Pajak. Orang itu menyebutkan bahwa ia telah mengganti jaksanya.



@@@


Jaksa Kim dipanggil oleh atasannya. Ia mendapat teguran dari atasannya karena tindakannya yang hanya terfokus pada Seok Joo padahal ada banyak ratusan kasus yang harus ditangani yang bersangkutan dengan Yurim. Jika Jaksa Kim ingin membuat Seok Joo mengaku maka itu tidak akan mungkin. Karena Seok Joo lebih tahu dari siapapun. 


Atasannya memperingatkannya bahwa Jaksa Kim dipindahkan ke tim sekarang untuk membantu, bukannya mengejar urusan pribadinya. Jika ia tetap seperti itu, maka Jaksa Kim tidak akan pernah dipindahkan ke Tim Khusus.
Mendengar semua ucapan atasannya, Jaksa Kim tidak terima, namun ia menahan dirinya dengan mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


@@@



CEO Cha menghubungi Dirjen Pajak dan mengatakan tentang rekening Seok Joo di luar negeri. CEO Cha mengatakan bahwa ia yang akan menyuruh Seok Joo mendaftarkan rekeningnya pada akhir tahun.



@@@



Selesai introgasi, Sang Tae mengatakan bahwa berkat kejaksaanlah masalah keungan Seok Joo diatasi. Sang Tae membenarkan pertanyaan Seok Joo tentang bencana nuklir. Ia mengatakan bahwa tepat setelah Seok Joo mengucurkan banyak uang dilapangan golf, jadi hancur sempurna. *Kasus nuklir adalah sidang yang dilakukan Seok Joo di episode pertama.*

Sang Tae manawarinya minum, namun Seok Joo menolaknya karena ia harus kembali ke kantor. Seok Joo bertanya apa Sang Tae mempunyai teman yang bekerja dibidang keuangan karena ia perlu memeriksa sesuatu untuk Jeong Seon.

Sang Tae memberitahukan bahwa pihak Jeong Seon pasti sudah menyewa banyak pengacara terkenal. Seok Joo menyebutkan bahwa Pengacara Lee Myung Han yang ikut andil justru semakin memperburuk karena Pengacara Lee mewakili pihak Yurim bukannya membela Jeong Seon.



Dari luar Ji Yoon memandangi Seok Joo yang sedang sibuk bekerja didalam ruangannya.



Seok Joo meghubungi orang-orang yang sebelumnya disebutkan telah berinvestasi di Yurim Inc. namun tak ada satu pun dari mereka yang telah berinvestasi di Yurim Inc.



CEO Cha menemui Seok Joo yang tengah sibuk berusaha mencari bukti untuk membebaskan Jeong Seon. CEO Cha mengatakan bahwa Seok Joo tidak akan dipanggil lagi ke kejaksaan lagi selama Seok Joo melaporkan pendapatannya setiap akhir tahun.



@@@


Jeong Seon kembali dikunjungi. Kali ini yang mengunjunginya adalah Seok Joo. Sebelum Seok Joo berbicara lebih, Jeong Seon memintanya untuk tidak mencoba membujuknya. 
Seok Joo menjelaskan bahwa semuanya tidak sesederhana pemikiran Jeong Seon selama ini. Jeong Seon tidak hanya akan dipenjara selama 2-3 tahun. Pengadilan akan memperlakukan Jeong Seon berbeda dengan keluarga konglomerat pada umumnya. Pihak kehakiman akan menunjukkan sikap dan memperlakukan kasus Jeong Seon dengan tangan besi.
Semua yang diucapkan Seok Joo dianggap angin belaka oleh Jeong Seon. Jeong Seon masih tetap pada keputusan awalnya.


Jeong Seon yang awalnya sudah berdiri bersiap untuk pergi, duduk kembali saat Soek Joo mengeluarkan bukti bahwa Bank Nasional Filipina yang seharusnya sudah diambil alih Jeong Seon, ternyata situs resminya berada di Korea. Semua yang terjadi bukanlah seperti apa yang diketahui Jeong Seon. Jeong Seon terkejut mengetahui kenyataan itu. Ia semakin tercengang saar Seok Joo mengatakan bahwa Jeong Seon bisa jadi dipenjara lebih dari 10 tahun. Seok Joo menanyakan apa Jeong Seon tetap akan menjadi kambing hitam setelah mengetahui hal itu. Jeong Seon menanggapinya dengan dingin dan mengatakan bahwa ia akan memberitahukan hal tersebut kepada Pengacaranya.



Sebelum Jeong Seon melangkah pergi, Seok Joo mengutarakan apa yang ada dibenaknya, “Jika seseorang mau menanggung kesalahan mereka dengan sedikit imbalan, untuk apa mereka menggunakan dana rahasia mereka demi mengurangi masa hukuman orang tersebut?”

Jeong Seon mengatakan bahwa Seok Joo berubah setelah hilang ingatan. Ia menegaskan bahwa itu adalah urusannya dan masalah keluarganya. Jadi Soek Joo tidak perlu merasa bertanggung jawab.



Seok Joo masih terus berusaha mencari informasi hingga larut malam.



@@@



Jeong Seon duduk di pojok sel dan memandangi jarinya yang sebelumnya tersemat cincin pertunangannya. Ucapan Seok Joo yang terus terngiang dalam fikirannya.



Sampai pagi Jeong Seon tetap tidak tidur. Ia begitu frustasi memikirkan apa jadinya jika ia harus dipenjara selama lebih dari 10 tahun.



Ji Yoon menyaksikan berita yang menyiarkan tentang Grup Yurim. Kasus semakin rumit. Ji Yoon bertanya kepada seniornya yang ada disana, “Pak, kudengar investor bisa mendapatkan uangnya kembali setelah terjual, tapi kenapa mereka menghentikan penjualannya (penjualan Grup Yurim).”



Namun pertanyaannya tak dijawab oleh seniornya melainkan dijawab oleh Sang Tae. “Karena pembangkit daya listrik adalah aset nasional yang penting, jadi hanya memiliki hak tanpa kemampuan untuk menjalankan dan menjualnya kepada orang lain seharusya sejak awal tidak layak memilikinya.”

Karena bayaran Firm CHA yang sangat tinggi dan karena pihak mereka sudah mewakili Yurim, maka tidak akan bisa menangani kasus seperti itu, karena akan menyebabkan perwakilan ganda.



Sang Tae melihat Seok Joo yang masih sibuk bekerja. Sang Tae pun pergi menghampirinya. Sementara Ji Yoon mendapat pesan dari Ae Seok yang mengatakan bahwa ia akan berkonsultasi untuk menyewa pengacara dan meminta Ji Yoon untuk datang. Ji Yoon hanya dapat mendesah untuk mengabulkan permintaan Bibinya.



Ae Seok dan Ji Yoon konsultasi dengan seorang pengacara entah dari firma mana. Awalnya pengacara tidak begitu memperdulikannya. Namun setelah tahu bahwa Ji Yoon adalah pengacara yang bekerja di firma CHA, sang pengacara mulai serius. “Dengan deposit 5juta won dan biaya kontingensi sebesar 5 juta won, meski kau dapatkan kembali 30juta won, mereka harus punya aset untuk dikembalikan padamu. Meski kau menerima 50% dari keputusan pengadilan, hanya akan sejumlah 15 juta won. Kau akan tetap melakukannnya?”


Dan tentu saja Ae Seok tidak mau melakukan hal itu. Karena itu tidak sepadan dengan uangnya yang telah hilang. Ji Yoon menyarankan supaya Ae Seok lebih fokus pada tokonya saja dari pada fokus pada gugatan.


@@@

Sang Tae tetap membantu Seok Joo untuk mencari informasi meskipun Seok Joo menyuruhnya pulang. Sang Tae tak menghiraukan perintah Seok Joo karena ia tak punya istri yang menunggunya dan tak memiliki anak yang harus ia urus.
Sang Tae mengungkapkan pemikirannya tentang kasus tersebut, “Tapi masih ada satu mata rantai yang hilang. Begitu mata rantai itu patah, mereka mungkin masih bisa mendapatkan Yurim securities, tapi untuk mendapatkan Yurim Cement kembali...”


Belum sempat Sang Tae menyelesaikan ucapannya, Seok Joo nampaknya telah menemukan mata rantai yang hilang itu. “Dibawah Yurim Securities ada anak perusahaann bernama TJ.”
Sang Tae pun melihat informasi yang ditemukan Seok Joo, “Mereka memiliki semua saham Yurim Cement yang terbagi dalam perusahaan tersebut, dan mereka menerbitkan surat berharga dengan saham sebagai jaminannya. Meski demikian, begitu mereka menyatakan pailit, mereka harus dihukum dengan pengurangan modal. Jika merugi hingga 40% mereka akan kehilangan posisi mereka sebagai pemegang saham utama.”
Seok Joo tak mengingat apa yang telah ia sarankan sebelumnya hingga terjadi kasus ini. Namun Seok Joo merasa bahwa Ia telah merancangnya. Seok Joo pun memutuskan untuk pergi, menurutnya lebih baik untuk datang sendiri dan melihat kejadian langsung pada sidang untuk mengetahui kebenarannya.


@@@

Didalam sel penjara, Ji Yoon medapatkan surat kabar yang diantarkan oleh petugas. Rekan se selnya menggunjingkannya. Ji Yoon tercengang saat membaca surat kabar tersebut. Pada surat kabar tertulis, “Departemen Perdagangan, Industri, dan Energi mengumumkan pelarangan atas penjualan Yurim Energy.”


Kata-kata Seok Joo pun kembali terngiang dibenaknya.


Presdir Kwon juga membaca berita yang sama. Keterkejutannya disembunyikan karena kedatangan Seok Joo.


Seok Joo memberitahukan bahwa Jeong Seon akan dipenjara selama 10 tahun jika tetap seperti ini. Karena desakan dari Seok Joo, akhirnya Presdir Kwon mengatakan sebagian yang ia tahu. Ia yakin bahwa sebagian uang pasti masuk kedalam kantong pribadi dari anak-anaknya. Namun Presdir Kwon tidak tahu pasti siapa yang melakukannya.
Seok Joo memberitahukan bahwa pelaku sebenarnya adalah orang dari luar negeri yang menawarkan uangnya dan menyarankan menggunakan uang itu untuk membeli saham kembali. Dan jika kejaksaan melanjutkan penyelidikan, maka hanya akan menemukan jalan buntu.


Salah satu putra Presdir Kwon datang. Ia langsung mematung saat melihat ada Seok Joo disana. Presdir Kwon memintanya untuk menunggu diluar dulu.
Seok Joo melanjutkan ucapannya. Bahwa jika menyangkut penipuan satu-satunya jalan adalah dengan membayar.



Bersambung ke Part 2. 

Komentar:

Membuat sinopsis episode kali ini, baru sepertiga saja sudah membuat pusing. Benar-benar dibutuhkan kejelian. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya menjadi 3 bagian. Semoga kalian tidak terganggu dengan keputusanku kali ini.

Terima kasih.

Sinopsis A New Leaf Episode 11 Part 1

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.