Sinopsis Reset Episode 5 Part 2


Note: Teks warna merah adalah pesan yang dikirim oleh si X.

Saat akan berangkat, Eun Bi menjatuhkan ponsel Yoo Chang Seon yang ia pungut sebelumnya. Dengan perasaan bersalah, ia menyerahkan ponsel itu kepada Kabag Han. Kabag Han kesal karena Eun Bi baru memberikannya sekarang, namun ia tak mau memperpanjang masalah itu dan mengajak Eun Bi segera berangkat.

Dalam perajalanan mereka, seseorang mengawasi setiap langkah mereka berdua. Orang itu hendak menyentuh Eun Bi yang sudah berpisah dengan Kabag Han, namun tak jadi karena teman Eun Bi telah menyapa Eun Bi terlebih dahulu.
Kabag Han menghubungi mantan suaminya dan menunggunya diluar. Seseorang hendak merebut ponsel yang dibawa Kabag Han namun mantan suaminya berhasil menyelamatkan Kabag Han yang hampir tertabrak.
Kabag Han segera tersadar dan melepaskan diri dari dekapan mantan suaminya itu. Tanpa menatapnya, ia memberikan ponsel itu kepada mantan suaminya dan memintanya untuk memeriksanya karena ada percakapan yang aneh.

Penyidik Go terus mencoba mencari bukti, namun hasilnya nihil. Woo Jin terus mondar-mandir dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat dimana ia akan mendapatkan petunjuk. Sebelum pergi, ia meminta Penyidik Go untuk mencari tahu tentang Kasus pembunuhan di Taman Mirae.

Dan tempat yang dituju Woo Jin adalah Kantor Kejaksaan, tepatnya ruagan Dong Soo. Dong Soo yang sedang pusing karena hasil yang didapatkan dari mengikuti Woo Jin, tidak ada satupun tindakan Woo Jin yang mencurigakan. Ia terkejut melihat kedatangan Woo Jin, dan secara spontan langsung menutup laptopnya.
Woo Jin mendekati Dong Soo dan menunjukkan foto Kabag Lee saat mengikuti Woo Jin. Dong Soo langsung ketakutan jika sampai Woo Jin memberitahukan hal itu pada atasan, karena Dong Soo melakukan hal tersebut tanpa izin atasan.
Woo Jin memanfaatkan hal tersebut. Ia langsung mencabut USB yang masih terpasang di laptop Dong Soo. Sementara Dong Soo tak mampu berkutik lagi. Woo Jin yang sudah berjalan keluar kembali lagi, “Sebagai imbal baliknya, aku tidak akan menyerahkan bukti ini pada atasan.”

Woo Jin menemui Kabag Han yang sudah menunggunya di taman. Kabag Han memberitahukan bahwa ia sudah memberikan ponsel Chang Seon pada mantan suaminya.
Woo Jin jadi merasa bersalah, karena dirinya, Kabag Han harus melakukan hal tersebut yang tentunya tidak nyaman bagi Kabag Han. Kabag Han menenangkan Woo Jin, itu bukanlah salah Woo Jin, semua itu sudah menjadi tugasnya.

Woo Jin dan Penyidik Go masih terus berusaha mencari namun belum juga mendapatkan hasil. Penyidik Go melihat Woo Jin seperti 7 tahun yang lalu, Woo Jin yang pekerja keras dan gelisah untuk mendapatkan kebenaran.

Sementara di tempat lain, Det. Park sudah menunggu kepulangan Eun Bi dari sekolah. Ia mengajak Eun Bi dengan mengatakan bahwa Woo Jin ingin bertemu dengannya.

Penyidik Go merasa aneh dengan hasil foto yang diambil Kabag Lee, karena dalam foto itu menggunakan flash. Woo Jin tertawa membenarkan, ia sebenarnya tidak tahan ingin tertawa, namun ua pura-pura tidak tahu. Dan saat itulah, Penyidik Go sadar ada Det. Park yang tak jauh dari Woo Jin berada saat di Taman Mirae.

Eun Bi menikamati musik yang dinyalakan Det. Park. Tanpa sengaja ia menemukan foto ayahnya didalam mobil Det. Park. Det. Park berkilah bahwa foto itu untuk Eun Bi yang sebenarnya sebagai kejutan, namun karena Eun Bi sudah menemukannya, Det. Park menyuruh Eun Bi untuk menyimpannya. Setelah itu, ekspresi Det. Park menjadi mencurigakan.

Woo Jin meminta Penyidik Go supaya menunjukkan rumah Det. Park. Penyidik Go masih ragu kalau Det. Park terlibat, namun ia tetap menunjukkan rumah itu.
Sesampainya di tempat Det. Park, Woo Jin dan Penyidik Go hanya mendapati rumah yang tak berpenghuni. Woo Jin melihat kotak surat yang sudah banyak surat didalamnya dan mengambilnya.
Di dalam mobil, Penyidik Go menghubungi Kabag Han yang sedang pusing mencari maksud dari isi kertas yang diberikan Woo Jin padanya. Penyidik Go memberitahukan bahwa maksud dari nomor tersebut bisa saja nomor seri pemesanan barang. Kabag Han langsung menutup ponselnya. Dalam sekejap ia menemukan maksud dari nomor tersebut. Ia begitu senang dan langsung mengatakan pada Woo Jin dimana tempat yang seharusnya Chang Seon kunjungi setelah keluar dari penjara.

Woo Jin bersama Penyidik Go datang ke tempat yang dimaksud. Dari kejauhan ada seorang pria yang mengawasi mereka. Pria itu melaporkan pada seseorang bahwa Woo Jin sudah sampai di tempat sesuai dengan rencana.

Seorang pria duduk membelakangi layar. Ia kemudian menyalakan dupa didepan foto Kim In Suk.

“X sudah dipastikan. Det. Park telah beraksi.”

Det. Park terus melajukan mobilnya bersama Eun Bi. Didepan mereka, ada sebuah mobil dan seorang pria berjubah hitam yang melambaikan tangannya seolah meminta bantuan.

Sementara Det. Park turun, Eun Bi memainkan ponselnya. Tak lama kemudian, ada seseorang yang lemas menyentuh pintu mobil disebelah Eun Bi. Orang itu langsung roboh dan Eun Bi langsung menjerit histeris.

Eun Bi terus berlari mencari tempat persembunyian. Ia menangis dan menutup matanya saat pria yang mengejarnya sudah ada didepan tempatnya bersembunyi. ia juga melihat cincin besar yang aneh yang melingkar di telunjuk pria tersebut.

Woo Jin dan Penyidik Go begitu terkejut saat melihat isi ruangan di tempat yang ia datangi. Ada banyak foto-foto orang terdekat Woo Jin dari beberapa tahun yang lalu hingga kini.
Woo Jin kesakitan dan merasa familiar dengan foto pria yang ada disana. Pria yang pernah ia tembak dimasa lalu. Penyidik Go khawatir dengan keadaan Woo Jin. Woo Jin mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Ia mengambil foto tersebut dan menyuruh Penyidik Go supaya menyelidikinya.

Saat Pria yang mengejar Eun Bi lengah, Eun Bi langsung meninggalkan tempatnya bersembunyi. Sayang pria itu melihatnya dan langsung mengejarnya.
Eun Bi bersembunyi di samping tumpukan kayu. Pria itu seolah menemukan tempat persembunyian Eun Bi dan mengambil potongan kayu bersiap memukul tumpukan kayu tersebut. Eun Bi langsung mendorong tumpukan kayu itu sehingga tidak mengenai dirinya dan justru menimpa pria itu. Eun Bi hendak berlari namun kakinya dipegangi pria tersebut.

Penyidik Go dengan wajah terkejut mendapat laporan bahwa Det. Park sudah ditemukan.
Woo Jin langsung menuju TKP. Ia tercengang mendapati Det. Park yang telah tewas dengan tubuh berlumuran darah dan ada tanda X di tubuhnya.

Woo Jin melajukan mobilnya, ia sangat marah dengan semua yang terjadi.

Seorang petugas membawa tas Eun Bi yang berasal dari dalam mobil Det. Park. Penyidik Go yang melihatnya, langsung meminta ats tersebut. Ia memeriksa tas Eun Bi dan terkejut saat menemukan foto yang sama dengan foto yg diberikan Woo Jin untuk ia selidiki.

Kabag Han terus menunggu kepulangan Eun Bi. Ia sempat ketiduran. Saat ia terbangun, ia melihat jam sudah menunjukkan tengah malam namun Eun Bi belum kunjung pulang.

Eun Bi terus berjalan dengan tertatih. Ia teringat saat Det. Park roboh didepannya saat ia masih didalam mobil. Det. Park dengan sisa tenaganya karena darah yang terus keluar dari tubuhnya, memberikan USB kepada Eun Bi dan menyuruh Eun Bi menyimpan USB tersebut.

Eun Bi terus berjalan dengan sepatu yang tinggal sebelah sambil memegang erat USB tersebut. Dan terlihat ada pendeteksi yang mengetahui kemana Eun Bi melangkah.

Eun Bi terus berjalan. Namun ia kehabisan tenaga dan terjatuh tak sadarkan diri.

Woo Jin pergi ke Taman Mirae. Kilasan ingatannya tentang penembakan itu terus muncul dalam benaknya. Sesaat kemudian, ia jatuh tak sadarkan diri.

Penyidik Go langsung mencari tahu tentang foto pria yg diberikan Woo Jin dan yg ia temukan di tas Eun Bi. Ia begitu terkejut saat mengetahu bahwa pria itu ternyata adalah ayah Eun Bi.

Kabag Han keluar dari rumahnya. Ia begitu cemas karen Eun Bi belum juga pulang.

Sebuah mobil berhenti didepan Eun Bi yang tak sadarkan diri. Pria itu mengambil USB dari tangan Eun Bi kemudian mengangkat Eun Bi.

Bersambung ke Episode 6-->

Komentar:
Dari awal aku sudah curiga bahwa Ketua Kim mungkin saja pelakunya. Jika ia benar-benar pelakunya, bagaimana mungkin ia mengawasi kehidupan Woo Jin sejak 7 tahun lalu. Apa alasannya. Mungkin ada orang lain yang terlibat dibalik ini semua. Ketua Kim melakukan ini semua, mungkin saja karena ia ingin membalas dendam atas kematian putranya (Kim In Suk), yang mana Woo Jin bisa juga disebutkan bersalah bagi orang-orang awan akan hukum.
USB yang dibawa Eun Bi, apa isi dari USB tersebut sebenarnya? Apakah data tentang ayah Eun Bi, atau data orang yang ada dibalik semua kejadian ini?


Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.

Followers

Google+ Followers