FanFiction His First Love Chapter 17 Part 1 - ChusNiAnTi

FanFiction His First Love Chapter 17 Part 1



Written by Samanika
Translate by Marnia

Jodha terbangun di Sabtu pagi yang indah. Dia mendengar burung-burung bercicit bersama lembutnya semilir angin nan sejuk yang menembus kamarnya melalui jendela, hingga membuat tirainya berterbangan bagaikan sedang menari. Pemandangan ini membuat Jodha langsung bangkit dari tidurnya, dia terlihat bagaikan seorang putri raja yang cantik. Rambutnya yang berlambaian tertiup oleh hembusan semilir angin, semakin menambah kecantikan surgawi dalam dirinya. Bila ada seseorang yang melihatnya saat itu, maka dia pasti akan langsung jatuh cinta padanya.
Jodha lalu beranjak menuju kamar mandi dan menyikat giginya kemudian berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama keluarganya.
Jodha: "Selamat pagi, Ibu, Ayah, dan Sujamal."
Semuanya : "Selamat pagi."
Ibu: "Jodha, sayang. Apakah kau bersenang-senang semalam?"

Semalam Jodha pulang dengan merasa sangat lelah dan langsung tertidur pulang tanpa bercerita pada Ibunya dan Sujamal sebelumnya. Mereka juga tidak menanyakan tentang acaranya, karena mereka juga sedang asyik menonton TV.
Jodha: "Iya, Bu. Semalam sangat menyenangkan. Aku, Salima, dan Ruqaiyya sangat menikmatinya. Kami juga bertemu dengan Pak Presiden dan Wakil Presiden dari perusahaan."

Secara tidak langsung dengan menyebutkan Wakil Presiden, Jodha jadi teringat tentang Adham dan semua perkataannya yang menjijikan, juga dia ingat bagaimana Adham telah coba mencelakainya.
Jodha yang semalam sangat menikmati tidur nyenyaknya, tanpa adanya gangguan dan penuh dengan kedamaian, sudah hampir melupakan semua peristiwa tentang Adham. Namun, hanya dengan satu sebutan tentang Adham dari mulutnya sendiri, langsung membuat wajahnya mengkerut seketika.
Sujamal: "Offo Di, ada apa ? Kenapa wajahmu kelihatan sperti tomat busuk begitu?"
Jodha: "Uh, tidak apa-apa. Kenapa kau menyebutku seperti itu?"
Sujamal: "Memang kelihatan begitu. Wajahmu mengingatkanku pada tomat busuk."
Jodha: "Kau ini!!! Biarakan aku sarapan, aku akan membalasmu nanti."
Sujamal: "Ya, kita lihat saja nanti."

Jodha sedang memakan sepotong sandwhich dari piringnya, sambil berpikir apa yang akan terjadi jika saja Jalal tiduk meminum minuman itu semalam. Jodha rasa kalau dia harus berterima kasih lagi padanya, mengingat semalam Jalal sangat mabuk dan mungkin tidak mengingat apapun. Jodha bertekad untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dengan layak suatu saat nanti.

Sinar mentari masuk menembus kamar Jalal, lalu jatuh tepat diatas wajahnya. Matanya perlahan terbuka dan menatap langit-langit kamar. Jalal perlahan bangkit, kepalanya masih terasa sedikit berdenyut akibat pengaruh vodka. Dia heran, bagaimana dia bisa sampai kerumahnya. Dia melihat kalau dia masih mengenakan baju yang semalam dipakainya. Dia coba untuk mengingat rangkaian peristiwa semalam.
Jalal: "Apa yang terjadi semalam? Aku hanya ingat saat Adham pulang duluan. Setelah itu, aku tidak ingat apapun. Bagaimana aku bisa sampai disini? Jangan bilang kalau aku mengemudi dalam keadaan seperti ini semalam. Ya Allah, aku harap aku tak melakukan atau mengatakan hal yang konyol didepan para wanita semalam."

Dia langsung beranjak sambil memegang kepalanya menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan kepalanya yang sakit. Di napasnya masih tercium bau alkohol.
Dia menyikat giginya dan melepaskan pakaiannya kemudian berjalan menuju tempat shower-an dan menyalakan airnya. Air hangat yang langsung mengalir membasahi rambut dan seluruh tubuhnya, membuatnya merasa sangat segar. Airnya langsung menenangkan tubuhnya dan sakit kepalanya.
Namun, bayangan tentang semalam terus berlarian di pikirannya. Sakit kepalanya dan pengaruh vodka begitu kuat, hingga membuat ingatannya menjadi samar-samar. Dia coba terus coba untuk mengingat sesuatu. Setelah berpikir keras, Jalal langsung teringat saat dia sedang tertawa di dalam mobilnya, namun tidak bisa ingat alasan dia tertawa.
Akhirnya dia keluar dari shower-an dan memakai handuk di pinggangnya. Dia mengambil handuk lagi untuk mengeringkan rambutnya. Lalu dia menggosokkan handuk ke rambutnya hingga benar-benar kering tanpa ada setetes pun air yang membasahi rambutnya. Setelah itu, dia mengenakan pakaiannya dan berjalan menuju meja makan.
Jalal: "Oh iya.. Salah satu pembantu disini pasti ada yang melihatku masuk kerumah. Aku harus tahu siapa yang masih terjaga disaat aku pulang semalam."

Jalal lalu bertanya pada salah satu pembantu yang lewat, apakah dia semalam yang masih terjaga. Pembantu itu berkata bukan dia, tapi temannya. Jalal lalu bertanya dimana temannya itu, dan ingin segera menemuinya. Pembantu yang dimaksud sedang bersih-bersih di ruang belajar Jalal. Jalal lalu memanggilnya.
Jalal: "Hey kau! Biasakah kemari sebentar?"
Pembantu: "Baik, Tuan. Apa yang bisa aku bantu?"
Jalal: "Kalau tidak salah, kau semalam yang masih terjaga sampai larut'kan ?"
Pembantu: "Benar, Tuan."
Jalal: "Bisakah kau katakan apakah kau atau orang lain yang melihatku masuk ke rumah?"
Pembantu: "Benar, Tuan. Aku memang yang melihat Anda masuk ke rumah. Namun, Anda tidak sendirian."
Jalal: "Apa maksudmu?"
Pembantu: "Semalam Anda terlihat kurang sehat. Dan seorang wanita yang membopong Anda. Dia bahkan menanyakan arah kamar Anda pada saya. Jadi, kurasa dia membawa Anda kesana."
Jalal: "Wanita itu,, bagaimana rupanya? Maksudku, apa yang dia kenakan?"
Pembantu: "Dia agak tinggi dan sangat cantik, Tuan. Matanya begitu menerawang. Dan dia memakai gaun berwarna merah."
Jalal: ("Hhm.. Wanita cantik dan bergaun merah? Itu hanya berarti satu hal. Wanita itu adalah Jodha!" Batinnya) "Baiklah, terima kasih. Kau boleh melanjutkan pekerjaanmu."
Pembantu: "Terima kasih, Tuan."

si Pembantu pun pergi melanjutkan pekerjaannya. Jalal bergegas pergi dan menuju meja makan untuk sarapan bersama Ibunya.
Jalal: "Jadi Jodha,, kau yang membaringkanku di tempat tidur semalam, ya.. Luar biasa! Aku harap kau langsung menginap saja semalam. Aku akan memperoleh kesenangan hanya dengan menyaksikanmu tertidur. Itu akan menjadi hal yang sangat menarik."

Jalal memasuki ruang makan, dimana Ibunya sudah menunggunya dari tadi. Mereka berdua tersenyum dan Jalal langsung duduk di salah satu kursi.
Jalal: "Selamat pagi, Ibu."
Ibu: "Selamat pagi, sayang. Bagaimana acaranya semalam?"
Jalal: "Yah, menyenangkan. Adham dan aku pergi bersama, lalu kami beetemu Jodha dan beberapa karyawan lainnya disana."
Ibu: (Tersenyum lebar mendengar nama Jodha) "Benarkah? Apa kalian semua bersenang-senang?"
Jalal: Iya, kami semua sangat bersenang-senang disana."

Jalal tak mau bercerita pada Ibunya kalau Jodha semalam mengantarnya pulang. Jika dia cerita pada Ibunya, maka dia harus menceritakan seluruh kejadiannya yang bermula dari Adham yang berniat mencelakai Jodha dengan minuman beralkohol.
Namun Ibunya juga ingin tahu lebih banyak, jadi dia bertanya pada Jalal.
Ibu: "Sayang, apa yang dia kenakan semalam? Dan siapa saja yang bersamanya?"
Jalal: "Dia memakai gaun merah. Dia bersama Salima, sekretarisku dan Ruqaiyya, si resepsionis. Sepertinya Jodha telah menjadi sahabat bagi mereka. Mereka bahkan sering makan siang bersama."
Ibu: "Wah, itu bagus sekali. Jodha dengan mudah membaur dengan orang. Bahkan waktu itu, saat dia datang kerumah, dia berbincang-bincang dengan Ibu. Dia memberikan aura yang nyaman dan bersahabat. Dia juga sangat mudah disukai. Tak heran, dia mempunyai banyak teman.

Jalal tersenyum mendengar Ibunya yang terus memuji Jodha. Pipinya menampakkan sedikit rona merah. Ibunya yang melihatnya merona hanya tersenyum saja.
Ibu: "Ada apa, sayang? Siapa yang kau pikirkan? Jodha?"

Saat Ibunya menyebut Jodha, Jalal yang dari tadi terus membayangkannya, langsung menyadari ekspresinya dan merasa malu karena sudah ketahuan.
Jalal: "Tidak,, tidak, Ibu. Aku tadi hanya sedang mengamatimu. Bagaimana mungkin aku memikirkannya?"
Ibu: "Berbohonglah sebanyak yang kau mau, sayangku. Tapi aku adalah Ibumu. Kau tidak bisa berbohong padaku. Ibu telah melihat bagaimana mata dan wajahmu begitu berbinar-binar saat menyebut nama Jodha." Batinnya sambil tersenyum
"Oh ya, bagaimana keadaan Adham sekarang? Ibu sudah lama sekali tidak melihatnya. Hubungilah dia sesekali."
Jalal sedikit kesal mendengar nama Adham. Dia lalu mengernyitkan dahinya.
Ibu: "Ada apa, sayang? Kenapa wajahmu jadi begitu?"
Jalal: "Tidak apa-apa, Ibu. Hanya teringat pekerjaan dikantor saja. Dimana makanannya? Aku lapar sekali nih."
Ibu: "Lihatlah, makanannya sudah datang."

Pembantu pun membawa nampan berisi beragam jenis hidangan sandwhich. Jalal menghabiskan makanannya dan pergi menuju ruang belajarnya. Jalal masuk dengan wajah yang tegang. Dia sangat mengenal Adham. Rencananya sudah gagal semalam, tapi Jalal yakin kalau dia tak akan berhenti mencoba.
Jalal: "Aku harus mengetahui apa yang akan direncanakannya nanti. Dengan begitu, aku bisa mencegahnya. Aku harus bisa membuatnya percaya padaku, tanpa harus mengetahui niatku yang sebenarnya. Jika tidak, dia takkan mau memberitahuku rencananya."

Jalal sangat gelisah dan cemas. Dia tak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia memutuskan untuk menelpon Adham saat itu juga.
Adham sejak semalam menginap dirumahnya Benazir. Dia yang sedang tertidur, lalu mendengar ponselnya berbunyi. Dia melihat nama Jalal yang tertera dilayar, dan langsung menuju kekamar mandi untuk menjawabnya.
Adham: "Halo, selamat pagi, Jalal."
Jalal: "Selamat pagi, Adham. Apa tadi kau sedang tertidur?"
Adham: "Iya, betul. Lalu aku mendengar ponselku berbunyi. Kenapa kau menelpon?"
(Jalal harus bertindak dengan perlahan agar Adham tak curiga.)
Jalal: "Oh ya, bagaimana keadaan Ibumu?"
Adham: "Dia baik-baik saja. Kenapa kau bertanya?"
Jalal: "Bukankah kau sendiri yang bilang kalau Ibumu sedang sakit, makanya semalam kau pulang?"

Lidah Adham langsung keluh. Dia sudah sangat sibuk dengan Benazir dan urusannya tentang Jodha, hingga membuatnya lupa tentang hal lainnya.
Adham: (Dengan gugup) "Oh iya,, aku memang bilang begitu. Kau tahu, aku terlalu tegang hingga aku lupa perkataanku sendiri."
Jalal: "Baiklah, lupakan saja. Apa kau bebas siang ini?"
Adham: "Kenapa kau bertanya?"
Jalal: "Ibuku mau kau datang untuk makan siang bersama."
Sejenak Adham teringat dengan janjinya pada Benazir untuk mengajaknya makan siang.
Adham: "Umm.. Maaf, tapi aku tak bisa datang hari ini. Aku sudah punya janji. Tapi aku bisa datng besok jika Bibi tak keberatan."
Jalal: "Iya, besok juga bisa. Ngomong-ngomong, apa semalam kau menikmati acaranya?"
Adham: "Oh ya! Tentu saja. Tempatnya sangat keren. Tapi Jodha sudah pasti yang menjadi pusat perhatiannya."
Jalal tak terima mendengar nama manis Jodha yang keluar dari mulutnya yang kotor. Dia agak sedikit kesal, namun bisa dia kendalikan.
Jalal: "Baiklah. Kenapa kau begitu tertarik padanya? Dia hanyalah wanita biasa. Kau bisa menemukan wanita yang lebih baik darinya."
Adham: "Biasa? Ya, mungkin. Tapi dia itu sangat seksi! Ada sesuatu yang terjadi padaku saat pertama melihatnya. Dia sangat luarbiasa. Aku tak pernah bertemu wanita sepertia dirinya. Dia adalah kombinasi sempurna antara cantik dan cerdas."
Jalal: "Saat aku menghajarmu, akan ada banyak hal yang akan terjadi padamu! Berani sekali kau bicara begitu tentang Jodha padaku!" Batinnya. "Baiklah, tapi dia bahkan tidak menatapmu semalam. Jadi, apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu?"
Adham: "Memangnya kenapa kalau dia tak menatapku, aku akan tetap bisa menidurinya, aku yakin. Semalam, aku telah mencampur vodka ke dalam minumannya. Tapi setelah dia minum, tidak terjadi apapun padanya. Aku jadi heran sekali."

Amarah Jalal hampir mencapai puncaknya. Kata 'menidurinya' telah membuatnya marah. Dia ingin sekali menghajar Jalal seketika.
Jalal: ("Beraninya kau berkata seperti itu! Adham, aku ingin sekali menghajarmu habis-habisan karena berbicara begitu tentang Jodha! Dia adalah milikku, dan hanya milkku! Sekarang telah terungkap sendiri. Kau telah mengakui bahwa kau yang telah mencampur vodka ke dalam minumannya, Dasar pecundang menyedihkan!" Batinnya.)
"Adham, apa maksudmu? Kau sungguh melakukannya? Tahukkah kau kalau dia bisa saja membuat surat keluhan pada polisi untuk melawanmu karena hal ini?"
Adham: "Tenanglah, Jalal. Bahkan jika dia jadi mabuk dan berhasil kutiduri, dia takkan bisa melakukan apa-apa. Karena aku akan katakn padanya kalau dia sendiri yang menginginkanku. Dan dia akan berpikir kalai itu semua terjadi karena ketidaksadarannya."

Jalal coba menenangkan dirinya. Dia sudah hilang kendali akan emosinya untuk melanjutkan percakapannya. Dia merasa merinding, menngingat banyaknya wanita yang telah Adham lecehkan dan direndahkan. Namun, dia harus tetap bersikukuh untuk melanjutkan percakapannya demi Jodha.
Jalal: "Seriuslah, Adham. Apakah kau tak pernah memikirkan hal lain selain sex? Aku cukup lama ini mengenal Jodha. Dia bukanlah tipe wanita seperti itu. Dia sangat jauh dari yang kau bayangkan. Dia adalah wanita yang bermartabat dan menghormati dirinya sendiri. Jadi hargailah keinginan dan perasaannya."
Jalal menekankan nada suaranya. Adham agak sedikit terkejut dengan perkataan Jalal.
Adham: "Woah!! Tenanglah. Aku tidak tau kalau kau bisa begitu serius tentang sesuatu. Jangan bilang kalau kau menyukainya."
Jalal: "Tidak,, itu hanyalah tugasku memastikan karyawanku aman dan selamat."
Adham: "Aman dan selamat? Yang benar saja. Perkataanmu tadi terdengar seperti seorang kekasih yang posesif. Seakan-akan dia adalah milikmu dan tak ada seorang pun berhak meliriknya. Dan kau bilang kalau kau tidak menyukainya? Lalu, kenapa bersikap protektif begitu? Setidaknya, biarakan aku menikmati dirinya. Kau lanjutkan saja hubunganmu dengan Benazir."

Jalal merasa telah hilang kendali setiap detiknya. Dia akhirnya memutuskan untuk menutup teleponnya, sebelum dia sepenuhnya kehilan kendali. Dia terduduk dikursi, memikirkan tentang semua perkataan Adham tadi, khusunya di bagian terakhir.
Jalal: "Apa yang terjadi padaku? Pikiranku tak pernah sekacau ini. Aku memang tidak menyukainya. Lalu kenapa aku besikap terlalu posesif semalam? Dia bukanlah milik pribadiku. Adham berhak meliriknya dan berbicara padanya. Lalu kenpa aku begitu kesal dan marah. Aku tahu kalau nada dan caranya berbicara pada wanita terdengar payah dan tidak menghormati. Dia bahkan pernah melakukan hal ini sebelumnya dan itu tak pernah menggangguku. Tapi apa yang terjadi semalam? Kenapa aku merasa tidak terima mengetahui Adham yg ingin meniduri Jodha? Dan meminum vodka itu? Sungguh,, kenapa aku narus meminumnya? Aku bukanlah pengawalnya dan dia bukanlah tanggung jawabku. Padahal vodka adalah minuman yang paling kubenci. Lalu kenapa aku tetap meminumnya? Ya Allah.. Aku tak pernah sebingung ini. Tolong jernihkanlah pikiranku."


FanFiction His First Love Chapter 17 Part 1

8 comments:

  1. Gak sbar mb chus utk bc part 2 nyanya,,,hehee

    ReplyDelete
  2. Mb yg is it hate or love kok g ada lanjutannya?

    ReplyDelete
  3. Jangan bingung2 jalal...udah ditembak aja tuh jodha biar kagak keduluan adham...hehehe...lanjut mba chus..tks..

    ReplyDelete
  4. Chusni baik deh. ., , hjn2 gni aq d ksih klnjtan ff-nya. . , snengnya. . ,
    D tngg klnjtannya y chusni.

    ReplyDelete
  5. Ya a a , jatuh cintahlah ! Lanjut dong mbak chus

    ReplyDelete
  6. LaNjut...LaNjut...gaa sabar NuNggu... jalal yaNg MkiiN posesif....

    ReplyDelete
  7. APAKAH ANDA TERMASUK DALAM KATEGORI INI;
    1:DILILIT HUTANG
    2:SELALU KALAH DALAM BERMAIN TOGEL
    3:BUTUH MODAL DALAM BUKA USAHA
    4:PENGLARIS USAHA
    5:BARANG BERHARGA ANDA SUDAH HABIS
    BUAT JUDI TOGEL
    ANDA SUDAH KEMANA MANA TAPI TIDAK MENDAPATKAN
    SOLUSI YANG TEPAT,JANGAN ANDA RAGU
    UNTUK MENGHUBUNGI LANGSUN AKI DARMO
    DI 082=310= 142 = 255 = DAN MUDAH MUDAHAN
    INI SUDAH BISA MENJADI SOLUSI YANG SANGAT TEPAT
    KARNA RAMALAN AKI DARMO
    MEMAN MEMILIKI RAMALAN
    “GHOIB” YANG DIJAMIN
    100% TEMBUS,ADAPUN RAMALAN INI DIDAPAT
    MELALUI “RITUAL KHUSUS”
    DAN RAMALAN INI TELAH
    TERBUKTI SELAMA 3 TAHUN
    TIDAK PERNAH GAGAL DAN
    SELALU TEMBUS,UNTUK MENDAPATKAN RAMALAN
    TEMBUS AKI DARMO,ANDA HARUS
    MENGIRIM BIAYA RITUALNYA
    UNTUK MENJADI MEMBER DAN ANDA AKAN
    DIBANTU DALAM 5 X PUTARAN.
    JANGAN ANDA
    RAGU SOAL MASALAH
    ANKA YANG AKAN
    DIBERIKAN SAMA AKI DARMO KARNA ANKA
    YANG ANDA DAPATKAN
    ADALAH ANKA RITUAL YANG
    DIJAMIN 100% TEMBUS DAN
    SUDAH BANYAK ORANG
    YANG DIBANTUH SAMA AKI DARMO..DAN ALHAMDULILLAH
    MEREKA SEMUA SUDAH
    BERHASI… BETAPA
    INDAHNYA BILA SALING
    BERBAGI,BETAPA BAHAGIA
    BILA MENJADI YG TERBAIK,BETAPA GEMBIRA BILA KITA
    JP BARENG HANYA SALING
    BERBAGI BISA MENCAPAI
    KEBERHASILAN,DAN SILAHKAN
    MENUJU HARI YG SUDAH
    TERSEDIA,,JIKA ANDA INGIN MENCAPAI KEBERHASILAN
    SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI
    AKI DARMO DI 082 = 310 =142 =255 ATAU KTIK - http://sporttoto4d.blogspot.co.id

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.