FanFiction Is It Hate OR Love Chapter 24 Part 1 - ChusNiAnTi

FanFiction Is It Hate OR Love Chapter 24 Part 1



Written by Bhavini Shah
Translate by ChusNiAnTi

Jodha berjalan keluar dari ruangan Jalal dengan senyuman manis menghias wajahnya. Fikirannya terus teringat pada malam romantis yang telah mereka lewati. Karena melamun, ia tidak memperhatikan Rukaiya saat melewati kamarnya.


Mata Rukaiya bengkak dan memerah saat melihat Jodha keluar dari ruangan Jalal. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Sekali lagi dia berfikir, Jalal tidak pernah menyukai salah satu ratunya tidur diruangannya. Dia tidak pernah menyukai salah satu ratunya menghabiskan malam diruangannya. Dia tidak pernah membagikan kehidupan pribadinya dengan siapapun termasuk dirinya. Ia telah memutuskan siapa yang diperbolehkan mengunjungi dan dekat dengannya. Sepanjang malam Rukaiya tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini. Ia merasa tercekik, dikhianati, kesal, marah dan sangat terluka karena keputusan Jalal. Dia tidak pernah berpikir bahwa dalam mimpinya bahwa suatu hari akan ada seseorang yang memerintah hati Jalal seperti ini. Dan ia sangat kesal karena Jalal memberi julukan pada Jodha sebagai Malika E Hindustan. Matanya banjir karena marah dan iri pada Jodha. Perlahan-lahan didalam ahtinya sudah menyala api dendam. “JODHA BEGUM... MULAI HITUNGLAH HARI-HARIMU... nikmati saat-saat bahagiamu sebanyak yang kau bisa, karena setelah itu kau harus membayar air mata Rukaiya. Aku tidak akan pernah membiarkanmu... Kau telah merebut impianku dan merebut kekuasaanku... Tidak hanya itu, kau bahkan telah memikat Jalal dengan keahlian dan kecantikanmu... Sekarang giliranku, segera kau akan membayar untuk itu... Bersiap-siap menghadapi balasan atas kesalahanmu Jodha begum... Jalal hanya milikku dan ia akan tetap menjadi milikku... Kau baru dalam masalah politik, aku akan segera menendangmu dari kehidupan Jalal... Sihir kecantikanmu akan segra memudar...” Rukaiya menghapus air matanya dengan senyuman licik diwajahnya.

Setelah beberapa hari, Jalal merasa harus menghadiri Diwan E Khass. Sekarang ia sadar bahwa ia telah mengabaikan banyak isu-isu politik selam berbulan-bulan. Sejak ia menikah dengan Jodha, Jodha telah menjadi prioritas utamanya. Tapi hari ini ia merasa berbeda. Jodha yang akan ikut serta dalam DWK telah memberinya kepuasan. Sekarang ia bisa selalu bersama Jodha, ratu kesayangannya. Sesuai rutinitas, ia bersiap untuk berlatih pedang. Namun sebelum itu, ia memutuskan untuk menemui Rukaiya. Ia tahu, tanpa sengaja ia telah menyakiti Rukaiya. Ia bergegas berjalan ke ruangan Rukaiya.

Jalal sampai di ruangan Rukaiya, tetapi apa yang ia lihat benar-benar mengejutkannya. Dia berfikir bahwa mungkin saja kamar Rukaiya sudah seperti kapal pecah yang terkena badai, wajah berkaca-kaca karena terus menangis, namun yang ada dihadapannya ini adalah Rukaiya yang sedang menikmati hokkah nya seolah-olah tida ada yang terjadi.
Jalal mendekatinya dan duduk disampingnya. Sekitar satu menit suasana begitu hening. Seolah-olah itu adalah hening sebelum badai besar. Rukaiya memecahkan keheningan itu,

Ia menerimanya dengan kuat senyum di wajahnya. Jalal pergi dekat dia dan duduk di sampingnya. Ada keheningan antara dua untuk sekitar satu menit. Tampaknya seolah-olah itu adalah keheningan sebelum badai besar. Rukaiya pun memecahkan keheningan diantara mereka, “Jalal, bagaimana malam pertamamu dengan Malika-e-Hindustan???” Jalal semaki terkejut dengan pertanyaannya yang tajam.
Jalal memandangnya dengan penuh penyesalan, kemudian dia memegang tangan Rukaiya dengan penuh cinta dan berkata dalam nada rendah, “Rukaiya, aku bisa mengerti kekecewaanmu... Aku tahu aku telah melukai hatimu... Aku tidak bisa berdiskusi terlebih dahulu denganmu sebelum membuat pengumuman resmi Malika-e-Hindustan... Tetapi aku telah memikirkan itu untuk waktu yang lama sebelum membuat keputusan itu... Mungkin ini adalah pertama kalinya aku mengambil keputusan dari hatiku... Dan aku tidak ingin orang lain mengambil bagian dari keputusan ini... Aku benar-benar mengerti bahwa keputusan ini telah menyakitimu...” Jalal berhenti sejenak untuk membaca ekspresinya. Keheningannya membuatnya semakin bingung. Untuk pertama kalinya dia tidak bisa memahami apa yang ada dalam pikirannya.
Jalal melanjutkan ucapannya, “Aku tahu kau sangat terluka... Rukaiya kau tidak perlu menyembunyikan perasaanmu, aku bisa membaca matamu dengan jelas... Tapi aku ingin kau tahu bahwa kau dan Jodha berada sangat dengan hatiku... Mungkin kau lebih bagiku... Sejak aku kecil, kau selalu berada bersamaku... Kau telah menyertaiku dalam perjalanan dari Jalal menjadi Shahensah Jalal... Bersama-sama kita telah mengalami kebahagiaan dan kesedihan, suka dan duka kita bersama... Rukaiya, kau adalah satu-satunya yang memiliki kenangan masa kecilku... Kemurnian hubungan kita tidak akan pernah bisa memisahakan kita... Tapi hari ini aku berdiri antara persahabatan dan cinta... Dan aku ingin kau menerima cintaku dari hatimu dan menjaga kemurnian ikatan persahabatan kita...”
Setelah mendengarkan ucapan Jalal, Rukaiya berkata sambil mengeluarkan air mata buayanya, “Jalal, aku sama sekali tidak kecewa padamu, dan tidak akan pernah.. Ya, kadang-kadang aku marah padamu tapi kau tahu bahwa aku marah karena tidak sengaja... Aku sangat mencintaimu bahkan aku bisa memberikan hidupku untukmu... Jalal aku tidak bisa melihatmu khawatir... Aku tidak tahu, mengapa aku tidak pernah menyadari sebelum hal ini terjadi... Tapi hari ini, tidak ada yang lebih penting bagiku selain dirimu... Aku sangat senang kau menemukan cinta sejatimu dan aku bahagia jika kau bahagia... Jalal, aku sangat yakin bahwa Jodha begum akan memenuhi tanggung jawabnya dengan sangat baik, keputusanmu tidak pernah bisa diragukan... Aku yakin, dia mampu dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk berbicara di depan administrator kita yang cerdas... dia tidak akan mempermalukanmu... Dia akan menghormati dan mendukung keputusanmu di pengadilan...”
Jalal terkejut mendengar penuturan Ruqaiya. Jalal selalu tahu bahwa Rukaiya mencintainya namun dia tidak pernah mengakuinya. Dia selalu menghargai kekuasaan dan posisinya melebihi apapun, bahkan ia lebih mencintai kekuasaannya daripada suaminya. Tapi hari ini, setelah mendengar perhatiannya, Jalal menatapnya dengan penuh cinta. Dia senang dan kemudian berkata dengan nada khawatir, “Kau dekat dengan hatiku dan akan selalu begitu... Jodha akan memerintah hatiku namun kau akan selalu memerintah pikiranku... Aku merasa hidupku diberkati...” Dia mencium dahi Rukaiya dan berjalan keluar dari kamarnya dengan air mata kebagiaan.

Ucapan Rukaiya begitu mempegaruhi Jalal, Jalal terus memikirkan ucapan Rukaiya, “Akankah Jodha mampu berbicara didepan Administrator yang cerdas dan berbakat??? Apakah dia memiliki pengetahuan tentang isu-isu politik??? Aku harap dia tidak gugup dihadapan banyak orang... Dia begitu tidak bersalah dan memiliki pemikiran yang lurus, bagaimana dia akan menghadapi permainan yang penuh dengan manipulasi... Apakah aku telah mengambil keputusan yang tepat???” Hati Jalal segera menjawab pemikirannya, “Mengapa kau khawatit Jalal... Meskipun Jodha baru didalam permainan politik... Dia tidak sendirian... Setelah semua dukunganmu untuknya... Dia akan belajar dan mulai memahami hal ini segera... Yang dia butuhkan di DWK adalah dukungan dan motivasimu... Tenanglah dan yakinlah dengan keputusanmu... Dia tidak akan pernah mengecewakanmu...”

Setelah melihat Jalal keluar, Rukaiya tersenyum licik dan berkata pada dirinya sendiri, “Jalal, kau hanya milikku dan aku akan segera menjadi Malika E Hindustan di kekaisaran Mughal... Tidaka ada ratu lain yang dapat memerintahkan kerajaan ini selain aku... Aku akan segera menunjukkan padamu, dimana seharusnya kau menempatkan Jodha Begum...”

Maham masuk kedalam kamar Rukaiya dan keduanya tersenyum jahat. Langkah pertama dari rencana mereka telah berhasil mereka lakukan. Sekarang sudah waktunya untuk melaksanakan rencana berikutnya.
Maham bertepuk tangan, “Bagus Rukaiya Begum! Kau memang cerdas dan licik... Kau adalah pemain yang luas biasa... Bahkan Shahensah E Hindustan tida bisa mengerti dengan permainanmu... Sekarang ratu rajvanshi akan menyadari apa itu politik yang sebenarnya... Mari kita lihat bagaimana ia akan menghadapi dan berbicara dengan begitu banyak orang di pengadilan... Menjadi Malika E Hindustan bukanlah hal yang biasa dan mudah... Jalal juga akan tahu, bahwa Rajvanshi yang selalu berfikir dengan hatinya bukanlah orang yang tepat untuk posisi yang begitu besar... Sebelum kemarin, Jalal selalu membahas semua masalah denganmu dan menggunakan saranmu... hari ini, ia pasti akan menyadari betapa cerdasnya dirimu dalam politik dan tidak ada ratu lain yang mampu mengemban posisi Malika e Hindustan keculai dirimu...”
Rukaiya menyeringai, “Itu semua karena dukunganmu Badi Ammi..."

Jodha duduk diruangannya, namun pikirannya terus teringat akan kejadian semalam dan dia tersenyum polos setiap mengingat Jalal. Bahkan ia tidak menyadari kehadiran Reva. Pagi itu adalah waktunya untuk melakukan pooja dan Jodha tidak menyiapkan prasad untuk Kanah. Reva memanggilnya namun Jodha masih hilang dalam lamunannya. Jodha terhenyak saat Reva memanggilnya dengan sedikit keras, “Apa yang salah denganmu Reva??? Mengapa kau berteriak???” Reva tersenyum nakal, “Tidak... Bagaimana mungkin aku berteriak padamu Malika E Hindustan!!!”

Sementara itu, Jalal begitu mengkhawatirkan Jodha, “Bagaimana jika dia gugup saat di Diwan e Khaas hari ini... Aku akan berbicara dengannya dan meyakinkannya bahwa dia tidak sendirian... Aku akan selalu mendukungnya...” Jalal pergi untuk menemui Jodha. Dia berjalan kedalam ruangan Jodha tanpa pengumuman. Ia segera berhenti dan berdiri disana diam-diam saat mendengar kata ‘Malika e Hindustan’ untuk mendengarkan percakapan Jodha dan Reva lebih lanjut.

Reva terus saja berbicara, “Apa yang kau fikirkan Jodha??? Ini adalah waktunya untuk doa kanha, tapi kau belum menyiapkan prasadnya... Dan mengapa terus saja tersenyum???” Jodha kesal. “Reva... Bukan seperti itu.. Aku tidak memikirkan apapun...” Reva tersenyum nakal dan berbicara dengan nada serius, “Hayyy Ram! JODHAAA... Apa ini??? Bagaimana bisa kau mendapatkan tanda merah yang besar ini di lehermu???”
Jodha segera bangun dari sofa dan bergegas ke depan cermin. Saat bercermin, ia begitu tersipu saat melihat tanda itu. Reva bertanya lagi dengan nakal, “JODHAAA, bagaimana ini bisa terjadi???” Jodha sedikit canggung, “Tidak ada Reva... Tidak ada apa-apa... Penghilatanmu pasti salah...” Tetapi Reva terus berdebat dan ia seolah-olah benar. Ia terus menggoda Jodha, “Tidak Jodha... Tanda ini begitu besar... Dari mana kau mendapatkan tanda merah sebesar ini???”
Mendengar perkataan Reva membuat Jodha sangat malu. Wajahnya bersemu merah. Sementara Reva sangat menikamti melihat wajah temannya yang bingung, matanya memutar jenaka. Jodha melihat hal itu, “Sebenarnya, kau salah Reca... Tanda ini dari gigitan seseorang...” Reva menjadi lebih bersemangat dan bercanda, “Apa yang kau katakan??? Siapa yang berani menggigit Malika e Hindustan kami???” Dengan nada nakal Jodha menjawab, “Reva, apakah kau tahu, kemarin malam aku dan Shahensah...”

Jalal sedikit tersenyum dan terkejut mendengar percakapan Jodha dan Reva yang begitu akrab...

Reva menjadi putus asa untuk mendengarkan lebih lanjut, “Ya, ya, Jodha... katakan padaku apa yang terjadi kemudian???” “Kemarin malam aku tidur di kamar Shahensha...” Dia berhenti sebentar dan memandang Reva untuk melihat reaksinya. Dengan penuh semangat Reva bertanya, “Katakan padaku... Apa yang terjadi selanjutnya???” Jodha tersenyum melihat Reva yang begitu tidak sabaran, “Oh Reva... Ada banyak nyamuk dikamarnya... Pasti, salah satu nyamuk itu yang telah menggigitku...” Reva tak pecaya begitu saja, “Oh, benar-benar! Oh ya Jodha, sebera besar nyamuk itu??? Tampaknya nyamuk itu tidak hanya satu, itu seperti beberapa keluarga kerajaan...” Jodha menjadi gugup, “Reva, berhenti menggangguku...” Tetap saja Reva tak mau berhenti, “Oke Jodha... Lupakan semua ini, katakan saja padaku dimana saja nyamuk itu menggigitmu???” Reva mulai tertawa geli. Jodha merasa sangat malu dan menutupi sebagian wajahnya. Reva terus mendesaknya, “Ummm JODHAAA... Katakan padaku... Jangan malu-malu...”

Jalal memandang wajah Jodha yang tersipu malu dan mendengarkan percakapan hangat mereka. Kemudian Jalal mengeluarkan suara, ahhhh hmmm (Bahasa jawanya dehem, kalau bahasa indonesianya apa ya???) dan memasuki ruangan dengan senyum diwajahnya. Reva dan Jodha menoleh dan terkejut saat melihat Jalal. Jalal mulai angkat bicara, “Kemarilah Reva... Aku akan memberitahumu secara rinci tentang nyamuk kerajaan itu...”
Melihat Jalal yanga da disana, Reva sangat malu. Dia langsung berlari keluar tanpa mengatakan apapun. Jalal tertawa terbahak-bahak seperti seorang anak kecil.

Jodha juga sangat malu, wajahnya memerah. Dia merasa sangat aneh karena Jalal mendengarkan permbicaraannya dengan Reva, tentang apa yang mereka lakukan tadi malam dan ia menunduk tak mampu menatap mata Jalal. Melihat wajah tidak bersalahnya Jalal tidak bisa menghentikan dirinya dan berjalan ke arahnya. Jodha berbalik dan menyembunyikan wajahnya dengan tangannya. Jalal memintanya untuk berbalik tetapi dia tidak bergerak dalam malunya. Jalal tersenyum dan perlahan-lahan membalikkan tubuhnya untuk menghadapnya. Ia membuka tangannya dan mengangkat wajahnya. Jodha merasa sangat malu dan tidak bisa mengangkat matanya.
Jalal mulai menggodanya, “Aku tahu Jodha, semua tempat dimana nyamuk itu telah menggigitmu...” Jodha benar-benar sangat malu, “Shahensaha... Kau menjadi tak tahu malu... Mengapa kau datang keruanganku tanpa pengumuman dan kau juga mendengarkan percakapan kamu... Aku tidak ingin berbicara denganmu...” Jodha mendorongnya dan beranjak ke sudut ruangan.

Jalal tersenyum sambil berjalan ke arahnya. Setiap Jalal melangkah maju, Jodha melangkah mundur. Akhirnya Jodha sudah sampai di dinding dan dengan cepat Jalal memblokir pergerakannya dengan kedua tangannya ditelakkan didinding samping Jodha. Perlahan-lahan...  Bersambung ke Part 2


FanFiction Is It Hate OR Love Chapter 24 Part 1

7 comments:

  1. mb chuussss,,,perlahan-lahan apa noh..

    Penasaran tingkat dewa,,,hhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlahan-lahan tarik selimut dan pejamkan mata kemudian tidur... hihihi

      Delete
    2. Heemm...heemm....taNda MerahNya pastii...baNyak to...ah jalal liar baNget sich....LaNjut usNii....

      Delete
    3. APAKAH ANDA TERMASUK DALAM KATEGORI INI;
      1:DILILIT HUTANG
      2:SELALU KALAH DALAM BERMAIN TOGEL
      3:BUTUH MODAL DALAM BUKA USAHA
      4:PENGLARIS USAHA
      5:BARANG BERHARGA ANDA SUDAH HABIS
      BUAT JUDI TOGEL
      ANDA SUDAH KEMANA MANA TAPI TIDAK MENDAPATKAN
      SOLUSI YANG TEPAT,JANGAN ANDA RAGU
      UNTUK MENGHUBUNGI LANGSUN AKI DARMO
      DI 082=310= 142 = 255 = DAN MUDAH MUDAHAN
      INI SUDAH BISA MENJADI SOLUSI YANG SANGAT TEPAT
      KARNA RAMALAN AKI DARMO
      MEMAN MEMILIKI RAMALAN
      “GHOIB” YANG DIJAMIN
      100% TEMBUS,ADAPUN RAMALAN INI DIDAPAT
      MELALUI “RITUAL KHUSUS”
      DAN RAMALAN INI TELAH
      TERBUKTI SELAMA 3 TAHUN
      TIDAK PERNAH GAGAL DAN
      SELALU TEMBUS,UNTUK MENDAPATKAN RAMALAN
      TEMBUS AKI DARMO,ANDA HARUS
      MENGIRIM BIAYA RITUALNYA
      UNTUK MENJADI MEMBER DAN ANDA AKAN
      DIBANTU DALAM 5 X PUTARAN.
      JANGAN ANDA
      RAGU SOAL MASALAH
      ANKA YANG AKAN
      DIBERIKAN SAMA AKI DARMO KARNA ANKA
      YANG ANDA DAPATKAN
      ADALAH ANKA RITUAL YANG
      DIJAMIN 100% TEMBUS DAN
      SUDAH BANYAK ORANG
      YANG DIBANTUH SAMA AKI DARMO..DAN ALHAMDULILLAH
      MEREKA SEMUA SUDAH
      BERHASI… BETAPA
      INDAHNYA BILA SALING
      BERBAGI,BETAPA BAHAGIA
      BILA MENJADI YG TERBAIK,BETAPA GEMBIRA BILA KITA
      JP BARENG HANYA SALING
      BERBAGI BISA MENCAPAI
      KEBERHASILAN,DAN SILAHKAN
      MENUJU HARI YG SUDAH
      TERSEDIA,,JIKA ANDA INGIN MENCAPAI KEBERHASILAN
      SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI
      AKI DARMO DI 082 = 310 =142 =255 ATAU KTIK - http://sporttoto4d.blogspot.co.id

      Delete
  2. Jd penasaran perlahan lahan ngapain ya.....jd tertawa geli bayanginya

    ReplyDelete
  3. Bang kumis maen ma jodha mulu... kapan kerja naaa...

    ReplyDelete
  4. jadi penasaran juga :) , top deh.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.