FanFiction The Gift of Love Part 3 - ChusNiAnTi

FanFiction The Gift of Love Part 3




Dalam mimpi Jalal, seorang wanita cantik melambaikan tangannya mengajaknya pergi kesebuah tempat yang sangat indah, Jalal menyambut tangan wanita itu, mereka pun bejalan bersama dengan saling menggenggam, kedamaian terasa merasuki jiwanya... Jalal terbangun tari tidurnya, sambil mengusap wajanyanya, Jalal bergumam "Subhanalloh mimpi yang begitu nyata,, wanita dalam mimpi itu.. Jodha Bay.. Presdir Tajmahal corp. mengapa aku memimpikannya?"

Jalal beranjak dari tempat tidurnya, dia mengambil wudhu dan melakukan shalat malam dengan segala kepasrahan dan ketundukan pada zat penggenggam alam semesta Alloh SWT..

Di tempat lain, di sebuah rumah megah Jodha juga terbangun, dia memimpikan hal yang sama dengan Jalal, dalam hatinya berkata “Kenapa dia hadir dalam mimpiku,, apa aku terlalu memikirkannya sampai-sampai terbawa dalam mimpiku.” Udara jakarta begitu panas meski kamarnya memakai AC, Jodha pun beranjak dari tempat tidurnya menuju pantry, dibukanya kulkas diambilnya satu gelas sop buah... Sambil menikmati sop buah pikiran Jodha terus berkelana memikirkan mimpi yang baru di alaminya, ada ketenangan yang dirasanya ketika tangan Jalal menyambutnya, ketika jemari Jalal yang tidak pernah menyentuh wanita mulai menyentuhnya,,, sungguh sensasi yang luar biasa yang masih terasa meski ia telah terjaga dari tidurnya, ingin rasanya mimpinya tak berakhir... "Akhhh.. mengapa aku begiru memikirkannya, pesonanya begitu menjerat jiwaku,,, Jalaludin Muhammad Akbar, hari besok dan seterusnya kau akan memenuhi hari-hariku ku, meski hubungan kita baru sebatas hubungan kerja....”

Setelah selesai shalat tahajud, di lanjut dengan witir, Jalal membaringkan tubuhnya kembali di tempat tidur, tapi ngantuk tak kunjung datang.. "Biasanya kalau pengin ngantuk, harus baca buku.” Jalal pun meraih buku yang ada di meja dekat tempat tidur, buku berjudul "SIRAH NABAWIYAH", dia buka halaman secara acak.. tertulis "Khadijah seorang saudagar kaya, yang mempekerjakan Muhammad untuk mendagangkan dagangannya, masayaaroh (pembantu Khadijah) menemani Muhammad berdagang ke sayaam, dari cerita maisayaaroh, Khadijah mengetahui kejujuran dan akhlak mulia yang dimiliki Muhammad, Khadijah pun merasa tertarik, dan melamar Muhammad, padahal banyak lelaki terpandang yang ingin memperistrinya, di suku quraisy, bukan hal yang tabu ketika seorang wanita yang melamar laki-laki, sebab kepemimpinan rumah tangga ada di suami, sehingga harus dicari pemimpin yang baik agar rumah tangganya bahagia.” Kantuk pun menyerang Jalal.

Dikantor Tajmahal jam 9 pagi, 8 arsitek muda telah berkumpul di lobi, resepsionis mempersilahkan semuanya untuk masuk keruang meeting karena sebentar lagi Presdir akan menemui mereka.

Diruang meeting para arsitek muda menunggu kedatangan Presdir. Tiba-tiba muncul sosok wanita yang sangat cantik dari balik pintu. "Selamat pagi semuanya.” Semua mata terpana dibuatnya, apalagi Sayaarif yang punya tegangan tinggi, tidak dilepaskan tatapanya walau cuma sedetik, tapi tidak dengan Jalal, dia melihat sekilas dan menundukan pandanganya kembali. Sebenarnya Jalal ingat akan mimpinya semalam tapi dia menahan dengan segenap kemampuanya untuk tidak menatap terlalu lama sang Presdir.
Jodha: "Selamat bergabung dengan Tajmahal corp. Kerja Kalian langsung di bawah arahan saya, saya harap kalian semua loyal terhadap perusahaan ini, kalian satu team, dan nilai tes tertinggi yang saya angkat jadi leadernya, leader berkewajiban melaporkn langsung pada saya, setelah saya lihat CV dan hasil tes semuanya, Jalaludin Muhammad Akbar yang saya angkat sebagai leder.” Semua yang ada diruangan tepuktangan... "Hari ini kalian langsung bekerja, saya tunjukan ruangan kerja kalian."

Jodha menunjukan langsung ruang kerja ke 8 arsitek barusnya, sebuah ruangan yang sangat luas terpajang beberapa maket apartemen, gedung perkantoran, dan mall... di tengah ruangan ada meja besar dikelilingi kursi.. di pinggir ruangan ada 8 meja kerja,, Jodha: “Ini ruangan kalian, anggap ini rumah kedua kalian.. di pojok ruangan ada pentry (dapur kering) kalian bisa membuat kopi disana... saya ingin memberikan arahan sedikit",
Semua duduk mengelilingi meja besar.. Jodha duduk di salah satu sisi meja yang hanya ada satu kursi khusus buat pemimpin rapat, sang leader Jalal duduk di sisi sampingnya dekat dengan Jodha... Jodha: "Seminggu lagi, kita akan menghadiri sebuah lelang projek besar bembuatan sebuah kantor pemerintahan, banyak para pengusaha properti menginginkan projek itu, aku ingin kalian mempersiapkan bahan presentasi, dan maket nya,, untuk tekhnisnya saya silahkan mas.. eh.. bapak Jalal sebagai leder mengurus segalanya (sambil melirik ke Jalal) yang ditatap, balas menatap sebentar... Saat pandangan mereka bertemu, terasa ada panah yang melesat menghujam hati mereka.. dalam hati Jalal mengucap "Astaghfirullohalazim....” Jodha: “Sore nanti sebelum pulang saya harap sudah ada laporan ke saya tentang gambaran kasarnya, selamat bekerja.” Jodha meninggalkan ruangan yang tepat berada di depan ruangannya, dia pun larut dalam pekerjaanya.

Diruangan para arsitek masih berkumpul di meja rapat, Jalal duduk ditempat Jodha tadi duduk... Sayaarif: “Gila, Presdir kita seorang bidadari, seneng deh kalau tiap hari meeting sama dia.” Benazir: “Ah.. biasa aja,, lebay lu Sayaarif..” Jalal: “stt... udah malah ngegosip, waktu kita cuma sebentar, kita mulai kerja...” Sayaarif: “Oke siap suhu... teman teman mulai sekarang kita panggil leader kita suhu.. setuju.?!!” "Iya betul" timpal yang lainnya.

Hari pertama mereka semuanya sibuk dengan tugas masing-masing, sebuah team yang cukup solid, chemistry mulai tumbuh diantara ke 8 arsitek ini, kerjapun terasa menyenangkan, celetak celetuk Sayaarif kadang membuat suasana kerja hangat, kalau sudah kelewatan sang SUHU berdehem..."ehm.” Semuanya langsung terdiam.. Saat ini Hasan dan Ruk sedang sibuk dengan perencanaan anggaran, Sayaarif dan Benazir sibuk dengan bahan bresentasi, Fathimah n Fikri sibuk dengan sketsanya, kadang salah satu dari mereka mendekat ke sang leder untuk konsultasi dan meminta saran,,, dan kadang Jalal menghampiri mereka untuk memberikan masukan.. Ruk dan Benazir selalu berusaha mencari perhatian Jalal... seperti yang dilakaukannya saat ini... Benazir: “Ganteng... aku buatkan kopi untuk mu, kamu pasti lelah kan" sambil mendekati Jalal dengan lenggak lenggok, membawakan secangkir kopi hangat.. "Ko suhu aja yang dibikinin, kita juga kan mau" sahut Sayaarif.. "Lu bikin aja sendiri" timpal Benazir, Ruk mengrenyitkan hidungnya tanda ga suka dengan yang dilakukan Benazir,,

Hari sudah mulai sore, Jalal pun memasuki ruangan Jodha.. Jalal: “Permisi bu, saya mau melaporkan hasil kerja hari ini..” Jodha: “Silahkan duduk mas.. eh Pak.” Muka Jodha memerah, terlihat wajahnya penuh senyum, entahlah ketika bersama Jalal perasaannya selalu berbunga-bunga itu terlihat jelas diwajahnya meski berusaha dia tutupi.. Jodha: “emmm... ga pa pa kan aku panggil mas?” pipi Jalal memerah juga, dirinya tak kuasa menahan senyum dibibirnya.. Jalal: “Iya ga pa pa bu.. saya ga keberatan..”

Jalal pun memaparkan seluruh hasil kerja timnya dengan sangat gambalng, gaya bicaranya begitu berwibawa, dengan sorot mata yang tajam.. Jodha hanya mengangguk-angguk, sepertinya dia tidak fokus dengan yang dipaparkan Jalal.. dia sibuk melihat sosok sempurna yang ada dihadapannya, hingga membuat indra pendengarannya tak berfungsi... Jalal: “Begitu bu... gimana, apa masih ada yang perlu dikoreksi?” Jodha gelagapan karena sebenarnya dia tidak mendengar apa yang di katakan Jalal, untuk menutupinya.... Jodha: “Iya semuanya sudah bagus, aku setuju, tinggal dibuat maketnya. Mas, sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dengan dunia arsitek, karena kuliah saya jurusan ekonomi.. jadi semuanya saya percayakan pada mas, dan satu lagi nanti mas Jalal yang mempresentasikan proposal kita, tolong dipersiapkan dengan matang, nanti kita berdua yang akan menghadiri lelang tersebut.. mas.. emm boleh aku tanyakan sesuatu, ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan" ujar Jodha. Jalal: “Iya silahkan bu.” Jodha: “Satu lagi, aku ingin kalau kita cuma berdua, panggil saja aku Jodha.. ga usah pake ibu, umur kita kan ga jauh beda, bahkan aku lebih muda darimu. mm.. begini mas, kenapa kalau sedang bicara dengan ku, mas tidak mau menatapku dan bukan saja denganku, aku perhatikan dengan Ruk, Fathimah, dan Benazir juga seperti itu.” Jalal: “Begini bu, dalam agama Islam dianjurkan menundukan pandangan ketika berkomunikasi dengan lawan jenis, itu untuk menjaga diri kita, seorang laki-laki pandangannya akan terjaga hanya untuk istrinya, yang belum beristri apalagi, itu semua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu bukan berarti saya tidak menghargai lawan bicara saya tapi semata-mata untuk melindungi kehormatan wanita" Jodha manggut-manggut sambil berkata, "ohh begitu ya aku mengerti sekarang" Dalam hatinya berkata "Betapa beruntungnya wanita yang jadi istrinya kelak."

Satu Hari Menjelang Lelang.
Jodha memasuki ruang kerja para arsitek, “Bagaimana, semuanya sudah siap?” Jalal: “Sudah bu.. tadi kita sudah gladiresik untuk presentasi besok.” Jodha: “Oke aku percaya pada kalian semua.

Keesokan harinya jam 6 pagi
HP Jalal berbunyi dari ujung sana terdengar suara, "Halo mas, aku sudah didepan kosanmu." Jalal pun keluar, nampak Jodha sudah berdiri di samping mobinya.. Jodha: “Mas Jalal bisa nyetir kan?” Jalal: “Bisa.” Jodha pun menyerhakan kunci mobinya dan duduk di samping Jalal, Jodha mengenakan rok hitam sedikit diatas lutut, hingga sewaktu duduk terlihat kulit mulusnya. "Jodha ma'af." kata Jalal sambil mengeluarkan saputangan dari sakunya, menutupkannya pada bagian kaki Jodha yang terbuka sambil matanya melihat ke luar, sambil berkata "Biar aku bisa konsentrasi nyetir.


FanFiction The Gift of Love Part 3

5 comments:

  1. Weleh . Weleh. . Smg anak ku nanti jg gitu. Trims dtunggu kljtnya.

    ReplyDelete
  2. Wah yg ini lain dri yg biasanya...hmm lanjutkn...

    ReplyDelete
  3. Wah yg ini lain dri yg biasanya...hmm lanjutkn...

    ReplyDelete
  4. wiihhh wiiihhh mas jalal paling bisa deh memperingati orang tanpa membuat tersinggung..alasan "biar bisa konsentrasi nyetir" ckckckckck...sopan banget :-)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.