FanFiction Love From The Past Part 11 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 11



By: Resza

(still Flashback)

...Jodha dan keluarganya saling berpelukan. Entah kenapa mereka ingin berpelukan bersama-sama. Akhir Jodha melepaskan pelukannya dari keluarganya.
"Come on guys, don't be sad. Aku kan bukannya mau menikah tapi cuma tunangan. Aku akan kembali lagi kerumah ini", ucap Jodha.
Mendengar penuturan Jodha akhirnya mereka melepaskan diri masing2 dan saling tertawa.

"Mari kita segera berangkat, keluarga Humayun pasti sudah menunggu kita, terutama Jalal", ledek Rahim.
Jodha tersipu malu mendengar ledekan Rahim dan akhirnya mereka berangkat. Bharmal dan Meinawati berada di sedan Mercedes hitam bersama dgn supir dan pengawalnya. Sedangkan Jodha di sedan BMW hitam bersama dgn Rahim dan Maan Singh juga supir dan pengawal yg duduk di dpn. Sujamal berada di sedan Audy bersama seorg supir dan pengawal.

Ketiga sedan itu melaju beriringan. Selama diperjalanan nampak wajah senang, gelisah dan tak tenang Jodha yang bercampur jadi satu. Ketika di persimpangan jalan lampu merah menyala dan mobil yg ditumpangi Jodha ketinggalan dengan dua mobil lainnya yang sudah duluan jalan. Ketika melewati jalanan yang agak sepi, sedan BMW Jodha dihadang oleh sebuah van hitam (bayangin aja mobil Alphard/Vellfire yg pintu penumpangnya digeser), dari van itu ada 4 org penjahat berpakaian hitam dan memakai topeng hitam. Dari ke 4 penjahat itu, salah satu berada di kursi pengemudi dan ketiga penjahat lainnya keluar dari van sambil memegang pistol. (Biar gampang, 4 penjahat itu ditulis si A, B, C dan D).

Ketiga penjahat itu menghampiri sedan BMW itu, mengetuk semua pintu mobil dgn pistol yang ada ditangan mereka. Tentu saja semua penumpang BMW itu ketakutan melihat para penjahat itu krn tidak tahu maksud mereka mau apa.
Supir BMW itu membuka pintunya dan spontan kepalanya dihantam ke stir pengemudi oleh si A, di dahinya keluar darah dan supir itu pingsan di atas stir.
Selanjutnya si B, menyuruh pengawal yg duduk di samping supir utk membuka pintunya, setelah dibuka pintunya, si B langsung memukul kepala pengawal itu dgn pistol yg ada di tangannya hingga pelipisnya berdarah dan pingsan. Posisi pengawal itu terduduk pingsan.

Setelah membuat pingsan supir dan pengawalnya Jodha. Si A kembali mengetuk pintu penumpang samping kanan utk dibuka, setelah dibuka, ditarik keluar Rahim dari dalam mobil begitu pula dengan si C yang menarik paksa Maan Singh utk keluar dari dalam mobil. Kedua penjahat memukul telak antara bagian tengkuk dan punggung hingga kedua kakak Jodha pingsan. Jodha yang melihat kedua kakaknya ditarik paksa keluar langsung berteriak utk minta dilepaskan kakaknya. Setelah melihat kedua kakaknya, supir dan pengawalnya pingsan semua, Jodha ketakutan dan langsung menangis.

Si B, langsung menarik paksa Jodha keluar dari mobil. Jodha langsung berteriak, "lepaskan aku...lepaskan aku, siapa kalian, apa mau kalian...???!!!". Si B tdk menjawab dan ketika mendengar Jodha kembali berteriak minta tolong, spontan Si B menarik tangan Jodha dan posisi tubuh si B berada di belakang Jodha dgn tangan kirinya mengunci leher Jodha dan menodongkan pistol ke arah kepala Jodha. Mèlihat kondisinya seperti itu, Jodha langsung diam dan mengikuti apa disuruh oleh para penjahat itu.
Jodha ditarik paksa masuk ke dalam van hitam itu dan setelah melihat semua penumpang BMW itu pingsan, para penjahat itu pergi dari TKP.

~~~~~~0O0~~~~~~~

Bharmal, Meinawati dan Sujamal sudah sampai duluan di kediaman Humayun dan disana sudah banyak tamu yang hadir utk menyambut mereka dan mereka di sambut oleh Humayun beserta keluarganya.
"Selamat datang Bharmal, Meinawati dan Sujamal", ucap Humayun.

Hameeda yang menyadari kalau mobil yang ditumpangi Jodha dan kakaknya belum tiba, bertanya, "dimana Jodha dan kakak-kakaknya??".
"Tadi dipersimpangan jalan, mobil Jodha terhalang oleh lampu merah yang sudah menyala sehingga mobil mereka tertinggal. Mungkin sebentar lagi akan segera sampai karena jalanan lumayan traffic tadi", jawab Sujamal cemas.

Jalal yang mendengar hal itu memiliki perasaan yang ga enak juga orang tua Jodha. Mereka harap-harap cemas menunggu kedatangan Jodha. Ketika sudah setengah jam belum juga datang mobilnya Jodha, Bharmal menyuruh Sujamal utk menghubungi ponsel Rahim utk mengetahui dimana posisi mereka skrg. Setelah berkali-kali ditelepon tidak ada juga jawaban dari ponselnya Rahim, Sujamal terlihat panik.
Sujamal melaporkan hal ini kepada Bharmal dan Humayun. Bharmal dan Humayun terlihat panik dan coba utk menunggu setengah jam lagi.

Hindal mirza yang melihat kondisi itu terlihat tersenyum puas kalau rencananya berhasil. Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi dan lawan bicara dari ponsel itu mengatakan kalau dia sudah berhasil menculik Jodha dan wajah Hindal berubah menjadi sangat senang sekali. (Mungkin kalo ga ada org2 disitu dia udah tertawa keras).

Jalal nampak gegana karena calon tunangannya belum juga tiba di rumahnya. Batinnya, "dimanakah kamu, Jodha??? Semoga tidak terjadi sesuatu pada dirimu".

Sujamal kembali menghubungi ponsel Rahim namun masih juga ga ada jawaban. Sujamal mencoba menelepon ponsel Maan singh dan juga pengawal yg bersama mereka namun sama aja tidak bisa dihubungi. Kepanikan Sujamal menjadi, akhirnya dia meminta ke Bharmal dan Humayun utk membawa pengawal yang ada untuk menyusul ke lokasi terakhir dimana mobil Jodha tertinggal.

Bharmal menyetujuinya dan Humayun juga menyuruh 3 orang pengawalnya utk ikut menyari Jodha dan kakak2nya. Sujamal pun berangkat bersama para pengawal utk mencari keberadaan Jodha.

~~~~~~0O0~~~~~~~

Di dalam van hitam, Jodha duduk di kursi penumpang dgn diapit oleh si penjahat B dan C. Sedangkan si penjahat A duduk di dpn di samping si penjahat D yg memegang kemudi.
Si A menelepon seseorang dan org itu adl Hindal mirza, ayahnya Rukiyem yang merupakan dalang dari penculikan ini. Si A melaporkan kalau rencananya sudah berhasil dan menuju ke tempat persembunyian.

Jodha masih tampak ketakutan namun di otaknya dia berpikir gimana caranya agar bisa kabur dengan selamat. Si B memegang tangan Jodha sebelah kiri dan si C masih menodongkan pistol di kepala Jodha. Ketika si C hendak mengikat tangan Jodha, Jodha merasa itu adl kesempatannya utk lolos maka refleks tangan kanannya memukul kepalanya si C hingga pingsan dan dia mengambil pistol yang tadinya dipegang oleh si C lalu memukul si B dengan pistol itu, namun kali ini terjadi pergulatan dgn si B karena dia berhasil mengelak. Akhirnya si B pingsan juga. Si A yg berada di kursi depan, berbalik melihat ke arah kursi penumpang karena mendengar kegaduhan. Setelah melihat bahwa Jodha berhasil membuat pingsan teman2nya si A, si A langsung mengambil pistolnya namun terlambat, pistol yang ditangan Jodha sudah mendarat di kepalanya si A dan Jodha menyuruh si A utk membuang pistolnya. Si A membuang pistolnya dan perhatian Jodha sedikit teralihkan lalu si A mencoba merebut pistol di tangan Jodha, terjadilah perebutan dan peluru di dalam pistol tersebut meletus dan bersarang di kepala si D dan kepala si D jatuh di stir kemudi, otomatis ga ada mengendalikan van hitam itu.

Si A dan Jodha terlihat panik sebentar namun mereka sadar kembali dan masih berusaha merebut pistol itu. Kondisi jalanan saat itu sedang menurun tajam. Saat di dpn van hitam ada sebuah sedan silver, Jodha teriak awas dan spontan si A berusaha mengendalikan laju kendaraan dgn cara memegang stirnya utk menghindari sedan itu. (iyaa, sedan itu adl mobil milik nenek Athifa). Namun, karena laju kendaraan semakin cepat dan ga bisa dikendalikan maka si A berusaha utk mengambil kemudi. Karena sulit utk mengambil kemudi dimana ada tubuh si D yang sudah terkapar, maka laju kendaraan sudah tidak dikendalikan lagi dan menuju ke jurang. Jodha melihat hal ini dan hanya ada 2 pilihan dalam pikirannya, ikut mati di dalam van ini ato melompat keluar van ini apapun resikonya. Dia mengingat kenangan bersama Jalal dan keluarganya akhirnya dia memilih utk melompat keluar dari van. Di menggeser pintu van itu dan lompat keluar. Jodha berguling-guling di jalan beraspal itu dan berhenti ketika kepalanya menghantam sebuah batu yang ada disitu dan Jodha terkapar di jalanan tak sadarkan diri.

Kembali si A tadi ketika dia sudah berhasil mengambil kemudi vannya namun terlambat karena van itu sudah masuk jurang. Van itu terguling2, ringsek dan ketika sampai di dasarnya meledak.

Sedan silver yang hampir ditabrak oleh van hitam itu berhenti ketika melihat seseorang terkapar tak sadarkan diri di jalan. Pintu sedan itu dibuka dan keluarlah seorang nenek, dia menghampiri Jodha yang tak sadarkan diri mencoba membangunkannya namun tak sadar juga. Kondisi jalanan saat itu sedang sepi dan akhirnya dia memutuskan utk membawanya ke RS terdekat dan menelepon polisi perihal kecelakaan yang terjadi disana.

~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~

Sujamal beserta para pengawal mencari2 dimana posisi terakhir mobil Jodha terlihat. Setelah ketemu, betapa terkejutnya Sujamal melihat yang ada dihadapannya.

Sujamal dan para pengawal langsung melihat kondisi para penumpang mobil itu. Dia mengecek kondisi si supir dan pengawal di sedan BMW itu dan ternyata masih ada denyut nadinya. Sujamal beralih ke Rahim, dia mengangkat tubuh Rahim dan mencoba membangunkannya. Ketika Rahim sadar, dia berteriak memanggil Jodha, "JODHA... JODHA... TOLONG JODHA".
"Ada apa dengan Jodha?? Siapa yang melakukan hal ini??", ucap Sujamal marah.
"Jodha diculik dan aku tidak tahu siapa yang menculiknya?? Dan kejadiannya begitu cepat", jawab Rahim lemah masih merasakan sakit di tengkuknya.

Sujamal menyuruh para pengawal yang ikut bersamanya utk mencari Jodha. Sujamal menghubungi Bharmal mengenai kejadian ini. Spontan Bharmal dan orang2 yang ada disana kaget mendengar kabar buruk itu terutama Jalal yang saat itu sedang minum dan gelas yang dipegangnya langsung terjatuh.

Humayun mencoba menenangkan Bharmal dan dia menghubungi polisi mengenai kejadian itu. Polisi datang ke kediaman Humayun dan disana sudah ada Sujamal, Rahim dan Maan Singh serta supir dan pengawal yang terluka sedang diobati. Polisi menanyakan kronologis kejadiannya dan Sujamal serta para penumpang sedan BMW itu memberikan kesaksiannya. Atasan Polisi itu menghubungi kantornya dan meminta bantuan utk mencari keberadaan van hitam yang No.polisinya sudah diketahui oleh Polisi tsb.

Setelah beberapa jam usaha pencarian dilakukan akhirnya membuahkan hasil kalo van hitam itu sudah ditemukan dan kondisi van itu sangat mengenaskan yaitu van itu terbakar habis dan seluruh penumpangnya tewas. Namun saat ini, bangkai van itu belum bisa dievakuasi karena curamnya jurang itu. Salah 1 anak buah polisi melaporkan hal itu kepada atasannya.

Bharmal dan Meinawati melihat ada ketidakberesan di wajah polisi itu. Atasan polisi yg bernama Vijay Kumar menjelaskan kabar buruk itu kepada keluarga Bharmal dan keluarga Humayun. Setelah mendengar kabar buruk itu, Meinawati menangis dan berteriak, "Jodhaaaaaa". Lalu pingsan, Bharmal menangkap tubuh istrinya dan dia pun menangis sambil meneriakkan nama Jodha.

Semua orang2 yang ada disana kaget dan menangis tak percaya akan apa yang terjadi. Pesta yang seharusnya jadi pesta penuh suka cita berubah jadi duka dan penuh hujan air mata. Saat itu pula hujan turun seakan ikut menangis akan kepergian Jodha.

Jalal yang paling terpukul mendengar hal itu. Di berlari menuju kamarnya, Shehnaz yang melihat itu langsung mengejar Jalal. Di kamarnya, Jalal menangis sejadi-jadinya lalu berteriak memanggil nama Jodha. Dia melempar semua barang yang ada di atas mejanya ke lantai.

Jalal berteriak, "hal ini tidak mungkin terjadi, tidakkk...tidakkk!!! Jodhaku masih hidup dan hari ini dia akan bertunangan denganku. Jodhaaaa...!!!!". Jalal kembali menangis.

Shehnaz yang melihat kondisi adiknya seperti itu, menghampiri dan memeluknya lalu membelai rambutnya dan ikut menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun karena Shehnaz tahu kalau saat ini kata2nya tidak akan berguna utk menenangkan Jalal.

Hindal Mirza yang mengetahui kalau rencananya meleset dari rencana awal menjadi sedikit ketakutan kalau dirinya akan ketahuan bahwa dialah dalang dari semua kejadian ini. Namun, setelah dia memikirkan lagi bahwa 1 penghalangnya sudah tersingkir maka tinggal 1 langkah lagi agar impiannya tercapai.

"Hahahahahaha....", tawa Hindal di dalam hatinya.


Precap: kejahatan Hindal Mirza akhirnya terbongkar...


FanFiction Love From The Past Part 11

3 comments:

  1. Satu kata buat part iNi....sediih...
    aKu pas baca yaNg terakhir aMpek NaNgis.. pas baca jalal NaNgis N triak"...

    ReplyDelete
  2. issshhh....kenapa selalu ada yang ngga bisa liat orang bahagia seeehhh....tapi makasih nanda rezha kalau akhirnya bisa buat hindal mirza di hukum, biar nyaho' tuh si rukiyem eeehhhh...salah fokus :-D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.