FanFiction Love From The Past Part 12 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 12



By: Resza

(masih Flashback)

Suatu hari di perusahaan Mughalindo Corp., Hindal Mirza meminta kakaknya yaitu Humayun utk datang ke ruang meeting kecil krn ada hal yang ingin dibicarakannya.

Setelah Humayun datang ke ruang meeting itu, Hindal menyerahkan sebuah dokumen kepada Humayun dan menyuruhnya utk membacanya.

"Apa ini Hindal?? Kenapa tiba2 memberiku sebuah dokumen??", tanya Humayun dgn wajah bingung.

"Baiknya kamu baca dulu, Kak utk tahu isinya. Nanti akan aku jelaskan...!!!", perintah Hindal dgn nada tegas.

Humayun membaca dokumen itu dan nampak terkejut dgn isinya. "Apa maksud ini semua, Hindal?? Aku tidak mengerti", tanya Humayun dengan wajah terkejut.

"Bukankah disitu sudah dijelaskan apa maksudku...!!!", jawab Hindal. "Iya tapi ada apa ini?? Apakah kamu ingin berkonspirasi utk menyingkirkan aku dan juga Jalal sbg ahli warisku??!!!",tanya Humayun dengan marah.

"Iya, kak...!!! Aku memang berkonspirasi utk melawanmu karena aku sudah muak dengan dirimu dan juga dengan keluarga kita...!!!", teriak Hindal.

"Apa maksudmu, Hindal?? Apakah kamu membenciku??, tapi knp??", tanya Humayun. Hindal menjawab, "kamu mau tahu alasannya, kak??!!!".

"Iya", jawab Humayun. Hindal menjelaskan dengan penuh kemarahan, "sudah lama aku membencimu, Kak...!!! krn dirimu menjadi kesayangan Ayah. Ayah selalu mengutamakan dirimu, menyayangimu, apapun yang dia lakukan selalu untukmu. Aku marah karena aku selalu tidak dianggap oleh Ayah. Kemarahanku memuncak ketika dia memutuskan untuk menjodohkan kamu dgn Hameeda...!!!. Asalkan kamu tahu, Kak... kalau aku sudah menyukai Hameeda sejak kami masih kuliah. Kau datang merebut dia dariku. Aku semakin membencimu saat Ayah mewariskan perusahaan ini kepadamu...!!! Lagi2 aku tidak dianggap oleh Ayah...!!! AKU BENCI KALIAN SEMUA...!!!", teriak Hindal dengan emosi tingkat dewa.

Humayun yang mendengar penjelasan adiknya tampak kaget dan tidak percaya seperti itulah perasaan adiknya selama ini karena Hindal sama sekali tidak menunjukkan wajah ketidaksukaannya kepada kakaknya juga orang lain, "lalu knp selama ini kamu diam saja...!!!tidak membicarakan keluh kesahmu??. Lagipula aku memberimu posisi sebagai Vice president di perusahaan ini, apakah itu tidak cukup??!!!", tanya Humayun dengan nada tegas.

"Hal itu tidaklah cukup dan sekarang aku ingin kamu mengubah surat wasiat lamamu dengan surat wasiat yg aku buat...!!!", perintah Hindal.

"Hindal, tidak mungkin aku dapat mengubah isi dari surat wasiatku krn aku sudah membahasnya dan mendapatkan persetujuan dari dewan direksi dan para pemegang saham...!!", jawab Humayun dengan tegas.

"Baiklah jika memang itu keputusanmu. Maka janganlah menyesal jika kakak tidak lagi dapat melihat wajah putra kesayanganmu dan anak2mu yg lain...!!!", ancam Hindal.

"Hindallll...!!! Kamu mengancamku???!!!", ucap Humayun marah.

"Jika kakak tidak ingin kehilangan anak2mu dan juga mmg sayang sama adikmu ini, kamu pasti akan menuruti permintaan adikmu ini...!!!", ancam Hindal lagi.

Humayun nampak bingung dan memikirkan semuanya. Hameeda dan anak2nya. Lama dia termenung. Akhirnya demi keselamatan semuanya, Humayun menyetujui permintaan Hindal dan menandatangani dokumen itu. Hindal pun tersenyum puas, "terima kasih, Kak. Kau mmg kakak yang baik...!!". (Baik semprullmu...!!!).

Hindal pergi dari ruang meeting itu. Humayun bangun dari tempat duduknya dan menatap jendela, nampak stress dan hampir menangis, "maafkan ayah, aku menyayangi kalian semua", batinnya Humayun.

~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~

Dua minggu sudah sejak insiden itu terjadi. Perilaku Jalal berubah, dari remaja yang ceria menjadi remaja yg murung. Tiap hari dia selalu mengurung diri di dalam kamarnya, menatap foto dirinya bersama Jodha sewaktu study tour. Hameeda dan yang lainnya sedih melihat kondisi Jalal seperti itu. Akhirnya dia meminta bantuan Meinawati utk menasehati Jalal.

Tiap hari Jalal selalu menyempatkan diri utk mengunjungi rumah Bharmal. Meinawati yg tahu kebiasaan Jalal itu, membiarkan Jalal utk berada di kamar Jodha. Sampai pada hari itu, Meinawati melihat Jalal sdg duduk dipinggiran tempat tidur Jodha sambil memandangi foto mereka berdua waktu study tour.

Meinawati menghampiri Jalal ketika akan berbicara sudah disela duluan oleh Jalal, "bibi, tahu tidak?? (sambil memperlihatkan foto Jalal dengan Jodha kepada Meinawati), waktu acara study tour, Jodha terlihat sangat bahagia, hari itu tidak prnh hilang senyuman dari wajahnya. Aku sangat merindukannya, Bi", ucap Jalal nangis.

Meinawati yang mendengar hal itu juga ikutan menangis, tahu akan perasaan Jalal krn dia juga merasakannya. "Bibi tahu itu Jalal. Ada yang ingin bibi bicarakan padamu Jalal. Kejadian itu sudah 2 mggu berlalu namun kamu masih saja berada dalam bayang-bayangnya Jodha. Kenangan akan kalian ber2. Kamu harus melanjutkan hidupmu Jalal, Jodha pasti akan sedih jika melihat dirimu seperti ini trs. Relakanlah Jodha, Jalal. Bibi, yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu dgn seorang gadis yang lebih baik dari Jodha. Bibi akan selalu menerima kehadiranmu disini, bibi sudah menganggapmu sbg anak bibi sendiri", ucap Meinawati sedih.

Jalal yang mendengar perkataan Meinawati hanya bisa menangis. Melihat hal itu, Meinawati merangkul Jalal dan merebahkan kepala Jalal ke bahunya sambil tangan kirinya membelai rambut Jalal dan ikut menangis.

~~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~

Keesokan paginya di kediaman Humayun, nampak Hameeda sedang memasangkan dasi suaminya.

"Suamiku, haruskah kamu benar-benar pergi ke Indonesia hari ini??", tanya Hameeda.

"Iya, istriku...aku harus segera pergi kesana utk meninjau lokasi proyek selanjutnya. Ada apa dengan dirimu?? Kamu tidak seperti biasanya??", tanya Humayun sambil membelai rambut dan pipi Hameeda.

"Tidak apa-apa suamiku, hanya saja aku ingin kamu tidak pergi hari ini. Aku ingin bersamamu hari ini", ucap Hameeda manja. (Eeeaaa Jalal mau punya adik lagi nih kayaknya....pd serius amat bacanya...!!!!)

Humayun: "bagaimana kalau kamu ikut mengantarku ke bandara?? Agar kegelisahanmu bisa hilang??".

Akhirnya Hameeda ikut mengantarkan Humayun ke bandara yang khusus utk pesawat2 pribadi beroperasi. Hari itu Humayun dan Bhairam khan akan pergi ke Indonesia utk meninjau lokasi proyek selanjutnya. Karena Bharmal masih berduka atas kehilangan Jodha, Bhairam khan yg menemani Humayun.

Sebelum masuk ke dalam jet pribadinya, Humayun memeluk dan mencium keningnya Hameeda sambil berkata, "jaga anak-anak, aku sangat menyayangi kalian".

Mendengar ucapan suaminya seperti itu, Hameeda merasa seakan-akan itu adl kata terakhir dari suami tercintanya.

DDDUUUAAAARRRR...

Tepat beberapa saat take off meninggalkan bandara, jet pribadi itu meledak dan puing2nya beterbangan di sekitar bandara.

Hameeda yang hendak akan masuk ke dalam mobil, kaget mendengar suara itu dan ketika dilihatnya bahwa jet pribadi milik suaminya meledak, Hameeda langsung lari menuju TKP sambil meneriakkan nama suaminya, "HUMAYUUNNN", namun hal itu dicegah oleh pengawal pribadinya yg setia yaitu Adam Khan krn jet itu masih terbakar dan kadang masih ada ledakan kecil.

Saat dihalangi oleh Adam Khan, Hameeda jatuh pingsan karena tidak kuat melihat kejadian itu. Adam khan menangkap tubuh Hameeda. Lalu dia menyuruh pengawal lainnya utk menghubungi polisi dan Adam khan membawa Hameeda ke RS.

Di sekolah Jalal, nampak pintu kelasnya di ketuk oleh seseorang. Saat itu sdg jam pelajaran matematika. Pak Tejwant membuka pintu kelasnya dan nampak sedang berbicara dgn seseorang sambil melihat ke arah Jalal. Jalal terlihat bingung kenapa Syarifuddin salah 1 pengawal setia ayahnya datang ke sekolahnya.

Pak Tejwant memanggil Jalal utk ikut pulang bersama Syarifuddin karena ada hal penting yang terjadi. Akhirnya Jalal ikut pulang bersama Syarifuddin, ketika dia akan bertanya kepadanya apa yg sedang tjdi namun Syarifuddin diam saja dan akan dijelaskan nanti jika mereka sudah sampai ditempat tujuan.

Selama perjalanan Jalal tidak tenang dan gelisah. Dalam hatinya bertanya-tanya sebenarnya ada apa??.

Akhirnya Jalal sampai di RS dan dia pun bingung kenapa pergi kesana. Saat masuk ke dalam RS nampak, Shehnaz, Mirza dan Gulbadan bibinya Jalal sedang menangis dan membuat Jalal semakin bertanya2 dalam hatinya, "sebenarnya ada apa sih nih, apa yang kalian rahasiakan dariku??".

Ketika melihat Jalal masuk ke dalam RS, Gulbadan langsung menghampiri Jalal dan memeluknya sambil menangis. Jalal semakin bingung dan bertanya, "kenapa kalian semua menangis?? Ada apa sebenarnya??".

Shehnaz dengan terbata-bata berusaha memjawabnya, "Ja...Jalallll...kamu yang tabah. A...a...ayahh telah meninggal, karena kecelakaan. Jet pribadi yang dinaiki ayah meledak saat take off".

Jalal yang mendengar hal itu terlihat syok, dirinya seakan tersambar petir ribuan volt. Musibah datang bertubi-tubi, belum kering luka karena kehilangan Jodha dan sekarang harus kehilangan ayahnya. Dua orang yang ia cintai dalam hidupnya meninggal secara tragis.

Tubuh Jalal lunglai dan jatuh ke lantai, Gulbadan dan Shehnaz menangkap tubuh Jalal dan memeluknya.

Tangisan Jalal meraung-raung dan meneriakan, "AYAAAHHHH....".

Setelah mereda tangisannya, Jalal menanyakan dimana ibunya. Shehnaz menjawab, "ibu ada di dalam ruangan (Shehnaz sambil menunjuk ke kamar tempat ibunya terbaring), ibu pingsan karena saat insiden itu terjadi, ibu ikut mengantarkan Ayah ke bandara".

Jalal semakin sedih mendengar hal ini. Dia memutuskan untuk menemui ibunya. Ketika masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya ibunya terbaring tak berdaya. Jalal menggenggam tangan ibunya dan membelai rambut ibunya. Tangis Jalal masih belum juga hilang.

Kepergian Jodha sudah membuat separuh hidupnya hilang dan belum kering luka itu sekarang sudah mendapatkan luka baru yaitu kehilangan ayah tercintanya. Jalal merasa seakan-akan hidupnya sudah terenggut. Dia ingin sekali menyudahi hidupnya namun ketika melihat kondisi ibunya di hadapannya, dia harus kuat dan tegar karena dia sudah berjanji pada ayahnya jika suatu saat nanti ayahnya pergi, dialah yang akan menjadi perisai bagi ibu, kakak dan adiknya...


Precap: kejahatan Hindal Mirza terbongkar dan Jalal menjadi Mr. Iceman...


FanFiction Love From The Past Part 12

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.