FanFiction Love From The Past Part 13 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 13



By: Resza

(The last part of Flashback)

Ketika jemari Hameeda bergerak, Jalal terbangun dari tidurnya yg saat itu sedang duduk di samping ibunya. Dilihat wajah ibunya yg sendu yang sedang menangis. Saat melihat wajah Jalal, Hameeda menangis ketika dia mengingat kejadian yang dialami oleh suaminya.


Jalal yang seakan tahu apa dirasakan oleh ibunya, dia memeluk ibunya dan mereka berdua pun menangis. Tak lama kemudian, datang keluarga Bharmal. Meinawati menghampiri Hameeda dan memeluknya untuk saling menguatkan atas musibah yg mereka alami. Begitu pula Bharmal yang memeluk Jalal, dia sudah menganggap Jalal sbg anaknya sendiri.

Banyak para pengusaha, pejabat, kolega, sanak saudara bahkan salah satu menteri datang ke pemakaman Humayun. Mereka semua tidak percaya kalau Humayun meninggal secara tragis. Selama upacara pemakaman, Jalal nampak diam sudah tidak ada lagi airmata yg mengalir. Yang ada hanya tatapan kosong di matanya.

Makam ayahnya Jalal tidak jauh dengan makam palsunya Jodha.

~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~

Di kamar Hameeda, nampak sepasang suami istri sedang berbincang dengan Hameeda. Pasutri itu adalah Atgha Khan yang merupakan adik kandung dari Hameeda dan istrinya Jiji Angga. Mereka berdua datang atas keinginan Hameeda.

"Maafkan aku, Kak Hameeda... aku terlambat utk pulang karena saat insiden itu terjadi kami sedang umroh dan menemui saudaranya Jiji Angga di Yordania", ucap Atgha Khan sedih.

"Tidak apa-apa adikku. Itu semua sudah takdir Yang Maha Kuasa. Aku menyuruhmu pulang ke India krn aku membutuhkan bantuanmu. Aku ingin mulai sekarang kamulah yang akan menjaga, mendidik dan selalu mendampingi Jalal. Saat ini Jalal baru berusia 14 tahun, dia belum bisa sepenuhnya mengurusi perusahaan Ayahnya. Setelah Humayun dan Bhairam Khan meninggal, hanya dirimu yang pantas utk mendampinginya", ucap Hameeda sedih.

"Ta... tapi kenapa kakak memintaku utk melakukan hal itu??", tanya Atgha bingung.

"Shehnaz dan anak2ku yang lain memintaku untuk ikut Shehnaz kembali ke London. Mereka ingin agar aku bisa melupakan insiden buruk itu. Awalnya aku menolak karena aku memikirkan Jalal. Namun... Jalal juga ikutan utk menyuruhku ikut Shehnaz demi kebaikanku. Aku memohon padamu Atgha", pinta Hameeda memelas.

Akhirnya Atgha khan menyetujui permintaan Hameeda. Sejak kematian anaknya yg bernama Aziz Koka saat usia 6 tahun. Atgha khan sudah menganggap anak2nya Hameeda sbg anaknya sendiri namun, Jalal adalah keponakan kesayangannya.

Setelah Hameeda dan Shehnaz pergi ke London. Jalal dan Atgha khan yang mengurusi perusahaan Humayun.

Jalal dan Atgha khan mendatangi Mughalindo Corp. karena ada panggilan dari pengacara perusahaan untuk membacakan isi surat wasiat Humayun. Disana hadir pula Hindal dan anaknya Ruqaiyah.

Betapa terkejutnya Jalal dan Atgha khan bahwa isi surat itu mengatakan kalau Hindal lah yang akan meneruskan perusahaan Mughalindo Corp. sbg CEO nya dan Jalal harus bertunangan dengan Ruqaiya. Hindal dan Ruqaiya tersenyum puas saat mendengar pembacaan surat wasiat itu, mgkin kalau cuma mereka ber2 ada di ruangan itu udah pada tertawa keras.

Jalal dan Atgha khan mencium ada hal yang tidak beres dengan surat wasiat itu. Akhirnya Jalal meminta Atgha khan utk menyelidiki hal ini. Juga menyelidiki penyebab kematian ayahnya karena ada hal yang mencurigakan terjadi.

~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~

Polisi yang bernama Vijay Kumar yang mengurusi kasus penculikan datang ke kediaman Bharmal. Dia ingin mengabari kalau proses identifikasi terhadap jasad yang ada di van hitam itu sudah sulit utk dikenali karena rusaknya jasad itu.

Bharmal dan Meinawati yang mendengar hal itu sangat syok dan benar2 harus menerima bahwa Jodha benar2 sudah tiada. Kembali Meinawati dan Bharmal menangis.

Meskipun begitu, Meinawati masih merasakan kalau putrinya masih hidup namun entah dimana dia skrg. Naluri keibuannya yang merasakannya.

~~~~~~~~0O0~~~~~~~

Dua hari sebelum dilakukan peresmian pertunangan Jalal dengan Ruqaiya.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya diketahui kalau Hindal yang telah mengubah isi dari surat wasiat itu dengan mengancam ayahnya dan yang membunuh ayahnya adalah dirinya juga. Hindal membuat insiden itu seolah-olah seperti kecelakaan. (pgn tau caranya?? Hanya penulis yg tau... hehehe)

Atgha memberitahukan hal ini kepada Jalal dan dia terlihat sangat marah. Tidak percaya kalau yang melakukan semua ini adalah orang terdekatnya yaitu pamannya sendiri.

Jalal meminta Hindal dan Ruqaiya utk datang kerumahnya dan mereka berempat berada di dalam ruang kerja Humayun.

Hindal mengira kalau Jalal memanggil dirinya adalah utk membahas masalah pertunangannya dengan Ruqaiya dan Ruq udah cengengesan aja membayangkan hal itu bahwa dia sebentar lagi akan bertunangan dengan Jalal. (ntu mah mau mu cahayuu...!!!). Namun yang sebenarnya adalah bukan itu, melainkan....
"Jalal, kau pasti memanggilku utk membahas pertunanganmu dengan Ruq, bukan??", tanya Hindal dengan PD dan mau memeluk Jalal namun Jalal menghindar.

Jalal dengan wajah penuh kemarahan menyerahkan sebuah dokumen kepada Hindal dengan cara melemparkannya ke meja kerjanya Humayun.
"Apa itu Jalal??", tanya Hindal bingung
"Kau bacalah dulu, Paman", pinta Jalal.

Hindal membacanya dan terkejutlah dia setelah tahu isi dokumen itu. Matanya terbelalak kaget saat membacanya dan masih dengan tampang pura-pura dia bertanya, "aku tidak mengerti ini, Jalal. Ada apa ini sebenarnya??". Ruq yang melihat keanehan di wajah ayahnya, merasa bingung.

"Janganlah kau berpura-pura dihadapanku, paman...!!! Kau janganlah masih bersandiwara denganku... paman!!!. Apakah paman tidak lihat isi dari dokumen itu??", tanya Jalal penuh kemarahan.
"I... iya paman sudah baca tapi apa maksudmu?? Apakah kamu bermaksud menuduh paman yang melakukan semua itu?? Itu tidak mungkin Jalal", jawab Hindal dengan masih mengelak.
"Cukup paman, jangan bersandiwara lagi...!!!", kemarahan Jalal sudah memuncak.
"Pamanlah yang mengubah isi surat wasiat itu dan paman juga yang telah membunuh AYAHKU...!!!, K A K A K MU sendiri...!! kenapa kamu melakukan itu, PAMAN??!!! KENAPA??!! jawab aku, PAMAN!!!", teriak Jalal.
"Kamu mau alasan aku melakukan semua itu??", tanya Hindal penuh emosi.
"Aku melakukan itu karena AKU MEMBENCI AYAHMU...!!!, AKU BENCI KALIAN SEMUA...!!! kalian semua telah merebut hak yang seharusnya aku dapatkan...!!!", teriak Hindal.
"Tapi kenapa paman tega melakukan hal itu dengan membunuh AYAHKU??!!! KAKAKMU sendiri...!!!", tanya Jalal marah.
"KARENA AKU MENGINGINKAN DIA MATI agar aku bisa menguasai seluruh aset kekayaan perusahaan ayahmu yg seharusnya jadi milikku dan juga aku harus mendapatkan kembali wanita yg aku cintai yaitu HAMEEDA, dia adalah IBUMU...!!!", jawab Hindal sambil tertawa lebar. (pengen dehh pas ketawa kemasukan kodok...!!!).

"Jangan sebut nama ibuku dengan mulut kotormu, paman!!!", teriak Jalal. "Sekarang paman harus membayar perbuatan paman, aku ada dua pilihan yang harus paman pilih", ucap Jalal dengan kemarahan sedikit mereda.
"Jika paman mau menandatangani dokumen2 ini sebagai pernyataan bahwa paman adalah penyebab dari semua insiden ini, maka aku akan mengampuni paman karena bagaimana pun kau adalah pamanku namun aku akan memutuskan hubungan persaudaraan denganmu!!!, pilihan ke2 adalah jika paman menolak utk menandatangani dokumen2 ini maka aku akan menjebloskan paman ke penjara dengan hukuman seumur hidup!!!", ucap Jalal dengan nada sedikit marah.

Hindal nampak bingung dan memikirkan omongan Jalal. Ruqaiya yang sedari tadi mendengarkan omongan Jalal dan ayahnya terlihat sangat syok tidak percaya kalau Ayahnya bisa berbuat seperti itu???!!!.

Selama memikirkan pilihan Jalal, Hindal terus memandangi wajah putrinya sudah basah dengan airmata. Nampak sedikit penyesalan di wajah Hindal. Akhirnya dia memutuskan utk menandatangani dokumen2 itu. Jalal memutuskan hubungan persaudaraan dengan Hindal dan Ruqaiya dan juga mengakhiri pertunangannya dengan Ruqaiya. Jalal mengirim mereka ke Kabul, Afghanistan dan tidak mau melihat mereka lagi di India. Tentu saja dia menaruh mata2 disana utk mengawasi gerak gerik mereka.

Jalal kembali merasa sedih dan kesepian. Dua orang tercintanya sudah tiada. Dia memandang foto dirinya bersama ayahnya saat digendong dipundak ayahnya. Juga foto dirinya bersama Jodha.

Sekarang dia sendirian karena ibu dan kakaknya sudah pergi ke London. Hanya dia dan adikknya Mirza yang ada dirumah itu. Jalal kembali menangis....

Sejak saat itulah Jalal menjadi pribadi yang pendiam, keras, kejam dan dingin. Dia berubah menjadi Mr. ICEMAN yang tidak akan mempercayai siapapun dan tidak lagi utk mencintai wanita manapun krn baginya cintanya hanyalah utk Jodha. Jodha sudah mengisi seluruh hatinya dan tidak ada seorang wanita manapun yang dapat membuatnya jatuh cinta seperti Jodha.

~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~

"Jodhaaa..... tunggu aku Jodhaaaa.... kamu jangan pergi.... jangan lari lagi dariku....", pinta Jalal.

"Aku tidak lari kemana-mana Jalal, aku selalu ada disini. Aku sudah lama menunggumu, Jalal. Bawalah aku pulang, hanya dirimu yang bisa membawaku pulang kembali ke sisimu.....", ucap Jodha.

Jodha yang memakai gaun panjang berlengan pjg berwarna putih dengan sedikit turun dibagian dada... tampak berjalan mundur menjauhi Jalal dan menghilang. Jalal terus saja berusaha utk mengejar namun tidak berhasil sambil meneriakkan namanya.....

JODHAAAAAAAAAAA............


Precap: pertemuan kembali Jalal dgn Jodha (Nadira)


FanFiction Love From The Past Part 13

3 comments:

  1. mb reszaaaa,,,jgn lm2 yach kelarin chap sljutnya,,,,hehehee

    Mkcii arum

    ReplyDelete
  2. Mau koment apa bingung ni mbak chus,,
    Baca aja sambil terus mewek

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.