FanFiction Love From The Past Part 15 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 15



By: Resza

(Demi kemudahan dalam penulisan dan tidak membingungkan pembaca, tokoh Jodha yg amnesia menjadi Nadira, akan aku buat menjadi NADHA "Nadira-Jodha)

Sepanjang perjalanan menuju bandara, Jalal kembali melamunkan pertemuannya dengan Nadha. Jalal teringat akan tatapan matanya.
Batinny, "tatapan mata itu...?? Ya, aku tidak akan pernah bisa melupakan tatapan mata itu...!! Tapi itu tidak mungkin, hanya Jodhaku yang mempunyai tatapan mata seperti itu!! Oohh, Jodha dimanakah dirimu sebenarnya?? Hatiku gelisah memikirkanmu.”

Akhirnya Jalal sampai di bandara, memarkirkan Audi hitamnya di parkiran dan bergegas menuju bagian International Arrival. Selama 15 menit menunggu akhirnya orang yang ia tunggu, muncul juga. Wanita yang dia cintai, yang selama ini dia rindukan. Wanita itu adalah Hameeda. (Pasti pada mikirnya Jodha...yaa??)

Jalal menyerahkan buket bunga yang dibawanya dan sambil berkata, "Selamat datang kembali, ibu. Aku sangat merindukanmu...!!!”
"Gimana kabarmu, bu??", tanya Jalal.
Hameeda memeluk Jalal dan berkata, "ibu baik-baik saja, Nak. Ibu juga kangen denganmu".

Hameeda melepaskan pelukannya dan kedua tangannya memegang wajah putranya yang sudah dewasa, "sekarang putra Ibu sudah dewasa. Menjadi pria yang tampan. Pasti banyak para wanita yang jatuh cinta padamu..??", ucap Hameeda sendu.
Mendengar perkataan ibunya seperti itu, Jalal hanya diam dan kembali menunjukkan wajah dinginnya. "tidak bu, wanita yang aku cintai hanyalah dia, tidak akan ada wanita lain yang dapat merubah posisinya di hatiku", batinnya Jalal.
"Ayo, Bu. Kita pulang, Mirza pasti sudah menungu kedatanganmu", pinta Jalal.

Jalal dan ibunya berlalu dari bandara. Sepanjang perjalanan pulang, Jalal hanya diam saja. Kembali menunjukkan wajah dinginnya. Hameeda yang melihat hal itu seakan-akan tahu apa penyebabnya. Batinnya berkata, "Sampai kapan, Jalal?? Kamu akan terus hidup dibawah bayang-bayang Jodha?? Begitu besarkah cintamu padanya??".

Jalal dan Hameeda sampai di rumah mereka. Disana sudah ada Mirza Hakim yang menunggu utk menyambut kedatangan mereka.
Mirza menghampiri ibunya dan memeluknya, "selamat datang ibu, aku sangat merindukanmu", tanya Mirza bahagia.
"Ibu juga merindukanmu, Nak. Senang bisa melihatmu kembali", lirih Hameeda sedih.

Ketika melihat rumahnya, Hameeda teringat akan kenangan-kenangan bersama mendiang suaminya. Meskipun sudah 10 tahun berlalu, bayang-bayang itu masih membekas di dalam ingatannya. Hameeda kembali sedih. Jalal dan Mirza menghiburnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~~~~

Malam hari, di dalam kamarnya Nadha duduk termenung di atas kasurnya. Dia melamunkan pertemuannya dengan sosok Jalal.
Batinnya, "pria yang tadi membeli bunga lili dan white ros... tatapan matanya...??!!! Tatapan mata itu (aahhh neng Jodha... pke muter2 begini ngomongnya!!!). Aku merasa seperti pernah mengenalnya. Tapi dimana dan siapa dia??".
"Aaahhh daripada mikirin itu orang yang ga jelas, mendingan tidur aja deh", ucap Nadha kesal. (ya ampun neng, segitunya).

Keesokan paginya di kediaman Hameeda. "Jalal, hari ini kan hari minggu...! Ibu ingin sekali pergi ke pusat perbelanjaan, ada yang ingin ibu beli. Sudah lama sekali ibu meninggalkan negara ini. Pasti banyak yang berubah. Ibu ingin kamu mau menemani Ibu...??", pinta Hameeda.
"Tentu, Ibu. Aku pasti akan menemani, Ibu hari", jawab Jalal.

Jalal mengajak ibunya berkeliling kota Delhi. Pergi ke taman kota sambil menikmati pemandangan yang ada disana. Menjelang siang, Jalal membawa ibunya menuju ke pusat perbelanjaan terkenal di Delhi. Ketika akan keluar dari suatu toko.

BUUUUKKKK

Tiba-tiba dari arah berlawanan ada seorang wanita yang menabrak Jalal karena sedang sibuk mencari ponselnya yang berbunyi di tasnya sehingga dia tidak fokus berjalan.
"A... ahh... maafkan saya karena telah menabrak Anda", ucap wanita itu menyesal dengan sedikit membungkukkan badan.

Jalal yang mendengar suara wanita itu terdengar sedikit kaget, sejenak berpikir kalau dia merasa pernah mendengar suara itu.
"Ti... tidak apa-apa, nona", jawab Jalal. "Apakah, Anda baik-baik saja, Nona??", tanya Jalal.

Wanita itu masih saja sibuk mencari ponselnya dan ketika mendengar suara Jalal. Dia terlihat kaget, seperti mendengar suara itu sebelumnya. Saat wanita itu menjawab pertanyaan Jalal, "iya, aku tidak apa-apa", dia menoleh ke arah Jalal dan terkejut melihat pria itu lagi saat ini di hadapannya.
Bersama-sama mereka berkata, "Anda, Tuan", Nadha kepada Jalal dan "Anda, Nona", Jalal kepada Nadha. Kemudian mereka tersenyum dan tertawa melihat ulah mereka tadi.

Jalal terpesona dengan penampilan Nadha yang sangat cantik bak bidadari turun dari kayangan. Nadha saat itu mengenakan Salwar Khameez/anarkali berwarna biru dengan rambut panjangnya yang digerai nampak menyihir Jalal. Berbeda sekali dengan penampilannya kemarin yang mengenakan celana jeans panjang dan kaos berkerah warna pink.

"Sedang apa, kamu ada disini, Nona??", tanya Jalal penasaran.
"Kebetulan tadi, aku habis bertemu dengan klienku yang memintaku untuk mendekor acara pernikahannya", jawab Nadha.

Kemudian Jalal mengulurkan tangannya untuk bersalaman, "perkenalkan, namaku Jalal. Bolehkah aku tahu namamu, Nona??", tanya Jalal genit.
Nadha membalas uluran tangan Jalal untuk bersalaman dan berkata, "iya, boleh. Namaku Nadira".

Saat bersalaman, mereka berdua seperti tersetrum listrik 100 volt. Mereka saling diam terpaku. Mereka berdua merasa pernah saling mengenal sebelumnya. Ya, Jalal tidak pernah melupakan sentuhan tangan wanita yang ia cintai.
Batinnya, "sentuhan tangan ini??!! Aahhh tidak mungkin ini Jodhaku...!!".

Tiba-tiba terdengar suara Hameeda, "eeehhhmm, apakah kamu tidak mau mengenalkan teman wanitamu ini, Jalal??".

Lamunan Jalal dan Nadha buyar oleh pertanyaan Hameeda. Sebelum Jalal menjawab pertanyaan ibunya. Nadha udah berkata duluan, "jadi ini, Tuan. Wanita yang Anda cerita kemarin?? Wanita yang sangat Anda cintai?? Dia cantik sekali, Tuan...!!".
"Ibu, perkenalkan ini Nadira. Dialah yang merangkai buket bunga yang aku berikan kepadamu, ibu", jawab Jalal.

Hameeda mengulurkan tangannya utk bersalaman dengan Nadha dan Nadha membalasnya dengan mencium tangannya.
"Salam kenal, Nyonya. Nama saya, Nadira", ucap Nadha.

Hameeda tersenyum manis sebagai balasan atas perkataan Nadha.
"Oya, karena kita secara tidak sengaja bertemu, bagaimana kalau kita mengobrol di suatu cafe sambil makan siang?? Kebetulan sekarang sudah jam makan siang", tanya Jalal antusias sambil mengeluarkan senyuman mautnya. (omaigottt tuh killer smile bikin emak2 di GKM klepek2).

Nadha memenuhi permintaan Jalal karena dia tidak ingin menolak Hameeda yang juga ikut membujuknya utk ikut bersama mereka.

Akhirnya mereka masuk ke cafe, memesan makanan dan sambil makanan pesanan mereka tiba. Mereka kembali mengobrol.
"Bagaimana kalian bertemu?? Jalal, kamu tidak menceritakan kepada ibu kalau kamu mempunyai teman wanita??!!", tanya Hameeda penasaran.
"Kami baru bertemu kemarin, Bu. Di sebuah toko bunga. Di sanalah, aku bertemu dengan Nadira dan dia yang membantuku memilihkan dan merangkaikan bunga itu untukmu, Bu", jawab Jalal antusias.

Sesekali Jalal melirik Nadha saat menjawab pertanyaan Hameeda.
"Aku senang sekali, Nadira dengan pilihan bunganya dan juga rangkaiannya. Kamu tahu kalau aku sangat menyukai dua bunga itu??", ucap Hameeda senang.
"Terima kasih, Nyonya. Aku senang jika Anda menyukainya", jawab Nadha bahagia. "Sebelumnya aku mengira kalau tuan Jalal, memilih bunga itu untuk istrinya dan ternyata itu untuk, Nyonya", ucap Nadha sambil tersenyum.
"Ku mohon, Nadira jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya. Panggil saja aku dengan sebutan Bibi..!", pinta Hameeda.
"Baiklah, Bibi", ucap Nadha.
"Oiya, Ibu. Nadha sangat pintar dalam memilih dan merangkai bunga. Mungkin nanti ibu bisa datang ke toko bunga milik neneknya Nadha untuk melihat bunga2 yang ada disana dan merangkainya. Ibu kan sangat suka merangkai bunga", ucap Jalal sambil melirik Nadha.

Mereka bertiga terlihat asyik mengobrol dan sama sekali tidak ada kecanggungan diantara mereka bertiga. Mereka saling bercanda dan tertawa lepas. Selama mereka bertiga mengobrol. Lagi-lagi Jalal tidak dapat melepaskan pandangannya dari Nadha. Dia terus saja memandangi wajah Nadha. Seperti orang yang melepas rindu setelah lama tidak bertemu.

Tiba-tiba ponselnya Nadha berbunyi. Nadha melihatnya dan tertera di layar nama N. Athifa. Nadha meminta izin untuk menjawab teleponnya. Setelah selesai menelepon. Nadha kembali ke kursinya dan mengatakan kalau neneknya menelepon.

Hari menjelang sore, Nadha memutuskan untuk segera pulang karena masih ada pekerjaan yang harus diurusnya. Nadha mengucapkan terima kasih atas makan siangnya. Hameeda memeluk Nadha dan mereka bertiga pun berpisah.

Lagi-lagi selama perjalanan pulang kerumahnya, Jalal nampak GGD alias Guyu Guyu Dewe mengingat pertemuannya dengan Nadha tadi. (Cie.. cie.. bang Jalal).
Hameeda yang melihat tingkah putranya pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah ada apa dengan putranya...???



FanFiction Love From The Past Part 15

4 comments:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.