FanFiction Love From The Past Part 16 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 16


By: Resza

Sepanjang perjalanan pulang dari Mall tadi, Jalal terlihat GGD alias Guyu Guyu Dewe. Senyam senyum ga jelas krn terbayang pertemuannya dgn Nadha. Terbayang dengan senyumannya, tawanya dan tatapan matanya.
"Omaigott, kenapa semua hal itu ada di dalam diri Nadha?? Apakah kau, Jodhaku yang ada di dalam diri Nadha??", batin Jalal sambil melamun.

Hameeda yang melihat kelakuan anak tersayangnya hanya bisa geleng-geleng saja.
"Ada apa sama ini, anak?? Kemarin tampangnya dingin sekali kayak es, tapi sekarang, kayak org gemblung, guyu guyu dewe geje...??!!", oceh batin Hameeda. (emaknya Jalal udah mulai kena virus GKM...!)

Untuk menghilangkan kebisuan selama perjalanan pulang menuju rumahnya. Jalal menyalakan audio mobilnya dan terdengar lagu ini di salah satu channel radio;

"Pertama, kurasakan getaran
Yang kerap goyahkan rasa
Serasa ada sentuhan baru
Sinari hari hariku

Pertama, dirikupun tergoda
Kilaunya matamu
Runtuhkan angkuhnya dinding hati
Koyakkan batas sepiku dinginku

Pertama untukku dan tak kulupa
Diriku terjerat cintamu
Dan aku tak ingin lepas
Larutkan aku dalam nyata
Riak belaimu yang akan
Temani setiamu padaku..."

Mendengar lagu itu, pikiran Jalal kembali terbayang kepada sesosok Nadha. "Siapakah dirimu Nadha yang telah memantrai aku dengan pesonamu?? Hanya kepada dirimu, aku menjadi seperti ini...!!", batin Jalal .(emg tuh lagu nyampe ke India ya??...*mikir keras...!!!).

~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~

Keesokan paginya di kantor, kembali Jalal melamunkan sosok Nadha yang masih menari-nari pikirannya. "Aku tidak mungkin akan melupakan senyum, tawa dan tatapan mata itu...!! Siapakah dirimu, Nadha??!! Aku harus mencari tahu...!!", ocehnya sambil memikirkan sesuatu.

Pagi itu Nadha sudah sampai toko bunga Ameeri Florist. Sebelum masuk ke tokonya, Nadha bingung dengan keramaian di sebelah toko bunga milik neneknya. "Ada apa sih disana?? Koq ramai betul??", batinnya bertanya keheranan. Kemudian dia masuk ke dalam tokonya dan disana ada Tabasum yang sedang merapikan isi dari toko bunga.

Nadha bertanya kepada Tabasum perihal keramaian di sebelah toko bunga, "Tabasum, itu ada apa sih di sebelah toko ini?? Koq ramai betul, padahal kemarin biasa2 aja...!!??", tanyanya pengen tahu.
"Oohh, itu??!! Itu ada toko baru yang menjual berbagai aneka makanan dari Indonesia, ada Cireng dengan aneka rasa, tempe mendoan, seblak basah, kue cucur, pempek dan lain-lainnya. Pemiliknya adl member dari grup GKM yaitu Alfi Nurhasanah, Ike Kuscahyani dan Fifi Wicaksono. Katanya sih mereka terkenal di Indonesia...!! Di Indonesia udah banyak cabang dari toko2 mereka. (ciyus nih...!!!). Aku tadi beli kuenya, enak lho. Lumayan utk cemilan...!!", jawab Tabasum ceria. "Kenapa memang, kamu menanyakannya??", tanya Tabasum kepo.
"Oohh, toko kuliner dari Indonesia!! Aku lihat pada heboh banget pembelinya smp rebutan begitu dan penjualnya smp berteriak-teriak gitu pake toa dan pke baju aneh. Entah apa yg mereka pakai itu??!! (ceritanya di India ga kenal yg namanya baju Daster...!!!hahaha). Di sini kan ga ada model baju begitu...!! Lagipula mereka berisik banget jualannya...heboh gitu...!!", oceh Nadha kesal.

Nadha memikirkan kata2 Tabasum, "memang enak ya makanan yang dijual disana seperti kata Tabasum?? Bolehlah kapan2 aku akan membelinya...!!", batin Nadha pengen tahu.

Lalu tiba2 Tabasum berkata, "Nadha, bisakah aku membahas sesuatu kepadamu?? Ada hal yang ingin aku bicarakan, ini masalah penting".
"Iya, silahkan. Bicaralah, apa yang ingin kamu katakan??", jawab Nadha bingung.
"Ini Nadha, sepertinya aku mau resign dari toko ini karena...(Nadha kaget dengan perkataan Tabasum dan langsung memotongnya)".
"Kamu ingin resign??!! Kenapa Tabasum?? Kerjaan kamu disini kan tidak ada masalah, malah aku puas dengan hasil kerjamu", tanya Nadha penuh kebingungan.
"Kamu masih ingat kan Nadha dengan pengajuan beasiswa S2 ku ke Jerman??", tanya Tabasum. "Iya, aku ingat. Kenapa?? Jangan bilang kalau beasiswa S2 mu disetujui??!!", tanya Nadha curiga.
"Iya, Nadha. Pengajuan beasiswaku disetujui. Tiga hari lagi aku akan berangkat kesana", jawab Tabasum.

Nadha kaget mendengar Tabasum akan segera pergi sebentar lagi. "Oohh, selamat ya Tabasum (sambil memeluk Tabasum). Kenapa mendadak sekali kamu memberitahuku, Tabasum??!! Aku harus segera mencari pengganti dirimu", ucap Nadha sedih campur kesal.
"Maafkan aku, Nadha. Karena begitu mendengar hal itu, banyak sekali yang harus aku urus mengenai kepergianku itu", ucap Tabasum sedih.

Nadha yang mendengar hal itu kembali memeluk Tabasum dan hari itu diadakan pesta kecil dadakan utk melepas kepergian Tabasum.

(kembali fokus ke cerita aslinya...hahaha).

~~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~~~~

Dua minggu sudah berlalu sejak perkenalan Jalal dengan Nadha. Mereka pun semakin akrab. Namun, di hati Jalal benih2 cinta mulai tumbuh. Dirinya semakin tidak bisa menjauh dari Nadha. Berbagai macam cara dilakukan Jalal agar bisa terus melihat wajah Nadha. Sampai hari itu, hari minggu yang sangat cerah, Jalal memutuskan utk membawa ibunya ke toko bunga Ameeri Florist. Jalal membawa ibunya kesana berdalih untuk meminta Nadha mengajarkan kepada ibunya cara merangkai bunga.

Pagi menjelang siang, Audi hitam Jalal sudah terparkir di depan toko Ameeri Florist. Ketika memasuki toko, mata Jalal mencari sosok Nadha namun tidak menemukannya dan wajah Jalal menjadi murung. Nenek Athifa yang melihat itu, menghampiri Jalal dan Hameeda.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya, ada yang bisa kami bantu??", tanya N. Athifa penuh senyuman.
"Ah, iya, Nek.! Aku mencari Nadha, aku Jalal, temennya Nadha dan ini ibuku namanya Hameeda", jawab Jalal lesu sambil bersalaman dengan nenek Athifa.
"Oohh, kamu temennya Nadha dan mau bertemu dengannya??. Perkenalkan, namaku Athifa Kapoor. Nadha saat ini sedang mengantar pesanan klien kami. Sudah cukup lama perginya, mungkin sebentar lagi dia akan kembali kesini. Namun, jika kalian mau menunggunya disini, silahkan.", jawab nenek Athifa.

Jalal memutuskan untuk menunggu Nadha dan nenek Athifa mengajak Jalal dan ibunya ke sebuah ruangan dimana biasanya Nadha maupun nenek Athifa menemui klien mereka. Ruangan itu dibatasi oleh kaca besar yang tembus pandang sehingga dapat melihat ke bagian dalam toko.

Tidak lama kemudian Nadha kembali ke toko. Nenek Athifa yang melihat Nadha langsung menghampirinya,"Nadha, ada seorang pria dan wanita yang mencarimu. Mereka ingin bertemu denganmu dan menunggumu di ruangan", ucap nenek Athifa sambil menunjuk ke arah ruangan dimana Jalal dan Hameeda berada.

Nadha langsung melihat kearah dimana jarinya nenek Athifa menunjuk ke suatu ruangan. Nadha terkejut ketika yang dilihatnya adalah Jalal dan ibunya. "Ada apa ya mereka tiba-tiba kesini??", batinnya Nadha dengan kebingungan.

Akhirnya Nadha menghampiri mereka dan ketika pintu ruangan dibuka, Jalal langsung melihat kearah pintu itu terbuka dan Nadha langsung bersuara, "oohh, maaf kalau aku sudah membuat kalian menunggu. Kalau boleh tahu kalian ada apa sampai datang kesini?? Jika kalian membutuhkan sesuatu kalian bisa mnghubungiku via telepon".

Jalal yang melihat wajah Nadha langsung tersenyum sumringah, "maafkan aku, Nadha karena aku tidak membuat janji dulu denganmu. Aku ingin membuat kejutan untukmu", jawab Jalal menggoda Nadha dengan melancarkan senyuman mautnya dan juga kerlingan matanya. (omaigottt killer smile itu lagi...klepek2 deh).

Nadha yang digoda Jalal seperti itu menganggapnya biasanya karena dia sudah tahan banting dengan rayuan dan godaan dari para pelanggannya yang kaum Adam. Yang ga bisa ditahan oleh Nadha adalah killer smilenya yang bisa membuat dirinya salah tingkah.
"Ibuku ingin minta diajari cara memilih dan merangkai bunga yang bagus dan indah. Ibuku sama seperti dirimu yang sangat menyukai bunga. Jadi aku mengajaknya kesini, lagipula agar ibuku tidak bosan dirumah karena kalau aku dan adikku sedang kerja, ibuku mempunyai kegiatan dirumah, kebetulan di halaman rumah kami ditanami banyak sekali bunga", ucap Jalal penuh semangat.

Mendengar penjelasan Jalal ada sedikit keraguan di pikirannya Nadha. "Benarkah seperti itu?? Ataukah hanya akal-akalannya saja agar bisa terus bertemu denganku??. Sebenarnya ada apa sih dengan kaum Adam yang satu ini??!! biasanya aku sanggup menghadapi mereka yang selalu menggodaku. Kenapa sama Jalal, perasaanku kyk dibuat Skak mat begini??

Akhirnya Nadha mengajarkan Hameeda cara memilih bunga yang tepat dan merangkainya secara indah. Mereka bertiga tampak asik dengan kegiatan itu. Sesekali nenek Athifa ikut bergabung dengan kegiatan itu. Selama kegiatan itu, Jalal tidak henti-hentinya menggoda Nadha dan mengacaukan rangkaian bunganya. Namun, ketika Jalal belajar merangkainya, Nadha memarahinya terus-terusan saat Jalal salah tidak mengikuti instruksinya Nadha.

Menjelang sore, selesailah kegiatan itu. Jalal dan ibunya pamit pulang ke Nadha dan nenek Athifa. Lalu Hameeda meminta Nadha dan nenek Athifa untuk datang berkunjung kerumahnya. Hameeda sudah mulai menyukai Nadha karena kepribadian Nadha yang memberikan energi positif saat berada di dekatnya.

Saat berada dirumahnya, Hameeda mengajak Jalal menuju ruang kerja mendiang suaminya yang sekarang menjadi ruang kerjanya Jalal.
"Jalal, ada hal yang ingin ibu tanyakan kepadamu??", tanya Hameeda.
"Iya, ibu. Hal apa yang ingin ibu tanyakan kepadaku??", jawab Jalal dengan ekspresi bingung.
"Ibu ingin membicarakan tentang seorang gadis yang bernama Nadha", jawab Hameeda menggoda putranya.

Jalal yang mendengar nama Nadha langsung kaget, "te...tentang Nadha, bu??!! Emang ada masalah apa dengan dia, bu??".
"Tidak ada apa2 Jalal, tenanglah...!!!", goda Hameeda. (aaaiisshhh ini emaknya Jalal seneng godain org juga ternyata...!).

Hameeda melanjutkan omongannya, "kalau ibu perhatikan sepertinya kamu bersikap lain kepada Nadha. Tidak seperti sikapmu kepada wanita lain yang bersikap dingin. Seperti waktu itu, secara tidak sengaja bertemu dengan Benazir, kamu sangat dingin sekali dengannya bahkan hampir mengacuhkannya. Namun, sikapmu kepada Nadha berbeda sekali. Setelah bertemu dengannya, wajahmu langsung ceria, sumringah, bahkan ibu perhatikan kamu suka GGD. Apakah kamu ada perasaan terhadap Nadha?? Jujurlah kepada ibu, Jalal. Ibu pasti tahu apa kamu rasakan karena aku adalah ibumu".

Mendengar perkataan ibunya Jalal bingung. Bagaimana cara menjelaskannya kepada ibunya tentang perasaannya kepada Nadha.

"Sebenarnya, bu......


NB: This figure about Tabasum just for intermezzo only because I dedicated this part story for my newly friend, my sister. I was shocked when I heard the announcement from her. We gonna missed u sister. Always keep in touch yooww..!!


FanFiction Love From The Past Part 16

3 comments:

  1. Semoga ingatan Nadha bisa kembali...

    ReplyDelete
  2. Y mga ja nadha cpt ingt smw. . , ayo smngat chusni!!!

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.