FanFiction Love From The Past Part 17 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 17



By: Resza

"...sebenarnya aku bu. Tidak ada apa-apa bu dengan Nadha. Masalahnya aku masih belum yakin dengan perasaanku sendiri. Hatiku masih untuk Jodha. Namun, entah kenapa tiap liat Nadha. Aku seperti melihat Jodha ada di dalam dirinya, Bu", ucap Jalal sambil mengusap2 tengkuknya.

"Ibu juga beranggapan seperti itu Jalal, ibu seperti melihat Jodha kembali ketika melihat Nadha. Tapi ibu selalu menepis pikiran itu krn Jodha skrg sudah bersama ayahmu di alam sana", ucap Hameeda bimbang dan sedih.

Jalal dan Hameeda sama-sama diam dan keheningan pun terjadi. Tiba-tiba Hameeda memecah keheningan, "Jalal, bolehkah ibu meminta sesuatu darimu??", pinta Hameeda memohon.

"Iya, Bu. Ibu minta apa?", tanya Jalal. "Jika seandainya kamu akan memilih Nadha, ibu minta kepadamu utk tidak menyakiti perasaannya. Namun, sebelumnya berdamailah dulu dengan perasaanmu. Jangan sampai kenangan Jodha hadir diantara kalian. Ibu tidak ingin kamu menginginkan Nadha karena dia seperti Jodha...!!! Ibu mau kamu memilihnya karena kamu benar2 mencintainya...!!", ucap Hameeda tegas. (Hhhmmm...bijaksana sekali ibunya Jalal).

"Iya, ibu karena itulah aku masih belum yakin dengan perasaanku saat ini. Aku ingin wanita yang aku pilih adalah wanita yang bisa mengisi ruang di hatiku, mempesonakanku dengan segala yang ada dalam dirinya". "Ibu jangan terlalu mengkhawatirkan diriku ya??!!...aku baik2 saja", pinta Jalal sedih dan cemas.

Malam hari, di ruang makan di rumah nenek Athifa nampak Nadha sedang sibuk mengurusi pembukuan toko dan disitu ada Salima. Salima adalah gadis yatim piatu yang diasuh oleh nenek Athifa. Nenek Athifa menemukan Salima yang saat itu diusir keluar dari kosannya karena sudah tidak mampu membayar kosannya selama 3bulan. Nenek Athifa mengajaknya kerumahnya untuk tinggal bersamanya dan juga Nadha. Usia Salima lebih tua 3 tahun dari Nadha. Namun, Salima lebih beruntung daripada Nadha karena dia sudah bertunangan dengan seorang pria yang merupakan pengusaha furniture dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

"Nadha, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu??", tanya Salima penasaran. "Iya, boleh, Kak. Ada apa??", jawab Nadha penasaran juga.

"Pria yang tadi datang ke toko bersama seorang wanita itu, siapa dia?? Kalian terlihat sangat akrab sekali...!!! Wajah pria itu sungguh tampan dan senyumnya, haduhhh bikin jantung serasa mau copot. Kalau aku tidak ingat sudah bertunangan dengan Rahul, aku pasti sudah berusaha untuk merebut perhatiannya", ucap Salima penasaran sambil terpesona membayangkan wajah Jalal.

"Oohhh, pria itu...! Namanya Jalal dan wanita itu adalah ibunya namanya Hameeda", jawab Nadha datar masih dengan mengurusi pekerjaannya.

"Jadi namanya Jalal, rasanya aku pernah mendengar namanya tapi dimana ya??", ucap Salima sambil mengingat-ingat tentang Jalal. Setelah dia tahu dimana pernah liat Jalal, Salima ngubek2 majalah yang bertumpuk di meja ruang keluarga dan dia mencari2 profile tentang Jalal dan menemukannya. Sebelum memberikan majalah itu kepada Nadha. Salima yang masih penasaran kembali bertanya, "dimana kalian bertemu?? Aku tidak pernah melihat dia datang ke toko sebelumnya??".

"Waktu itu dia datang ke toko untuk membeli bunga untuk ibunya yang baru pulang dari London dan kakak tidak ada saat itu karena sedang menemani nenek ke Jaipur..!!", jawab Nadha datar. Lalu tiba-tiba ," heiii, kak..!! Kamu bukannya menginterogasi aku kan tentang dirinya??!! Jangan bilang kalau kamu ikut terpesona juga akan dirinya??!!", tanya Nadha dengan wajah ketus.

"Kamu cemburu ya, adikku sayang jika aku terpesona dengan wajah tampannya??!!. Berada sedekat itu dengan pria yang sangat tampan, maskulin dan sekece itu masa kamu bisa bersikap biasa aja, Nadha??", ledek Salima menggoda Nadha.

"Aku sudah biasa, Kak menghadapi kelakuan kaum Adam yang seperti itu...!!. Kenapa sih kakak pengen tahu banget tentang Jalal?? Kakak naksir dengannya ya??!!", tanya Nadha kesal dan sedikit cemburu.

"Hahahaha, kamu itu lucu, Nadha. Benar kamu sama sekali tidak tahu siapa itu, Jalal?? Padahal kalian sudah lama kenal. Kamu benar2 tidak tertarik dengannya??", tanya Salima menggoda Nadha. Lalu menyerahkan majalah yang dia cari tadi berisi tentang profile Jalal.

Nadha menghentikan aktivitasnya ketika mendengar omongan Salima dan membaca majalah yang diberikan Salima. Nadha sekilas membaca profile tentang Jalal di majalah itu
**... Jalaluddin Mohammed Akbar adalah pewaris tunggal dari perusahaan Mughalindo Corp. Anak kedua dari mendiang Humayun dan Hameeda Bano. Sejak usia 14 tahun, Jalal muda sudah mengambil alih perusahaan mendiang ayahnya dibawah asuhan pamannya Atgha Khan. Meskipun usianya masih sangat muda namun dia menjadi pengusaha yang sangat sukses melebihi saat ayahnya masih berkuasa. Namun, dibalik kesuksesannya itu terdapat rumor bahwa dia dijuluki Mr. ICEMAN karena sikapnya yang sangat dingin terhadap wanita. Dia bersikap seperti itu sejak kematian calon tunangannya dan juga ayahnya secara tragis. Hingga saat ini belum diketahui siapakah yang dapat menaklukan hati sang Mr. Iceman...***

Setelah membaca profile tentang Jalal, ada rasa bangga dan sedih. Sejak usianya masih muda, Jalal sudah mengambil tanggung jawab besar seperti itu. Ketika membaca bagian calon tunangannya yang meninggal, jadi dia sudah akan bertunangan. Tragis sekali nasibmu, Jalal. Nadha, hampir menangis ikut merasakan kepedihan yang dialami Jalal.

Nadha menghentikan aktivitasnya dan pergi menuju kamarnya. Salima yang melihat kelakuan aneh Nadha hanya bisa bergidik saja.
"Ada apa dengan, Nadha?? Kenapa sikapnya jadi aneh setelah membaca profile Jalal??", batin Salima.

Di dalam kamarnya, Nadha kembali membuka majalah yang berisi profile tentang Jalal. Berulang-ulang dia membaca tulisan itu dan mengucapkan nama Jalal, tiba-tiba cuplikan demi cuplikan kenangan lama Nadha mulai muncul dan membuat kepalanya sakit. Pertama kalinya Nadha mengalami hal itu sejak 10 tahun yang lalu.

Semakin keras dia memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Sambil memegang kepalanya yang sakit dengan tangan kirinya, tangan kanannya mencari-cari obat sakit kepalanya. Nadha langsung meminumnya dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur berusaha memejamkan matanya dan akhirnya tertidur.

~~~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~~~~

Nadha nampak mengenakan gaun putih panjang dan berlengan panjang. Rambut hitam panjangnya tergerai dan nampak menari-nari mengikuti hembusan angin, dia berada suatu taman yang penuh bunga lavender. Di kejauhan dia melihat pantulan dari sebuah cermin lalu dia mendekati cermin itu dan saat dia dekat dengan cermin itu bukan dirinya yang ada di pantulan cermin itu melainkan seorang gadis remaja dan disamping gadis itu ada sosok Jalal yang merangkul bahunya. Nadha nampak kaget dan tiba-tiba bahunya seperti sedang dirangkul oleh seseorang ketika Nadha melihat ke sampingnya siapa yang sedang merangkulnya betapa kagetnya dia melihat Jalal yang mengenakan kemeja dan celana bahan berwarna putih. Jalal berbisik ke telinga Nadha, "finally, I found you my Jodha...".

Nadha terbangun dari tidurnya karena kaget dengan mimpinya. Dia nampak terengah-engah seperti habis lari maraton 10km. Peluh keringatnya mengalir dari dahinya.

"My Jodha?? Siapakah itu Jodha?? Nama itu seperti tidak asing bagiku...!!! Aku seperti pernah mendengar nama itu", batin Nadha sambil mengacak-ngacak rambutnya dan kelihatan bingung.

Nadha akhirnya bangun dan segera menuju kamar mandi. Dia nyalakan shower dan membasahi seluruh tubuhnya untuk menghilangkan segala kebimbangan akan mimpinya barusan.

Setelah keluar dari kamar mandi, bergegas Nadha untuk berpakaian. Lalu ponselnya berbunyi dan tertera nama Jalal yang meneleponnya. "Ada apa Jalal meneleponku sepagi ini?? Tidak biasanya", batinnya Nadha bingung.

Nadha mengangkat teleponnya, "Hallo Jalal, ada apa...??", tanya Nadha.

Jalal: ".......???


FanFiction Love From The Past Part 17

1 comments:

  1. ooohhh.....semoga ingatan Nadha beneran bisa cepat kembali, sedih liatnya kalo terlalu lama sendiri, 10 tahun sudah cukup lama buat mereka, .....ksian ksian ksian..... :-)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.