FanFiction Love From The Past Part 18 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 18



By: Resza

Setelah keluar dari kamar mandi, bergegas Nadha untuk berpakaian. Lalu ponselnya berbunyi dan tertera nama Jalal yang meneleponnya. "Ada apa Jalal meneleponku sepagi ini?? Tidak biasanya", batinnya Nadha bingung.

Nadha mengangkat teleponnya, "Hallo Jalal, ada apa kau menelepon sepagi ini??", tanya Nadha.
Jalal: "Nadha, bisakah kamu datang ke kantorku hari ini?? Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu...!!". (pasti udah mikir yang engga2 nih member GKM dan penghuni Hareem KCP...!!!)
Nadha: "sepertinya bisa, kebetulan hari ini aku lagi tidak ada klien. Jam berapa aku harus menemuimu??".
Jalal: "Kamu bisa datang sekitar jam 10.00?? Oya, jangan lupa bawa katalog tentang bunga dan rangkaiannya ya?? Tolong dicatat alamat kantorku ya..!!
Nadha: "baiklah Jalal, aku akan segera kesana".
Jalal: "oke, aku akan menunggumu". (batinnya, "aku akan selalu menunggumu, Nadha sampai aku yakin dengan hatiku").

Nadha yang masih berbalutkan handuk di badannya segera berpakaian. Hari ini dia memilih utk memakai celana jeans warna khaki dipadu dengan tank top warna hitam berenda dibagian atasnya dan ditambahkan dengan blazer warna hitam dan untuk menambah kesan feminin, Nadha memakai sepatu high heel warna hitam. Rambut panjangnya diikat ekor kuda dan memakai riasan senatural mungkin.

Nadha datang ke toko terlebih dahulu untuk membawa katalog yang diminta oleh Jalal. Lalu berpamitan kepada nenek Athifa dan Salima kalau dia akan menemui Jalal dikantornya. Nadha pun pergi ke kantornya Jalal menggunakan taksi karena skuter kesayangannya sedang ada dibengkel.

Ketika sampai di kantornya Jalal, Nadha langsung menghampiri resepsionis yang ada disana untuk memberitahukan tentang janji temunya dengan Jalal. Nadha pun menuju keruangan kerja Jalal dan disana ada sekretarisnya Jalal yang bernama Katrina. Katrina mengetuk pintu ruangan Jalal dan memberitahukan kalau Nadha sudah datang.
Jalal mempersilahkan Nadha untuk masuk. Nadha pun masuk keruangan Jalal dan Jalal meminta Katrina untuk membawakan mereka minum.

Lagi-lagi Jalal terpesona dengan penampilan Nadha. Pakaian apapun yang dipakai oleh Nadha nampak pas di tubuhnya. Terbius oleh kecantikannya dan tersihir oleh tatapan matanya. Segera Jalal tersadar dari lamunannya dan berkata, "Selamat datang di kantorku, Nadha (bangun dari kursinya dan menghampiri Nadha untuk mengajaknya duduk di sofa yang ada di depan meja kerjanya)".
"Kamu terlihat cantik hari ini, Nadha. Apakah kamu berdandan secantik ini karena akan bertemu denganku??", goda Jalal sambil mengeluarkan senyum andalannya.

Nadha yang mendengar godaan Jalal langsung bersemu merah pipinya dan tersenyum. Entah kenapa digoda seperti itu oleh Jalal membuat Nadha menjadi salah tingkah. Biasanya Nadha akan biasa saja menghadapi godaan dan rayuan dari kaum Adam.

Jalal dan Nadha duduk di sofa yang sama. Tak lama kemudian Katrina datang membawakan minuman.
"Ruanganmu terlihat sangat nyaman, aku menyukai desainnya", ucap Nadha sambil melihat ke seluruh ruangan kerja Jalal.
"Terima kasih atas pujianmu", jawab Jalal sambil mengerlingkan matanya menggoda Nadha.
Batinnya, "sebenarnya apa sih maumu Jalal dengan menyuruhku datang kesini??, apakah ini salah satu alasanmu lagi untuk bisa selalu bertemu denganku??".
"Oya, Jalal sebenarnya ada apa ya kau menyuruhku datang kesini?? Kamu menyuruhku datang bukan untuk menggodaku kan??", tanya Nadha ngeledek.

Jalal tertawa mendengar pertanyaan Nadha dan Nadha terlihat sedikit kesal, "bu...bukan itu Nadha. Aku menyuruhmu kesini karena... tapi kalau kamu memang mau digoda olehku, dengan senang hati aku akan selalu menggodamu...!!", ledek Jalal sambil killer smile.

Nadha makin kesel karena Jalal telah menggodanya lagi, "oowhh jadi itu maksudmu menyuruhku datang kesini ??!! Kalau begitu lebih baik aku pulang saja. Kamu telah membuang waktuku...!!", runtuk Nadha kesal.

Nadha segera bangun dari duduknya dan saat hendak pergi, Jalal langsung menangkap tangan kanannya untuk mencegahnya pergi. Sesaat momen itu menjadi momen yang mendebarkan bagi Nadha. Detak jantungnya berirama tidak beraturan.

Masih dengan memegang tangan Nadha, Jalal menarik Nadha untuk duduk kembali, "maafkan aku Nadha, aku tidak bermaksud untuk menggodamu. Namun, entah kenapa saat bersamamu aku jadi senang sekali menggodamu", ucap Jalal sambil mengeluarkan killer smilenya. Melihat senyum itu membuat kemarahan Nadha mereda.
"Aku memintamu datang kesini karena aku ada perlu denganmu. Sebentar lagi akan ada perayaan ultah perusahaan mendiang ayahku ini dan aku membutuhkan bantuanmu untuk membantuku mendekor ruangan yang akan aku pakai untuk acara itu", ucap Jalal serius.
"Kenapa kamu tidak memakai jasa event organizer untuk melakukan hal itu??", tanya Nadha bingung.
"Aku ingin kamu yang melakukannya karena aku sangat menyukai dengan hasil karya rangkaian bungamu itu", jawab Jalal merayu.
"Entah aku bisa atau tidak, Jalal?? dengan masalah mendekorasi ruangan. Kalau untuk merangkai dan memilihkan bunga yang ingin kamu pakai, aku pasti bisa!!", lirih Nadha.
"Aku percaya padamu pasti kamu bisa, Nadha. Aku melihat kamu orang yang selalu tidak puas akan sesuatu. Ingin terus belajar", ucap Jalal meyakinkan.
"Baiklah akan aku coba, tapi aku tidak bisa bekerja sendiri. Kamu akan tetap memakai tenaga event organizer kan??", tanya Nadha penasaran.
"Iya, aku sudah menunjuk suatu EO yang akan melakukan itu tapi aku ingin kamu yang mengatur mereka", pinta Jalal.
"Baiklah kalau begitu, kapan acaranya??", tanya Nadha. "Sekitar dua mingguan lagi acaranya", jawab Jalal.
"Hhhmmm...2 minggu", gumam Nadha. "Sepertinya cukup waktunya, kamu ingin tema apa untuk acara itu nanti??", tanya Nadha serius.
"Hhhmmm...apa ya??. Aku ingin pesta itu diselenggarakan secara megah namun tidak terlalu terlihat berlebihan", jawab Jalal.

Nadha mencoba memikirkan tema apa yang cocok nantinya untuk pesta itu, "Jalal, untuk masalah tema sepertinya kita harus membahasnya bersama EO yang kamu pilih, juga bisakah aku melihat tempat yang akan kamu pakai utk acara itu??", tanya Nadha.
"Baiklah, hari ini kita akan bertemu dengan EO itu dan aku akan menunjukkan tempatnya", ucap Jalal. Lalu berdiri untuk menelepon Katrina untuk mengcancel segala pertemuannya hari ini dan meminta Mirza untuk menghandlenya.

Jalal mengajak Nadha untuk segera pergi. Sejak Jalal dan Nadha keluar dari ruangan Jalal dan menuju parkiran. Banyak pasang mata yang melirik atau melihat mereka. Terutama para karyawan wanita, mereka berbisik-bisik dan bertanya-tanya siapakah wanita yang bersama dengan atasan mereka dan terlihat sangat akrab. Mereka iri melihat Nadha yang bisa membuat Jalal tertawa dan tersenyum.

Mereka sampai di parkiran dan Jalal membukakan pintu mobilnya lalu meminta Nadha untuk masuk. Audi hitam itu pun melesat ke sebuah aula hotel Hyatt Regency New Delhi. Disana mereka bertemu dengan pemilik EO yang ditunjuk oleh Jalal. Mereka mendiskusikan berbagai macam tema dan dekorasi yang akan dipakai oleh Jalal.

Setelah selesai berdiskusi akhirnya Jalal mengajak Nadha untuk makan siang yang sudah sangat lewat jamnya di salah restoran yang ada di hotel itu. Selama makan siang, mereka nampak asik saling mengobrol dan tertawa. Lalu mereka pulang dan Jalal mengantarkan Nadha kembali ke tokonya dan Jalal kembali ke kantornya.

~~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~~~~~

Nadha sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya karena dia sangat kecapean mengerjakan projectnya Jalal dan di hari minggu itu dia hanya ingin ada di rumah saja sampai akhirnya Jalal meneleponnya. Dengan malas Nadha menjawabnya.
Nadha: "iya, hallo Jalal. Ada apa kamu menghubungiku??, aku ingin sekali bermalas-malasan hari ini...!!! Tidak bolehkah aku beristirahat di hari minggu??!!". Tanya Nadha dengan kesal.
Jalal: "aku meneleponmu karena aku ingin menjemputmu. Ibuku mengundangmu untuk makan siang dirumah. Kamu tidak ada acarakan hari ini??. Aku sedang ada di jalan menuju rumahmu".
Nadha: (kaget mendengar Jalal akan menjemputnya) "a...apaaa?? Kamu sedang ada dijalan?? Aku kan belum menjawab apakah aku mau datang atau tidak!!!
Jalal: "kamu harus segera bersiap2 sekarang, sebentar lagi aku akan sampai di rumahmu". Jalal langsung mematikan ponselnya sehingga tidak mendengar makian dari Nadha.

Masih dengan memaki Jalal akhirnya mau tidak mau Nadha bangun dari tempat tidurnya dan bergegas mandi lalu berpakaian.

Jalal sampai dirumah nenek Athifa dan menekan bel. Pintu rumah pun terbuka dan disana nampak Nadha berpakaian dress floral bernuansa hijau selutut dan di pinggangnya nampak ikat pinggang kecil berwarna putih dan ditambahkan cardigan warna krem untuk menutupi lengannya. Rambut ikal panjangnya dibiarkan tergerai. Kembali Jalal terpesona dengan kecantikan alami Nadha. Lamunan Jalal dibuyarkan oleh perkataan Nadha, "heii, aku sudah siap, bisakah kita jalan??", tanya Nadha ketus.
"Tentu, My Jodha...!!", jawab Jalal. Sejenak Nadha diam terpaku karena kaget mendengar Jalal memanggil dirinya Jodha. Jalal yang menyadari hal itu langsung meminta maaf ke Nadha kalau dia salah memanggil namanya.

Mereka pun masuk ke dalam Audi hitam itu dan langsung melesat menuju rumah Jalal. Ketika mereka sampai, mereka disambut oleh Hameeda dan Mirza Hakim.
"Selamat datang di rumah kami, Nadha. Senang sekali bibi, dapat melihatmu lagi. Bibi sangat kangen padamu", ucapnya Hameeda sambil memeluk Nadha.
"Aku juga bibi. Terima kasih telah mengundangku kerumahmu", ucap Nadha senang.
"Oya, perkenalkan Nadha. Ini adalah adikku. Namanya Mirza Hakim", ucap Jalal.

Nadha dan Mirza bersalaman. Lalu Hameeda mengajak mereka semua masuk ke dalam rumah. Hameeda mengajak mereka duduk di ruang keluarga.

Mirza menarik Jalal ke suatu ruangan, "Kak, aku tidak salah lihat kan?? Kamu membawa seorang wanita ke rumah?? Dan ibu juga seperti sudah lama mengenalnya bahkan menyukainya??!!!", tanya Mirza penasaran.
"Kamu tidak salah lihat. Dia itu memang seorang wanita (sambil melirik ke arah Nadha). Jadi kamu menganggap kalau kakakmu yang tampan ini tidak normal, begitu??!!!", tanya Jalal kesal sambil mengunci leher Mirza dengan lengannya.
"Tidak...tidak, Kak!!! Hanya saja, jangankan membawa seorang wanita kerumah. Melihatmu bersama seorang wanita saja tidak pernah, sejak... (Mirza menyadari kalau kata2nya akan menyakiti hati Jalal lagi, dia langsung berhenti)", ucap Mirza.

Hameeda meninggalkan Nadha seorang diri di ruangan tersebut karena dia harus melihat persiapan makan siangnya. Saat dia sendirian, Nadha tertarik untuk melihat taman yang ada disamping rumah Jalal. Dia berdiri dan menghampiri taman itu. Nadha senang sekali melihat beraneka macam bunga dan ingin merangkainya.

Jalal yang sudah selesai mengobrol dengan Mirza, segera menghampiri Nadha ke ruang keluarga. Namun, saat Jalal akan menuju ke ruang keluarga. Tiba-tiba Jalal kaget ketika melihat Nadha sedang berada di taman samping rumahnya. Dia melihat Nadha yang seperti itu, pikirannya melayang mundur ke peristiwa 10 tahun yang lalu.

Dia mendekati Nadha dan........... TBC Love From The Past Part 19


FanFiction Love From The Past Part 18

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.