FanFiction Love From The Past Part 19 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 19



By: Resza

Tiba-tiba Jalal kaget ketika melihat Nadha sedang berada di taman samping rumahnya. Dia melihat Nadha yang seperti itu, pikirannya melayang mundur ke peristiwa 10 tahun yang lalu.

Jalal berjalan mendekati Nadha dan memeluk Nadha dari belakang sambil berbisik ditelinganya, "Finally, I found you my Jodha".
Spontan, Nadha langsung terkejut karena ulah Jalal yang memeluknya tiba-tiba dan berkata seperti itu. Nadha hanya diam mematung, tidak bereaksi sama sekali.

Momen itu dibuyarkan oleh panggilan Hameeda yang meminta Jalal dan Nadha untuk segera ke ruang makan. Jalal langsung melepaskan pelukannya dan mengajak Nadha untuk segera beranjak dari sana. Namun, Nadha tetap saja diam tak bergeming. Jalal yang melihat hal itu, membalikkan tubuh Nadha menghadap ke arahnya. Jalal menatap mata Nadha dan tatapan mata itu kosong. Jalal terkejut melihat Nadha seperti itu. Tangannya mulai mengelus pipi Nadha dan Nadha pun tersadar dari lamunannya.

Jalal tersenyum lega melihat Nadha sudah sadar lalu mengajaknya berjalan menuju ke ruang makan. Nadha masih saja nampak syok dengan perlakuan Jalal barusan. Dalam pikirannya terngiang-ngiang, "finally, I found u my Jodha!! My Jodha...my Jodha". Batinnya Nadha terus bertanya-tanya siapakah Jodha??.

Hameeda menyambut Nadha. Hameeda duduk di kursi tengah, Nadha duduk bersebrangan dengan Jalal dan disebelahnya ada Mirza. Makanan yang disajikan adalah Nasi biryani, chicken Tandoori, Rogan Josh, Naan dan Rajma. Makanan penutupnya adalah Kheer, Gulab Jamun dan Kulfi.

Selama jamuan makan siang itu berlangsung hening. Jalal selalu saja curi-curi pandang untuk melihat Nadha namun kembali lagi tatapan Nadha kosong. Hameeda yang melihat kecanggungan itu bertanya kepada Nadha, "bolehkah Bibi menanyakan sesuatu kepadamu Nadha??". "I...i...iya, Bibi silahkan. Apa yang ingin Bibi tanyakan??", tanya Nadha penasaran.
"Apakah kamu memiliki kekasih??",tanya Hameeda penasaran dengan melirik ke arah Jalal dan Nadha bergantian.

Nadha langsung kaget dan hampir tersedak saat mendengar pertanyaan Hameeda, "a...aku saat ini masih single, Bi. Belum memiliki kekasih". Jalal yang mendengar jawaban Nadha batinnya berkata, "syukurlah dia masih sendiri, jadi tidak yang akan menghalangiku untuk mendekatinya". Lalu tersenyum misteri.

Tiba-tiba Mirza berkata, "kak Nadha bertemu dengan Kak Jalal dimana??". "Kebetulan kami bertemu di toko bunga milik nenekku, dia sedang kebingungan memilih bunga untuk diberikan kepada Bibi", jawab Nadha datar.
"Aku salut sama kak Nadha karena bisa mendekati Kak Jalal karena selama ini dia bersikap dingin sama kaum Hawa sejak kematian calon...(Mirza menyadari kalau dia telah salah bicara. Hameeda dan Jalal langsung menatap tajam ke arah Mirza)", ucap Mirza.
"Kak Nadha adalah wanita pertama yang dibawa oleh Kak Jalal ke rumah kami", ucap Mirza lagi antusias.

Ada semburat merah di kedua pipi Nadha saat Mirza mengatakan hal itu. Tatapan mata Jalal dan Nadha bertemu dan Jalal mengeluarkan killer smile.

Sesi makan siang selesai. Jalal mengajak Nadha tur keliling rumahnya dan mereka pun duduk di bangku yang ada di halaman belakang rumah. Keheningan terjadi diantara mereka. Lalu Nadha tiba-tiba, "Jalal, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu yang bersifat pribadi??", tanya Nadha dengan wajah penasaran.
"iya Nadha, silahkan. Apa yang ingin kamu tanyakan?", jawab Jalal datar.
"Siapakah Jodha?", tanya Nadha penasaran sambil memandang wajah Jalal.

Jalal sangat kaget dengan pertanyaan Nadha lalu raut wajah Jalal langsung berubah menjadi dingin dan sedih. Nadha yang melihat hal itu ikut merasakan sakit karena ia tahu kalo pertanyaannya itu membuka luka lama Jalal.
"Ka... kamu sungguh ingin tahu, siapa itu Jodha?!!", tanya Jalal menegaskan dengan menatap kembali mata Nadha.
"Iya Jalal, aku ingin tahu...!!", jawab Nadha tegas.
"She was my first love. Kami akan segera bertunangan saat usia kami 14 tahun namun, Tuhan berkehendak lain. Dia mengalami kecelakaan tragis dan sampai saat ini belum ada wanita manapun yang bisa mengisi ruang di hatiku setelah kepergiannya sampai aku bertemu denganmu...!!", jawab Jalal sedih hampir meneteskan airmata.

Nadha yang mendengar jawaban Jalal ikut merasakan kepedihan yang dialami oleh Jalal lalu dia memeluk Jalal dan membiarkan Jalal untuk menangis. (bayangkan Jodha memeluk Jalal di scene Jalal membakar tahtanya karena kematian Maham Angga).

Hari sudah menjelang malam dan Nadha mengucapkan terima kasih atas jamuan makan siangnya dan pamit pulang. Jalal mengantarkan Nadha pulang.

Sepanjang perjalanan pulang kembali keheningan ada diantara mereka. Jalal pun menyalakan audio player di mobil nya lalu terdengarlah lagu :

Tere liye, ham hain jiye, honton ko siye
(demi kamu, saya akan hidup dengan mulut tertutup)
Tere liye, ham hain jiye, har aansoo piye
(demi kamu, saya hidup, menelan semua air mata saya)
Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
(tapi didalam hatiku, lampu cinta akan terus menyala)

Tere liye, tere liye
(demi kamu, demi kamu)
Tere liye, ham hain jiye, har aansoo piye
(demi kamu, saya hidup, menelan semua air mataku)
Tere liye, ham hain jiye, honton ko siye
(demi kamu, saya hidup dengan mulut yang tertutup)
Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
(tapi di dlam hatiku, lampu cinta akan terus menyala)

Tere liye, tere liye
(demi kamu, demi kamu)

Aa......

Zindagi, le ke aayi hai, beete dinon ki kitaab
(kehidupan telah membawa rentetan kejadian masa lalu)

Ghere hain, ab hamein, yaadein be-hisaab
(kenangan tak tertandingi disekililing kita sekarang)

Bin poochhe, mile mujhe, kitne saare jawaab
(tanpa perlu bertanya, saya menerima begitu banyak jawaban)

Chaaha tha kya, paaya hai kya, hamne dekhiye
(lihat pada apa yang saya inginkan, dan apa yg pada gilirannya saya terima)

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
(tapi dalam hati saya, cahaya cinta tetap menyala)

Tere liye, tere liye
(demi kamu, demi kamu)

Kya kahoon, duniya ne kiya, mujh se kaisa bair
(apa yang bisa saya katakan? dunia yang ditampilkan akan buruk seperti saya)

Hukm tha, main jiyun, lekin tere baghair
(saya di tuntun untuk menjelajahi kehidupan, tapi tanpa kamu)

Naadaan hai woh, kehte hain jo, mere liye tum ho ghair
(betapa bodohnya mereka, yang mengatakan kamu orangg asing bagi saya)

Kitne sitam, hampe sanam, logon ne kiye
(betapa banyaknya kesalahan yang mereka lakukan, cintaku!)

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
(tapi dalam hatiku, cahaya lampu tetap menyala)

Tere liye, tere liye
(demi kamu, demi kamu)

~~~~~~~~~~~~~~0O0~~~~~~~~~~~~~~~

Perayaan ultah perusahaan Mughalindo Corp. tiba. Jalal mengenakan kemeja warna hitam dan setelan jas warna abu2 dengan rompi dan dasi yang senada. Dia sudah menunggu dirumah nenek Athifa untuk menjemput Nadha. Nadha turun menuruni tangga rumahnya dan ketika Jalal menatapnya, matanya tidak bisa berpaling untuk tidak menatap Nadha.

Jalal selalu saja tersihir oleh penampilan Nadha. Dalam berpakaian apapun, Nadha tetal kelihatan mempesona. Nadha yang berbalut gaun lace/brokat hitam tangan pjg dengan sentuhan bordir benang emas terlihat sangat mengagumkan. Rambut ikal panjangnya digelung ke atas sedikit dan bertahtakan anting berlian ditelinganya. Wajahnya tidak dirias berlebihan, memakai kajal eyeliner dan lipstik pink rose.

"Kau terlihat sangat cantik sekali malam ini, pasti banyak pasang mata yang akan tertuju padamu", goda Jalal dengan senyuman mautnya dan mengedipkan sebelah matanya.

Nadha yang digoda seperti itu, langsung merona merah di kedua pipinya, "apakah sikapmu selalu seperti ini?? Menggoda tiap wanita yang kamu dekati??", oceh Nadha kesal.
"Tidak Nadha, hanya kepadamu saja aku seperti ini", jawab Jalal menggoda. Lagi-lagi Nadha tersipu malu mendengar pernyataan Jalal lalu, "apa kita akan disini terus sambil mendengarkan rayuanmu itu??", tanya Nadha ketus.

Jalal mengulurkan lengannya dan Nadha langsung memegangnya. Audi hitam itupun melesat ke Hyatt Regency New Delhi Hotel.
Ketika Jalal sampai di depan lobi hotel. Jalal memberikan kunci mobilnya kepada petugas vallet parking. Kembali Jalal mengulurkan lengannya dan tanpa disuruh Nadha langsung memegangnya. Merekapun masuk menuju aula hotel.

Ketika memasuki aula, mereka dikejutkan oleh kilauan blitz lampu kamera para wartawan. Nadha terlihat kaget. Tangan kiri Jalal memegang erat tangan Nadha yang sedang menggamit lengan kanannya. Memang benar apa kata Jalal, banyak pasang mata yang memandangnya. Mereka semua tertarik dengan sosok wanita yang bersama Jalal karena Jalal yang selama ini dijuluki Mr. Iceman membawa seorang wanita bersamanya.

Sudah banyak tamu undangan yang hadir disana yaitu para karyawan, kolega, dewan komisaris, para pemegang saham. Berbagai macam bunga menghiasi seluruh ruangan mulai dari aneka warna bunga ros, tulip, lily, daisy, chrysant dan carnation. Makanan yang disediakan pun sangat memanjakan penikmatnya dari makanan western, India, Eropa, Amerika dan spot makanan yg paling ramai dikunjungi adalah makanan Asia terutama yang berasal dari Indonesia yang terdiri dari cireng aneka rasa, seblak basah, mendoan, pempek dll. Para tamu yang hadir penasaran dengan semua makanan yang berasal dari Indonesia tersebut.

Ketika Jalal dan Nadha datang, banyak yang menyambut dan menyalami mereka. Sebenarnya Nadha merasa risih hadir menemani Jalal ke pesta itu karena tidak ada satupun orang yang dikenalnya disana. Nadha mohon untuk mengundurkan diri dari Jalal karena ia ingin mengambil minuman.

Nadha mendatangi salah satu stand dan mengambil minuman. Ketika dia sedang menikmati kuliner itu, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya....... TBC Love From The Past Part 20


FanFiction Love From The Past Part 19

1 comments:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.