FanFiction Love From The Past Part 20 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 20



Nadha mendatangi salah satu stand dan mengambil minuman. Ketika dia sedang menikmati kuliner itu, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya yaitu Jalal. Jalal melingkarkan lengan kanannya di pinggang Nadha lalu berdiri di sampingnya dan membisikkan, "ternyata kamu disini, aku mencarimu kemana-mana, aku kira ada seseorang yang menculik kekasihku", goda Jalal sambil killer smile.

Nadha yang tiba-tiba dipegang pinggangnya ditambah dengan perkataan Jalal yang menggodanya langsung terkejut dan menatap tajam ke arah. Sebelum Nadha mulai membuka suaranya Jalal berkata, "aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang", ucap Jalal.

Jalal tetap menggandeng pinggang Nadha dan menghampiri sepasang suami istri yang tidak lain adalah, "Nadha, perkenalkan, mereka adalah Tuan Bharmal Singh dan Meinawati Singh. Beliau adalah orang tuanya Jodha, calon tunanganku dulu. Tuan dan Nyonya Singh, perkenalkan ini Nadha Kapoor", ucap Jalal.
"Senang berkenalan dengan anda, Tuan dan Nyonya Singh", ucap Nadha senang sambil bersalaman.

Ketika mereka bersalaman ada sentuhan aneh yang menjalari perasaan mereka bertiga. Terutama Meinawati, ketika mata mereka saling bertatapan, Meinawati merasa kenal dengan tatapan mata itu. Seperti mata anaknya yaitu Jodha. Terlihat sosok kerinduan di mata Meinawati dan dia seakan ingin menangis.

Jalal dengan sengaja memperkenalkan Nadha dengan orang tuanya Nadha karena dia ingin memastikan keraguannya untuk mencari pembenaran, benarkah Nadha adalah Jodha??. Melihat respon dari kedua orang tua Jodha, Jalal semakin yakin kalau Nadha adalah Jodha namun dia masih perlu bukti lain untuk memperkuat dugaannya!!.

Mereka berempat menuju ke suatu meja yang sudah direservasi sesuai dgn nama dan jabatannya. Jalal menarik sebuah kursi untuk mempersilahkan Nadha duduk dan Jalal duduk disampingnya bersebelah dengan Bharmal. Mereka berempat saling mengobrol dan tidak perlu waktu lama untuk bisa saling akrab.

Tiba-tiba MC yang bernama Saif Ali memperkenalkan diri dan meminta perhatian para tamu ke depan podium karena acara akan segera dimulai. Acara dimulai dengan kata sambutan dari CEO, dewan direksi dan para pemegang saham. Setelah itu para tamu disajikan aneka hidangan di atas meja masing2 oleh para pelayan hotel. Selama menyantap makanan, Jalal tetap saja CCP (curi-curi pandang) kepada Nadha. Karena sudah biasa dengan kelakuan Jalal yang satu itu, Nadha membalas tatapan Jalal dengan senyuman karena Nadha sudah mulai merasakan benih-benih cinta di dalam hatinya. Nadha sudah membuka hatinya untuk mencintai Jalal.

Tiba-tiba Meinawati memecah keheningan, "sungguh pesta yang sangat meriah, Jalal!! Bibi sangat menyukai dekorasinya, makanannya dan yang bibi sukai adalah dekorasi bunganya, sangat indah!!".
"Terima kasih Bibi. Semua ini diatur oleh Nadha. Oya, Bi. Neneknya Nadha mempunyai toko bunga yang cukup terkenal di Delhi. Kapan2 Bibi berkunjunglah kesana!!", ucap Jalal sambil menatap Nadha.
"Benarkah itu Nadha??!!", tanya Meinawati penasaran. "Iya, nyonya Meinawati", jawab Nadha bahagia.
"Nehii, Nadha. Jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku Bibi dan suamiku panggil saja paman..!!", pinta Meinawati. Batinnya Meinawati, "Ya Tuhan, kenapa melihat gadis ini seperti aku melihat Jodha??!! Mungkin jika Jodha masih hidup, dia akan seperti gadis ini".
"Jalal, bibi senang karena sekarang kamu sudah memiliki kekasih!! Bagaimana cara kalian bertemu??!!", tanya Meinawati penasaran.

Jalal dan Nadha hampir menumpahkan minuman yang sedang diminumnya saat mendengar pertanyaan Meinawati. Mereka masing2 saling menatap (eyetalk) dan bingung untuk menjawab pertanyaan dari Meinawati.
"Ka... kamiii bukan ehh belum menjadi sepasang kekasih. Kami berdua bertemu di toko bunga milik neneknya Nadha. Tapi kami berharap itu akan segera terwujud. Doakan kami, agar bisa bersatu seperti kalian, bibi, paman", jawab Jalal gelagapan sambil melirik Nadha.

Nadha yang mendengar jawaban Jalal hanya bisa tersipu malu dan ada semburat merah di kedua pipinya. Memberikan senyuman saat mata mereka saling bertemu.

Lalu MC memberitahukan kalau acara dansa dimulai dan para tamu undangan dipersilahkan untuk turun ke lantai dansa. Tentu saja kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Jalal. Dia ingin untuk selalu bisa berdekatan dengan Nadha. Jalal berdiri dan mengulurkan tangannya untuk mengajak Nadha. Awalnya Nadha menolak karena ia tidak bisa dansa namun Jalal membujuknya dan mengeluarkan jurus killer smilenya yang membuat Nadha klepek-klepek.

Jalal melingkarkan tangan kanannya di pinggangnya Nadha. Jalal memegang tangan kirinya Nadha dan menaruhnya di bahu Jalal. Tangan kiri Jalal bertautan dengan tangan kanan Nadha dan dansa pun dimulai diiringi dengan lagu "Tum Hi Ho".

"...Hum tere bin ab reh nahin sakte
(Sekarang aku tidak dapat hidup tanpamu)
Tere bina kyaa vajood meraa
(Apalah arti keberadaanku tanpamu
Tujh se judaa gar ho jaayenge
(Jika aku terpisah darimu)
To khud se hi ho jaayenge judaa
(Aku akan meninggalkan diriku sendiri)
Kyonki tum hi ho
(Karena hanya kamu)
Ab tum hi ho
(Sekarang hanya kamu)
Zindagi, ab tum hi ho
(Kau hidupku sekarang)
Chain bhi, meraa dard bhi
(Ketenanganku juga rasa sakitku)
Meri aashiqui ab tum hi ho
(Cintaku sekarang adalah dirimu)

Teraa meraa rishtaa hai kaisaa
(Bagaimana hubungan kita ini)
Ik pal door gawaaraa nahi
(Aku tidak bisa jauh darimu walau untuk sesaat)
Tere liye har roz hain jeete
(Setiap hari aku bertahan hidup untukmu
Tujh ko diyaa meraa waqt sabhi
(Semua waktuku hanya untukmu)
Koi lamhaa meraa naa ho tere binaa
(Tidak ada waktuku tanpamu)
Har saans pe naam teraa
(Namamu ada di setiap hembusan nafasku
Kyonki tum hi ho
(Karena hanya kamu)
Ab tum hi ho
(Sekarang hanya kamu)
Zindagi, ab tum hi ho
(Kau hidupku sekarang)
Chain bhi, meraa dard bhi
(Ketenanganku juga rasa sakitku)
Meri aashiqui ab tum hi ho
(Cintaku sekarang adalah dirimu)

Tum Hi Ho
(Dirimu)
Tum Hi Ho
(Dirimu)

Tere liye he jiya mein
(Hidupku hanya untukmu)
Khud ko jo yun de diya hai
(Aku telah memberikan hidupku untukmu)
Teri wafa ne mujko sambhala
(Kesetiaanmu telah menjagaku)
Saare ghamo ko dil se nikala
(Dan menghapus semua kesedihan hatiku)
Tere saath mera hai naseeb judaa
(Bersamamu nasibku terjalin)
Tujhe paa ke adhoora naa raha
(Setelah mendapatkanmu hidupku terasa sempurna)
Kyonki tum hi ho
(Karena hanya kamu)
Ab tum hi ho
(Sekarang hanya kamu)
Zindagi, ab tum hi ho
(Kau hidupku sekarang)
Chain bhi, meraa dard bhi
(Ketenanganku juga rasa sakitku)
Meri aashiqui ab tum hi ho
(Cintaku sekarang adalah dirimu)..."

Awalnya Nadha kikuk melakukan gerakannya namun Jalal menuntunnya sehingga gerakan mereka menyatu seirama. Selama berdansa mata Jalal dan Nadha saling memandang, terlihat kerinduan dikedua mata mereka. Rasa cinta dan sayang terlihat disana. Wajah mereka yang saling berdekatan memberikan sinyal-sinyal yang aneh yang membuat mereka tidak ingin saling berjauhan. Detak jantung mereka berirama tidak beraturan.
Kenangan masa lalu Nadha mulai bermunculan lagi seperti cuplikan-cuplikan episode. Ketika lagu akan berakhir airmata mulai menggenangi kedua mata Nadha.
Saat lagu berakhir, tampak mereka berdua masih terlena. Sampai pundaknya Jalal ditepuk oleh seseorang........ TBC Love From The Past Part 21


FanFiction Love From The Past Part 20

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.