Is It Hate Or Love Chapter 25 Part 1 - ChusNiAnTi

Is It Hate Or Love Chapter 25 Part 1


Written By: BhaviniShah
Translate By: Dewi Agasshi

Masih dalam Diwanni E Khass.
Jodha menatap Jalal dengan ekspresi lega, dalam nada sangat berterimakasih ia berkata... “Dhanyvaad Shahenshah, dukunganmu telah memberikanku kekuatan dan keberanian. Beberapa menit yang lalu aku sangat khawatir, aku takut bahwa mungkin kau akan terganggu dan tak menyukai kata-kataku. Tapi setelah mendapat dukunganmu aku benar- benar senang dan merasa sangat lega.”
dengan nada rendah dan mengggoda Jalal berkata... “aku tak menyangka ternyata Hamari Jungle Billy memiliki begitu banyak pengetahuan tentang isu-isu politik.”
Jodha menyeringai dan dengan berbisik ia menjawab... “Shahenshah, berhenti menggodaku. Ingat kita masih dalam Diwanni E Khass bukan di dalam kamarmu.” ***Ohhh berarti kalau dalam kamar boleh gitu ya?? Ok deh lakukan apapun yang kalian inginkan***
Begum E Khass melihat kemesraan Jalal dan jodha yang terpampang nyata dihadapanya menjadikan dia cemburu dan marah disaat yang bersamaan. Kemarahanya ibarat gunung merapi yang siap meletus kapan saja. Hatinya terasa sakit dan terbakar dari dalam. **yeyeye lalala, saya bantu nuang bensin yaaa biar gosong sekalian hahaha***.
Maham merasakan hawa kemarahan dan kebencian yang dipancarkan begum E Khass, ia meraih tangan Begum E Khass dan menggenggamnya seraya berkata... “Bersabarlah begum E Khass, saya tak pernah berfikir jika Jodha Begum memiliki pengetahuan akan isu-isu politik. Jika panah melesat tepat sasaran bukan berarti bahwa anda telah menjadi ahli dalam memanah, ini hanyalah permulaan. Lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya, segera saya akan menjebaknya. Hal itu tak akan terlalu sulit karena pada dasarnya pemikiran Jodha Begum dan Jalal sangat berseberangan. Jodha Begum adalah seseorang yang berhati lembut **wuahhh Maham memuji Jodha** tapi ketika ia harus mengambil keputusan yang sulit maka Jalal akan menyadari betapa salahnya ia menunjuk Jodha Begum sebagai Malika E Hindustan.. dan bukanya menunjuk anda. Khass begum, jangan kehilangan keberanian anda. Jika tidak hari ini mungkin besok, tapi kita pasti akan berhasil. Anda hanya perlu terus bersabar, segera kita akan meunjukkan dimana tempat sebenarnya Rajvanshi itu. Jadi saya mohon pakailah topengmu, sembunyikan rasa kebencianmu dari wajah kodokmu.” Kodok dan Maham akhirnya bertukar tatapan dan seringaian sinis.
Akhirnya Jalal mengumumkan keputusan... "Kami akan memberikan keringanan pajak kepada desa mereka sampai kondisi mereka pulih seperti sediakala. Sementara itu kami juga akan mengirimkan bantuan dari Agra secepat mungkin.” Jalal memerintahkan untuk menginformasikan pada semua negara terdekat untuk mendukung dan mengirim bantuan pada  desa yang terkena bencana alam. Raja yang mengalami bencana dinegaranya sangat senang dengan keputusan keringanan pajak tersebut, ia berdiri dari tempatnya dan menghormat untuk berterimakasih pada Jalal dan Jodha. Jalal kemudian memerintahkan untuk melanjutkan membacakan permasalahan yang masih harus ditanganinya.
Atgah Sahib kemudian membaca permintaan (darkhvas) selanjutnya... "Shahenshah, keluhan ini telah datang dari kota Jabalpur. Beberapa orang biasa berkumpul dan mengirim keluhan ini. Mereka memiliki keluhan terhadap beberapa pemasok makanan yang menjual bahan dasar (anaj)  makanan seperti beras, gandum dan kacang karena harga yang sangat tinggi.  Mereka bahkan mencampurkan banyak kerikil dalam makanan dan menurut mereka semua para penjual itu diam-diam berkumpul dan menaikkan harga sehingga orang tidak punya pilihan lain.
Jalal meminta penasehatnya untuk menyatakan pendapat mereka tentang apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan situasi ini.
Hampir semua orang memberikan pendapat yang sama bahwa semua pemasar harus dikenakan sanksi karena telah menjual barang-barang kebutuhan dasar dengan harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.
Jalal juga setuju dengan mereka semua. Namun Jodha dengan nada rendah mengatakan... "Shahenshah, saya tidak berpikir kita harus menghukum para penjual itu.”
Jalal menjawab dengan tenang... "Jodha, kenapa tidak?kau mengutarakan pendapatmu di depan banyak orang, tetapi pastikan juga bahwa kau memiliki alasan yang sah untuk argumenmu ini.”
Jalal mengatakan kepada semua orang... “Malika E Hindustan memiliki  pendapat yang berbeda dalam hal ini. Dia ingin membicarakan hal ini lebih lanjut.”
maka Jalal menatap Jodha dan memberikan izin untuk melanjutkan lebih lanjut.
Jodha dengan percaya diri mengatakan... "Menurut saya kita tidak harus menghukum para pedagang ini karena tidak ada hukum yang dibentuk untuk mengendalikan harga untuk barang-barang kebutuhan pokok. Mereka 
bisa menjual barang dengan harga berapapun karena tidak ada batasan yang ditetapkan oleh hukum.  Biasanya, di sebagian besar kompetisi, pasar mengontrol inflasi harga. Tapi sayangnya di kota ini semua pemasar bersatu menaikkan harga dan pada gilirannya menghukum orang-orang awam. Saran saya adalah kita perlu menetapkan undang-undang baru yang menurutnya Sultanat akan memutuskan harga maksimum untuk barang-barang kebutuhan pokok dan jika pemasar tidak mengikuti hukum maka kita bisa menghukum mereka dan hukum ini akan bermanfaat tidak hanya untuk wilayah Jabalpur tetapi di seluruh Sultanat di semua negara.” ***mumet asli ini, pembahasan ekonomi, welehh welehhh***.
Seluruh pengadilan terpesona sekaligus terkejut dengan semua pemikiran  bijaksana Jodha, tak terkeculi Jalal. Jalal bahkan tak pernah berfikir bahwa Jodha memiliki pengetahuan tentang isu-isu ekonomi negara. Tiba-tiba Jodha memperoleh banya pujian dari seluruh penasihat dan administrator. Jalal juga terkejut dengan visi panjang Jodha dan dengan kecerdasanya.
Maham dan Khass Begum menjadi kecut hati melihat kecerdasan Jodha yang luar biasa. **emangnya kalian, otaknya Cuma otak sengkuni, weeeee**
Atgah Sahib sangat setuju dan dengan pendapat dan saran Jodha, ia dengan hormat mengatakan... "kami sangat bangga memiliki Anda di pengadilan kami sebagai Malika E Hindustan, visi jauh Anda akan menguntungkan negara ini.” 

Bersambung ke Part 2


Is It Hate Or Love Chapter 25 Part 1

13 comments:

  1. AkhirNya MuNcull juga...LaNjutt MiN... N Mkasii ya...

    ReplyDelete
  2. asyeeekkk.....Maham n si Ruq makin gigit jari deeehhh qeqeqeqeqe...

    ReplyDelete
  3. Akhirnya, setelah seharian berkutat dengan pekerjaan, sekarang bisa baca juga... Terima kasih Mbak Dewi...

    **Arum**

    ReplyDelete
  4. Lanjut. . ,lanjut. , , , nggunua da lm bgt chusni. . , hehehe

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. ChusN....lanjutannya dong.....penasaran mbuanget'ik.....hhhhhhhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum ada lanjutannya Bunda Tuti, nanti jika sudah ada lanjutannya, akan di posting disini: http://akdha-chusnianti.blogspot.com/

      Delete
  7. Ya itu dia jodha bkn sj cantik bak bidadari, kenyataan punya IQ yg brilian, mantap. Lanjut. Ya

    ReplyDelete
  8. lanjut mba...... ditungguuu
    oya.. gemn caranya ya biar profilku bukan anonim, susah bngt mau publish kl pake nama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa pakai akun google Nim... Kalau saya biasanya pakai akun google... Ini nanti lanjutannya Insya Allah di Blog Jodha Akbar,, ini alamatnya,,, "http://akdha-chusnianti.blogspot.com/

      Delete
  9. Wah jodha keren, smart gitu loch... thx mba chus semangat terus lanjutin na...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.