Sinopsis Blood Episode 3 Part 2 - ChusNiAnTi

Sinopsis Blood Episode 3 Part 2



Ri Ta, Il Nam, Dr. Kim dan Lee Ho Yong sedang menikmati teh dan cemilan bersama. Dengan antusias Ri Ta mengatakan bahwa dia mengajukan surat resmi untuk memeriksa kondisi mental dan psikologi Ji Sang. Il Nam dan Dr. Kim semakin memberi minyak diatas api, mereka sama-sama menyebut bahwa Ji Sang adalah seorang psikopat. Lain dengan Ho Yong, dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan Ji Sang adalah wajar, karena dia juga pernah mengalaminya.
Secara tiba-tiba, Ji Sang datang, “Hanya untuk masalah diare. Kau akan mendapatkan masalah jika melaporkan hal itu kepada komite. Alasan untuk disiplin, diare saat operasi. Begitu?”
RT: “Aku mencoba untuk menekan sikap acuh tak acuhmu itu...”
JS: “Aku pikir punya waktu minum teh setelah operasi adalah lebih dari sekedar acuh tak acuh.” Il Nam yang saat itu sedang menikmati tehnya langsung tersedak mendengar ucapan Ji Sang.
JS: “Apa kau menggunakan telepati untuk melakukan pemeriksaan pasca operasi pada pasienmu?”

Sepasang suami istri sedang berada diruangan Ji Sang yang disana juga ada para timnya. Ji Sang menjelaskan bahwa penyakit pria itu sudah sangat parah, sehingga kemoterapi pun akan sulit untuk membantu. Ji Sang juga mengatakan bahwa kemungkinan hidupnya hanya tiga bulan. Pria itu sadar akan penyakitnya, “Aku tidak menginginkan untuk sembuh. Aku hanya ingin hidup lebih lama lagi. Aku mohon, hanya untuk satu tahun. Tidak, bahkan hanya untuk enam bulan saja.” Ji Sang sedikit tersentuh, dia yang awalnya menolak untuk rawat inap dan melakukan perpanjangan perawatan akhirnya mengijinkan pria itu untuk menginap di rumah sakit namun dia tidak bisa memberikan perpanjangan perawatan karena sudah menjadi kebijakan rumah sakit. Pria itu tidak masalah dengan hal itu, dia sangat berterima kasih pada Ji Sang.

Sepasang suami istri tersebut kelaur dari ruangan Ji Sang. Ri Ta melihat mereka yang duduk di luar ruangan Ji Sang dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Istri: “Aku tidak bisa percaya bahwa dia adalah dokter.”
Suami: “Sudahlah, setidaknya dia tidak memberikan harapan palsu.”
Istri: “Meskipun begitu, dia seharusnya tidak boleh bersikap sedingin itu pada pasien, setidaknya dia menghibur pasiennya.”
Ri Ta yang sedari tadi diam menyapa mereka, sepasang suami istri itu menoleh kearah Ri Ta. Ri Ta bertanya, “Apakah ada yang mengganggumu?”

Kyung In menyerahkan laporan tentang 50 pasien yang menerima perawatan gratis yang sudah melalui penyeleseksian. Kemudian ketua Yoo menanyakan apa ada informasi tentang Jae Wook. Kyung In menyampaikannya dengan ragu-ragu, “Tim peneliti obat barunya... Anggota timnya dibina oleh direktur sendiri, jadi aku tidak punya informasi tentang mereka. Setidaknya dia harus memberitahukan kita informasi dasar.”
KY: “Aku yakin direktur tahu apa yang dia lakukan.”
KI: “Tapi, bukankah kita harus menyimpan catatan rinci?”
KY: “Mulai sekarang biarkan Dir. Menangani bagian HR. Dan laporkan saja padaku keputusan akhirnya.” Kyung In masih ingin bertanya tentang pekerjaan, tapi dia justru menanyakan keadaan Ketua Yoo, karena tepat saat Ketua Yoo akan berdiri, dia merasa kesakitan. Ketua Yoo beralasan bahwa dia hanya sakit otot setelah kembali dari hiking, dan dia menyuruh Kyung In untuk kembali bekerja.

Ketua Yoo berjalan sambil menahan rasa sakit di tubuhnya. Saat sampai di anak tangga, dia mengeluarkan wadah pil dari dalam mantelnya, mengambilnya satu dan segera memakannya. Dia terduduk dan tubuhnya banyak mengeluarkan keringat dingin.

Tiga suster dipindahkan bangsalnya. Keduanya ngedumel karena dipindahkan, sedangkan suster yang paling gemuk diantara mereka bertiga, menasihati mereka bahwa mereka tidak boleh membeda-bedakan pasien. 3 orang dari Tim Ji Sang berjalan menuju resepsionis. Terjadilah candaan singkat saat mereka berenam berkumpul.
Tiba-tiba ada germbolan tunawisma yang begitu mengagumi rumah sakit tersebut. Pria yang bermantel merah memperkenalkan dirinya sebagai Gong Ja Bok. Ketiga dokter tersenyum geli sementara ketiga suster tampak kikuk.

Hye Ri terus memperhatikan jam tangannya, tak lama kemudian salah seorang yang membantu berkemas mengatakan bahwa mereka sudah siap.
Tak berama lama setelah Hye Ri pergi, ada 4 vampir yang menghampiri para pekerja. Para pekerja yang ada disana tampak ketakutan melihat 4 berpakaian serba hitam ada dihadapan mereka.

Semua dokter yang ada dirumah sakit berkumpul, Jae Wook sebagai direktur rumah sakit memperkenalkan Suh Hye Ri dan timnya sebagai penemu obat baru. Terjadi selisih pendapat saat pertemuan.
JW: “Ke depannya, diagnosismu, prosedur operasi dan perawatan akan digunakan untuk pengembangan obat baru.”
Jung Ji Tae (JT): “Apa yang kau katakan adaalah.... bahwa kita dokter akan menjadi karyawan farmasi?”
JW: “Kau salah faham.”
JT: “Aku tidak berpikir ini salah faham. Lebih penting dari obat baru adalah penelitian pengobatan patologis.”
JW: “Aku tidak bermaksud kita mengabaikan penelitian patologi. Dengan lebih efektif dan kerjasama organik... dan lalu....”
Ji Sang (JS): “Lalu... Apakah obat baru kita akan dinamai para kontributornya? Jika aku berkontribusi, Ji Sang-lenol. Jika Man. Berkontribusi, Ji-Tae-Pirin. Jika dr. Yoo berkontribusi, Gas-Ri-Ta? Apakah maksudmu seperti itu?” Ri Ta protes karena Ji Sang melampirkan namanya untuk hal seperti itu, sementara Jae Wook hanya menyeringai. Ji Sang melanjutkan ucapannya, “Tidak peduli apapun yang kau pusingkan, itu menayngkut Farmasi Taemin yang memulai secara gratis. Aku pikir motivasi akan datang dari tempat yang baik.”
Il Nam: “Mungkin kita sedang dalam kondisi yang tidak baik.”
Ri Ta: “Selama kedua belah pihak tidak mengganggu satu sama lain, aku mendukungnya. Tidak ada sinergi yang terbentuk antara rumah sakit dan perusahaan farmasi.”
Ji Tae mengangguk-anggukkan kepalanya, “Jika semua orang mendukungnya, maka... ini bukanlah sebuah diskusi, tapi lebih kepada pengumuman. Nah, suara minoritas tidak akan berguna meskipun mereka pergi kan.”
Ji Tae langsung berdiri dan melangkah pergi. Langkahnya terhenti saat Jae Wook berkata, “Keputusanku bukan dari sudut pandang bisnis, tapi dari pasien. Aku bisa mengatakan satu hal yang pasti.”
Jae Wook berkata pada semua yang ada disana, “Kami akan mengembangkan obat yang bahkan tidak bisa kalian bayangkan.”

Ji Sang keluar dari ruang diskusi dan Ji Tae menghentikannya. Dia menanyakan apakah itu sikap Ji Sang yang suka mengatakan apapun sekenanya, melakukan apapun semaunya dan pergi dari ruang pertemuan begitu saja. Ji Sang tidak mau berbasa-basi dan menyuruh Ji Tae mengatakan apa yang mau disampaikan. Ji Tae menimpali, “Rumah Sakit Taemin ini bukan seperti rumah sakit. Ini lebih dari sebuh perusahaan manajemen artis. Semua orang jadi luar biasa disini, jadi hanya yang dengan konsep baik yang bisa bertahan disini. Dalam aspek ini, sepertinya kau membedakan diri dengan cukup baik.”
JS: “Lalu apa konsepmu? Menyanyi? Menari?”
JT: “Aku benar-benar tidak punya konsep. Aku tidak punay faktor itu, tapi seseorang yang berlatih tanpa henti, akankah selamanya berlatih? Aku akan berteman denganmu jika kau berlatih juga, tapi.... ini mengecewakan.”
JS: “Kau punya konsep. Antara rendah hati dan rendah diri.” Ji Sang sedikit menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Ji Tae yang tersenyum, seakan menandakan dia suka dengan ucapan Ji Sang yang terakhir.

Suster Sylvia diantarkan ke kamar rawatnya oleh Ketua Yoo dan Ri Ta. Suster Sylvia memaksa ingin segera pulang, tapi Ri Ta dan Ketua Yoo menahannya, menenangkannya bahwa anak-anak akan ia pastikan dirawat. Ri Ta ingin mengajukan diri sebagai perawat Suster Sylvia, belum selesai dia mengutarakan permintaannya, tiba-tiba Ji Sang datang dan Ketua Yoo langsung memperkenalkan Ji Sang sebagai orang yang bertanggung jawab merawat Suster Sylvia. Ri Ta hendak protes, namun Ketua Yoo langsung menghentikannya.

Suster Sylvia menjalani pemeriksaan, Ji Sang dan Ri Ta yang mengamati tentang perkembangan kankernya.
JS: “Ini tumor Klatskin. Mereka agresif menyebar ke hati. Kedua sisinya kini dalam tahap kedua. Pada titik ini, pengangkatan tidak akan mungkin. Ini akan sulit.”
RT: “Aku tahu, kau akan mengangkatnya dengan cepat.” Ji Sang mengatakan bahwa saat ini tidak akan dilakuakn operasi. Belum selesai Ji Sang berbicara, Ri Ta berteriak memintanya berhenti, dia sudah mulai berkaca-kaca, “Aku tidak tahu bagaimana kau memperlakukan pasien lain... Tapi tolong sopan santunmu saat merawa Suster Sylvia.” Ji Sang menanyakan mengapa dia harus memperlakukannya dengan khusus. Ri Ta menjawab dengan menahan tangisnya, “Karena... Dia seperti ibuku. Tidak, dia adalah ibunya.” Ji Sang tertegun, sementara Ri Ta langsung meninggalkannya.

Ri Ta berjalan menyusuri rumah sakit. Ia kembali terkenang saat dia dulu di sebuh gereja bersama Suster Sylvia
**Flashback**
Ri Ta remaja datang kepada Suster Sylvia dengan berurai air mata. Dia ingin mengubah namanya yang semua Cheo Yeon, karena itu mengingatkannya pada orang tuanya. Suster Sylvia tidak mampu menolak keinginannya, dia bersedia merubah namanya dengan syarat, “Kau harus hidup cerah dan bahagia, sama seperti saat orang tuamu berada disini.” Suster Sylvia merengkuh tubuh Ri Ta remaja, tangis Ri Ta semakin pecah dalam pelukan Suster Sylvia.
**Flashback End**

Ji Sang kesal karena berapa banyak dia mencoba membuka akses rumah sakit, dia selalu gagal. Tiba-tiba pintu diketuk, dan ternyata dia adalah Jae Wook. Jae Wook awalnya sekedari berbasa-basi, tapi Ji Sang tidak tertarik dengan hal itu. Akhirnya Jae Wook mengutarakan kedatangannya, “Ada permohonan peninjauan medismu dan psikologis. Melepaskan informasi pada karyawan tidak diizinkan. Aku menolaknya. Lebih dari apapun... aku lebih suka hubunganmu dengan dokter Yoo Ri Ta diperbaiki.”
JS: “Aku akan mengurus itu sendiri.”
JW: “Ah... dan kudengar kau meminta akses ke pengaman database. Aku menggunakan otoritasku untuk mendapatkan aksesmu.”
JS: “Aku diberitahu bahwa itu melanggar peraturan.”
JW: “Aturan dibuat untuk orang-orang yang tidak mengikuti mereka. Kau berada diatas batas tersebut.”
Jae Wook akan melangkah pergi. Ji Sang menghentikannya dan mengulurkan tangannya. Dengan sedikit ragu, Jae Wook menjabat tangannya. Saat tangan mereka berdua bersentuhan, Ji Sang merasakan aura yang aneh. Dan jabat tangan itu berlangsung sedikit lebih lama.

Ketua Yoo dan Jae Wook sedang makan malam bersama. Dan kita tahu bahwa sebenarnya mereka berdua telah bekerja sama. Ketua Yoo menanyakan apa Ji Sang terlibat dengan proyek yang mereka lakukan, dan Jae Wook menyangkalnya. Ketua Yoo mengatakan bahwa dia tidak tergesa-gesa untuk mendapatkan hasilnya, “Bahkan jika uji coba dan kesalahan menunda kemajuan, aku berharap untuk hasil yang sempurna.” Ketua Yoo mengangkat gelasnya untuk bersulang, namun tiba-tiba tangannya gemetar hebat. Jae Wook melihat hal itu, “Sepertinya kita harus segera mendapatkan hasilnya lebih cepat dari yang direncakan.” Sementara itu Ketua Yoo tampak panik dan Jae Wook menatapnya dengan tatapan yang mencurigakan.

Ji Sang kembali mencoba membuka aksesnya, namun ternyata halaman tersebut telah dihapus. Dia membwanya pulang dan menyerahkannya pada Hyun Woo. Hyun Woo berteriak frustasi karena file-file yang ada seminggu yang lalu, kini telah hilang. Dan dia tidak bisa mengaksesnya kembali. Dari kejadian itu, Ji Sang dapat mengetahui bahwa ada yang mengenalinya, dan menyiapkan itu semua untuk memancingnya, “Satu hal yang pasti, orang itu akan datang kembali. Dia pasti sedang berada di suatu tempat saat ini.” .......TBC-->Part 3

Sinopsis Episode yang lain Klik Disini


Sinopsis Blood Episode 3 Part 2

4 comments:

  1. Blm bisa berkomentar arum...menunggu dan masih menghayati alur ceritanya...mksiii arum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Me too,, saya pun juga belum bisa berkomentar untuk drama ini, apalagi ini termasuk drama perdana saya setelah cuti beberapa bulan,,, ^0^

      Delete
  2. baca sinopsisnya berasa nonton langsung di tunggu kelanjutannya ya.

    ReplyDelete
  3. baca sinopsisnya berasa nonton langsung di tunggu kelanjutannya ya.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.