Sinopsis Blood Episode 3 Part 3 - ChusNiAnTi

Sinopsis Blood Episode 3 Part 3



Jae Wook pergi ke tempat penelitiannya. Dia menyibakkan plastik sebagai tirai yang sudah bersimbah darah. Kemudian dia menunjuk pria paling pendek (maaf, belum tahu namanya, lihat pada gambar). Setelah pria itu berada dihadapan Jae Wook, Jae Wook langsung menyentuh dada pria itu dan membuat pria itu terhembas cepat. Jae Wook menghampirinya dan kemudian mencekik lehernya, tak hanya mencekik, Jae Wook juga mengangkatnya dan sukses membuat itu kesakitan. Jae Wook  tahu bahwa pria itu telah meminum darah segar, “Seseorang yang lambat belajar dari pengalaman. Orang bijak belajar dari sejarah.” Jae Wook bertanya pada Chul Hoon, “Apakah kau tahu mengapa kita yang terinveksi selalu dibasmi? Itu karena kita menggigit leher manusia dan minum darah mereka. Kita bertindak seperti monster dan berjuang dengan manusia. Kita bukan iblis, dan kita bukan monster. Kita hanyalah makhluk yang unggul.” Jae Wook melemparkan pria yang dicekiknya. Kemudian dia kembali memberi peringatan yang ditujukan kepada ketiga orang dihadapannya, “Jika kalian berani meminum darah manusia lagi, maka kalian semua akan aku bantai.” Jae Wook meninggalkan mereka. Sementara mereka bertiga hanya mampu menelan ludah karena ketakutan.

Setelah kepergian Jae Wook, dilorong J langsung menghajar pria itu. Saat akan memukul wajahnya entah yang keberapa kali, Chul Hoon menghentikannya.
Salah satu dari mereka berempat membantu pria itu berdiri. J menepuk pundak pria itu, “Dengarkan baik-baik. Dokter telah terinfeksi selama 40 tahun. Satu kebodohan darimu, bisa menghancurkan segalanya.” Mereka pun segera melangkah pergi.

Chul Ho juga melangkahkan kakinya, namun J menghentikannya dengan ucapannya.  “Berhentilah bersikap seperti itu. Kau terlalu baik pada mereka, itu sebabnya mereka berkelakuan buruk.” Chul Ho berbalik, “Sejak kapan kau memberiku perintah?” J tak bisa menjawabnya dan Chul Ho melanjutkan langkahnya.

Ji Sang sedang mengerjakan pekerjaannya. Seorang pria yang sepertinya juga vampir memakai tudung sedang mengamati rumah Ji Sang. Ji Sang merasakan kehadiran seseorang. Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengamati melalui celah jendelanya dan dia dapat melihat sosok tersebut meskipun tidak bisa melihat wajahnay dengan jelas.

Ji Sang segera berlari keluar rumah. Dia hampir saja tertabrak mobil, namun dengan gesit dia melompat tinggi dan tidak tertabrak mobil. Dia sampai di tempat dimana dia melihat sosok itu, namun sesampainya disana, dia tidak melihat siapapun.

Ri Ta minum teh bersama Kyung In. Di saat itu, Kyung In menyerahkan surat pemindaian Ri Ta dari Ji Sang. Ri Ta membukanya dan terkejut setelah membaca isinya.... “Profesor Yoo telah tidak patuh. Mengganggu hak pengobatan yang mengakibatkan kesalahan. Satu bulan gaji akan dipotong dan dia akan mendapatkan 50 jam tambahan.” Ri Ta mendelik kesal, sementara Kyung In tidak dapat membantu tapi dia tersenyum geli. Dia memberi saran supaya Ri Ta berdamai dengan Ji Sang. Namun Ri Ta yang kesal tidak bisa berkata-kata kecuali memaki Ji Sang.

Siang itu, Ji Sang pergi ke hutan dimana dia membawa lari Ibunya dari kejaran orang-orang jahat yang akhirnya merenggut nyawanya. Dia bersandar di pohon, “Tempat ini bahkan lebih hangat daripada tubuhku. Ibu... Sama seperti yang kau katakan, Sesuatu mengejarku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tentang hal itu. Aku tidak bisa melihat apapun. Jadi aku sedikit... takut.”
Sun Young hadir disamping Ji Sang dan memberinya nasihat sambil membelai rambutnya, “Bila kau tidak bisa melihat apapun, cobalah menutup matamu.  Jangan berusaha terlalu keras untuk melihatnya.  Setelah kau menutup matamu, dunia akan berada di sisimu. Hal yang kau sukai dan semua yang kau inginkan... mereka semua ada disana saat kau menutup matamu. Dan kemudian buka matamu. Kau akan menemukan kekuatanmu lagi.” Bayangan Sun Young menghilang dan Ji Sang memejamkan matanya.

Ri Ta masih kesal bahkan saat bersama dengan Soo Eun. Soo Eun menyuruh Ri Ta supaya melipatnya. Namun Ri Ta tak ingin melakukan hal itu dan justru ingin melipat Ji Sang. Soo Eun mengingatkan bahwa Ji Sang tidak akan terkalahkan.
Akhirnya Ri Ta bangkit dan mengatakan bahwa dia akan mencari Ji Sang dan mendapatkan permintaan maaf darinya. Ri Ta akan mendapatkan alamatnya dari HR. Soo Eun tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak karena Ri Ta sudah melangkah pergi, “Kau jangan berbuat gegabah saat kau sedang marah!”

Chul Hoon berdiri disamping Jae Wook yang sedang memainkan gelas yang berisi minuman yang dipegangnya. Dia menanyakan apa Chul Hoo sudah mengirimkan temannya, dan dibenarkan oleh Chul Hoon. “Bagaimana menurutmu jika dunia ini tanpa cermin? Ratu Putri Salju akan percaya bahwa dia yang paling cantik selamanya. Itulah mengapa cermin itu penting. Hal ini memungkinkanmu untuk melihat siapa dirimu sebenarnya. Dengan begitu, kau tidak akan bisa menipu dirimu sendiri. Seorang teman itu seperti cermin. Yang paling dibutuhkan Park Ji Sang saat ini adalah... itu.” Tutur Jae Wook.

Hyun Woo sedang mengerjakan analisisnya sambil makan popcorn yang dibawa oleh Luuvy. Tiba-tiba saja bel pintu rumahnya berbunyi. Sebelum membukanya, Hyun Woo melihat kamera yang dipasangnya. Saat melihat wajah Ri Ta, dengan semangat Hyun Woo membukakan pintunya. Ri Ta kini sudah ada didalam rumah, “Jadi Park Ji Sang sedang pergi?” Hyun Woo menjawab dengan ceria, “Iya, dia sedang pergi ke Pulau Jeju. Mungkin sebentar lagi dia akan pulang. Apa kau ingin makan atau minum sesuatu?” Ri Ta tak begitu mempedulikannya, dan dia menanyakan siapa Hyun Woo, apa adiknya Ji Sang. Hyun Woo masih dengan sikap alaynya, “Iya... Aku adiknya. Dan bisa dibilang bahwa aku adalah belahan jiwanya.” Ri Ta justru mencomoohnya. Kemudian Hyun Woo menyuruh Ri Ta untuk menunggu sebentar.

Ri Ta sedang melihat-lihat kondisi rumah Ji Sang. Luuvy menghampiri RI Ta yang memunggunginya. Luuvy mensersor bagian pantat Ri Ta dan mulai berbicara, “Kadar lemak Lemak 32%.” Ri Ta terkejur mendengarnya.
Hyun Woo langsung menghampiri mereka. Dia menjelaskan siapa Luuvy. Luuvy terus mengoceh dan Hyun Woo langsung memegangnya, dia tanpa sengaja menekan tombol musik dan menyalalah lagu 4 Minutes.... Hyun Woo tertawa garing dan mengatakan bahwa dia penggemar 4 minutes. Tapi Ri Ta tak menghiraukannya.

Ji Sang baru saja sampai dirumah. Dia terkejut melihat kehadiran Ri Ta, “Apa yang membawamu kemari?” Ri Ta menahan amarahnya dan mendelik kesal melihat Ji Sang. Sementara itu, ada seorang yang berjalan menuju rumah Ji Sang.

Ri Ta dan Ji Sang berbicara berdua, sementara Hyun Woo hanya menyaksikan mereka berdua yang tidak bisa akur dan justru saling berdebat. Ri Ta terus saja memaksa Ji Sang untuk meminta maaf padanya dengan seribu alasan. Dan terjadilah saling mencemooh satu sama lain.

Tiba-tiba radar Ji Sang bekerja. Dia merasakan kehadiran vampir. Ji Sang langsung mengintip melalui celah jendela rumahnya. Dia tidak mempedulikan Ri Ta yang semakin kesal. Ji Sang dapat melihat orang itu, dia memberi kode pada Hyun Woo dan Hyun Woo menganggukkan kepalanya.

Hyun Woo segera menuju ke tempat komputernya. Dia segeramengaktifkan kamera yang dipasangnya. Dia berhasil menangkap sosok yang sedang mengintai rumahnya dan Ji Sang. Dia kemudian menganggukan kepalanya sambil menatap Ji Sang bahwa target sudah tertangkap.

Ri Ta akan melangkah pergi karena dia tidak mendapatkan hasil apapun disana. Ji Sang menghentikannya dan mengatakan akan mengantar Ri Ta. Ri Ta kembali mengomel sambil mengangkat kedua tangannya. Tanpa basa-basi, Ji Sang langsung mengambil kunci mobil yang ada ditangan Ri Ta.

Ji Sang sudah keluar lebih dulu. Dia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan sosok yang dilihatnya tadi. Ri Ta mengikuti Ji Sang dan meminta kunci mobilnya, namun dia justru menyuruh Ri Ta untuk segera masuk.

Sementara didalam rumah, Hyun Woo menyiapkan jarum suntik berisi cairan dan senapan. Dan wajahnya menyiratkan ketengangan yang sangat.

Ri Ta masih saja mengoceh tiada henti saat berada didalam audi miliknya yang dikendari oleh Ji Sang, “Kau punya banyak kebanggaan untuk meminta maaf, jadi kau mengantarku? Jadilah seorang pria dan minta maaf. Keributan macam apa ini?” Ji Sang menyuruhnya berhenti, tapi Ri Ta menolaknya, dia berhenti dengan sendirinya saat ada telepon dari rumah sakit karena ada sesuatu yang darurat.
Ri Ta meminta Ji Sang mengantarnya ke rumah sakit karena ada masalah dengan pasien yang dioperasi kemarin. “Apa kau membuat masalah lagi?” tanya Ji Sang. Ri Ta akan menimpalinya dengan segudang ucapan, Ji Sang yang sudah tidak tahan lagi langsung membanting stir dan membuat wajah Ri Ta menempel sempurna pada kaca mobil disampingnya. 
Ji Sang dan Ri Ta sudah sampai di rumah sakit. Dia merasakan kehadiran vampir dan segera keluar dari mobil tanpa mempedulikan Ri Ta yang kembali meneriakinya.

Jae Wook sedang bersantai di rumahnya hingga teleponnya berbunyi, “Kerja yang bagus. Gunakan kesempatan ini untuk mengujinya.” Setelah mengatakan itu, Jae Wook meminum minumannya.

Ji Sang berlari menyusuri rumah sakit. Dia melihat para suster tertidur. Dia melihat sekelebat sosok yang lewat dan Ji Sang langsung mengikutinya. Terjadilah kejar-kejaran hingga akhirnya mereka tiba di lorong entah dimana. Terjadi pertarungan sengit antara Ji Sang dan vampir tersebut. Tentu saja Ji Sang yang lebih unggul. Vampir itu langsung menyalakan senternya dan diarahkan ke mata Ji Sang yang membuat Ji Sang berteriak kesakitan dan wajahnya langsung berubah,

Tiba-tiba ada seseorang berjubah serba hitam dan disertai tudung kepala menembak Ji Sang dengan jarum suntik. Jarum itu mulus menancap di leher Ji Sang. Ji Sang semakin mengerang kesakitan. Dia berbalik dan mencoba melihat pria itu....... TBC--> Episode 4 (di Blog My Little Hobbie)

Sinopsis Episode yang lain Klik Disini


Sinopsis Blood Episode 3 Part 3

4 comments:

  1. Adiuuuuuuuuuh msh tnda tanyaaaaaaa..... Msh lum jelas

    ReplyDelete
  2. Mksh chusnianti.dah buat sinop nya setelah nunggu beberapa hari...semangat^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Resti,,, Terima kasih..

      Delete
  3. gomawo Chusnianti....q ska ama blog mbk
    SEMANGAT mbk bwt nulis nya...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.