FanFiction His First Love Chapter 29 Part 3 - ChusNiAnTi

FanFiction His First Love Chapter 29 Part 3



Written by Samanika
Translate by Marvie Kidshop

Malam selanjutnya Jo bersiap makan malam dengan  Jalal. Dia memakai gaun panjang merah utk musim panas saat sedang bersiap dia (Jodha) masih terbayang kejadian di kolam masih terngiang-ngiang di pikirannya kedekatannya dengan Jalal, hangat nafasnya dan aroma maskulin tubuhnya semua seolah-olah masih mengelilinginya dan kejadian itu membuat Jodha sadar bahwa dia menemukan sisi dirinya yang lain. Dan sisi itu memunculkan dirinya yang merasa bergairah, ketika Jodha memikirkan semua ini dia merasa sangat malu pada dirinya sendiri karena terus memikirkan kejadian itu berulang ulang apalagi ketika dia teringat gairah/minatnya pada Jalal membuatnya semakin merasa malu. “Hei Bhagwan, apa yang terjadi padaku? Kenapa pesona Pak Presiden begitu menarik dan membuatku tak berdaya? Dan mengapa aku menginginkannya setiap saat? Aku sdh sering bertemu dan melihatnya tapi kenapa hari ini semua tampak berbeda? (sambil memandang ke cermin) Ya ampun aku tampak memalukan.” Pipi Jodha memerah saat ini, tiba-tiba dia teringat untuk segera bersiap dia telah mengenakan gaunnya kemudian menambahakan sedikit sentuhan make up di matanya dan lipstik natural pink di bibirnya, dia mengenakan sandal strappy silvernya , mematut diri sekali lagi kemudia menarik nafas dalam-dalam dan bergegas menuju ke ruang tamu dimana Jalal telah menunggunya.

Saat itu mereka berdua tengah duduk di restaurant dengan pemandangan yang sangat indah lampu berwarna warni menambah keindahan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Saat Jodha melihat keluar jendela, Jalal menatapnya dan berkata dalam hati "Dia tampak sangat cantik dan menggairahkan."
Jalal terus menatapnya sampai tiba-tiba Jodha memergokinya yang tengah menatapnya dan bertanya, “Ada apa pak presiden?”
“Tidak, emm... aku hanya mengagumimu dan kurasa kamu melakukan apa yang kukatakan padamu swaktu di kolam,” ucap Jalal.
Mendengar kata kolam mengingatkan Jodha kembali akan kejadian saat itu. Jalal tersenyum nakal.
Jodha: “Pak presiden, sptnya anda menginginkan ku utk tidak melupakan kejadian itu, anda suka membuat malu orang.” (bkn mempermalukan ya mksudnya)
Jalal: “ “Iya memang Jo, sejak kecil aku selalu Saja mengganggu orang yang ada di sekitarku dan mereka semua menyukainya.” ( hi hi pede banget kalau smua org suka diganggu )
Jodha menatapnya dan mulai tertawa. Jalal terus memandangnya dan terpana dengan senyumannya. Mereka berdua terus bercanda, tertawa dan memiliki waktu yang menyenangkan.

Setelah makan malam tersaji mereka segera menikmatinya dan setelah itu mereka segera kembali ke kamar.
Jodha: “Pak presiden sepetinya aku harus istirahat sekarang karena besok kita harus bersiap lebih awal utk menhadiri konferensi.”
Jalal: “Oh tentu Saja, silahkan selamat malam dan tidurlah yang nyenyak. Saat Jodha berjalan menuju ke kamarnya Jalal msih terus melihatnya dan berpikir  “Dia tampak cantik dan sangat seksi dengan gaun yang dikenakannya rasanya aku ingin meraihnya dan bercinta dengannya ( haishh ...pak presiden mulaii lagi ) tapi aku harus bisa menahan diriku untuk tidak melakukannya bahkan tidak juga menciumnya dan menunggu hingga dia mengakui perasaannya.”

Keesokan harinya mereka berdua telah siap dan segera menuju ke restaurant hotel utk sarapan sebelum mengikuti konferensi yang akan memakan waktu seharian penuh. Konferensi sepanjang hari ini sangat melelahkan, setelah konferensi berakhir Jodha tampak kelelahan, Jalal memperhatikannya dan bermaksud untuk membatalkan makan malamnya bersama dengan Jodha malam itu, tapi Jodha mencegahnya dan mengatakn kalau dia baik-baik saja dan ingin keluar utk santai sejenak dripada hanya berdiam diri di kamar.

Akhirnya mereka berganti baju dan menghabiskan malam itu untuk makan malam, mereka sangat menikmati kebersamaan malam itu hingga tak terasa waktu berlalu dan kembali tiba saatnya untuk beristirahat.

Keesokan harinya, sinar matahari mulai mengintip melalui tirai di kamar Jalal. Ia perlahan-lahan membuka matanya dan memandang pada sumbernya, dengan senyuman menghiasi waJahnya. Dia beranJak menuju ke balkon kamar dan merasa sangat bahagia saat mengingat semua kebersamaannya dengan Jodha. Saat dia menoleh ke arah kamar Jodha ( ini kamarnya bersebelahan dgn satu ruang tamu ya? Masih belum bisa ngebayangin letak kamarnya hehe ) Saat yang sama Jodha juga sudah bangun dan sedang menikmati morning coffeenya, saat Jalal melihatnya, Jodha tersenyum.

Jalal bergegas menuju ke ruang tamu dimana Jodha telah lebih dulu disana, Jodha: “Selamat pagi pak presiden.”
Jalal: “Pagi Jodha..”
Saat itu Jodha segera menyiapkan juga secangkir kopi untuk Jalal, saat Jodha melakukan semua itu Jalal merasa inilah hal yang kuimpikan memulai hari dengannya dan mengakhiri hari juga dengannya (sudah pasti sambil senyum-senyum pak presiden membayangkannya)
Jalal: “Hmm... terima kasih Jodha sudah bersedia menemaniku selama beberapa hari terakhir ini, aku sangat bahagia dan menikmati kebersamaan denganmu.”
Jodha: “Terima kasih kembali pak presiden begitu pula denganku sangat menikmati kebersamaan dengan anda.”

Mereka duduk berdekatan sambil berpegangan tangan sesaat mereka berpandangan satu sama lain, Jalal menatap Jodha dengan penuh cinta dan berkata dalam hati, “Aku sangat mencintaimu Jodha... sangat mencintaimu tak akan kubiarkan seorangpun menyakitimu dan jika itu smapai terjadi kupastikan orang itu akan sangat menderita.”
Tanpa sadar Jalal sdh memeluk Jodha seolah-olah ingin melindunginya dari seseorang yang Jahat dan Jodha membalas memeluk Jalal . Saat mereka tersadar.
Jodha: “Pak presiden kurasa kita harus bersiap bukan untuk konferensi hari ini?”
Jalal: “Hari ini bukanlah hari yang sangat penting untuk menghadiri, hanya beberapa briefing untuk pemilik perusahaan. Sehingga kau dapat beristirahat di sini, aku akan kembali malam. Kita kemudian bisa pergi untuk makan malam.”
Jodha mengganguk dan tersenyum. “Umm... pak presiden, tapi bolehkan aku menelpon ayahku? Karena sejak kita berangkat aku belum menelponnya lagi dan aku juga khawatir bisa Jadi ada email penting dari kantor yang memerlukan bantuanku.”
Jalal: “Tentu saja Jodha kau bisa gunakan laptopku.” ( eng i eng )
Kemudian Jalal meminjamkan laptopnya pada Jodha seraya berkata, “Kau bisa memakainya selama yang kau perlukan dan jika tiba-tiba laptopnya mati Gunakan nomor ponselku sebagai passwordnya.”
Jodha: “Baiklah terima kasih pak presiden.”

Jalal kembali ke kamarnya dan segera bersiap untuk mengikuti konferensi. Jodha yang tidak ikut segera mandi, saat keluar dari kamar mandi dia masih mengenakan kimono mandi dan bergegas untuk menyalakan laptop... Saat menyalakan laptop dan akan mulai kegiatannya dia melihat satu ikon (tanda) menarik perhatiannya di layar menu. Ia mencari salah satu internet browser. Setelah melihat itu, dia mengetuk tetapi mouse menyelinap ke program lain yang disematkan pada taskbar, yang menyerupai tanda buku. Awalnya Jodha tak ingin membukanya tapi entah kenapa rasa ingin taunya yang besar menggelitiknya untuk membuka file itu, setelah dia memasukkan password dia mengetahui bahwa file itu berisi tulisan Jalal, Jodha sempat berpikir Jalal memang orang yang sangat sibuk tapi dia sama sekali tak menyangka bhwa Jalal menuliskan semua kegiatannya dalam buku harian. Awalnya Jodha sempat merasa tak enak hati karena merasa telah mengambil kesempatan utk mengetahui apa yang sebenarnya dia tak boleh tau tnpa ijin si empunya, tapi rasa penasaran dan ingin taunya membuat dia mengabaikan itu. Jodha mulai membaca dan alangkah terkejutnya Jodha karena catatan harian Jalal sebagian besar berisi tentang Jodha tentang awal mereka bertemu, saat Jodha mulai bekerja di perush Jalal dan semua rasa kagum/ketertarikan Jalal terhadap Jodha tak terkecuali khayalan-khayalan Jalal tentang Jodha, Jodha memerah karena sangat malu, bingung, melambung dan juga jengah pada saat bersamaan membaca semua tulisan Jalal tentangnya.

Dia akhirnya menutup jendela dan juga laptopnya. Itu sangat sulit baginya untuk mencerna fakta bahwa Jalal bermimpi tentang dia secara teratur. “Hei Kanha! Apa yang baru saja kubaca? Pak Presiden... dia terus... Ya Baghwan! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa mengatakan padanya bahwa aku mengetahui mimpinya! Akan sangat memalukan! Aku pikir aku akan mati karena malu jika terus tinggal di ruangan ini. Lebih baik aku pergi berenang, itu pasti akan membantuku menjernihkan pikiranku!”

Jodha pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian renang. Dia tidak tahu hal-hal yang akan terjadi padanya setelah semua ini..... TBC-->Chapter 30

Fanfiction His First Love Chapter yang lain Klik Disini


FanFiction His First Love Chapter 29 Part 3

13 comments:

  1. Akhirnya,,, ketauan dech khayalan2 pak presdir ,pnsrn ntar sikap jodha k pak presdir brubah ga yach, stlh baca itu

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum. . ,
    Chusni mksih da rjin posting lg. . .
    Btw. . , part yg ne bnr2 d sensor abis2an y???? Chusni da krja krs bgt ne. . , ttp semangat jng lp jga kshatan jg. , ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam...
      Sama-sama Mbak Sinta.. Mungkin bisa benar2 istirahat pas di rumah di desa...

      Delete
  3. Sdh smkn indah mimpinya jodha, ha ha ha

    ReplyDelete
  4. Nah loh, Nah loh... Akhirnya jodha tau jga..



    Thanks Chusni,

    ReplyDelete
  5. Wah mlu bgt klo jlal tau jodha da tau khyln2'a....
    Snsor smw y smpe ga ad adegn pnas'a....
    Ad dnk sdkt pnas'a biar sruuu kya aprt 2 hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heemmm,,, kalau di Part ini g bisa Mbak Dedew,, tahu sendiri kan khayalan Jalal seperti apa??? hehhe

      Delete
  6. Aduch...baru dapett baca Neee... peNasaraN saMa kata" terakhirrNya... aduh apa yaa yNg bkalaN terjadii....LaNjuutt Usnii

    ReplyDelete
  7. Awwwawww.....sudah penasaran gegara baca ceritanya...eeehhhhh tambah penasaran lagi gegara baca komennya yang banyak di sensor.....aaakkkkhhhhh jadi kepo nih nanda Chus...penasaran ama yang di pada di sensor ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan penasaran Bunda Ira, karena tuh bagian yang disensor tidak bakalan dimunculin... hehhehe

      Delete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.