FanFiction Love From The Past Part 34 - ChusNiAnTi

FanFiction Love From The Past Part 34



By: Resza Restu Nirmala........ Dua hari kemudian kondisi Jodha mulai membaik dan akhirnya dia diperbolehkan pulang. Sebelum pulang Dr. Pratap Kumar memeriksa kondisi Jodha untuk terakhir kalinya. Hameeda dan Meinawati membereskan barang-barangnya Jodha. Jalal mengurus segala administrasi mengenai kepulangan Jodha. Setelah selesai mengurusi administrasi tersebut, Jalal kembali ke kamar Jodha.

Di dalam kamar, nampak Jodha yang sudah berganti pakaian dan siap untuk pulang. Seorang suster masuk ke dalam kamar membawa kursi roda dan meminta Jodha untuk pindah ke kursi roda tersebut. Suster tersebut mendorong kursi rodanya menuju keluar ruangan.

Hameeda, Mirza dan nenek Athifa berada dalam satu mobil yang sama. Bharmal dengan Meinawati sedangkan Jalal dengan Jodha di dalam Audi hitamnya. Mereka semua berlalu dari rumah sakit tersebut.

Dalam perjalanan pulang nampak kegelisahan di wajah Jodha. Jalal yang melihat hal itu langsung bertanya, "Ada apa, sayang? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Jalal sambil melihat jalan aspal di depannya.
"A... aku gugup Jalal, ini pertama kalinya aku pulang ke rumah setelah sekian lama. Pasti banyak yang berubah disana," ujar Jodha gugup dan sedih.
"Tenanglah, sayang. Semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu berada disampingmu," ucap Jalal menegaskan dan memegang tangan Jodha untuk menenangkannya lalu mereka saling berpandangan dan tersenyum.

Di kediaman Bharmal, nampak kehadiran keluarga Jodha dan keluarga Jalal lainnya yang sudah datang dari siang hari dan sangat sibuk membuat pesta penyambutan sederhana untuk kepulangan Jodha dan sekarang mereka menanti kedatangan Jodha beserta yang lainnya.

Setelah menempuh waktu selama 45 menit, akhirnya mereka tiba di kediaman Bharmal. Semua orang sudah turun dari mobilnya masing-masing kecuali Jalal dan Jodha. Nampak masih ada kecemasan di raut wajah Jodha. Sekali lagi Jalal memegang tangannya dan memberikan senyumannya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Jodha menghela nafas lalu mereka pun keluar dari mobil.

Jalal menggandeng tangan Jodha dan ketika akan masuk ke dalam rumah, Jalal melepaskan tangan Jodha dan memberikan tangannya kepada Meinawati dan Bharmal. Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah dan berhenti ketika melihat sebuah tulisan yang ada di atas pintu rumah "Welcome Home Our Lovely Jodha". Jodha yang melihat hal itu nampak terharu.

Saat mereka masuk ke dalam rumah, tiba-tiba terdengar teriakan, "welcome home Jodha, we missed you so much" dari seluruh anggota keluarga yang ada di dalam rumah lalu terdengar suara Confetti yang dilepaskan dan keluarlah isi dari Confetti itu yaitu berbagai macam bentuk kertas beraneka warna dan juga glitter. Jodha dan lainnya nampak terkejut.

Datang dua orang pria tampan yang mendekati Jodha. Pria tampan itu adalah Rahim dan Maan Singh yang merupakan kakak-kakaknya Jodha. Merekalah yang terakhir kali melihat Jodha sebelum peristiwa tragis itu kembali. Sekarang mereka sangat bahagia karena adik tersayang mereka sudah kembali ke rumah. Mereka bertiga berpelukan dan menangis untuk melepaskan segala kerinduan yang tertahan selama 10 tahun. Semua orang yang ada disitu ikutan menangis karena melihat hal itu.

Rahim melepas pelukannya, dia menghampiri seorang wanita cantik dan mengenalkannya kepada Jodha. Wanita itu bernama Kareena Mehta, dia adalah wanita yang dinikahi oleh Rahim dua tahun lalu dan sekarang sedang mengandung buah cinta mereka. Jodha memeluk kakak iparnya tersebut dan dia sungguh bahagia karena anggota keluarganya bertambah serta tidak lama lagi dia akan menjadi aunty.

Jalal menghampiri Jodha dengan menggandeng tangan seorang wanita cantik lainnya. Tidak lain dia adalah kakak kandung Jalal yang bernama Shehnaz yang selama ini tinggal di London. Shehnaz dan Jodha berpelukan. Shehnaz melepaskan pelukannya dan mengenalkan seorang pria kepada Jodha. Pria itu adalah suaminya yang bernama Arjun McQueen yang dinikahinya 5 tahun lalu. Suaminya Shehnaz berprofesi sebagai pengusaha di dunia mode atau fashion.

Tiba-tiba ada seorang gadis cilik yang memeluk Jalal dari belakang. Jalal membalikkan badannya dan berjongkok sehingga tinggi mereka setara. Ternyata gadis itu adalah anaknya Shehnaz dan Arjun yang berusia 3 tahun.

"Amisha, allow me to introduce you to my girlfriend, her name is Jodha," ucap Jalal sambil melirik ke arah Jodha, "Jodha, this is my nephew, a daughter of Shehnaz and Arjun. Her name is Amisha Humayun McQueen," sambil melirik ke arah Amisha dan Jodha secara bergantian.

Jodha ikutan berjongkok dan mengulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman namun, Amisha malah langsung mendekat ke Jodha dan memeluknya lalu mencium pipinya. Lalu dia menghampiri Jalal, "she is so pretty, uncle and I like her," ucap Amisha di telinga Jalal. Lalu pergi dari sana dan menghampiri Shehnaz dan sembunyi di belakang badan ibunya. Jodha dan Jalal yang melihat respon Amisha seperti itu nampak sangat kaget.

Jalal menjelaskan kepada Jodha bahwa ini adalah pertama kalinya Amisha datang ke India dan biasanya dia akan tampak malu-malu terhadap orang-orang yang baru ditemuinya.
"Sepertinya kamu sudah pantas menjadi seorang ibu, sayang. Lihat saja buktinya. Kecantikan wajah maupun hatimu tidak hanya sudah menyihirku namun juga sudah menyihir keponakanku yang pemalu itu," ucap Jalal menggoda Jodha. Jodha hanya tersenyum saja menanggapi penyataan Jalal tersebut.
"Katakan kepadaku, Jalal. Apakah kamu yang merencanakan pesta penyambutan ini?" selidik Jodha sambil memicingkan matanya menatap Jalal.
"Heii, sayang jangan menuduhku seperti itu?" jawab Jalal dan melanjutkan kembali ucapannya, "ibuku dan kedua orang tuamu yang melakukannya. Mereka sangat bahagia karena putri kesayangan mereka sudah kembali pulang dengan selamat."

Nampak mata Jodha yang mulai berkaca-kaca. Jalal memeluk bahu Jodha dan mengelus-elus bahu serta lengan Jodha. Setelah mereka selesai berbincang berdua. Mereka berbaur kepada anggota keluarga lainnya. Nampak Amisha kembali mendekati Jodha dan meminta duduk di pangkuannya. Jodha mengizinkannya dan sekarang Amisha berada di pangkuannya. Sesekali nampak mereka saling bercanda dan Jalal yang melihat hal itu tersenyum bahagia. Jodha tidak menyadari kalau Jalal sedari tadi memperhatikannya. Ketika pandangan mereka bertemu, Jodha dan Jalal hanya tersenyum bahagia.

Selagi seluruh keluarga sibuk berbincang membicarakan banyak hal dengan Jodha, Jalal mencoba menarik perhatian mereka semua dengan cara memukul gelas dengan sendok sehingga berbunyi "ting...ting...ting" dan dia pun mulai berbicara, "perhatian semuanya. Sebelumnya, aku mengucapkan terima kasih atas pesta penyambutan ini dan aku disini ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian. Mulai hari ini aku akan tinggal disini bersama Jodha...," Jalal mengamati semua wajah orang-orang yang ada disana.

Mendengar pernyataan Jalal membuat semua yang hadir kaget setengah mati. Tak terkecuali Jodha, ia langsung menghampiri Jalal dan memegang tangannya lalu berkata, "Jalal, apa kamu sudah gila?! Bagaimana mungkin kau tinggal disini?!"
Jalal pun menyahut, "tidak sayang, aku tak gila. Hhmmm, apakah sebulan cukup?! ahhh terlalu cepat ya? bagaimana kalau setahun?! tidak... tidak bagiku itu juga terlalu singkat. Jodha, aku ingin tinggal bersamamu selama beratus-ratus tahun, aku ingin kamu selalu mendampingiku disaat senang maupun sedih. Aku pun ingin kelak anak-anakku lahir dari rahimmu. Dulu aku pernah memintamu sebagai Nadha kepada nenek Athifa dan sekarang aku memintamu sekali lagi kepadamu sebagai Jodha di depan kedua orangtuamu..."

Jodha dan Jalal terdiam saling menatap intens kedua mata mereka masing-masing.

Jalal menghela nafas, "Jodha, will you marry me??" sambil memegang kedua tangan Jodha dan menatap intens kedua mata kelinci Jodha.

Semua orang yang ada disana nampak sangat terkejut mendengar pernyataan Jalal dan mereka semua nampak menahan nafas karena menanti jawaban yang akan diberikan oleh Jodha.

"Yes, I will Jalal," jawab Jodha sambil menatap intens kedua mata Jalal. Jalal mengecup kening Jodha dan mereka berpelukan.

Semua yang mendengar jawaban Jodha nampak sangat bahagia dan terharu. Mereka bersorak sorai gembira, tiada hal yang lebih menbahagiakan lagi setelah kembalinya ingatan Jodha dan sekarang Jodha akan menikah dengan Jalal. Meinawati, Bharmal dan Hameeda mendekati Jodha dan Jalal untuk memberikan ucapan selamat, mereka saling berpelukan satu sama lainnya dan mengecup kening serta pipi Jodha dan Jalal. Selanjutnya satu persatu anggota keluarga lainnya memberikan ucapan selamat kepada Jalal dan Jodha. Yang terakhir memberikan ucapan adalah nenek Athifa. Nampak wajah bahagia dan sedih yang terpancar di raut wajah senjanya. Cukup lama nenek Athifa memeluk Jodha dan mengecup keningnya.

Malam semakin larut dan semua anggota keluarga Jalal pamit pulang dan juga Rahim beserta istrinya. Nenek Athifa untuk sementara waktu tinggal di kediaman Bharmal karena Salima sedang ikut suaminya yang berpengusaha furniture ke Chennai. Jodha yang meminta nenek Athifa untuk tinggal bersamanya karena dia tidak tega meninggalkan nenek Athifa seorang diri di rumahnya. Keluarga Jalal terlebih dahulu pulang dan Jalal pulang belakangan karena ada hal yang ingin dibicarakannya dengan Jodha.

Setelah para tamunya pergi, Jodha pamit kepada semuanya untuk beristirahat karena dia merasa lelah. Jalal menemani Jodha menuju kamarnya. Saat sampai di depan pintu kamarnya, Jodha merasa takut untuk membuka pintunya dan melihat isi kamarnya. Akhirnya setelah Jodha membukanya dan masuk ke dalam kamarnya, betapa terkejutnya Jodha melihat isi kamarnya tidak berubah sama sekali. Dia berkeliling melihat-lihat isi kamarnya dan Jalal duduk di pinggir ranjang Jodha memperhatikan Jodha. Nampak tersirat kesedihan dan bahagia di raut wajah Jodha. Bahwa kamarnya sama sekali tidak berubah seperti 10 tahun lalu kecuali isi lemari pakaiannya karena semua baju-baju Jodha yang berusia 14 tahun sudah dipindahkan dan diganti dengan baju-baju yang sekarang. Jalal menyuruh Moti untuk membawa semua pakaiannya Jodha yang ada di rumah nenek Athifa ke rumahnya.

Jalal yang mengerti akan ekspresi Jodha segera mendekatinya yang sedang membuka lemari pakaiannya dan menariknya untuk duduk di pinggir ranjangnya lalu berkata, "aku yang meminta kepada bibi agar tidak mengubah apapun yang ada di dalam kamarmu karena aku sangat yakin kamu akan kembali lagi untuk menempati kamar ini suatu hari nanti dan lihatlah sekarang kamu ada disini sekarang," sambil menatap kedua mata Jodha yang mulai tergenang airmata.

Jodha tidak dapat berkata apa-apa dan dia merebahkan kepalanya di dada bidang Jalal dan menumpahkan segala tangisannya. Jalal memeluknya dan membiarkan Jodha menangis sepuasnya. Setelah puas menangis, Jalal meminta Jodha untuk istirahat. Setelah Jodha berada dalam posisi tidur, Jalal pamit pulang dan mengecup kening Jodha.

"Sweet dream, my Jodha," ucapnya dan berlalu dari kamar serta rumah Jodha.

Ketika berada di dalam mobil, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Rohit dilayarnya. Jalal menjawabnya, "iya Rohit, ada kabar apa?, ohh...oke kau bisa datang ke kantorku besok pagi untuk membicarakan hal ini," wajah Jalal nampak serius dan terlihat aura kemarahan serta kekecewaan.

Jalal menyalakan mesin Audi hitamnya dan berlalu dari rumah Jodha menuju ke rumahnya.

****************

Pagi-pagi di kantor Jalal, nampak Rohit di ruangan Jalal dan mereka terlibat pembicaraan serius.
"Apakah kau yakin dengan hal itu, Rohit?," tanya Jalal gusar dan kecewa sambil menggosok-gosok pinggir tangannya ke bibir tebal miliknya.
"Iya, Jalal. Inspektur Vijay sudah memastikan kalau sedan silver BMW itu adalah mobil curian yang diselundupkan dan dijual di pasar gelap. Pengirim, penadah dan pembelinya pun menggunakan nama samaran sehingga sulit untuk dilacak," jawab Rohit menegaskan.
"Meskipun begitu, aku ingin kau tetap bekerjasama dengan Ins. Vijay untuk terus memantau perkembangannya," ucap Jalal cemas.
"Baik, Jalal. Aku akan melaksanakan perintahmu," ucap Rohit.
"Oya, mengenai berita di surat kabar itu, kau sudah tahu siapa pelakunya?," selidik Jalal.
"Aku sudah dapat informasinya. Ternyata pelakunya adalah Ruqaiyah namun sewaktu dia membocorkan berita itu ke media ia memakai nama samaran dan ketika aku memberikan fotonya, mereka langsung mengenalinya," jawab Rohit.

Begitu mendengar nama Ruqaiyah yang merupakan dalang dari penyebar gosip itu membuat darah Jalal mendidih, rahangnya mengeras, tersirat kemarahan di wajah Jalal, dikepalkan tangannya dan menggebrak meja kerjanya, "sialan kau Ruq...!!!, apa maksudmu dibalik semua ini?? Dimana kau sekarang ini??!," batin Jalal marah.

Rohit kaget mendengar suara meja yang digebrak oleh Jalal dan dia bertanya, "apakah kau baik-baik saja Jalal?."
"I...iya, aku baik-baik saja. Terima kasih atas infonya Rohit. Kau boleh pergi sekarang," pinta Jalal.

Setelah kepergian Rohit, Jalal memutar kursi kerjanya ke arah jendela dan pikirannya menerawang tentang perbuatan Ruq. Dia harus segera menemukan Ruq dan minta penjelasan atas perbuatannya itu.

***************

Dua minggu sudah berlalu sejak kepulangan Jodha ke rumahnya. Saat ini Jalal dan Jodha sedang sibuk mengurusi acara peresmian pertunangan mereka. Jalal sengaja melakukan hal ini untuk mengklarifikasi pemberitaan yang tidak benar mengenai dirinya dan juga Jodha.

Acara peresmian pertunangan ini diselenggarakan di sebuah hotel bintang lima di New Delhi. Jodha dan Jalal sempat beradu pendapat mengenai hotel yang akan mereka pakai. Namun, setelah diberikan penjelasan oleh Jalal akhirnya Jodha menuruti keinginan Jalal. Jalal memakai jasa EO yang dulu pernah mengurusi acara ultah perusahaannya dan sudah tentu bunga-bunga yang dipakai untuk menghiasi dekorasi dan ruangan berasal dari toko bunganya nenek Athifa. Ballroom The Leela Palace Hotel didekorasi dengan warna kuning keemasan.

Tiga hari sebelum acara itu, Jalal akan mengirimkan beberapa paket untuk Jodha. Biasanya Jalal menggunakan jasa kurir dari butik langganannya untuk mengirimkan paket tersebut. Namun, kali ini dia ingin memberikan kejutan kepada Jodha yaitu dia sendiri yang akan mengantarkan paket itu ke rumahnya Jodha.

Ketika sampai di rumah Jodha. Jalal disambut oleh Moti dan meminta Moti untuk memanggil Jodha namun dengan tidak mengatakan kalau dirinya yang ingin menemui Jodha. Moti pun langsung menemui Jodha yang sedang ada di kamarnya dan mengatakan apa diperintahkan Jalal kepadanya. Jodha merasa bingung dan penasaran, siapa yang ingin menemuinya. Dia langsung turun ke lantai 1 rumahnya dan menemui orang tersebut. Betapa terkejutnya Jodha kalau yang ingin menemuinya adalah calon suaminya.

"Jalal? What are u doing in here?! Kamu tidak bekerja?" selidik Jodha sambil memicingkan matanya ke arah Jalal.
"Apakah aku tidak boleh menemui calon istriku? Baiklah kalau begitu, aku pergi saja" jawab Jalal membalikkan badannya dan pura-pura akan pergi sambil memasang killer smilenya.

Jodha yang melihat Jalal mulai berjalan, langsung menangkap tangannya dan berkata, "Jalal, please don't be angry like that. Maafkan aku, please don't go," menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"Ha..ha..ha," Jalal tertawa, "maafkan aku, sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin menggodamu saja," goda Jalal lalu membalikkan badannya menghadap Jodha.

Jodha mulai kesal karena godaan Jalal dan dia mengangkat wajahnya menatap Jalal. Jalal yang melihat ekspresi Jodha mulai kesal, dia menjadi panik.
"Jahat kamu, Jalal. Selalu saja menggodaku. Kamu tidak pernah puas untuk selalu menggodaku," ujar Jodha sambil memukul-mukul dada Jalal.

Jalal memegang tangan Jodha yang memukul dadanya dan mengangkat wajahnya untuk saling bertatapan "sayang, bukankah sudah beribu kali aku katakan kalau aku sangat suka menggodamu ketika aku sedang bersamamu. Aku selalu merindukan senyum dan tawamu. Jika sehari saja aku tidak melihat itu, jantungku serasa seperti berhenti berdetak," Jalal mulai mengeluarkan rayuannya. (bisa banget dehhh...klepek...klepek dah nih)

Jodha langsung luluh dan mulai tersenyum setelah mendengar rayuan maut Jalal.
"Oya, kamu belum memberitahuku maksud kedatanganmu kesini untuk apa? Selain untuk menemuiku," tanya Jodha dengan posisi kedua tangan bergelayut manja di leher Jalal.

Jalal melepas rangkulan Jodha dan berjalan menuju meja untuk mengambil beberapa kotak hitam dan menyerahkannya ke Jodha.
"Aku kesini untuk memberimu ini," jawabnya sambil menyerahkan kotak-kotak tersebut, "bukalah," pinta Jalal.

Jodha membukanya dan dia sangat terpesona dengan isinya, "Jalal, ini?."
"Iya, sayang. Aku ingin kamu memakainya untuk acara nanti," jawab Jalal terus memandang Jodha.
"Tapi, biasanya kamu menyuruh kurir dari butik atau seseorang untuk mengantarkannya kepadaku," tanya Jodha sambil memandang Jalal.

Jalal mengambil kotak yang ada ditangan Jodha dan menaruhnya di atas meja. Lalu dia memegang tangan Jodha dan membawa Jodha ke halaman belakang rumahnya. Jodha merasa heran dengan perlakuan Jalal yang tiba-tiba seperti itu dan dia diam saja mengikuti kemana Jalal membawanya. Sekarang posisi mereka berdua berada di sebuah Gazebo yang dikelilingi oleh beraneka macam bunga.

"Sebenarnya ada alasan lainnya kenapa aku datang untuk menemui," ucap Jalal gugup dan melanjutkan ucapannya, "aku ingin kamu melepaskan cincin pertunangan yang sudah aku berikan kepadamu."

Jodha terkejut mendengar ucapan Jalal yang sekaligus permintaan itu. Mata kelincinya membesar dan Jalal masih nampak santai saja melihat respon Jodha.

"Kenapa, Jalal?," tanya Jodha bingung sambil menatap Jalal.

Dengan santainya Jalal menjawab, "untuk acara peresmian pertunangan kita nanti, sebaiknya kita memakai cincin yang lama saja karena aku ingin kenangan akan sosok Nadha tidak hilang selamanya, dia tetap ada di dalam dirimu."

Jodha makin kaget mendengar pernyataan Jalal dan tak terasa bulir-bulir kristal mulai mengisi ruang matanya.

"Sebenarnya siapakah yang kamu cintai Jalal?! Apakah kamu lebih mencintaiku atau Nadha?!" tanya Jodha sedih dan menatap intens kedua mata Jalal.

Jalal memalingkan pandangannya ke arah lain dan tetap diam saja mendengar pertanyaan Jodha. Karena tidak ada jawaban dari Jalal, sekali lagi dia bertanya.

"Jalal, please. Aku mohon, jawab pertanyaanku," tak terasa bulir-bulir kristal mulai mengalir di kedua pipi mulus Jodha.

Jalal yang melihat hal itu mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Jodha. Tangannya menghapus jejak airmata yang mengalir di kedua pipi Jodha lalu tangan kirinya melingkar di pinggang Jodha dan tangan kanannya membelai lembut pipi Jodha dan tiba-tiba Jalal menempelkan bibir tebalnya diatas bibir lembut Jodha. Jalal mulai melumat perlahan bibir tipis dan lembut itu. Ketika hendak akan melepaskan ciumannya karena tidak ada respon dari Jodha, Jodha melingkarkan kedua tangannya dileher Jalal sebagai respon bahwa dia menginginkan ciuman itu.

Jalal melepaskan ciuman itu saat oksigen disekitar mereka menipis dan Jalal menempelkan keningnya di kening Jodha dan menjawab, "kamu, tentu saja kamulah yang paling aku cintai."

Jodha mengangkat kepalanya dan memicingkan kedua matanya menatap Jalal karena dia tidak percaya akan jawaban Jalal.

"Apakah kamu tidak percaya akan perasaanku kepadamu, Jodha? Aku meminta cincin itu kembali karena sewaktu aku melamarmu dulu, aku sudah mengetahui siapa dirimu sebenarnya, sayang. Jadi cincin ini tak akan pernah tergantikan oleh apapun dan siapapun," ucap Jalal menegaskan.
"Benarkah itu, Jalal? kamu sudah mengetahui saat itu kalau aku adalah Jodhamu?" selidik Jodha penasaran.
"Iya, sayang. Apakah perlu aku buktikan lagi?" goda Jalal dan kepalanya mulai dimiringkan lagi untuk mencium Jodha lagi.

Jodha tersenyum manis kepada Jalal dan mulai menciumnya. Mereka kembali berciuman dan hujan pun turun membasahi bumi turut mengantarkan kebahagiaan mereka berdua.

Malam hari sekitar pukul 7, Jalal sudah menjemput Jodha dan dia menunggu Jodha di bawah tangga rumahnya. Untuk acara ini, Jalal mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja hitam dan dipadukan dengan dasi berwarna kuning keemasan. Keluarga Jodha dan juga keluarga Jalal sudah terlebih dahulu berangkat menuju hotel.

Di dalam kamarnya, Jodha sedang berdiri di depan sebuah cermin besar. Dia melihat penampilannya. Sejenak dia berpikir, "selera Jalal sangat berkelas sekali. Aku tidak percaya kalau dia sangat ahli dalam memadupadankan antara warna dan asesorisnya."

Setelah selesai memeriksa penampilannya, Jodha menuruni tangga untuk menemui Jalal yang sudah datang menjemputnya. Mendengar suara langkah Jodha yang mulai menuruni anak tangga, Jalal membalikkan badannya dan tersenyum melihat penampilan Jodha. Lagi-lagi dia terpesona melihat Jodha yang memakai Saree. Ini yang ketiga kalinya Jodha memakai Saree dan Jalal sangat menyukainya. Kali ini Jalal memberikan Jodha, Saree warna kuning yang didominasi dengan bordiran emas dan sedikit bordiran warna merah dipinggir kain Saree. Chaniya colinya berlengan pendek, berleher rendah dan juga terbuka dibagian punggung sehingga menampakkan punggung Jodha yang indah. Kain Saree yang transparan mengekspos bagian perutnya sehingga Jodha terlihat sangat cantik dan seksi. Rambut panjang ikalnya hanya digerai saja karena Jalal lebih menyukai rambutnya yang seperti itu.

Ketika Jodha sudah sampai di anak tangga terakhir. Jalal mengulurkan lengannya sambil tersenyum menggoda lalu dia berkata, "aku sangat suka melihatmu memakai Saree. Terlihat lebih seksi dan menggoda. Setelah menikah nanti, aku ingin kamu lebih sering memakainya," pinta Jalal menggoda Jodha. Jodha hanya tersenyum saja mendengar pujian Jalal dan menggangguk pelan menanggapi permintaan Jalal.

Untuk acara yang spesial ini, Jalal tidak lagi memakai Audi hitamnya. Kali ini dia memakai Aston Martin Spectre seperti yang dipakai oleh James Bond di film Quantum of Solace. Jalal membuka pintu mobilnya untuk Jodha lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Jalal menyalakan mesin mobilnya. Mereka pun berlalu dari sana dan menuju hotel.

Setelah 30 menit perjalanan, mereka pun sampai di depan lobi utama The Leela Palace Hotel. Jalal keluar dari mobilnya dan menyerahkan kuncinya ke petugas vallet parking lalu Jalal menghampiri Jodha dan mengulurkan lengannya. Mereka berdua masuk ke dalam hotel menuju ballroom. Di depan pintu ballroom nampak Mirza yang sudah menunggu Jalal dan Jodha. Dia memberitahukan kepada MC bahwa Jalal dan Jodha sudah tiba. Di dalam ruangan sudah dihadiri oleh keluarga besar Jalal dan juga Jodha. Para kolega, para pemegang saham perusahaan, dewan komisaris baik dari pihak Jalal maupun Bharmal. Teman-teman Jodha maupun Jalal serta dari kedua orang tua mereka. Jalal juga mengundang beberapa wartawan serta beberapa pejabat penting. MC yang berada di dalam ruangan memberitahukan bahwa Jalal dan Jodha sudah tiba dan akan segera memasuki ruangan. Petugas hotel membuka pintu ballroom tersebut, tangan Jodha menggamit lengan kiri Jalal dan mereka berdua berjalan berdampingan memasuki ballroom tersebut.

Ketika Jalal dan Jodha memasuki ruangan tersebut, semua tamu yang hadir memandang ke arah mereka berdua dan nampak beberapa kilauan cahaya blitz dari kamera yang mencoba mengambil gambar mereka berdua.

Jalal dan Jodha langsung menuju ke meja yang telah disediakan untuk mereka. Mereka berdua semeja dengan para ortu mereka. Lalu MC pun memulai acara tersebut. Acara tersebut dimulai dengan beberapa sambutan lalu MC memanggil nama Jalal, memintanya untuk naik ke atas podium dan Jalal pun langsung menuju kesana. Jalal mulai berbicara dan menyampaikan maksudnya mengadakan acara tersebut dan dia memanggil Jodha memintanya untuk naik podium. Jodha langsung naik ke atas podium. Jalal menyerahkan mikrofonnya kepada MC dan memintanya untuk memegangkan mikrofon tersebut ke mulutnya.

Jalal mengeluarkan kotak hitam mungil dari saku jasnya dan membukanya lalu tangan kirinya memegang tangan kanan Jodha sedangkan tangan kanannya memegang kotak hitam mungil itu.

Sambil menatap intens mata indah Jodha, Jalal berkata, "Jodha, hari ini di hadapan seluruh orang-orang yang hadir disini, aku ingin melamarmu sekali lagi, maukah kamu menjadi istriku? pendamping hidupku selamanya? menjadi ibu untuk anak-anakku, menjadi seseorang yang berbagi keluh kesah berdua dan menjadi seseorang yang akan menemaniku sepanjang hidupku selama nafas dan jantungku berdetak," ucap Jalal lalu menghela nafas, "will you marry me, Jodha?" tanya Jalal.

Semua tamu yang hadir disana nampak terkejut dengan peristiwa yang ada di depan mereka dan nampak wajah penasaran mereka menanti jawaban Jodha.

Tanpa berpikir lagi, Jodha langsung menjawab, "yes, I will Jalal," Jodha tersenyum bahagia.

Jalal mengeluarkan cincin itu dari kotaknya dan menyematkan cincin itu ke jari kiri manis Jodha. Lalu Jalal mengeluarkan kotak hitam lainnya dari saku jasnya. Bentuk kotak ini sedikit lebih besar dari kotak yang satunya, Jalal membukanya dan berkata, "aku rasa benda ini juga harus kembali kepada pemiliknya," ucapnya sambil memakaikan gelang yang dulu Jalal berikan sewaktu mereka kencan makan malam dan gelang itu terlepas saat Jodha akan mengalami kecelakaan. Lalu Jalal mengecup kening Jodha.

Terdengar suara sorak sorai gembira dan tepuk tangan dari para tamu yang hadir serta ucapan selamat dari mereka. Jodha dan Jalal berdiri berdampingan, Jodha mengangkat tangannya yang terdapat cincin dan gelang. Para wartawan tiada hentinya mengambil foto mesra mereka.

Setelah selesai prosesi peresmian pertunangan tersebut, Jalal dan Jodha kembali menuju mereka. MC mengambil alih acara tersebut dan acara pun dilanjutkan dengan makan malam. Ketika sesi makan malam selesai, kembali Jalal berdiri dan mengetukkan gelas sampanye dengan sendok untuk menarik perhatian para tamu. Jalal mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka dan juga merasa bahagia bahwa wanita yang dicintainya semasa kecil sudah kembali dan tidak lama lagi mereka akan menikah. Lalu Jalal kembali duduk dan acara selanjutnya adalah acara musik.

"Sayang, aku punya kejutan untukmu," ucap Jalal kepada Jodha lalu memberikan kode pada MC untuk melanjutkan ke acara khususnya.

Kejutan itu adalah Jalal mengundang aktris favoritnya Jodha yaitu Shahrukh Khan dan Kajol, mereka berdua akan menyanyikan lagu 'Mehndi laga Kherakna' di film Dilwale Dulhanian Le Jayenge.

Jodha nampak kaget saat melihat dua artis ternama itu muncul di podium. Dia melirik ke arah Jalal dan mengucapkan terima kasih dengan mencium pipi Jalal. Spontan Jalal kaget dan hanya memberikan senyuman mautnya sebagai balasannya. Para tamu yang hadir nampak senang dan bertepuk tangan.

Kedua artis itu mulai bernyanyi lalu Jalal menarik Jodha ke area kosong di depan podium dan mereka mulai berdansa diiringi oleh lagu tersebut. Ketika SRK dan Kajol selesai bernyanyi, mereka mengucapkan selamat kepada Jalal dan Jodha lalu berfoto bersama. SRK dan Kajol melanjutkan penampilan mereka dengan menyanyikan lagu berikutnya. Jalal dan Jodha hanya menikmati saja lagu tersebut dengan posisi Jalal memeluk Jodha dari belakang. Selama acara wajah mereka dipenuhi oleh kebahagiaan. Senyuman tidak pernah terlepas dari wajah mereka.

Dari sudut ruangan nampak seseorang yang sangat tidak menyukai acara tersebut dan dia segera berlalu dari sana sambil menelepon seseorang.

**************

Berita mengenai acara peresmian pertunangan Jalal dan Jodha menjadi headline di semua surat kabar yang ada ada di India bahkan di beberapa media asing.

"...Akhirnya pengusaha muda terkenal dan terkaya bertunangan dengan seorang wanita yang tidak lain adalah cinta pertamanya yang sudah kembali ke sisinya...".

Seseorang yang membaca berita tersebut sangat kesal dan marah lalu dia merobek surat kabar itu dan membuangnya ke tempat sampah. Dia menelepon seseorang dan berlalu dari sana.

Dua bulan sudah sejak acara peresmian pertunangan tersebut diselenggarakan. Saat ini Jalal dan Jodha kembali disibukkan dengan acara pernikahan mereka. Hari ini Jodha akan menemui Jalal di kantornya untuk membahas konsep acara tersebut dengan WO yang sudah ditunjuk oleh Jalal.

Jodha menuju kantor Jalal dengan menggunakan taksi. Setelah sampai didepan gedung kantor Jalal, Jodha kemudian menelepon Jalal untuk memberi kabar bahwa ia sudah berada didepan kantornya dan segera menuju ruangannya. Jalal yang mengetahui Jodha telah sampai, segera berlari menuju lobi untuk menyambut kedatangan kekasihnya untuk pertama kalinya di kantor.

Namun ketika Jodha akan memasuki lobi kantor Jalal, tiba-tiba ada van hitam yang menghampirinya dan keluar dua orang pria berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup muka, mereka menarik paksa tubuh Jodha masuk ke dalam van. Jodha kaget dan langsung berteriak, "JALALLLLLLLLLLL......”

TBC

FanFiction Love From The Past Part yang lain Klik Disini
Precap: Ruq menculik Jodha


FanFiction Love From The Past Part 34

5 comments:

  1. Like it..like it...seru mba,lanjut...jgn lama2, cz sering bgg krn banyaknya ff: )

    ReplyDelete
  2. Suka. .... suka skali...
    Tp kok d clik lg????
    Chusni kok ruq sll kbgian pran jht sich???
    Kn ksian jg. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan di His First Love Ruq sudah dapet peran baik, Mbak Sinta.. Dia malah jadi sahabatnya Jodha disana...

      Delete
  3. Aduhhh...gregetan deh ama ruq tk henti2nya bkn ulah...lanjuttt...tks ya mba chus dan mba resza...

    ReplyDelete
  4. Aduhhh...gregetan deh ama ruq tk henti2nya bkn ulah...lanjuttt...tks ya mba chus dan mba resza...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.