FF: The Gift of Love Part 23 - ChusNiAnTi

FF: The Gift of Love Part 23


By: Shenazzahra...... Hujan mulai turun mengalunkan nada rindu pada dua insan yang saling mencinta. Jalal masih menggenggam erat kedua tangan istrinya sambil berkata “Jodha, sudah malam. Mari kita masuk? mas ngantuk. Hmmm,, apa mau ku gendong?”
Jodha tersenyum sambil meledek, “Emangnya mas Bawelku kuat?”
Jalal tertawa, “hehehe... enggak... bawa badan sendiri aja berat.” Keduanya pun tertawa bersama lalu masuk kedalam rumah.

Sekarang mereka telah berada di kamar. Setelah lama tidak berinteraksi secara intim membuat keduanya nampak canggung. Melihat suaminya hanya duduk ditepi ranjang, Jodha berinisiatif bertanya, “Kenapa mas tidak tidur, bukannya tadi bilang ngantuk?”
Jalal tersenyum sambil berkata, “Apa istriku tidak mau memberikan obat tidur? Biasanya mas akan nyenyak tidur kalau sudah melakukan aktivitas yang bikin capek.”
Jodha mengerutkan keningnya, “Maksudnya?? aku gak ngerti mas!!”
Jalal menepuk jidatnya, “Ya Alloh, mengapa istriku gak mengerti juga. Kalau suaminya begitu merindukannya.”
Sontak Jodha tertawa, “hahahaha.. mas sih pake muter-muter segala. Oke honey, saya dengar dan saya ta’at. Bukankah kau pernah bilang, ‘bahkan walau kau berada dipunggung unta pun, ketika suamimu menginginkan “nya” kau harus menurutinya’ Aku selalu ingat itu mas bawelku.”
Jalal tersenyum sambil menarik lembut hidung Jodha, mengecup lama kening Jodha lalu berbisik mesra ditelinga istrinya, “Jangan lupa berdo’a biar syetan tidak ikut menikmatinya.”

~Bismillahi Allohumma jannibnaa minasy syaithooni wa jannibisy syaithooni maa rozaqtanaa (dengan menyebut nama Alloh, ya Alloh jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang telah engkau rizkikan kepada kami)~

Jalal kembali berbisik, “Sayang, mau ala ustad atau ala preman?”
Jodha tersenyum sambil berkata, “Memang apa bedanya mas?”
Jalal tertawa, “hehehe. Bedanya kalau cara ustad kau harus membuka seluruh bajumu. Kalau preman kau cukup membuka seperlunya saja.”
Merekapun tertawa bersama-sama. Jodha mendaratkan tinju sayangnya kedada bidang Jalal sabil berkata, “Masku ini lucu banget. Hahahah.. mmm.. aku pilih cara ustad... setuju???” Jodha mengakhiri kata-katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Jalal tersenyum melihat tingkah lucu istri tercintanya, “Jodha... tarik selimutnya.. jangan sampai jin ngintipin kita. Sebangsa mereka itu bisa melihat apa yang kita lakukan.”

Suara hujan mengiringi malam indah dua insan yang sedang memadu kasih. Mencurahkan segenap rindu yang selama ini menuntut pemenuhan.

==== 000 ====

“Syukron sayang., Kau telah memberiku obat tidur. Aku lelah sekali,” ucap Jalal.
Jodha segera menarik tangan Jalal untuk bangun, “sayang.. kau harus ambil wudhu dulu, baru boleh tidur. Bukannya kau yang bilang begitu.”
Jajal segera menarik piyamanya sambil berkata, “siap..komandan..”
Jodha pun mengikuti dari belakang. Mereka pun tertidur dengan pulas dengan kepala Jodha menyandar di dada bidang sang Ikwan Agra.

====000====

Keesokan paginya setelah shalat subuh, Jalal berinisiatif mengajak Jodha jalan-jalan. Melihat matahari terbit dan berjalan di pematang sawah menikmati sejuknya udara pedesaan dengan kicauan burung. Seluas mata memandang terhampar pemandangan indah, padi yang mulai menguning. Sebagian nampak masih hijau, sangat kontras dengan hiruk pikuk suasana kota. Jodha berjalan bertelanjang kaki, dia merentangkan kedua tangannya menjaga kesimbangan. Tubuhnya menyusuri pematang sawah yang cuma jalan setapak, berkali-kali Jodha kehilangan keseimbangan namun dengan sigap Jalal segera menangkap tubuh istrinya. Tiba-tiba Jodha memegangi perutnya, “uhukk.. Hueek.”
Jalal panik, “Jodha, kenapa... kau sakit?”

Jalal panik melihat kondisi Jodha. “sayang, kita pulang ya..ayo naik kepunggungku,” ujar Jalal sambil Jongkok.

”Tidak mas, aku jalan sendiri saja.. bukannya kau tidak kuat mengendongku” bantah Jodha.

”Jodha Dalam kondisi terdesak, seseorang akan mampu melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuannya, ayo cepetan ga usah bawel, lama2 ko lebih bawel dari suamimu.”

Akhirnya Jodha pun mengalah, dia naik ke punggung suaminya, menyandarkan kepalanya, tangannya melingkar di leher Jalal, dengan suara lirih Jodha berkata, “berat ya mas? kau tidak malu diliatin orang2.”

“tidak, untuk apa aku malu.. kau sakit, sudah jadi kewajibanku sebagai suami memberikan pelayanan yang terbaik.”

Jodha tersenyum sambil berkata “syukron sayang.. kau begitu baik padaku, aku bersyukur memiliki suami yang sadar tugas sepertimu.”

Jalal terus berjalan, suasana masih agak gelap belum banyak orang yang beraktifitas diluar rumah, sesekali mereka melintasi rumah dimana ada ibu2 yang sedang menjemur pakainan, mereka tersenyum melihat dua insan yang terlihat begitu romantis.

”Jodha, kau mau dengar cerita tentang bidadari surga?”ucap Jalal sambil membetulkan posisi gendongannya.

“tentu sayang,”jawab Jodha.

Jalal mengatur nafasnya, aga repot memang mengendong sambil bercerita, karena harus membagi membagi tenaganya... “Jodha, seorang laki2 ahli surga disediakan 72 bidadari oleh Alloh, kadang2 bidadari2 itu minta izin pd Alloh untuk turun ke langit bumi, mengintip sang pujaan hatinya dari balik awan, mereka tidak suka bila sang pujaan hatinya mendapat pendamping yang tidak ta'at pd suaminy, begitu pula dg Alloh SWT tidak menyukai seorang istri yang tidak pandai berterimakasih pada suaminya. Namun ada yang membuat para bidadari itu iri.”

“apa itu mas?”sela Jodha.

Jalal: “Bidadari itu iri pd istri yang ta'at sama suaminya, selama ketaatan itu bukan pd perbuatan dosa, dan kau telah membuat mereka iri.”

~~~~~~~~~~o0o~~~~~~~~~~

Jalal telah sampai di depan rumahnya, ibu Hameeda dan Dewi kaget melihat yang terjadi dg Jodha, setelah membersihkan kakinya yang penuh lumpur sawah, Jalal membimbing Jodha masuk kamar. “ibu adakah dokter disekitar sini?” tanya Jalal khawatir.

Hameeda perfikir sejenak hingga akhirnya dia tersenyum “nak, kau ingat Fara teman SMP mu, anaknya pak Muhammad tetangga kita, dia sekarang sudah jadi dokter, sebentar ibu cari no tlp nya, semoga dia bisa menolong kita.”

Hameeda bergegas menuju kamarnya, dia pun segera menelepon Fara. Tak berapa lama suara bel berbunyi, tak sabar Jalal membukakan pintu. Benar saja Fara teman SMP nya telah berdiri di depan pintu, namun apa yang terjadi dg Fara, dia terkesima, menatap tak berkedip sosok laki2 yang keluar dari balik pintu, Fara terpesona dg karisma teman SMPnya, wajahnya yang teduh, sorot matanya yang adem..nyesss rasa aneh menyiram qolbunya. Terkenang kembali masa belasan tahun yang lalu ketika mereka sering pulang sekolah barsama menyusuri pematang sawah, Jalal adalah laki2 pertama yang membuatnya jatuh cinta, meski hanya cinta monyet dan belum sempat terungkap namun masa2 itu sangat berkesan.

“Fara bisakah kau menolongku, istriku muntah2, tolong periksa dia” kata Jalal,

sontak membuyarkan lamunan Fara, ”oh..i..iya.. tentu saja, aku akan memeriksanya.”

Mereka bergegas kekamar, Fara memeriksa kondisi Jodha, tak berapa lama Fara tersenyum..”selamat Jalal kau akan memiliki penerus.”

Semuanya tersenyum lega, Ibu Hameeda dan Dewi segera memeluk Jodha, Fara pun pamit.Hameda dan Dewi keluar dari kamar.

Jalal duduk ditepi ranjang dielus perut istrinya penuh cinta “Jodha, aku merasa jd lelaki sesungguhnya”dia pun melanjutkan kata2nya “Jodha kau tau, dua rakaat shalat wanita hamil sama dg 80 rakaat shalatnya wanita biasa, malaikat akan beristighfar unk wanita hamil, pd siang hari wanita hamil mendapatkan pahala puasa dan malam harinya mendafatkan pahala qiyamu lail.”

~~~~~~~~~~o0o~~~~~~~~~~

Di Kamar Ikhwan Agra, Jalal sedang memuroja'ahi istrinya,mengecek hafalan Jodha, selama hampir setahun menikah, Jodha sudah mengahafal 2 juz Al Qur'an, sebuah prestasi yang membanggakan bagi seorang mualaf.

Jalal: “sayang kau pernah dengar seorang ibu hamil yang menyukai surat Al Kahfi, setiap saat ibu tersebut selalu melantunkan surat Al Kahfi..tanpa disadari anak tsb merekam apa yang didengarnya bahkan sejak ia di dlm kandungan, itu terbukti ketika mulai bisa bicara yang keluar dari mulutnya bacaan surat Al Kahfi.”

Jodha tersenyum sambil mengelus perutnya perlahan tangan Jalal juga ikut mengelus perut istrinya. ”kau dengar suara abi sayang?” telinga Jalal pun ditempelkan diperut Jodha.. seolah ingin mendengar jawaban dari anaknya.

”apa yang kau dengar Abi?”tanya Jodha.

”dia bilang iri melihat kisah cinta sejati ummi sama abinya yang banyak dikisahkan oleh para penulis.”

Jodha pun tersenyum, “tidurlah disini,” kata Jodha sambil membimbing kepala Jalal agar tidur dipangkuannya, perlahan jemarinya menyisir rambut Jalal yang sedikit gondrong dia berkata “sekarang ummi mau cerita unk dedek bayi dan laki2 tampan yang ada di pangkuanku.. mm.. alkisah ada seorang istri memiliki rambut yang sangat panjang, banyak orang yang sudah menawar rambutnya, suatu hari sang istri meminta dibelikan sisir pd suaminya, bukan tidak mau membelikan, namun sepedah tua 'satu2 nya kendaraan yang mengantarnya kerja' jd kuli panggul di pasar pun belum sempat iya ganti bannya. Keesokan harinya sang suami pergi kepasar, dijualnya sepedah tua dg harga murah, dia pun membeli sisir dan bergegas pulang namun ketika pulang dia kaget melihat rambut istrinya telah dipotong pendek, 'aku menjual rambutku unk membeli ban sepedahmu'... 'dan aku menjual sepedahku untuk membelikan mu sisir' jawab suaminya. Mereka pun menangis, bukan krena rambut atau pun speda yang telah tiada, namun terharu dg yang dilakukukan pasangannya. Cinta sejati bukan hanya kata2 tapi terletak pd perbuatan dan pengorbanan yang dilakukan.”

To Be Continued

FanFiction The Gift of Love Part yang lain Klik Disini

FF: The Gift of Love Part 23

5 comments:

  1. Syukron,,,jd pgn pya kelg samawa ala ikhwan agra:-) smg kelak ank2ku jd ank sholeh ky ms bawel:-)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah. . . Jadi pngen nangis bacanya. . . Terbyr sdh pnantianq nggu part ini.
    D tngg klnjtannya. . .

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah. . . Jadi pngen nangis bacanya. . . Terbyr sdh pnantianq nggu part ini.
    D tngg klnjtannya. . .

    ReplyDelete
  4. Hot tapi lembuuuuut. Jadi puengn seperti pasangn suami isteri ini

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah ngena,banget ceritanya
    Berharap punya keluarga kayak gini,, saling mengingatkan tentang ibadah

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.