FF: His First Love Chapter 31 Part 1 - ChusNiAnTi

FF: His First Love Chapter 31 Part 1



Written by Samanika
Translate by Tyas Herawati Wardani

“Permulaan baru”
Jalal mengecek waktu di jam tangannya sekali lagi. Saat itu hampir jam 3 sore, harusnya agenda acaranya ditutup lebih awal. Dia merasa sangat lelah dan tangannya yang lain bergenggaman dengan Jodha. Mereka berdua duduk bersebelahan, namun sepertinya pembicara di podium tidak menunjukkan tanda-tanda mengakhiri pidatonya. Keduanya terlihat bahagia dan bersinar, terutama Jodha. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya, ciuman pertama dan pelukannya dengan Jalal telah membuatnya berbunga-bunga. Dia ingin berada di dalam kehangatan dekapannya lagi, sepertinya hal itu berhasil menghapuskan semua kegundahannya. Dia berusaha berkonsentrasi, di sela-sela waktu dia melirik pria tampan tepat di sebelahnya, yang sepertinya juga merasakan hal yang sama. Seakan-akan sang pria akan langsung meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju hotel hanya untuk bersamanya, menghabiskan sisa malam itu sebelum mereka pulang besok. Jalal menatap bibir ranumnya, ingin sekali dia mencium bibir itu lagi.

Akhirnya, sesuai harapan mereka, pidato itupun berakhir. Keduanya menarik napas lega, dan seketika bangkit dari duduk mereka. Jalal menyelesaikan beberapa formalitas, sementara Jodha menunggu di lobi. Dia mengedarkan pandangan mencari Jalal, dan disanalah dia, datang menghampiri dengan senyun lebar di wajahnya. Jodha berdiri, tampak senyum di wajahnya yang bahkan jauh lebih lebar. Begitu sudah dekat, Jalal langsung memeluk Jodha, menuntun kepala Jodha, direbahkan di dadanya. Setelah itu mereka saling memandang, tangan Jalal masih memeluknya dan Jodha memandang ke dalam mata Jalal.
Jalal: “Haruskah kita pergi sekarang?”
Jodha (tersenyum): “Iya”

Mereka melangkah keluar, sudah ada taxi yang menunggu mereka. Keduanya masuk dan duduk dengan nyaman. Dia memerintahkan sopir segera jalan, dan Jodha kembali merebahkan kepala di lengan Jalal, tangan mereka saling mengait.
Jalal: “Apa yang ingin kau lakukan malam ini, Jodha?”
Jodha: “Ummm... Aku tidak tahu. Seharusnya kita kan harus merapikan pakaian?”
Jalal: “Oh yah, tapi kurasa hal itu tidak butuh waktu lama. Apalagi penerbangan kita di atas jam 1 siang dan kita masih punya sisa waktu hampir sehari besok! Kita bisa makan malam di salah satu restoran dekat hotel.
Jodha: “oh oke.”

Jalal mengarahkan tangannya yang lain ke kepala Jodha dan mulai membelainya dengan mesra.
Jodha: “Kau tahu, aku ingin kita menghabiskan waktu berdua sebelum kita kembali.”
Jalal: “Jadi kita akan jalan-jalan begitu?”
Jodha: “Bukan, maksudku hanya berdua di dalam ruangan kita. Waktu kita telah terkuras habis menyelesaikan semua kewajiban sejak pagi! Untunglah masih tersisa satu hari lagi.” Jodha menempelkan tangan di dada Jalal, “Aku hanya ingin bersamamu, Jalal.”
Jalal: “Oh Jodha, dan aku juga ingin kau selalu disampingku.”

Keduanya kembali tenggelam dalam perasaan cinta mereka, sama sekali tidak memperhatikan dunia di sekelilingnya. Bahkan, ketika taxi mereka telah sampai di hotel, sang sopir bahkan harus memanggil Jalal hampir tiga kali. Begitu sampai di ruangan mereka, Jodha menghempaskan dirinya di sofa. Hari itu sangat melelahkan bagi mereka. Beberapa waktu duduk tanpa melakukan apa-apa, Jalal memutuskan akan menyeduh kopi untuk mereka.

Tak berapa lama, Jalal datang membawa dua cangkir di tangannya. Jodha mengambil salah satu, menyisip sedikit ketika Jalal menempatkan tubuhnya di samping Jodha.
Jodha tersenyum, “Umm... enak sekali! Aku suka kopi hitam! Bagaimana kau belajar membuatnya?”
Jalal juga tersenyum,  “Aku pernah tinggal di asrama, jadi ketika kami harus terjaga sampai malam saat belajar untuk ujian, aku sering membuatkan kopi untuk teman sekamarku.”
Jodha: “Oh, aku yakin mereka pasti juga menyukainya.”
Jalal: “Ada yang suka, ada yang tidak. Pernah suatu ketika aku lupa menambahkan gula, lalu temanku mengguyurkannya ke kepalaku.”

Jodha terbahak-bahak, seakan dia belum pernah mendengar cerita selucu itu. Mau tidak mau Jalal memandangnya, karena tawa itu telah membuat wajahnya bersinar dan menambah kecantikannya. Melihat tawanya menularkan tawa juga padanya.

~~~~~~~~~~~~~o0o~~~~~~~~~~~~~

Jodha memutuskan untuk merapikan pakaian ke dalam kopernya. Kopi itu telah menghilangkan kantuknya, tapi kelelahan masih dirasakannya, meski begitu dia memaksakan diri melakukan hal yang membosankan ini. Menarik koper kosongnya dari dalam lemari, dia mulai menyusun pakaiannya serapi mungkin, menyediakan tempat untuk kosmetik dan barang-barang kecil lainnya. Dia menyiapkan baju untuk dipakainya malam ini dan untuk penerbangan besok. Setelah beres, dia mengedarkan matanya ke sekeliling kamar untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan, dan pandangannya tertumpu pada dress putih di atas tempat tidur. Dia mengambilnya dan menguburkan wajahnya di baju itu. “Aku tidak akan pernah melupakan hari ini, ini adalah hari paling istimewa dalam hidupke. Hari saat aku mengakui cintaku pada Jalal.” Dia tersenyum dan melipat bajunya, menyusunnya juga ke dalam koper.

Penasaran menunggu malam ini, dia berdiri di depan cermin, mengagumi dirinya sendiri. Wajahnya bersinar, secara ajaib tampak setelah apa yang terjadi pagi tadi. Dia meraba wajahnya, menyusurkan jari ke keningnya, hidung dan bibirnya, yang masih terasa sedikit sensitif. Mengingatkannya akan ciuman mereka pagi tadi, ciuman yang lembut tapi menuntut pada saat bersamaan. Perasaannya berbunga-bunga setiap kali mengenangnya. Jodha menyusurkan jari di bibirnya, “Ciuman itu benar-benar indah! Membuatku melayang! Aku ingin... merasakannya lagi.”

Jalal beristirahat di kamarnya. Sebentar saja dia telah selesai merapikan pakainnya dan merentangkan tubuhnya di tempat tidur setelahnya, memikirkan tentang banyak hal yang telah berubah hanya dalam waktu beberapa jam saja. Pengakuan Jodha yang tiba-tiba, ungkapan perasaan mereka, dan saat-saat romantis berkelebat dalam benaknya. Seperti mimpi baginya, dia hampir tidak percaya bahwa Jodha hanya mencintainya dan tidak ada yang lain. Dia bahagia, membayangkan akan menikmati waktu hanya berdua malam ini.

Jam menunjukkan pukul 7 malam. Jodha mulai berdandan, dia mengenakan gaun malam warna pink dengan potongan yang sedikit terbuka. Dia ingin tampak lebih menawan malam ini, untuk membuat Jalal kagum. Membubuhkan kajal di matanya, dan menguatkannya dengan eyeliner. Mengoleskan lip gloss warna merah muda dan memasang anting di telinganya. Menyisir rapi rambutnya namun membiarkannya tergerai, dan menyemprotkan parfum. Sepasang sandal berwarna perak mempercantik kakinya dan dia siap untuk pergi.

Jalal duduk di kamarnya, menunggu Jodha selesai berdandan. Mengenakan setelan resminya dipadu shirt warna hitam. Dia mendengar pintu dibuka dan mengangkat pandangannya. Jodha berdiri di depannya, membuat matanya melebar karena kagum. Belum pernah dia terlihat begitu cantik, sangat berbeda dari kesehariannya. Jalal tidak kuasa melepaskan pandangannya, pertama kali dia tak mampu bicara.

Jodha melangkah ke arahnya dan Jalal berdiri menandakan mereka siap pergi. Jodha tersenyum dan bertanya, “Kita pergi?”
“Iya,” jawab Jalal dengan singkat.
Dia mulai berjalan namun Jalal tiba-tiba menghentikannya.

To Be Continued

FanFiction His First Love Chapter yang lain Klik Disini


FF: His First Love Chapter 31 Part 1

8 comments:

  1. UsNiii...taMbah Lagii doNggg...hee kecaNduaN Nee...SaMa jalal..kok tiba" MeNgheNtikaN jodha...Mauu ciuMaN Lagii kah...cieee..ciee Ngarep..

    ReplyDelete
  2. Yaaa....koq berhenti ya, ada yg kelupaan bang ?, lanjooottt nanda...

    ReplyDelete
  3. Hehehehhe. . Usniiii knp itu???dompetnya ktnggln tah??????hehehehe. . . Lgi. . .lagi. . . Sush move on ne klo gni.

    ReplyDelete
  4. Dsini ni ky nya jodha lebih ... Hmmm ... apa y namanya ... Passionate kali y,, hehehe ...
    dtunggu lanjutannya usni,makasih ;)

    ReplyDelete
  5. Hehehehhe. . Usniiii knp itu???dompetnya ktnggln tah??????hehehehe. . . Lgi. . .lagi. . . Sush move on ne klo gni.

    ReplyDelete
  6. Awww,,jd g sbr tguin klnjtnna,,part 2 mlm ini y mb chuss,,pliisss:-)

    ReplyDelete
  7. yaaccc crit'a brsmbung d saat yg ga tept....bkin tmbh pnsrn j....lnjut dnk

    ReplyDelete
  8. yaaccc crit'a brsmbung d saat yg ga tept....bkin tmbh pnsrn j....lnjut dnk

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.