FF His First Love Chapter 32 - ChusNiAnTi

FF His First Love Chapter 32



Written by: Samanika
Translate by: Marvie Kidshop

***Cinta Bersemi***
“APA?” mereka berdua berteriak bersamaan informasi yang mereka peroleh tak hanya sulit dipercaya tapi juga sangat mengejuntukan. Salima mungkin memang telah mengetahuinya tapi dia sama sekali tak berpikir bahwa segala sesuatunya berlalu dan terlewati begitu cepat selama perjalanan dinas mereka. Bagaimanapun keterkejutan mereka berubah menjadi senyuman gembira dan mereka berpelukan erat.

Ruqaiyya: “Jo, selamat ya, akhirnya pak presiden menjadi Jalalmu,” sambil tersenyum menggoda Jodha.

Salima: “Jo, kami sangat gembira untuk kalian berdua.” **ah senangnya punya sahabat seperti Ruq n Salima**

Kopi yang mereka pesan telah tiba, Ruq dan Salima segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing dan menunggu kronologi cerita sahabat dan bossnya menjadi sepasang kekasih.
Ruqaiyya: “Jo, ceritakan pada kami sedetail-detailnya.”

Salima: “ya.. jangan ada yang tertinggal satupun, kami sangat tertarik mengetahui bagaimana seorang Rajput yang keras kepala bisa bersatu dengan seorang boss yang egois.” (Salima dan Ruq kepoo berat ...begitupun kita sebagai reader)

Jodha: “Ahh... kalian ini aku jadi malu.”

Ruqaiyya: “Kami kan temanmu, ayolahh Jo ceritakan pada kami. Apakah kau melakukan sesuatu yang ‘nakal’?”

Salima: “ya Ruq, sesuatu pasti telah terjadi selama mereka disana dan dia tak ingin menceritakannya pada kita.”

Jodha: “Kelihatannya kalian tidak mau mengalah, baiklah aku akan ceritakan semuanya . Ketika kami tiba di hotel saat di Miami, aku mengalami satu kondisi dimana reservasi kamarku bermasalah dan membuatku terpaksa tinggal sekamar dengan Jalal.”

Reaksi keduanya setelah mendengar kalimat terakhir sangat tak terbayangkan. Bagi Ruq dan Salima mereka sangat senang sekaligus terkejut melihat keputusan Jodha, mereka merasa Jodha telah berubah menjadi sosok yang tak ragu dalam mengambil keputusan dan dia tau apa yang dilakukannya. Mereka berdua telah melihat sisi lain dari Jodha dan tentu saja mereka sangat menyukainya.

Ruq tersenyum setengah menggoda: “Ohh tidak Jodha sigh sekarang aku sangat yakin ‘sesuatu telah terjadi’ di kamar itu. (si Ruq ngebayangin apaa yaa? Saat mereka berada dalam satu kamar? Aihh Ruq )

Salima: “Apakah kalian tidur dalam satu kamar?”

Jodha: ““Tidak maksudku kamar itu adalah kamar yang sangat besar sehingga kami bisa dapat kamar kami masing-masing.”

Ruqaiyya: “Apa? Aku yakin sesuatu telah terjadi diantara kalian secepat ituu? (Ruq tetap ngeyel) ayolahh Jodha...”

Jodha menceritakan semuanya pada mereka, setiap kejadian yang akhirnya mengarah pada pengakuan (antara Jodha dan Jalal). Ruq dan Salima mendengarkan dengan sangat intens, keduanya sangat terkejut ketika Jo menceritakan tentang buku harian online milik Jalal dan saat dia memutuskan untuk mengakui pada Jalal bahwa dia telah membacanya. Setelah Jodha bercerita Salima dan Ruq tersenyum lebar dan tak henti-hentinya memeluk Jodha

Salima: “Oh Jo, kami sangat bahagia untuk kalian berdua.”

Jodha (tersipu): “Kalian.... terima kasih banyak dan aku belum cerita pada siapapun kecuali kalian.”

Ruqaiyya: “Tapi kau belum cerita satu hal pada kami alasan apa yang membuatmu begitu cepat mencurahkan isi hatimu padanya? (bahkan di pagi hari)”

Jodha: ““ummmm... tak ada aku hanya menyadarinya secara spontan.”
Ruq tersenyum menggoda, “Ohh benarkah? Aku yakin ada sesuatu yang tak ingin kau ceritakan pada kami. Anyway.. kami mengharapkan semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua.”

Tiga gadis itu melanjutkan obrolan mereka dan menceritakan pada Jodha semua gosip yang terjadi di kantor. Satu dari karyawan kantor telah mengadakan Acara yang sangat besar, tapi kemudian ada orang lain yang mengeluhkan suara musik yang terlalu keras dan sangat mengganggu serta memanggil polisi karenanya, setelah polisi tiba di lokasi acara, mereka hanya mengukur suara musiknya kemudian pergi.

Jodha: “Apakah benar itu terjadi?”

Salima: “ya dan tak sedikit karyawan yang melihat kejadian itu, dan kudengar dari salah seorang yang ikut dalam acara itu juga disediakan minuman beralkohol disana, untung saja polisi tidak menyitanya.”

Jodha: “apakah Jalal mengetahui semua ini?”

Ruq: “sepertinya dia tau, karena ayahmu dan tuan atgah menghubunginnya, sekaligus berdiskusi dengannya. setelah kejadian itu mereka berdua langsung memecat karyawan itu, aku yakin ayahmu dan tuan atgah tentu saja akan memberitau Jalal sebelum mengambil keputusan.”

Setelah menghabiskan waktu bersama, beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk berpisah dan pulang, Jodha berjanji akan menemui mereka kembali saat masuk kerja hari senin.
Ruq: “okaay , jangan lupa juga ceritakan kata-kata romantis apa yang telah bos ucapkan padamu okayy”

Salima: “Ruq .. ayoo.” Dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Saat itu sudah menjelang malam saat Jodha tiba dirumahnya. Dia sedang bersantai di kamarnya ketika telfonnya berdering.
Jalal: “tidakkah sayangku merindukanku hari ini?”

Jodha: “hmm tentu saja (kalau baca ini jadi ikut senyum-senyum sendiri)

Jalal: “lalu kenapa dia tak menelfonku?”

“karena dia sedang sibuk menemui temannya ketika pulang,” sesaat Jodha tersenyum lebar, meskipun mereka berjauhan jarak, Jodha bisa merasakan sangat lega hanya dengan mendegar suaranya dan seolah-olah Jalal memastikan bahwa dia selalu ada untuk Jodha.

Jalal: “Jodha, aku ingin bertemu denganmu sekarang “

Jodha: “Jalal, kamu tau kan aku tidak bisa ak baru saja pulang dan apa yang mereka pikirkan jika aku keluar rumah lagi , mereka juga belum tau ttg kita .”

Jalal: “Baiklah, bagaimana jika... kau kirimi aku fotomu..?”

“Ummm...sekarang? “ Jodha sedikit bertanya-tanya.

Jalal: “Hmm ya sekarang.. aku ingin lihat bagaimana wajah bidadariku saat ini”

Jodha: “kau kan sudah melihatku.”

Jalal: “Jodha ini sudah 24 jam sejak kita pulang dan aku belum melihatmu rasanya seperti sangat lama. (fiuhh sehari rasanya seabad....pemirsaah) Aku sudah tak sabar rasanya menunggu bertemu denganmu hingga senin rasanya sangat lama sekali.”

Sesaat keduanya terdiam dan Jodha memecah keheningan diantara mereka, “baiklah .. beri aku waktu untuk bersiap, aku akan menemui papa dan mama.”

Jalal: “berapa lama aku harus menunggu?”

Jodha: “hmm... sebegitu rindukah padaku?” (Kira-kira Jodha ekpresinya sambil menggoda gitu mungkin mskipun hanya lwt telpon) Ya kira-kira satu jam. hottiemu ini ingin terlihat cantik didepanmu.”

Jalal: “oh ...woww “

Jodha: “baiklah,  aku pergi dulu sekarang,bye sayang.”

Jodha bergegas ke ruang makan dan menemui keluarganya yang tela menunggu disana. Mereka makan malam dengan gembira sambil mendengar Jodha berbagi pengalamannya selama pergi, tentu saja Jodha tdk menceritakan bagian yang mengejutkan kepada keluarganya, Jodha memberikan cerita yang biasa pada keluarganya, ibunya meinawati memperhatikan wajah Jodha yang berseri-seri dan berpikir mungkin ini efek karena dia telah melakukan perjalanan baru yang menyenangkan baginya. Setelah selesai makan malam Jodha bergegas masuk ke kamar dan mengunci pintunya.

Mainawati merasa heran dan bertanya-tanya, “kenapa dia begitu terburu-buru dan mengunci pintu kamarnya?”

Bharmal: ““maina, biarkan dia berisirahat mungkin dia masih kelelahan dan mengalami jet lag setelah tiba disini.”

Di kamar, Jodha membongkar lemarinya dan mencari-cari baju yang cocok utk dipakai dan akhirnya dia memutuskan untuk mengenakan gaun tidur strappy berwarna biru dan melepas rambutnya. Sejenak dia berpose di depan cermin kemudian menekan tombol pada kamera ponselnya dan segera mengirimkan fotonya pada Jalal. Setelah beberapa menit berlalu tak ada balasan dari Jalal, Jodha berpikir mungkin dia masih lelah dan juga mengalami jet lag sehingga menunggu dan tertidur, Jodha pun merasakan matanya berat dan memutuskan untuk menelponnya nanti malam.

Keesokan harinya setengah berteriak Jodha bertanya pada ibunya, “Ma, apa bekal makan siangku sdh siap?” semalam Jodha tertidur karena kelelahan dan bersyukur karena jet lag yang dialaminya membuat jadwalnya lebih teratur, dan dia berhasil menyelesaikan semuanya tepat waktu, setelah selesai berpakaian dia meletakkan berkas ke dlam tasnya saat dia mendengar suara sms masuk, “sayang aku menunggumu di bawah.” (heii broo ini masih pagi udah sayang” aja hehhe --pliss ignore) Jodha tau benar bahwa Jalal telah menunggu sepanjang akhir pekan utk bertemu dengannya, karena Jodha sndiri tak sabar untuk bertemu dengannya. Segalanya nampak berjalan lambat bahkan untuk sarapan sekalipun rasanya Jodha sdh tak sanggup dan memilih utk melewatkannya, Jodha segera bersiap berangkat tak lupa membawa kotak bekal makan siangny dia bergegas keluar dan masih sempat mendengar ibunya berteriak (mengingatkan untuk sarapn) teriakn itu pun tak mampu menghentikanny Jodha ingin segera bertemu dan tak ada hal yang mampu menahannya Dia bergegas melangkah keluar dari apartemen dan menuju ke mobil Jalal.

Saat pintu mobil terbuka Jodha melihat Jalal yang tampak memikat seperti biasa, dia sangat tampan dan Jodha merasa seolah-olah tubuhnya melemah seketika melihat Jalal didepannya, sama seperti sebelum-sebelumnyanya, Jodha selalu merasa seperti itu ketika berhadapan dengan Jalal, beberapa langkah lagi dia benar-benar berhadapan dengan Jalal yang tampak berseri-seri, wajahnya bersinar begitu pula dengan matanya yang juga diselipi dengan sdkt pandangan nakal ke arah Jodha. Jodha memandang Jalal dan memberikan senyumnya yang indah.

Tak lama kemudian mereka sudah berada dalam perjalanan menuju ke kantor, Jalal tentu saja tak ingin melewtkan kesempatan bersama Jodha begitu saja. Tak berapa lama dia menggeser posisi tubuhnya mendekati Jodha dan menurunkan wajahnya sehingga sejajar di telinga Jodha seraya berbisik, “Tahukah kau, aku setengah mati meridukanmu dan menunggu saat bertemu denganmu?”

Jodha: “Hmm .... aku tau Tuan Mohammed, sangat tau.... bahwa kau setengah mati merindukanku.”

Jalal: “ayolahh berhenti mendorongku sayang, aku benar' merindukanmu.” (mungkin saat Jalal mendekati Jodha mendadak Jodha mendorong Jalal spy tidak mendekatinya, kira-kira bisa ngebayangin kan ya hehe)

Jodha: “aku menanti reaksimu atas foto yang kukirim seharian penuh tapi kau tak menanggapinya.” (jo menjawab sambil merajuk)

Jalal memegang bahu Jodha dan mengahadapkan tubuh Jodha kearahnya. Tak diragukan lagi Jodha tampak cantik saat sedang kesal seperti ini, dan Jalal merasa dia sanggup melakukan apapun demi gadis yang ada di hadapannya ini.

Jalal: “ohh begitu rupanya, jadi Hottieku sedang marah... taukah kau , kau tampak sangat cantik ketika sedang marah.”

Jodha: “Hmmmphh berhentilah menggodaku.”

Jalal: “hmm bagaimana jika aku ingin katakan langsung pendapatku tentang foto itu.”

Jodha: “apa maksudmu?”

Jalal: “setelah kau kirimi aku fotomu, aku tak henti-hentinya memandang fotomu sampai berjam-jam, aku mengagumi semua yang ada padamu, wajahmu, senyummu, tubuhmu, matamu dan bibirmu dan ada satu hal yang tak ingin kusebutkan disini.” ( Jalal berkata dgn pandangan nakal seperti biasa)

Jodha: “hmm benarkah?”

Jalal: “ya dan tentang baju tidur itu.... ya Tuhan kau tampak sexy sekaligus menggemaskan pada saat yang bersamaan.”

Jodha: “Offo... bagaimana mungkin aku bisa terlihat seperti itu pada wktu bersamaan?”

Jalal: “ya -- tentu saja kau bisa, hanya sedikit wanita yang bisa spt itu dan kau adalah salah satunya.” (haduhh merayuu di pagi harii)
Jodha tersanjung mendengar pujian-pujian itu. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan tersenyum , tak terasa mereka telah tiba di kantor.

*************

“Ya Tuhan, kemana dia?” Jalal menggurutu smbil melihat ke jam di meja kerjanya. Meskipun mereka datang bersama tapi mereka tak ingin seisi kantor tau dan mereka sengaja merahasiakan hubungan mereka dari siapapun supaya tidak menjadi gosip sesama rekan kantor. Jodha pun memutuskan utk merahasiakan hal ini dari ayahnya dan mengambil resiko yang ckup besar untuk itu. Jadi Jalal memutuskan untuk membuat segalanya tampak normal seperti hari-hari sblmnya.

Tak lama kemudian Jodha memasuki ruangan Jalal dgn wajah sedikit menyesal,  “maafkan aku, aku tadi ngobrol sebentar dgn ruq dan salima sebelum kesini.” Jodha menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan Jalal, dgn cepat Jalal menangkap tangan Jodha dan tidak melepasnya.  “Jalal... bagaimana jika papa tiba-tiba masuk?”

Jalal: “Hmmmm... biar dia melihat kita.”

Jodha: “begitu..? Aku akan menelponnya sekarang.” (menggoda Jalal)

Jalal: “tidak..tidak. (mengedipkan mata ke arah Jodha) Tempat ini sangat berarti untuk kita berdua, dan sekarang aku akan duduk di sebelahmu.”

Perlahan , Jalal membelai wajah Jodha sementara tangan satunya seolah mengunci tubuh Jodha. perlahan mendekatkan wajahnya dan menatap mata hazel Jodha seraya berkata, “Aku tak akan pernah melupakan semua kejadian yang menakjubkan di Miami seumur hidupku.” Wajah Jalal semakin dekat dengan bibir Jodha sedangkan Jodha sudah siap memejamkan matanya (kita semua ikut menahan nafas ...) Mereka sudah sangaaat dekatt tinggal seinchi saja..

Ketika tiba-tiba seseorang menerobos masuk dan menyapa, “selamat pagi pak.”

Jalal dan Jodha sama-sama menarik tubuh mereka menjauh dan seketika merasaa kikuk seperti telah melakukan kesalahan dan ketauan oleh seseorang (hmm ...) Jalal berbalik untuk melihat siapa yang telah mengganggu momen romantis mereka. Sedangkan Jodha seolah terpaku di tempatnya hingga sesaat kemudian...

Jalal: “selamat pagi Salima.”

Salima: “umm apakah aku masuk disaat yang tidak tepat? ( haihh tentuu saja dalam hati mereka berdua ) Ya Tuhan maafkan aku.. “

Jodha: “tak apa salima aku juga bermaksud keluar sebentar lagi.” Jodha segera mengambil tasnya dan berjalan ke ruangannya sblmnya dia berkata pada Jalal, “aku akan menemuimu nanti.”

Jalal: “umm...okay.”

Salima benar-benar merasa tak enak hati dan meminta maaf pada Jalal setelah Jodha pergi. Dia merasa tak enak bukan hanya karena masuk tiba-tiba tetapi juga karena telah menciptakan suasana sedikit tegang diantara mereka
Salima: “aku minta maaf pak, aku tidak tau kalau anda sedang bersama Jodha.”

Jalal: “tak apa salima kau tak melakukannya dengan sengaja.” (pasti ngomongnya dgn salting hahaha bisa ngebayangin gimana wajahnya)

Salima: “tapi aku harusnya aku lebih hati-hati , aku benar- benar merasa tak enak..”

Jalal: “jangan khawatir,sdh terjadi. lagipula kau harus segera kembali bekerja, bukankah banyak pekerjaan yang harus kau lakukan?” (hihi ngusir secara halus)

***********

Seorg wanita yang tak sabar terus melihat ke jam di hpnya da telah sepuluh kali dia melihat ke arah jamnya dalam setengah jam terakhir - waktu istirahat masih satu jam lagi dan Jodha sudah tak sabar menunggu waktu utk memghabiskan istirahat siangnya sndiri bersama Jalal. Jodha begitu ingin menciumnya (hemm jo...) Mereka terganggu saat berduaan pagi tadi dan kali ini jo memastikan bahwa kali ini akan berhasil. “Tunggu dan lihatlah Jalal, aku akan mendapat ciuman itu darimu hari ini.” Jodha telah berubah dari gadis pemalu yang ragu-ragu dan sering nervous menjadi seorang wanita yang percaya diri, cerdas dan tau apa yang diinginkannya. Dia sudah benar berbeda sekarang ... Dia pergi ke ruangan Jalal dengan kotak makan dlm genggamannya,

Jalal sebagaimana biasa sangat menunggu kedatangannya dan telah membuat persiapan untuknya. Wajahnya langsung berseri-seri saat melihat Jodha datang, Jodha bergegas masuk dan duduk di sebelahnya.

Jodha: “Thanks God akhirnya kita benar- benar sendiri sekarang , tadi pagi benar-benar memalukan...”

Jalal: “ya tapi dia sudah minta maaf .”

Jodha: “tentu saja dia tak melakukannya dengan sengaja, tapi aku sempat sangat cemas tadi karena sesaat aku berpikir itu adalah papa.”

Jalal: “tenanglah sayang... santai saja kita disini untuk menyelesaikan bbrp tugas yang belum selesai , jangan cemas begituu.” (alibiii alibii... hi hi dasar pak boss)

Jodha: “ya... kau benar ohh ya kita juga meninggalkan sesuatu yang belum selesai di tengah jalan.”

Jalal: “hmmm aku tak ingat...”

Jodha memegang kerah baju Jalal dan menariknya mendekat. Jarak mereka begitu dekat tinggal seinchi lagi... Jodha setengah berbisik, “ jangan bercanda denganku .. kau sangat tau, kita tak pernah berciuman saat kembali dari miami.” (hyaa ngebayangin Jodha bener-bener tau apa yang dia mau ....)

Jalal: “ya ... benar apa kau akan melakukan sesuatu dengan hal itu?”

Jodha: “tentu saja ... kau telah mencuri ciuman pertamaku dan sekarang aku akan membalasnya.”
Jalal: “App....”

Dan sebelum Jalal selesai berbicara, Jodha telah menciumnya, awalnya biasa lalu berikutnya meningkat sehingga menciptakan sensasi yang luar biasa dan menjadi sangat bergairah.....( kipas kipass cari angin )

************

“Maaf apakah ini kantor Tuan Mohammed?” Seorang pria tinggi bertanya pada penjaga di area reception dan tak lama kemudian dia diantarkan ke meja receptionis.

“Maaf nona.“
Ruq sedang menerima telpon dan menoleh ke arah suara sesaat dia terkejut tanpa disadari mulutnya menganga dia terkesima dengan sosok di depannya. “Dia sangat tampan,“ gumam ruq.
Tak diragukan lagi begitu banyak pria tampan di kantor tapi tak satupun yang berhasil membuat ruq terkesan tapi pria yang ada di hadapannya ini sungguh berbeda.
Ruq: “yaa .. ya adakah yang bisa kubantu?” Jawab ruq setelah sadar dari keterkejutannya.
“Bisakah kau tunjukkan padaku dimana ruangan Tuan Mohammed, saya datang untuk sebuah wawancara dengannya.”
Ruq: “umm ya..lurus saja.”
“terima kasih“ dan pria itu segera berlalu dari hadapan ruq.
Ruq: “hufft dia sangat tampan. Aku bertanya-tanya siaapa namanya dan pasti akan sangat menakjubkan bila dia bergabung di kantor ini.

***********

Jalal mengantar Jodha smpai di gerbang komplex, dengan terburu-buru Jodha berlari masuk ke gerbang setelah sebelumnya mengedipkan mata pada Jalal, Jalal tersenyum dan berlalu dari situ.
Jalal: “tak sabar menunggu apa lagi yang disimpannya untukku besok.”

Jodha keluar dari elevator dan bergegas memasuki rumahnya dimana ada hal yang tak menyenngkan menyambutnya.
Jodha: “huh sepatu siapa ini?”
Matanya melihat ke arah pintu pengaman dan dia merasa ada sesuatu yang tak beres terjadi, di ruang tamu ibunya tengah berbincang dengan seorang pria muda.
Maina: “lihat apa yang kukatakan.... hai Jodha kapan kau datang? Lihatlah siapa yang datang untuk menemui kita.”
Pria itu berbalik menyambutnya dan tersenyum. Mata Jodha melebar setelah mengetahui siapa yang ada di depannya.
Jodha: “apa yang kau lakukan disini?”
“Hai Jodha tampaknya kau belum melupakanku.”

To Be Continued
Precap: si aneh misterius menampakkan diri.

FanFiction His First Love Chapter yang lain Klik Disini


FF His First Love Chapter 32

8 comments:

  1. Siapa kah pria itooo...
    wah jodha udah Mulaii braNii Nee...
    seNeNg baNgettt Nee...

    ReplyDelete
  2. Wow,,,,jodha mulai mengesankan...mksiii arum, g mo kepo ma ntu cowo tar d part selanjutnya juga tahu,,,hehee

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Wah .. Emang bener,,jodha dah brubah,,hihihi
    dtunggu lanjutannya usni,,makasih ;)

    ReplyDelete
  5. Waaahhh jodha uda mulai brani ,,, sp lagi tuch cowo #kepo maximal

    ReplyDelete
  6. Wab pst cwo tu pcr prtm jodha yg mn2kn jodha.....

    ReplyDelete
  7. Tuu cow surya yowww,,yesss pst bkin jalal kepo ntar,,yeyeye

    ReplyDelete
  8. Wahhhh, bakal ada yg cemburu neeh. Xixixi

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.