FF Love From The Past Part 37 - ChusNiAnTi

FF Love From The Past Part 37




~H-3 Menuju Pernikahan~

Jadwal hari ini adalah fitting baju pernikahan beserta baju untuk keluarga besar mereka. Setelah mereka selesai sarapan, mereka semua langsung berangkat menuju ke sebuah butik milik perancang terkenal dimana baju rancangannya sudah masuk ke beberapa negara fashion seperti Milan, Paris, New York, Tokyo dan negara lainnya. Bahkan, rancangannya pernah dipakai oleh beberapa artis Hollywood seperti Sarah Jessica Parker, Madonna, Angelina Jolie dan Jennifer Aniston. Butik itu bernama RESZANI dan nama pemiliknya adalah Reszani Khan.

Jalal dan Jodha beserta keluarga besar mereka sudah berada di dalam butik itu dan mereka disambut dengan hangat oleh si empunya butik. (Jangan pada ngiri yee...ngeliriknya biasa aja keleeuusss, pan aye authornya...hahaha)

Mereka semua mencoba baju yang akan mereka pakai di acara pernikahan Jalal dan Jodha dengan dibantu oleh asisten si empunya butik, kecuali Jalal dan Jodha yang akan dibantu oleh si pemilik butik itu sendiri. Reszani, membuat masing-masing tiga model baju yang akan dipakai oleh Jalal dan Jodha yaitu untuk foto Prewedding, acara Sangeet dan acara pernikahannya.

Untuk Jodha, Reszani membuat Kaftan Maroko yang akan dipakai saat foto prewedding. Untuk acara Sangeet, Jodha akan memakai Lehenga berwarna hijau (warna kesukaan Jalal) dipadu dengan bordiran benang emas dan oranye, sedangkan dupattanya berwarna oranye dan dipadukan dengan bordiran benang emas. Untuk acara pernikahannya, Jodha akan memakai Lehenga berwarna merah dengan bordiran benang emas dan dipercantik dengan kristal Swarovsky yang akan menambah keanggunan dan kecantikan Jodha dan dipadukan dengan veil/tudung dengan warna senada. Saat Jodha mencoba baju-baju itu, Jalal sama sekali tidak diperbolehkan untuk melihat karena Jodha ingin memberikan kejutan untuk Jalal. Terutama baju yang akan dikenakan di hari pernikahannya nanti. Meinawati, Hameeda, Shehnaz, Kareena dan nenek Athifa, semuanya nampak terpesona ketika Jodha mengenakan Lehenga untuk hari pernikahannya, apalagi saat veil dipasangkan di kepala Jodha. Nampak wajah Meinawati seperti ingin menangis, dia nampak bahagia dan seakan tak percaya kalau putri kesayangannya akan menikah. Peristiwa itu menjadi momen yang mengharukan bagi mereka semua.

Di kamar pas yang lainnya, nampak Jalal yang mencoba baju-bajunya. Untuk Jalal, Reszani membuat Kaftan Maroko juga untuk foto preweddingnya. Untuk acara Sangeet dan pernikahannya, Reszani membuat baju khas pria India yaitu SHERWANI. Untuk acara Sangeet, Jalal akan mengenakan Kurta berwarna putih tulang yang dipadukan dengan bordiran benang emas dan hijau, Churidar (celana khas India) berwarna hijau dan ditambahkan asesoris berupa selendang dan turban berwarna hijau. Sedangkan untuk pernikahannya, Jalal akan memakai Sherwani berwarna merah yang dipadukan dengan bordiran emas dan dihiasi dengan kristal Swarovsky begitu pula dengan selendangnya. Ditambahkan dengan asesoris berupa turban dan kalung manik-manik. (seperti kalung yg dpke oleh Shahensha)

Setelah dirasa sudah fix dengan fitting bajunya, mereka pun segera berlalu dari sana dan menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Essaouri dimana Jalal dan Jodha akan melakukan foto prewedding juga bersama dengan keluarga besar mereka sekalian berwisata.

Setelah melakukan perjalanan selama 4jam lamanya, akhirnya mereka pun sampai di pantai itu. Tak perlu menunggu lama, disana sudah ada fotografer profesional yang Jalal sewa khusus dari Indonesia. Fotografer itu bernama Siti Nurhasanah (bunda Kia). Meskipun seorang wanita, namun hasil jepretannya sudah masuk ke dalam majalah kaliber dunia seperti ELLE, Vogue, GQ, Cosmopolitan dll. Siti beserta kru-nya sudah menunggu Jodha dan Jalal beserta keluarga besarnya. Mereka berdua langsung digiring menuju tenda untuk di make up dan ganti baju. Setelah siap, Jalal dan Jodha langsung melakukan foto shoot. Take terakhir pengambilan foto prewed tersebut adalah saat sunset dan bersama keluarga besar mereka. Begitu foto prewedding selesai, Jalal dan Jodha beserta keluarga besar mereka langsung pulang, mengingat perjalanan mereka dari pantai menuju mansionnya menempuh waktu selama 4jam.

~H-2 Menuju Pernikahan~

Hari ini Jalal mengajak Jodha dan beserta keluarga besarnya pergi ke suatu tempat. Lagi-lagi Jalal ingin memberikan kejutan untuk Jodha dan juga keluarga besar mereka. Sebelum pergi, mereka semua melakukan packing karena mulai nanti malam, mereka semua akan menginap di istana The Royal Mansour. Jalal sudah menyewa tempat itu selama 4 hari untuk acara pernikahan. Setelah selesai packing, mereka semua pergi menuju dermaga yang bernama Port of Casablanca.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka pun tiba. Jodha beserta keluarga besar mereka, tidak mengerti akan maksud Jalal membawa mereka kesana.

“Jalal, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu membawa kami kesini?” selidik Jodha.

“Aku ingin memberimu kejutan” jawab Jalal sambil melirik nakal.

Setelah berkata seperti itu, Jalal mengajak Jodha dan yang lainnya menuju ke sebuah kapal yang sedang bersandar di dermaga. Ketika sampai di depan kapal tersebut, Jodha nampak terkejut dan menggeleng-gelengkan kepala, “Jalal, ini? jangan katakan kalau kamu...,”

Jalal memotong ucapan Jodha, “iya sayang, memang benar kalau aku membeli kapal pesiar ini,” ucapan Jalal membuat semua keluarganya merasa kaget dan tidak percaya termasuk Jodha yang saat itu sedang menarik nafas dalam-dalam karena dia menganggap Jalal hanya bercanda.

“Jalal, aku harap kamu tidak sedang bercanda!!”

Jalal memeluk pinggang Jodha dan menatapnya dalam-dalam, “coba kamu lihat mataku, apakah aku berbohong?!”

Jodha menatap mata Jalal dan dia tidak menemukan kebohongan disana namun Jodha menampakkan wajah yang tidak terlalu bahagia.

“Ada apa, sayang? kenapa kamu malah tidak bahagia?” ucap Jalal sambil memegang dagu Jodha.

“Aku merasa hal ini terlalu berlebihan, Jalal” ucap Jodha tidak tertarik.

“Bagiku tidak ada yang berlebihan untuk seorang Jalaluddin Mohammed Akbar. Apakah aku salah, Jodha??, jika aku ingin membahagiakan calon istriku dan juga keluarga besarnya? Lagipula sudah lama aku ingin membeli kapal pesiar itu dan...” ucap Jalal sambil melirik nakal ke arah Jodha dan sukses membuat Jodha sedikit tersenyum.

“...dan apa, Jalal?” selidik Jodha.
“Kita akan menggunakan kapal pesiar itu untuk berbulan madu, sayang” berbisik di telinga Jodha lalu mengeluarkan senyum andalannya.

Digoda oleh Jalal seperti itu membuat kedua pipi Jodha merona kemerahan. Lalu Jalal mengajak Jodha sambil menggandeng tangannya untuk berbaur dengan keluarga besar mereka. Setelah melihat kapal pesiar yang bernama AKDHA itu lalu mereka semua naik ke dalamnya dan melihat-lihat. Tidak lama kemudian, kapal pesiar itu pun bergerak menjauhi dermaga dan pelabuhan menuju ke laut Atlantik dan berlabuh di Kepulauan Canary yang termasuk dalam teritori negara Spanyol.

Kepulauan Canary memiliki banyak pulau-pulau yang besar diantaranya Las Palma de Gran Canaria, Fuerteventura dan La Gomera. Namun tujuan kapal pesiar Akdha itu ke pulau Las Palma de Gran Canaria. Setelah mereka sampai di pulau tersebut, mereka langsung menuju ke tempat wisata yang ada disana seperti taman nasional, museum, pasar lokal setempat dan pusat kota. Menjelang siang, mereka bersantap siang di salah satu mexican resto. Selama mereka berada di pusat kota, Jalal dan Jodha menjadi pusat perhatian. Para pria penduduk setempat banyak yang melirik ke arah Jodha dan bahkan ada yang menggodanya di saat Jalal sedang tidak bersamanya, hal itu membuat Jalal kesal dan Jodha selalu berada di dalam pelukannya untuk melindunginya. Begitu pula dengan Jalal, banyak para gadis muda setempat yang mengagumi ketampanannya. Namun yang menegur mereka saat mereka melirik Jalal, bukanlah Jodha melainkan keponakannya yang bernama Amisha. Amisha meminta kepada para gadis itu untuk menjauhi pamannya karena dia sudah mempunyai istri. Spontan saja, Jalal, Jodha dan anggota keluarga lainnya langsung tertawa melihat tingkah lakunya. (Habis punya paman berwajah ganteng, sih...jadi banyak yang naksir...hehehe)

Menjelang sore mereka menuju pantai. Beberapa anggota keluarga termasuk Jalal dan Jodha, ada yang melakukan snorkling, diving, banana boat, surfing dan berenang. Setelah puas melakukan aktivitas disana, mereka semua berjalan menuji dermaga dan kembali ke Casablanca.

Selama perjalanan pulang, nampak Jalal dan Jodha sedang menikmati keindahan sunset dari atas dek bagian depan kapal. Jodha duduk selonjoran sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang Jalal dan kedua tangan Jalal melingkar di perut Jodha.

“Jalal, benarkah kita akan tinggal di Maroko setelah menikah nanti?” tanya Jodha masih menatap ke depan.

“Iya, sayang. Apakah kamu tidak percaya padaku?” melirik ke arah Jodha.

“Aku percaya, Jalal namun, bagaimana dengan pekerjaanmu di Delhi?” Jodha bangun dan menatap Jalal.

“Aku sudah menyerahkannya kepada Mirza dan paman Atgha untuk mengurusnya. Oya, sayang, apakah kamu masih ingat waktu aku dan papamu pergi berdua?”

Jodha menganggukkan kepalanya dan Jalal melanjutkan perkataannya, “sebenarnya, waktu itu aku dan papamu pergi ke Maroko untuk mengurus kantor cabang perusahaanku. Setelah aku pikirkan dengan matang, ternyata Maroko memiliki potensi bisnis yang cukup bagus.”

“Tuhkan, kamu melanggar aturan. Tidak jujur dan terbuka kepadaku!” Jodha mulai kesal.

“Hei, sayang. Bukankah sudah aku katakan kalau aku ingin memberimu kejutan.”

“Kamu ini ya, memang paling bisa untuk berbuat curang! itu bukanlah sebuah alasan, Jalal!” Jodha mulai mendaratkan cubitannya ke pinggang Jalal dan akhirnya Jalal memohon ampun.

Tiba-tiba Jalal melihat ke arah perut Jodha dan mengelusnya. Alhasil membuat Jodha kegelian dan bertanya-tanya, “ada apa, Jalal kenapa kamu melihat perutku seperti itu?”

“Aku ingin segera melihat perutmu yang rata itu menjadi buncit karena di dalamnya terdapat hasil cinta kita, Jodha” Jalal melirik nakal kepada Jodha.

“Anak perempuan kita nanti, pasti akan secantik ibunya...” ucap Jalal dan dipotong oleh Jodha, “dan anak laki-laki kita akan setampan ayahnya” mereka berdua saling menatap tajam dan tersenyum.

“Memangnya, kamu berkeinginan untuk mempunyai anak berapa, Jalal?” tanya Jodha penasaran.

“Hhhmmm, berapa ya?? Mungkin sebelas, Jodha,” ucap Jalal asal sambil memalingkan mukanya.

“Kyaaaa, Jalal, yang benar saja!! Apakah kamu ingin membuat grup sepakbola, Jalal?! Nehiii, Jalal!! Tidak mungkin aku sanggup untuk melahirkan anak sebanyak itu!!” teriak Jodha.

“Sayang, apakah kamu tahu pepatah tentang banyak anak banyak rezeki?” goda Jalal.

“Aku tahu itu, Jalal. Tapi mempunyai anak sebanyak itu...?? Aku membayangkan betapa repotnya diriku untuk mengurus mereka semua??” Jodha menggeleng-gelengkan kepala dan terlihat cemas.

“Sayang, aku cuma becanda. Berapa pun anak yang Allah berikan. Aku akan mensyukurinya, sayang dan aku sudah tidak sabar menanti saat itu dimana rumah kita akan diisi oleh suara tangisan bayi,” rayu Jalal dan berhasil membuat Jodha tersenyum.

Jalal mencium kening Jodha dan mereka pun kembali berpelukan menikmati keindahan matahari kembali ke peraduannya dan menjadi saksi cinta mereka berdua.

Setelah kapal pesiar itu merapat di dermaga Port of Casablanca, mereka langsung menuju ke istana The Royal Mansour karena mulai, malam ini mereka akan menginap disana. Setelah sampai di The Royal Mansour, mereka langsung disambut oleh si pemilik istana dan makan malam bersama. Setelah selesai mereka menuju kamar mereka masing-masing. Khusus Jodha, dia menempati Grand Riad Chambre karena setelah menikah nanti, Jalal akan pindah ke kamarnya. Maan Singh dan Mirza yang masih sama-sama single, menempati Riad 1 Chambre. Hameeda dan keluarga mungil Shehnaz, Meinawati & Bharmal dan Rahim beserta istrinya, nenek Athifa dan Salima juga Rahul suaminya, masing-masing akan menempati Riad 2 Chambre.

~H-1 Menuju Pernikahan~

Hari ini menjadi hari yang super sibuk bagi kedua mempelai dan juga keluarga besar mereka. Tim WO yang dipimpin oleh Vivian Rossi (mak cireng) dan Ike Rajkumar juga bekerja keras untuk menyelesaikan dekorasi pelaminan, prasmanan dan dekorasi lainnya. Terlebih lagi nanti malam akan ada acara Sangeet Party dari kedua pihak keluarga. Baju-baju yang akan dipakai oleh kedua mempelai beserta keluarga besar mereka juga sudah datang. Begitu pula kerabat dekat dari kedua belah pihak, sudah datang. Mereka adalah Ins. Vijay Kumar beserta istrinya yang bernama Adhana Kumar dan anak semata wayangnya yang bernama Rajmitha Kumar. Lalu, Dr. Pratap Kumar yang tidak lain adalah adik kandung dari Ins. Vijay. Dokter Pratap datang bersama istrinya yang bernama Dr. Fatima Zahra Kumar dan ketiga anak gadis mereka yang bernama Dewi bano, Meyrani dan Arumni. Kedatangan mereka semua disambut dengan baik oleh Jalal, Hameeda, Meinawati dan Bharmal.

Sedangkan Jodha, mulai hari ini dia dipingit. Tidak boleh bertemu dengan Jalal. Jodha sedang melakukan ritual pernikahan seperti luluran dengan rempah-rempah, ratus dan puasa. Ritual selanjutnya adalah Mehendi yaitu pemakaian henna di tangan dan kaki Jodha. Para perempuan dari dua keluarga juga menghias tangan mereka dengan henna termasuk si lucu Amisha yang notabene gadis berketurunan India-Inggris sangat excited saat tangannya dilukis dengan henna dan tidak henti-hentinya mengoceh untuk menanyakan maksudnya. (Teringat waktu mau merit dulu...hehehe)

Menjelang malam, acara Sangeet pun berlangsung. Jalal mengenakan Sherwani bernuansa hijau keputihan rancangan Reszani Khan. Begitu pula dengan Jodha mengenakan Lehenga bernuansa hijau oranye rancangan Reszani Khan juga. Ditangan dan kakinya sudah berlukiskan hiasan henna. Acara Sangeet ini dilaksanakan secara terpisah antara kaum Hawa dengan kaum Adam. Jadi Jalal dan Jodha tidak akan bertemu sampai upacara pernikahan mereka berlangsung besok.

Upacara Sangeet seperti namanya adalah semua tentang tari dan musik. Ini adalah salah satu ritual yang paling menyenangkan sebelum acara pernikahan dan secara eksklusif bagi perempuan. Awalnya, Sangeet hanya diselenggarakan oleh pihak keluarga pengantin wanita tetapi dengan mengikuti perkembangan zaman, ritual ini juga dilakukan oleh keluarga pengantin pria juga. Upacara Sangeet biasanya diadakan beberapa hari sebelum ritual Mehendi, namun untuk mempersingkat waktu kadang kedua ritual ini dilakukan bersamaan. Adapun hal-hal yang dilakukan dalam upacara Sangeet ini adalah di rumah pengantin perempuan, keluarga, kerabat dan teman-teman bermain Dholki dan bernyanyi Suhaag, yang merupakan lagu rakyat tradisional. Lagu yang dinyanyikan termasuk 'lelucon' tentang mertua dan tentang suami serta lagu tentang pengantin perempuan yang akan meninggalkan rumah orang tuanya.

Seharian tidak melihat Jodha, membuat Jalal menjadi sangat merindukannya. Dia ingin sekali melihat upacara Sangeet yang dilakukan oleh kaum Hawa, terutama untuk melihat Jodha dan baju yang dikenakannya malam ini pasti akan membuat Jodha terlihat sangat cantik. Namun, Jodha dan juga Hameeda sudah melarangnya untuk tidak boleh datang ke acara mereka. tapi bukan Jalaluddin namanya jika ia tak bisa memenuhi keinginanya. Akhirnya ia berkompromi dengan Amisha, keponakanya untuk menjadi mata-mata Jalal, melaporkan apa saja yang terjadi diacara tersebut.

Jalal memutuskan untuk keluar dari acara Sangeet yang diselenggarakan untuk kaum Adam dengan berbagai macam alasan yang dibuatnya. Ketika dia sedang berada di depan ruangan dimana acara Sangeet kaum Hawa dilaksanakan. Jalal melihat Amisha yang sedang berada diluar dan menghampirinya.

“Dear Amisha, what are u doing out there? Where is your mommy?” tanya Jalal sambil memutarkan kepalanya mencari Shehnaz.

“I'm feel bored, paman di dalam sana. So, noisy. I'm feel sleepy” jawab Amisha sambil menguap.

“Lalu bagaimana caramu keluar dari sana sayang tanpa sepengetahuan mamamu?” tanya Jalal memangku Amisha.

“Aku keluar lewat pintu rahasia, paman sehingga aku dapat kabur dari pengawasan mommy” bisik Amisha ditelinga Jalal.

“Oya, Amisha bagaimana dengan bibimu, Jodha? Bagaimana penampilannya malam ini?”

“She is looking so beautiful tonight dan dia seharian ini selalu tertawa dan tersenyum”

Mendengar perkataan Amisha membuat Jalal semakin ingin melihat penampilan Jodha. Akhirnya dia mengajak Amisha untuk menunjukkan jalan rahasia dimana dia bisa keluar dari ruangan tersebut. Amisha menunjukkan jalan rahasia tersebut kepada Jalal dan meminta Jalal untuk berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun perihal dia kabur dari pengawasan mommynya dan Jalalpun berjanji.

Setelah Amisha pergi, Jalal mencari tempat yang bisa ia gunakan untuk bersembunyi sekaligus untuk mengintip apa yang dilakukan oleh Jodha. Akhirnya Jalal menemukannya dan bersembunyi di belakang sebuah pilar yang cukup besar untuk menutupi tubuhnya. Matanya mencari-cari keberadaan Jodha dan setelah dia menemukannya, Jalal terpesona dengan penampilan Jodha malam ini. Jantungnya berdegup kencang saat Jodha membuka Ghoongat yang menutupi wajahnya. Saat itu, Jodha yang sedang bernyanyi dan menari. Lehenga hijau yang dipakainya semakin memikat dan memancarkan pesona kecantikannya. Cholinya yang hanya menutupi bagian dada Jodha nampak mengekspos bagian perut dan juga punggungnya, membuat Jalal semakin tidak dapat memalingkan wajahnya dari sosok calon istrinya itu. Selama pertunjukkan itu berlangsung, nampak wajah Jalal mesam mesem senyum ga jelas dan juga GGD (guyu guyu dewe).

“Kenapa kamu menyembunyikan nyanyianmu yang merdu itu, sayang? dan juga...ternyata kamu sangat pintar menari, membuatmu menjadi semakin seksi dan menggoda. Lihatlah nanti, Jodha apa yang akan aku perbuat padamu karena menyembunyikan hal ini” gumam Jalal sambil tersenyum licik.

Ketika lagu yang dinyanyikan Jodha akan berakhir, Jalal membalikkan badannya untuk segera pergi dari sana dan tanpa disengaja Jodha melihat sosok yang sangat ia kenal. Ya, dia mengetahui kalau itu adalah Jalal, Jodha sangat kesal dan marah karena Jalal sudah mengintipnya.

Ketika acara Sangeet berakhir, para anggota keluarga dan kerabat kembali ke kamar mereka masing-masing. Jalal yang sedang berada dikamarnya untuk berganti pakaian, tiba-tiba pintu kamarnya diketok oleh Rahim dan dia mempersilahkannya masuk. Rahim duduk di sofa dan Jalal ikut duduk disampingnya.

“Jalal, ada hal ingin aku bicarakan denganmu”

“Ahh, iya kak. Apa itu?” selidik Jalal.

“Aku sangat bahagia karena Jodha akan menikah dan kau yang akan menjadi suaminya. Kau adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Jodha. Aku melihat begitu banyak cinta, kasih sayang, kesetiaan dan pengorbanan diantara kalian berdua. Sudah begitu banyak penderitaan yang kalian alami hingga akhirnya kalian akan dipersatukan besok di dalam ikatan pernikahan” ucap Rahim sambil menahan airmatanya.

“Hanya satu pintaku, Jalal. Tolong jaga Jodha baik-baik. Dia adalah anugerah yang sangat indah” sambil menepuk bahu Jalal lalu berdiri.

“Iya, kak. Aku akan menjaganya dengan nyawaku” jawab Jalal tegas dan ikutan berdiri sambil menatap Rahim.

“Aku tahu itu dan terima kasih atas apa sudah kau lakukan” ucap Rahim sambil memeluk Jalal dan Jalal membalasnya. Lalu Rahim pergi dari kamarnya Jalal.

Setelah kepergian Rahim, Jalal teringat kalau hari ini dia belum mendengar suara Jodha. Dia memutuskan untuk menelepon Jodha. Di dalam kamarnya, Jodha sedang berganti pakaian dan menghapus make upnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Jalal di layarnya.

Jalal: “Hallo, sayang. Lagi apa? Bagaimana kabarmu, sayang? Tidak melihat wajahmu dan mendengar suaramu seharian ini sungguh membuatku sangat tersiksa”

Jodha: “oohhh, Jalal benarkah itu?!” (Jodha tahu kalau Jalal saat ini sedang berbohong. Jalal tidak mengetahui kalau aksinya mengintip Jodha diketahui olehnya)

Jalal: “apakah, kamu tidak percaya kepadaku sayang?”

Jodha: “Aku percaya padamu sayang, dari suaramu terdengar sekali bahwa kamu sangat tersiksa karena tidak melihatku sama sekali hari ini. Lalu apa saja yg kau lakukan seharian ini? Kamu tidak mengintip wanita lainkan?

Jalal: “tidak sayang, mana mungkin aku mengintip wanita lain? aku hanya mengintipmu! Ehhh...eemmm...maksudku memikirkanmu, sayang”

Jodha: “Achaaa ji...benarkah seharian ini kamu hanya memikirkanku, Jalal? Kamu tidak melakukan sesuatu hal yang aneh-aneh kan?

Jalal: “Sesuatu yang aneh? apa maksudmu sayangg?”

Jodha: “Tidak apa-apa Jalal, hanya saja mungkin karena aku sangat merindukanmu hari ini, aku sampai melihat bayangan dirimu hadir saat upacara Sangeet tadi”

Jalal: “benarkah itu, sayang? kamu pasti sangat...sangat merindukanku kali ini” (Jalal masih aja ngeles kayak bajaj)

Jodha: “andai saja itu benar dirimu bukan hanya sekedar bayangan, pastinya aku akan menghampirimu dan memelukmu. Jadi saat ini kita tidak perlu saling merindukan saat ini!”

Jalal: “Oh, sayang kenapa kamu tidak langsung menghampiriku saat itu ketika kamu melihatku” ( Jalal keceplosan)

Jodha: “Jalaallllll!!! Jadi benarkan kalau kamu mengintipku saat upacara tadii??!!”

Jalal: “hadehhh, mulai keluar deh macan betinanya (dalam hati). “Jangan marah dong, sayang...maafkan aku ya. Aku tidak sengaja tadi. Sungguh, aku benar-benar sangat merindukanmu. Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu kalau sehari saja aku tidak melihatmu dan mendengar suaramu, serasa jantungku berhenti berdetak”

Jodha: “simpan rayuanmu itu, Jalal. Aku tidak akan tertipu lagi dengan rayuanmu itu!!”

Jalal: “oohh, benarkah itu sayang? Lihatlah apa yang akan aku perbuat padamu”

Jodha: “maksud kamu, apa Jalal?”

Tiba-tiba suara telepon terputus dan terdengar ketukan di pintu kamar Jodha, ternyata Jalal sudah berada tepat di depan kamarnya.

“Ja...Jalal, apa yang kamu lakukan disini? bukankah sudah dikatakan kalau mulai hari ini, kita tidak boleh bertemu?” tanya Jodha sambil menghindari Jalal.

Jalal menyambar lengan Jodha dan menarik tubuhnya mendekat kearahnya. Jalal menatap intens kedua mata Jodha. Tangan kirinya melingkar di pinggang Jodha dan tangan kanannya membelai lembut pipinya, mereka saling memandang dan jiwa mereka saling berbicara......

~SoulTalk~

Jalal: “Jodha, sayang. Masih ingatkah kamu dengan pertemuan pertama kita?”

Jodha: “iya, Jalal. Aku masih ingat, saat itu aku baru pertama kali pulang ke India dan juga datang ke rumahmu. Saat itu aku sedang mengejar kupu-kupu yang ada di halaman rumahmu dan...”

Jalal: “ketika aku melihatmu pertama kali saat itu, kamu seperti bidadari yang yang sedang turun ke bumi dan aku sangat berterima kasih kepada batu itu yang sudah berada disitu. Tanpanya mungkin, aku tidak akan...”

Jodha: “ya, Jalal dan sejak saat itu kamu tidak pernah berhenti untuk memandangku”

Jalal: “tahukah kamu, sayang kalau aku sudah jatuh cinta padamu saat pandangan pertama?”

Jodha: “benarkah itu, Jalal?”

Jalal: “iya, sayang, apalagi saat aku mendengar kabar kalau kita akan bertunangan. Sungguh betapa bahagianya diriku saat itu”

Jodha: “begitu juga aku, Jalal. Kamu telah menaklukkan hatiku”

Jalal: “namun peristiwa tragis itu telah merenggutmu dariku. Kepergianmu saat itu telah membawa separuh hatiku. Hatiku menjadi dingin sedingin es dan aku sudah berjanji kepada diriku bahwa hanya kamulah wanita yang ada di dalam hatiku, tidak ada yang lain. Kesetiaan cinta kita sedang diuji. Saat takdir mempertemukan kita kembali, ternyata kamu telah menjadi orang lain dan mengganggapku orang asing.

Jodha: “namun saat itu kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Kamu sudah mencintai sosok wanita lain yang ada di dalam diriku dan aku cemburu”

Jalal: “saat itu aku merasakan kehadiran dirimu, Jodha di dalam sosok wanita itu. Ketika aku mengetahui tentang kondisimu yang sebenarnya, aku sangat bersyukur kalau kamu masih hidup”

Jodha: “iya Jalal, ketika aku menemukanmu kembali, aku sangat bahagia. Hidupku menjadi utuh kembali”

Jalal: “disaat kita sudah bersama, lagi-lagi takdir menguji cinta kita disaat ada pihak ketiga yang ingin memisahkan kita. Disaat kamu mengalami peristiwa tragis itu lagi, aku mengira kamu akan pergi lagi dariku dan jika hal itu terjadi maka aku akan ikut denganmu karena aku sudah tidak sanggup untuk berpisah darimu lagi. Kamu adalah nyawa hidupku”

Jodha: “begitu pula aku, Jalal”

Jalal: “puji syukur kepada Yang Maha Kuasa karena Dia mengembalikanmu lagi kepadaku. Saat kamu membuka matamu, saat itulah aku merasa hidup kembali dan sekarang sudah tidak akan ada lagi yang akan memisahkan kita. Kita sudah melewati begitu banyak cobaan untuk memperjuangkan cinta kita dan akhirnya, sekarang kita akan dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan”

“Mujhē tumasē bahuta pyāra hai”
(Aku sangat mencintaimu)

“Mai bhi tumhē bahuta pyāra karatā hū”
(Aku juga sangat mencintaimu)

Meri Dhadkan Tum Ho (ost. Jodha Akbar)

Meri dhakan dhakan tum ho
(kaulah detak-detak jantungku)
Mera dono jahan ab tum ho
(kaulah duniaku)
Mere allah eshwar tum ho
(kaulah pujaanku)
Mera pyar mohabbat tum ho
(Kaulah cinta sejati ku)
Tum ho...tum ho...zindagani...
(Kaulah...Kaulah...Hidupku)
Dil ko dhadakna
(kau membuat jantungku berdetak)
Tum nesikhahya kya
(kaulah yang mengajariku)
Mohabbat kya hoti hei
(apa itu artinya cinta)
Tumne bataya
(kaulah yang memberi tahuku)
Dunyia ki ankhon mai
(mata dunia ku)
Mei to sirft pathar tha
(aku hanyalah batu)
Tumhari ankhoon ne
(dengan matamu sayangku)
Insaan banaya
(kau merubahku menjadi seorang manusia/­lelaki)
Tumhi kahani ho
(Kaulah kisahku)
Tumhi fasana
(Kaulah yang tertanam jauh dalam diriku)

FanFiction Love From The Past Part yang lain Klik Disini


FF Love From The Past Part 37

5 comments:

  1. Kyaaaa...legaaa....so sweeeet...:-) ditggu ff trbaru mb chuuuss..cemunguud:-)

    ReplyDelete
  2. Suka. . . suka. . . suka. . . d tngg ffnya yg lain. . . ttp semangat y chusni. . , btw ff mlm trkhir bersamamunkok lm bgt y???? Kpn y klnjtannya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mbak Sinta...
      Untuk "Malam Terakhir Bersamamu" belum tahu pasti kapan lanjutannya, karena dari authornya juga belum ada, masih sibuk dgn pekerjaan pokok..

      Delete
  3. Ni beneran dah end mbak chus?
    Nanggung napa gak nikah dulu baru end,,
    Tapi tak apalah yang penting happy ending,
    Matur thank you mbak chus...

    ReplyDelete
  4. Ni beneran dah end mbak chus?
    Nanggung napa gak nikah dulu baru end,,
    Tapi tak apalah yang penting happy ending,
    Matur thank you mbak chus...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.