FF Love From The Past Part 38 - ChusNiAnTi

FF Love From The Past Part 38




THE WEDDING

Di dalam kamar Jodha, Jodha sedang duduk di depan cermin besar. Tangan sang perias dengan lincahnya bergerak melukis diatas wajah cantik Jodha. Perias yang disewa oleh Jalal dan Jodha adalah perias bertaraf internasional dimana tangan itu sudah memoles wajah-wajah cantik artis Hollywood dan Bollywood seperti Madonna, Halle Berry, Jessica Biel, Anushka Sharma, Katrina Kaif dan artis lainnya. Nama perias itu adalah Risqy Rizkund.

Tidak diperlukan waktu lama oleh Risqy untuk memoles wajah Jodha karena Jodha sudah memiliki kecantikan tersendiri. Dikelopak matanya dibubuhkan eyeshadow warna merah keemasan dan coklat tua. Pipi dan bibirnya Jodha dipoles dengan warna terracotta. Untuk rambutnya, dibentuk kepang sanggul secara acak-acakan atau dikenal dengan istilah “Braided Messy Hair Bun”.

Setelah selesai dirias, Jodha langsung mengganti piyama kimononya dengan baju pengantinnya yaitu Lehenga merah dengan bordiran sulam benang emas dan diberi taburan kristal Swarovsky. Desainernya sendiri yaitu Reszani Khan yang langsung memakaikan baju itu pada Jodha. Saat Reszani akan memakaikan veil/tudung, seluruh keluarga besar Jodha masuk ke dalam kamarnya begitu pula Hameeda dan Shehnaz. Mereka semua tampak terpesona dengan penampilan Jodha saat ini.

Meinawati dan Bharmal nampak emosional saat melihat penampilan putri satu-satunya akan segera menikah. Ketika Jodha melihat papa dan mamanya mulai meneteskan airmata, Jodha angkat bicara.

“Ma, pa...sudahlah. Kalian jangan menangis. Bukankah, semalam sudah cukup kita saling menangis?? Today is my wedding day, I want all of u, smile for me, not to crying,” pinta Jodha menahan dirinya agar tidak ikut menangis.

“Maafkan mama dan papa, sayang. Kami sangat bahagia karena putri kecil kami sekarang akan menikah dengan orang yang dia cintai. Semoga kalian berbahagia selamanya, sayang. Mama dan papa sayang kamu,” ucap Bharmal sedih.

Jodha memeluk mama dan papanya, “aku juga sayang kalian.” Jodha melepaskan pelukannya dan berkacak pinggang sebagai tanda protes.

“Kalian ini, jika datang kesini hanya untuk membuatku menangis? Sebaiknya kalian semua pergi saja dari kamarku! Aku sudah duduk berjam-jam untuk dirias seperti ini dan sekarang kalian merusaknya,” ucap Jodha dengan ekspresi pura-pura marah kepada seluruh keluarganya.

Alhasil Jodha langsung tertawa melihat kelakuannya seperti itu dan juga seluruh keluarganya. Satu per satu Jodha memeluk mereka semua dan mereka pun berlalu dari kamarnya Jodha. Riasan Jodha kembali diperbaiki dan setelah selesai, Reszani memakaikan veil/tudungnya yang sebelumnya sudah dipasangkan tiara kecil di atas kepala Jodha. Ketika sudah selesai, Jodha melihat refleksi dirinya di cermin besar dan dia nampak takjub dengan penampilannya saat ini.

“Ohh Tuhan, benarkah aku akan menikah dengan Jalal hari ini? pria yang sudah menaklukkan hatiku dan mengorbankan nyawanya demi aku?,” tanya Jodha dalam hati lalu dia menghela nafas.

Jodha menunggu dan melihat prosesi ijab qobulnya dari dalam kamarnya karena Jalal dan Jodha akan dipertemukan setelah proses ijab qobul itu selesai.

Di kamar Jalal, nampak Jalal juga sedikit dirias wajahnya agar tampak lebih fresh, cerah dan lebih tampan pastinya. Setelah selesai dirias, dia memakai Sherwaninya dengan dibantu oleh asistennya Reszani. Disana, nampak Mirza yang memperhatikan kakaknya yang sedang berpakaian. Melihat pantulan wajah Mirza yang nampak sedih di cermin. Jalal langsung menghampirinya.

“Ada apa Mirza? Kenapa kau malah bersedih? Harusnya kau bahagia di hari pernikahanku ini,” tanya Jalal merangkul pundak Mirza.

“Mengenai keputusanmu bahwa setelah menikah kau akan tinggal disini, apakah sudah final, kak?”

“Iya, Mirza. Aku sudah memikirkan sejak lama. Selain potensi bisnis disini cukup bagus dan...Kau tahu kan alasan yang sebenarnya?”

“Iya, kak. Aku dan ibu pasti akan sangat merindukan kalian. Selamat ya, Kak. Aku turut bahagia karena akhirnya kalian menikah juga” ucap Mirza sambil memeluk kakaknya dan Jalal membalas pelukannya”

Jalal melanjutkan kembali berpakaiannya. Memakai kurtanya, dipakaikan asesoris berupa kalung dan selendangnya dipasangkan di bahu kiri Jalal. Ketika akan dipakaikan turbannya, Mirza yang bantu memakaikannya. Jalal melihat sejenak penampilannya di pantulan cerminnya.

“Akhirnya, kita menikah juga sayang. Kita tidak akan berpisah lagi dan kamu akan selalu berada disisiku,” batin Jalal sambil tersenyum.

Di altar pernikahan, nampak semua tamu sudah pada hadir. Beberapa dari tamu itu adalah teman-teman, kerabat-kerabat dekat, para pemegang saham, dewan direksi dan pejabat penting dari kedua belah pihak mempelai. Jalal dan Jodha mengundang sekitar 2ribu orang. Para tamu yang memasuki acara pernikahan mereka pun diperiksa secara ketat. Tamu yang hadir harus memperlihatkan undangan mereka karena jika tanpa undangan, mereka tidak diizinkan masuk. Setelah absen dan menulis di buku tamu, mereka pun harus melewati metal detector. Istana The Royal Mansour pun dijaga ketat oleh sekitar 200 orang dari pihak keamanan setempat. Jalal sengaja melakukan hal ini karena dia tidak ingin ada gangguan sekecil apapun yang akan mengacaukan prosesi pernikahannya. Di luar istana banyak wartawan yang ingin meliput pernikahan Jalal dan Jodha, namun hanya beberapa wartawan dari media tertentu yang diperbolehkan meliput.

Tiba-tiba MC yang bernama Ananda Tabrani, mengumumkan kalau ritual acara pernikahan akan segera dilaksanakan dan meminta para tamu yang hadir untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Lalu Jalal yang didampingi oleh Atgha Khan dan Hameeda beserta keluarga besar mereka yang berada di belakangnya, berjalan memasuki altar pernikahan. Sorot kamera tiada henti-hentinya untuk mengambil momen tersebut. Jalal dan keluarga besarnya disambut oleh kedua orang tua Jodha dan melakukan ritual ala India. Setelah selesai, Jalal duduk ditempat yang telah disediakan. Di sebrangnya, terdapat Bharmal dan ulama yang akan menikahkan Jalal dengan Jodha. Di kiri Jalal, ada saksi dari pihak Jodha yaitu Ins. Vijay dan saksi dari pihak Jalal adalah Atgha khan yang duduk di sebelah kanannya. Sedangkan, Jodha akan dipertemukan dengan Jalal setelah ijab qobul selesai.

Prosesi ijab qobul pun dimulai dan sebelumnya ulama mempertanyakan kepada Jalal, “Jalaluddin Mohammed Akbar, aapko yeh nikaah qubool hai?”. Dan Jalal pun menjawab, “Qubool hai”.

Lalu ulama pun menanyakan hal yang sama kepada Jodha yang saat ini sedang berada di kamarnya bersama Meinawati dan Hameeda melalui interkom, “Rajkumari Jodha Singh, beta aapko yeh nikaah qubool hai?” Dan Jodha pun menjawab, “Qubool hai”.

Setelah mendapat pernyataan kalau mereka berdua menyetujui diadakannya pernikahannya ini, maka acara selanjutnya adalah ijab qobul. Bharmal memegang tangan Jalal dan mengucapkan ijab qobul, setelah selesai pengucapannya. Ulama menanyakan kepada saksi dan setelah mereka setuju maka, ijab qobul tersebut dinyatakan “SAH” dan mereka pun berdoa mengucapkan syukur. Setelah prosesi ijab qobul selesai, MC meminta kepada panitia acara untuk membawa Jodha keluar untuk menemui Jalal yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.

Dari kamarnya, Jodha didampingi oleh Meinawati dan Hameeda, berjalan keluar menuju dimana posisi suaminya berada. Ketika MC mengumumkan bahwa Jodha akan segera tiba, nampak para wartawan sibuk mengambil posisi untuk mendapat foto Jodha. Ketika posisi Jalal dan Jodha berada dalam jarak 100m, Jodha berhenti sebentar untuk menatap Jalal dari kejauhan. Sedangkan Jalal sudah tidak sabar untuk menyambut Jodha yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya.

Saat Jodha berjalan untuk mendekati Jalal, terdengar lantunan lagu ' A Thousand Years by Christina Perri' dan dipikiran Jodha terbayang awal pertemuannya dengan Jalal, kebersamaan mereka di sekolah dan diluar sekolah, pertemuan mereka kembali saat dewasa, saat Jalal melamarnya, love tour mereka setelah lamaran, peresmian tunangan sampai peristiwa kebersamaan mereka diatas kapal pesiar. Jalal tidak berhenti tersenyum dan matanya terus tertuju kepada sosok wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Ketika Jodha sudah berada dihadapan Jalal, Jodha menyerahkan buket bunga yang ada ditangannya kepada Hameeda dan Meinawati menyerahkan tangan kanan Jodha kepada Jalal. Lalu Jalal membuka veil yang menutupi wajah cantik Jodha dan betapa takjubnya Jalal melihat wajah Jodha yang sekarang sudah menjadi istrinya. Mereka nampak terdiam sesaat untuk saling mengagumi satu sama lainnya. Jodha mencium tangan Jalal lalu Jalal mengecup kening Jodha. Setelah itu, datang Amisha yang menyerahkan cincin kawin Jalal dan Jodha. Jalal yang pertama kali memakaikan cincin kawin bermaterial Platinum dan bermatakan berlian 24 karat disekelilingnya, di jari manis tangan kanan Jodha. Lalu giliran Jodha yang menyematkan cincin kawin itu ke jari manis tangan kanannya Jalal.

Setelah pemakaian cincin, lalu pemberian mahar kepada Jodha yaitu emas murni 24 karat seberat 425gram dan 1 set perhiasan berlian 24 karat. Setelah selesai, Jalal dan Jodha duduk untuk melanjutkan kembali prosesi acaranya yaitu penandatangan dokumen-dokumen dan surat nikah kalau pernikahan mereka sudah resmi tercatat di pemerintahan. Acara selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-qur'an dan dilanjutkan dengan acara sungkeman atau minta restu kepada para tetua.

Bharmal, Meinawati, Hameeda, Atgha khan, Jiji Anga dan nenek Athifa Djumiati Bano duduk berjejer. Jodha dan Jalal sudah menganggap nenek Athifa Djumiati Bano sebagai nenek kandung mereka sendiri. Jalal dan Jodha mencium dan memeluk mereka satu per satu dan disinilah momen yang membuat semua tamunya berurai airmata. Setelah selesai, Jalal dan Jodha melanjutkan ritual lainnya ala India. Lalu MC mengumumkan kalau acara selanjutnya akan diadakan di dalam ruangan, kedua mempelai beserta keluarga besar mereka dan para tamu memasuki ruangan yang sudah di dekorasi sesuai dengan tema Arabian Night. Beraneka macam dan warna bunga menghiasi seluruh ruangan itu dan juga meja-meja. Ruangan itu didominasi dengan warna lavender, pink, kuning dan merah.

Jalal dan Jodha duduk ditempat yang sudah disediakan dan di depan mereka terdapat meja panjang yang sudah didekorasi dengan beraneka macam dan warna bunga, juga ada lilin-lilin kecil. Mereka berdua di dampingi oleh orang tua mereka, Atgha Khan, Jiji Anga dan nenek Athifa. Para tamu juga sudah menempati ruangan tersebut. Lalu Jalal bangun dari duduknya dan dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamunya ungkapan rasa bahagianya karena telah menikah dengan wanita yang sangat ia cintai. Acara pun dilanjutkan dengan santap siang dan diiringi dengan musik khas Timur Tengah.

Ketika acara santap siang selesai, MC mengumumkan acara selanjutnya yaitu pemutaran video tentang kehidupan Jalal dan Jodha. Video itu berisi kumpulan-kumpulan video saat Jalal dan Jodha baru lahir, masa kecil mereka, saat mereka beranjak dewasa, saat mereka dewasa dan disaat scene Jalal melamar Jodha disaat Jodha masih menjadi Nadha, Jodha dan orang-orang yang ada disana nampak terkejut.

“Jalal, darimana kamu mendapatkan video lamaran kita itu?” selidik Jodha menatap Jalal.

“Waktu itu, aku menyuruh seseorang untuk menaruh CCTV ditempat tersembunyi karena aku ingin menyimpan momen bahagia itu, istriku” goda Jalal dan membuat Jodha tersenyum.

Disaat orang-orang masih asik menonton video itu, Jalal menyelinap secara diam-diam meninggalkan Jodha. Ketika pemutaran video itu selesai, Jodha mencari-cari keberadaan Jalal. Tiba-tiba terdengar dentingan suara piano dan ketika lampu menyorot ke suara itu, ternyata Jalal berada disana dan dia memainkan sebuah lagu yang berjudul “Sawan Aaya Hai”.

“This is for u, my friend, my lover, my wife...u r my everything and I love u” ucap Jalal sambil menatap Jodha.

Saat Jalal mulai menekan tuts pianonya, Jodha bangun lalu berjalan menghampiri Jalal dan menyanyikan lagu tersebut. Para hadirin nampak sangat menikmati pertunjukan mereka. Selama pertunjukkan itu, kedua mata mereka tidak berhenti untuk saling menatap dan diakhir lagu, Jodha duduk di sebelah Jalal dan memeluknya setelah lagu itu selesai, sedangkan Jalal mengecup kening Jodha. Terdengar suara riuh dari para tamu yang hadir yang sangat menyukai pertunjukkan mereka. Lalu Jalal bangun dan memegang tangan Jodha lalu tangan satunya memegang mic. Sambil menatap Jodha, Jalal mengatakan kalau dia punya kejutan lainnya lalu Jalal memberikan kode berupa anggukan ke MC dan muncullah dua aktris ternama yaitu Paridhi Sharma dan Rajat Tokas yang akan menyanyikan lagu “Main Agar Kahoon” dari film Om Shanti Om.

Ketika Parijat menyanyikan lagu itu, tiba-tiba ada yang memegang tangan Jodha dan dia merasakan kalau yang memegang tangannya itu bukanlah Jalal melainkan papanya dan Bharmal mengajak Jodha dansa. Jodha pun tidak menolaknya. Jalal mengajak Meinawati berdansa dan begitu pula dengan yang lainnya, pada turun ke lantai dansa.

Di tempat lain, nampak Mirza jadi perhatian dan rebutan oleh putri-putrinya Dr. Pratap yaitu Dewi Bano, Meyrani dan Arumni. Sepanjang acara pernikahan berlangsung, mereka bertiga tiada hentinya untuk terus memandang wajah Mirza yang tidak kalah ketampanannya dengan kakaknya. Terjadi keributan diantara mereka tentang siapa akan berdansa dengan Mirza. Tampak aksi saling sikut saat mereka bertiga menghampiri Mirza dan memperkenalkan diri mereka masing-masing. Mirza sangat kaget dengan kehadiran mereka bertiga yang secara tiba-tiba. Tanpa menyakiti perasaan mereka, Mirza menolak mereka secara halus karena Mirza tidak tertarik kepada mereka semua dan sedang tidak berdansa. Akhirnya dengan wajah kucel, mereka semua kembali ke tempat mereka dengan langkah gontai dan kembali aksi saling sikut diantara mereka yang saling menyalahkan. Mirza mengeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis. Saat ini Mirza belum ingin mengenal seorang wanita sebelum hatinya siap untuk menikah.

Di tempat lainnya, nampak Maan Singh yang mengajak Rajkumar Mitha untuk berdansa. Tentu saja Mitha, sapaan gadis itu, tidak menolak ajakan Maan Singh. Ternyata mereka berdua adalah teman 1 kampus di Columbia University, NYC. Mereka saling mengenal sejak sama-sama mengambil S2 disana. Namun, sejak lulus S2, Mitha kembali ke India dan bekerja disana sedangkan Maan Singh begitu lulus langsung mendapatkan pekerjaan disana. Namun, Mitha kembali ke NYC karena dia dimutasi ke kantor cabang perusahaannya yang ada disana. Mereka pun bertemu kembali dan menjalin kasih.

Di pertengahan lagu, Bharmal memutar badan Jodha dan tiba-tiba saja pasangan dansa Jodha berubah menjadi Jalal. Jodha merasa kaget namun dia kembali melanjutkan dansanya bersama Jalal. Satu per satu pasangan dansa yang lain, mundur dan meninggalkan pasangan yang baru menikah berdansa sendirian di lantai dansa. Selama dansa berlangsung, tatapan mereka tidak pernah berpaling. Ketika lagu selesai, Jalal mengecup bibir lembut Jodha secara singkat lalu mengecup keningnya tanpa memperdulikan suara riuh dari para tamu dan keluarga besar mereka. Jodha melepaskan pelukannya dan mereka berdua setengah membungkuk sebagai tanda memberi hormat dan mereka pun kembali ke tempat duduk mereka.

MC kembali berbicara dan mengumumkan kalau akan ada kejutan lainnya. Jodha dan Jalal sama-sama saling menatap dan seakan-akan seperti saling menanyakan siapa yang membuat kejutan itu karena Jalal merasa sudah tidak punya kejutan lainnya begitu pula Jodha.

Tiba-tiba saja muncul enam penari perut memakai baju seperti di film Jeanie in The Bottle dengan warna yang berbeda dan terlihat seksi karena bagian bagian atas bajunya hanya menutupi dadanya sehingga bagian perutnya terbuka. MC memberitahukan kalau grup tari perut tersebut bernama Selir 5 sekarung yang terdiri dari Devi ery, Meea, Ainicahaya Nur, Nurmia dan Erni Panisun beserta leader mereka yaitu Iin Lusniawati. Lalu mereka mengambil posisi dan mulai menari. Mereka menari dengan sangat gemulai, lincah dan menggoda dengan goyangan perut mereka serta suara gelang kaki mereka yang bergemericik. Para tamu yang hadir pun tampak memberikan tepuk tangan dan siulan karena melihat aksi mereka. Sesaat pesta pernikahan itu menjadi sangat riuh dan heboh. Jodha menggeleng-gelengkan kepala dan Jalal membelalakan matanya melihat tarian itu. Tiba-tiba, leader penari perut itu, menghampiri Jodha dan menarik paksa tangan Jodha untuk ikut menari. Jodha menolaknya dan meminta perlindungan dari Jalal namun Jalal malah memintanya untuk ikut ajakan leader tersebut. Iin mempraktekkan gerakannya dan meminta Jodha untuk mengikutinya. Awalnya Jodha malu-malu untuk mengikuti gerakannya namun, lama kelamaan Jodha menikmati dan Jalal yang melihat Jodha menari seperti tampak menikmatinya dan senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya.

Akhirnya Jodha mengundurkan diri dan ke 6 penari tersebut masih menari. Ketika Jodha kembali ke tempat duduknya, Jalal bertanya kepada Jodha, “idemu mengundang penari perut itu, sungguh ide yang sangat briliant sayang.”

“Aku kira kamu yang mengundang mereka? Dan sengaja meminta mereka untuk mengajakku menari?” sambil melirik tajam.

“Nehii, sayangku. Jika bukan kamu dan aku, lalu siapa yang mengundang mereka?” selidik Jalal, “namun, lebih baik kita nikmati saja hiburan ini. Para tamu nampaknya sangat menyukainya,” sambil melirik Jodha.

Lalu Jalal berbisik di telinga Jodha, “kamu terlihat sangat seksi dan menggairahkan saat menari. Aku tidak tahu kalau ternyata istriku pandai menari dan kapan-kapan kamu harus menari di depanku” Jalal menggoda Jodha dan Jodha pun menjawab, “tentu suamiku” memberikan senyuman termanisnya.....

FanFiction Love From The Past Part yang lain Klik Disini


FF Love From The Past Part 38

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.