FF Love From The Past Part 39 - End - ChusNiAnTi

FF Love From The Past Part 39 - End


By: Resza Restu Nirmala..... Ketika acara tarian perut selesai, MC kembali mengumumkan kalau acara selanjutnya adalah pelemparan buket bunga pengantin dan meminta Jodha untuk berada di tengah-tengah lantai dansa juga para tamu wanita yang masih lajang. Tentu saja ketiga putri Dr. Pratap ikut berdiri di kerumunan para wanita lajang dan berada paling depan. Aksi saling sikut terjadi kembali karena mereka ingin mendapatkan buket bunga itu. Ternyata diantara kerumunan para wanita lajang itu terdapat 2 staff WO AMC yaitu Vivian Rossi, Ike Rajkumar yang ikut acara itu. Tidak mau kalah, Siti Nurhasanah sang fotografer, Risqy Rizkund sang make up artist, Fifi Khan sang pemilik FIFI AIR ikut bergabung ke dalam kerumunan itu padahal sudah diberitahu oleh panitia kalau yang boleh ikut acara itu hanya yang masih lajang. Namun, mereka yang sudah memiliki suami tersebut masih saja berada disitu. Sedangkan, Reszani dan Rajkumari Mitha hanya duduk santai sambil menikmati acara tersebut.(nape ga suka ya?? terserah author yee)

Jodha sudah mengambil posisi ditengah-tengah, membalikkan badannya membelakangi kerumunan wanita lajang tersebut. Tangan Jodha mulai mengayunkan buket bunga tersebut ke atas untuk dilempar ke belakang. Aba-aba pun dimulai, 1...2...3...dan buket itu pun dilempar ke belakang. Jodha membalikkan badannya untuk melihat. Buket bunga itu jadi rebutan dan terjadi aksi saling sikut dan mendorong untuk mendapatkannya. Namun, buket bunga itu akhirnya jatuh ke Maan Singh yang saat itu sedang berdiri di belakang kerumunan itu. Maan Singh menangkap buket itu dan memberikannya kepada Mitha. Mitha sangat kaget dengan pemberian buket bunga itu karena Maan Singh memberikannya tiba-tiba. Mitha menerimanya dan Maan Singh hanya tersenyum. Para wanita lajang yang tidak mendapatkannya nampak sangat kecewa terutama ketiga putri Dr. Pratap.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, seluruh rangkaian acara pernikahan tersebut telah selesai dan nampak para tamu yang hadir sudah mulai meninggalkan tempat tersebut dan hanya beberapa yang masih tinggal. Nampak Jalal dan Jodha masih menemui tamu yang masih ada disana. Namun karena sudah merasa letih, Jodha pamit lebih dulu dan Jalal mengizinkannya. Ketika semua tamunya sudah tidak ada, Jalal meninggalkan tempat tersebut dan mendatangi kamar Jodha karena mereka sudah menikah. (ya iyalah...masa misah sih!). Barang-barang pribadi Jalal juga sudah dipindahkan kesana.

Jalal mengetuk pintu kamar Jodha, membukanya lalu masuk ke dalam. Ketika masuk ke dalam kamar, Jalal mencari sosok Jodha dan nampak Jodha yang sedang mengambil piyama yang akan dipakai untuk Jalal. Dia sudah mandi dan memakai kimono warna krem dan di dalamnya terdapat gaun tidur panjang berbahan sutra berwarna krem, bertali kecil, berleher rendah sehingga memperlihatkan belahan dada Jodha dan terdapat renda di bagian dadanya.

Jalal menghampiri Jodha sambil membuka turbannya dan meletakkannya di meja.

“Apa tamunya sudah pada pergi, sayang?”

“Iya, honey. Kamu sedang apa?” Jalal kembali bertanya sambil membuka bajunya.

“Aku sedang mengambilkan piyamamu yang akan kamu pakai nanti untuk tidur,” jawab Jodha datar.

“Honey, sepertinya aku tidak akan memerlukan piyama itu malam ini” goda Jalal sambil memeluk Jodha dari belakang.

“Kenapa sayang?” tanya Jodha polos.

“Owh, honey. Kamu sangat polos sekali” Jalal membalikkan tubuh Jodha menghadapnya, “dan...kamu juga tidak akan memerlukan ini malam ini...” goda Jalal sambil melepas ikatan kimono Jodha dan berusaha mencium Jodha.

Jodha malah mengelak dan mendorong Jalal ke arah pintu kamar mandi, “sebaiknya kamu mandi dulu sayang karena aku lebih suka melihat kamu sehabis mandi… terlihat lebih maskulin sayang” goda Jodha sambil melirik nakal.

Jalal hanya tersenyum dan mengikuti perintah istrinya. Ketika Jalal mandi, Jodha merapikan baju pernikahan Jalal. Menyalakan lilin aromaterapi yang memancarkan aroma floral untuk menambah kesan romantis dan sensual di kamar itu. Di atas tempat tidur pun ternyata sudah dihias dengan petal bunga rose oleh pihak istana. Meredupkan cahaya lampunya di kamar dan hanya diterangi oleh cahaya lilin. Setelah selesai mandi, Jalal memakai piyamanya namun hanya celananya saja dan dia membiarkan dada bidangnya telanjang (aslinya BBSG “bantet-bantet seksehh guemesin).

Lalu Jalal menghampiri Jodha yang sedang melamun di depan jendela kamarnya. “Kya hua, honey?? Kenapa kamu melamun?” tanya Jalal sambil memeluk Jodha dari belakang dan menghirup aroma floral dari rambut Jodha.

“Benarkah kita sudah menikah, sayang?” sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Jalal dan kedua tangannya berada diatas tangan Jalal.

“Kya hua, honey?” selidik Jalal

“Aku takut kalau ini hanya mimpi, sayang. Aku sangat bahagia hari ini” ucap Jodha sambil melirik ke Jalal.

Jalal membalikkan tubuh Jodha menghadapnya dan berbisik ditelinganya, “aku akan membuktikan kalau kita sudah menikah.”

Jalal mendaratkan bibir tebalnya diatas bibir tipis Jodha. Perlahan Jalal mulai mencium bibir tipis Jodha. Jodha memejamkan matanya dan merespon ciuman Jalal dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Jalal. Ketika Jodha merespon ciumannya, Jalal semakin mempererat pelukannya sehingga tubuh mereka semakin rapat. Perlahan Jalal memperlambat ciumannya dan mengambil nafas panjang. Jalal menempelkan keningnya di kening Jodha, memeluknya dan membiarkan Jodha yang masih terpana merasakan sensasi ciuman tadi.

“Hari ini aku belum memuji penampilan istriku. Kamu nampak sangat cantik sekali memakai baju itu. Pantas saja kamu melarangku untuk melihatmu mencoba baju itu dan ternyata, hari ini saat aku melihatmu memakainya, aku sangat terpesona.”

“Kamu, juga terlihat sangat tampan memakai Sherwani. Seperti raja-raja India dari bangsa Rajput atau Mughal” goda Jodha sambil memainkan jemarinya di bahu telanjang Jalal.

“Oya, honey sepertinya kamu melupakan sesuatu”

“Apa itu, sayang?” selidik Jodha penasaran.

“Apakah kamu benar-benar lupa, honey?” goda Jalal.

“Apa sih, sayang?” balas Jodha.

“Apakah kamu lupa kalau kamu belum mendapatkan hukuman akibat ulahmu yang merusak mobil kesayanganku tempo hari?” jawab Jalal pura-pura kesal.

“Iissshhh, aku kira masalah apa. Bukankah aku sudah mendapatkan hukumannya dengan menciumku waktu itu...ehhh tunggu! seharusnya waktu itu kamu yang seharusnya aku hukum tapi kenapa malah aku yang dihukum?? Kamu benar-benar licik, sayang” melirik tajam dan kesal.

“Itu bukan hukuman, honey dan hukuman yang sebenarnya akan aku berikan padamu hari ini” goda Jalal.

“Apa hukumannya, sayang? Tunjukkan padaku,” tantang Jodha.

Bibir Jalal mulai bersatu kembali dengan bibir tipis Jodha. Kali ini bukan ciuman penuh kelembutan yang diberikan oleh Jalal kepada Jodha. Melainkan ciuman yang sudah terbakar oleh gairah dan nafsu, sambil berusaha membuka tali kimono Jodha. Sekali sentak ikatan kimono itu lepas. Jalal terperangah, dia sangat takjub melihat Jodha memakai gaun tidur yang sangat seksi. Potongan rendah dibagian dada gaun itu memperlihatkan belahan dada Jodha.

Jodha nampak tersipu malu saat Jalal memandanginya seperti itu, “u look hot and sexy, honey” bisiknya ditelinga Jodha.

Jalal lalu mulai membaringkan Jodha ke atas ranjang. Kembali mereka berciuman dan malam itu menjadi saksi bisu atas penyatuan kisah cinta mereka.

Keesokan paginya, saat sinar mentari menyelinap masuk ke dalam kamar mereka, Jodha terbangun di dalam pelukan Jalal. Dipandanginya wajah laki-laki yg saat ini telah sah menjadi suaminya. Ditelusuri wajah suaminya tersebut, hingga matanya tertumpu pada tanda merah di leher Jalal. Jodha tersenyum melihatnya, bayangan akan cumbuan semalam bermain dipikirannya. Perlahan Jodha memindahkan tangan Jalal dari pinggangnya. Jodha bangun dari tempat tidur dan menarik selimut tipis untuk menutupi tubuhnya. Jodha lalu berlari kecil ke arah kamar mandi.

Dilihatnya kamar mandi yang luas. Di dalamnya terdapat Jacuzzi, ruang shower yang dipartisi dengan kaca tembus pandang. Kamar mandi yang didominasi dengan warna merah dan keemasan menambah kesan sensual bagi yang melihatnya. Di sekeliling Jacuzzi itu terdapat lilin-lilin aromaterapi dan beberapa rose petal. Jodha lalu menyalakan keran air hangat dan memasukkan bubble bath untuk membuat busa dan beberapa kelopak bunga yg menambah kesan romantis dan sensual. Sambil menunggu airnya memenuhi Jacuzzi, Jodha menyalakan lilin-lilin itu dan keluarlah aromaterapi yang dapat membuat rileks.

Di samping Jacuzzi tersebut terdapat cermin besar dan Jodha melihat tubuhnya yang nampak kemerahan di sekitar leher dan tulang bahunya. Jodha kembali terbayang akan peristiwa semalam. Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya dan mendaratkan ciuman di punggung terbukanya yang membuat Jodha merasakan sensasi yg luar biasa.

“Kamu sedang apa, honey?” tanya Jalal.

“Sayang, apa yang kamu lakukan ?” tanya jodha kembali dengan suara parau karena ulah Jalal yang mencium punggungnya.

“Aku sedang memberimu hukuman karena kamu sudah meninggalkanku sendirian di ranjang. Aku ingin ketika aku membuka mataku saat bangun tidur, wajahmulah yang ingin aku lihat untuk pertama kalinya,” jawab Jalal masih memeluk Jodha dari belakang dan melihat pantulan mereka berdua di cermin.

“Oya, sepertinya aku punya ide untuk menghilangkan rasa letihku sejenak sehabis permainan tadi malam, honey “ ucap Jalal dengan nada menggoda.

“Apa maksudmu, sayang?” tanya jodha penasaran.

Jalal tidak menjawabnya namun langsung mengangkat tubuh Jodha sehingga kain yang menutupi tubuhnya jatuh ke lantai dan membuat Jodha membelalakkan matanya, “Kyaaaa, sayang apa yang kamu lakukan??” ucap Jodha sambil berusaha menutupi area pribadinya.

“Tidak usah kamu tutupi, honey. Bukankah aku sudah melihat semuanya?” goda Jalal lalu membawa Jodha masuk ke dalam Jacuzzi tersebut bersamanya.

Jalal lalu duduk di dalamnya dengan Jodha berada di pangkuannya. Melihat wajah Jodha yg terlihat merona merah membuat gairah Jalal kembali. Dicium bibir istrinya tersebut dengan lembut. Jodha pun menerima ciuman Jalal kedua tangannya memegang wajah Jalal. Ciuman yang membara dengan sensasi air hangat, rose petal dan lilin aromaterapi menambah keromantisan mereka pagi itu.

Setelah puas menciumi bibir Jodha, Jalal berpindah ke leher jenjang Jodha. Bibirnya mulai menjelajahi kulit leher Jodha yang putih bak pualam. Jodha yg mendapat serangan tersebut hanya bisa mengerang menikmati permainan bibir Jalal di lehernya dan mereka kembali memadu kasih untuk yang ke sekian kali.

***************

Setelah selesai acara pernikahan yang digelar selama 4 hari tersebut. Jalal, Jodha dan keluarga besar mereka kembali ke mansion yang berada di Casablanca. Setelah berada disana selama 2 hari, keluarga besar Jalal dan Jodha kembali ke negara mereka masing-masing. Maan Singh dan Shehnaz beserta keluarganya sudah terlebih dahulu pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing. Hari ini, Jalal dan Jodha mengantarkan kedua orang tua mereka, Rahim beserta istrinya, nenek Athifa, Salima dan Rahul ke bandara. Disana sudah menunggu jet pribadi yang Jalal beli khusus dari FIFI AIR. Terjadi momen emosional saat melepas kepulangan mereka ke India. Dimana kedua orang tua Jodha akan sangat lama untuk tidak bertemu dengannya. Namun mereka harus mengikhlaskannya karena bagaimana pun sekarang Jodha sudah menikah dan harus ikut dengan suaminya.

Hari berikutnya, sesuai dengan perkataan Jalal. Mereka akan pergi berlayar dengan kapal pesiar mereka yang bernama Akdha untuk berbulan madu menjelajahi Eropa. Selama kurang lebih 2 minggu mereka berbulan madu. Setelah puas berbulan madu, mereka berdua kembali kepada rutinitas mereka seperti waktu di India. Jalal bekerja di kantor cabang barunya dan Jodha mulai bekerja di toko bunga miliknya sendiri dan mereka hidup damai, tenang dan bahagia disana.

****************

New Delhi, India (5 tahun kemudian)

Sepasang suami istri sedang berdiri di samping makam seseorang.

“Ayah, aku harap sekarang ayah sudah bisa pergi dengan tenang. Kami sekeluarga sudah tenang, orang-orang yang inin menghancurkan keluarga kita sudah tak ada lagi. aku juga sudah menikah dengan wanita yang ayah dan kakek pilihkan untukku, aku sudah memenuhi surat wasiat kakek dengan menikahi Jodha. kami akan hidup bahagia, andai ayah ada disini bersama kami maka kebahagiaanku akan terasa lengkap, kami sayang ayah.” ucap Jalal sambil menggandeng tangan Jodha.

Di sebelah mereka ada anak kecil yang menarik-narik tangan Jodha yang bebas, ia berujar,”Ammi... kenapa kita disini?? aku takut Ammi, ini tempat apa?” tanya seorang bocah laki-laki berusia 4tahun.

“Ini, makam sayangku. Disini terbaring kakek kalian yang sudah lama meninggal,” jawab Jodha kepada kedua anak laki-lakinya.

“Disini sepi, Ammi, Abu...aku mau pergi saja dari sini,” sahut putra sulung Jodha dan Jalal dan dia pun meninggalkan mereka.

Setelah menikah selama 5 tahun, Jodha dan Jalal dikaruniai dua orang anak laki-laki. Si sulung bernama Nuruddin Salim Akbar berusia 4 tahun dan putranya yang kedua bernama Murad Humayun Akbar berusia 2tahun.

Lalu Jalal mengajak Jodha ke makam lainnya yang letaknya tidak jauh dari makam ayahnya Jalal dan Jodha bertanya-tanya, “sayang, ini makam siapa?.”

“Tadinya ini adalah makam dirimu. Namun, begitu aku mendapat kabar bahwa kamu masih hidup, aku langsung meminta seseorang untuk membongkar nisan makam ini dan entah jasad siapa yang terkubur disini,” jawab Jalal tegang.

“Yang berlalu biarlah berlalu, sayang. Bukankah kita sudah membuka lembaran hidup kita yang baru?”, ucap Jodha sambil merangkul Jalal.

“Iya, honey. Aku sangat bahagia karena kamu sekarang sudah berada disisiku untuk selamanya,” sambil menatap Jodha dan mengecup keningnya.

Kemudian, mereka berdua berlalu dari sana. Terlihat, Salim dan Murad yang sedang berlarian saling mengejar yang diawasi oleh Moti. Jalal dan Jodha berjalan menghampiri mereka dan tiba-tiba, “hoooeekkk, hoooeekkk.”

“Ka...kamu...kenapa honey?!, apakah kamu sakit?” ucap Jalal cemas sambil merangkul pinggang Jodha.

“Tidak sayang, aku tidak sakit, tetapi aku...,” ucap Jodha terbata-bata, “...aku sudah telat 2 bulan, sayang.”

“Benarkah itu, sayang?” tanya Jalal bahagia dan kaget mendengar kabar itu.

Jodha hanya mengganggukkan kepalanya dan Jalal memeluknya. Dengan sangat hati-hati, Jalal menggandeng tangan Jodha.

Jodha dan Jalal sedang duduk berdua di sebuah sofa panjang yang menghadap ke arah taman samping di rumah orang tua Jalal. Jodha merebahkan kepalanya di dada bidang Jalal dan Jala melingkarkan lengannya di pinggang Jodha. Mereka berdua sedang memandang kedua putra mereka yang sedang bermain disana. Mereka berdua sedang membayangkan dan membicarakan tentang pertemuan mereka pertama kali ditempat itu.

Setelah 5 tahun tinggal di Maroko, akhirnya Jalal dan Jodha memutuskan untuk tinggal di India selamanya karena disanalah mereka bertemu, menjalin kasih, memperjuangkan cinta mereka hingga akhirnya mereka menikah. Bukan hanya karena alasan itu saja, mereka pulang ke India juga sekalian untuk menghadiri acara pernikahan Maan Singh dengan Rajkumari Mitha Kumar sedangkan, Mirza dia masih asik melajang. Tidak adakah yang ingin tahu tentang Ruqaiyah??Dia ditempatkan di sebuah Panti Rehabilitasi Gangguan Mental dimana tingkat penjagaannya sangat tinggi sehingga para pasien disana tidak akan bisa kabur.
Jalal dan Jodha hidup bahagia di India bersama ketiga anak mereka, anak ketiga mereka adalah seorang putri yang bernama Rajkumari Aram Bano.

***********

“Disinilah kita pertama kali bertemu dan aku langsung terpesona dengan dirimu. Aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama. Begitu beratnya perjuangan cinta kita hingga aku kehilanganmu. But, my Love From The Past that bring u back to me. You are my first and my last love. No one else, just u in my heart, in my mind and in my life... I love u till the end of my life...”

~ Sometimes the heart sees what is invisible to the eye ~ by H. Jackson Brown, Jr.

~ Love isn't something you find. Love is something that finds you ~ by Loretta Young.

THE END, FINISH, TAMAT

Terima kasih kepada seluruh teman2 GKM dan AMC yang sudah membantu dan mensupport aye. Juga para ALL READERS yang selalu setia menunggu dan meluangkan waktu untuk membaca FFku. Sampai bertemu di FF baru aye yang berjudul The Royal Agra yang sudah tayang.

FanFiction Love From The Past Part yang lain Klik Disini


FF Love From The Past Part 39 - End

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.