Sinopsis Blood Episode 6 Part 1 - ChusNiAnTi

Sinopsis Blood Episode 6 Part 1



Ji Sang begitu terkejut saat menyadari wajahnya tergores dan mengeluarkan darah. Dia segera menutup pipi kirinya karena Ri Ta telah melihatnya dan dia segera berlari dari sana.
Gae Yeon yang melihat mereka berdua, langsung menghampiri Ri Ta, “Apakah manajer terluka?” Namun pertanyaannya tidak mendapat jawaban dari Ri Ta. Ri ta langsung berlari mengejar Ji Sang, sementara Gae Yeon terpaku dan tampak cemas.
Ji Sang sampai diruangannya. Dia langsung mengunci pintu dan menutup jendela ruangan. Dia melepaskan jas dokternya dan memasukkannya kedalam kantong plastik. Dia mengambil cairan dari dalam laci dan menuangkannya pada kapas. Dia membersihkan darah di pipinya dengan melihat pada cermin. Sisa darahnya hilang, dan lukanya pun juga menghilang.
Ri Ta terus menggedor-gedor pintu ruangan Ji Sang. Setelah beberapa saat, akhirnya Ji Sang membuka pintunya sambil menutupi pipi kirinya dengan kapas supaya Ri Ta tidak curiga. Ri Ta mendesak ingin mengobati luka Ji Sang, “Kulitmu terluka dan perlu dijahit.” Namun Ji Sang menolaknya, “Aku akan mengurus diriku sendiri. Aku akan melakukannya dengan melihat cermin.” Ji Sang langsung menutup pintu ruangannya. Ri Ta hanya diam dan tidak protes seperti biasanya.

Pasien yang mengamuk tadi kini telah diisolasi dengan tubuh terlentang. Jae Wook menanyakan pada Hye Rin kenapa melakukannya pada pecandu alkohol. Hye Rin meminta maaf karena dia tidak tahu sebelumnya. Hye Rin sedikit menentang saat Jae Wook menyuruhnya untuk mengeluarkan pria itu dari rumah sakit besok, “Tapi Direktur, dia sudah disuntikkan level satu. Akan sangat berbahaya jika sampai dia masuk ke rumah sakit lain dan diketahui kejanggalan pada orang ini.” Namun Jae Wook tetap pada keputusannya, “Lakukan saja apa yang ku suruh. Akan berbahaya bagi kita jika dia terus disini.”

Hyun Woo mondar-mandir sementara Ji snag duduk menyandar di sofa. Dia tampak lemas karena masalah yang terjadi secara bertubi-tubi. “Apakah kita bisa meningkatkan dosis antisannya?” tanya Ji Sang. Hyun Woo langsung menolaknya, “Kita tidak bisa melakukannya, itu sangat berbahaya.” Luuvy yang selalu bersama mereka berdua akhirnya memberi penjelasan tambahan, “Menurut ibumu, catatan Han Sun Young, Atisan ini disintesis dengan hormon dari kelenjar dibawah otak. Saat kau overdosis, itu akan melemahkan tubuhmu. Seiring dengn depresi... tingkat metabolismemu akan menurun dan kau bisa mengalami kelumpuhan saraf.”
Ji Sang menanyakan apa itu akan mempengaruhi operasinya. Hyun Woo membenarkannya, “Ah... dan apa yang terjadi dengan kaca di kamar mandi?” Ji Sang mengatakan bahwa itu dilakukannya tanpa sengaja, “Tiba-tiba saja aku tidak bisa mengendalikan diriku. Dan hal itu berlangsung sesaat.” Hyun Woo menawarkan bagaimana kalau mereka melakukan pemeriksaan pada darah Ji Sang? Hyun Woo berbalik untuk melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat mendengar kata-kata Ji Sang, “Dan satu lagi. Dokter Yoo melihatku saat aku terkena goresan pisau bedah.” Hyun Woo semakin frustasi, dia takut kalau Ri Ta melihat luka Ji Sang sembuh dengan sendirinya, “Ahhh... Dan masalah semakin rumit.”

Malam hari, Ji Sang sedang berjalan di lorong rumah sakit yang gelap.  Tiba-tiba dia berbalik. Dia melihat seorang wanita yang sendirian. Ji Sang mulai kehilangan kendali dirinya dan haus akan darah. Kuku tangan Ji Sang mulai memanjang. Wanita itu menoleh namun tidak melihat siapa-siapa. Ji Sang kembali muncul, namun kali ini wajahnya berubah putih pucat dan sudah mengeluarkan taring. Saat wanita itu menoleh, Ji Sang sudah siap menerkamnya.
Mata Ji Sang terbuka lebar. Yah, dia berada dikamarnya. Itu adalah mimpinya yang mengerikan. Dia memeriksa giginya, tetapi tidak ada perubahan.

Pagi harinya, Ji Sang sudah siap berangkat bekerja. Hyun Woo memintanya untuk tidak sering melakukan operasi. Dia juga memberitahukan bahwa antisan tidak berpengaruh lagi pada tubuh Ji Sang, “Semua itu tergantung pada dirimu, kau harus bisa mengendalikan dirimu sendiri.” Ji Sang kemudian menanyakan mengapa dia menjadi lemah saat melihat darah. Hyun Woo mengatakan bahwa antisan itu dibuat oleh Ibu Ji Sang untuk mencegah supaya tidak menghisap darah manusia, “Antisan itu sudah digunakan sejak 40 tahun yang lalu dan kita juga tidak tahu efek samping dari obat itu. Antisan itu bekerja secara berbeda pada tubuhmu. Makanya tubuhmu akan melemah saat kau melihat darah.” Ji Sang sudah cukup mengerti dan dia akan berangkat bekerja, tapi Hyun Woo kembali menghentikannya. Dia melepaskan plesterdi pipi kiri Ji Sang, “Kau hanya menempelkan ini? Kau bilang Dokter Yoo melihatmu terluka.” Ji Sang bingung dengan maksud Hyun Woo. Hyun Woo kemudian meminta Ji Sang untuk mendekatinya.

Jae Wook melihat hasil rekaman saat Ji Sang diserang dan pipinya terkena pisau operasi, “Melihat dari darah di bajunya, lukanya pasti sangat parah.” Kemudian Jae Wook meminta kepada kepala keamanan, “Aku meminta rekaman Park Ji Sang di OR, ICU dan ER selama 3 hari kedepan.”

Ri Ta sedang berada diruangannya bersama Soo Eun. Soo Eun semakin kesal dengan sikap Ri Ta, apalagi dia mengatakan bahwa luka Ji Sang sembuh dengan sendirinya. Ri Ta langsung bangkit untuk memeriksanya sendiri dan Soo Eun langsung mengejarnya.
Ri Ta melihat Ji Sang yang sedang berjalan sambil memeriksa laporan di tangannya. Soo Eun mencoba untuk menghentikan Ri Ta, namun Ri Ta yang keras kepala tidak menghiraukannya.
Ri Ta memanggil Ji Sang. Dia menghampiri Ji Sang dan Soo Eun terpaksa mengejarnya. Ri Ta menanyakan apakah Ji Sang benar-benar sudah menjahit lukanya sendiri. Meskipun Ji Sang sudah melarangnya, Ri Ta bersikeras untuk memeriksanya kembali. Ri Ta tidak kehabisan akal, dia berpura-pura menyapa Ketua dan Ji Sang menoleh. Kesempatan itu dimanfaatkan Ri Ta untuk melepaskan plester di pipi kiri Ji Sang. Ri Ta dan Soo Eun terperangah saat melihat bekas jahitan di pipi kiri Ji Sang. Ji Sang langsung membentaknya, “Apa yang kau lakukan?! Apakah kau mau bertanggung jawab jika lukanya semakin parah?! Jika kau melakukan ini lagi, aku akan melaporkanmu ke Komite Etik. Kau mengerti?!” Soo Eun segera meminta maaf, “Apakah aku perlu memasangkannya lagi?” sambil menyodorkan plester Ji sang. Namun Ji Sang menolaknya, “Lupakan saja.” Kemudian dia melangkah pergi.
Ri Ta masih merasa janggal. Tapi Soo Eun sudah terlanjur kesal karena Ri Ta sudah mempermalukannya. Dia memukul punggung Ri Ta berulang kali. Sementara Ji Sang tersenyum mengingat apa yang dilakukan Hyun Woo padanya tadi pagi. Hyun Woo merias pipi kiri Ji Sang sehingga membentuk bekas luka dan jahitan.

Jae Wook sedang berada didalam gereja. Dia menundukkan kepalanya dengan khusyu’, “Seperti biasa... aku tidak menyuruhmu untuk berani atau bijaksana. Sebaliknya, tolong tetap menjadi dirimu yang sekarang. Penilaian dan disiplinmu... aku akan dengan senang hati menerimanya.”
Jae Wook langsung membuka matanya saat ada seseorang yang membuka pintu gereja. Dia menoleh dan melihat Biarawati (pasien yang ditangani Ji Sang dan Ri Ta) dan segera membantunya. Jae Wook memperkenalkan dirinya sebagai direktur di rumah sakit tersebut dan mereka berbincang-bincang sejenak dengan hangat. Kemudian Jae Wook membungkuk memberikan hormat sebelum dia pergi.

Ji Sang kembali menemui Jung Ji Tae diruangannya. Ji Tae menyampaikan keganjalannya tentang bangsal 21A. “Aku merasa bahwa bangsal 21A terasa aneh. Tim Pengembangan Obat baru mengambil banyak sampel darah dari sana tapi tidak masuk laboratorium. Darah mereka dibawa ke laboratorium Tim Pengembangan Obat Baru. Hasil lab mereka juga mempunyai akses yang terbatas. Bangsal 21A mencari lebih dan lebih banyak kelinci percobaan tim Pengembangan Obat Baru.” , “Pernahkah kau berpikir bahwa nilai pasien dari perdarahan pembuluhnya?” tanya Ji Sang. Ji Tae menjawab bahwa dia tidak pernah menemui hal itu. Ji Tae mengajak Ji Sang bekerja sama untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun Ji Sang menolaknya, karena dia teringat saat melihat darah, dia menjadi lemah. Dan Ji Tae pun tak mau memperpanjang hal tersebut, meskpiun Ji Sang yang awalnya memberikan umpan padanya.

Gerrad Kim menemui Woo Il Nam setelah melakukan pekerjaannya. Gerrad Kim mengatakan bahwa teori Il Nam kemarin keliru. Kemudian Geerad Kim mulai mengungkit masalah pendidikan Il Nam yang begitu memukau namun tidak seperti yang ada sebenarnya. Dan Il Nam pun mulai membuat dan membanggakan dirinya.

Ji Tae menemui Kyung In dan menerima usulan Kyung In. Tapi dia tidak ingin mengambil bagiannya dan dia menyampaikan unek-uneknya, “Ketua dan Direktur memberikan otoritas penuh pada Tim Pengembangan Obat Baru. Tidak mungkin bagi kita apra dokter untuk terlibat.” Kyung In menenagkannya, “Masalah itu aku akan mencoba meyakinkan ketua. Jadi, kau bisa berpartisipasi dalam pekerjaan mereka sebagai pengamat.” Ji Tae memotong ucapannya, “Itulah masalahnya. Aku hanya akan diizinkan menjadi pengamat. Mereka tidak akan berbagi data secara rinci padaku.” , “Aku juga akan memikirkan masalah itu. Bahkan jika harus melibatkan rute resmi.” Ucap Kyung In dan Ji Tae tampak puas dengan jawabannya.

Jae Wook mengajak Il Woo berbicara berdua. Jae Wook menawarkan jabatan Direktur pada Il Woo sebagai pengganti dirinya kelak dan Ji Sang akan dijadikan sebagai wakil direktur. Sementara Kyun In akan dipindah tugaskan ke tempat lain. Semua itu dengan syarat Il Woo mau membantu mengawasi dan membantu bekerja di bangsal 21A. Dan Il Woo yang memang gila jabatan, dia pun menyetujuinya.

Ji Sang memasukkan koin ke dalam kotak minuman. Dia menekan tombolnya berulang kali, namun minumannya tidak kunjung keluar juga. Tiba-tiba dia kehilangan kendalinya dan memukul kotak minuman tersebut hingga kacanya pecah dan mesinnya rusak. Gae Yeon yang melihat tindakan Ji Sang hanya bisa menatapnya sedih dan dia hanya melihat kepergian Ji Sang tanpa mengejarnya..... TBC-->Part 2

**Celotehanku**
Setelah melihat episode ini, entah mengapa saya merasa bahwa sebenarnya Jae Wook adalah orang yang baik. Dia menjadi berambisi seperti saat ini karena ada suatu hal yang memaksa egonya untuk melakukannya. Dia adalah seorang dokter, dan mungkin akan banyak nyawa yang selamat dan hilang di tangannya. Meskipun itu adalah kehendak Tuhan, tapi sepertinya dia tidak terima dengan hal itu.
Dan sampai saat ini, saya masih belum mengetahui, apa peran Gae Yeon disini. Kemungkinan besar dia akan berpengaruh pada perubahan Ji Sang, entah itu secara langsung atau tidak langsung. Dan.... Semoga Ji Sang mau menerima tawaran Ji Tae untuk bekerja sama.

Sinopsis Episode yang lain Klik Disini


Sinopsis Blood Episode 6 Part 1

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.