Sinopsis Blood Episode 6 Part 2 - ChusNiAnTi

Sinopsis Blood Episode 6 Part 2



Ri Ta sedang bersama dengan Gerrard Kim. Gerrard Kim mencoba mengajak Ri Ta keluar namun Ri Ta terus menolaknya dengan berbagai macam alasan. Tiba-tiba seorang suster menghampirinya dengan nafas terengah-engah dan mengajak Ri Ta karena ada sesuatu yang mendesak.
Ri Ta langsung mengikuti suster itu. Suster kepala sudah menghadang kepala keamanan yang mau mengeluarkan pasien yang berulah kemarin malam. Ri Ta menghadangnya dan melarangnya karena pasien itu menderita kanker dan perlu dirawat. Kepala keamanan kemudian menunjukkan protokol resmi pada Ri Ta, ditambah lagi Il Nam yang menghampiri Ri Ta dan menyuruh orang tersebut untuk segera melakukan tugasnya. Ri Ta semakin curiga dengan tindakan Jae Wook, pamannya dan sekarang Il Nam.

Malam harinya di kamar Ri Ta, Ri Ta masih memikirkan kejadian yang terjadi di rumah sakit tadi. Dia semakin pusing karena masalah semakin rumit. Tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi.
Ternyata Kyung In yang datang dengan membawa banyak makanan. Ri Ta menikmatinya. Mereka membicarakan tentang kejadian yang terjadi di rumah sakit tadi siang. Ri Ta sendiri menjadi bingung setelah tahu bahwa Kyung In tidak ikut serta dalam membuat protokol tersebut, dia tidak habis pikir dengan keanehan Jae Wook dan pamannya sendiri. “Bibi, kumohon tetaplah tinggal disisi kami. Hanya dirimu yang selalu setia pada kami. Kami tidak bisa percaya pada siapapun selain dirimu.”

Pasien yang diusir dari rumah sakit kini sedang mabuk-mabukan dan J terus mengawasinya. Saat pria itu berjalan di jalan yang sepi, J menghadang jalannya. Tanpa menunggu lama, J langsung mencekik pria itu dan melemparkannya ke tengah Jalan dengan kepala yang berdarah. Truk yang tiba-tiba melintas, langsung menghantam tubuh pria tesebut, sementara J berlalu dari sana.

Hyun Woo meminta Ji Sang untuk berhenti bekerja di rumah sakit dan meninggalkan Korea. Karena disana mereka tidak mendapatkan hasil apapun. Di tambah lagi, Ji Sang kemungkinan tidak akan bisa mengendalikan dirinya lagi jika terus melakukan operasi. Hyun Woo mengajak Ji Sang pergi dan lebih fokus pada penemuan VTH-16.

Kyung In berbicara pada Ketua Yoo tentang kinerja Tim Penemuan Obat Baru yang mencurigakan karena tidak mau berbagi data lengkapnya dengan dokter lain, tapi Ketua Yoo meminta Kyung In tidak ikut campur dan membiarkan semuanya pada keputusan Jae Wook. Ketua Yoo bangkit dari duduknya, dan secara tidak langsung memindahkan tugaskan Kyung In ke Hotel Hanche. Dan hal itu sukses membuat Kyung In terkejut, meskipun begitu, dia tetap menajga senyumnya.

Gae Yeon dimarahi oleh kedua seniornya karena kecerobohannya. Bahkan kepalanya sampai ditimbuk dengan laporan yang dipegang oleh salah satu seniornya. Gae Yeon tidak dapat berbuat banyak selain meminta maaf dan menangis. Lee Ho Yong yang saat itu kebetulan lewat, melihat hal itu dari luar dan menatap Gae Yeon dengan iba.

Di sebuah kursi panjang di luar ruangan, Gae Yeon sedang mengerjakan tugasnya sambil memakan roti. Meskipun raut wajahnya menampakkan kesedihan, dia tetap menjalankan tugasnya. Tiba-tiba dia tersedak, seseorang mengulurkan minuman pada Gae Yeon. Saat Gae Yeon mendongak, dia melihat Ho Yong. “Kau harus minum meskpiun sibuk bekerja supaya pencernaanmu tetap sehat. Kau harus tetap semangat supaya tidak berakhir sepertiku.” ucap Ho Yong. Gae Yeon berterima kasih dan Ho Yong pun meninggalkannya.

Para dokter sedang berada di ruang rapat. Il Nam mengatakan bahwa ada undangan Seminar lagi dari sekolah yang diadakan di Pulau Jeju, dan hanya Rumah Sakit mereka lah yang tidak ada yang mewakili. Il Nam menanyakan apakah ada yang mau menghadiri seminar tersebut, dan Ho Yong mengangkat tangannya. Il Nam langsung memelototinya dan menyuruh Ho Yong menurunkan tangannya, “Kau tidak perlu menghadiri seminar ini.” Ji Sang yang juga ada disana, ingin mengangkat tangannya, tapi tiba-tiba tangannya kembali gemetar dan hal itu dilihat oleh Ri Ta yang saat itu duduk disampingnya.
Kemudian Il Nam menyampaikan bahwa ada operasi lagi, kali ini transplantasi Jantung, “Manajer Park, apakah anda mau melakukan operasi ini?” Kali ini Ji Sang menolaknya, “Tidak. Dan aku akan menghadiri Seminar di Pulau Jeju sekalian bersantai.” Tentu saja jawaban ini mengejutkan semua yang ada disana. Jae Wook kemudian menengahi, “Dokter Woo, kenapa tidak kau saja yang melakukan operasi ini?” Il Nam menelan ludah, tapi dia menyanggupinya. Kemudian Jae Wook bertanya pada Ri Ta, “Dokter Yoo, apakah kau juga akan ikut seminar?” Tapi Ri Ta menolaknya.

~~~~~~~~~~o0o~~~~~~~~~~

Setelah selesai rapat, Ri Ta dan Ji Sang berjalan berdampingan dengan Ri Ta yang terus saja berbicara, “Apakah mesin otomatismu benar-benar rusak? Tumben sekali kau menolak opersi? Apakah terjadi sesuatu denagnmu?” , “Ada yang dikatakan lagi?” ucap Ji Sang tanpa menjawab pertanyaan Ri Ta satu pun. “Tidak.” ucap Ri Ta singkat. Karena percuma saja jika dia menanyakan lagi, Ji Sang tidak akan pernah menajwabnya.

~~~~~~~~~~o0o~~~~~~~~~~

Ri Ta pergi ke mesin penjual minuman otomatis, saat akan memasukka koin, dia masih memikirkan Ji Sang, “Apakah mesin otomatisnya benar-benar rusak?” ucapnya dalam hati.

Ji Sang berada didalam ruangannya, saat dia bekerja, tiba-tiba tangannya kembali gemetar. Dia langsung menutupi tangan kanannya saat Ri Ta tiba-tiba masuk. “Aku akan ikut seminar ke Pulau Jeju. Aku juga ingin bersantai.” ucap Ri Ta tanpa basa basi.  “Kau bilang tidak mau ikut, dan ini bukan liburan. Kau bahkan tidak mengetuk pintu!” timpal Ji Sang. “Ada yang dikatakan lagi?” balas Ri Ta kemudian dia menutup pintu ruangan Ji Sang.

Ji Sang dan Ri Ta menarik koper mereka masing-masing memasuki hotel tempat diadakan seminar. Ri Ta terus saja berbicara, “Kau tidak perlu gugup. Kau bisa bertanya padaku bagaimana berhubunga dengan baik dengan orang lain. Aku tahu orang antisosial sepertimu pasti tidak pernah bergaul dengan orang lain.” Sementara Ji Sang malas untuk menanggapi ucapan Ri Ta.
Tiba-tiba ada dr. Kim dan dr. Park yang menyapa mereka berdua, dan tentu saja Ri Ta yang menjawabnya. Dr. Park dan dr. Kim sangat senang bisa berjumpa dengan Park Ji Sang. Dr. Kim mengulurkan tangannya namun diabaikan oleh Ji Sang. Dr. Park berteriak, “Hai semuanya, disini ada dr. Park Ji Sang.” Dan semua yang ada disana langsung berhamburan mengelilingi Ji Sang.
Di dalam ruangan seminar, Ji Sang memaparkan jalan operasinya dan apa saja yang harus dilakukan saat operasi dan peserta seminar tampak antusias kecuali Ri Ta.

Selesai seminar pun begitu, Ji Sang kembali dikerumuni oleh peserta seminar yang lain, sementara Ri Ta hanya menunggu sambil memanyunkan bibirnya.
Setelah itu, mereka menuju ke kamar mereka masing-masing. Dan memang tiada henti bagi Ri Ta untuk mencerca Ji Sang dengan berbagai macam kalimat. “Kau pasti sangat senang dikelilingi banyak orang dan menjadi pusat perhatian.” Ucap Ri Ta. “Bukankah kau yang senang karena hal ini?” sela Ji Sang. “Apa maksudmu?” tanya Ri Ta. “Ya, karena kau memiliki atasan sepertiku, jadi kau juga akan ikut menjadi pusat perhatian.” Ri Ta segera membantah, “Aku hanya jika mereka memperhatikanku, bukan orang lain!” , “Besok jadwal seminar kita apa?” tanya Ji Sang pada Ri Ta seolah-olah Ri Ta itu sekertarisnya.  “Apa kau pikir aku sekrtarismu? Tanyakan saja sendiri pada Manajer umum.” Jawab Ri Ta dengan kesal kemudian berjalan mendahului Ji Sang.

Jae Wook berada di ruang kerja di rumahnya. Dia teringat pertemuannya tadi siang dengan pasien Biarawati. Dan itu mengingatkannya pada masa lalunya.
**Flashback**
Di Pusat Kesehatan UCSF. Jae Wook melangkah kedalam sebuah ruangan rawat. Tiba-tiba seorang anak muncul dari balik selimutnya dan tersenyum pada Jae Wook yang saat itu menjadi dokter.
Hujan begitu deras di rumah sakit tersebut, seakan ikut menangisi seorang anak yang sangat dekat dengan Jae Wook. Jae Wook begitu terperangah saat melihat jasad anak tersebut mengalirkan banyak darah karena anak tersebut jatuh dari atap gedung. Jae Wook menangis, namun air matanya tak nampak karena sudah tersapu oleh rintikan air hujan. Terdengar suara seseorang, “Sepertinya orang tuanya sudah membuang anak angkat mereka. Karena biaya medisnya yang tinggi. Rumah sakit memulangkan pasien karena tagihan tidak lagi dibayar. Anak itu dikirim ke jasa perlindungan.”
**Flashback End**
Jae Wook memegang figura kecil dimana ada foto dirinya dengan anak tersebut. Wajahnya dengan jelas menampakkan kesedihan.

Keesokan paginya, Ji Sang menghampiri Ri Ta yang sedang menunggu lift terbuka. “Kau mau kemana, apa sarapan tadi masih belum cukup?” tanya Ri Ta. “Aku ingin mencari angin segar.” Jawab Ji Sang. “Oh... dan jangan coba-coba mengikutiku.” Ucap Ri Ta. “Aku mempunyai tujuanku sendiri, mengapa aku harus mengikutimu?” timpal Ji Sang. Dan pintu lift pun terbuka, didalam lift mereka masih melanjutkan perdebatan mereka. Ri Ta mengatakan bahwa dia ingin mencari ikan kakap putih sementara Ji Sang mengaku bahwa dia ingin melihat lumba-lumba. “Oh... Dan berbicaralah dengan lumba-lumba itu!” ejek Ri Ta. Dan mereka melangkahkan kakinya ke arah berbeda....... TBC-->Part 3

Sinopsis Episode yang lain Klik Disini


Sinopsis Blood Episode 6 Part 2

3 comments:

  1. Mksh ya mba anti....dah bkin sinop.nya...drama ini sll sy tunggu2 sinop nya...
    semangat ...^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama,Mbak Resti.
      Terima kasih...

      Delete
  2. Makin seru aja ceritanya, lanjut terus nulis sinopsisnya ya mbk anti
    Makasih,,,

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.