Ana Uhibbuki Fillah Part 2 - ChusNiAnTi

Ana Uhibbuki Fillah Part 2



 
**Profil author akan muncul di part terakhir ff ini**

“Apa yang baik menurut prasangka kita belum tentu baik menurut sang penggengam jiwa (Alloh SWT), dan apa yang buruk menurut prasangka kita belum tentu buruk menurut sang penetap takdir (Alloh SWT)”

***

Sejak Jodha hadir dirumahnya, Jalal hampir tidak pernah mau ngumpul bersama, terlebih dia merasa Jodha sudah banyak mempengaruhi ammijannya.

Suatu malam dihari Sabtu..Jalal sudah siap-siap mau pergi, biasanya malam minggu seperti ini, dia akan berkumpul bersama-teman-temannya atau hanya sekedar kencan dengan salah satu teman wanitanya. Namun begitu turun dari tangga.. Hameda segera memberhentikannya.

“Jalal.. malam ini kamu tidak boleh pergi..ada sesuatu yang penting yang harus ammi bicarakan..”

“Bicaranya kan bisa nanti ammijan..saya sudah punya janji” jawab..Jalal mukanya merengut, menandakan dia kecewa berat.

“Pokonya..ammi tidak ingin mendengar alasan apapun!!” ucap Hameda..sampil menarik tangan Jalal.

Dengan malas dan muka ditekuk Jalal duduk diruang ruang keluarga..tapi begitu melihat Jodha..dia segera berdiri lagi..sepertinya kebenciannya pada Jodha sudah memuncak.

“Jalal...DUDUK!” perintah ammijan dengan sedikit membentak...meskibun brengsek, tapi Jalal sangat hidmat pada ammijannya, terlebih lagi jika nada suara ammijan sudah meninggi.

Akhirnya Jalal pun duduk..dia menatap Jodha dengan penuh kebencian.

“Jalal...kamu ingat pesan abijan mu?? (Hameda berhenti sejenak)..dia berwasiat untuk menyerahkan perusahaan padamu sa’at kamu sudah menikah..dan ini saat yang tepat nak..menikahlah dengan Jodha”

Mendengar ucapan ammijan, jantung Jalal serasa berhenti berdetak, matanya elangnya terlihat makinmenyeramkan

“Ammi..saya tidak salah dengar??...menikah dengan dia??” tanya Jalal telunjuknya mengarah ke Jodha, dengan ekspresi muka sinis dan merendahkan.

“Iya...menurut penilaian ibu dia yang cocok menjadi pendamping hidupmu Jalal”

“Cocok menurut ammi...tapi tidak bagi saya..kenapa ammi tidak mencarikan wanita seperti teman-temanku minimal seperti benazir atau rukayah..ammi tau kan seleraku..apa yang bisa saya harapkan, dari wanita macam dia bu..yang keliatan juga mukanya doang”

“Jalal...jaga bicaramu!!! (bentak Hameda)..mungkin wanita-wanita seksimu, hanya pandai memuaskan nafsumu, tapi dia bukan istri yg baik bagimu dan tidak bisa jadi ibu yang mampu mendidik anak-anakmu kelak..pokonya..ammi akan menyerahkan perusahaan yg sekarang diurus pamanmu..hanya bila kamu menikah dengan Jodha..TITIK!!!”

Jalal tertunduk lemas...ambisinya memang perusahaan itu..ia sangat memimpikan duduk di kursi presdir Agra corp, kedudukan yang bisa membuat semua wanita bertekuk lutut dihadapannya.

Dengan suara lirih akhirnya Jalal berkata, “Baiklah..saya bersedia menikahi wanita pilihan ammi...”

Hameda tersenyum puas... nalurinya sebagai ibu mengatakan, kalau Jodha lambat laun akan mampu menaklukan hati anaknya.

***

Sebulan sesudah pembicaraan diruang keluarga waktu itu, akhirnya sebuah pernikahan mewah dilakukan di HOTEL GRAND AQUILA yang berlokasi di Jl. Terusan Pasteur Bandung. Atas permintaan Jodha, konsep acara dikemas secara Islami, tidak ada campur baur antara tamu laki-laki dan perempuan..tidak ada alkohol..tidak adak hura-hura..dan setiap tamu wajib mengenakan pakaian yang sopan..awalnya Jalal keberatan dengan usulan Jodha, secara teman-temanya pasti tidak mau datang kalau tanpa ada alkohol, tidah ada musik yg menghentak, apalagi Benazir dan Rukayah, mendengar Jalal akan menikah saja sudah membuat mereka shock. Tapi lagi-lagi Jalal tidak bisa berkutik, setelah amijan mengancam untuk tidak memberikan Agra corp. Jika ia tidak mengikuti keinginan Jodha.

Akad nikah pun dilakukan secara khidmat..meski tanpa cuman kening, atau sun tangan yang dilakukan pengantin...karena Jalal dan Jodha hanya memamang muka manis buat para tamu, sedang keduanya kadang saling lirik dengat tatapan penuh kebencian.

****

Acara walimahpun selesai... kini semua tamu sudah pulang, pengantin dan keluarga menginap di hotel tersebut.

Sebenarnya Jodha sudah sangat deg degan ketika hendak memasuki pintu kamar... Jalal sudah masuk lebih dulu, tanpa menunggu Jodha.

Kini Jodha hanya berdiri terpaku didepan pintu kamar hotel yang telah disulap menjadi kamar pengantin. Bayangan tentang wanita-wanita yang diperko.. Membuat dia bregidig, dan semakin membuatnya enggan untuk masuk kamar.

Namun tiba-tiba Hameda datang, “Jodha sayang..kenapa tidak masuk kamar??..kasian Jalal menunggumu sayang”

“Um..em..ini..anu..em..ammi..” Kata-kata Jodha keluar tak karu-karuan, membuat Hameda tersenyum melihat kelakuan mantunya

“Sayang.. kamu tidak usah gugup..santai saja..biarkan berjalan secara alami..ammijan dulu juga pernah mengalaminya” ucah Hameda seolah mengerti dengan yang dirasakan Jodha.. ammijanpun berinisiatif membukaan pintu kamar, yang otomatis mau tidak mau Jodha harus masuk.

Begitu masuk kamar... Jodha sedikit bernapas lega, karena Jalal sepertinya sedang berada di kamar mandi. Jodha pun segera melepas atribut pakaian penngantinnya namun tidak dengan kerudungnya, dia masih tetap mengenakan kerudung lengkap dengan pakaianya dan kaos kakinya.

Tak berapa lama Jalal keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan celana pendek, namun membiarkan dada bidangnya terbuka

‘Astaghfirulloh’ gumam Jodha dalam hati, dia pun segera menundukan pandangannya. Ini kali pertama iya melihat laki-laki dengan telanjang dada, terlebih dalam ruangan yang sangat privasi.

“Cepatlah mandi.. ada yang harus segera kita lakukan”

#Deg kata-kata Jalal, lagi-lagi membuat Jodha kembali bregidig, ‘ada yang harus kita lakukan’ dicernanya kata-kata Jalal berkali kali, namun yang terlintas diotaknya, pasti Jalal akan memaksanya melakukan ML
‘Ya..Alloh lindungi hamba..hamba tidak ingin disentuh oleh laki-laki berengsek itu’ gumam Jodha dalam hati.

Jodha pun segera bergegas kekamar mandi.. tak lupa sambil membawa baju ganti lengkap dengan kerudungnya.

Jodha sengaja berlama-lama, memikirkan..tindakan apa yang harus dilakukan ketika Jalal memaksanya untuk bercinta... ‘sepertinya kalau dia memaksa, aku haros loncat saja lewat jendela’ fikir Jodha. Akhirnya dia memberanikan diri keluar dari kamar mandi.

“Lama banget mandinya... kamu itu ngapa-ngapain lelet kaya siput” gerutu Jalal, begitu mendapati Jodha keluar.

“Oh..jadi kamu..tetap mengenakan kerudungmu meski dihadapan suamimu” tanya Jalal, tangannya mulai memegang kerudung Jodha

“Jangan sentuh aku, aku hanyaa akan menyerahkan diriku pada laki-laki yang aku cintai..laki-laki yang bisa menghargai wanita..bukan laki-laki macam kamu yang sering gonta-ganti pasangan..iih..nanti ketilaran AIDS!!!” teriak Jodha, dia merasa jijik dengan kata-kata terakhirnya.

Ucapan Jodha membuat emosi Jalal tersulut, “Ke GeEran..siapa yang mau menyentuhmu..melihatmupun tidak membuatku nafsu”

Jalal semakin tidak terima, kata-kata Jodha begiru merendahkan nya..Jalal lalu berkata-kata lagi, mencoba membela diri, “Jodha...asal kamu tau saja ya...meski aku punya banyak teman wanita..tapi belum pernah sekalipun aku tidur dengan mereka,,aku masih perjaka ting-ting...kamu ga percaya??”

Jodha hanya mencibir, mememblehkan bibir bawahnya...tanda dia tidak percaya, “Kamu tak percaya??..aku bisa membuktikan kalau kata-kataku benar” ucap Jalal sambil merangseg mendekati Jodha, seolah-olah mau membuktikan kalau dirinya masih perjaka.

“STOPPPP!!!! aku percaya..aku percaya...” teriak Jodha..sambil mengambil bantal membuat penghalang antara dirinya dengan Jalal.

Jodha mendorong tubuh Jalal menggunakan bantal supaya menjauh darinya..meski sebenarnya dihati kecil Jodha tidak percaya dengan pengakuan Jalal. Tapi dia harus pura-pura percaya..mencari aman fikirnya..Jodha khawatir kalau dia tetap keukeuh peteukeuh tidak percaya dengan yang Jalal katakan, sesuatu yang sangat ia takutkan akan terjadi.

Sebenarnya yang dikatakan Jalal itu benar, dia jujur dengan ucapannya... Jalal tidak pernah sekalipun ML dengan teman wanitanya..karena dia ingin memberikan keperjakaannya hanya pada orang yang dicintainya kelak..tentu saja ketika sudah dalam bingkai kehalalan..tapi tidak untuk saat ini, karena meskipun halal tapi Jalal tidak atau tepatnya belum mencintai Jodha.

Kini merekapun duduk disofa..namun berjauhan.. Jodha duduk diujung kanan sedang Jalal di ujung kiri.

“Apa yang tadi ingin kamu bicarakan..?? sepertinya berbicara denganmu akan membuat otakku tambah pusing.. lebih pusing dari dari ujian Kimia Organik” Ucap Jodha mencoba mengalihkan perhatiannya..agar obrolannya tidak terarah kemasalah hubungan intim.

“Begini Jodha.. kita bikin kesepakatan.. kamu tau kan, kalau aku menikahimu bukan karena aku mencintaimu..tapi karena aku menginginkan jabatan presdir Agra corp...dan aku pun tau kamu juga tidak mencintaiku..kamu hanya ingin membalas budi pada ammijan”

Jodha mengangguk-anggukan kepala, lalu berkata, “Apa kesepakatannya??”

“Kita bercerai..setelah kamu berhasil merubahku seperti keinginan ammijan..dan tentunya setelah Agra corp beralih ketanganku..setuju???”
“Oke..aku setuju..tapi ingat..kamu jangan kurang ajar..tidak ada MP atau pun ML..mengerti??karena aku hanya akan ML dengan suami yang aku cintai, lelaki surga impianku..yang akan jadi imam dunia dan akhiratku”

“Oke..deal..tapi Jodha..kita harus pura-pura romantis didepan ammijan..jangan sampai ammi tau ..kesepakatan ini”

***

Malam itu pun mereka tidur terpisah Jalal tidur di sofa, sedangkan Jodha tidur diranjang.

Namun baru saja mereka menarik selimut tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk..bersamaan dengan bunyi sms yang Jodha teriama, “Cepat bukakan pintu..ada yang harus ammi berikan pada Jalal”

Sontak membuat Jodha kalang kabut.. “Jalal..Jalal..ammijan..datang ayo pindah keranjang”

Mendapat kabar itu..Jalal tak kalah paniknya dengan Jodha.. Jalal segera pindah keranjang sambil membaringkan tubuhnya... sedang Jodha membukakan pintu.

“Iya.. ada apa ammi...??” tanya Jodha

“Jodha,,ammi hampir lupa..ammi harus memberikan obat kuat ini untuk Jalal..ini warisan turun temurun keluarga kami” Kata Hameda yang segera menghampiri Jalal

“Jalal..Sayang ayo cepat minum..belum telat kan??” kata Hameda sambil tersenyum penuh arti pada anaknya.

“Ammi..anakmu ini sudah kuat..tak perlu obat beginian..” rengek Jalal berharap Hameda

“Kamu tidak boleh membantah nak..ini perintah orang tua”

Akhirnya Jalalpun meminum jamu turun temurun itu, rasa pahitnya tidak ketulungan..karena Hameda terus memelototinya..Jalal dengan terpaksa menelan semua obat kuat itu, diakhiri dengan bergidig efek pahit yang diluar batas.

Jodhapun merasa kasian..dia berinisiatif mengambilakan minum.

Setelah semuanya dirasa cukup..Hameda pamit..sambil berkata, “Ibu sudah tidak sabar ingin mendapat cucu...semoga malam ini berhasil..ya” diakhiri dengan senyuman seoalah menggoda anak dan mantunya.

Jodha mengantar Hameda sampai kepintu. Begitu pintu ditutup..Jodha tak kuat lagi menahan tawanya..mengingat ekspresi Jalal yang masih meringis kepaitan.

“Tidak.. ada yang lucu tau...” ucap Jalal kesal, diapun kembali lagi ke sofa melanjutkan tidurnya.

Setengah jam kemudian.. efek obat kuat itu mulai bereaksi. Jalal merasakan semua badanya panas.. dia mulai membuka baju tidurnya.

TBC dulu ya.... biar.. emak.. ema rempong pada penasaran.

*************************



Ana Uhibbuki Fillah Part 2

21 comments:

  1. Jiahhh....kasiaN baNgett too jalal...
    Mbk klo yg aku tahu istri kaN boleh bkak kruduNg dpaN suaMi... sruh to jodha bukak keruduNg..biar jalal tahu kecaNtikaN jodha saat raMbutNya di Geraii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang istri boleh buka kerudung di depan suami, dan juga istri boleh buka kerudung dihadapan orang yg menjadi muhrimnya... Tapi ini kan ceritanya si Jodha belum menerima Jalal sbg suaminya, Mbak Erika.. Tunggulah saatnya tiba... hehehe ^0^

      Delete
  2. Mmmmm bisaaaa ajah berhentinya nanggung lanjuuut ahh... penasaran nich kejadian gak yaaa???

    ReplyDelete
  3. Langsung MP aja mba,,, biar jalal tahu kecantikan jodha dibalik jilbabnya ╋╋ム`╋╋ム`!!(^▽^)!!`╋╋ム`╋╋ム....
    Lanjut mba,, kalo bisa sehari langsung 2 chapter gitu :D

    ReplyDelete
  4. Auuuuummmmm.....
    suara serigala mengagetkan jodha.dan ia pun berlari ke arah jalal...dan terjadilah.hhahhahahaha...oke sipp...lanjuuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... emangnya mereka di hutan, ya Bunda Fara????

      Delete
  5. Wqwqwwwq....jalal kepanasan..yg dia butuhkan adalah jodha....jodha...help me

    ReplyDelete
  6. akhirnya bs ikutan nimbrung bc blog ini seru smoga bs ikut bc part yg brrikutnya tks mba #Chusniati dr mamah afi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali Mamah Afi... Semoga kita bisa menjalin silaturahmi melalui ini...

      Delete
  7. Mba mau nanya blog tampilan baru, kemana FF yang difriends kah ? Kok tidak ada pada hal saya juga suka baca. Jadi sedih mereka hilang mba. :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas saya ubah template kemarin, Widget Friends menghilang dgn sendirinya, Mb Dewi... Dan saya pindahkan ke Blog saya yg satunya... http://mylikelove.blogspot.com/
      ada disana meskipun belum lengkap sepenuhnya...

      Delete
    2. Ok terima kasih banyak Mba :-). Saya suka blog mba banyak FF yang bisa dibaca dan continue terus. :-) Semangat Mba untuk perubahan ke arah lebih baik lagi yah . (Y)

      Delete
    3. Sama-sama... dan Terima kasih, Mbak Dewi...

      Delete
    4. Mba The Royal Agra mana kok enggak muncul2 hehehe...

      Delete
  8. Lanjutin mba ceritanya makin penasaran aj nih

    ReplyDelete
  9. Emangnya di kamar itu ga ada ac sampe bang jalal kepanasan gitu???. Hahaha

    ReplyDelete
  10. Bhaahaa.....mantap jamune bu hameeda tuh.....pengen pesan huat shahensa yg dirumah ahhhh....qeqeqeqeqe

    ReplyDelete
  11. Aku krg sregnya khan di sini jodha wanita soleha kok nikah tanpa melibatkan ortunya pdhal wali nikah harus ayahnya masa keluarga jalal tdk menanyakan keluarga Jodha ya rum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar dulu, Bunda Fifi... Nanti di Part-part selanjutnya akan dijelaskan, kenapa Jodha tidak memberitahu orang tuanya tentang pernikahannya dan kenapa ayah Jodha tidak bisa menjadi wali nikahnya...

      Delete
  12. Penasaran...jgn lama2 funk postingny

    ReplyDelete
  13. Panassssss ditunggu lanjutannya dengan tidak sabar hehehee

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.