The Gift of Love Part 26 - ChusNiAnTi

The Gift of Love Part 26




“Ma’af tadi sy hanya ingin melindungimu” ucap Jalal kembali dingin, setelah melepaskan pelukannya.

Jodha merasakan ada rasa sakit mendapat peralkuan seperti itu dari suaminya, padahal Jodha mulai menikmati kebersamaannya dg Jodha ‘mengapa menyentuh istri sendiri harus minta ma’af’ gumam Jodha dlm hatinya.

Diam-diam Jalal memperhatikan raut muka Jodha, sebenarnya dia bersikap dingin hanya untuk memberi pelajaran pd Jodha, agar Jodha merasakan klo dirinya betul2 membutuhkan Jalal.
‘Digituin aja sudah manyun, gimana klo kemarin bener di cerai in’ gumam Jalal dlm hatinya.

**

Sepulang dari tempat proyek, Jalal langsung pulang kerumah kayunya, sedang Jodha kembali lagi kekantor karena ada beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Saking asyik bergelut dg file2 nya, Jodha tak menyadari klo sekarang sudah Jam 11 malam, menyadari hal itu Jodha segera berkemas dan bersiap pulang ke rumah.

Diluar hujang sangat deras, namun Jodha memaksakan diri unk pulang, menerobos pekatnya malam dan derasnya hujan.

Hingga disebuah jalan yang sepi.. tiba-tiba mobilnya berhenti..dia berusaha menghubungi mekanik..namun naas HP nya mati..Jodha pun memaksakan keluar mobil..berusaha menghentikan mobil yang amat jarang lewat..namun tak satupun yang mau berhenti..kini baju Jodha telah basah kuyup.

Dirumah, Maham Anga merasa khawatir karena majikannnya belum pulang, diapu segera menghubungi Jalal.

Mendapat kabar itu Jalal yang sudah tertidur sontak kaget, diapun segera bergegas menuju garasi. Dan melajukan mobilanya dg kecepatan maksimal..hingga ditengah gelapnya malam dia melihat sosok wanita yang sanagt ia kenal.

Mendapati ada mobil yang berhenti membuat Jodha segera menghampiri..dan kegembiraannya bertambah ketika mengetahui itu mobil Jalal.

Jalal segera turun, menghambur memeluk istrinya yang sudah basah kuyup dan menggigil kedinginan.

“Sayang, apa yang terjadi? kenapa seperti ini? kenapa tak menelephonku?” Jalal memberondong Jodha dg pertanyaan, dan langsung membawa Jodha masuk mobil.

Hujan masih begitu deras.. di dalam mobil, Jalal berusaha menenangkan istrinya, kini baju mereka sama-sama basah.. Perlahan isak tangis Jodha mulai membuncah..disela gemelutuk suara gigi efek dari tubuhnya yang menggigil. Kini dia baru menyadari betapa dirinya masih sangat membutujkan Jalal, membutuhkan sosok lelaki yang selalu sigap melindungi, dan masih sangat merindukan kehangatan cinta sang ikhwan agra

“Mas.. mau kah kau mema'afkan kebodohanku... aku sosok wanita yang so kuat dalam kerapuhanku.. Sekarang aku sadar mas.. aku bukan Asma putrinya Abu Bakar wanita kuat yang dijuluki wanita berikat pinggang dua.. aku tidak sepintar Aisyah istri Rosululloh yang punya pemikiran cerdik, hingga untuk memikirkan betapa pentingnya dirimu pun aku tak mampu.. aku tidak sehebat Fatimah Istri Ali bin Abi Thalib yang mampu membuat suaminya setia sampai akhir hayatnya, aku hanya wanita akhir zaman yang tak sanggup menerima takdir, aku hanya wanita picik yang munafik yang menutupi kelemahanku dg so berjiwa besar,” tangis Jodha semakin menjadi.

Pelahan jemari Jalal menghabus air mata yang merobohkan dinding hati istrinya, dia pun berujar: “Sayang.. pernikahan itu peleburan dua jiwa, peleburan aku dan kamu menjadi kita, tanpa melenyapkan keberadaan aku dan kamu.. istri itu ibarat kebun bunga dan suami sebagai pagar pelindungnya.. suami itu ibarat pandai besi yang akan siap menyulap besi mentah jd senjata yang indah..andaipun istri racunnya maka suami itu penawar bisanya.. sayang.. pernikahan mengajari kita cara bersabar, pernikahan mengajari kita cara menata hati.. kita sama-sama belajar.. karena akupun bukan Muhammad sang Rosululloh.. aku bukan Ali bin Abi Thalib sang menantu pilihan Rosul, aku hanya lelaki akhir zaman yang punya mimpi membangun pernikahan yang barakah.”
Jalal mengakhiri kata-katanya dg memberi kecupan lembut di bibir istrinya.

“Sayang.. hijabmu basah banget..mas bantuin buka ya.. nanti kepalamu pusiang”

Jodha hanya menganggukan kepala, perlahan tangan Jalal melepas hijab Jodha.. kecantikan Jodha lagi-lagi membuat Jalal terpesonan, apalagi dia lama tidak melihat istrinya tanpa hijab.. rambutnya yang basah membuat sensasi exotic bagi siapaun yang melihatnya.

“Kamu makin cantik saja” puji Jalal.

“Mulai ngegombal nih...” jawab Jodha menutupi rona mukanya yang bahagia.

Jalal meraih handuk di jok belakang, lalu menggosok rambut Jodha yang basah, wajah mereka terlalu dekat, hingga membuat hidung keduanya saling bersentuhan dan sukses menghadirkan sensasi yang lama tak mereka rasakan.. mata mereka saling menatap, tangan Jalal yang memegang handik kini beralih memegang pipi Jodha, dia sedikit memiringkan mukanya dan mendaratkan sebuah ci.... lembut di bibir Jodha dan berhasil membuat adrenalin keduanya terpacu dan menuntut lebih.. lumanyan lama mereka saling merasakan sentuhan-sentuhan lembut di bibir keduanya. Namun bukan ikhwan agra namanya klo dia tidak bisa segera menahan geliat hasratnya.

“Mmm... ga enak sayang khawatir ada yang ngeliat, ini kan tempat umum.. nanti kita dikira pasangan mesum lg”

“Sayang.. di belakang ada kemeja mas.. daripada kamu masuk angin.. pakai dulu aja”

Jodha beralih ke belakang mengambil kemeja putih Jalal “Aku harus ganti baju dimana, mas?”

“Ya..disini aja sayang..emang mau diluar??”

“Mas.. aku kan malu diliatin kamu”

“Jodha.. aku ini suamimu.. lagian aku kan sering ngeliatnya.. akhir-akhir ini aja jarang.. klo kamu malu, baiklah aku merem dulu” ujar Jalal menggoda istrinya.

Akhirnya Jodhapun melepas bajunya yang basah, dan menggantinya dg kemeja putih Jalal, meski tidak bisa menutupi semuanya, paling tidak dia tidak merasa terlalu dingin. Jodha pun beralih kekursi depan.

“Mas.. boleh buka mata sekarang” ucap Joha.

Jalal melihat kearah Jodha, kemeja yang dikenakannya cuma berhasil menutup sampai sebagian paha Jodha.

“Wow.. istriku sexi sekali.. klo gini mas bisa ga tahan.. ayo kita pulang sekarang”

Jodha segera mengambil handuk dari pangkuan Jalal dan menutupi kakinya yang terekspos.

“Mau pulang kerumahmu atau kerumah kayu kita?” tanya Jalal

“Kerumah kayu saja.. aku kan belum pernah nginep disana”

“Oke.. siap bidadari surgaku.. klo dirumahmu kan ada Maham Anga.. nanti ga bebas kita menghabiskan malam pengantin kedua kita” goda Jalal..

“Ih..mas ini ganjen.. ngomongnya kesitu terus..” bantah Jodha sambil memonyongkan bibirnya yang langsung disambar oleh bibir Jalal.

“I..ih..Mas..ini.. konsentrasi nyetir saja sana”

“Jodha.. dua bulan itu bukan waktu yang sebentar loh buat seorang laki-laki..untuk mas bisa nahan”

“Mmm.. mas klo mas lagi kangen sama aku, mas ngapain aja??ga macem-macem, kan??”

“Mmm.. mas paling main kerumah tetangga..didekat rumah kita ada tetangga yang baik banget lho”

“Tetangganya laki-laki atauperempuan” tanya Jodha penuh selidik.

“Cemburu nih.. tenang sayang tetanggaku laki2 dia tinggal bersama keluarganya, istrinya memanggilnya mas Cool.. mas suka diskusi masalah kaagamaan sama dia, atau pinjam kitab-kitabnya.. o..ya..kemarin mas pinjem kitab Qurotul Uyun isinya bagus loh” ucap Jalal sambil menyetir matanya tetap konsentrasi pada jalan.

“Emang apa isinya mas?? boleh dong berbagi ilmu??”

“Kitab itu berisi tentang etika 'hubungan suami istri' dalam Islam.. klo baca Kitab itu di jamin ga ngantuk..”

“O..ya..jadi penasaran..ayo dong jelasin mas” (para begum juga pada kepo nih)

“Mas jelasin ringkasnya aja ya...diantaranya, sebaiknya suami menyuruh istrinya melepas seluruh pakaiannya sebelum mereka bercinta, atau lebih baik suami membantu melepaskannya..namun­ Rosullloh mencontohkan tidak membuka tutup kepala beliau dg alasan malu sama Alloh SWT. Selanjutnya.. hendak­nya dilakukan dibawh selimut..dg didahului dg senda gurau dan saling merayu.. karena jika tanpa itu semua, anak yang dihasilkan dr hubungan tsb anak dg watak yang bodoh...suami boleh memeluk, membelai, meraba, mencium seluruh anggota tubuh istrinya..hanya saja JANGAN MENCIUM MATA, karena mencium mata menyebabkan perpisahan”

“Oh.. pantes.. dulu kan mas, sering nyium mata..jadi kemarin kita pisah deh..untung cuma dua bulan..trus apa lagi mas”

“Begini Jodha, ada Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a yang berbunyi 'klo suami menggenggam tangan istrinya maka Alloh SWT akan memberikan satu kebaikan padanya, menghapuskan satu kejahatan, dan meninggikan satu derajat, jika memeluk bilangannya di naikan 10, jika mencium bilangannya jadi 20, jan jika dilanjutkan dg bercinta maka Alloh SWT akan memperikan pahala yang lebih baik dari bumi dan seisinya, jika dilanjutkan dg mandi junub, maka air yang mengalir dlm tubuhnya akan menghapus dosa-dosanya, dan Alloh SWT akan menuliskan kebaikan dari setiap helai rambut yang terbasahi”

“Subhanalloh ya mas..ternyata suatu pekerjaan yang ketika belum ada ijab qobul bernilai dosa besar..namun ketika sudah dlm naungan rumah tangga itu semua jadi ladang pahala..trus..trus..­apa lagi mas??” (makanya yang lajang cepetan nikah hehehe..)

“Trus..disarankan wanita untuk selalu wangi dan bersih dihadapan suaminya..namun ketika keluar rumah jangan samapi parfumnya tercium laki-laki asing, karena ketika itu terjadi maka Alloh SWT akan melaknatnya dg tidak mengizinkannya mencium wangi surga..klo wanginya saja tidak tercium bagai mana bisa masuk kedalamnya.. makanya istriku pakai wang-wangiannya dirumah saja..”

“Oke.. siap.. komandanku yang shaleh.. aku juga ga mau nanti kamu ninggalin aku diluar surga gara-gara parfumku yang tercium laki-laki asing..masih ada lagi ga??”

“Di kitab tsb disebutkan.. dlm berhubungan suami istri klo tidak bisa mencapai klimak secara bersamaan, maka suami jangan mendahuluinya, tapi beri kesempatan pada istri untuk mencapainya terlebih dahulu..itu akan menambah keharmonisan..o..ya.­.posisi yang baik katanya posisi suami diatas..karena jika kebalikannya itu akan menghambat aliran darah..untuk sekali-kali klo bosen gpp lah..dan jangan lupa berdo'a dulu, karena hubungan yang tanpa disebut nama Alloh SWT didalamnya makan setan akan ikut bercinta..satu lagi, baju yang tadi delepas sebaiknya dilipat, krena jika tidak akan di pakai setan pada malam hari dan siang harinya dipakai kita..klo selanjutnya kita praktekan saja dirumah..hehehe”

Jodha membulatkan matanya namun tetap tersenyum dg kelakuan mas bawelnya.

**

Mobil Jalal sekarang telah sampai didepan rumah kayu yang nampak exsotic dihiasi pencahayan lampu-lampu taman menambah romantis suasana.

“Jodha.. kau jangan dulu keluar .. ya.. mas akan bawakan kimono untuk menutupi auratmu..meski sudah malam siapa tau ada satpam lewat..karena kesexianmu hanya muliku..”

Jalal mengakhiri kata-katanya dengan mengedipkan sebelah mata. Tak lama kemudia Jalal sudah kembali lagi, setelah Jodha mengenakan kimono dan menutupi rambutnya dg handuk.. Jalal segara membopong Jodha.

Jodha berontak “Mas..malu..nanti ada tetangga yang liat”

“Makanya..kamu..jangan berisik..nanti mas dikira bawa cabe-cabean lagi..” ujar Jalal sambil tetap membopong Jodha.

Jodha hanya bisa pasrah dg perlakuan suaminya..karena sebenarnya diapun sangat menikmati saat2 indah ini.

**

“Mas.. izinkan aku mandi sebentar ya..bukannya mas bilang harus wangi...aku kan masih bau acem”

“Tapi jangan lama-lama yah... mas udah kangen berat” ucap Jalal, dia pun ikut cuci muka dan gosok gigi, setelah mengganti bajunya yang basah Jalal tiduran sambil menunggu Jodha..

'Lama sekali mandinya' gumam Jalal dalam hati.

Tak berapa lama Jodha keluar dari kamar mandi mengenakan kimono.. dia menghampiri Jalal yang sudah terpejam

“Mas..i..ih..ko..mal­ah tidur..katanya mau nungguin” ucap Jodha sambil menggoyangkan tubuh Jalal.

Rupanya Jalal hanya pura-pura tidur “Hahahaha... kangen juga, kan???” kata Jalal, sambil menarik tali kimono Jodha.. lalu menarik tangan Jodha, tangan yang satunya menarik selimut..

“Ini untuk satu kebaikan.. (ketika dia menggenggam tangan istrinya).. ini untuk 10 kebaikan (memeluk..) ini untuk 20 kebaikan (menc...)” merekapun larut dalam cinta yang penuh barokah...
“Dan.. ini agar kita mendapat pahala yang lebih baik dari dunia dan seisinya.”

**

Waktu menunjukan pukul 2 pagi.. namun kedua insan ini masih bercengkrama melepas semua rindu yang selama dua bulan menggelayuti angan mereka.

“Mas.. jurus-jurus baru itu kamu dapat dari kitab QU”

Jalal tersenyum-senyum geje “Gimana.. suka, kan?”
Jodha pun ikut tersenyum genit “Suka pake buanget” sambil mencium suaminya

“Sayang.. klo mau nambah.. harus wudhu dulu..begitu kata kitabnya QU”

THE END

Ma'af bila ada kata2 yang kurang pantas n tidak berkenan dihati pembaca...Buat semua yang sudah baca, dimohon kerelaannya unk meninggalkan jejak dengan memberi like n komen...klo sedikil 'L n C' nya...berarti tulisan saya sedikit peminatnya, dan saya berfikir ulang untuk berkarya lagi.

Syukron Katsoron... ana Uhubbukum Fillah....

*******

Bagi yang ingin baca The Gift of Love dari awal, silahkan Klik Disini

The Gift of Love Part 26

4 comments:

  1. Bagus,,, menambah ilmu juga hehehe,,,,

    ReplyDelete
  2. Bagus bunda ceritanya
    Beriringan harmonis antara cinta dan agama
    Begitu sangat terinspirasi
    Tapi ada gak sukanya waktu jalal dan jodha harus bersedih (karena pengen baca yang bahagia nya aja)
    Sukron katsir bunda selly dan chusni

    ReplyDelete
  3. Bagus ceritanya n tambah ilmu pula neh. Makasih mba.

    ReplyDelete
  4. ya allah bahagianya memiliki suami yang soleh.... yg selalu menuntun istrinya untuk selalu beribadah...subahanallah

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.