Ana Uhibbuki Fillah Part 10 - ChusNiAnTi

Ana Uhibbuki Fillah Part 10



By Seni Hayati

“Ketika sebuah kepercayaan terkoyak, menyulamnya kembali butuh waktu..hanya sesaknya jiwa yang tersisa kala semuanya terlambat disadari”(Seni Hayati, Bandung April 2015)

Sebenarnya Jodha tidak ingin mendengarkan percakapan dalam telepon, tapi ketika namanya disebut dia merasa penasaran dan diam-diam menguping dari balik pintu, terdengar suara Jalal.

“Sabar sayang, sebentar lagi games over..dan aku akan menjadi pemenangnya”

Jalal melanjutkannya lagi  “Hah..apa? Jadi kamu melihat adegan diresto itu..hahahaha...udah main detektif-detektifan nih”

Jalal diam sebentar seperti sedang mendengarkan lawan bicaranya, kemudian berkata lagi, “Aktingku bagus kan? apa?.. sempurna.. hahah.. oke.. oke.. jadi tenang saja sayang.. pada waktunya nanti akan aku campakan gadis bodoh itu..dan kamu akan menjadi nyonya Jalaludin”

Hati Jodha serasa ditusuk-tusuk paku yang berkarat..sakiiiiit, merasa dipermainkan, merasa dikhianatai..disaat kepercayaan dan harapan mulai muncul, disaat benih-benih cinta muali menggeser angan tentang ikhwan impian..tapi kini semuanya hancur lebur bak diterjang badai tsunami..pertahanannya hampir saja jebol, namun Jodha meyakinkan dirinya, ‘Kau harus kuat Jodha.. bukannya kau seorang superwomen..apalah artinya kehilangan seorang Jalal.. apalah artinya dicampakan oleh seorang pecundang.. bahkan saat ayahmu yang begitu kau cintai memutuskan ikatan denganmu kau bisa setegar baja..sekuat karang di lautan.. yakinlah ini kehendak Robb mu, dia belum layak mendampingi wanita hebat sepertimu, dia belum pantas mendapat cintamu’ gumam Jodha dalam hatinya.. dia mencoba memotivasi dirinya sendiri..mengikuti perasaan dengan terpuruk oleh keadaan hanya akan menunjukan klo dia sebagai pihak yang kalah.

Tak berapa lama Jalal menutup HP nya, dan bersiap pergi ke kantor, saat keluar kamar.. Jalal kaget setengah mati melihat Jodha ada di balik pintu, “Jo.. Jo.. Jodha.. bukannya kamu sudah berangkat ke kampus bersama ammi?” tanya Jalal gugup, entah mengapa dia merasa khawatir Jodha mendengarkan percakapannya di tlp, padahal bukannya dia ingin menyakito gadis dihadapannya ini..

Jodha menjawab dengan tanpa beban, “Laptopku ketinggalan, jadi aku balik lagi” Jodha tersenyum manis, ekspresi mukanya biasa saja, seolah dia tidak mendengar apa-apa, diapun masuk mengambil laptop di kamar. Sedangkan Jalal, masih berdiri mematung, namun matanya mengikuti gerak tubuh Jodha.

Jodha masih dengan keriangannya.. menjinjing laptop..dan berlalu dari hadapan Jalal.. “Pa bos.. duluan ya...”

“Jo.. aku antar.. sekalian aa ke kantor”

“Ga usah.. aku naik angkot aja a” teriak Jodha sambil menuruni anak tangga.

“Jo.. tunggu...!!”

“Assalamualaikum a.. semoga harimu sukses.. dah” ucap Jodha sambil membuka pintu.. dia sempat melambaikan tangannya kearah Jalal.

‘Kenapa hati ini sakit... kenapa menyakitinya serasa aku menyakiti diriku sendiri... apa yang sudah terjadi denganku’ hatinya bergumam dalam kecgelisahan, namun otaknya berkata lain, ‘Apa yang kau fikirkan Jalal.. mengapa kau begitu khawatir dia mendengar tlp mu..apa pedulimu menyakitinya adalah tujuan akhirmu.. dia tau lebih awal tentu akan lebih sakit untuknya.. lanjutkan saja.. tidak usak kau pedulikan perasaannya’

Jalal membuang napas, “Huh..” dia pun segera menuju garasi..dan melajukan mobilnya..dari kejauhan terlihat Jodha sedang menyusuri Jalan komplek..memang sangat jarang angkot sepagi ini masuk ke komplek yang mereka tinggali.

Jalal membunyikan klakson, “Tit...tit...tit..” dan segera menepikan mobinya..dia menurunkan kaca pintu mobil, “Jodha ayo naik.. nanti kamu kesiangan”

“Ga apa..apa a, kelasnya masih satu jam lagi” jawab Jodha sambil menunduk, seperti menyembunyikan wajahnya, tangannya sibuk  menghapus sesuatu dari pipinya.

‘Apa dia menangis.. berarti dia mendengar percakapanku di tlp’ gumam hati Jalal. “Jo..ayo jangan keras keapa..lagian kantorku kan searah dengan kampusmu”

Karena tak sabar Jalal pun turun dari mobilnya dan menghampiri Jodha.. namun alangkah kagetnya Jalal melihat mata Jodha yang sembab.. genangan air mata masih tersisa di mata indah itu.. kondisi ini membuat hati Jalal terasa sakit seolah tersayat sembilu.. “Jo.. kenapa kamu menagis?” tanya Jalal, tangannya hendak meraih pipi Jodha, namun Jodha segera mundur, seolah tak mau disentuh Jalal sambil menyembunyikan wajahnya.

Jodha tetap menunduk..menghindari kontak mata dengan Jalal, “Tidak..a.. tadi anginnya terlalu kencang..ada debu jalan yang masuk ke mataku” jawab Jodha memberikan alibi, namun gagal membuat Jalal percaya..

Jalal tau Jodha menagis karena dirinya, “Jo.. karena itu..kau harus ikut denganku..nanti klo ada angin lagi gimana?kamu mau matamu tidak melihat..hemmmmm?” ucap Jalal penuh perhatian..membuat Jodha dada Jodha semakin sesak sekaligus sebal.

Tak ada pilihan lain akhirnya Jodha pun naik ke dalam mobil, Jodha mengambil tisu, air matanya tak bisa diajak kompromi terus merembes keluar seperti anak sungai yang seiap membanjiri pipi.

“Jo..kamu baik-baik saja sayang?” Jalal menghentikan mobil, menghadapkan wajahnya pada Jodha.. “Jo..jujurlah apa yang membuatmu menagis..aa tau itu bukan karena debu”

“Tidak..a..aku baik-baik saja” jawab Jodha sambil berusaha tersenyum pada Jalal. “Aku hanya rindu dengan orang tuaku..biasanya klo ingat mereka, aku menangis” jawab Jodha, tangisnya kini semakin membuncah membuat badannya terguncang.

“Kau..boleh pinjam dadaku Jo..menangislah” ucap Jalal sambil merentangkan tangannya.

“Tidak a syukron” jawab Jodha sambil menunduk. Jalal tak peduli dengan jawaban Jodha, dia segera menarik kepala Jodha dan membenamkan di dadanya. Jodha semakin terisak..ingin rasanya ia mencakar-cakar dada itu dan berteriak , ‘AKU MEMBENCIMUUUUUUUUU!’ namun kalimat itu hanya tertahan dihatinya.

Jalal mencium rambut Jodha dari balik kerudung lebarnya, ‘Ma’afkan aku Jo.. yang telah membuatmu terluka’ gumam hati Jalal..namun lagi-lagi egonya bersuara, ‘Jalal, apa yang kau lakukan..sekarang nikmatilah kemenanganmu.. tertawakanlah dia’ Jalal melepaskan pelukannya, dan kembali menghidupkan mobil. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sesekali Jalal melirik kearah Jodha yang sedang melihat kearang samping jendela. Saat ini bukan kebahagiaan yang ia rasakan melihat Jodha terpuruk, namun justru rasa sakit, meski berulang kali ia berusaha menepisnya..namun hatinya selalu menuntunya untuk bertindak peduli. Seperti saat itu, tisu mobil sudah habis karena air mata Jodha terlalu banyak..Jalal berinisiatif mengeluarkan saputangan dari dalam saku celananya, “Pakai lah ini”

Meski enggan, namun akhirnya Jodha menerima saputangan itu dari tangan Jalal, mengingat dia sangat membutuhkannya nanti di kampus. Saat tangan Jodha mengambil saputangan, reflek Jalal memegang tangan itu dengan erat, seolah ia ingin memberi Jodha kekuatan.

Namun bukan kekuatan yang Jodha rasakan tapi sakit yang semakin meradang, Jodha memberanikan diri melihat mata Jalal, mencoba mencari kebenaran akan sikap laki-laki aneh yang ada disampingnya, pandangan mereka kini bertemu,,dari sorot mata keduanya ada resonansi cinta yang tak bisa disembunyikan..namun dari sisi Jalal cinta itu terhalang ego..dan dari sisi Jodha rasa cinta itu terhalang sakit yang sudah membungkus rapat hatinya..perlahan Jodha menarik tangannya dari genggaman Jalal.

****

Kini mereka telah sampai di kampus, Jodha segera merapihkan kerudung dan mengelap sisa airmata.

“Syukron..ya..a..aku pinjam saputangannya dulu” seperti biasa Jodha masih mencium tangan Jalal..namun kini tak ada lagi hadiah kecupan di pipi yang biasa menjadi bonus atau imbalan untuk Jalal ketika mengantarnya pergi..ada rasa rindu di hati Jalal, rindu kecupan lembut di pipinya yang selalu diiringi warna merah tomat mengkel di pipi Jodha.

Jodha segera turun dari mobil menghampiri sahabat-sahabatnya Ilham, Mei, Fiky, Amie, dan Ilyas, mereka kaget melihat mata Jodha yang sembab, “Jo..kenapa? Kamu berantem sama suamimu hemm?” tanya Meimei penun perhatian.

“Suamimu..melakukan KDRT ya?” timpal Amie

“Awas aja klo suamimu berani melakukan itu..aku sebagai sahabatmu tak terima Jo” Fiky angkat bicara

“Urusan menghajar suamimu..serahkan padaku Jo”  tutur Ilham.

Yang tidak ikut nimbrung hanya Ilyas, dia sekali melihat kearah Jodha lalu mengalihkan pandangannya kearah mobil Jalal, dari sorot matanya seolah mengatakan: ‘Apa yang kau lakukan pada bidadariku???’

Mendengar antusias sahabatnya membuat Jodha terharu, “Tenang saja kawan, aku bukan menangis karena dia ko..aku cuma rindu dengan keluargaku” Jodha memberi pembelaan.

Merekapun masuk ke dalam kelas, Jodha dan Ilyas..berada di barisan paling belakang.

“Aku tau kamu mengis karena dia Jo” ucap Ilyas seperti seorang cenayang.

Jalal masih memperhatikan Jodha dari dalam mobi..dia merasa tidak nyaman dengan keakraban Jodha dan Ilyas.. ‘Apa pedulimu Jalal...Jodha hanyalah pionmu..mau kembali ke Ilyas pun itu tak penting bagimu’ gumam Jalal dalam hatinya, ia segera melajukan kendaraannya menuju kantor.

*****

Di kantor Jalal sama sekali tidak bisa konsentrasi, meki badanya hadir diruang meeting namun fikirannya berkelana..bayangan Jodha terus memenuhi alam fikirannya.

********************************


Ana Uhibbuki Fillah Part 10

12 comments:

  1. Jalal nih kesiannya jodha handak dicampakkan :(

    Lanjutin min.....!!!

    ReplyDelete
  2. kasian jodha harus tetsakiti jd ikut nangis nih

    ReplyDelete
  3. Nah....keNa batuNya seNdirii Loe... Jalal...

    ReplyDelete
  4. Mudah mudhan jalal makinnmerasakan sakit yg lebih dari jodha rasakan... lanjuuuut tq

    ReplyDelete
  5. Yaaaa. . . Sakit lg dah!!!!bang jalal mah gt. . .

    ReplyDelete
  6. Ahhh.....sakit banget rasanya mba Seni, Jo...smangat ya....kamu harus kuat dan kamu harus menang lawan egohya Jalal, biarlah kamu nangis sekarang...krn yg nangis terakhir itulah sebenarnya yang kalah...lanjoutkeuuunnn nanda chus...mba seni....

    ReplyDelete
  7. Mbaaa,,, Ceritanya dibikn agar nanti si Jalal benar2 sakit hati n jungkir balik sendiri biar tahu gimana rasa sakit yg sebenar2nya. Dasar Jallad.

    ReplyDelete
  8. Storyline-nya TOP banget, worth for an OSCAR dah pokoknya...

    ReplyDelete
  9. Konflik batin nii sii jalal..
    kasian jodha..
    tanx bwt mba arum dgn susah payah bwt post ff nya sii aa..

    ReplyDelete
  10. Sediiiihhhh.... n bikin aku nangis, ikut ngerasain sakitnya hati Jodha ternyata selama ini Jalal hanya manfaatin dia. Hiks hiks hiks.
    Moga besok postingnya pagi2 ya.... gegana bangeet neecchh,.,,

    ReplyDelete
  11. Cinta tp knp di sembunyikan itu namax rugi sendiri, lanjut mbak

    ReplyDelete
  12. Hiks hiks hiks
    Pergilah jo biar jalal ngrasa kalau membutuhkanmu

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.