Ana Uhibbuki Fillah Part 16 - ChusNiAnTi

Ana Uhibbuki Fillah Part 16



By Seni Hayati

“Dari sekian banyak nikmat dunia cukuplah Islam sebagai nikmat terindahku, dari sekian banyak kesibukan cukuplah ketaatan sebagai kesibukan yang mengiasi hari-hariku, dari sekian banyak pelajaran cukuplah kematian sebagai pelajaran terbaikku” (Ali bin Abu Thalib)

Hari ini kantor Jalal kedatangan tamu agung bernama Jamal perwakilan dari Barmal corp sebuah perusahaan ternama yang akan menanamkan sebagian besar sahamnya di perusahaan Jalal.
Adanya suntikan dana ditampah kerja keras Jalal, kini perusahaan yang dipimpinnya maju pesat.
Jalal sendiri tidak tau klo sebenarnya Barmal corp itu perusahaan milik ayahnya Jodha (semoga saja Barmal tidak sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk mantunya ini) selesai membicarakan maslah bisnis mereka masih bercengkarama di sela-sela waktu makan siang, Jalal memang sengaja menjamu tamunya
“Pemuda tampan dan sukses sepertimu tentu banyak di incar para wanita cantik..betul kan?” tanya Jamal tepatnya Sujamal mencoba menyinggung masalah pribadi.
Mendengar sanjungan rekan bisnisnya Jalal hanya tersenyum
“Saya sudah menikah” ucap Jalal
“0..ya..beruntung sekali wanita yang jadi istrimu Mr. Jalal”
“Bukan dia yang beruntung mendapatkan saya..tapi saya yang sangat beruntung memiliki istri seperti dia”
“Wow..sepertinya dia wanita yang special buat anda” mendengar kata-kata Sujamal, Jalal tersenyum,  fikirannya berkelana membayangkan sosok Jodha
“Sangat.. sangat  special.. namun sayang, saya terlambat menyadarinya” raut muka Jalal berubah mendung.
(Sujamal sebenarnya orang suruhan Barmal (ayah Jodha) yang bertugas mencari tau tentang Jodha, Barmal tau klo anaknya sudah menikah dengan Jalal, dia memantau terus perkembangan Jodha..hanya saja beberapa minggu terakhir  ini Jodha seolah menghilang ditelan bumi terlepas dari pantauan sang ayah, hingga akhirnya Barmal menyuruh Sujamal untuk mengorek informasi tentang Jodha. Kerjasama dengan perusahaan Jalal merupakan langkah awal yang dilakukan Barmal, entah ada rencana apa lagi yang segera Barmal lakukan)
***
Melihat perubahan ekspresi  wajah Jalal, Sujamal merasa penasaran
“Memang apa yang terjadi sampai anda merasa terlambat menyadariny?” ucap Sujamal kepo..
“Istriku kini telah pergi meninggalkanku..entah kemana, aku sendiri tidak menmukan jejaknya.”
Entah kenapa Jalal begitu percaya menceritakan hal pribadi pada orang yang baru dikenalnya, mungkin dia hanya ingin curhat dengan sesorang, mengurangi kegundahan jiwanya
****
Jalal pulang kerumah agak larut malam, Ammijan yang menunggunya dari tadi nampak khawatir
“Kamu baru pulang nak?..ibu lihat kamu akhir-akhir ini sangat gila kerja..coba seimbangkan waktumu jangan sampai mendzolimi diri sendiri, kasihan tubuh mu” ammijan memberi petuah, Jalal duduk menyandar di sofa sambil melonggarkan dasinya
“Aku menyibukan diriku..agar tidak teringat dengan istriku mi..semakin aku banyak diam semakin aku memikirkannya..semakin patah juga hatiku” penuturan Jalal membuat ammijan terenyuh, sempat ia akan mengatakan sejujurnya keberadaan Jodha sebelum akhirnya dia membulatkan tekadnya kembali, menunggu waktu yang tepat hingga Jalal benar-benar berubah.
“Aku keatas dulu ya mi..”
“Istirahatlah sayang..yakinlah klo kalian masih berjodoh pasti Alloh akan mempertemukan kembali dengan Jodha..tidak ada yang mampu menghalangi ketika Alloh SWT sudah berkehendak”
“Iya mi...syukron” ucap Jalal sambil mencium pipi ammijan.
Jalal membuka pintu kamar, seperti biasa kamar ini selalu membuatnya sesak, aura Jodha terasa di mana-mana, Jalal menghampiri ranjang sambil tersenyum..
“Biasanya kamu tidur meringkuk di ranjang ini,,pada malam hari disaat kamu terlelap aku selalu berusaha mengikat hasratku..meski aku sangat ingin menyentuhmu, menghabiskan malam denganmu seperti pasangan suami istri laiinya” Jalal berbicara sendiri, dia meraih bantal yang sering di pakai Jodha, dicumnya bantal itu, dihirupnya wangi khas Jodha yang masih tersisa, Jodha memang tidak pernah menggunakan wewangian ketika diluar rumah, tapi ketika berada di dekat suaminya dia selalu nampak segar dengan parfum non alkoholnya yang lembut.
“Jodha apakah kamu sedang memikirkanku juga sekarang..orang-orang bilang klo kita memikirkan seseorang maka orang itu pun sedang memikirkan kita.. atau mungkin dia sama sekali tidak memikirkanku.. karena cintaku bertepuk sebelah tangan..ya Alloh tolong sampaikan salamku padanya.. tolong katakan klo aku sangat merindukannya”
***
Di sebuah kamar di negeri nan jauh disana Jodha tiba-tiba tersenyum sendiri, meski buku di depannya terbuka namun fikirannya melayang
“Ya Alloh mengapa lelaki begajulan itu selalu menari-nari di otak ku..aku rindu tingkah polah isengnya..kecerdikannya dalam membalikan kata-kataku yang selalu sukses membuatku harus menuruti apa maunya”
Jodha terkenang kejadian pada suatu malam, disaat ia sangat ngantuk, baru saja Jodha menarik selimutnya
“Jo..aku laper”
“Ya udah sana makan!”
“Ga ada yang bisa dimakan..” rengek Jalal manja
“Bikin ramen aja sana..kan simpel..bisa sendiri..ga perlu gangguin orang tidur!” jawab Jodha ketus
“Kamu kan bialng klo banyak makan ramen ga sehat..bikinin nasi goreng dong..Jo ayo lah”
“Aa..aku ngantuk sekali”
“Kamu mau dapet pahala ga?atau kamu mau berdosa karena membiarkan suamimu kelaperan sepanjang malam hmmm?”
Akhirnya Jodha dengan mata setengah terpejam berjalan menuruni tangga menuju dapur, beberapa kali Jodha harus duduk di anak tangga sambil kembali memejamkan matanya, namun Jalal membangunkannya
“Hai..ayo..klo kamu tidur disini aku cium ya”
Ancaman Jalal yang sukses membuat Jodha membelalakan matanya..sambil berlari ngacir menuju dapur, Jalal hanya terkekeh dengan kejahilannya.
Jalal membantu Jodha memakai celemek, sambil modus biar bisa peluk-peluk Jodha dengan pura-pura nyari tali celemek.
“Hai..masang tali celemeknya lama banget..kalau aa terus memeluku seperti ini bagai mana aku bisa memasak hmm!”
“Habis..klo udah nempel sama kamu, aa ga bisa lepas” kilahnya membela diri.
Jodha tertidur di atas bukunya bersama mimpi yang sama, mimpi-mimpi yang terus berulang, mimpi bertemu dengan laki-laki tampan dengan dihujani kelopak bunga sakura yang berguguran.
****
Jalal tiba-tiba terbangun dari tidurnya..dia seolah mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Jodha
“Ya..Alloh kenapa fikiran ini selalu berhalusinasi”
Jalal duduk menyandar pada kepala ranjang, diraihnya gelas yang berada di sisi tempat tidur, sebelum akhirnya ia beranjak mengambil wudhu dan menjalankan qiyamu lail, rutinitas yang selalu ia lakukan meski Jodha sudah tidak lagi di sisinya..Jalal larut dalam do’a-do’anya yang panjang. Dan Jodha kini menjadi inti dari do’anya, meski  sekarang Jalal faham perubahan sikapnya semata-mata bukan karena Jodha tapi karena mengharap ridha dari Zat yang menggenggam jiwanya (Alloh SWT)..adapan jika suatu saat mereka bertemu dan bersatu kembali itu semata-mata bonus dari Alloh.
***
Pagi hari seperti biasa Jalal sibuk mengenakan setelan kerjanya, lagi-lagi apapun yang ia lakukan selalu  mengingatkan pada Jodha..seperti sekarang Jalal sedang mengadap cermin besar sambil mengenakan dasi, biasanya tangan rambing itu yang mengenakannya..itu saat yang selalu Jalal tunggu, karena saat mengenakan dasi dia bisa bebas menatap Jodha dari jarak dekat, menelusuri setiap inci wajah lembutnya yang keibuan atau hanya sekedar iseng pura-pura nunduk agar hidungnya bisa menyapu hidung Jodha.
***
Bela sekretaris Jalal memasuku ruangan, dia mengatakan investor Jepang yang beberapa waktu lalu datang ke kantornya meminta Jalal untuk datang ke Jepang dalam rangka menindak lanjuti kerjasama bisnis, Jalalpun segera meminta Bela untuk mengurus segala keperluanya, dua hari lagi setelah beberapa urusan bisnis di Bandung beres dia akan segera terbang ke Jepang menemui rekan bisnisnya tuan Yamato. Untuk sementara dia mempercayakan segala urusan perusahaan pada Bairan. Ibu Hameeda yang mendapat kabar akan perjalanan bisnis anaknya ke Jepang merasa kaget
‘Mungkinkah disana mereka akan bertemu..klo memang berjodoh pasti Alloh akan mempertemukan mereka kembali, tidak ada pengatur sekenario terbaik selain Alloh..andai pun mereka bertemu aku berharap Jodha sudah bisa menerima Jalal’ Hameeda berguman dalam hatinya, sebuah senyuman penuh harap menghiasi wajah bijaksananya.
***
Hari yang ditentukanpun tiba Jalal diantar ibu Hameeda ke bandara
“Hati-hati sayang..sesampainya disana kamu kabarin ammi ya” pinta Hameeda pada anak kesayangannya
“Oke..siap mi” jawab Jalal sambil mencium tangan Hameda
“Ammi mau oleh-oleh apa hemm?”
“Ammi ingin kamu pulang dengan membawa menantu ammi”
“Ya..semoga saja aku bertemu dengan cintaku di sana mi..bukannya do’a seorang ibu itu selalu terkabual”.
***
Jam 3 sore hari waktu Jepang, seorang gadis berkerudung lebar berwarna pink dengan baju senada sedang menikati indahnya musim semi di taman sakura, tepatnya di Ueno Park sebuah taman sakura yang terletak di dekat setasiun Ueno pusat kota Tokyo dahulunya taman ini merupakan bagian dari Kuil Edo Kaneiji, gadis itu duduk di sebuah bangku kayu di bawah pohon sakura, ditemani sebuah buku yang selalu hadir di genggamannya, kini gadis itupun larut dengan bukunya.
***
Jalal yang merasa bosan tinggal di hotel melangkahkan kakinya mencoba mencari udara segar
‘Kenapa aku tidak pergi ketaman sakura Ueno Park saja’ pikirnya, taman itu tidak jauh dari hotelnya bahkan bisa dijangkau dengan berjalan kaki, ini musim semi yang indah, meski sebenarnya ia sempat memimpikan menikmati indahnya musim semi di Jepang dalam sebuah perjalanan bulan madu bersama wanita yang dicintainya, bukannya sebagai joblo yang kesepian seperti sekarang.
Setelah lama mengitari taman tersebut sambil jeprat sana jepret sini mengabadikan momen indah di taman sakura, Jalal segera mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal, fisi matanya menemukan sebuah bangku di bawah salah satu pohon sakura, dia melihat ada seorang gadis berkerudung lebar berwarna pink sedang duduk disana, karena tidak ada pilihan lain Jalalpun menghampiri bangku tersebut, sempat merasa aneh juga ada seorang wanita berkerudung lebar di Jepang, ketika jarak mereka semakin dekat Jalal merasakan detak jantungnya berdetak cepat, berkali-kali ia mengusap matanya, karena ia berfikir ini hanya halusianasi, tapi ternyata ini sebuah kenyataan bukan mimpi atau halusinasi, gadis yang tengah larut dalam bacaan bukunya adalah wanita yang selama ini ia  cari, wanita yang selalu hadir dalam fikirannya..ya dia adalah Jodhanya.
“Ma’af nona boleh saya ikut duduk?” tanya Jalal sopan
“Iya silahkan” jawab Jodha sambil menggeser duduknya, tapi pandangannya tetap fokus pada buku yang ia baca, konsentrasinya yang total pada bacaannnya tidak sanggup mengaitkan suara yang begitu ia kenal kedalam file di memori otaknya, sempat sih Jodha berfikir kenapa orang disampingnya menggunakan bahasa ibu ‘bahasa Indonesia’ tapi  dia berfikir lagi pasti banyak orang Indonesia yang juga tinggal di Jepang.
Jalal masih menatap Jodha lekat-lekat, sebenarnya ia ingin sekali menarik gadis itu dalam pelukannya, namun dia urungkan lagi niatnya, meskipun hatinya kini bergejolak ingin melepas rindu dengan gadis cantik yang duduk dengan cuek disampingnya tersebut
‘Ternyata dia belum berubah, klo sudah bergaul dengan buku akan abai dengan dunia sekitarnya’ ujar Jalal dalam hati, ingin sekali tangannya mengangkat dagu gadis itu agar mengalihkan pandangannya dari buku agar beralih menatapnya, tapi Jalal tau pasti seandainya hal itu ia lakukan pasti buku itu akan segra melayang mendarat di pipinya.
********************************


Ana Uhibbuki Fillah Part 16

12 comments:

  1. LaNjuuutttttt.....peNasaraN Nee...

    ReplyDelete
  2. Wao hebat klu cinta mau blg apa lg, lnjt mbak

    ReplyDelete
  3. Hadeuh.....sslalu bersambung dlm ketegangan

    ReplyDelete
  4. really really really like this. Wah seneng dong akhirnya Jalal ketemu ma Jodha... ikut deg degan nech... nunggu reaksi Jodha...

    ReplyDelete
  5. subhanalloh...paling suka ff ini..penuh nasehat tnpa menggurui..berkenankah mb seni menjalin silaturokhim dg saya...

    ReplyDelete
  6. Hayyaaa.....penisirin mba seni....lanjoutkeuuunnn.....

    ReplyDelete
  7. Gmn perasaan jodha lht suami yg dirindukan hdr didpnnya......lanjuuut dong .....pinisirin nih

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.