Seuntai Harapanku Part 3 – By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 3 – By : Erinda


Untuk readers yang setia membaca fanfiction “aneh” ini (karena karakter Jodha saya buat berbeda)
Saya ucapkan terima kasih banyak dan semoga tidak bosan dengan jalan ceritanya juga terimakasih untuk setiap like dan comment yang selalu mampir di setiap part nya.
Dan untuk waktu post nya, saya usahain tidak lama-lama, semoga sabar menanti yaa,, hehehe

Semenjak saat itu Jalal tidak menyukai Jodha dan ia terus berpesan pada Ruk untuk tidak dekat-dekat dengan Jodha. Jalal tidak menyimpan dendam sama sekali pada Jodha, Jalal adalah pria yang berfikiran dewasa, ia tidak ingin meladeni apalagi membalas dendam pada Jodha, kejadian waktu ia anggap hanya angin lalu, walaupun saat itu Jalal sangat emosi pada Jodha namun sekarang setelah ia memikirkan kembali tidak ada gunanya meladeni gadis arrogant seperti itu, toh saat ini mobil nya sudah kembali seperti semula walaupun demi itu semua tidak sedikit uang yang ia keluarkan namun ia tidak mempermasalahkan itu, waktu nya terlalu berharga jika untuk di pusingkan dengan memikirkan hal-hal bodoh seperti yang Jodha lakukan padanya.

Asyik dengan lamunannya hingga Jalal pun mulai terlelap dalam tidurnya dengan tanpa sadar bahwa ia telah memikirkan Jodha sedari tadi.

Keesokan hari nya di kampus, Javeda Atifah Benazir serta Bhaksi sudah berpencar untuk menyerahkan undangan Ruk pada teman-teman mereka.

Nampak di salah satu sudut kampus, Jodha dan dua orang teman nya Shivani dan Sukanya sedang membully (lagi) seseorang. “Bodoh,, bukankah sudah ku katakan padamu untuk menyelesaikan tugas kami hari ini, kenapa sekarang belum selesai juga??” Hardik Jodha pada gadis yang bernama Mehtab

“Ma,, Ma,, Maaf kan aku Jo, semalaman aku menjaga ibu ku di rumah sakit, sehingga aku tidak sempat mengerjakan tugas-tugas kalian. Tapi aku janji hari ini aku akan menyelesaikan semuanya” Jawab Mehtab dengan kepala menunduk tak berani menatap Jodha yang ada di depan nya.
“Ibu??” Kata Jodha dalam hati dan itu seketika membuat nya sedih namun ia tidak menampakan nya dan segera kembali memasang wajah mengancamnya pada Mehtab.

“PERCUMA !!!  Tugas itu harus kami presentasikan siang ini. Dasar bodoh,, kau benar-benar mengujiku Mehtab!!. Guys,,, ambil tas nya dan buang semua isinya ke sungai belakang kampus kita. Kalau kita tidak bisa mempresentasikan tugas kita maka gadis bodoh ini juga tidak bisa.” Perintah Jodha pada Sukanya dan Shivani

Dengan kasar Shivani dan Sukanya merebut tas dari pelukan Mehtab dan membawa nya menuju belakang kampus dan tanpa rasa bersalah sedikit pun mereka membuang tas dan isinya itu ke sungai yang cukup deras di belakang kampus, setelah itu mereka tertawa bersama.

Mehtab terduduk pasrah dan menangis tersedu-sedu di hadapan Jodha. Jodha yang melihat Mehtab menangis bukan nya merasa iba malah terlihat semakin marah pada Mehtab namun tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir pink indahnya, ternyata bibir nya juga nampak bergetar terlihat ia seperti menahan suatu beban yang berat dalam hatinya, menyadari ia mulai terbawa perasaan Jodha segera sadar dan berkata  “Tangisan tidak akan mengembalikan sesuatu yang telah hilang Mehtab, tidak ada guna nya kau menangis jika kau tidak berusaha untuk menemukan sesuatu yang hilang itu, kau malah terlihat semakin lemah dan bodoh dengan menangis dan,,,aku benci air mata” Jodha berkata datar tanpa ada amarah sedikitpun tidak seperti sebelumnya yang meledak-ledak,
Mehtab yang mendengar itu langsung mendongak-kan wajahnya pada Jodha dan melihat Jodha dengan tatapan aneh, dalam hati ia merasa aneh dan tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Jodha barusan, dan ia menyadari bahwa apa yang baru saja dikatakan Jodha adalah benar, tidak ada gunannya terus menerus menangisi sesuatu yang telah hilang tanpa melakukan sesuatu. Tepat saat itu Shivani dan Sukanya telah kembali pada Jodha. “Girls,, Aku sudah tidak semangat untuk melanjutkan kuliah hari ini, aku ingin pulang saja, terserah kalian mau ikut denganku atau tidak” Ujar jodha pada temannya seraya meninggalkan mereka dan Mehtab yang mulai meredam tangisnya.
“Kami ikut” Ujar Shivani dan Sukanya bersamaan dan berlari mengimbangi langkah Jodha.

Sebenarnya Jodha adalah salah satu mahasiswi yang cukup cerdas dan berprestasi di kampus itu, jika ia mau maka dengan mudah ia bisa menyelesaikan sendiri tugasnya itu, namun bukan Jodha namanya jika ia tidak mencari gara-gara atau membuat ribut pada orang lain. Diantara mahasiswa/i lain sudah banyak yang mengadukan kelakuan Jodha pada dosen dan rector di kampus mereka tapi sebagian para dosen percaya tidak percaya dengan semua aduan itu, para dosen disana mengenal Jodha sebagai gadis baik dan cerdas, bahkan ia sudah seringkali mewakili kampus nya mengikuti kompetisi-kompetisi yang cukup bergengsi dan selalu mendapatkan hasil yang memuaskan dan membanggakan untuk kampus mereka, selain itu ia juga sering membuatkan makanan lezat untuk dosen-dosen disana. Yah,, itulah Jodha, dia cukup lihai juga cerdik dan itu berhasil membuat dosen menjadi sayang dan percaya padanya sehingga ia masih bisa dengan leluasa tetap kuliah disini, salah satu kampus terbaik di negeri ini.

Sesaat sebelum mereka meninggalkan kampus, dari belakang nampak terdengar suara seseorag memanggil dan berlari menuju mereka, Jodha pun menghentikan langkahnya dan berbalik melihat siapa orang yang memanggil-manggil nya sedari tadi dan ternyata itu adalah Bhaksi.

“Huh,, Huh,, Sejak kapan kalian tuli hah… Sedari tadi aku memanggil-manggil kalian tapi tidak ada yang menoleh satu pun” Rutuk Bhaksi sambil menyeka keringat di pelipisnya.

“Eh non,, kamu pikir apa yang kita lakukan sekarang, kita tidak hanya menoleh tapi sudah berbalik menghadap mu saat ini. Puasss” Jawab Shivani pada Bhaksi sedang Jodha hanya geleng-geleng kepala, Jodha melihat sesuatu yang di pegang oleh Bhaksi. “Apa itu? Itu kah yang membuat mu sampai mengejar-ngejar kami Bhaksi, jika memang iya cepat berikan pada ku, aku tidak punya banyak waktu meladeni mu?” Kata Jodha pada Bhaksi dengan nada yang sangat menjengkelkan.

“Dasar,,, Iya,, ini,, ada undangan untuk kalian dari Rukayah, dia mengadakan acara ulang tahun sekaligus pertunangan nya malam ini dan asal kalian tahu saja,,, aku, Atifah, Benazir serta Javeda sangat amat berharap kalian tidak datang, aku masih tidak habis pikir kenapa Rukayah sangat ngotot ingin mengundang kalian para biang kerok di acara nya malam ini. Kami tidak akan membiarkan kalian mengacaukan acara bersejarah Rukayah malam ini” Ujar Bhaksi pada Jodha cs dengan ketus, Sedangkan Jodha tidak menghiraukan itu, ia sudah sangat sering mendengar orang berkata ketus padanya sehingga itu sama sekali tidak berpengaruh apalagi sampai membuatnya tersinggung.

“Waw,, Nona Bhaksi,, Kau dan teman-teman mu terlihat sangat perhatian sekali pada Rukayah, kami sangat terharu mendengar nya,,, hahahaa” Sukanya tampak mengejek pada Bhaksi

“Sudahlah guys,, kalian lihat Rukayah sudah mengundang kita dan rasanya tidak baik jika mengabaikan undangan cantik ini, benar kan?” Ujar Jodha pada Shivani dan Sukanya dengan senyum yang misterius, ia melanjutkan “Malam ini kita akan datang di acara BERSEJARAH dari Rukayah dan kau Bhaksi, kita lihat saja apa kau dan teman-teman mu bisa melindungi acara sahabatmu itu dari gangguan BIANG KEROK seperti kami,, Hahahaa” Ucap Jodha pada Bhaksi dan disambut tawa oleh Shivani dan Sukanya. Melihat itu Bhaksi semakin kesal dan langsung pergi meninggalkan mereka.

Sore itu di kediaman Tuan Khaibar Khan begitu sibuk, begitu banyak pelayan yang tengah mempersiapkan pesta untuk acara nanti malam, sedangkan di kamar Ruk masih duduk asyik di depan meja rias nya sambil terkadang tersenyum-senyum sendiri, ia benar-benar bahagia bahwa sebentar lagi ia akan bertunangan dengan Jalal, pria yang sejak dulu sudah mengisi hari-hari nya dan hatinya.

Di tempat lain Jalal pun tengah bersiap di kamarnya dan terdengar suara mama nya yang memanggil dari luar sana, Jalal bergegas membukakan pintu. “Ada apa mah? Sebentar lagi aku siap kok”

“Iya mama tahu nak,, emm,,,” Ujar mama Hamida sambil menatap putra nya, seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan nya pada Jalal namun ia nampak ragu-ragu. Jalal masih sibuk memasangkan dasinya sendiri sehingga ia tidak menyadari tatapan mama nya.

“Mah,,,” Jalal memanggil mama nya sesaat setelah ia mengenakan dasinya
“Ah,, ya sayang, ada apa. Kau sudah selesai, ayo cepat kita berangkat sekarang” Jawab Ny.Ham agak sedikit gugup karena Jalal mengagetkan nya tadi.
“Heemm,,, ada apa mah? Apa ada yang mengganggu pikiran mama saat ini?” Jalal mencoba bertanya

Ny.Hamida menarik napas panjang dan melihat Jalal lalu mengelus rambut cepak nya dengan sayang, ia merasa ia harus menanyakan ini pada Jalal sebelum terlambat.

“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin mama tanyakan pada mu nak?”

“Katakan mah, tidak usah ragu-ragu”

“Apa,, Apa,, kau bahagia dengan pertunangan ini nak? Apa kau mencintai Rukayah seperti Rukayah mencintaimu? Karena mama merasa hanya Rukayah yang nampak bahagia dengan perjodohan ini sedangkan kau terlihat biasa saja
. Katakan anak ku, apa kau keberatan dengan semua ini? Tidak usah sungkan nak, mama justru akan merasa berdosa jika kau melakukan ini karena terpaksa.”
Akhirnya Ny.Hamida mengeluarkan semua kegelisahan hatinya. Jalal yang mendengar itu semua awalnya cukup terkejut, bagaimana mamanya bisa curiga padahal menurutnya ia sudah sangat berusaha untuk ikut terlihat bahagia dengan perjodohan ini tapi Jalal segera menyembunyikan keterkejutan nya supaya tidak menambah curiga mamanya.

“Tidak mah,, aku bahagia dengan perjodohan ini, kau lihat wajah putramu ini tidak henti-henti nya tersenyum setelah mendengar bahwa aku akan di jodohkan dengan Rukayah dan lagipula dia sangat mencintai ku dan keluargaku, aku yakin kami akan hidup bahagia nantinya. Tidak usah khawatir mah” Jalal menjawab dengan tersenyum lebar dan mencium tangan Ny.Hamida

Tapi tetap saja hati seorang ibu tak bisa dibohongi, ia yakin perasaan nya benar bahwa putranya ini telah rela mengorbankan hati dan perasaannya demi membahagiakan orang lain, Jalal tidak mencintai Rukayah namun ia tidak bisa menolak perjodohan ini karena ia tidak ingin menyakiti kedua belah pihak keluarga yang sudah menaruh banyak harapan padanya. Mama berharap kau akan bahagia dengan cintamu kelak nak, siapapun dia nantinya. Ny.Hamida berkata dalam hati

“Baiklah Jalal, mama hanya berharap kau juga bisa merasakan cinta itu. Sudah ayo kita jalan sekarang”

Ny.Hamida meninggalkan kamar Jalal dan menyuruhnya untuk segera menyusul turun.

“Maafkan aku mah, aku tidak bisa jujur padamu kali ini, sebenarnya apa yang kau khawatirkan itu benar adanya tapi tidak mungkin aku menolak perjodohan ini, karena jika aku menolak nya aku akan menghancurkan dan meyakiti banyak hati orang yang ku sayangi dan ku hormati selama ini dan persahabatan indah antara kalian dengan orang tua Rukayah yang telah lama terjalin pasti akan putus dan berubah menjadi permusuhan abadi, aku tidak ingin itu semua terjadi mah, aku tidak ingin menyakiti dan melukai hati siapa pun. Aku harus mencoba lebih keras lagi untuk bisa mencintai Rukayah, yah,, aku pasti akan bahagia hidup dengan nya, dia gadis yang baik dan mencintaiku.” Gumam Jalal dalam hati berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Jalal beserta keluarga telah tiba di rumah Tn.Khaibar dan acara pun segera dimulai, tampak begitu banyak tamu undangan yang memenuhi area rumah Tn.khaibar yang sangat luas itu tidak terkecuali Jodha cs yang telah hadir disana, mereka nampak berbisik dengan diselingi tawa misterius, entah apa yang sedang mereka rencakan saat ini tapi apapun itu, pasti akan membuat kerusuhan dan kekacauan.

Jalal dan Rukayah telah berdiri dengan anggun di sebuah panggung mini yang bernuansa Biru Langit sesuai dengan warna kesukaan Rukayah.

“Baiklah selamat malam semua untuk para tamu undangan yang telah berkenan hadir dalam acara kami malam hari ini, seperti yang anda ketahui semuanya malam ini adalah malam perayaan hari ulang tahun putri cantik kami Rukayah Khan yang hari ini genap berusia 21 tahun dan sekaligus acara pertunangan nya dengan Jalaludin Akbar yang tidak lain adalah putra dari Tn.Humayun Akbar sahabat karib kami.”  Tn.Khaibar mengucapkan beberapa kata sambutan untuk acara putrinya malam ini

Rukayah semakin mempererat pelukan tangan nya pada lengan Jalal, ia benar-benar bahagia malam ini, senyum manis tidak pernah lepas dari bibirnya begitu pun dengan Jalal, setidaknya itulah yang terlihat dari luar yang berusaha ditampakkan oleh Jalal.

Sebelum acara potong kue dan pemasangan cincin sebagai pengikat hubungan mereka, saat ini diadakan photo bersama untuk kedua keluarga besar, di panggung sudah berdiri Tuan & Nyonya Khaibar serta Rukayah dan Tuan & Nyonya Humayun serta Jalal, mereka tampak bahagia dan saling berpelukan satu sama lain, sedang dibawah sana sang photographer terus mengabadikan setiap moment berharga dari kedua keluarga yang sedang berbahagia itu.
Di salah satu sudut taman, Jodha melihat itu semua,,,



Seuntai Harapanku Part 3 – By : Erinda

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.