Seuntai Harapanku Part 14 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 14 - By : Erinda






“Yasudah, sekarang kita kembali bekerja sebelum karyawan lain memandang curiga pada kita,, hehehe”
^^^^
Jodha sudah sampai di appartement sore ini, seperti biasa dia disambut dengan teriakan dan pelukan dari bintang-bintang kecil nya, nampak juga Bhaksi dan Javeda yang antusias menyambut kepulangannya sore ini, Jodha mengernyitkan dahinya dan menatap mereka curiga
“Katakan,, Ada apa?” Kata Jodha to the point
Bhaksi dan Javeda langsung tertawa dan segera menarik Jodha masuk kedalam
“Jalal” Kata Javeda dan Bhaksi serempak
“Jalal?” Jawab Jodha pura-pura tidak mengerti
“Hey,, Jangan pura-pura bodoh nona, kami sudah tahu CEO baru tempat mu bekerja itu Jalal kan”
“Ba,, Bagaimana kalian bisa tahu?” Tanya Jodha polos
“Ya Tuhan,, Jodha.. Bahkan penjaga toilet pun lebih update daripada dirimu. Tidak kah kau membaca majalah atau melihat TV? Sangat ramai media yang membicarakan tentangnya saat ini.” Cerocos Javeda
“Kau tahu, aku sengaja menolak tawaran menyanyi di salah satu Hotel ternama malam ini dan Javeda juga mengosongkan jadwal nya malam ini hanya demi mendengar cerita mu tentang Jalal, bagaimana pertemuan mu dengan nya sejak kemarin, apa baik-baik saja? Kata Bhaksi bersemangat
“Baiklah,, sahabat-sahabat ku yang selalu ingin tahu, nanti akan ku ceritakan pada kalian semuanya dan aku juga akan ijin untuk tidak bekerja malam ini, kalian senang” Kata Jodha
“Tentu saja” Kata Javeda dan Bhaksi senang
“Ok, sekarang mari kita temui anak-anak yang sedari tadi terus rebut-ribut dibawah.. Ayo, Kita temani dulu mereka sampai tidur seperti biasa,,” Ajak Jodha pada mereka
^^^
Setelah menidurkan anak-anak, kini Javeda dan Bhaksi sudah berada di kamar mereka dan sedang mendengarkan cerita Jodha tentu saja mengenai Jalal
“Sepertinya kau akan dekat nya Jodha?” Kata Bhaksi sesaat setelah Jodha bercerita
“Hhmm,,, Menurut ku tidak juga Bhaksi, lagipula aku hanya perlu memastikan saja bukan mencampuri urusan cintanya, tapi aku berharap Jalal segera bertemu dengan gadis itu siapapun dia pasti aku akan sangat berterima kasih padanya” Kata Jodha tulus
“Hey,,,Kenapa tidak kau saja Jodha yang coba menaklukan Jalal?” Celetuk Javeda seperti biasa
“HAH?” Kata Jodha dan Bhaksi bersamaan dan melihat kearah Javeda yang senyam senyum
“Baiklah,, Baiklah,,, Lupakan pertanyaan ku barusan guys, Hufh” Sungut Javeda
“Tapi menurutku juga tidak ada salahnya, mungkin kau bisa mencoba nya Jodha” Lanjut Bhaksi
“Apa-apaan sih kalian, kenapa jadi aku?? Herannn” Kata Jodha kesal
“Ayolah Jodha,, tidak ada salahnya mencoba, lagipula kau dan dia sama-sama single. Jodoh seseorang kan tidak ada yang tahu. Kenapa harus mencari jauh-jauh kalau ternyata Tuhan sudah menyiapkan nya di hadapan kita? Ya kan Bhaksi” Kata Javeda antusias sambil melirik Bhaksi mencari dukungan
Dan Bhaksi juga mengangguk setuju atas ucapan Javeda pada Jodha
“Aaahh,,, Sudahlah,, hentikan ucapan bodoh kalian.. Aku mau tidur saja,..” Kata Jodha lalu menarik selimut menutup seluruh tubuhnya hingga kepala
“Heeyyy,,, Jangan marah begitu nona Jodha. Baiklah, kami minta maaf lagipula tadi kami hanya bercanda,, hehee,,,” Kata Bhaksi dan Javeda yang kini ikut berbaring di sebelah kiri dan kanan Jodha
Jodha membuka selimut yang menutupi kepalanya dan tersenyum bergantian kearah Bhaksi dan Javeda
“Aku tidak marah, kalian sahabat-sahabat tersayang ku. Ayo kita tidur sekarang,, hmm..” Ajak Jodha
“Aku dengan Jalal? Jodha dan Jalal? Hhmm,, Sepertinya cocok juga,, Astaga,, Apa yang ku fikirkan”
Gumam Jodha dalam hati sesaat setelah ia memejamkan mata
^^^
Tak terasa sudah 4 bulan Jodha bekerja sebagai staff khusus CEO, tidak ada hambatan berarti yang dirasakan Jodha selama bekerja dengan Jalal, semua baik-baik saja. Juga hubungan Jalal dan Jodha semakin membaik dan walaupun belum begitu akrab (menurut mereka), tapi itu sudah cukup untuk Jodha, setidaknya hubungan mereka tidak sedingin dulu dan jujur saja ia cukup menikmati kedekatan nya dengan Jalal. Mengenai siapa gadis yang dekat dengan Jalal saat ini Jodha masih belum tahu, Jalal masih belum mengenalkan seorang gadispun padanya sampai sekarang. Jodha juga tidak ingin menanyakan nya terus menerus pada Jalal, Jodha berfikir biarkan waktu yang akan menjawabnya nanti. Lagipula ia masih ingin menikmati kebersamaan nya dengan Jalal saat ini sebagai teman.
Tidak ubahnya dengan Jodha, Jalal juga merasakan hal yang sama, ia sangat menikmati kedekatan nya dengan Jodha, Jodha yang sekarang sudah menjelma menjadi seorang bidadari baginya tidak hanya paras cantik nya yang membuat Jalal mengagumi Jodha tapi karakter dan pembawaan Jodha yang jauh berbeda dengan Jodha yang dia kenal dulu semakin membuatnya senang untuk terus dekat dengan Jodha dan dengan senang hati pula ia menjaga Jodha seperti pesan bibi Anga padanya beberapa waktu lalu, tanpa ada yang meminta pun ia tetap akan menjaga Jodha, selalu dan sepenuh hatinya.
Beberapa karyawan di kantor bahkan menggosipkan Jalal dan Jodha mempunyai hubungan special, karena CEO mereka tidak pernah terlihat dekat dengan gadis selain Jodha begitu pun sebaliknya, walaupun menurut Jalal dan Jodha mereka tidak terlalu dekat tapi tidak dengan orang sekeliling yang melihat kedekatan mereka, terutama Salima yang merupakan teman dekat Jodha di kantor yang juga merupakan sekretaris Jalal. Tapi tetap saja setiap kali Salima menanyakan nya pada Jodha, Jodha tidak pernah memberi jawaban yang memuaskan.
Sebenarnya cinta sudah menelusup ke hati keduanya semakin dalam dan dalam setiap detiknya, namun sayangnya mereka masih belum mengerti perasaan apa yang mereka rasakan, walaupun mereka sudah dewasa tapi untuk urusan cinta Jalal dan Jodha bukanlah ahlinya (Ckckck). Hingga hanya sangkalan dan sangkalan yang terucap saat hati mereka mulai meminta dan mengatakan sesuatu yang “aneh” disaat mereka sedang bersama. 
 ^^^
Kini sudah tiga hari Jalal melakukan perjalanan bisnis ke beberapa Negara Asia, ini adalah pertama kalinya Jalal melakukan perjalanan bisnis keluar negeri selama menjabat sebagai CEO The Worlds, rencananya ia akan melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu. Dan selama tiga hari ini pula Jalal tidak pernah absen memantau Jodha, baik itu melalui sms atau telpon. Dihari pertama Jalal melakukan itu Jodha nampak risih dengan semua sms dan telpon dari Jalal yang menurutnya sangat berlebihan tapi kemudian Jodha sudah mulai terbiasa dengan semua perhatian Jalal padanya, bahkan ia akan merasa kurang jika Jalal belum menanyakan kabarnya seperti sekarang, entahlah apa yang dirasakan Jodha saat ini yang jelas ia menikmati hubungan nya dengan Jalal yang jauh lebih baik dari dulu saat mereka di Indonesia. Jodha kembali teringat saat sebelum keberangkatan Jalal,..
Satu hari sebelum keberangkatan Jalal ia memanggil Jodha ke ruangan nya
*Flashback
“Masuk” Terdengar suara Jalal dari dalam sesaat Jodha mengetuk pintu ruangan nya
“Selamat siang, anda memanggil saya Mister?” Sapa Jodha seperti biasanya pada Jalal
“Ya, silahkan duduk nona Jodha” Jodha lalu duduk di kursi yang di depan meja kerja Jalal.
Jalal melanjutkan “Eem,, Ada yang ingin aku sampaikan padamu, besok aku akan melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu ke beberapa negara di Asia”
“Ya, saya tahu. Salima sudah memberitahukan nya pada kami para staff khususmu, dia juga sudah meminta kami menyiapkan beberapa document untuk anda bawa kesana. Apa ada lagi yang anda perlukan mister, biar saya segera menyiapkan nya sekarang mengingat besok pagi anda sudah harus berangkat”
“Ahh,, Tidak, Tidak,, Bukan itu maksud ku”
“Lalu?” Tanya Jodha bingung
“Astaga,, Bagaimana aku mengatakan padanya kalau aku sangat khawatir meninggalkan ia disini sendiri tanpa aku bisa melihatnya setiap hari, bagaimana jika yang dikatakan bibi Anga benar bahwa ada orang dari masa lalu Jodha yang masih mencari dan mungkin membahayakan nya, walaupun aku tidak begitu paham siapa dan apa yang diinginkan orang itu dari Jodha tapi ku rasa bibi Anga dan paman Khaibar tidak main-main, mereka bahkan sempat mengirimkan seseorang kesini untuk mengawasi Jodha dulu walau akhirnya Jodha tidak menyetujuinya, sekarang aku yang dipercaya mereka untuk menjaga Jodha disini, jika terjadi sesuatu padanya saat aku tidak disini bagaimana?. Aku tidak mungkin membawa nya ikut bersama ku, tidak ada alasan kuat untuk ku membawa nya, Salima yang sebagai sekretaris ku saja aku tidak mengajaknya ikut apalagi dia yang hanya seorang staff.” Pikir Jalal dalam hati
“Mister?” Panggil Jodha yang melihat daritadi Jalal hanya diam saja. “Anda baik-baik saja?” Lanjut Jodha lagi
“Emm,, Ya,, Saya baik-baik saja. Begini Jodha, dengarkan perkataan ku baik-baik. Selama aku pergi seminggu ini jangan pergi ketempat-tempat asing, jangan mudah percaya dengan orang yang baru saja kau kenal dan satu lagi dan paling penting jangan mengabaikan sms atau panggilan ku padamu nanti. Kau mengerti?” Kata Jalal serius sedang Jodha mengernyit bingung mendengar semua pesan Jalal yang sangat tidak biasa menurut nya, melihat Jodha hanya diam saja Jalal kembali mengulang kembali “Kau mengerti Jodha, jawab aku jangan diam saja aku tidak main-main dengan perkataan ku tadi padamu”
“A,, Aku mengerti Jalal tapi aku hanya bingung kenapa kau mengatakan hal seperti itu padaku seolah-olah aku adalah seorang gadis kecil yang akan ditinggal pergi paman-nya” Kata Jodha masih bingung
“Terserah, anggap saja begitu. Sekarang kau bisa kembali bekerja dan jangan pernah lupa semua perkataan ku tadi Jodha” Tekan Jalal sekali lagi, nampak sekali kekhawatiran di wajahnya
“Iya, aku akan mengingatnya. Sekarang aku permisi dulu” Ucap Jodha lalu beranjak dari kursi dan menuju pintu keluar di ruangan Jalal
“Aku mohon, jaga dirimu Jodha” Kata Jalal pelan dan Jodha bisa mendengarnya tapi ia berpura-pura tidak mendengar dan melanjutkan langkahnya menuju pintu
*Flashback off

Sudah jam makan siang di The Worlds sekarang, tampak Salima menuju meja kerja Jodha untuk mengajaknya makan siang bersama
“Hey cantik,,,” Sapa Salima ceria seperti biasanya pada Jodha
“Hey Salima, kau sudah makan?” Tanya Jodha
“Belum, justru aku kemari ingin mengajakmu makan bersama,, ayoo”
“Ah,, Tidak. Aku sedang tidak nafsu makan” Kata Jodha lemah
“Kenapa? Apa kau sakit? Bahkan tadi pagi aku juga tidak melihatmu sarapan” Tanya Salima khawatir
“Jodha?” Panggil Salima lagi
Sebenarnya Jodha bukan tidak nafsu makan tapi semenjak kemarin malam Jalal sama sekali belum menghubunginya, bolak balik Jodha mengecek handphone nya namun tidak satu pun notifikasi dari orang yang ia tunggu-tunggubaik itu berupa sms atau pun telpon.
“Jodha..!!” Panggil Salima dengan kencang pada Jodha
“Aww,,, Jangan berteriak Salima, hufhh,, kau tahu bahkan bayi yang ada diperutmu pasti ikut kaget mendengar teriakan mu barusan,,” Kesal Jodha pada Salima
“Bagaimana aku tidak berteriak padamu, aku mengkhawatirkan dan memanggilmu dari tadi tapi kau tidak menggubrisnya. Hhmm,, Maafkan Mommy ya sayang kalau kau kaget didalam sana, salahkan tantemu ini jika kau kesal,, Hihihihi” Jawab Salima sambil mengelus-ngelus lembut perutnya yang sudah sangat besar, ini adalah bulan kedelapan kandungan nya
“Hhm,, Ya,, ya,, Maafkan aku. Tapi Salima aku benar-benar malas makan sekarang, kau saja yang makan ya” Jawab Jodha
“Hufh,, Yasudah kalau begitu, aku makan siang sendiri saja hari ini. Kau mau pesan apa, biar aku bawakan untukmu?” Tanya Salima pada Jodha, tapi Jodha hanya menjawab Salima dengan gelengan kepala dan ia kembali menatap handphone nya sedangkan Salima pun sudah meninggalkan Jodha.
“Kemana sih? Apa kau bosan terus menerus menghubungiku? Baiklah,, Lupakan saja” Kata Jodha kesal sambil menatap handphone nya
Jodha lalu mengalihkan pandangan nya kembali ke computer, ia benar-benar malas untuk makan saat ini, secara tidak langsung perhatian intens Jalal padanya selama tiga hari ini cukup membolak-balikan hatinya yang selama ini cukup tenang di tempatnya. Tak lama handphone Jodha berdering, seketika ia segera mengalihkan pandangan ke handphone nya tapi setelah melihat nama pemanggil membuat ia sedikit kecewa, tapi ia tetap mengangkatnya karena itu panggilan dari Javeda
“Halo Javeda?”
“Hay Jodha,,” Sapa Javeda di seberang sana
“Ada apa?” Tanya Jodha langsung dengan sedikit malas
“Heyy,, Kenapa suara mu terdengar lesu sekali nona, kau baik-baik saja. Kau sudah makan siang belum?”
“Walaupun aku makan, aku tidak yakin kalau aku tidak akan lesu lagi” Jawab Jodha
“Hahaaa,,, Jangan bercanda Jodha, katakan ada apa sahabatku?” Tanya Javeda lembut
Jodha bingung apa dia harus menceritakannya pada Javeda tentang apa yang ia rasakan sekarang, tapi pasti nanti Javeda akan semakin menggodanya,, lebih baik jangan dulu
“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. By the way, ada apa kau menelpon ku nona?” Tanya Jodha balik
“Jangan berbohong padaku Jodha, aku tahu kau tidak baik-baik saja sekarang. Baiklah, kalau kau tidak ingin mengatakan nya sekarang tidak apa-apa, aku dan Bhaksi akan menunggumu sampai kau siap bercerita pada kami. Aku menelpon mu karena aku ingin bilang padamu kalau malam ini aku tidak bisa kembali ke appartement, karena aku harus menemani salah satu turis dari asia, dia baru akan tiba di Bandara sore ini dan katanya dia ingin menikmati suasana malam kota Madrid” Jelas Javeda
“Wow,, Pasti akan sangat menyenangkan Javeda. Baiklah,, kau hati-hati ya..Bye” Balas Jodha
“Bye cantik” Javeda lalu menutup panggilan nya pada Jodha
Tak lama handphone Jodha kembali berdering “Pasti Javeda lagi” Batin Jodha lalu menerima panggilan di telephone tanpa melihat siapa orang yang menelphon nya karena pasti Javeda yang kembali menelphon nya
“Ya, ada apa lagi Javeda?” Sapa Jodha datar pada seseorang yang dianggapnya Javeda
“Javeda?” Jawab seseorang di seberang sana, suara seorang pria dan tentu saja itu bukan Javeda
Jodha mengernyitkan kening nya mendengar suara sahutan dari hp nya, suara seseorang yang cukup ia kenal dan mungkin ia rindukan saat ini walau tetap saja Jodha tidak mau mengakuinya. Jodha lalu melihat layar hp nya untuk memastikan apakah si pemilik suara ini adalah Jalal dan ternyata,,,, BENAR… Seketika batin nya berteriak, ingin rasanya Jodha menjerit dan melonjak kegirangan saat itu juga. Berlebihan? Biar saja, hati memang tidak pernah berdusta. Jodha berusaha mengatur deru nafasnya supaya tidak mengundang kecurigaan dari Jalal, bisa-bisa Jodha malu untuk bertemu dengan Jalal seumur hidupnya jika saja Jalal tahu apa yang ia rasakan sekarang. Sesaat ia lupa bahwa sekarang harusnya ia kesal dengan Jalal karena sudah tidak menghubunginya dari semalam
“Halo,, Jodha.. Kau disana?” Sapa Jalal pada Jodha, yang sedari tadi diam saja
“I,, Iya,,, Tentu saja aku masih disini” Jawab Jodha agak gugup dan masih berusaha mengatur debaran jantung nya yang sedari tadi berdetak tidak seperti biasanya
“Apa aku mengganggu makan siang mu?” Tanya Jalal
“Ah tidak, bahkan aku belum makan siang”
“Kenapa? Bukankah sudah waktunya makan siang disana sekarang?”
“Tapi aku sedang tidak nafsu” Jawab Jodha singkat dan kesal teringat Jalal yang menurutnya tiba-tiba menghilang tidak ada kabar seperti biasanya, padahal Jalal baru tidak menghubunginya dari kemarin malam, bukan berabad-abad lalu.
“Hhmm,, Maaf aku sangat sibuk semalam, hingga tidak sempat menghubungi atau mengabarimu sedikitpun” Kata Jalal lembut seolah ia tahu alasan mengapa nada bicara Jodha berubah jadi kesal padanya
“Tidak perlu, untuk apa minta maaf. Lagipula untuk apa kau menghubungiku terus menerus seperti kemarin-kemarin, kau fikir aku tidak terganggu dengan semua itu hah” Jodha mengatakan sesuatu yang sangat berlawanan dengan yang hatinya rasakan. Ohh,, C’mon Jodha
“Begitu ya?” Jawab Jalal singkat
Mendengar Jalal hanya menjawab seperti itu padanya membuat Jodha merasa tidak enak
“Jalal?” Panggilnya
“Makanlah” Kata Jalal lagi pada Jodha
“Apa kau tersinggung?” Tanya Jodha pelan, ia mengacuhkan perkataan Jalal barusan yang menyuruhnya makan
“Tidak” Jawab Jalal singkat
“Jalal,, please..” Kata Jodha sedikit merajuk, jujur saja ia takut Jalal benar-benar tersinggung padanya dan tidak mau menghubunginya lagi hanya karena ucapan bodohnya barusan
“Apa?” Kata Jalal masih tetap tenang.
“Apa kau benar-benar tidak akan menghubungiku lagi nanti?” Baiklah, menurunkan sedikit harga diri demi kesalahan yang dilakukan diri sendiri tidak ada salahnya kan
“Ya, kenapa? Bukankah kau yang mengatakan kalau aku sudah mengganggumu?”
“Tidak,, Tidak sama sekali” Jawab Jodha cepat seraya menggelengkan kepalanya, walaupun Jalal tidak akan bisa melihat gelengan kepala lucu nya itu sekarang
“Hahaa,,,” Jalal akhirnya tertawa di seberang sana, Jodha bingung
“Kau, kenapa tertawa?”
Jalal masih tertawa, ia berusaha menenangkan dirinya dan menjawab pertanyaan Jodha
“Nona Jodha, sadarkah dirimu… Seringkali kau mengutarakan sesuatu yang tidak sesuai dan berlawanan dengan hatimu. Kau ingat, saat kau pertama kali bertemu denganku sebagai CEO saat itu kau bahkan mengatakan bahwa aku akan memecatmu tapi saat aku meng-iya-kan perkataanmu kau kelihatan khawatir dan sekarang pun begitu. Baiklah,,, setidaknya aku mulai memahami kebiasaan aneh salah satu staff ku ini sekarang” Kata Jalal panjang lebar pada Jodha.
Mendengar ucapan Jalal, membuat ia malu setengah mati. Pipinya merona menahan malu, sekali lagi ia bersyukur Jalal tidak ada di depan nya dan melihatnya saat ini
“Jadi,, Tadi anda hanya menggodaku MISTER JALALLUDIN?” Kata Jodha sok tegas menutupi rasa malunya
“Tidak, aku hanya ingin memastikan saja dan ternyata dugaanku benar,, hahaha”
“Terserah” Jawab Jodha pasrah
“Sekarang makanlah Jodha” Jalal kembali mengingatkan
“Tentu saja, aku pasti akan makan SANGAT BANYAK, berbicara sebentar dengan mu sudah membuat ku lapar”
“Wow,, Begitu besar kah efek suaraku padamu, baru saja kau mengatakan tidak nafsu makan tapi sekarang kau sudah kelaparan,, hahaha” Ejek Jalal
“Emm,, Kapan aku mengatakan begitu, aku memang sudah lapar daritadi. Sudahlah.. Bye” Jodha segera menutup telpon nya tanpa menunggu jawaban dari Jalal, ia sudah sangat malu sekali hari ini
(Masih mau nyangkal Jalal-Jodha?,,, Ughh)
^^^
Saat Jodha beranjak dari kursinya ia melihat Salima yang baru saja keluar dari lift tampak ia membawa sesuatu ditangan nya, Salima lalu menghampiri Jodha
“Hey,, Nih aku bawakan pizza untuk makan siang mu. Makanlah, masih ada waktu 10 menit lagi untuk makan siang, kali ini kau jangan menolak Jodha, ingat bahkan dari pagi pun kau belum makan” Kata Salima dengan sedikit mengancam pada Jodha
“So sweet honey,,, Thank you” Jawab Jodha dengan tersenyum senang
“You’re welcome dear” Jawab Salima dan segera berlalu menuju ruangan nya
Entah dari pintu ajaib mana tiba-tiba nafsu makan Jodha datang, pizza ukuran Large sanggup ia habiskan hanya dalam waktu 10 menit saja, SEPULUH-MENIT.  Terdengar mustahil memang, apalagi sebelumnya ia sama sekali tidak ada keinginan untuk menyentuh makanan, mungkin benar begitu besarnya efek suara Jalal pada mood Jodha siang ini.
^^^
-To Be Continued-



Seuntai Harapanku Part 14 - By : Erinda

6 comments:

  1. Asyek...asyek.. Ada yg mulai fall in love neh,,
    Semoga part berikutnya ada romantisnya,,,
    Lanjutkan...gk pake lama mba :)

    ReplyDelete
  2. Cinta ya begitu Jodha......hehe. next mb

    ReplyDelete
  3. Baru denger suara Jalal di telp aja udah makan pizza ukuran large secepat itu...gimana kalo ketemuan??

    ReplyDelete
  4. Kapan nih lanjutan nya....???????

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.