Seuntai Harapanku Part 15 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 15 - By : Erinda






Entah dari pintu ajaib mana tiba-tiba nafsu makan Jodha muncul, pizza ukuran Large sanggup ia habiskan hanya dalam waktu 10 menit saja, SEPULUH-MENIT.  Terdengar mustahil memang, apalagi sebelumnya ia sama sekali tidak ada keinginan untuk menyentuh makanan, mungkin benar begitu besarnya efek suara Jalal padanya.
^^^
Hari ini adalah hari kepulangan Jalal dari perjalanan bisnis nya, ia dijadwalkan akan tiba di Bandara sore ini dan mungkin besok dia baru akan kembali ke kantor.

“Jodha” Panggil Salima terburu-buru dengan membawa beberapa document ditangan nya
“Ya Salima, ada apa. Hey,, Hati-hati kau sedang hamil besar jangan terburu-buru” Kata Jodha mengingatkan
“Iya, Jodha bisa kau bantu aku sebentar. Tolong email document-document ini ke client kita, nama dan perusahaan nya sudah ada disana. Soft copy nya sudah kirimkan padamu barusan” Salima menerangkan
“Baiklah, tidak masalah.” Jawab Jodha sambil menerima document yang di serahkan Salima padanya
“Terima kasih banyak Jodha, kau benar-benar membantuku. Aku sangat sibuk mengatur jadwal Jalal dengan beberapa perusahaan baru yang sudah sepakat bekerjasama dengan The Worlds”
“Jangan berlebihan Salima, kami sebagai staff CEO disini juga bekerja untuk membantu mu”
Tiba-tiba “Aawww….” Rintih Salima sambil memegangi perut buncit nya
“Kenapa Salima?” Tanya Jodha panic dan mengajak nya untuk duduk di kursinya dan memberi Salima segelas air untuk menenangkan nya. Salima menerima air dari Jodha dan berusaha mengatur nafasnya untuk normal kembali, sekarang dia sudah merasa sedikit lebih baik
“Kau kenapa Salima?” Tanya Jodha lagi, ia benar-benar khawatir pada keadaan Salima
“Perut ku tiba-tiba saja sakit, tapi sekarang sudah tidak lagi” Jawab Salima
“Benarkah sekarang sudah tidak apa-apa? Apa perlu ke dokter?”
“Iya, nanti sore suamiku akan menjemputku kebetulan hari ini adalah jadwal aku mengecek kandunganku juga”

“Baiklah kalau begitu, sekarang kau istirahat saja di ruangan mu. Kami akan membereskan dan menyiapkan semua keperluan Mister” Kata Jodha lalu memapah Salima menuju ruangan nya untuk beristirahat
Jodha kembali ke meja kerjanya dan mengerjakan beberapa document yang tadi diberikan Salima padanya, cukup banyak pekerjaan yang ia lakukan hari ini, dan tidak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang kantor, Salima sudah pulang beberapa menit yang lalu dengan dijemput suaminya juga beberapa staff lain sudah mulai meninggalkan kantor.
“Aku juga harus pulang sekarang, pekerjaan ku sebagai chef tidak bisa aku lalaikan begitu saja. Oke,, sebentar lagi selesai” Gumam Jodha dengan tetap berkutat pada computer di depan nya dan sesekali ia melirik kearah jam tangan silver nya.
Hingga pada file terakhir yang dikerjakan Jodha, ia tidak sengaja melihat beberapa surat lamaran pekerjaan yang ditujukan untuk The Worlds, beberapa diantara surat lamaran itu mengajukan diri untuk melamar sebagai,,, “Hah? Yang benar saja? Lalu Salima?” Kata Jodha kaget

Ya,.. beberapa pelamar mengajukan diri sebagai sekretaris Jalal. “Kenapa aku sama sekali tidak tahu jika Salima mencari sekretaris baru untuk Jalal? Hhm,,,” Bisik Jodha sambil kembali memperhatikan surat sirat lamaran itu, banyak dari mereka memang berbakat di bidangnya yang juga merupakan lulusan dari sekolah-sekolah ternama dari beberapa Negara. “Hebat,, tidak sulit memang mencari orang yang ingin bekerja disini, kau sangat beruntung Jodha” Ia pun terseyum lalu meninggalkan meja kerja nya yang sudah rapih.

Malam ini Jodha tidak sempat untuk kembali ke appartement, dari kantor ia segera menuju stasiun untuk naik kereta menuju Wellingtone Hotel, tempatnya bekerja sebagai seorang chef.
Namun sesaat sebelum ia masuk ke dalam stasiun, suara klakson dari sebuah mobil tepat dibelakangnya cukup mengganggu hingga memaksa Jodha menoleh kebelakang dan mungkin ia akan memarahi orang tidak penting itu yang sangat mengganggu ketenangan orang lain di keramaian seperti ini.
Memarahi orang? Oh,, Tidak,, Jodha tidak lagi arrogant seperti dulu.
Belum ia sempat menoleh kebelakang, seseorang sudah mendekatinya dari arah belakang dan meniup sedikit rambut nya yang terurai indah itu. Sontak Jodha kaget dan langsung menoleh namun tak disangka Jodha seseorang itu sudah begitu dekat dengan nya, hal itu membuat Jodha menubruk langsung ke tubuh orang itu yang ternyata adalah seorang pria, Jodha mendogak-an kepala nya dan melihat kearah wajah pria yang begitu dekat dengan tubuhnya saat ini
 

“Hi Nona, selamat malam” Sapa pria itu sesaat setelah Jodha menatap kearahnya, Jodha terdiam melihatnya
“Hah” Jodha masih terperangah kaget
“Nona,, Sopan lah sedikit padaku, tidak bisa kah kau menanggapi sapaan ku padamu”
“Jalal?” Jodha mengerjap-ngerjap kan matanya seolah memastikan pria di depan nya ini adalah benar Jalal
“Tentu saja aku Jalal, siapa lagi”
“Ka-Kau sudah kembali?” Tanya Jodha yang mulai mengatur perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di dirinya
“Hey,, Kau kenapa, melihatku seperti melihat hantu saja” Jawab Jalal sedikit kesal pada Jodha karena sedari tadi Jodha tidak menanggapi ucapan nya.
“Ah,, Tidak,, Aku hanya tidak menyangka saja bertemu denganmu disini. Jam berapa kau tiba dan bagaimana perjalanan bisnis mu selama seminggu ini di Asia?” Kata Jodha mencoba mencairkan suasana canggung yang baru saja terjadi padanya
“Aku baru tiba satu jam lalu,, Please Jodha, jangan membahas pekerjaan disaat sekarang, kita akan membahas itu nanti dikantor dan tenang saja kau akan banyak mendapatkan oleh-oleh berupa pekerjaan dari perjalanan bisnisku ini,, hahaa”
“Hhmm…” Jodha hanya mendehem mendengar jawaban Jalal
“Apa yang kau lakukan di stasiun malam-malam begini?” Tanya Jalal pada Jodha
“Aku ingin naik perahu,,, Tentu saja aku ingin naik kereta,,Hufh” Jawab Jodha sekenanya
“Masuk ke mobil ku sekarang” Perintah Jalal pada Jodha dan berbalik menuju mobil mewah nya
“Hah… Apa-apaan dia? Tidak mau!!” Batin Jodha. Tapi tidak dengan tubuhnya, kaki Jodha justru mengikuti langkah Jalal dan ikut masuk ke dalam mobilnya. “Oke,,, Salahkan kakimu yang tidak penurut itu nona” Kata Jodha dalam hati dengan mencibir dirinya sendiri
“Appartement mu?” Tanya Jalal pada Jodha
“Hah?” Jodha balik bertanya
“Kau ingin naik kereta karena akan kembali ke appartement mu kan” Jalal menegaskan kembali
“Iya, tapi nanti, sekarang aku harus segera sampai ke suatu tempat”
“Kemana?”
“Wellingtone Hotel. Bisa kau mengantarku kesana sekarang” Minta Jodha tanpa malu-malu pada Jalal, ia tahu Jalal baru saja kembali dari perjalanan bisnis tapi ia sudah tidak ada waktu lagi, ia sudah ketinggalan kereta karena Jalal mengganggunya tadi saat ia akan masuk ke dalam stasiun

“Baiklah, aku akan mengantarmu kesana tapi bisa kau katakan padaku, ada perlu apa kau kesana?” Tanya Jalal sambil melajukan mobil nya perlahan
Jodha tidak menghiraukan pertanyaan Jalal, ia focus menatap kedepan ia kelihatan gelisah menatap jalanan di depan nya “Bisa cepat sedikit” Kata Jodha pada Jalal
Jalal hanya menggeleng dengan kelakuan Jodha, ia pun tidak bertanya lagi dan segera ia menambah kecepatan mobilnya sesuai permintaan gadis disampingnya ini.
Akhirnya mobil Jalal sudah sampai di depan Wellingtone Hotel, Jodha segera melepas seat belt nya, Jalal memperhatikan Jodha tapi dia hanya diam saja, ia menikmati setiap gerak-gerik gadis di depannya yang sangat ia rindukan selama seminggu ini. Jodha sudah melepas seal belt nya dan beranjak akan membuka pintu mobil Jalal, tapi tidak jadi ia kembali duduk dan saat ini ia menghadap kearah Jalal yang masih terus menatapnya.
 

“Eem,, Aku belum mengucapkan terima kasih. Terima kasih banyak kau sudah mengantarku kemari dan maaf aku sudah merepotkan mu, kau baru saja kembali dari perjalanan jauh tapi aku dengan tidak tau malu nya memintamu mengantar ku kesini, maaf ya” Kata Jodha tulus
“Tidak perlu Jodha, aku senang melakukan nya. Masuklah bukankah kau sangat terburu-buru?”
“Ahh,, Iya,, Aku permisi” Kata Jodha kemudian, Jalal tersenyum dan mengangguk
“Aku akan mengatakan nya padamu besok, sekarang pulanglah dan istirahat kau terlihat sangat kelelahan, tolong jangan membuatku semakin merasa bersalah jika kau sampai sakit” Entah apa yang difikirkan Jodha, ia berani memegang tangan Jalal sekarang dan menggenggamnya sedang Jalal ia tampak terkejut dengan apa yang dilakukan Jodha padanya dan jujur saja ia menikmati telapak tangan hangat milik Jodha yang kini tengah menyentuh lembut tangan nya
“Selamat malam Jalal” Kata Jodha kemudian dan keluar dari mobil Jalal lalu menghilang dibalik mewahnya Wellingtone Hotel

Jalal melajukan mobilnya dengan perasaan senang, seakan segala kelelahan nya hilang hanya dengan sentuhan kilat tangan Jodha barusan padanya, “Ya Tuhan,, Perasaan indah macam apa ini, sebelumnya tidak pernah aku merasakan nya pun saat aku bersama Ruk, tidak ada perasaan seperti ini. Jodha, apa yang sudah kau lakukan pada hatiku” Kata Jalal, sesekali ia tersenyum mengingat pertemuan singkatnya yang tidak disengaja malam ini dengan Jodha
^^^
Keesokan harinya di The Worlds,..
“Pagi Salima,,, Bagaimana keadaan mu?” Sapa Jodha pada Salima
“Pagi Jodha, Baik, tapi kemarin dokter menganjurkan ku tidak terlalu lelah dan jangan banyak fikiran. Suamiku meminta ku untuk,,,” Ucapan Salima terpotong
“Salima, ke ruangan ku sebentar” Kata Jalal yang baru datang pada Salima, sekilas dia melirik kearah Jodha dan berkata “Kau Juga”
“Ok Mister” Jawab Salima dan Jodha pada Jalal dan mengikuti masuk keruangan nya
“Salima, ini beberapa kontrak kerja sama yang sudah ku sepakati dengan beberapa perusahaan Asia, tolong kau atur jadwal aku untuk meeting dengan mereka segera. Dan Jodha kau bisa membantu Salima untuk itu dan pastikan meeting dilakukan disini jangan di Negara lain” Kata Jalal menginstruksikan pada Salima dan Jodha, “Karena aku tidak ingin berada jauh darimu lagi Jodha, karena rasanya sungguh menyiksa jika sehari saja tidak melihatmu (Hasseekk)  Batin Jalal
“Baik Mister, kami akan melakukan nya seperti yang anda mau, kami permisi dulu” Kata Salima dan mengambil kontrak kerja yang diberikan Jalal padanya, dan lagi-lagi perut nya kembali terasa sakit, tapi ia berusaha menahan nya dan seolah baik-baik saja, tapi tidak dengan Jalal ia langsung menyadari perubahan wajah Salima yang seperti menahan sakit
“Ada apa Salima?” Tanya Jalal padanya
Jodha yang mendengar Jalal bertanya pada Salima langsung menengok kearah Salima, karena walaupun ia disamping Salima sedari tadi tapi Jodha tidak merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Salima.
“Tidak Mr, saya baik-baik saja” Balas Salima dan tentu saja ia berbohong
“Apa sudah kau temukan sekretaris baru untuk ku?” Kata Jalal akhirnya
“Belum mr, ada begitu banyak yang melamar sebagai sekretaris anda tapi saya belum menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria yang anda sebutkan pada saya sebelumnya” Jawab Salima
“Baiklah, secepatnya kau harus mendapatkan sekretaris baru untuk ku dan menggantikan mu seperti keinginanmu”
Jodha yang mendengar percakapan antara Jalal dan Salima kelihatan bingung “Jadi benar Jalal sedang mencari sekretaris baru untuknya, baiklah,,, lebih baik aku tanyakan pada Salima nanti” Batin Jodha
“Ok Mr, terima kasih, kami permisi” Kata Salima dan mengajak Jodha ikut berbalik
“Aku belum selesai dengan mu Jodha, tetaplah disini” Kata Jalal pada Jodha yang sudah membalikan badan nya, jujur saja Jodha senang mendengar itu, karena dia pun belum selesai dengan Jalal, belum selesai melepas rindu padanya… xixixi “Ah,, Apa yang kau fikirkan Jodha” Kata Jodha dalam hati


To Be Continued,..

Seuntai Harapanku Part 15 - By : Erinda

4 comments:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.