SEUNTAI HARAPANKU PART 19 - BY : ERINDA - ChusNiAnTi

SEUNTAI HARAPANKU PART 19 - BY : ERINDA





Sorry for late post, happy reading ya,.. ^_^



“Andai aku tahu jika orang itu Benazir, aku tidak akan menerimanya Jodha. Aku akan tetap memaksamu yang akan menjadi sekretarisku tapi aku tidak bisa menarik kembali ucapan ku kemarin dan membatalkan kontrak kerja secara sepihak. Semoga dia tidak mencari gara-gara denganmu nantinya. Aku ingin selalu melihatmu tersenyum seperti tadi Jodha” Kata jalal setelah Jodha keluar dari ruangan nya
^^^
Jodha kembali berkutat dengan pekerjaan nya, hatinya kembali berbunga-bunga setelah apa yang terjadi di ruangan Jalal tadi, “Dia bahkan mengucapkan terima kasih karena aku tersenyum padanya,,, Hihihi”  Batin Jodha terlonjak kegirangan dan masih tidak percaya

Tak lama berselang, Salima membawa Benazir ke hadapan para seluruh staff khusus CEO, ia akan mengenalkan Benazir kepada mereka semua sekarang.
“Maaf saya mengganggu kegiatan kalian sebentar, saya disini ingin memperkenalkan pada kalian sekretaris Mister Jalal yang baru yang akan menggantikan saya mulai hari ini, namanya nona Benazir, semoga kalian bisa saling mendukung dan bekerja sama dengan baik dengan nya demi kelancaran perusahaan kita The Worlds” Kata Salima
Mendengar nama Benazir Jodha mengernyitkan kening nya, ia seperti mengenal nama itu, segera saja Jodha mengalihkan pandangan nya kearah wanita yang berdiri di belakang Salima
“Dia?!! Apa,, Apa mata ku tidak salah lihat” Jodha mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tidak percaya matanya sedang menatap siapa saat ini
Tibalah Benazir menyalami satu persatu para staff itu tentu saja dengan senyum keramahan palsu nya, hatinya sangat malas berpura-pura baik sedari tadi, tujuan dia bekerja di The Worlds bukan untuk sebuah jabatan atau uang tapi tujuan nya tidak lain adalah Jalal, pria yang diam-diam sudah ia kagumi dari dulu tapi karena Ruk sahabatnya mencintai Jalal makanya ia bersedia mengalah dan mengorbankan perasaan nya, tapi tidak lagi setelah Ruk meninggal beberapa tahun lalu, dia tidak akan menyia-nyiakan semua yang sudah ada di depan matanya sekarang, Jalal harus menjadi miliknya.

Salima langsung mendekati Jodha yang masih terus memperhatikan Benazir yang sedang berkenalan dengan staff lain.
“Jodha” Bisik Salima memanggilnya
“Hmm” Jawab Jodha singkat dengan pandangan nya yang masih terus menatap Benazir penuh selidik
“Aku tahu kau pasti tidak menyangka kalau orang yang menggantikan aku adalah dia, hati-hati lah jika berbicara dengan nya Jodha, dia sangat menyebalkan,, Dasar,,” Geram Salima tertahan
“Sudahlah Salima, nanti dia mendengar mu. Terima kasih sudah mengingatkan ku teman” Kata Jodha dan mengalihkan pandangan nya lalu tersenyum pada Salima, sedangkan Salima masih terlihat kesal mengingat kelakuan Benazir tadi.
Hingga tiba Benazir di depan meja kerja Jodha sedangkan Jodha hanya diam saja ia berpura-pura sibuk dengan membicarakan masalah pekerjaan dengan Salima, Jodha juga malas menegur Benazir duluan karena sudah bisa dipastikan suasana akan memanas nantinya
“Apa kabar nona pembunuh” Kata Benazir sinis pada Jodha
Benazir sengaja memancing amarah Jodha dengan kembali mengucapkan kata pembunuh padanya, ia ingin Jodha marah atau mungkin menamparnya karena ucapan nya barusan dan jika Jodha melakukan itu maka semua berjalan sesuai rencana, rencana awal yang bagus. Dan ia akan memperlihatkan pada semua orang dan menunjukan pada Jalal bahwa salah satu karyawan nya sudah melakukan kekerasan pada seorang karyawan baru, Jalal pasti akan menegur keras Jodha atau mungkin memecatnya sesuai harapan nya karena Jalal pasti tidak ingin reputasi The Worlds tercoreng karena salah satu karyawan nya berulah tidak sopan, lagipula kehilangan satu karyawan tidak berpengaruh untuk The Worlds “Kau memang licik Benazir, tapi aku suka kelicikan mu” Batin Benazir pada dirinya sendiri.

Jodha membuang nafasnya dengan kasar, kalimat singkat Benazir barusan cukup membuka kembali lukanya di masa lalu, andai Jodha masih bersifat seperti dulu tentu sudah daritadi ia melabrak Benazir dan menyumpal mulut sialan itu, tapi sekarang Jodha bukanlah gadis arrogant lagi ia lebih bisa menyikapi segala sesuatu dengan bersikap dewasa tanpa emosi.
Melihat Jodha yang hanya diam saja tidak menanggapinya membuat Benazir kesal, bukan respon seperti ini yang diharapkan Benazir dari Jodha, ia kembali ingin mengucapkan lagi kata-kata pedas pada Jodha tapi Salima sudah lebih dulu memotongnya.
“Maaf nona Benazir, aku rasa perkenalan anda kepada para staff disini sudah cukup, sekarang kembali ke ruangan ku dan lanjutkan untuk membuat laporan yang tadi diminta oleh Mister,karena ia akan memerlukan laporan itu sore ini untuk meeting dengan client kita dari Australia”
“Kenapa kau suka sekali mengganggu ku sih Salima” Kata Benazir tidak suka pada Salima
“Terserah anda menganggap saya apa nona, saya hanya menjalankan pekerjaan saya yang hanya tinggal beberapa jam lagi disini” Balas Salima
“Kau,,,” Geram Benazir, ia mencengkram lengan Salima
“Lepaskan tanganmu dari lengan sahabatku Benazir” Kata Jodha yang langsung menyadari tindakan Benazir pada Salima, sedangkan Benazir tidak menggubris sama sekali perkataan Jodha, tanpa menunggu lagi Jodha langsung menyingkirkan dengan kasar tangan Benazir dari lengan Salima.
Melihat tindakan Jodha barusan semakin menambah percikan api di hati Benazir, dia kemudian berbalik meninggalkan Jodha dan Salima menuju ruangan Salima yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
^^^
Malam ini Jodha pulang telat ke appartement karena ia memenuhi undangan makan malam dari Salima karena hari ini adalah hari terakhir nya bekerja dan mungkin setelah ini mereka akan jarang bertemu karena kesibukan diri masing-masing. Jodha baru kembali ke rumah saat anak-anak sudah terlelap dengan mimpi mereka, bahkan Javeda dan Bhaksi sedang bersiap untuk tidur sekarang tapi saat melihat kepulangan Jodha, mereka menyambutnya.
Setelah berganti pakaian tidur, Jodha mengajak Javeda dan Bhaksi duduk di ruang tengah, ia ingin segera mencurahkan dan menceritakan tentang Benazir pada mereka.
 
“Apa kau tidak lelah Jodha, kau baru saja pulang, lebih baik kau segera tidur sekarang ya” Kata Bhaksi pada Jodha
“Nanti saja, aku ingin memberitahu kalian tentang seseorang, dengarkan aku dulu” Kata Jodha pada Bhaksi dan Javeda yang duduk di samping kanan dan kiri nya
“Hhm,, Baiklah, ceritakanlah tentang orang itu, siapa dia”
“Kalian tahu kan kalau aku menolak tawaran untuk menjadi sekretaris Jalal dan apa kalian tahu siapa orang yang akhirnya menjadi sekretaris baru Jalal”
“Siapa?” Tanya Bhaksi dan Javeda hampir bersamaan
“Sahabat kalian di masa lalu, atau mungkin masih sampai sekarang” Kata Jodha berteka teki
“Hufh,, Aku tidak mengerti maksudmu Jodha, sudah katakan saja siapa namanya” Kata Javeda malas dan menyenderkan badan nya ke senderan sofa yang di dudukinya
“Benazir”
“APAA,,??!!!!” Teriak Javeda dan Bhaksi tidak percaya pada Jodha
“Bisa tidak jangan berteriak, apa kalian mau membangunkan anak-anak hah? Lagipula gendang telinga ku bisa pecah tahu..” Oceh Jodha pada kedua sahabatnya ini
“Ap,, Apa,, kami tidak salah dengar Jodha,, dia,, Benazir?” Tanya Bhaksi dengan mengabaikan ocehan Jodha
“Iya, Be-Na-Zir, dia bahkan hampir menyakiti Salima. Tadinya aku tidak ingin ambil pusing dengan meladeni kata-kata pedas nya tapi saat dia mulai bermain fisik dan itu menyakiti Salima aku tidak bisa diam saja jadi aku terpaksa membentak nya tadi dan sepertinya karena hal itu ia semakin tidak suka padaku” Jelas Jodha
“Entahlah,, aku tidak mengerti dengan nya, dulu saat kami masih bersama dan bersahabat ia dan Atifah begitu baik, mereka mulai berubah saat (Negara api menyerang? *skip,,) meninggalnya Ruk,, hmm” Kata Bhaksi
“Kau hati-hati saja Jodha dengan nya, dia memang tidak suka dengan mu dari dulu dan mendengar dari ceritamu tadi sepertinya ia memang ingin mencari gara-gara denganmu” Kata Javeda
“Iya benar” Timpal Bhaksi lagi
“Ya,, Terima kasih aku akan ingat itu, aku menyayangi kalian sahabat-sahabat ku” kata Jodha memeluk kedua sahabatnya dengan perasaan haru, ia benar-benar merasa disayangi hari ini mulai dari Jalal yang pertama memperingatinya kemudian Salima dan sekarang kedua sahabat tercintanya.
^^^
The Worlds,..
Kini sudah satu minggu Benazir menjadi sekretaris Jalal, dari segi pekerjaan memang Benazir bisa di andalkan, tapi diluar itu sikap dia yang sebenarnya sungguh menyebalkan, dia begitu sombong dan bermuka dua, dia juga hanya berteman pada orang yang dianggap selevel dengan nya saja dan selalu menganggap remeh orang lain dibawah nya.

Usahanya mendekati Jalal semakin gencar, tapi untunglah sejauh ini tidak pernah berhasil karena Jalal selalu bisa bersikap professional padanya, diluar membicarakan pekerjaan Jalal tidak pernah memanggil nya, kalaupun Benazir lebih dulu yang mendatanginya ia selalu bisa menghindarinya dengan memberikan pekerjaan-pekerjaan lain yang akan membuat Benazir sibuk

Lalu bagaimana dengan Jodha?
Tidak banyak berubah, Benazir menganggap Jodha dan staff khusus CEO lainya hanya karyawan bawahan biasa, tidak jarang pula Benazir menyindir Jodha dan menatap sinis kearahnya tapi Jodha menganggap itu semua hanya angin lalu, tidak ada yang perlu dia takutkan hanya dari seorang Benazir, toh semua orang disini pun tahu bagaimana sikap Benazir, tapi ada satu hal yang membuat Jodha muak dengan tingkah Benazir yaitu sikap sok akrabnya pada Jalal, untung saja Jalal tidak pernah menanggapinya dan yang terpenting bagi Jodha adalah sikap Jalal padanya tidak berubah, selalu hangat dan penuh perhatian yang membuatnya senang
^^^
Jodha saat ini sedang sibuk dengan banyak email di computernya, tiba-tiba handphone nya berdering, sekilas ia melihat kearah handphone-nya,  Jodha mengernyit heran dengan nama yang tertera di layar ponsel nya, “Jalal” gumam Jodha pelan, ia lalu menerima panggilan itu, baru saja Jodha ingin mengatakan sesuatu tapi suara Jalal sudah lebih dulu di dengarnya.
“Jangan menyebutkan namaku nona” Kata Jalal cepat pada Jodha sesaat setelah Jodha menerima panggilan nya
“Kau? Ada apa?”
“Tenang saja nona, kenapa bingung begitu,, hmm”
“Kau ada di dalam ruangan mu kan dan sekarang menghubungi ku melalui handphone ku, apa maksudmu, apa kau tidak ada perkerjaan lain Jalal” Gerutu Jodha pada Jalal
“Hey,, Bukankah sudah ku katakan jangan menyebutkan namaku, aku hanya ingin menelphon ke hp mu saja karena ku rasa itu lebih privat untuk kita”
Jodha memicingkan matanya mendengar penuturan Jalal padanya barusan
Jalal lalu melanjutkan “Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan padamu Jodha”
“Bukankah daritadi kau terus berbicara hah, apalagi yang ingin kau bicarakan, aku sibuk” Setelah mengatakan itu Jodha langsung menutup panggilan Jalal dan meletakan hp itu diatas mejanya, tapi tak lama berselang handphone nya kembali berdering, Jodha melirik sekilas ke layar handphone nya kemudian ia memutar bola matanya kesal. “Huh,, Ada apalagi sih dia” Ternyata Jalal kembali menelphonnya, Jodha tidak menanggapi panggilan Jalal, ia kembali focus pada layar computer dan pekerjaan-nya, tapi handphone-nya lagi dan lagi berdering dengan nama pemanggil yang sama, merasa sudah sangat kesal Jodha langsung beranjak dari kursinya dan langsung berjalan menuju ruangan bosnya yang kurang kerjaan itu sekarang.

Tanpa permisi Jodha langsung masuk ke ruangan Jalal dan berjalan cepat menuju meja kerjanya, wajah Jodha terlihat begitu kesal tapi bagi Jalal itu malah sebaliknya, Jodha terlihat begitu menggemaskan baginya saat ini, dengan mengulum senyum Jalal menyambut kedatangan Jodha di depan meja kerjanya.
Dan seperti tidak berdosa  Jalal menyapa Jodha dengan manis seperti biasanya
“Hay Jodha,, kau kemari”
“Hay,, Hay,, Jangan menunjukan wajah seolah tidak terjadi apa-apa Jalal” Balas Jodha kesal
“Hahahaa,,, Baiklah, kemari lah dulu”
“Ada apa sih Jalal??” Kata Jodha pada Jalal dengan sedikit berteriak, Jalal sungguh menyebalkan
“Duduklah dulu, jangan marah-marah nona” Balas Jalal lembut
“Tidak perlu” Jawab Jodha acuh. Jodha melanjutkan “Lebih baik kau cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan padaku, waktu ku tidak banyak, aku sedang sibuk mengurusi para client-client mu itu”
 
Jalal mengacuhkan perkataan Jodha, tanpa basa basi ia memegang tangan kiri Jodha dan menariknya lembut membawa Jodha berjalan menuju pintu keluar ruangan nya, Jodha yang kaget dengan perlakuan Jalal ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba saat sudah berada diambang pintu, Jalal menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Jodha dengan tidak melepaskan genggaman tangan nya pada gadis itu, Jalal tersenyum melihat ekspresi Jodha saat ini, mata indah gadis itu sedang melotot tajam kearahnya
“Ikut aku” Kata Jalal singkat lalu hendak membuka pintu ruangan nya dengan satu tangan nya yang tidak sedang menggenggam tangan Jodha
“Tu,, Tunggu dulu” Balas Jodha dan entah sadar atau tidak tangan kanan Jodha juga meraih handle pintu yang saat ini sedang dipegang oleh Jalal, jadilah kedua tangan mereka menyatu, yang satu dengan Jalal yang menggenggam erat tangan kiri Jodha dan satu lagi tangan kanan Jodha kini yang berada diatas tangan Jalal yang berada di handle pintu, mereka terdiam sejenak dan merasakan desiran-desiran aneh yang tiba-tiba menyeruak di hati keduanya. “Apa ini,, mengapa sekarang aku jadi gugup? Kenapa susah sekali mengeluarkan kata-kata saat ini?”  Batin Jodha
           
                             (Mungkin butuh kursus merangkai kata untuk bicara,,,,)

SEUNTAI HARAPANKU PART 19 - BY : ERINDA

6 comments:

  1. Hadeew,,lama ditunggu eeee makin bikin penasaran,,lanjut mbaak:-)

    ReplyDelete
  2. mbak, jgn pakai lama ya ceritanya smkn seru.

    ReplyDelete
  3. yaaa nggantung lg.....bkin penasaran lg,
    btw, thanks n cpt dlanjut ya mbaakkk

    ReplyDelete
  4. Ih si mbak...suka banget bikin qta penasaran tingkat kuadrat...lanjut...lanjut...gpl y mbak

    ReplyDelete
  5. mba, ajarin Jodha bahasa cinta tuh.....

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.