Seuntai Harapanku Part 24 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 24 - By : Erinda




“Oh,,Ternyata salah satu karyawanku ada yang akan menikah, siapa ?”
^^^
Jalal memperhatikan undangan cantik itu, tertera nama SURYA sebagai calon pengantin pria sedangkan nama untuk calon pengantin wanita nya tertutupi oleh pita besar bewarna ungu, perlahan Jalal menggeser pita itu dan membuka nya dan terlihat lah nama sang calon pengantin wanita, sebuah nama yang sangat di kenalnya, nama yang selama beberapa hari ini sudah memenuhi pikiran dan hatinya, sebuah nama yang sudah terukir indah di hatinya entah sejak kapan dan sebuah nama itu adalah JODHA AURORA, cintanya.
 

Ya itu adalah wedding invitations dari SURYA PRATAP SHARMA dan JODHA AURORA
Waktu seolah berhenti berputar dan bumi bagai bergejolak, Jalal syok dan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya bahkan untuk bernafas pun terasa begitu sulit baginya sekarang.
Dengan tangan terkepal dan rahang mengeras menahan emosi Jalal beranjak keluar dari ruangan  nya, satu tangan nya masih memegang undangan itu. Saat Jalal sudah keluar dari ruangannya ia masih tidak menemukan sosok Jodha di tempatnya, Jalal berusaha untuk tidak mengeluarkan amarahnya yang sudah mencapai ubun-ubun, dengan sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak berteriak dan mengamuk saat ini juga.

Jalal mulai mencari Jodha di semua tempat yang di lewatinya di The Worlds, beberapa karyawan yang melihatnya menatap Jalal takut, sangat terlihat sekali bos mereka saat ini sedang dalam emosi dan siap menumpahkan amarahnya kapan saja dan pada siapa saja, mereka hanya menunduk hormat saat Jalal berlalu di hadapan mereka, beberapa dari karyawan itu juga bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan bos mereka.

Sekitar hampir dua jam berlalu dan berputar mengelilingi The Worlds mencari Jodha, akhirnya Jalal bertemu juga dengan Jodha tepat pada saat Jodha hendak keluar dari lift, secepat angin Jalal langsung menghampiri Jodha dan mendorong nya kembali masuk kedalam lift, kebetulan lift sedang dalam keadaan kosong sekarang jadi hanya mereka berdua yang berada didalamnya.
Jalal membuang nafas kasar dan jantung nya berdebar tak menentu begitu pun dengan Jodha, lututnya terasa lemas, orang yang selama beberapa hari ini di acuhkan nya sekaligus dirindukan nya sekarang sudah berada tepat di hadapan nya, ingin Jodha memeluk erat Jalal dan menangis sepuasnya dalam pelukan hangat Jalal tapi ia merasa tidak pantas, Jodha bukanlah siapa-siapa Jalal walaupun mereka cukup dekat selama ini tapi tidak ada hubungan yang mengikat antara mereka lagipula air mata Jodha seperti nya sudah mengering karena ia terus-terusan menangis beberapa hari ini tepatnya setelah pertemuan pertamanya dengan manusia licik bernama Surya.

Setelah beberapa saat mereka masih sama-sama diam dalam pikiran masing-masing, Jalal yang daritadi sangat ingin menemui Jodha dan menanyakan banyak pertanyaan padanya sekarang hanya diam setelah ia bertemu Jodha, dilihatnya Jodha juga diam saja dan menunduk tidak berani menatap kearahnya, diperhatikan nya tubuh Jodha sedikit bergetar membuat Jalal tidak tega untuk meluapkan amarah yang sedari di pendamnya pada Jodha, perlahan Jalal mendekati Jodha tapi tak disangka Jodha bergerak mundur saat Jalal mendekatinya.

Tiba-tiba pintu lift terbuka, kini mereka sudah berada di lantai dasar gedung The Worlds, beberapa karyawan hendak masuk saat pintu lift terbuka namun menyadari tatapan tajam dan membunuh dari Jalal seketika mereka semua mengurungkan niatnya dan menunduk hormat pada Jalal. Setelah pintu lift tertutup kembali Jalal menekan tombol yang akan membawa dirinya dan Jodha kembali naik, ia menekan angka menuju lantai teratas The Worlds karena ia akan membutuhkan banyak waktu untuk berbicara pada Jodha saat ini karena jika mereka sudah keluar dari lift pasti akan sulit lagi baginya mengajak Jodha berbicara.

Jalal kembali mendekati Jodha, kini Jodha hanya pasrah ia tidak bisa menghindar lagi sekarang, tubuhnya sudah bersandar pada dinding lift dengan Jalal yang mulai menghimpitnya sekarang.

“Jangan menghindar lagi Jodha, sekarang katakan apa semua ini benar?” Jalal membuka suaranya, ia berusaha menekan suaranya agar tidak terdengar menyeramkan untuk Jodha, Jalal menunjukan undangan itu di hadapan Jodha, tapi ternyata Jodha masih tetap diam dan terus menunduk
“Lihat aku Jodha” Kata Jalal lagi
Dengan takut-takut Jodha coba mengangkat wajahnya dan menatap mata Jalal, matanya memerah dan berkaca-kaca.

Jalal terenyuh dan hatinya sakit melihat keadaan Jodha sekarang, wajahnya nampak pucat dan aura kesedihan sangat jelas terlihat di wajah cantik nya, Jodha begitu rapuh sekarang.
Jalal melupakan semua pertanyaan yang sejak tadi memenuhi kepalanya, amarah dan emosinya menguap begitu saja hanya karena melihat air mata yang mulai menggenang di mata indah Jodha.

Jalal membuang dengan kasar undangan sialan itu ke lantai lift, Jalal langsung menarik Jodha kedalam pelukannya mendekapnya erat penuh cinta, ingin ia mengangkat semua masalah yang sedang dialami gadis yang dicintainya ini, tapi apa masalah itu?

Jalal tidak berkata apapun lagi pada Jodha sekarang, ia mengelus punggung dan kepala Jodha dengan sayang, sentuhan-sentuhan Jalal membuat pertahanan Jodha runtuh ia membalas pelukan Jalal tidak kalah eratnya dan membenamkan wajahnya di dada Jalal, air mata yang dengan sekuat tenaga ia tahan dari tadi akhirnya tumpah sudah, Jodha menangis meluapkan segala kesedihan dan ketakutan nya di dada Jalal, cukup lama mereka dengan posisi seperti itu sesekali Jalal juga mengecup pucuk kepala Jodha, dalam hati ia bersumpah untuk menghancurkan siapa saja yang membuat Jodha tampak menderita seperti ini.

Setelah beberapa saat dan dirasa tangis Jodha mulai mereda, Jalal menguraikan pelukan mereka tapi tetap tangan Jalal berada di pinggang Jodha dengan posesif. Satu tangan Jalal  mengusap sisa-sisa air mata di wajah sayu Jodha, Jalal berusaha tersenyum padanya.

“Jangan menikah dengan nya atau siapapun itu Jodha” Sebuah pernyataan tegas keluar dari Jalal pada Jodha
“Maaf,,a-aku tidak bisa Jalal,,,, tolong mengertilah,,, aku harus menikah,,,, dengan nya, besok hari pernikahan ku dengan,,,, Surya. Kami harap,, kau bersedia menyempatkan,,, waktumu untuk,,,, datang” Jawab Jodha dengan sedikit terbata-bata, ia berusaha menampakan wajah bahagia pada Jalal walaupun itu gagal total di hadapan Jalal
“Jangan bergurau Jodha, baru saja kau menangis tersedu-sedu, aku yakin ada yang tidak beres dengan semua ini. Tapi apapun itu, aku minta padamu batalkan pernikahan mu dengan nya, aku akan bertanggung jawab atas semuanya dan juga aku akan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi selama aku tidak berada disini” Jawab Jalal tegas dengan sedikit keras
“Tidak,,, Tidak ada apapun yang terjadi selama kau pergi, semua baik-baik saja dan berjalan seperti biasanya, aku menikah karena sudah waktunya aku untuk menikah, apa itu salah?” Balas Jodha kembali berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi pada Jalal
“Ya, SALAH!!,, Sangat salah. Kau tidak boleh menikah dengan nya, kau tidak mencintainya”
“Siapa bilang aku tidak mencintainya, aku mau menikah dengannya karena aku mencintai Surya”
“Ck,,, Tapi yang ku lihat dimata mu hanya ada kebencian saat kau menyebutkan namanya” Balas Jalal tidak mau kalah
“Kau tidak pernah mengerti apa itu cinta Jalal dan jangan mempermainkan cinta jika kau sendiri tidak tahu apa itu cinta”
“Kau lah yang sedang mempermainkan cinta Jodha. Aku tahu apa itu cinta walaupun aku baru menyadari bahwa aku jatuh cinta pada seseorang sekarang”
Jodha diam mendengar kata-kata Jalal, apa benar Jalal sedang jatuh cinta pada seseorang, siapa? Kenapa hatinya sakit mengetahui ini semua, mengetahui bahwa Jalal tengah mencintai seorang gadis.
“Si-siapa gadis itu” Akhirnya karena rasa penasaran nya Jodha menanyakannya juga pada Jalal
Jalal menatap Jodha dalam, ia belum menjawab pertanyaan Jodha, ia berharap tatapan matanya ini bisa memberi tahu bahwa gadis yang dicintainya adalah Jodha sendiri bukan gadis lain dan tidak akan pernah ada tempat untuk gadis lain untuk cintanya.
Jodha juga menatap Jalal dan ikut tenggelam dalam tatapan cinta Jalal, hatinya kembali berdesir.
“Tatapan nya,,,,Apakah gadis yang dicintainya aku? Ah,, kau terlalu berharap Jodha” Tanya Jodha dalam hati
“Ya Jodha, aku mencintaimmmpphhh” Jalal sudah akan mengatakan bahwa gadis yang dicintainya adalah Jodha, tapi belum selesai Jalal mengatakan nya, Jodha dengan tiba-tiba mencium bibir Jalal.
Entah keberanian darimana Jodha mencium Jalal tepat di bibirnya, Jodha menekan bibir Jalal dengan bibirnya berusaha menghentikan ucapan Jalal, Jodha tidak mau mendengar siapa gadis yang tengah dicintai Jalal saat ini, ia terlalu takut untuk mendengar kenyataan jika Jalal mencintai gadis lain,tapi setelah menekan bibir Jalal dengan bibirnya Jodha tidak tahu harus melakukan apalagi, Jalal juga kaget dan tidak menyangka atas tindakan berani Jodha padanya hingga membuat Jalal diam saja tidak membalas apa yang dilakukan Jodha, ini adalah ciuman pertama untuk Jodha juga Jalal.

Perlahan Jodha menarik wajahnya dari wajah Jalal, dan juga menarik tangan nya yang mengalung di leher Jalal, tapi sebelum Jodha menjauh dari Jalal dengan tiba-tiba Jalal kembali memeluk pinggang Jodha dan satu tangannya menarik tengkuk Jodha, kali ini Jalal yang mencium bibir Jodha dan giliran Jodha yang kaget dengan yang dilakukan Jalal padanya, awalnya ciuman mereka tampak kaku namun akhirnya baik Jalal maupun Jodha mulai mengikuti satu sama lain dan menikmati luapan cinta yang belum sempat terucap dari keduanya dan kini tangan Jodha kembali melingkar di leher Jalal.
 
“Tuhan,, Biarkan aku sejenak menikmatinya dari pria yang sangat kucintai ini”
“Aku mencintaimu Jodha, sangat mencintaimu”
Batin Jodha dan Jalal di tengah-tengah ciuman mereka
Jodha melepaskan ciuman mereka saat pintu lift terbuka dan berusaha tersenyum menatap Jalal
“Selamat tinggal dan lupakan yang baru saja terjadi antara kita Jalal” Kata Jodha pelan dan
“Jodha” Lirih Jalal
“Please,,,” Jawab Jodha dan segera berlalu keluar lift meninggalkan Jalal
^^^
Jodha segera meninggalkan The Worlds, tampak di luar sebuah mobil mewah telah menunggunya.
“Kau lama sekali Honey, baru saja aku akan menjemput mu kedalam” Kata Surya sesaat setelah Jodha masuk ke dalam mobil nya
“Bukan urusan mu” Jawab Jodha ketus
Surya mulai menjalankan mobil nya menuju hotel yang akan menjadi tempat pernikahannya dengan Jodha besok.
 
“Kenapa kau ketus sekali pada calon suami ini, hmm,, Harusnya kau berbicara lembut padaku honey, karena kemurahan hatiku aku mengizinkan mu bekerja hari ini padahal besok kita sudah harus menikah dan setelah kita menikah pun aku masih mengizinkan mu bekerja disini”
Jodha tidak berniat menanggapi perkataan pria licik disamping nya ini, pikiran nya melayang entah kemana, mengapa hidup terasa begitu berat bagi Jodha sekarang, seakan semua pintu menuju kebahagiaan tertutup rapat untuknya setelah ia bertemu dengan Surya.
Jodha mendesah pelan, ia kembali teringat kejadian beberapa hari lalu antara dirinya dengan Surya
^^^
*Flashback on,,
“Bhaksi,,,Javeda,,, Ny.Anga,,, Tn.Khaibar,,, dan sepuluh anak asuh mu. Kau tentu sangat menyayangi mereka bukan? Apa kau rela sesuatu terjadi pada mereka? Hhm,, Tapi aku yakin calon istriku yang cantik ini pasti tidak akan membiarkan orang-orang yang disayanginya menderita” Kata Surya dan sukses membuat Jodha kembali membalikan badan nya menatap Surya penuh amarah dan kebencian.
“Kau,,,?” Tanya Jodha tertahan
“Bukan kah sudah ku katakan bahwa aku cukup tahu seperti apa kehidupan mu disini honey. So,, penuhi perjanjian antara ayahku dan ayah tirimu dengan menjadi istriku dan aku menjamin kehidupan orang-orang itu selamat tanpa kurang satu apapun”
“Dasar iblis,, Apa yang kau fikirkan hah? Kau mengancamku dengan mencelakakan orang-orang yang tidak bersalah, begitu? Dimana hatimu Tuan Surya?! Teriak Jodha marah
“Hahahaa,,, Aku tidak perduli, dari dulu aku sudah biasa mencelakakan orang lain demi mendapatkan apa yang aku mau, jadi ini bukan hal baru bagiku honey. Jadi aku sarankan padamu untuk menerimaku dan pernikahan kita akan diadakan minggu depan, tidak perlu khawatir aku sudah menyiapkan semuanya, kau hanya bilang YA maka pernikahan indah antara kita akan segera terjadi”
“Kau gila !!” Bentak Jodha
“Ya,, Aku gila karena mu honey, tidak ku sangka ternyata kau sangat cantik dan menggairahkan” Kata Surya dengan seringai mesum nya dan berjalan mendekati Jodha
“Stop!! Jangan mendekat. Jangan menyentuhku. Aku tidak mau tertular penyakit mu” Kesal Jodha dengan suara yang semakin kencang
“Wowww,,, Jangan terlalu keras mengatakan kalau aku punya penyakit honey, kau bisa mempermalukan ku disini. Baiklah,, Aku tidak akan menyentuhmu sekarang tapi setelah kita menikah KAU HARUS MENURUTI SEMUA YANG KU INGINKAN, SEMUANYA dan jangan coba-coba membantahku atau kau tahu sendiri apa yang akan terjadi” Kata Surya dan berlalu meninggalkan Jodha yang sudah mengeluarkan air matanya
Sebelum Surya benar-benar keluar, ia berbalik dan kembali berkata pada Jodha
“Oh ya,, Sebenarnya aku sama sekali tidak butuh persetujuanmu untuk pernikahan kita karena dengan atau tanpa persetujuan mu pernikahan kita akan dilaksanakan minggu depan, sebaiknya kau persiapkan dirimu dengan baik jangan membuatku kecewa dan kau harus ingat aku tidak pernah main-main dengan ancamanku nona”
*Flashback off
^^^
“Kita sudah sampai Honey, ayo turun” Perkataan Surya membuyarkan lamunan nya, tidak terasa ternyata mereka sudah sampai di tempat tujuan, hotel mewah dimana akan menjadi tempat pernikahan antara dirinya dengan Surya.
 
Jodha sekarang sudah berada di salah satu kamar hotel yang disiapkan Surya untuk dirinya, kamar yang ternyata bersebelahan juga dengan kamar Surya, Jodha langsung menutup pintu kamarnya dengan keras dan menguncinya dari dalam, Surya yang sempat melihat itu tersenyum sinis penuh kemenangan.

Handphone Jodha berdering, ia meliriknya sekilas dan melihat nama Bhaksi tertera disana, segera Jodha mengangkatnya
“Halo”
“Jodha, kami sudah dalam perjalanan menuju hotel tempatmu menginap. Oh ya,, kamarmu dilantai berapa?” Tanya Bhaksi di ujung sana, Jodha pun memberi tahu keberadaan nya pada Bhaksi
Saat menunggu kedatangan Bhaksi dan Javeda, Jodha kembali teringat bagaimana kedua sahabatnya itu sangat terkejut saat ia memberi tahu bahwa ia akan menikah dengan Surya.
^^^
“p.s : Saya mau tanya dong pendapat dari readers yang mengikuti cerita amatir ini, menurut kalian cerita ini membosankan gak? Apalagi cerita ini udah berjalan beberapa bulan dan gak selesai-selesai lagi, hehee,,,. Jadi daripada terlalu lama gak selesai-selesai apa mau segera di END kan saja atau biarkan cerita ini mengalir sesuai imajinasi saya?. Tolong pendapatnya ya,,, Terima Kasih,, “



Seuntai Harapanku Part 24 - By : Erinda

18 comments:

  1. Lanjoottt,,mkin sering dipostnyaaa,,i love ff ini,alur ceritanya bagus,,ttep semangat min:-)

    ReplyDelete
  2. Sedang-sedang saja, saran sy 2 episode untuk mengakhiri surya/batal nikah sm jodha, 2 episode jalal membantu jodha mengatasi masalahnya dengan surya, 2 episode kebersamaan jalal & jodha membangun/menata cinta mereka, 2 episode ending cinta jalal/jodha dengan pernikahan dan 2/3 episode terakhir keharmonisan keluarga plus anak2 jalal/jodha. kalau bisa juga setiap hari ada updtae jadi bisa selesai dlm 9 hari kedepan. keep figting in writing yaaaahhh

    ReplyDelete
  3. Bagus, aku sukaa.lanjut min, semangat.....jangan lama2 ya min

    ReplyDelete
  4. Lanjut aja mican ceritanya ok koq cuma mican jgn kelamaan postingx kadang boring jg klo lama2 ( aq tuh punya penyakit penasaran klo digantungin trusss :))

    ReplyDelete
  5. lanjut mbak hnya jgn bertele" yaa.....
    konflik sm si surya jgn lama" trs cinta jodha n jalal cpt terungkap n bersatu
    selebihx setuju sm yg lain jarak postingx di percepat biar cpt ketahuan endingx biar g penasaran terus :)

    ReplyDelete
  6. Ceritanya bgus min...kalau bsa utk next part tmn2 javeda dtg k hotel brsama jalal dan jalal sudah tau alasan jodha mnkah dan jalal mrmbantu jodha nah dalam membantu jodha itu bkin ga mudah tapi ttep bkin hub mreka romantis... Crtanya d lanjut mpe joja merried hamil dan pnya anak bnyak

    ReplyDelete
  7. Lanjut aj mbak sesuai imajinasi...tar klo d buat end tar critany maksa lagi...tengyu

    ReplyDelete
  8. Lanjut aj mbak sesuai imajinasi...tar klo d buat end tar critany maksa lagi...tengyu

    ReplyDelete
  9. LNjutin ja...seru nich.....tmbah pnasaran jngan lama2 dong postnya.....

    ReplyDelete
  10. Lanjut dan kasih kejutan min .... Jgn lama yaaa

    ReplyDelete
  11. LaNjuttt MiNt..... Tapiii kasiaaN JalalNya.... JaNgaN bikiN koNflikNya terlalu LaMa ya..... muaaaaacccchhhh....hiiii

    ReplyDelete
  12. ceritanya menarik mbak, lnjt sj sesuai mbak krn mbak yg punya tulisan klu mau ikut perperson susah mbak krn keinginannya berbeda ok, ljt ya hanya jgn pakai lama.

    ReplyDelete
  13. ceritanya menarik mbak, lnjt sj sesuai mbak krn mbak yg punya tulisan klu mau ikut perperson susah mbak krn keinginannya berbeda ok, ljt ya hanya jgn pakai lama.

    ReplyDelete
  14. ceritanya menarik mbak, lnjt sj sesuai mbak krn mbak yg punya tulisan klu mau ikut perperson susah mbak krn keinginannya berbeda ok, ljt ya hanya jgn pakai lama.

    ReplyDelete
  15. Maux lnjooot tiap hari tayank. Jatuh cinta bgt sm ff ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  16. jangan langsung di potong dong...ada alur ceritanya dulu...bagian Jalal cari tau tentang jodha yang aneh, jalal bantu keamanan keluarga besar jodha dan bukti kejahatan keluarga pratap...joja menikah baru end....

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.