Seuntai Harapanku Part 27 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 27 - By : Erinda






Berfikir sejenak lalu Tn Pratap membisikan sesuatu pada Surya dan setelah itu mereka berdua tertawa puas dan kembali masuk kedalam untuk melaksanakan ide Tn Pratap.
^^^
Malam harinya acara resepsi pernikahan Surya dan Jodha tengah berlangsung
Surya dan Jodha sedang berada di tengah-tengah para tamu undangan, terlihat sekali Surya sangat bahagia dengan senyum dan tawa yang tidak pernah lepas dari wajahnya begitu pun dengan Jodha, bagi orang awam yang baru melihatnya pasti akan mengira kedua pengantin itu begitu bahagia dengan pernikahan mereka tapi yang sebenarnya tidak demikian, tidak untuk sang pengantin wanita, hati dan perasaan nya sudah hancur lebur dan begitu mengenaskan, susah payah ia menyunggingkan senyum nya untuk para tamu yang mengucapkan selamat padanya. Ucapan selamat yang baginya sama seperti ucapan turut berduka cita.
Tidak jauh dari resepsi pernikahan mereka, nampak banyak para pengawal yang sudah di sewa Surya untuk mengamankan pernikahan nya dan juga tentu saja untuk mengamankan Jodha seperti yang dikatakan Tn Pratap pada Surya tadi pagi.

^^^
Flashback
Tn Pratap membisikan sesuatu pada Surya
“Resepsi pernikahan mu akan tetap berlangsung dengan atau tanpa adanya ijab kabul, kau tentu tahu apa yang ku maksud anakku”
Surya langsung mengangguk paham dan tertawa puas bersama dengan sang ayah
Surya langsung menyuruh orang untuk memanggil Jodha untuk menemui nya, Jodha datang bersama dengan Javeda dan Bhaksi yang selalu menemani nya
 
“Wow honey,, Kau cantik sekali, rasanya aku sudah tidak sabar membawa mu” Kata Surya pada Jodha
Jodha hanya diam menunduk, di ruangan itu tidak banyak orang hanya ada mereka dan 4 orang pengawal Surya, Jodha sedikit curiga kenapa tidak ada orang lain disini bukankah kalau menurut jadwal ini sudah waktunya untuk upacara pernikahan antara dirinya dengan Surya, bukan Jodha berharap dengan pernikahan ini tapi hatinya merasa ada yang ganjil dengan semua ini.

“Dimana yang lain nya? Kenapa hanya ada kami dan pengawal itu disini? Apalagi rencana Surya kali ini?” Tanya Jodha dalam hati, ia tidak menghiraukan kata-kata Surya padanya barusan
“Kenapa kau diam saja istriku, tidak usah malu pada suami sendiri?” Kata Surya lagi dan kali ini ia mulai mendekati Jodha dan menatap sekilas kearah Javeda dan Bhaksi
“Apa maksudmu? Aku bukan istrimu?” Jawab Jodha ketus
“Hahhaaa,,, Apa aku perduli honey? Kita adalah suami istri sekarang”
“Tidak, jangan macam-macam Surya, di-dimana yang lain nya, kenapa tidak ada orang lain disini?” Kata Jodha sedikit gugup karena Surya semakin mendekat
“Kita tidak perlu orang lain honey, jangan memperdulikan yang lain nya,,hhmm”
 
“Pria menjijikan” Cetus Bhaksi penuh amarah
“Hey,, Hey,, Sebaiknya kau diam saja manis. Baiklah Jodha, dengar, aku akan menjelaskan nya padamu secara singkat. Akad nikah kita tidak bisa dilakukan sekarang karena ada orang yang sok ikut campur urusanku, ku akui dia cukup cerdik karena dalam waktu semalam dia bisa menggagalkan pernikahan ku yang sudah terencana dengan rapih tapi aku bersumpah akan menemukan orang itu dan membuat dia membayar semuanya. Kau tahu istriku, semua orang yang berhubungan dengan upacara pernikahan ini tiba-tiba tidak bisa hadir untuk menikahkan aku dengan mu bahkan izin dari kedutaan Indonesia yang sudah ku dapatkan tiba-tiba tidak berlaku, bagaimana aku bisa menikahi mu honey kalau semua Jalan seolah tertutup untuk ku, tapi aku adalah SURYA PRATAP SHARMA, tidak ada yang bisa menghentikan apa yang ku inginkan tidak perduli bagaimana pun caranya” Surya menghentikan kata-kata nya, ia lalu melirik ke empat pengawalnya seolah memberi kode pada mereka

Dan benar saja, tidak lama setelah itu keempat pria bertubuh besar pengawal Surya menarik Bhaksi dan Javeda menjauh dari Jodha, pengawal itu menutup mulut mereka, Javeda dan Bhaksi berontak dan berusaha berteriak sekuat tenaga tapi percuma saja.

“Tetap disana honey, jangan melakukan apapun tanpa persetujuan ku” Kata Surya
“Apa yang kau lakukan, dasar iblis. Jangan sakiti sahabatku” Bentak Jodha
“Semua tergantung padamu honey, jangan membantah ku maka kedua sahabatmu ini akan baik-baik saja”
“Apa mau mu? Tidak cukup kah kau sudah menyekap anak-anak ku, sekarang apalagi yang kau mau dariku, haahh” Jodha berteriak frustasi pada Surya
Javeda dan Bhaksi yang masih berada di ruangan itu, hanya bisa menangis dan pasrah dengan nasib mereka selanjutnya
 
“Aku ingin, saat kita keluar dari ruangan ini, bersikaplah layaknya kita sebagai sepasang suami-istri, jangan ada yang curiga jika sebenarnya kita belum menikah, malam ini akan hadir banyak rekan kerja ku dari berbagai Negara dan beberapa wartawan, jangan sampai mereka menaruh curiga dengan kau menunjukan wajah sedih mu itu, kalau sampai itu terjadi dan wartawan menulis berita yang tidak-tidak tentangku maka aku pastikan kedua sahabat tersayang mu ini akan meregang nyawa tepat di depan mu, setelah itu anak-anak mu, setelah itu,,,”
 
“CUKUP!!!” Kata Jodha keras dan ia menutup telinganya dengan kedua tangan nya
“Hahha,, Baik, aku rasa kau sudah mengerti dengan yang ku maksud, dan sebagai jaminan, aku akan membawa kedua sahabatmu ini berada dalam pengawasan para pengawal ku di ruangan ini”
“Tidak,, Jangan,, Biarkan mereka tetap bersama ku, aku akan menuruti kemauan mu dan tidak ada yang mencurigai kita, tapi tolong biarkan mereka tetap bersama ku”
“Tidak Jodha! Apa kau masih tidak mengerti hah!!” Kata Surya tegas dan berteriak pada Jodha.
Dan seketika membuat Jodha kaget, begitu pun dengan Bhaksi dan Javeda
“Baiklah, tapi berjanjilah jangan menyakiti mereka”
“Semua tergantung perilaku mu selama resepsi kita malam ini Jodha”
*Flashback off
^^^
 Itulah yang terjadi sebenarnya, Jodha berusaha sebisa mungkin untuk tetap tersenyum dan seolah-olah bahagia dengan resepsi pernikahan palsunya malam ini.
Tidak jauh dari tempat Jodha berada, Jalal begitu sibuk dengan telephon nya, wajahnya terlihat jelas kalau ia sedang menahan kesal dan siap meledak kapan saja dan di sebelahnya tampak 3 orang bodyguard yang menjaganya, entah untuk apa yang jelas Jalal tidak bisa pergi kemana-mana dari situ, karena jika ia bergerak sedikit saja, ketiga bodyguard itu langsung menahan nya dengan kuat.

“Husen,,, Sampai kapan aku harus diam seperti patung disini hah, aku seperti pria bodoh yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya” Omel Jalal kembali pada Husen, sesaat setelah Husen mengangkat telephone nya, dan ini entah sudah yang keberapa kali Jalal menghubungi Husen dan Hasan dan mengomel seperti ini
“Hey,, Siapa yang kau anggap kekasih? Jodha? Bahkan kau saja belum menyatakan cinta padanya” Balas Husen santai di seberang sana
“Aku bisa mengatakan nya sekarang andai saja para bodyguard mu ini tidak menghalangi ku daritadi”
Ya, ketiga bodyguard itu sengaja dikirimkan Husen untuk menjaga agar Jalal tidak melakukan hal tidak-tidak atau berbuat nekat disaat yang tidak tepat
“Hahhaa,, Mereka hanya menjagamu saudaraku, jangan terlalu galak pada mereka”
“Diam kau,, Kau tahu, ingin rasanya aku menghajar Surya sekarang juga”
“Sabar bro, belum waktunya, seperti yang ku katakan padamu, ini adalah pernikahan palsu jadi kau jangan terlalu khawatir jika Surya merebut Jodha-mu, itu tidak akan terjadi dan tidak akan pernah kami biarkan itu terjadi saudaraku” Kata Husen menenangkan
“Lalu apa yang harus kau lakukan?” Tanya Jalal tidak sabaran
“Nanti akan ku katakan padamu, sekarang diamlah dulu dan jangan terus-terusan mengganggu perkerjaan ku dan Hasan” Dan Husen mematikan panggilan nya pada Jalal
^^^
“Bagaimana Hasan, sudah kau bebaskan kedua teman Jodha?” Tanya Husen pada Hasan yang saat ini sedang berada di hotel tempat resepsi pernikahan berlangsung
“Aku dan orang ku sedang mencari ruangan nya, aku akan menghubungimu lagi nanti”
 
Hasan mematikan ponsel nya, setelah sedikit berkeliling akhirnya Hasan menemukan ruangan yang dijadikan tempat untuk menyekap Javeda dan Bhaksi, di luar ruangan tampak 6 orang pengawal yang berjaga disana, tanpa gentar Hasan dan beberapa orang nya mendekati ruangan itu, mereka tampak berjalan melewati ruangan itu dan setelah dirasa tepat sasaran, Hasan menyemprotkan cairan bius kepada para pengawal itu dan seketika mereka semua pingsan di tempat, beruntung ruangan itu berada di pojok hingga jarang ada orang melewatinya.
Hasan dan yang lain nya membawa para pengawal Surya ke tempat lain dan mereka masuk kedalam untuk menyelamatkan Javeda dan Bhaksi

“Sudah kau temukan? Cepatlah,, Resepsi nya akan segera berakhir dan Surya akan segera membawa Jodha, kita harus menghentikan itu segera tapi sekarang kita harus menyelamatkan orang-orang yang menjadi sanderanya”
“Iya aku tahu, kami sudah menyingkirkan pengawal-pengawal itu dan sekarang kami akan masuk kedalam dan membawa mereka ke tempat aman”
“Okay,, Jangan terlalu lama”
“Ouugghh,, Sial” Kata Hasan
“Kenapa? Ada apa Hasan, halo,,halo”
“Ternyata penjaga di dalam lebih banyak” Kata Hasan pada Husen dengan mengintip ke dalam
“Berapa banyak?” Tanya Husen mulai cemas
“Sekitar 20an orang”
“Dasar gila, dia mengerahkan 20an orang hanya untuk menjaga 2 orang gadis?!!” Geram Husen
“Baiklah, aku dan orang ku akan mengurus mereka dan membawa 2 gadis itu ke tempat yang aman, tapi sepertinya aku membutuhkan sedikit waktu mengingat aku hanya membawa 2 orang bersama ku, kau hubungi Jalal terserah bagaimana caranya suruh dia untuk menahan agar acara ini tidak cepat selesai jadi Surya tidak bisa membawa Jodha sekarang” Perintah Hasan
“Ok,, Aku akan menghubungi nya sekarang, Hati-hati bro”
Sambungan telephone antara Hasan dan Husen pun terputus

Tanpa menunggu lagi, Hasan langsung menghubungi Jalal
“Apa acara nya sudah selesai?” Tanya Husen langsung pada Jalal
“Sepertinya sebentar lagi, ada apa Husen?”
“Sekarang saatnya Jalal”
“Membawa kabur Jodha?” Tanya Jalal antusias
“Belum”
“Lalu”
“Buat acaranya tidak cepat berakhir, terserah kau mau melakukan apa pokoknya kau tahan agar acara itu tidak segera berakhir, karena kami masih dalam misi menyelamatkan teman-teman Jodha yang di sekap di hotel itu” Kata Husen menjelaskan
“Berapa lama lagi waktu yang kalian butuhkan”
“Sekitar 15 menit, jangan terlalu lama dan setelah itu kau bisa segera membawa Jodha pergi darisana”
“Baiklah, aku mengerti”
 
Jalal mematikan ponsel nya dan sedikit berfikir cara apa yang harus dilakukan nya

Jalal memanggil salah satu bodyguard nya dan berbisik
“Buat semua orang menyadari kalau aku ada disini dan katakan pada MC disana bahwa aku ingin memberikan hadiah untuk pengantin nya” Kata Jalal
“Baik Tuan” Sang bodyguard pun berjalan menuju MC tepat pada saat MC akan mengatakan bahwa acara sudah berakhir
“Maaf Tuan, tapi acara ini memang sudah berakhir sesuai jadwal yang sudah kami atur dan saya harus menyampaikan nya sekarang” Kata MC itu pada sang bodyguard yang baru saja menyampaikan niatnya
“Apa kau tahu siapa orang ku maksud akan memberi hadiah pada pengantin nya? Dia adalah Mr. Jalaludin pemilik perusahaan raksasa yang salah satunya The Worlds. Bagaimana? Apa kau masih berfikir akan menghentikan acara ini Tuan” Kata sang bodyguard mengancam
“Be-benarkah Mr. Jalal hadir disini? Ba-baiklah, aku akan mengulur sedikit waktu untuk nya”
“Cepat lakukan!”
Dan bodyguard itu langsung pergi kembali menemui Jalal

Semua orang tahu benar siapa Mr. Jalaludin dan bagaimana reputasi nya selama ini, tidak ada yang bisa menolak atau menentangnya, hampir semua perusahaan besar di Spanyol bergantung dengan The Worlds sebagai penanam saham terbesar di perusahaan mereka, so,, siapa yang berani bermasalah dengan nya?

“Hey apa yang kau lakukan, kenapa kau masih mengulur acaranya, bukankah rangkaian acaranya sudah selesai semua dilaksanakan” Kata Surya langsung pada sang MC yang sekarang berada di dekatnya
“Maaf Tuan, kita kedatangan tamu terhormat dan dia ingin memberikan sesuatu untuk pernikahan kalian ini” Jawab sang MC
“Siapa?” Tanya Surya penasaran
“Mr. Jalaludin”
 
Jodha yang berada di samping Surya cukup mendengar nama yang baru saja disebutkan MC tadi, jantungnya berdetak cepat dan entah kenapa seperti ada kelegaan di hatinya mendengar Jalal berada disini tanpa sadar ia tersenyum, senyum yang tulus bukan senyuman palsu seperti yang dia lakukan sedari tadi

“Sekarang saat nya Tuan kesana” Kata salah satu bodyguard itu pada Jalal
“Ok”

Jalal mulai berjalan menuju panggung yang di sediakan, sekilas ia melirik kearah Jodha yang tidak mau menatapnya, Jodha berusaha untuk mengalihkan pandangan nya dari Jalal,walaupun sebenarnya ia ingin sekali menatap Jalal dan menghambur ke pelukan nya dan meminta bantuan padanya, tapi teringat semua ancaman Surya padanya Jodha tidak bisa berkutik, ia tidak menyangka Jika Jalal benar-benar datang malam ini, andai Jodha tahu kalau yang sebenarnya terjadi adalah Jalal sudah dari kemarin malam berada disini untuk menjaganya.

Jalal berdiri di samping piano putih yang sudah disiapkan, sang MC kembali mengatakan bahwa ia benar-benar meminta maaf karena tidak menyadari Jalal berada disini daritadi, begitu pun dengan Surya ia sangat senang ternyata Jalal sang pemilik The Worlds bersedia hadir di acaranya malam ini, Jalal hanya mengangguk dan menatap tajam pada Surya yang sama sekali tidak di sadari oleh Surya.

Sedangkan para tamu undangan khususnya wanita, sangat tidak sabar menantikan Jalal, yang pasti akan membuat mereka menahan nafas dan ketar ketir mendengar suara merdunya saat bernyanyi nanti, belum lagi penampilan Jalal malam ini begitu menawan dengan setelan tuxedo Navy nya.

“Terima kasih atas waktu dan tempat yang sudah kalian sediakan untuk menyambutku, Jodha adalah salah satu karyawan di perusahaan ku dan Surya adalah client ku, jadi tidak ada salahnya aku menghadiri acara ini dan memberikan sesuatu untuk mereka”
Suara riuh dan tepuk tangan para tamu undangan menggema mendengar Jalal berbicara

“Aku akan menyanyikan sebuah lagu, semoga kalian menikmatinya” Kata Jalal lagi dan ia mulai duduk di depan piano
Kini Jodha mulai berani menatap Jalal, hatinya tidak bisa dibohongi bahwa ia sangat merindukan Jalal

Perlahan tapi pasti, dentingan piano mulai mengalun

Baby, won't you tell me why there is sadness in your eyes?
(Kasih, tak maukah kau katakan padaku kenapa matamu memancarkan kesedihan?)
I don't wanna say goodbye to you...
(Aku tak ingin mengucapkan selamat tinggal padamu...)
Love is one big illusion as you try to forget
(Cinta adalah sebuah ilusi yang kuat saat kau berusaha melupakannya)
But there is something left in my head...
(Namun ada yang membekas di pikiranku...)

You're the one who said it all, now you're the one to make it stop
(Kaulah orang yang memulai semuanya, kini kau pulalah yang ingin mengakhirinya)

And I'm the one who's feeling dust right now
(Dan kini akulah yang merasakan kepedihan)
Now you want me to forget every little thing you said
(Kini kauingin kulupakan setiap hal yang kau katakan)
But there is something left in my head...
(Namun ada yang membekas di pikiranku...)

Sesekali Jalal memandang kearah Jodha seolah menyampaikan isi hatinya melalui lagu yang dinyanyikan nya

I won't forget the way you kissed
(Takkan kulupa caramu menciumku)
The feeling so strong will last for solong
(Perasaan (karena ciumanmu) begitu kuat dan akan membekas selamanya)

Jalal dan Jodha teringat kembali kejadian saat mereka berdua di dalam lift

But I'm not the man your heart is missing
(Namun aku bukanlah pria yang kau rindukan)
That's why you go away, I know it...
(Itulah kenapa kau pergi, tlah kuduga...)

Jodha menunduk sedih “Aku merindukan mu Jalal, sangat” batin Jodha

You were never satisfied, no matter how I try
(Tak pernah kau merasa puas, betapapun tlah kucoba)
Now you want to say goodbye to me
(Kini kau ingin ucapkan selamat tinggal padaku)
Love is one big illusion as you try to forget
(Cinta adalah sebuah ilusi yang kuat saat kau berusaha melupakannya)
But there is something left in my head...
(Namun ada yang membekas di pikiranku...)

Jodha dan Jalal saling menatap lagi, sakit rasanya hanya bisa melihat orang yang dicintai tanpa bisa menyentuh dan meluapkan perasaan yang sebenarnya

I won't forget the way you kissed
(Takkan kulupa caramu menciumku)
The feeling so strong will last for solong
(Perasaan (karena ciumanmu) begitu kuat dan akan membekas selamanya )
But I'm not the man your heart is missing
(Namun aku bukanlah pria yang kau rindukan)
That's why you go away, I know it...
(Itulah kenapa kau pergi, tlah kuduga...)
(Yes, I know it)
(Ya, tlah kuduga)


I'm sitting here right all alone in the middle of nowhere
(Aku merenung sendiri di sini jauh dari keramaian)
Don't know which way to go...
(Tak tahu arah yang harus kulalui...)
There ain't so much to say now between us
(Kini kita tak perlu banyak bicara)
There ain't so much for you...
(Tak banyak (yang perlu kukatakan) padamu...)
There ain't so much for me anymore...
(Tak banyak (yang perlu kaukatakan) padaku...)

Jalal mengakhiri lagunya dan beranjak, ketiga bodyguard nya sudah kembali bersama Jalal
Suara teput tangan penonton mengakhiri lagu Jalal, ia kemudian bangkit dan turun dari panggung
“Ini saatnya” Batin Jalal
----------------------------
(Lirik dan Terjemahan by : terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.co.id)
“Song by : MLTR - That’s why you go away”




Seuntai Harapanku Part 27 - By : Erinda

6 comments:

  1. Ayo bang jalal bawa jodha pergi...misi harus berhasil nie bang jalal...
    Seru bgt...
    kelanjutanx jgn lama2 donk mbak...
    #ngarep.con hehehehe

    ReplyDelete
  2. penasaran mbak ljtannya jgn pakai lams ya

    ReplyDelete
  3. penasaran mbak ljtannya jgn pakai lams ya

    ReplyDelete
  4. jadi kebawa gegana nih..liat Jodha n genk blom lepas dari cengkraman surya n co....

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.