Seuntai Harapanku Part 28 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 28 - By : Erinda




Jalal mengakhiri lagunya dan beranjak, ketiga bodyguard nya sudah kembali bersama Jalal
Suara teput tangan penonton mengakhiri lagu Jalal, ia kemudian bangkit dan turun dari panggung
“Ini saatnya” Batin Jalal
^^^
Hingga tiba-tiba tanpa bisa dihindari para wanita yang hadir disana langsung menghampiri Jalal dan mengungkapkan kekaguman mereka padanya serta basa-basi lainnya, Jalal yang sudah akan menjalankan rencana nya untuk membawa Jodha menjadi terhambat karena wanita-wanita itu terus mengelilinginya, jadi mau tidak mau Jalal sedikit meladeni mereka sambil sesekali matanya memperhatikan Surya dan Jodha, hingga pada saat Jalal kembali melihat kearah tempat Jodha tadi berada dia tidak melihat Jodha begitu pun dengan Surya sekarang. “Sial” Jalal berdecak kesal

“Menyingkirlah kalian atau ku bakar tempat ini sekarang” Kata Jalal lantang dengan amarah yang kembali membara di dadanya.

Mendengar ucapan Jalal barusan yang menyeramkan, membuat para wanita itu bergidik ngeri lalu segera menyingkir dari hadapannya, wajah Jalal kini sudah berubah merah padam kilatan amarah sangat terlihat jelas di sorot mata tajam nya.

“Si bre****k itu sudah pergi membawa Jodha, siapkan mobil ku sekarang, aku harus mengejar mereka secepatnya” Perintah Jalal pada ketiga bodyguarnya
Tidak butuh waktu lama, mobil Jalal sudah berada di depan nya, ia segera masuk dan melajukan mobil nya di ikuti oleh ketiga bodyguard nya di mobil lain, seperti kesetanan Jalal melajukan mobilnya dengan kencang, ia hanya ingin segera menemukan Jodha secepatnya dan jangan sampai si bre****k  itu melakukan hal yang tidak-tidak pada Jodhanya.
^^^
“Halo” Jalal menelphon Husen
“Jalal, bagaimana, kau sudah bersama Jodha sekarang?” Tanya Husen
“Surya sudah lebih dulu membawanya setelah aku selesai bernyanyi tadi, sekarang coba kau lacak kearah mana dia membawa Jodha”
“Baik, tunggu sebentar,,,, Yeah,aku menemukan nya,, jalan itu, yah,, dia membawa Jodha ke rumahnya, jarak mobil mu dengan mobil nya tidak terlalu jauh sebenarnya Jalal, apa kau melihatnya sekarang?”
“Sebentar,, Ah ya,, aku menemukan nya”
“Aku, Hasan dan orang-orang kami akan menyusul mu kesana untuk berjaga-jaga. Hati-hati bro”
“Terima kasih”
^^^
Di dalam mobil Surya
“Kau mau membawa ku kemana Surya” Entah ini sudah berapa kali Jodha mengajukan pertanyaan yang sama pada Surya namun tidak dijawabnya, Surya hanya menyeringai licik menatap Jodha
“Surya,,!!” Kata Jodha lagi dengan keras dan bergetar, ia sangat ketakutan sekarang
“Kita akan ke rumah ku Honey dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan pengantin pada umumnya di malam pertama mereka,,, Hahaha,, Aku sudah tidak sabar”
“Jangan bermimpi Surya. Tolong!! Toloongg!!!” Jodha berteriak mencoba mencari pertologan di tengah-tengah ketakutan yang melandanya
“Hahahha,,, Percuma kau berteriak dan meminta tolong Jodha, semua orang tahu kalau kau istri ku. Jadi seperti kesepakatan kita, menurutlah padaku maka orang-orang yang kau sayangi akan selamat, kau masih ingat itu kan honey,,hmm”
^^^
Mobil Surya sudah sampai di sebuah rumah yang besar, inilah rumah yang baru di beli nya beberapa hari lalu, rumah ini terlihat begitu sepi, sepertinya tidak ada orang di dalam sana.
Surya menarik paksa tangan Jodha dan mengajaknya turun dari mobil, tepat pada saat itu Jalal juga sudah sampai disana namun kehadiran nya masih belum disadari Surya dan Jodha, ia sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh untuk menghindari kecurigaan Surya dan antek-antek nya. (Good)

Jodha sudah berada di dalam rumah tersebut dengan Surya, saat Surya hendak mengunci pintu tiba-tiba tubuhnya terdorong kebelakang dan seorang tamu tak diundang masuk kedalam dan langsung memukul wajahnya membuat Jodha terbelalak kaget.

“Mr.Jalal?” Tanya Surya tidak percaya bahwa yang sudah memukul nya adalah Jalal, ya tamu tak di undang itu adalah Jalal
 
“Ya, ini aku Jalal. Aku kemari untuk menyelamatkan Jodhaku dari manusia iblis sepertimu. Lepaskan tangan kotor mu darinya” Kata Jalal tegas dan ia sudah akan kembali memukul Surya namun tiba-tiba Jodha memeluknya setelah sebelumnya ia menginjak kaki Surya dengan high heel nya hingga membuat Surya reflek melepaskan tangan nya pada Jodha dan mengaduh kesakitan.

Melihat kedatangan Jalal tadi seketika membuat keberanian Jodha muncul, dengan sengaja ia menghentakan kakinya dengan keras ke kaki Surya dan begitu Surya melepaskan tangan nya, ia segera berlari menuju Jalal, pria yang sangat dirindukannya dan dicintainya. Jodha sangat bersyukur dengan kedatangan Jalal, tidak bisa di tahan lagi Jodha langsung memeluknya dengan erat, Jalal pun membalas pelukan Jodha tidak kalah eratnya.

“Waw,, Ternyata kalian sangat dekat, maaf Mr.Jalal anda tidak bisa membawa Jodha, karena dia adalah istriku, anda tidak ingin kan reputasi anda hancur dengan pemberitaan bahwa anda membawa lari istri orang lain” Kata Surya tersenyum licik pada Jalal dan Jodha
Jodha masih berada dalam pelukan Jalal, ia seperti tidak ingin melepaskan dirinya dari Jalal. Di pelukan pria ini lah ia merasa begitu terlindungi dan aman.

“Perlu anda ketahui, aku tidak perduli dengan reputasiku sama sekali saat ini tapi seharusnya  sebelum anda mengatakan itu padaku katakan lebih dulu itu pada dirimu sendiri, bagaimana reputasi mu jika semua orang tahu bahwa pernikahan mu ini adalah palsu dan kau menderita penyakit HIV/AIDS karena perilaku bejat mu di masa lalu serta kebusukan-kebusukan lain nya yang telah kau dan ayahmu lakukan” Kata Jalal dengan tangan nya menunjuk kearah wajah Surya dan menatap tajam padanya, sedangkan sebelah tangan nya masih memeluk posesif pinggang Jodha.

“Hahaha,,, Itu tidak akan terjadi, anda mengancam orang yang salah Tuan, sebaiknya anda perhitungkan dulu dengan baik sebelum menantangku, kau sama saja mengantarkan nyawamu secara sukarela dengan datang seorang diri kesini” Kata Surya penuh kemenangan.

“Pengawal!!” Teriak Surya lantang dan saat itu juga tiba-tiba banyak pria bertubuh besar datang dan berdiri di belakang Surya

Jalal mulai siaga, pelukan tangan nya di pinggang Jodha semakin erat begitu pun dengan Jodha, ia tidak berani melihat kearah mereka, ia semakin membenamkan wajahnya di dada Jalal
“Aku takut Jalal” Bisik Jodha, suaranya sedikit terisak dan tubuhnya bergetar pertanda ia mulai menangis dan ketakutan
“Aku bersama mu Jodha” Jawab Jalal menenangkan
“Habisi pria sok pahlawan ini, jangan tinggalkan jejak apapun” Perintah Surya pada pengawalnya, mereka mulai mengelilingi Jalal dengan Jodha yang masih berada di pelukan nya

Surya sudah berada di hadapan nya, ia menarik paksa Jodha dari dekapan Jalal, namun dekapan mereka begitu kuat, Surya memberi kode pada pengawalnya untuk membantu dia melepaskan Jodha dari pelukan Jalal.
 
Tanpa basa-basi, mereka memukul Jalal hingga membuat pelukan nya mengendur dan dengan mudah Surya menarik Jodha, Jalal berusaha melawan namun tetap saja ia kalah jumlah, ia hanya seorang diri sedangkan pengawal itu berjumlah begitu banyak.

“Bereskan dia secepatnya dan jangan ada yang berani mengganggu waktu ku dengan istri cantik ku ini” Perintah Surya pada mereka dan ia menyeret Jodha menuju lantai atas kamarnya
Jalal masih mencoba melawan sebisanya, dia harus tetap bertahan demi menyelamatkan Jodhanya
Jodha yang dibawa paksa oleh Surya hanya bisa menangis dan meronta, tangan nya terus memukul lengan Surya tapi tentu saja itu tidak seberapa bagi Surya.

Surya menarik paksa Jodha menaiki tangga ke lantai 2 menuju kamar nya, Jodha yang masih mengenakan high heel membuat jalan nya terseok-seok dan sepertinya pergelangan kakinya terkilir akibat Surya yang terlalu kasar menariknya.
Surya sama sekali tidak memperdulikan langkah Jodha, ia semakin menarik Jodha untuk terus mengikutinya bahkan kini lengan Jodha menampakan warna kebiruan karena cengkraman kuat Surya pada lengan nya.

Surya masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dari dalam, dia mendorong Jodha ke ranjang pengantin mereka yang sudah disiapkan, ia mulai melepas jas pengantin-nya, wajahnya menyeringai penuh kemenangan
“Kau milik ku malam ini honey”
“Tidak,, Tidak,, Lepaskan,, Jangan,,Tolonggggg” Teriak Jodha dan beranjak dari ranjang itu dan mencoba berlari
“Hahaha,, Kau mau kemana honey, tidak ada tempat untuk menghindar disini. Tapi baiklah, jika kau ingin kita sedikit bermain, tidak masalah”
“Tolongggg,,,,Jalaaaallll,,,hiks,,hikss” Teriak Jodha di sela tangis nya, ia terus berusaha menghindari Surya dan melemparkan apa saja yang berada di dekatnya kearah Surya tapi tidak ada yang berhasil mengenainya.

Dan tiba-tiba, pintu kamar Surya di dobrak dengan paksa dan muncul lah Jalal disana, di wajahnya terlihat beberapa bekas pukulan serta baju nya yang sudah sangat kusut tak beraturan.
“Sial,,, Kemana para pengawal bodoh itu” Umpat Surya, ia mengambil vas bunga yang berada di dekatnya dan melemparnya kearah Jalal, kesempatan itu dimanfaatkan Surya untuk kembali menarik Jodha keluar kamar. Beruntung vas bunga itu tidak mengenai Jalal karena ia berhasil menghindarinya namun sekarang Surya sudah pergi keluar dari kamar itu dengan membawa Jodha.

Tampak dibawah sana, para pengawal Surya sedang berkelahi dengan Hasan dan Husen serta beberapa orang yang mereka bawa, Hasan dan Husen sampai beberapa saat yang lalu, mereka langsung menolong Jalal yang saat itu terus melawan para pengawal Surya seorang diri.
Surya yang hendak turun ke lantai bawah seketika mengurungkan niatnya melihat para pengawalnya yang mulai babak belur di hajar. Jalal segera menghampiri nya dan meninju Surya tanpa ampun, tangan Surya masih belum melepaskan lengan Jodha, melihat itu membuat Jalal semakin beringas, ia meninju perut Surya dan membuatnya jatuh telentang, namun sebelum ia benar-benar jatuh dengan sengaja Surya mendorong tubuh Jodha yang berada di pinggiran tangga

“AAaaaaahhhhhh,,,, Jalaaaaaalllll” Teriak Jodha
Sekejap mata tanpa bisa dihindari Jodha dan tanpa sempat Jalal menolongnya, Jodha jatuh berguling di tangga, kakinya yang memang sudah terkilir sejak tadi semakin membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahan tubuhnya, badan nya terasa remuk dan tiba-tiba pandangan matanya mulai kabur namun ia masih sadar, darah segar mulai mengucur dari pelipis dan sudut bibirnya.

“Jodhaaaaa,,,, “ Teriak Jalal
“Dasar Bajing*n, Brengs*k, mati kau di tangan ku” Kata Jalal pada Surya dan menduduki perutnya lalu menghajar Surya dengan membabi buta, ia menarik kerah baju Surya untuk berdiri dan menghempaskannya dengan kuat ke dinding, kini tubuh Surya terdapat begitu banyak lebam dan penuh dengan darah.

Dengan tergesa Jalal langsung menuruni tangga untuk menghampiri Jodha yang tergolek tidak berdaya dibawah sana, namun Surya yang masih sadar dengan sisa-sisa tenaganya mengambil sebuah pisau lipat yang berada tidak jauh darinya dan mengarahkan nya pada tubuh Jalal tapi sial (beruntung ding) belum sempat ia melakukan itu, tidak sengaja sepatunya menginjak darah nya sendiri yang tercecer dilantai membuatnya terpeleset ke pinggiran pembatas kaca lalu menabraknya hingga pecah membuat ia terjatuh langsung kebawah dan seketika membuatnya tidak sadarkan diri, Jalal hanya melihat sekilas tanpa perduli sedikitpun padanya.

“Jalal” Lirih Jodha sesaat setelah Jalal berada di sampingnya, Jalal memangku kepala Jodha di pahanya
Dengan sisa-sisa kesadaran nya Jodha menggenggam tangan Jalal
“Bertahanlah Jodha, kau akan baik-baik saja, kita ke rumah sakit sekarang” Kata Jalal dan bergegas ia menggendong Jodha lalu membawa nya keluar rumah terkutuk itu menuju mobil nya

Hasan, Husen serta beberapa orang-orang nya sudah berhasil menundukan para pengawal Surya, sebelum Jalal pergi darisana ia berpesan pada Hasan untuk memastikan bahwa Tn Pratap dan Surya akan menuai apa yang mereka tanam selama ini, ternyata Jalal masih belum puas telah menghajar Surya habis-habisan tadi. Sedangkan Husen ia ikut bersama Jalal untuk mengantar Jodha ke rumah sakit segera.

Husen mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, kondisi Jodha yang semakin melemah semakin membuat Jalal panik dan terus memaksa Husen untuk membawa mereka secepat mungkin sampai ke rumah sakit

Jalal membawa kepala Jodha di lengan nya, mata Jodha sesekali masih terbuka dan bibir tipis nya terus merintih kesakitan membuat Jalal ikut merasakan sakit saat mendengarnya, Jalal tidak banyak bicara tapi tangan nya terus bergerak mengelus pucuk kepala Jodha dan sesekali mencium nya dengan sayang, ia berusaha memeluk gadisnya berusaha mengurangi rasa sakit yang kini tengah dirasakan Jodha.

“Kau akan baik-baik saja sayang, aku janji padamu, bertahanlah untuk orang-orang yang kau cintai”
Kata Jalal akhirnya dan ia mengecup lembut kening Jodha dengan cukup lama
Jodha yang masih setengah sadar masih bisa mendengar kalimat Jalal dan mencoba untuk tersenyum dengan menatap sayu mata Jalal, Jodha berkata dengan sangat pelan.
“Aku mencintaimu Jalal” Kata Jodha begitu pelan, suara lirih Jodha tidak begitu terdengar oleh Jalal karena decitan dari ban mobil yang dinaikinya sedari tadi karena Husen mengemudi begitu cepat, namun Jalal bisa mengartikan dari pergerakan bibir Jodha bahwa baru saja gadisnya ini mengatakan bahwa ia mencintai dirinya.

Namun belum sempat Jalal membalas pernyataan cinta Jodha, Jodha tiba-tiba tidak sadarkan diri, tubuhnya yang berada dalam dekapan Jalal terkulai lemas dan nafas yang semakin melemah.
------------
Maaf ya,, saya lama update ceritanya karena kesibukan sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan, semoga tetap setia pada cerita ini dan makasih untuk setiap like dan comment nya,, ;-)

Seuntai Harapanku Part 28 - By : Erinda

8 comments:

  1. Ditunggu selanjut nya .....semangat....

    ReplyDelete
  2. penasaran...jgn lama yg mba,ditunggu kelanjutanx...

    ReplyDelete
  3. Kasihan jodha.. :’-(
    Lanjutanx ditunggu mbak... :)

    ReplyDelete
  4. Mican.. pkease dunk.. jgn lama next episodex 😯 :(

    ReplyDelete
  5. mincan...lagi keadaan kritis koq di potong...jadi galau tingkat dewa nih...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.