Seuntai Harapanku Part 32 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 32 - By : Erinda



Sebelumnya saya minta bagi readers yang merasa bosan dengan cerita saya ini lebih baik jangan dilanjutkan membacanya dan tolong jangan memberi comment yang membuat penulis jadi malas melanjutkan tulisan nya. Silahkan baca cerita lain yang lebih menarik dari ff amatir saya ini. Terima kasih.
Selamat membaca bagi yang readers tersayang yang masih menunggu dan selalu menanyakan ff ini.

------------------------------------
 “Seperti ini saja” Kata Jodha cepat dan ia kembali memeluk Jalal, dan tanpa menunggu Belanda menyerang pun Jalal langsung membalas pelukan Jodha
“Itu,,Semua itu,,A-Aku,,,,”
^^^
TOKK,,TOKK,, Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Jodha
Jalal dan Jodha nampak terkejut, Jalal segera  merenggangkan pelukan nya pada Jodha
“Mungkin itu Paman Khaibar dan Bibi Anga yang sudah datang, biar aku melihatnya dulu” Kata Jalal sambil berdiri dan menuju pintu

“Aku mencintaimu” Kata Jodha pelan menatap Jalal yang saat ini sudah membelakangi nya
Jalal yang mendengar pernyataan cinta Jodha yang tiba-tiba reflek membuat ia menghentikan langkah kakinya, segera Jalal membalikan tubuhnya kembali dan melihat Jodha yang kini tersenyum manis padanya
“Bisa kau ulangi kata-katamu barusan” Pinta Jalal, seolah ia ingin menegaskan sekali lagi, ah mungkin tidak hanya sekali tapi Jalal ingin mendengar kata cinta dari Jodha berkali-kali padanya
“Hmm,,Sayangnya tidak ada siaran ulang Tuan. Lebih baik kau segera hampiri Paman Khaibar yang sudah menunggu diluar sana” Kata Jodha menggoda, sedangkan Jalal membalas dengan senyuman
“Baiklah nona, tapi urusan kita belum selesai” Balas Jalal menyeringai pada Jodha
^^^
Jalal membuka pintu dan benar saja diluar sana sudah berdiri Paman Khaibar serta Bibi Anga, tamu yang sangat di tunggu-tunggu oleh Jodha sejak tadi
Jalal langsung menyalami mereka
“Kenapa lama sekali membuka pintunya nak?” Tanya Ny Anga pada Jalal
“Eemm,,Maaf Bibi,,Tadi,,Ah ya,, Tadi aku sedang menyuapi Jodha makanan dulu” Bohong Jalal pada Bibi Anga
Ia langsung mempersilahkan Tn Khaibar dan Ny Anga masuk kedalam kamar Jodha.
“Anak ku,,,” Kata Bibi Anga sesaat setelah ia masuk dan melihat Jodha yang saat ini juga tengah melihatnya
“Bibi,,,” Tangan Jodha mengulurkan tangan nya
Setelah cukup dekat, Ny Anga langsung memeluk Jodha dengan erat, betapa ia sangat merindukan gadis nakal yang sudah seperti putri kandung nya ini dan begitupun dengan Jodha ia begitu merindukan pelukan hangat yang penuh kasih sayang seorang ibu dari Bibi Anga nya ini
“Paman,,” Lirih Jodha pada Tn Khaibar yang sejak tadi hanya memperhatikan nya
Ny Anga melepaskan pelukan nya dan bergeser sedikit memberi ruang pada suaminya untuk menyapa Jodha
Tn Khaibar mendekat pada Jodha dan tersenyum hangat padanya, ia mencium kening Jodha
“Paman merindukan mu gadis keras kepala” Kata Tn Khaibar
“Pamaann,,” Jodha merajuk manja, ia tidak rela di katai gadis keras kepala walaupun itu benar
“Kenapa? Kau tidak suka paman menjuluki mu gadis keras kepala? Siapa yang selama ini menolak tidak mau dijaga dan menolak semua bantuan yang kami berikan. Kau tahu beginilah jadinya” Kata Tn Khaibar mengingatkan, Jodha lupa walaupun dia laki-laki tapi Paman Khaibar memang lebih cerewet
“Ahh,,Sudah,,Kau ini,,Baru bertemu sudah menceramahinya,,” Tegur Ny Anga pada suaminya
“Paman hanya tidak ingin sesuatu terjadi padamu sayang, kami tidak ingin kehilangan putri kami lagi untuk kedua kalinya” Kata Tn Khaibar lagi dengan mengelus puncak kepala Jodha dengan sayang
“Aku sayang paman” Kata Jodha lalu memeluk Tn Khaibar
“Paman lebih menyayangimu Nak” Balas nya pada Jodha
“Yah,,Begitulah,,anggap saja aku tidak disini” Sindir Ny Anga pada Jodha dan suaminya
“Hahhaa,,Paman,,sepertinya istrimu sedang menyindir kita” Kata Jodha cekikikan
“Aku juga sayang padamu bi, sangat sayanggg” Kata Jodha
Mereka bertiga pun berpelukan, benar-benar seperti keluarga kecil yang bahagia
Jalal yang sedari tadi memperhatikan mereka ikut bahagia, betapa sederhananya kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Saling berbagi pelukan penuh kasih sayang sudah sangat cukup membuat kita bahagia
^^^
Malam harinya, mereka kedatangan Bhaksi dan Javeda serta anak-anak mereka menjenguk Jodha.
Bhaksi dan Javeda melepas rindu dengan Tn Khaibar dan Ny Anga dengan berbincang dan mengenang masa lalu, anak-anak yang awalnya agak takut pada mereka sekarang malah akrab dan menempel terus dengan Tn Khaibar dan Ny Anga yang kini mereka panggil dengan sebutan Opa dan Oma, begitu tulus kasih sayang yang di tunjukan Tn Khaibar dan Ny Anga pada anak-anak membuat Jodha, Javeda dan Bhaksi ikut senang.

Saat mereka semua sibuk, Jalal menghampiri Jodha yang tengah menatap haru anak-anak nya
“Sayang” Bisik Jalal mesra pada Jodha
Jodha yang tidak menyadari kehadiran Jalal disampingnya tiba-tiba terlonjak kaget membuat Jalal tersenyum menahan tawa melihat reaksi berlebihan gadisnya
“Jangan memanggilku seperti itu” Kata Jodha pada Jalal
“Kenapa?” Tanya Jalal tidak mengerti, ia pikir Jodha suka dengan panggilan nya karena setiap kali ia memanggil Jodha dengan sebutan itu, wajah gadisnya ini selalu merona, seperti saat ini walau mata gadis itu kini melotot padanya tapi tetap saja pipi chubby nya merona, manis sekali.
“Aku malu kalau ada orang lain yang mendengar” Jawab Jodha pelan
“Ohh,,Jadi kalau kita sedang berdua saja tidak apa-apa kan?” Kata Jalal
Jodha mengagguk malu-malu, sungguh jika tidak ada orang lain di kamar ini Jalal akan mendekap erat tubuh Jodha saat ini
“Baiklah, tapi aku akan segera meresmikan hubungan kita agar aku bisa memanggil dan melakukan apa saja padamu sesuka hatiku” Kata Jalal berteka teki dan menyeringai jahil
“Maksudmu?”
“Kau tunggu saja Nona” Jawab Jalal
“Hhmm,,,”
“Jodha, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu. Begini,,Mungkin selama beberapa hari ini kedepan aku tidak bisa menemuimu dulu” Jalal menghentikan ucapan nya dan melihat reaksi Jodha atas ucapan nya barusan
Jodha diam mendengar kata-kata Jalal barusan “Tidak bisa menemuiku? Tidak bisa atau tidak mau? Apa kau malu dengan keadaan ku yang tidak bisa berjalan sekarang ini Jalal?”  Jodha berprasangka dalam hati. Raut gelisah begitu nampak di wajah cantiknya dan Jalal dengan mudah bisa menebak apa yang tengah difikirkan gadis cantik nya saat ini.
“Jangan salah paham dulu saa,,ehm,,Jodha” Jalal lupa untuk tidak memanggil Jodha dengan sayang, ia kembali melanjutkan
“Kau tahu kan sudah beberapa hari ini aku sudah tidak masuk kerja, tadi sore beberapa staff khusus ku melaporkan kalau ada beberapa client dari America yang ingin mendiskusikan bisnis langsung denganku juga ada beberapa iklan yang sudah ku setujui sebelumnya dan membutuhkan tanda tangan ku segera untuk memulai produksi iklan nya, jadi aku mohon pengertian mu ya dan jangan salah paham padaku,,hhmm,,” Jalal memberi pengertian selembut mungkin pada Jodha

Tanpa mereka sadari Tn Khaibar, Ny Anga serta Javeda dan Bhaksi sedari tadi memperhatikan mereka dan mencuri dengar percakapan mereka dan saling melempar senyum satu sama lain namun mereka berpura-pura tidak tahu jika melihat Jalal atau Jodha melirik pada mereka. Mereka sengaja tetap berada di dalam kamar Jodha karena ingin memastikan ada apa hubungan antara Jalal dan Jodha, dan ternyata benar ada kedekatan khusus antara dua insan itu.

“Berapa lama?” Jodha menanggapi penjelasan Jalal dengan sebuah pertanyaan, Jalal tersenyum
“Apa kau takut jika merindukan ku sayang?” Jawab Jalal menggoda Jodha
Jodha melirik tajam pada Jalal dan setelah itu matanya menatap pada orang-orang yang berada di ruangan nya yang sepertinya sedang asyik satu sama lain. (Kagak tau aje die,,,hahaa)
“Sorry” Kata Jalal lagi setelah mendapat tatapan membunuh dari Jodha
“Hufhh,,,” Jodha mendengus kesal
“Mungkin sekitar 3 atau 4 hari kedepan aku akan sangat sibuk, tapi aku janji akan menyelesaikan semuanya secepat yang aku bisa agar aku bisa menemui mu lagi,,Hhmm”
“Aku tidak mau seperti itu, jangan memforsir tenaga mu. Aku akan menunggumu dengan sabar” Jawab Jodha
“Terima kasih” Kata Jalal dan dijawab senyuman manis oleh Jodha
Sebenarnya setelah pernyataan cinta Jodha padanya tadi siang, Jalal belum sempat membicarakan itu lagi pada Jodha, karena mereka tidak punya waktu untuk berbicara secara pribadi berdua dan lagi pula sejak tadi Jodha sangat menempel pada bibi Anga, Jalal sudah merencanakan bahwa ia akan mempersembahkan sesuatu yang romantis untuk Jodha nanti.
^^^
Saat mereka sedang bercengkrama di dalam kamar perawatan Jodha, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.. TOKK,,TOKK

Javeda yang memang berada di dekat dengan pintu langsung membuka kan pintu, munculah sosok yang sudah ditunggu-tunggu oleh Jalal daritadi, mereka adalahh Hasan dan Husen

“Selamat malam” Sapa detektif kembar itu pada semua yang berada di kamar Jodha
“Selamat malam,,Masuklah Hasan Husen, aku sudah menunggu kalian dari tadi, mari kenalkan ini adalah Paman Khaibar dan Bibi Anga yang baru datang dari Indonesia tadi siang, Paman Bibi mereka adalah sepupu kembar saya, mereka yang membantu saya menyelamatkan Jodha dan yang lain nya beberapa hari ini” Jalal mengenalkan Hasan dan Husen pada Paman Khaibar dan Bibi Anga
“Terima kasih banyak nak atas semua bantuan nya dan maaf sudah merepotkan dan mengganggu waktu kalian” Kata Tn Khaibar dan Ny Anga pada Hasan dan Husen
“Tidak apa-apa Paman Bibi, kami bahkan senang melakukan nya terutama jika musuh itu adalah orang yang licik seperti Tn Pratap dan Surya” Jawab Hasan
“Terima kasih banyak Hasan Husen, hanya itu yang bisa aku ucapkan pada kalian sekarang” Kali ini Jodha yang berbicara, ia benar-benar berterima kasih atas keberanian dan kecerdikan mereka dalam menyelamatkan ia dan yang lain nya
“Sama-sama Jodha, bagaimana keadaan mu sekarang?” Jawab Hasan
“Aku jauh lebih baik hari ini daripada beberapa hari lalu dan ini semua berkat kalian” Ucap Jodha tulus
“No problem cantik” Husen menimpali ucapan Jodha dengan mengerlingkan sebelah matanya pada Jodha dan itu semua sukses membuat Jalal melirik tajam padanya, Husen hanya tertawa melihat tingkah Jalal
“Jodha, kau istirahat saja jangan terlalu banyak berbicara mereka” Kata Jalal pada Jodha
“Kalian urus dua manusia busuk itu?”  Kata Jalal lagi kali ini pada Hasan dan Husen
“Tenang saja men,,, Kita sudah mengirim mereka ke tempat yang cukup jauh dan kita pastikan kalau mereka tidak akan bisa keluar darisana se-la-ma-nya” Kali ini Husen yang menjawab dengan menekankan kata di akhir kalimatnya
Jalal mengangguk walau sebenarnya ia masih penasaran kemana Hasan dan Husen mengirim mereka
“Mana surat perjanjian yang sudah di tanda tangani Tn Pratap” Kata Jalal lagi
Hasan segera menyerahkan surat nya, Jalal langsung mengambil surat tersebut
“Thanks my twins bro” Kata Jalal tulus pada Hasan dan Husen
“Ehm,,Lalu bagaimana dengan,,emm,,kau tau lah bro apa yang kami maksud” Kata Hasan berusaha mengingatkan Jalal bahwa sebelumnya ia meminta Jalal membelikan mobil sport untuk mereka
“Hahahaa,,,ya,ya,,aku tahu. Aku sudah menyiapkannya, dua unit Bugatti Veyron untuk kalian sudah terpajang manis di rumah kalian sekarang” Jawab Jalal
“Bu-Bugatti Veyron??? WOWWW!!!!” Hasan dan Husen melonjak tidak percaya mendengar jawaban Jalal, mereka tidak menyangka kalau Jalal akan membelikan mobil super mewah itu untuk mereka berdua. Buggati Veyron,,!!!
Melihat reaksi keduanya membuat orang yang berada disana menggelengkan kepala dan tersenyum, apa mereka tidak sadar kalau ini Rumah Sakit
“Hey,,,Jangan berlebihan, apa kalian lupa ini di rumah sakit. Sekarang pulanglah dan nikmati mobil baru kalian”
“Oopss,,Sorry,,,Kau memang luar biasa Jalal,,Terima kasih banyak,,Ah..Lain kali jangan sungkan menghubungi kami untuk membantu mu bro” Kata Hasan sumringah pada Jalal
“Aku harap ini terakhir kalinya aku meminta bantuan kalian, demi mengabulkan permintaan kalian aku rela tidak merasakan keuntungan dari proyek ku di Korea bulan ini” Ketus Jalal pada Hasan dan Husen namun wajahnya tidak terlihat marah, tentu saja ia hanya bercanda, ia bahkan rela jika tidak mencicipi keuntungan dari semua proyeknya untuk menyelamatkan Jodha dari kepa*at itu.
“Hahhaaa,,,” Hasan dan Husen hanya tertawa menanggapi ucapan Jalal
“Oke,,Kalau begitu kami permisi. Kami sudah tidak sabar untuk segera test drive” Pamit Hasan dan Husen pada semua yang ada disana
“Tunggu dulu” Panggil Jalal lagi
“Sebenarnya kemana kalian mengirim mereka” Jalal hanya ingin
Hasan dan Husen saling pandang dan tersenyum, mereka menjawa serempak pada Jalal
“Zimbabwe”
“Hah” Semua yang mendengar seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan si kembar ini barusan
“Ka-kalian Serius?” Tanya Javeda
“Yap,,dan mereka tidak akan bisa keluar dari Negara itu karena kami sudah mengurus mereka untuk menjadi warga Negara Zimbabwe hari ini juga dan semua negara sudah mem-blacklist passport mereka so they can not go out from there” Jelas Hasan (SUKURIN dah tuh,,,Hahaha)
Jalal mengangguk mengerti, sepupu kembar nya ini memang sangat pintar dan licik di waktu yang bersamaan
“Bagaimana kalian melakukan nya? Bukan kah itu sangat rumit” Bhaksi menimpali
“Bagi mereka hal seperti itu biasa Bhaksi, sudah seperti makanan hari-hari” Jalal menjawab rasa penasaran Bhaksi dan yang lain nya
Setelah itu Hasan dan Husen meninggalkan kamar perawatan Jodha
^^^
Tidak lama setelah kepergian Hasan dan Husen, Jalal pun pamit pulang karena besok dia sudah ada meeting pagi-pagi sekali, setelah berbasa-basi dan berpamitan pada semua Jalal kembali menghampiri Jodha di tempat tidurnya yang kini tengah menatapnya sayu
“Hey,,Tersenyumlah Nona” Hibur Jalal pada Jodha
Sebenarnya yang membuat Jodha khawatir bukan karena Jalal yang akan sibuk dengan pekerjaaan nya, dia sangat mengerti bagaimana pekerjaan Jalal dan tanggung jawab nya pada perusahaan nya, yang Jodha khawatirkan adalah Benazir si ular betina itu, dia tidak bisa membayangkan Benazir menggoda Jalal.
“Jodha” Panggil Jalal lembut melihat Jodha yang hanya diam tampak memikirkan sesuatu, sesekali kepalanya menggeleng yang nampak lucu dimata Jalal
“Eh,,,Ya,,Kau pulanglah. Hati-hati” Kata Jodha akhirnya
“Rasanya aku ingin memelukmu sebagai penyemangat untuk mulai bekerja besok”  Kata Jalal setengah berbisik pada Jodha
“Nanti setelah kau selesai dengan urusanmu itu” Jawab Jodha lembut
“Tapi ada syaratny” Kata Jodha lagi
“Syarat? Apa itu?” Tanya Jalal
“Kau harus menjaga jarak dengan sekretaris mu itu”
“Kau cemburu Nona?” Goda Jalal, ia senang Jodha cemburu padanya,,Ahh,,Tidak bisakah ia punya waktu berdua dulu dengan Jodha sebentar saja
“Jaga jarak dengan nya atau kau tidak bisa memeluk ku saat kita bertemu lagi nanti” Ancam Jodha tanpa menjawab pertanyaan Jalal padanya
“As you wish Jodha,,Aku pergi dulu”
^^^
Dua hari setelah kedatangan Paman Khaibar dan Bibi Anga, Jodha sudah diperbolehkan pulang, ia harus menggunakan kursi roda karena ia masih belum boleh berjalan, kini ia sudah berada di appartement nya, appartement mereka semakin ramai dengan kedatangan paman Khaibar dan Bibi Anga, Jodha tidak mengizinkan mereka untuk menginap di hotel karena ia merasa appartement nya masih cukup untuk menampung mereka berdua, ia tidak mau berjauhan dengan Paman Khaibar dan Bibi Anga selama mereka disini.

Saat ini juga mereka kedatangan Ny Hamidah, ibu dari Jalal. Ya Ny Hamidah memang sering menjenguk Jodha di rumah sakit beberapa hari ini, Ny Hamidah dan Ny Anga pun akrab seperti biasanya setiap bertemu. Anak-anak juga semakin akrab, malam ini Ny Hamidah ingin mengajak anak-anak menginap di rumah nya, ia kesepian karena Jalal selalu pulang larut malam dan sudah pergi pagi-pagi sekali keesokan harinya.
 
Dengan senang hati Jodha, Javeda dan Bhaksi mengizinkan anak-anak nya menginap di rumah Ny Hamidah
^^^
 “Kau tidak apa-apa kan Jodha aku tinggal dulu, Bhaksi sebentar lagi akan pulang” Kata Javeda pada Jodha, ia sudah siap untuk berangkat kerja tapi Bhaksi belum pulang, Javeda sebenarny tidak tega meninggalkan Jodha sendirian dengan keadaan nya yang seperti ini tapi ia juga harus segera pergi karena seperti biasa dia ada acara live membawakan berita olahraga nanti.
“Aku tidak apa-apa Javeda, pergilah. Lagipula sebentar lagi akan Bhaksi pulang kan” Kata Jodha pada Javeda dan tersenyum lembut padanya
“Hhh,,Baiklah, hati-hati ya, ingat pesanku baik-baik, jangan pergi ke dapur aku sudah menyiapkan makanan dan obat mu disini dan jangan coba-coba untuk naik keatas, jangan melakukan hal aneh-aneh yang bisa membahayakan dan menghambat kesembuhan mu. Tunggu disini saja sampai Bhaksi kembali. Kau mengerti” Cerocos Javeda tanpa henti pada Jodha
Jodha tertawa kecil melihat kekhawatiran yang berlebihan dari sahabatnya ini
“Siap nona, aku mengerti” Jawab Jodha, sesekali ia masih tertawa kecil
“Ya Tuhan,, Aku serius Jodha jangan tertawa mengejek ku seperti itu, aku benar-benar khawatir meninggalkan mu sendirian disini”
“Aku tidak mengejek mu Javeda, jangan khawatir,,aku baik-baik saja dan aku akan menuruti semua kata-kata mutiara mu tadi”
“Ok kalau begitu, sekarang aku pergi dulu. Hati-hati ya” Pamit Javeda pada Jodha
“Ya,,Kau juga hati-hati” Balas Jodha
^^^
Setelah kepergian Javeda, Jodha menjalankan kursi roda nya menuju ruang tengah, sebenarnya ia ingin tidur dikamarnya lagi tapi mengingat larangan Javeda tadi ia mengurungkan niatnya, sebenarnya jika dipaksakan Jodha bisa saja menaiki tangga tapi pasti nanti kakinya akan sakit dan kram berjam-jam setelahnya, selama ini paman Khaibar lah yang selalu menggendongnya naik menuju kamar nya yang berada dilantai 2 appartement nya dan sejak tadi pagi setelah menggendong Jodha turun paman Khaibar sudah pergi keluar bersama dengan Bibi Anga, Paman Khaibar katanya ada salah satu client nya disini yang ingin mengajak ia memulai bisnis baru sedangkan Bibi Anga ia pergi ke rumah Ny Hamidah untuk menjemput anak-anak sekaligus mengajak mereka jalan-jalan di kota Madrid
Jodha melihat makanan dan obat nya yang sudah disiapkan Javeda di atas meja
“Aku sangat beruntung memiliki kalian sahabat-sahabatku, baiklah,,nanti aku akan memakan nya. Aku ingin mendengarkan lagu terbaru dari idola ku dulu sekarang” Kata Jodha pada dirinya sendiri, ia mengambil hp nya dan memutar lagu
Alunan musik dari hp Jodha mulai terdengar, Jodha memejamkan mata menikmati lagu yang sedang diputar nya
Tapi ketika di bait pertama lagu tersebut, Jodha mendengar suara lain yang juga ikut bernyanyi, suara yang sangat dikenalnya sedang duduk di depan kursi roda yang didudukinya
(Men's part)
Dhoop Se Nikal Ke
setelah keluar dari terik matahari
Chhanv Se Phisal Ke
Tergelincir jauh dari tempat bernaung
“Jalal” Lirih Jodha, sesaat setelah ia membuka matanya
Tatapan mata penuh cinta dari Jalal begitu intens menatap Jodha, bibirnya masih bergerak mengikuti lirik lagu romantis yang tengah mengalun indah tersebut.
Hum Mile Jahaan Par Lamha Tham Gaya
Tempat dimana kita bertemu . Waktupun berhenti disana
(Women's part)
Aasmaan Pighal Ke Sheeshe Mein Dhal Ke
Langit itupun melebur dan berubah menjadi kaca
Jam Gaya To Tera Chehra Ban Gaya
Dan saat (langit yang berubah menjadi kaca) itu membeku ia membentuk bayangan wajahmu

Disaat part wanita Jodha hanya diam padahal sebelumnya Jalal sudah memberinya kode untuk ikut bernyanyi bersama meneruskan lagu nya, Jodha masih terkejut atau lebih tepatnya terpesona pada sosok tampan di hadapan nya yang ternyata hapal lagu romantis yang sangat disukainya saat ini.

(Mens Part)
Duniya Bhula Ke Tum Se Mila Hoon
aku melupakan dunia ini setelah bertemu denganmu
Nikli Hai Dil Se Yeh Duaa
Ini adalah doa yang terlontar dari dalam hati
Rang De Tu Mohe Gerua
Warnailah aku dengan warna cintamu
Raanjhe Ki Dil Se Hai Duaa
Ini adalah doa dari dalam hati seorang kekasih
Rang De Tu Mohe Gerua
warnailah aku dengan warna cintamu
(Women’s part)
Haa,,,Nikli Hai Dil Se Yeh Duaa
Ini adalah doa yang terlontar dari dalam hati
Jodha masih diam, senyum mengembang di wajah cantiknya
(Men’s Part)
Hoo,,,Rang De Tu Mohe Gerua
Warnailah aku dengan warna cintamu
“Sejak kapan?” Tanya Jodha
“Baru saja” Jalal mengerling nakal pada Jodha dan mendekatkan hidungnya pada hidung Jodha
Sudah pasti hal itu membuat pipi Jodha merona dan tersipu malu namun sedetik kemudian ia tersenyum malu-malu pada Jalal membuatnya semakin gemas.
Jalal melanjutkan bernyanyi lagi memuja gadisnya
(Mens part)
Tum Se Shuru, Tum Pe Fanaa
Bermula darimu, berakhir padamu
Hai Sufiyana Yeh Dastaan
Kisah yang suci ini
Main Kaarvaan, Manzil Ho Tum
Aku adalah kafilah, kau tempat tujuannya
Jaata Jahaan Ko Har Raasta
Setiap jalan mengarah ke tempatmu
“Bernyanyilah sayang” Bisik Jalal
Jodha mengangguk dan mulai bernyanyi
(Womens part)
Tum Se Juraa Jo Dil Zara Sambhal Ke
Setelah kupulihkan hati ini dengan bersatu denganmu
Dard Ka Woh Saara Kohra Chhan Gaya
Seluruh kabut derita itu akhirnya memudar
(Mens part)
Duniya Bhula Ke Tum Se Mila Hoon
Aku melupakan dunia ini setelah bertemu denganmu
Nikli Hai Dil Se Yeh Duaa
Ini adalah doa yang terlontar dari dalam hati
Rang De Tu Mohe Gerua
Warnailah aku dengan warna cintamu
Raanjhe Ki Dil Se Hai Duaa
Ini adalah doa dari dalam hati seorang kekasih
Rang De Tu Mohe Gerua
warnailah aku dengan warna cintamu

Jalal berdiri dan duduk di sofa, ia menarik kursi roda Jodha mendekat dan berhadapan dengan nya,
Jalal menggenggam erat kedua tangan Jodha, matanya tidak lepas menatap mesra pada Jodha. Senyum keduanya mengembang
Mereka kembali melanjutkan bait demi bait dari lagu yang masih mengalun dari handphone Jodha
(Men’s Part)
Hoo
Veeraan Tha Dil Ka Jahaan
Dulu ruang hatiku begitu hampa
Jis Din Se Tu Daakhil Hua
Namun semenjak kau mengisi hatiku
Ik Jism Se Ik Jaan Ka
dari satu tubuh  hingga menjadi satu jiwa
Darja Mujhe Haasil Hua
Aku telah mencapai tahap itu
(Women’s Part)
Haan.. Pheeke Hain Saare Naate Jahaan Ke
Ya, seluruh warna hubungan di dunia ini tampak pudar
Tere Saath Rishta Gehra Ban Gaya
Namun bersamamu warna hubungan itu menjadi lebih pekat
(Mens part – Tapi di bagian ini Jalal dan Jodha menyanyikan nya bersama)
Duniya Bhula Ke Tum Se Mila Hoon
Aku melupakan dunia ini setelah bertemu denganmu
Nikli Hai Dil Se Yeh Duaa
Ini adalah doa yang terlontar dari dalam hati
Rang De Tu Mohe Gerua
Warnailah aku dengan warna cintamu
Raanjhe Ki Dil Se Hai Duaa
Ini adalah doa dari dalam hati seorang kekasih
Rang De Tu Mohe Gerua
warnailah aku dengan warna cintamu

Lagu pun berakhir, tanpa sadar Jodha menitikan air mata bahagia, ia benar-benar tidak menyangka pria yang selalu dirindukan nya beberapa hari ini kini sudah berada tepat didepan nya memandangnya penuh cinta dan baru saja mereka bernyanyi bersama, hal kecil namun berdampak besar di hati keduanya, menumbuhkan cinta yang semakin lama semakin tumbuh subur

Jalal menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus Jodha, ia mengelus lembut pipi Jodha dan mengecup keningnya cukup lama seolah mengalirkan seluruh cinta yang ia miliki hanya untuk gadisnya ini.
“Jalal” Panggil Jodha pelan
“Hhmm” Gumam Jalal, ia masih belum melepaskan Jodha, Jalal menurunkan ciuman nya dari kening Jodha menuju kedua matanya, pipinya dan,,,
“Aku lapar” Kata Jodha pelan
Jalal mendengus kesal karena ucapan Jodha sontak membuatnya menghentikan kegiatan nya
“Tidak bisakah kau lebih merusak moment romantis ini Nona?” Jalal melepaskan tangan nya dari wajah Jodha, Jodha hanya menyengir tanpa dosa pada Jalal.

- To Be Continue -

Seuntai Harapanku Part 32 - By : Erinda

6 comments:

  1. Ahh....Mbk Erinda.....Sukaa baNgett saMa ceritaNya iNi... Jalal sweet bangettt...

    ReplyDelete
  2. So sweetttt.....wah tinggl menunggu kpn mrk resminya.......makin penasaran az...lanjuttttt

    ReplyDelete
  3. So sweetttt.....wah tinggl menunggu kpn mrk resminya.......makin penasaran az...lanjuttttt

    ReplyDelete
  4. mbak trims sdh mncl lg, ljtnnya dong jgn pakai lama smkn romantis soalnya.

    ReplyDelete
  5. Aalamku buat min can erinda.. jangan lama2 ya next partnya :D.. hihi... penasaran bangeeeet. Suka bgt sm ff ini

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.