Seuntai Harapanku Part 33 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 33 - By : Erinda




Tidak bisakah kau lebih merusak moment romantis ini Nona?” Jalal melepaskan tangan nya dari wajah Jodha, Jodha hanya nyengir tanpa dosa pada Jalal
^^^
Hhh,,Baiklah” Kata Jalal datar
Jalal mengambil makanan yang ada di atas meja yang sudah disiapkan oleh Javeda sebelumnya, nampak ia mengaduk-aduk makanan tersebut dengan sendok agar tercampur rata.
Jodha melihat handphone nya tampak satu pesan dari Javeda yang mengatakan bahwa Bhaksi akan pulang terlambat karena masih harus memilih beberapa design yang cocok untuk winter season tahun di catalog mereka depan.

Jalal sudah akan menyuapi Jodha masih tetap dengan wajah datarnya, saat sendok tersebut sudah berada di depan mulut Jodha, Jodha tidak mau membuka mulutnya. “Hufh,,Lihatlah wajahnya sekarang, tanpa ekspresi, apa dia marah karena aku menghentikan nya tadi, kekanakan sekali dia” Batin Jodha
“Buka mulutmu Jodha” Kata Jalal karena Jodha tak kunjung membuka mulutnya
“Kau marah padaku?” Tanya Jodha
“Tidak”
Hehehe,,Maaf Tuan” Rajuk Jodha sambil mengerjap-ngerjapkan matanya seperti anak kecil, melihat tingkah Jodha yang manis ini membuat Jalal tersenyum padanya
CUP – Jodha mengecup singkat pipi kanan Jalal membuat Jalal kaget dengan ciuman kilat Jodha
Melihat reaksi Jalal membuat Jodha tersenyum geli dan kembali melanjutkan aksi nya – CUP – Jodha kini mencium pipi kiri Jalal
“Masih marah padaku Tuan?” Tanya Jodha setelah aksi nakal nya barusan
Jalal mengelus kepala Jodha dengan sayang, Jodha menutup matanya menikmati elusan tangan Jalal di kepalanya
“Tidak sayang,,Bagaimana bisa aku marah padamu dengan tingkah manismu barusan,,hhmm” Jawab Jalal dan mencium sekilas hidung mancung Jodha
Jodha membalas dengan senyum manis
“Baiklah Nona, Sekarang makanlah”
Jalal menyuapi Jodha hingga makanan itu habis, sesekali mereka bercanda dan berbagi hal apa saja yang mereka lalui beberapa hari ini saat mereka tidak bertemu
“Ok,, Sekarang minum obatmu Nona”
“Ugghh,,Aku sudah seperti orang penyakitan yang terus menerus mengkonsumsi obat-obatan” Gerutu Jodha, namun ia tetap meminum obat yang diberikan Jalal padanya
“Memang kau penyakitan” Kata Jalal enteng pada Jodha
“Jalaaalll” Teriak Jodha kesal
“Hahahaa,,, Makanya kau harus cepat sembuh sayang, supaya tidak perlu mengkonsumsi obat-obat ini lagi dan juga,,,” Jalal sengaja menggantung ucapan nya
“Dan juga apa?” Tanya Jodha
“Dan juga,,,The Worlds dan Wellington sudah sangat merindukan mu sayang” Jawab Jalal menggoda
“Hhh,,Benarkah The Worlds dan Wellington yang merindukan ku atau pemiliknya?” Kata Jodha dan membuat Jalal terkikik geli
“Menurutmu?” Jalal balik bertanya
“Eemm,, Menurutku pemiliknya lah yang merindukan ku, ya aku sadar dengan pesonaku hingga membuat “Tuan Pemilik” itu terus menerus merindukan ku,,,Hehee” Jawab Jodha percaya diri
“Hahaha,,Kau percaya diri sekali sayang tapi apa yang kau katakan itu memang benar. Aku merindukan mu Jodha dan ingin selalu melihatmu berada di sekitarku, jika kau sudah kembali bekerja maka siang dan malam aku bisa terus melihatmu di sekitarku, siang hari di The Worlds dan malam hari Wellington”
“Huffhh,,, Yang ada kau akan menggangguku bekerja Tuan, aku tidak bisa konsen bekerja jika kau berada di sekitarku, ah mungkin aku akan melamar pekerjaan di tempat lain saja” Kata Jodha pura-pura berfikir dengan mengetuk-ngetukan jari di kepalanya
“Hahaha,, Jangan berharap Nona, aku tidak akan membiarkan mu bekerja di tempat lain selain dua tempat itu” Jawab Jalal
“Egois” Ketus Jodha dan bersandar pada kursi rodanya, wajahnya cemberut ia menghembuskan nafasnya keatas membuat poni nya melayang-layang, Jalal yang melihat itu menjadi gemas dengan tingkah lucu gadisnya ini
Dengan cepat Jalal mengecup bibir Jodha yang saat ini terlihat sangat menggoda membuat Jodha sontak melotot kearahnya dan hanya dibalas kekehan oleh Jalal.

Oke sayang,, Setelah minum obat sekarang waktunya kau untuk tidur” Kata Jalal dan sekarang Jodha sudah berada dalam gendongan nya
“Ja-lal” Kata Jodha gugup menyadari tindakan Jalal padanya walau tak dapat dipungkiri ia juga senang dengan perlakuan Jalal ini
“Tidurlah sayang” Jalal menundukan kepalanya mencium lembut mata Jodha, ia mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Jodha (Parah,,, Mr Jalal modus nya udah kronis, kiss-kiss mulu daritadi,,hihihi)
Jodha yang malu dengan perlakuan manis Jalal padanya membuat ia menyembunyikan wajahnya yang merona ke lekukan leher Jalal
“Jalal” Panggil Jalal yang masih berada di pelukan Jalal
“Hhmm”
“Terima kasih”
Jalal hanya tersenyum dan semakin mengeratkan gendongan nya pada Jodha hingga akhirnya kini mereka sudah sampai di depan kamar Jodha, Jodha membuka handle pintu dengan tangan nya, Jalal menutup pintu dengan sebelah kakinya dan membawa Jodha ke tempat tidur dan membaringkan gadisnya disana

Setelah berbaring Jodha menatap Jalal dengan lembut, Jalal menyelimuti Jodha hingga ke dadanya, kini ia duduk di samping Jodha, tampak wajah Jalal terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu membuat Jodha penasaran dan langsung menanyakan nya
“Kau kenapa Jalal?”
“Hhmm,,Aku,,Mengkhawatirkan mu sayang”
“Mengkhawatirkan ku?”
“Ya,, Apa setiap hari kau ditinggal sendiri seperti ini? Aku tidak menyalahkan Javeda ataupun Bhaksi yang meninggalkan mu, aku tahu mereka juga punya kesibukan dan tanggung jawab pada pekerjaan mereka, tapi mengetahui kau yang dengan keadaan mu seperti ini dan sendirian disini membuat ku khawatir, aku takut ada apa-apa dengan mu sayang”
“Aku baik-baik saja Jalal” Jawab Jodha menenangkan Jalal
“Pasti kau akan mengatakan itu. Baiklah,, aku akan menungguimu disini sampai Javeda atau Bhaksi kembali” Kata Jalal dan Jodha mengangguk pelan
“Lalu siapa yang selama ini membantu mu naik dan turun dari kamar ini?” Kata Jalal lagi
“Seorang laki-laki” Jawab Jodha berteka-teki
“Siapa?!!” Kata Jalal gusar dan tidak puas dengan jawaban Jodha
“Ya, karena tidak mungkin kan Javeda atau Bhaksi yang melakukan itu, lagipula laki-laki itu dengan senang hati melakukan nya dan tentu saja aku tidak menolak karena aku juga senang berada dalam gendongan nya” Jodha semakin gencar membuat Jalal penasaran
“Jangan menguji ku Nona, cepat katakan siapa dia?!” Kata Jalal kini nada bicaranya sedikit menyeramkan menandakan ia mulai terpancing amarah
Jodha tertawa geli melihat Jalal yang seperti orang kebakarakan kumis eh jenggot, dengan perlahan Jodha mendekatkan tubuhnya pada Jalal dan dengan berani ia mengalungkan kedua lengan nya pada leher Jalal dan mengecup sekilas bibir Jalal, Jalal yang masih belum puas dengan jawaban Jodha tidak membalas ciuman Jodha, tatapan matanya masih dingin dan menuntut jawaban pada Jodha
“Laki-laki baik itu paman Khaibar” Bisik Jodha di telinga Jalal dan ia tertawa geli dihadapan Jalal
“Kau mengerjaiku Nona, terima hukuman mu!” Jalal menarik tengkuk Jodha dan mencium bibir manis yang sudah mengerjainya ini dengan tanpa ampun, sesekali Jalal dan Jodha tersenyum dalam ciuman mereka. (Fiiuuhh,,Buang nafasss,,)

^^^

3 Minggu kemudian,..
Jodha sudah sembuh total dan sudah kembali beraktifitas seperti biasanya, kini di appartement mereka hanya tinggal bertiga yaitu Jodha, Javeda dan Bhaksi. Anak-anak asuh mereka ikuti bersama Paman Khaibar dan Bibi Anga ke Indonesia minggu lalu, Paman Khaibar dan Bibi Anga beralasan mereka kesepian di Indonesia dan juga mereka sudah terlanjur menyayangi anak-anak itu seperti cucu mereka sendiri, begitu pun dengan anak-anak yang terus menempel pada oma dan opa baru mereka, awalnya baik Jodha, Javeda dan Bhaksi agak keberatan akan ditinggal anak-anak karena sudah beberapa tahun ini mereka selalu hidup bersama dan berbagi semuanya tapi mereka juga tidak bisa egois jika anak-anak sekarang ingin tinggal di Indonesia bersama Paman Khaibar dan Bibi Anga, lagipula menurut mereka kehidupan dan lingkungan di Indonesia jauh lebih baik untuk anak-anak daripada terus-menerus tinggal di appartement, mungkin anak-anak juga bosan dan ingin mencari suasana baru. Akhirnya walau dengan berat hati mereka bertiga mengizinkan anak-anak dibawa Paman Khaibar dan Bibi Anga ke Indonesia dan mereka berjanji akan bergantian untuk mengunjunginya.

The Worlds,,
Jodha sudah sampai di The Worlds dan telah berada di meja kerjanya saat ini, sedangkan Jalal ia baru tiba di The Worlds dan kini sedang berjalan menuju ruangan nya, akhir-akhir ini dia sudah tidak melakukan ritual wajib sebelum masuk ke ruangan nya, you know why??
Karena Jodha sudah tidak berada di meja itu lagi, kini Jodha sudah berada di ruangan yang sama dengan Jalal.. YEAY !!

Jodha sudah menjadi sekretaris Jalal menggantikan Benazir yang di pecat bulan lalu, saat Jodha masih sakit dan tidak bisa bekerja, Jodha selalu mencurigai Jalal dan mengatakan ketidaksukaan nya secara terang-terangan tentang Benazir pada Jalal, akhirnya Jalal memecat Benazir karena ia sendiri juga merasa risih dengan tingkah Benazir yang seringkali sengaja menarik perhatian nya entah itu dengan kata-kata atau dengan sikapnya yang berlebihan.

Sebagai gantinya karena Jalal sudah memecat Benazir, Jalal memaksa Jodha berjanji untuk menjadi sekretaris nya saat ia sudah kembali bekerja nanti, sebenarnya sekretaris mempunyai ruangan nya sendiri, tapi karena Jalal yang ingin selalu dekat dan MODUS dengan Jodha jadi ia memutuskan gadisnya itu untuk satu ruangan dengannya dan disinilah Jodha sekarang, berada di dalam ruangan bersama Jalal.

Pagi Mister” Sapa Jodha hangat seperti biasanya pada sang Boss yang tak lain adalah Jalal
“Pagi Nona” Balas Jalal dengan mengedipkan sebelah matanya pada Jodha, membuat Jodha tersipu malu
“Apa saja jadwal ku hari ini Jodha?” Tanya Jalal kemudian
“Satu jam lagi anda ada meeting dengan para manager bagian pemasaran, setelah makan siang anda harus mengunjungi perusahaan milik Mr Peter dan setelahnya anda ikut dalam launching produk terbaru mereka di Wellington Hotel malam ini” Jawab Jodha pada Jalal dengan sesekali melihat catatan yang berada di tangan nya

Jalal mengangguk kan kepala nya mendengar jawaban dari Jodha, asal tahu saja di dalam hatinya ia sedang bersusah payah menahan diri untuk tidak menggoda Jodha atau sekedar mencium pipi chubby nya yang selalu merona saat ia mulai menggodanya (modus komplikasi !!), sangat susah bagi Jalal untuk bersikap profesional jika sudah berdekatan dengan sekretaris cantik nya ini.

Anda mendengarkan saya Mister?” Kata Jodha pada Jalal yang sedari tadi hanya mengangguk mendengar penjelasan nya tanpa berbicara apapun
“Aku mendengarkan mu Jodha” Jawab Jalal dengan pandangan nya yang tidak lepas menatap Jodha
“Baguslah,,Kau harus mengingat semuanya karena aku tidak mau mengulangi membaca jadwal mu lagi”
“Hahaa,,, Mendengar bukan berarti aku mengingat nya sayang, jadi kau harus mengulanginya nanti”
“Jalalll” Jodha berteriak kesal pada Jalal, sudah tidak di perdulikan nya lagi kalau pria yang ada di depan nya ini adalah Boss nya
Jalal tertawa senang melihat Jodha yang kesal padanya, ternyata Jalal tidak pernah bisa menahan diri untuk tidak menggoda Jodha saat mereka sedang bersama
“Kau menyebalkan” Gerutu Jodha, ia melemparkan ballpoint yang sedari tadi ia pegang ke tubuh Jalal
“Hey Nona,, Mana ada seorang sekretaris berlaku kasar seperti ini pada atasan mereka” Kata Jalal tidak terima
“Apa? Kenapa? Tidak suka? Tidak terima? Hah?” Balas Jodha dengan ketus pada Jalal
Ti-tidak,,Bu,,Bukan begitu sayang,,Maaf aku hanya bercanda” Kata Jalal gugup, ia takut Jodha benar-benar marah padanya
Sedangkan Jodha tersenyum dalam hati melihat Jalal yang langsung gugup hanya karena ucapan nya barusan “Benarkah dia seorang CEO? Hahaha” Batin Jodha senang
“Sebaiknya kau bersiap Tuan, sebentar lagi meeting dengan para manager itu akan berlangsung” Ucap Jodha kembali dengan wajah datar
“Apa kau benar-benar marah padaku Jodha?” Tanya Jalal memelas
Jodha mendekati Jalal dengan ekspresi wajah yang tidak terbaca sedangkan Jalal mempersiapkan dirinya yang mungkin akan menerima teriakan atau bahkan amukan dari Jodha
“Sa-sayang” Kata Jalal saat Jodha sudah berada di dekatnya dan mensejajarkan wajahnya dengan Jalal
CUP – Jodha mencium sebelah pipi Jalal dan tersenyum manis padanya
“Jodha?” Kata Jalal terkejut dengan apa yang barusan di lakukan Jodha
“Ya Jalal” Jawab Jodha dengan mesra
“Kau tidak marah?” Tanya Jalal masih penasaran
“Apa dengan wajah seperti ini dan tindakan ku yang barusan itu kau anggap aku marah padamu?” Kata Jodha dengan balik bertanya pada Jalal
Jalal tidak perlu menjawab pertanyaan gadisnya, ia memberikan senyuman maut nya pada Jodha yang seketika membuat pipi Jodha kembali merona (Ahhayyy,,,)
“Bersiaplah untuk meeting nya sebentar lagi Mister” Kata Jodha sebelum ia beranjak meninggalkan Jalal menuju meja kerja nya
“Terima kasih sayang”

^^^
Siang harinya setelah makan siang bersama, Jalal pergi keluar untuk bertemu dengan Mr Pieter, hingga sore Jalal masih belum kembali lagi ke The Worlds, ia berpesan pada Jodha untuk tidak menunggu nya dan mereka akan bertemu nanti di Wellington Hotel.
“Huffhh,, Dia pasti akan kembali menganggu ku bekerja nanti malam. Hhmm,,Beginilah jika bekerja di perusahaan milik kekasih mu apalagi dia pria sangat posesif tapi walau begitu aku menikmatinya” Kata Jodha pada dirinya sendiri sesaat setelah ia membaca pesan dari Jalal

^^^
Wellington Hotel,..
Tampak Jodha sedang memasak beberapa menu yang dipesan oleh para tamu, dia sangat cekatan dan begitu terampil, ia hampir menguasai semua makanan khas Eropa sekarang
“Jodha” Panggil seseorang padanya
“Ya?”
“Seseorang mencari mu dan kau disuruh untuk menemuinya sekarang juga, dia ada di lobby depan”
“Siapa? Aku tidak ada janji bertemu siapapun” Elak Jodha yang masih sibuk dengan masakan nya
“Kau akan tahu nanti setelah menemui nya, cepat kau temui dia dulu, masakan mu biar chef lain yang melanjutkan nya”
“Huffhh,, Siapa sih dia, seperti orang penting saja” Kesal Jodha dan ia pun keluar dari dapur hotel tanpa melepas topi dan baju chef nya menuju lobby tempat si pengganggu itu menunggu nya

Saat Jodha sudah sampai di lobby, ia celingukan mencari sosok yang yang ingin bertemu dengan nya yang ia sendiri tidak tahu siapa orang itu
“Sedang mencari siapa Nona?” Bisik seseorang yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya
“Jalal” Kata Jodha setelah melihat seseorang yang berada di samping nya yang ternyata adalah Jalal
“Ya, ini aku. Siapa yang kau cari sayang hingga kau tampak terburu-buru dan lupa melepaskan topi dan baju chef mu ini,,hmm” Kata Jalal lagi dengan sebelah tangan nya melingkari pinggang Jodha
“Jangan menganggu ku dulu Jalal, aku harus menemui orang itu dan menanyakan ada keperluan apa dia padaku lalu aku bisa segera kembali masuk kedalam, ada banyak masakan yang belum selesai di dalam sana” Kata Jodha serius dengan mata nya masih fokus mencari-cari di sekitar
“Kau polos sekali sayang, tidak kah kau sadar kalau aku lah yang mencari mu,,hihihi” Batin Jalal geli
“Ehm,, Siapa yang mengizinkan mu kembali masuk ke dalam nona?”
“Maksudmu?”
“Ikut denganku sekarang, sudah terlalu larut dan kau harus segera pulang” Kata Jalal dengan melepaskan tangan nya di pinggang Jodha dan meraih tangan Jodha untuk mengikuti nya keluar
“Jalal,,,” Jodha berontak
“Apa sayang?” Jalal masih terus menarik tangan Jodha keluar dari Wellington Hotel
“Astaga,, Jangan katakan kau lah orang yang ingin menemui ku itu?” Tanya Jodha tidak percaya
“Hahaha,,, Baiklah kalau itu mau mu, aku tidak akan mengatakan nya” Jalal mengerling pada Jodha membuat Jodha semakin cemberut dengan tingkah Jalal yang selalu suka-suka seperti ini
“Jangan menggoda ku sayang”
“Siapa yang menggoda mu Tuan?! Aku sedang marah padamu, Hufhh” Ketus Jodha
“Dengan wajah mu yang cemberut seperti itu dan bibir mu yang maju begitu membuat ku ingin,,,”
“Ingin apa hah?”
“Hahahaa,,, Sudahlah,, ayo kita masuk” Jalal mendorong Jodha masuk ke dalam mobil nya
Jodha dan Jalal sudah berada di dalam mobil, Jalal bersiap untuk melajukan mobil nya
“Jalal,, Di dalam sana sangat banyak masakan yang belum aku selesai kan, tidak mungkin aku meninggalkan pekerjaan ku di tengah jalan, itu tanggung jawab ku dan lagipula jam kerja ku masih ada 2 jam lagi disini, Please,,, aku harus kembali sekarang” Jodha mencoba memberi pengertian pada Jalal walaupun ia tahu Jalal tidak akan mau mengerti, tapi apa salahnya mencoba.
“Tanggung jawab mu adalah melakukan apa yang disuruh oleh Boss mu Nona dan sekarang Boss mu sudah menyuruh mu untuk pulang, lagipula hotel ku itu mempunyai banyak chef, mereka tidak akan kewalahan untuk menghandle masakan para tamu. Sekarang kita pulang,, Oke cantik” Kata Jalal lembut sambil mengelus pipi Jodha, Jalal juga melepas topi chef yang di pakai Jodha dan meletakan nya di kursi belakang dan ia mulai melakukan mobil nya
Jodha akhirnya mengangguk pasrah, kalau sudah begini percuma saja ia melawan karena jelas pada akhirnya dia lah yang akan kehabisan kata-kata sendiri
“Ah ya,,Satu lagi, mulai sekarang, kau tidak boleh pulang terlalu malam dari Wellington, kalau aku tidak sempat menjemputmu aku akan menyuruh sopir ku untuk mengantarmu pulang”
Sekali lagi Jodha akhirnya mengangguk membuat Jalal tersenyum penuh kemenangan.
“Aku hanya tidak ingin kau terlalu lelah sayang, jika menuruti kemauan ku maka aku tidak ingin kau bekerja di malam hari seperti ini, tapi pasti kau tidak akan mau menuruti ku, jadi menurutku inilah jalan tengah terbaik nya, aku mencintai mu sayang” Kata Jalal dalam hati.

^^^
Keesokan harinya,..
Pagi sayang” Sapa Jalal mesra pada Jodha seperti biasanya saat ia memasuki ruangan nya
“Pagi Jalal” Balas Jodha
“Kemarilah sayang” Kata Jalal menyuruh Jodha mendekati dirinya
“Ada apa? Jangan macam-macam Jalal, ini dikantor” Kata Jodha sedikit galak, walaupun pada akhirnya kakinya menuruti perintah Jalal
“As usual,, Hati dan mulutku selalu berdusta,,bodoh!” Batin Jodha saat ia sudah berada di samping Jalal
Jalal menepuk paha nya menyuruh agar Jodha duduk di pangkuan nya, Jodha yang melihat tingkah Jalal langsung melotot tajam padanya, untuk permintaan konyol Jalal yang satu ini Jodha tidak mau menurutinya, dengan cemberut Jodha membalikan tubuhnya dan menghentak-hentakan kakinya kembali menuju meja kerjanya, tapi baru berapa langkah ia meninggalkan Jalal, Jalal sudah memeluk tubuhnya dari belakang, Jodha diam dan akhirnya tersenyum dengan sikap Jalal yang jadi manja pagi ini.

Aku akan merindukan mu sayang” Kata Jalal berbisik di belakang Jodha
“Memangnya kau mau kemana, sepertinya kau tidak ada jadwal untuk bepergian jauh sekarang-sekarang ini” Jawab Jodha bingung, sebagai sekretaris Jalal, Jodha sangat tahu apa saja jadwal Boss nya ini
Jalal membalikan tubuh Jodha menghadapnya, tangan nya masih melingkar dengan posesif pada pinggang ramping Jodha
“Aku memang belum mengatakan nya padamu, aku juga baru tahu tadi pagi”
“Apa?” Tanya Jodha tidak sabar
“Papa ku, dia ingin mengangkat ku sebagai komisaris utama The Worlds”
“Waw,,Benarkah,, itu kabar baik Jalal” Kata Jodha bersemangat
“Ya,, itu kabar baik bahkan aku sangat senang mendengarnya tapi,,,”
“Tapi apa?”
“Untuk mendapatkan posisi itu, papa memberi ku tanggung jawab untuk membantu perusahaan milik orang tua Hasan dan Husen di New Zealand yang saat ini sedang dalam keadaan genting, orang tua Hasan Husen meminta bantuan pada papaku untuk membangkitkan kembali perusahaan mereka dan akhirnya sekarang akulah yang di serahi tanggung jawab itu oleh papa dan aku hanya diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan semuanya, katanya sebagai ujian terakhir buatku sebelum menjadi komisaris utama. Hhmm,,,” Jelas Jalal pada Jodha
Jodha tidak berkata apa-apa, ia menarik tubuh Jalal untuk lebih mendekat padanya dan memeluk erat Jalal mencoba memberi semangat padanya, Jodha mengelus punggung Jalal dengan sayang.
“Apa kau tidak apa-apa aku tinggal satu bulan ini sayang? Bagaimana kalau kau ikut saja denganku kesana?” Jalal menawarkan Jodha
“Hhmm,,, Tidak bisa Jalal, Bhaksi dan Javeda mereka sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan padaku dan mereka sudah meminta ku untuk tidak pergi kemana-mana sekarang, lagipula bukankah kita masih bisa berkomunikasi walaupun berjauhan”
“Yahh,,, Aku akan merindukan mu sayangku” Kata Jalal dan ia semakin mengeratkan pelukan nya pada Jodha
Aku juga dan cepatlah kembali”
Sore harinya Jalal sudah pergi menuju New Zealand diantar dengan isakan tangis Jodha yang membuat Jalal semakin berat meninggalkan nya, namun kata-kata terakhir dari Jalal mampu membuat Jodha tenang dan kembali ceria walaupun belum sepenuhnya
“Tunggu aku disini dengan cintamu sayang, aku akan segera kembali dan akan menjadikanmu milikku hingga kita tidak akan terpisahkan lagi kecuali atas kehendakNYA”
“Maksudmu?”
“Menjadikan mu Ny. Jalaludin Muhammad Akbar sayang” Kata Jalal dengan mencium singkat bibir Jodha
“Baiklah, aku akan menunggu saat-saat itu” Kata Jodha tersenyum lembut
“Jaga cintamu hanya untuk ku sayang, Jodha Aurora ku”
Jodha mengangguk, setitik air mata menetes di pelupuk matanya, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Jalal.

^^^

Hey,,,Kau sudah pulang Jodha?” Sapa Bhaksi pada Jodha setelah Jodha masuk ke appartement mereka
“Ya,,” Jawab Jodha dan ia mendekati Bhaksi yang sedang duduk santai di sofa
“Dimana Javeda, ah ya,, apa sih yang ingin kalian bicarakan padaku,,hmm” Tanya Jodha
“Javeda sedang diatas, lebih baik kau mandi dulu Jodha nanti setelah itu kita akan bercerita padamu, malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita Nona,,hehee”
“Hehehe,,Ada-ada saja,, baiklah, aku keatas dulu”

Satu jam berlalu,..
Kini Jodha, Javeda dan Bhaksi sedang duduk santai di ruang tengah appartement mereka sambil memakan makanan ringan dan minuman yang di beli Javeda tadi
“Ok,,Sekarang ceritakan padaku, ada apa dengan kalian, terserah siapa yang ingin berbicara duluan” Jodha mulai berbicara sambil meminum juice strawberry kesukaan nya, juice strawberry yang membuat ia dan Jalal untuk pertama kalinya saling berbicara walau berakhir dengan kekesalan Jalal karena tingkah arrogant Jodha saat itu (Ada yang masih ingat episode ini?)
Aku akan menikah” Kata Javeda dan Bhaksi serempak, membuyarkan lamunan nostalgia Jodha tentang Jalal
“WHATTT??!!” Jodha kaget ia sampai tersedak dan menumpahkan juice strawberry nya
Tidak hanya Jodha yang terkejut bahkan Bhaksi dan Javeda sendiri juga tidak menyangka mereka akan mengatakan hal yang sama.

- To Be Continue -

Seuntai Harapanku Part 33 - By : Erinda

2 comments:

  1. Mimin cantik.. next part please...... jangan lama yak. Hihihi.. addict bgt ini ff

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.