Seuntai Harapanku Part 34 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku Part 34 - By : Erinda



“WHATTT??!!” Jodha kaget ia sampai tersedak dan menumpahkan juice strawberry nya
Tidak hanya Jodha yang terkejut bahkan Bhaksi dan Javeda sendiri juga tidak menyangka mereka akan mengatakan hal yang sama
^^^
Mereka bertiga saling pandang dan sama-sama bingung
“Baiklah,, Kapan?” Tanya Jodha akhirnya setelah ia mulai bisa mengendalikan keterkejutan nya
“Bulan depan” Jawab Javeda dan Bhaksi dengan serempak lagi
Membuat Jodha mendengus kesal dan geleng-geleng kepala, sedangkan Javeda dan Bhaksi nampak salah tingkah sendiri
“Oke,,Nona-Nona cantik, one by one. Ok Javeda, explain me now” Kata Jodha pada Javeda

“Eem,,Aku akan menikah dengan Richard, dia seorang tourist langganan di travel agent kami, dia dari berasal Inggris, kami sudah mengenal cukup lama, dia seorang agent rahasia di negaranya dan dua minggu yang lalu dia sudah mengajak ku bertemu dengan keluarga nya. Yahh,, singkatnya kami memutuskan untuk meneruskan hubungan ini dalam sebuah ikatan suci pernikahan, oh ya,, Richard ternyata merupakan sahabat lama Jalal” Jelas javeda.
Jodha dan Bhaksi yang mendengar mengangguk mengerti

“Bhaksi” Lirik Jodha pada Bhaksi, menandakan ia meminta penjelasan dari Bhaksi sekarang

“Ya,,Aku akan menikah dengan anak pemilik boutique tempat ku bekerja, namanya Syarifuddin. Awal aku mengenal nya dia adalah seorang pria manja dan pemalas yang hanya mengandalkan harta orang tua nya, dia anak satu-satunya jadi aku cukup mengerti mengapa dia begitu manja, tapi saat kami mulai dekat dan dia menyatakan ketertarikan nya padaku, pelan-pelan aku meminta nya menjadi pria yang mandiri kalau mau serius denganku dan tak kusangka ternyata dia mau dan mulai merubah gaya hidupnya, jujur aku tersentuh dengan segala usahanya hingga kini dia sudah merintis usahanya sendiri, aku sangat senang dengan perubahan nya begitu pun dengan orang tuanya, hingga mereka meminta kami untuk segera meresmikan hubungan ini jadi kami memutuskan untuk menikah bulan depan” Jelas Bhaksi

Jodha menatap kedua sahabat nya dengan mata berkaca-kaca, ia bahagia mengetahui kedua sahabatnya akan menikah. Dengan lembut Jodha memeluk kedua sahabatnya dalam haru, Javeda dan Bhaksi juga membalas pelukan Jodha, mereka larut dalam tangis haru
“Selamat untuk kalian berdua, aku sangat bahagia mendengarnya dan semoga kalian selalu bahagia hingga hanya maut yang dapat memisahkan kalian. Aku sangat menyayangi kalian,,hiks,,hiks” Lirih Jodha dalam pelukan sahabatnya

“Aku juga sangat menyayangi mu Jodha dan kau Javeda. Kalian sudah seperti keluarga ku sendiri. Hiks,,Hiks” Kata Bhaksi dalam isaknya
“Aku bersyukur pada Tuhan yang sudah mempertemukan kita dan berbagi cinta dan kasih sayang selama ini, semoga kita bahagia selalu walau nanti sudah tidak bersama lagi. Dan kau Jodha, semoga segera menyusul kami dan menikah dengan Jalal secepatnya” Javeda mengeratkan pelukan nya
“Aamiin” Ucap mereka hampir bersamaan
^^^
Dan satu bulan pun telah berlalu, besok adalah hari pernikahan Javeda dan Bhaksi, ya mereka sepakat untuk menikah diwaktu dan tempat yang bersamaan besok, semua persiapan sudah 99.9% hanya tinggal menunggu kedua pengantin pria nya mengucapkan ijab kabul maka semua yang sudah direncanakan berjalan sesuai rencana. Semua ini tidak lepas dari bantuan Jodha.

Jodha lah yang selama satu bulan terakhir menjadi orang paling sibuk, dia ingin semua yang terbaik untuk pernikahan kedua sahabatnya, ia seperti WO dadakan dalam pernikahan ini membuat Javeda dan Bhaksi sangat terharu atas segala usaha dan bantuan Jodha.
Sekarang Bhaksi dan Javeda, mereka sedang berada di salah satu kamar hotel, hotel inilah yang akan menjadi saksi bisu penyatuan cinta suci mereka dengan pasangan mereka besok pagi, sedangkan Jodha ia sedang berada di balkon kamar mereka, sejak tadi ia sibuk dengan handphone miliknya, Jodha tengah berusaha menghubungi Jalal.

Entah kenapa sudah tiga hari ini Jalal sangat sulit untuk dihubungi bahkan ia hanya membalas pesan Jodha dengan singkat, tidak seperti biasanya. Jodha hanya ingin memastikan saja apakah Jalal akan hadir di acara pernikahan Bhaksi dan Javeda besok, lagipula calon suami Javeda –Richard- Juga merupakan teman lama Jalal, tidak usah dipastikan lagi seharusnya Jalal datang besok, tapi mengapa sekarang tiba-tiba Jalal jadi tidak bisa dihubungi begini. Jodha jadi gelisah dan memikirkan yang bukan-bukan tentang Jalal, ingin mengadu pada Bhaksi atau Javeda rasanya tidak mungkin, mereka berdua sedang diliputi rasa bahagia sekarang.

“Tidak mungkin aku membuat mereka ikut khawatir tentang sesuatu yang belum jelas seperti ini”  Batin Jodha saat ia masuk kembali kedalam kamar dan melihat Javeda dan Bhaksi sedang bersenda gurau bersama

“Kemarilah Jodha, mari kita habiskan malam ini hanya untuk kita bertiga” Seru Javeda senang
Jodha, Javeda dan Bhaksi larut dengan nostalgia dan rencana-rencana mereka nanti akan seperti apa hingga kantuk pun mulai datang dan mereka tertidur berdampingan dalam satu ranjang yang sama seperti biasanya saat mereka di appartement.
^^^
“Kau sudah siapkan tiket untuk ku ke Spanyol Barry?” Tanya Jalal pada salah satu assistant nya yang berada di New Zealand ini
“Sudah Mister, ini” Jawab Barry dengan menyerahkan tiket pesawat yang diminta Jalal
“Terima kasih, aku siap-siap sekarang” Pamit Jalal

Yah, pekerjaan Jalal di New Zealand sudah selesai sejak dua hari lalu, dan ia pun sudah menyerahkan kembali tanggung jawab perusahaan tersebut pada orang tua Hasan dan Husen, Jalal tidak bisa segera pulang karena ia masih harus mengadakan meeting dengan beberapa client yang sudah ada kerja sama dengan nya juga karyawan disana yang ingin membuat acara kecil untuk Jalal karena sudah berhasil mengangkat kembali perusahaan yang sudah hampir bangkrut itu dan membuat beberapa client kembali mempercayakan kerja sama dengan mereka.

“Ah ya Barry, terima kasih atas segala bantuan mu selama ini sebagai salah satu assistant ku disini. Aku memberikan mu cuti dua minggu dan bonus untuk mu. Temuilah Seila, aku sudah menyerahkan padanya” Kata Jalal tulus pada Barry
“Be-benarkah Mister. Terima kasih banyak Mister” Kata Barry senang dan tanpa sadar memeluk erat Jalal
“Ya. Hey,,tidak usah berlebihan seperti ini, nikmatilah itu hak mu” Kata Jalal kemudian
“Maaf Mister, saya hanya sangat bahagia”
“Kalau begitu aku bisa ikut party minggu depan” Gumam Barry namun masih terdengar oleh Jalal dan entah mengapa membuat Jalal ingin tahu party apa yang akan di ikuti oleh Barry itu
“Kau sudah punya rencana untuk party rupanya Barry” Kata Jalal
“Ah,,Mi-Mister, anda mendengar nya?” Kata Barry tidak enak
“Kalau boleh aku tahu, party apa itu?”
“Eemm,, Teman-teman ku mengadakan party di Alaska minggu depan untuk melihat fenomena Aurora disana, karena menurut beberapa sumber dan orang-orang yang pernah melihat Aurora secara langsung bahwa mulai minggu depan adalah waktu dimana Aurora biasanya akan muncul. Kami hanya penasaran saja seperti apa fenomena Aurora itu jika dilihat secara langsung” Jelas Barry panjang lebar, membuat Jalal tersenyum penuh arti dan seketika teringat akan Jodha Aurora kekasihnya yang sudah satu bulan ini tidak bertemu dengan nya, mendengar kata Aurora membuat Jalal merencanakan sesuatu untuk gadisnya itu. Ia sangat tahu kalau gadisnya itu sangat menyukai segala hal tentang Aurora.

“Baiklah, terima kasih banyak atas penjelasan mu. Aku permisi dulu”
“Baik, hati-hati Mister”

Jalal sudah meninggalkan kantor nya dan sekarang ia sudah berada di ruang tunggu Bandara untuk menuju pulang ke Madrid. Sebenarnya bisa saja Jalal menggunakan jet pribadi miliknya untuk kembali ke Madrid dan pasti itu akan lebih cepat sampai, tapi saat ini ia tidak bisa menggunakannya karena jet pribadi miliknya akan dipinjam oleh Javeda dan Bhaksi serta suami mereka besok untuk pergi ke suatu tempat untuk honeymoon.

Jalal melihat handphone nya, ia tersenyum melihat begitu banyak panggilan tak terjawab juga pesan yang tidak ia balas dari Jodha-nya, Jalal sengaja melakukan hal itu karena ingin hadir disana tiba-tiba hingga membuat Jodha terkejut, sebenarnya hanya Jodha yang tidak tahu kalau besok ia akan hadir di acara pernikahan itu, karena yang lain seperti Javeda, Bhaksi dan calon suami mereka sudah diberi tahu lebih dulu oleh Jalal bahwa ia pasti akan datang besok.

“Tunggu aku sayang, aku juga merindukan mu. Sangat” Kata Jalal, kemudian ia mencari sebuah kontak di handphone nya dan menghubungi nya
“Halo”
“Halo Jalal, aku baru saja akan menghubungi mu. Terima kasih banyak Jalal atas usaha mu membantu perusahaan papa kembali naik, semoga kau segera diangkat menjadi komisaris utama The Worlds” Kata Hasan di seberang sana, ya Jalal menghubungi Hasan karena ingin meminta bantuan untuk memuluskan rencana nya
“Aamiin.. Terima kasih, sudahlah jangan berlebihan seperti itu, semua itu juga tidak lepas dari karyawan disana yang ikut bekerja keras bersama denganku. Oh ya,, aku butuh bantuan mu dan Husen sekarang”
“Apapun bro, aku dan Husen siap membantu mu dan kali ini kami tidak akan minta apa-apa”
“Hahahaa. Bantu aku menyiapkan &^#@(*&($*%#@, dan waktu nya tidak lebih dari satu minggu. Aku ingin saat aku berada disana semuanya sudah beres”
“WOW,,, Rencana yang luar biasa, harus ku akui kau pria yang sangat romantis men. Baiklah, aku akan mendiskusikan nya dengan Husen dan kami akan memulainya segera”
“Ok, aku tunggu kabar baik nya. Bye”
“Siap. Bye”
^^^
Pagi harinya di kota Madrid, Jalal sudah berada di salah satu kamar hotel tempat acara akan di selenggarakan dan sampai detik ini pun Jodha masih belum tahu keberadaan nya.

“Jodha, kenapa wajahmu kelihatan murung seperti itu?” Tanya Bhaksi pada Jodha
Javeda dan Bhaksi sudah selesai di hias, mereka sangat cantik. Begitu pun dengan Jodha sebagai pendamping dari kedua pengantin itu, Jodha pun sudah selesai dihias
“Aku,,emm,,”
“Kau memikirkan Jalal?” Tembak Javeda langsung

Jodha mengangguk pelan dan berusaha tersenyum di tengah kegundahan hatinya karena sampai sekarang tidak kunjung ada kabar dari sang kekasih
Sedangkan Bhaksi dan Javeda masih berpura-pura tidak tahu dan seolah-olah ikut khawatir

“Hey,,Aku tidak apa-apa, sudahlah. Mungkin Jalal masih sibuk disana dan aku mengucapkan maaf atas ketidakhadiran nya di acara penting kalian hari ini. Ayo, sebentar lagi sudah waktu nya calon suami kalian mengucapkan ijab kabul” Ajak Jodha berusaha tegar
^^^
SAH. SAH. SAH
Resmilah kedua pasangan pengantin itu menjadi suami istri dalam ikatan bingkai suci pernikahan, air mata haru menetes di pelupuk mata pengantin wanita dan juga seorang gadis yang tidak lain adalah sahabat mereka, Jodha.

Kini tiba waktunya untuk resepsi pernikahan mereka, kedua pasang pengantin berada dalam satu pelaminan yang cukup besar dan sangat cantik, rona bahagia terus terpancar dari wajah mereka. Jodha masih tidak percaya kedua sahabatnya itu sudah menikah dan yang membuatnya lucu adalah mereka benar-benar menikah di waktu dan tempat yang bersamaan.

Jodha sedang berada di sebuah meja yang menyiapkan ice cream, ia mengambil satu cup dan mencicipinya. Ia melihat sekeliling dan tak sengaja matanya menangkap bayangan seseorang, seseorang yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan, Jalal. Namun ketika ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan menajamkan kembali penglihatan nya sosok tersebut sudah tidak ada lagi, menghilang entah kemana.

Tapi Jodha yang terlanjur penasaran, memutuskan untuk mencari sosok tersebut untuk memastikan apa yang tadi dia lihat hanya sebuah ilusi atau benar-benar kenyataan, namun belum sempat ia mencari lebih jauh, terdengar suara sang MC memanggil namanya.
“Nona Jodha”
Jodha langsung berbalik dan melihat MC tersebut, wajahnya tampak bingung seolah bertanya ada apa memanggilnya
“Kemarilah Nona, pengantin wanita kita Javeda dan Bhaksi mengharapkan anda menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa India” Kata MC lagi

Jodha yang masih terkejut dengan permintaan aneh kedua sahabatnya itu, tetap berjalan menuju panggung yang sudah disiapkan. Saat ia sudah berada di atas panggung, Jodha melirik pada kedua sahabatnya dan dibalas tatapan memohon dari mereka, Jodha dengan isyarat tangannya dan ekspresi wajahnya mencoba mengatakan pada mereka bahwa ia tidak bisa bernyanyi tapi Javeda dan Bhaksi seolah tidak perduli dan tetap meminta Jodha untuk bernyanyi. “Please” Kata Javeda dan Bhaksi dengan bibir mereka tanpa mengeluarkan suara membuat Jodha tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti mereka.

“Anda sudah siap Nona?” Tanya sang MC memastikan
“Si-siap” Jawab Jodha gugup
“Baiklah, ini lagu yang mereka minta untuk anda nyanyikan”

Jodha melihatnya dan keningnya mengernyit heran, ini adalah lagu duet antara laki-laki dan perempuan, dengan siapa ia akan menyanyikannya nanti, sedangkan yang ia lihat diatas panggung ini tidak ada orang lain yang sepertinya bersiap untuk bernyanyi mendampingi dirinya. Lagu yang harus Jodha nyanyikan adalah sebuah lagu romantis dari film Asshique2 yang berjudul “Chahun Main Ya Naa”, Jodha cukup tahu lagu ini karena memang ia suka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Bollywood, begitu pun dengan Javeda juga Bhaksi.

“Ini kan lagu untuk berduet, lalu dengan siapa aku akan bernyanyi nanti?” Tanya Jodha
Sang MC hanya tersenyum penuh arti pada Jodha dan turun dari panggung membiarkan Jodha dan para pemusik di belakangnya memulai persembahan mereka

Jodha semakin dibuat bingung saat music mulai mengalun, bagian awal lagu ini seharusnya dinyanyikan oleh laki-laki. “Bagaimana ini”  Batin Jodha.
 Jodha yang masih dilanda kebingungan nya Jodha seketika mencium aroma parfum maskulin dari seorang pria yang sangat dikenalnya dan tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan kokoh melingkari perutnya, seseorang sedang memeluknya dari belakang.

Dada Jodha berdebar, pipinya memanas hatinya berbunga-bunga saat dilihatnya pria yang memeluknya adalah Jalal, sang kekasih hatinya yang kini menatapnya penuh cinta dan  tersenyum dengan begitu mempesona padanya, jika tidak di hadapan orang banyak mungkin Jodha sudah berteriak kegirangan, tapi pada akhirna ia hanya bisa menahan gejolak di dadanya dengan susah payah. Sekilas ia melirik kearah Javeda dan Bhaksi, nampak kedua sahabatnya itu tersenyum dan mengedipkan mata padanya.

Sebenarnya ide untuk membawakan lagu itu dari Jalal.
Sebelum mulai bernyanyi Jalal mencium sekilas pipi Jodha yang merona sejak tadi kedatangan nya, betapa ia sangat merindukan segala yang ada pada gadis nya ini

Mens part
Tu hi ye mujhko bata de, Chahun main ya naa
Katakan saja padaku, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de, Chahun main ya naa
Beritahu aku maksud hatimu, Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Jalal bernyanyi masih dengan satu tangan memeluk mesra Jodha dari belakang, sedang satu tangan lagi memegang microfone untuk nya bernyanyi

Womens part
Tu hi ye mujhko bata de, Chahun main ya naa
Katakan saja padaku, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de, Chahun main ya naa
Beritahu aku maksud hatimu, Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Satu tangan Jodha berada diatas tangan Jalal yang melingkar posesif di perutnya, satu tangan nya sama dengan Jalal memegang micforone untuk nya bernyanyi, punggungnya ia sandarkan pada dada bidang Jalal yang berada di belakangnya,  mereka berdua sangat menikmati moment romantis ini.

Mens part
Itna bata doon tujhko chaahat  pe apni mujhko, Yun to nahi ikhtiyar
Biar aku memberitahu mu, Kalauu aku tak punya keyakinan dalam cintaku
Phir bhi yeh socha dil ne, Ab jo laga hoon milne puchhu tujh ek baar
Hati ini masih berfikir, Sekarang kalau kita disini kenapa tidak bertanya

Mixed
Tu hi ye mujhko bata de, Chahun main ya naa
Katakan saja padaku, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Hhmm,, Apne tu dil ka pata de, Chahun main ya naa
Beritahu aku maksud hatimu, Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Suasana romantis yang dibangun antara Jalal dan Jodha ternyata membuat banyak pasangan dari tamu undangan lain ikut larut bersama mereka, dengan alunan musik yang merdu para pasangan yang lain menggoyangkan tubuh mereka bersama, tidak terkecuali dua pasang pengantin di pelaminan sana

Mens Part
Aisi kabhi pehle hui naa thi khwaahishein
Aku belum pernah memilik hasrat seperti ini sebelumnya
Ohh,, Kisi se bhi milne ki naa kit hi koshishein
Aku belum pernah berusaha menemui seorang sekeras ini sebelumnya

Uljhan meri suljha de chahun man ya naa
Mengakhiri kebingunganku, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Aankhoon aankhoon mein jaata de, Chahun main ya naa
Ungkapkan melalui matamu, Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Jodha semakin terbuai dalam dekapan hangat Jalal yang semakin mendekatkan tubuh mereka

Women’s Part
Mere chhote chhote khwaab hain khwabon mein geet hain
Aku punya mimpi-mimpi kecil, Mimpi memiliki lagu
Geeton mein zindagi hai chaahat hai preet hai
Lagu yang memiliki kehidupan, cinta dan kasih sayang

Abhi main na dekhoon khwaab wo jin mein na tu milne
Aku tak bermimpi lagi itu tanpamu
Le khole honth maine ab tak the jo sile
Aku akhirnya bertanya, Apa aku terlalu jauh
Mujhko na jitna mujh pe utna iss dil ko tujh pe
Hatiku mempercayaimu lebih daripada diriku sendiri
Hone laga aitbaar tanha lamhon mein apne
Mulai mempercayaimu dalam kehampaan ku

Bunti hoon tere sapne tujhse hua mujhko pyaar
Mulai merangkai mimpi tentangmu, Aku jatuh cinta padamu
Puchungi tujhko kabhi naa, Chaahun main ya naa
Aku tak kan pernah bertanya lagi, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Tere khaabon mein ab jina, Chaahun main kyun naa
Aku ingin hidup dalam mimpimu, Karena aku menginginkannya

“You’re look so gorgeous tonight” Bisik Jalal membuat Jodha seolah melayang

Men’s Part
Tu hi ye mujhko bata de, Chahun main ya naa
Katakan saja padaku, Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de, Chahun main ya naa
Beritahu aku maksud hatimu, Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Di akhir lagunya Jalal melepaskan pelukan nya pada Jodha, ia menarik pinggang Jodha untuk menghadap padanya dan secepat kilat ia mencuri ciuman dari bibir manis gadisnya membuat Jodha kaget dan malu karena Jalal mencium nya di depan umum, ia menyembunyikan wajah nya yang semakin merona di dada bidang Jalal membuat para tamu yang hadir tertawa lucu melihat Jodha yang malu-malu pada kekasihnya sendiri.

“I Love you, sayangku” Bisik Jalal pelan di telinga Jodha
^^^
Setelah bernyanyi Jodha mengajak Jalal untuk mengucapkan selamat pada Javeda dan Bhaksi
“Aku sudah mengucapkan selamat pada mereka tadi sayang” Kata Jalal
“Hah? Kapan? Bukan kah kau baru saja datang?” Tanya Jodha tidak mengerti
“Hehehe,, Maafkan aku sayang, sebenarnya aku sudah sampai disini sejak tadi pagi bahkan aku menyaksikan mereka saat ijab kabul dan aku sudah ada disini sejak tadi” Kata Jalal sambil menjawil hidung Jodha
“Jadi,,Jadi,, Yang tadi aku lihat itu benar-benar dirimu? Kau tega sekali,,kenapa tidak langsung menemuiku tadi pagi dan kau juga tidak membalas pesan ku dan menjawab panggilan ku sejak kemarin” Rajuk Jodha dan membuat Jalal gemas padanya
“Maafkan aku sayang, aku hanya ingin menemuimu di moment romantis seperti tadi. Hahaa,, Entah itu menurutmu romantis atau tidak tapi aku senang melakukan hal-hal indah bersamamu seperti tadi, hanya bersama mu”
Jodha tidak menjawab namun ia menyunggingkan senyuman manisnya, ia suka mendengar kata-kata Jalal barusan padanya, ia merasa sebagai wanita yang begitu dicintai oleh kekasihnya ini
“I Love You” Kata Jalal. “Dan aku tidak akan bosan mengatakan itu padamu sayang”
“I love You too Jalal. Terima kasih”
^^^
Saat Jodha dan Jalal sedang duduk bersama di salah satu meja, sebuah suara menginterupsi mereka
“Maaf Tuan dan Nona, kalian diminta untuk naik ke pelaminan sekarang, ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan” Ujar seseorang tersebut
“Baiklah”
Jodha dan Jalal sudah berada di pelaminan bersama kedua pasang pengantin. Walau mereka berdua masih bingung untuk apa mereka diminta naik tapi mereka menikmatinya.
Syarifuddin yang merupakan suami Bhaksi mulai berbicara, ia mewakilkan diri untuk berbicara
“Selamat malam semua nya, terima kasih atas kesediaan kalian semua untuk hadir pada acara resepsi pernikahan kami malam ini” Semua tamu mengangguk dan tersenyum hangat padanya, begitu pun dengan Jalal dan Jodha
“Ehm,, Dan satu lagi khususnya kami ucapkan terima kasih pada Mr Jalal dan kekasihnya Miss Jodha.

Jodha merupakan sahabat terbaik dari Javeda dan Bhaksi, ia sangat banyak membantu dalam persiapan pernikahan kami hingga akhirnya terjadi malam ini, dan untuk Jalal kami benar-benar tidak menyangka bahwa ia sudah menyiapkan hadiah yang luar biasa untuk kami, dia memberikan kami hadiah pernikahan berupa pulau pribadi, sekali lagi terima kasih banyak Jalal. Semoga kau dengan Jodha segera menikah. Baiklah, hanya itu yang ingin kami sampaikan pada kalian semua dan nikmatilah pestanya. Terima kasih” Syarifuddin menutup sambutan nya
“Pulau pribadi?” Tanya Jodha pada Jalal
“Sudahlah sayang jangan berlebihan, sebelumnya aku memang pernah berjanji pada mereka untuk memberikan hadiah itu”
“Sebenarnya seberapa banyak harta yang kau miliki Jalal. Apa aku akan terkesan seperti penjilat jika aku bersanding bersama mu nanti”  Batin Jodha
“Kau bukan wanita seperti itu sayang” Kata Jalal
“Eh?”
“Hahaha,,, Ternyata kau begitu polos” Kata Jalal lagi sambil mencubit gemas pipi Jodha
^^^
Resepsi pernikahan Javeda dan Bhaksi telah selesai, kedua pasang pengantin sudah berada di kamar pengantin mereka yang berada di lantai paling atas hotel ini.
Sedangkan Jodha ia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di ranjangnya dan tak lama kemudian dia pun tertidur, Jodha kelelahan dengan segala aktifitas nya akhir-akhir ini dalam membantu menyiapkan pernikahan kedua sahabatnya, ia senang melakukan itu.
Dan  Jalal pun telah berada di dalam kamarnya, kamar Jodha dan Jalal berdampingan di hotel ini.
Sebenarnya Jalal juga sudah lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya, namun masih ada hal yang harus diketahuinya terlebih dulu dan membuatnya tenang, buru-buru Jalal meraih handphonen nya menghubungi seseorang.

Seuntai Harapanku Part 34 - By : Erinda

5 comments:

  1. Aaaaaaaa... suka bangeeeeeet <3 ayo mimin cantik.. semangat next partx jgn lama ya :D penasaran ngets ini dah. Bikin nagih bacax .. thank you

    ReplyDelete
  2. Aaaaaaaa... suka bangeeeeeet <3 ayo mimin cantik.. semangat next partx jgn lama ya :D penasaran ngets ini dah. Bikin nagih bacax .. thank you

    ReplyDelete
  3. Wow so sweetnya nggak ketulungan min, romantis buangeet, bikin ketagihan pengen baca terus, trimakasih mimin

    ReplyDelete
  4. Aaaa.....kira" apa yaa... Jalal Ngasih teMeNNya jodha aja Pulau pribadi.... Apa Laagii Jodha....gaaa kebayaNg....

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.