Rahasia Hati Part 1 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Rahasia Hati Part 1 - By : Erinda







Hai,,,Hai,,, Ada cerita baru lagi nih dari aku,..
Oke,, Saya cerita dulu ya biar gak bertanya-tanya lagi nantinya, cerita ini adalah sequel dari "Seuntai Harapanku", yaitu cerita dari Rajatha Putra Akbar anak dari Jalal-Jodha. So, nama pemeran utama dari cerita "Rahasia Hati" bukan Jalal-Jodha tapi Rajatha Putra Akbar dan Faridha Anggun, ehm,, namanya sih saya plesetin dikit dari nama asli mereka (Rajat - Paridhi), cast untuk cerita ini tetap memakai wajah magic couple kita hanya nama aja yang sedikit berbeda, semoga tetep suka ya dan kalau ada yang gak suka silahkan mundur teratur dan jangan memberi komentar yang "gak enak", be a smart reader guys. Sip,, Sekian dulu dari aku,, Muachh,,, *_^

-----------------------------------------------------------




“Saya terima nikah dan kawin nya Faridha Anggun Binti Hermawan dengan mas kawin tersebut, tunai”
SAH,,, SAH,,, SAAHHH
Resmilah kini Faridha Anggun menjadi seorang istri dari pria yang ada disampingnya, Ardhan Wijaya (Ehm,, Rajatha disimpen dulu di kamar Author,,hihihi)

Ardhan memakaikan sebuah cincin emas di jari manis Faridha dan begitu pun sebaliknya, tapi cincin yang dikenakan Ardhan bukan emas melainkan Titanium karena dalam islam seorang pria di haramkan untuk memakai emas, selesai memasangkan cincin ke jari suaminya, Faridha mencium tangan suaminya dan dibalas oleh Ardhan dengan mencium kening Faridha dengan takzim.

Resepsi pernikahan mereka tidak terlalu mewah, hanya di hadiri keluarga dan para sahabat dekat saja, kedua pengantin gugup dan canggung satu sama lain saat berdiri di pelaminan, itu wajar saja karena mereka hanya bertemu dua kali sebelum pernikahan ini berlangsung, ya mereka di jodohkan oleh kedua orang tua mereka yang sudah bersahabat sejak masih sekolah dulu.

Ardhan Wijaya adalah seorang pria dewasa yang sudah cukup mapan, dia juga baik dan dengan senang hati ia menerima saat orang tuanya ingin menjodohkan dirinya dengan Faridha, gadis yang belum pernah ia temui sebelumnya namun ia percaya apa yang orang tua pilihkan untuknya adalah yang terbaik.

Dan tidak jauh berbeda dengan Faridha Anggun yang juga berasal dari keluarga berada seperti Ardhan, ayahnya Hermawan adalah pemilik dari salah satu maskapai penerbangan swasta yang ada di Indonesia yang sangat diminati.
Faridha yang merupakan putri tunggal Hermawan sangat disayang oleh ayahnya karena memang sang bunda sudah meninggal tiga tahun yang lalu, dan sang ayah pun sudah menikah lagi, Faridha adalah seorang gadis cantik yang periang dan sangat manja dengan ayahnya walau terkadang ia kesal dengan ibu tirinya yang sering bersikap manis padanya hanya saat ada sang ayah tapi ia tidak ingin memperdulikan wanita ular itu, yang penting baginya adalah kasih sayang ayahnya yang tidak pernah berkurang padanya selama ini.

Hingga dua minggu lalu, ayah nya terjatuh di kamar mandi dan mengalami struk ringan, walau hanya struk ringan namun bagi Faridha itu sudah cukup mengguncang dunia nya yang selama ini baik-baik saja, kini sang ayah yang begitu dicintainya hanya terbaring lemah dan menggunakan kursi roda jika kemana-mana, permintaan sang ayah satu minggu lalu padanya adalah untuk segera menikah dengan pria yang sudah dipilihkan, Faridha yang terlalu menyayangi sang ayah langsung menerima lamaran itu tanpa membantah sedikitpun karena baginya senyum sang ayah adalah segalanya, lagipula tidak mungkin ayahnya ingin menikahkan ia dengan orang yang jahat.

Begitulah perjodohan singkat tersebut dan terjadilah pernikahan yang terlaksana pada hari ini, karena persiapan yang dilakukan begitu mepet maka mereka tidak bisa menyiapkan pesta besar untuk pernikahan Ardhan dan Faridha, rencana nya 3 bulan lagi baru akan di adakan resepsi besar-besaran untuk mereka dan Faridha berharap saat itu nanti sang ayah sudah pulih kembali.

Para tamu yang hadir tengah menikmati jamuan yang tengah disediakan, tampak pasangan pengantin tersebut tengah berbincang di pelaminan sana.
“Dik Faridha, apa kau bahagia hari ini?” Tanya Ardhan lembut pada Faridha
“Aku bahagia kak, tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain melihat senyum mengembang di wajah ayahku” Kata Faridha tersenyum
“Ya, aku pun begitu, melihat senyum dan tawa di wajah orang tua ku rasanya aku tidak ingin apa-apa lagi di dunia ini” Balas Ardhan
“Kak, walau kita belum lama mengenal, aku percaya kakak orang baik yang dipilihkan ayah untuk ku, tolong jangan pernah menyerah untuk mengajariku menjadi istri yang baik seperti yang kakak harapkan” Kata Faridha tulus
“Kita sama-sama belajar dik, kamu juga terus ingatkan kakak disaat kakak terlupa dan melakukan kesalahan, kakak harap pernikahan kita di ridhoi Allah dan cinta akan hadir seiring berjalan nya waktu nanti”
“Aamiin”

“Rasanya tidak sulit untuk mencintai gadis manis seperti mu Faridha, mari kita sama-sama mencobanya dalam ikatan suci ini”  Batin Ardhan

Kedua orang tua Ardhan dan Ayah Faridha begitu bahagia melihat anak-anak mereka yang mulai akrab dan sesekali tertawa disana.
“Aku tidak akan ada beban meninggalkan Faridha sekarang, dia sudah ada yang menjaga sekarang” Gumam Hermawan
“Apa yang kau bicarakan Hermawan, jangan berbicara sembarangan” Tegur Wijaya, ayah Ardhan
“Hhmm,,, Aku titip anak ku Wijaya, tolong jaga dan sayangi dia seperti anak kalian sendiri, sedari kecil aku dan bundanya sangat memanjakannya” Hermawan seakan tidak perduli teguran Wijaya padanya barusan
“Tentu saja aku akan menjaga dan menyayanginya, kami sudah mengenal putri cantikmu itu sejak ia masih kecil, kami sudah menganggapnya sebagai putri kami sendiri. Kau jangan bicara yang bukan-bukan Hermawan”
“Terima kasih, aku pegang janjimu Wijaya” Kata Hermawan sedang Wijaya menggeleng tidak mengerti apa maksud perkataan sahabatnya itu sejak tadi
^^^
Resepsi pernikahan sederhana Ardhan dan Faridha sudah selesai, haripun sudah menjelang sore, semua keluarga besar Hermawan dan Wijaya masih berkumpul di ruang tamu di rumah Hermawan.
Tampak mereka memberikan petuah dan nasihat untuk pasangan pengantin baru yang tampaknya sudah mulai akrab ini.

“Malam ini kalian akan menginap disini atau bagaimana?” Tanya Wijaya pada putra dan menantunya
Faridha diam dan menatap kearah suaminya, tentu saja ia akan mengikuti kemana sang suami akan pergi membawanya, ia tidak akan menolak walaupun berat sebenarnya berpisah dengan sang ayah
“Begini pah, jika ayah mengizinkan aku ingin membawa istriku ke appartement ku malam ini,,aku ingin,,emm,,kami,,” Ardhan merasa malu untuk mengatakan kalau ia ingin lebih dekat istrinya malam ini di malam pertama mereka tanpa ada yang menganggu
Tapi tanpa dikatakan oleh Ardhan pun semua orang yang ada di ruangan itu mengerti maksud Ardhan, mereka tersenyum bahkan ada yang tertawa kecil melihat kegugupan Ardhan dan wajah merona Faridha
“Tidak usah meminta izin nak, Faridha sudah sah menjadi istrimu, kaulah yang berhak atasnya” Kata ayah Faridha akhirnya
“Te-terima kasih ayah” Jawab Ardhan akhirnya
Faridha langsung mendekati ayahnya dan duduk bersimpuh di depan kursi roda sang ayah dan merebahkan kepalanya di atas lutut sang ayah
“Heyy,,, Apa ini, kenapa putri cantik ayah menangis,,hmm.. Kau harus bahagia sayang, kau sudah menjadi seorang istri sekarang, suami mu yang akan menggantikan ayah dalam menjaga dan menyayangimu mulai sekarang, ayo,,, mana senyum manismu yang selalu ayah sukai itu,,hmm” Bujuk Hermawan lembut pada putri tercintanya, tangannya mengelus kepala Faridha
“A-ayahh,,, Hiks,,Hiks.  Entah mengapa aku merasa kalau kita akan berpisah jauh, aku takut tidak bisa melihat ayah lagi”
“Kita akan sering kemari Faridha” Sahut Ardhan mencoba menenangkan istrinya
“Putriku, walau ayah sudah tidak berada disisimu lagi tapi percayalah ayah selalu dekat denganmu, ayah dan bunda selalu ada dihatimu sayang” Hermawan mengecup kening Faridha lama, tampak setetes air mata mengalir di pelupuk matanya, Faridha memeluk erat sang ayah, perasaannya benar-benar tidak enak, ia ingin merasakan pelukan hangat ayahnya seperti ini terus
^^^
Setelah sholat maghrib berjamaah dan berpamitan pada seluruh anggota keluara, Ardhan mengajak Faridha pergi ke appartementnya yang sudah disiapkan untuk malam pertama mereka.

“Kau masih sedih dik” Tanya Ardhan pada Faridha, kini mereka sudah dalam perjalanan menuju appartement menggunakan mobil Ardhan
“Sedikit, Maaf kak” Kata Faridha, ia merasa tidak enak pada suaminya
“Tidak apa-apa dik, itu wajar tapi kakak harap kesedihan mu jangan berlarut-larut yah, ingat sekarang ada kakak yang selalu disisimu menggantikan ayah” Kata Ardhan, sebelah tangannya menggenggam tangan Faridha memberinya ketenangan
“Terima kasih kak”

Selang berapa menit kemudian, handphone Faridha berdering
“Siapa dik?” Tanya Ardhan menoleh pada Faridha dengan masih memperhatikan jalan di depan nya
“Tante Nora kak” Jawab Faridha
Tante Nora adalah ibu tiri Faridha, Faridha tidak pernah mau memanggil ibu pada wanita itu
“Oh,, Angkatlah kalau begitu” Kata Ardhan, Faridha mengangguk dan menerima panggilan tersebut

“Ya Tante, ada apa?” Tanya Nora to the point karena ia sangat malas jika berbicara dengan Nora
“Faridha,,itu,,ayahmu,,dia,,Hiksss,,,”
“Ayah? Kenapa dengan Ayah?”
“Dia,,,”
“TANTE PLEASE !!” Bentak Faridha di telephone membuat Ardhan menoleh kearah Faridha, detak jantung Faridha seolah berhenti dan perasaannya semakin tidak enak
“Ayah,,Ayahmu,, Terkena se-serangan jantung mendadak Faridha, mertuamu sudah membawanya ke rumah sakit, mereka baru saja pergi,,, ayahmu mungkin,,,hikss,,”
“TIDAKK,, Tante jangan coba-coba membohongiku”
“Aku tidak bohong Faridha, kau boleh telephone mertuamu kalau tidak percaya” Dan Nora langsung menutup panggilan nya

Handphone ditangan Faridha langsung terlepas, dadanya terasa sesak seketika, tatapan matanya kosong, tidak ada ekspresi di wajahnya membuat Ardhan yang sedari tadi memperhatikan Faridha nampak cemas dan bingung, Ardhan ingin menepikan mobilnya namun tidak bisa karena keadaan jalan yang sangat ramai dan mobil mereka berada di jalur cepat saat ini.
“Ada apa dik? Apa yang dikatakan tante Nora? Apa ayah baik-baik saja?” Tanya Ardhan yang penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya
Faridha tidak mampu mengeluarkan suara, jiwa Faridha seperti melayang entah kemana meninggalkan raga yang hanya diam bak patung
“Baiklah, kakak akan mencari celah untuk berhenti, kau tenang dulu ya dan bicara pada kakak apa yang sebenarnya terjadi” Ardhan mencoba melambatkan laju mobilnya dan memberi tanda bahwa mobilnya akan bergeser ke jalur lain namun belum sempat mobil menepi tiba-tiba Faridha berteriak keras dan meronta tidak jelas, ia seperti kembali ke kesadarannya.
 
“Ayaahhhhh,,,, Ayaahhh,,,,, Aarrgghhh” Teriak Faridha
Teriakan dan reaksi tiba-tiba dari Faridha sontak membuat Ardhan kaget dan gerakan-gerakan tangan Faridha tanpa sengaja membuat Ardhan hilang kendali dengan kemudinya, reflek Ardhan menekan rem tapi ternyata dari belakang ada sebuah truk yang berada dekat dengan mobil mereka dan sang sopir truk pun tidak sempat menginjak rem lagi karena jarak mobil mereka yang sudah sangat dekat hingga terjadilah kecelakaan naas itu, mobil yang di kemudikan Ardhan masuk kesebuah jurang karena terdorong truk dari arah belakang, Ardhan berusaha mendorong Faridha keluar dari mobil untuk menyelamatkannya
 
“Arrgghhh,,, Kakak,,, Aaaaa” Faridha berhasil terdorong keluar, Faridha berguling, ia menutupi wajahnya yang berlumuran darah, entah apa yang terjadi padanya
Sedangkan mobil yang masih berisi Ardhan terus melaju kencang dan “BRAAAKKK” mobil tersebut menabrak sebuah pohon dan berhenti seketika
Jarak antara Faridha dan Ardhan cukup jauh dan kini mereka sama-sama dalam keadaan yang cukup mengenaskan dan tidak sadarkan diri.

^^^
“Dimana aku? Ayah? Kak Ardhan,,, Aahh,, Kepala ku”
“Non,, Non Faridha udah sadar Non?”
“Bi Min?”
“Iya Non, ini Bibi. Bibi panggilkan dokternya dulu ya, non Faridha tunggu sebentar disini”
“Bi,, Ke-kenapa gelap,, ini,, mataku,, kenapa di perban seperti ini?” Kata Faridha panik

-To Be Continue-

Rahasia Hati Part 1 - By : Erinda

2 comments:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.