Seuntai Harapanku - Extra Part - By : Erinda - ChusNiAnTi

Seuntai Harapanku - Extra Part - By : Erinda




 Hai,,,Hai,,, Saya datang lagi, semoga masih ada yang mau baca yang extra part dari Seuntai Harapanku, Maaf lama kasih extra part nya karena kemarin lappy ku sempet masuk UGD,, Hehehe,,, Lets check it out,, Happy reading,, (^_^)
 ========================
Satu minggu setelah pernikahan Jalal dan Jodha di Alaska, kini mereka telah kembali ke Spanyol, sebenarnya Jalal masih sangat ingin berlama-lama disana bersama Jodha, menikmati waktu pribadi hanya dengan sang istri namun Jodha kekeuh ingin segera mereka kembali ke Spanyol, karena dua hari lagi akan diadakan acara pengangkatan Jalal secara resmi sebagai komisaris utama The Worlds dan Jodha tidak mau Jalal menjadi contoh yang tidak baik untuk para karyawan nya karena terlambat di acara resmi untuk dirinya sendiri.

“Baiklah sayang, masih ada dua hari lagi sebelum acara itu berlangsung, apa yang akan kita lakukan sekarang,,hmm” Kata Jalal pada Jodha, kini mereka sedang berada di appartement Jodha dan tengah berbaring santai
“Istirahatlah Jalal, setelah perjalanan kita tadi aku yakin kau masih merasa jetlag sekarang” Jawab Jodha, tangan nya mengelus lembut dada bidang Jalal memberi ketenangan
“Hanya istirahat?” Tanya Jalal tidak percaya
“Ya,, Memangnya apalagi?” Tanya Jodha balik, tidak mengerti
“Hhh,, Ternyata istriku memang sangat polos ya” Jalal memeluk Jodha dan menjawil hidung bangir istrinya
“Kau saja yang terlalu aneh-aneh” Sungut Jodha, namun ia membalas pelukan hangat suaminya, pelukan ternyaman yang mulai ia rasakan selama seminggu ini semakin membuatnya ingin terus berlama-lama dalam pelukan posesif suaminya ini
“Hahaha,,, Oh ya sayang, kenapa kau ingin kita menginap di appartement mu ini, kenapa tidak ke rumahku saja”
“Hhmm,, Aku hanya ingin menikmati hari-hari terakhirku disini bersama suamiku sebelum nanti kau membawaku ke rumahmu, appartement ini penuh dengan kenangan, dia adalah saksi bisu dalam perjuanganku selama tinggal di negeri orang juga appartement ini memiliki kenangan-kenangan indah bersama orang-orang yang berarti dalam hidupku, anak-anakku, Javeda, Bhaksi dan sekarang aku ingin appartement ini juga menyimpan kenangan indahku bersama suamiku walaupun hanya beberapa saat”
“Ohh,,Eemm,, Bagaimana kalau kita melakukan “sesuatu” yang akan membuat appartement ini semakin banyak kenangan indahnya tentang kita” Kata Jalal menggoda, ia mulai menghujani wajah Jodha dengan ciuman-ciuman
“Ja,,,lal” Lirih Jodha tidak tahan dengan godaan suaminya
“I want you Jodha Aurora,, Always” Bisik Jalal mesra di telinga istrinya
“Me too my hubby” Balas Jodha malu-malu, ia melingkarkan tangan nya di leher suaminya membuat Jalal tersenyum lebar akan undangan istrinya.
***
Keesokan harinya,..
“Kau sudah siap Jalal?” Tanya Jodha
“Hhh,, Sayang, apa kau tidak ada panggilan lain untuk suami mu ini,,hmm” Ujar Jalal
“Eem,, Memangnya,, Kau mau di panggil apa?”
“Sayang, sama seperti aku memanggil mu”
“Eemm,, Aku,,”
“Cobalah”
“Sa,,,sa,, say-ya-ng” Kata Jodha dengan terbata, ia malu
“Ucapkan dengan tulus sayang” Jalal mengelus lembut pipi Jodha yang kini sudah memerah
“Sa,, Sayang” Kata Jodha tulus namun setelah itu ia langsung menyembunyikan wajah nya di dada suaminya, ia benar-benar malu sekarang, entah malu karena apa
“Hehehe,,, Terima kasih sayang, kau harus membiasakan nya mulai sekarang” Kata Jalal dan membalas memeluk istrinya

Jalal dan Jodha sudah berada di The Worlds, tadi mereka berangkat bersama dan tentu saja mengundang beberapa pertanyaan dari para karyawan yang melihat mereka, walaupun sebelumnya Jalal dan Jodha memang dekat tapi kali ini terasa berbeda apalagi selama satu minggu kemarin mereka sama-sama tidak terlihat di kantor, Jalal tidak menggubris tatapan para karyawan nya ia dengan santainya tetap menggenggam mesra tangan istrinya, sedangkan Jodha ia hanya menunduk berusaha menghindari tatapan penuh tanya mereka.

Jodha yang memang meminta Jalal untuk tidak memberitahukan kalau mereka sudah menikah sampai acara pengangkatan Jalal lusa nanti, ia ingin semua orang ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan acara itu tanpa sibuk bergosip ria tentang dirinya juga Jalal, nanti setelah acara itu selesai terserah Jalal kapan ingin mengungkapkan nya.

“Jalal” Panggil Jodha saat mereka sudah berada di dalam ruangan Jalal
Jalal diam saja tidak menghiraukan panggilan Jodha, ia berjalan menuju meja kerja dan membuka laptopnya, Jodha melongo tidak percaya tumben sekali Jalal cuek padanya seperti ini
“Ja,,,” Jodha teringat sesuatu, ia menggigit bibir bawahnya
“Ehmm,, Say,,yang” Panggil Jodha akhirnya
Jalal tersenyum dalam hati, tapi ia tetap masih diam
Jodha menghampiri Jalal dan berdiri disamping kursi kebesaran suaminya, dengan sedikit kaku Jodha memberanikan diri untuk duduk di pangkuan suaminya yang seketika membuat Jalal kaget namun tidak lama karena setelah itu wajahnya terlihat sumringah dengan apa yang dilakukan istrinya sekarang
 
“Sayang” Panggil Jodha lagi, ya dia memang harus membiasakan lidahnya untuk mengucapkan kata itu, bukankah ia juga senang saat Jalal memanggilnya dengan sebutan sayang, maka sudah selayaknya suaminya juga merasakan hal yang sama dengan dirinya
“Ada apa sayang” Kata Jalal, tangannya melingkar di pinggang ramping istrinya
“Eumm,, Saat kita di Alaska, kau pernah mengatakan padaku kalau untuk resepsi pernikahan kita nanti semua aku yang mengaturnya”
“Ya, lalu?”
“Begini,, aku,,” Jodha tiba-tiba diam, dia jadi ragu untuk menyampaikannya pada Jalal
“Katakan saja sayang, jangan sungkan pada suamimu sendiri,,hmm” Kata Jalal dan ia mencium sekilas kening istrinya yang terlihat berkerut karena sedang memikirkan sesuatu
“Aku,, Aku,, ingin kita merayakan resepsi pernikahan kita di,,di Indonesia, aku rindu Negeri kita juga  kota kelahiranku, Bali, bagaimana?”
“Benarkah, kau merindukan Indonesia? Kau sudah ingin kesana”
“Iya,, Bagaimanapun aku orang Indonesia, biarpun aku jauh dari Negaraku tapi aku selalu merindukannya, memang aku sempat takut untuk kembali kesana karena akan teringat segala kenangan buruk selama disana, namun sebenarnya tidak semua buruk, banyak juga hal-hal indah yang kualami disana, apalagi saat-saat aku masih tinggal di Bali bersama ayah dan ibu, eemm,, satu hal lagi yang tidak bisa kupungkiri aku untuk pertama kalinya bertemu dengan pria yang kucintai juga disana dan kini pria itu sudah menjadi suamiku yang selalu menghujaniku dengan cinta dan kebahagiaan”
Jalal tersenyum lebar mendengarnya, hatinya berbunga-bunga mendengar pernyataan istrinya barusan, ia membawa Jodha semakin dalam kepelukannya.
“Apa kau tidak keberatan?”
“Tentu saja aku tidak keberatan sayang, kapan kau ingin kita melaksanakan nya?”
“Bagaimana kalau akhir minggu ini, aku sudah sangat merindukan suasana disana”
“Baiklah sayang, nanti aku akan menghubungi orang-orang yang berkompeten untuk membantu mu menyiapkan semuanya”
“Sayang,,” Panggil Jodha lagi
“Hhmm…”
“Tapi untuk kali ini, aku ingin kita sedikit lebih lama tinggal disana, tidak apa-apa kan?”
“Wow,, Apa sekarang kau selalu ingin bersamaku istriku tanpa ada yang menggangu?” Kata Jalal menggoda
“Jangan menggodaku” Rutuk Jodha
“Tapi benarkan” Jalal masih belum berhenti
“Terserah. Bisa atau tidak” Kata Jodha sedikit kesal
“As your wish madam, anything what you want, I am yours”
“I love you sayang” Kata Jodha akhirnya, ia mencium bibir Jalal yang dibalas dengan penuh cinta oleh sang suami
***
Hari pengangkatan Jalal sebagai komisaris utama The Worlds, semua karyawan, client dan wartawan sudah memenuhi The Worlds sejak pagi.

Tampak Jalal sedang berdiri di sebuah podium, saat ini ia tengah memberikan kata sambutan bukan sebagai seorang CEO namun sebagai Komisaris Utama The Worlds, tampak kedua orang tua Jalal, sang istri Jodha duduk di barisan paling memperhatikan dengan seksama apa yang sedang di sampaikan Jalal.

“Ok, last but not least saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah menikah dengan seorang gadis cantik minggu lalu, Jodha Aurora. Kemarilah sayang” Jalal menatap Jodha mesra dari atas podium, memang kata-kata Jalal dalam memperkenalkan Jodha sebagai istrinya tampak begitu formal dan sangat singkat tapi begitulah Jalal, dia tidak ingin orang yang tidak berkepentingan tahu bagaimana kehidupan pribadinya, sudah cukup baginya orang tahu kalau ia sudah menikah, mereka tidak perlu tahu alasan atau hal-hal lain di balik itu semua

Jodha melangkah dengan anggun menuju podium dimana suaminya tengah menanti dengan gagahnya, Jodha tersenyum manis pada semua karyawan yang menatapnya.
“Aku mencintaimu sayang, Selalu” Bisik Jalal dan mencium hangat kening istrinya, dan riuh tepuk tangan dari para hadirin menggema di ruangan itu
***
“Bagaimana persiapan acara resepsi kita sayang” Tanya Jalal saat mereka sudah berada di dalam jet pribadi Jalal, kini mereka sedang dalam perjalanan dari Spanyol menuju Bali.

Jalal memang tidak terlalu mengikuti persiapan resepsi pernikahannya karena Jodha juga tidak memberitahunya dan tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya, Jodha sangat tahu dihari setelah Jalal menjabat sebagai komisaris utama, suaminya itu sangat disibukan dengan beberapa proyek besar baik di dalam maupun luar negeri dan karena memang kinerja Jalal yang tidak diragukan lagi ia mampu menyelesaikan semua pekerjaannya kemarin sehingga ia bisa membebaskan diri dari The Worlds untuk waktu yang cukup lama, sesuai permintaan Jodha.

“Sudah selesai semua” Jawab Jodha singkat, ia mulai memejamkan matanya karena mengantuk dan lelah akan persiapan yang dilakukannya beberapa hari ini, memang waktunya sangat mepet namun Jalal benar-benar menyiapkan orang yang berkompeten di bidangnya dalam membantu Jodha hingga ia bisa menyelesaikannya tepat waktu
“Kau mengantuk” Tanya Jalal, dengan membelai lembut kepala Jodha yang berada di atas dadanya
Jodha hanya mengangguk lemah sebagai jawaban atas pertanyaan Jalal
“Tidurlah” Kata Jalal lembut, ia pun ikut tertidur bersama istrinya

“Sayang” Panggil Jodha, kini Jodha sudah terbiasa memanggil suaminya dengan sebutan sayang
“Eegghhh” Jalal menggeliat dengan tangan yang tidak lepas memeluk Jodha
“Sebentar lagi kita sampai sayang, bangunlah” Kata Jodha lagi
Jalal bergeming, ia masih memejamkan matanya dan bergumam tidak jelas dalam tidurnya membuat Jodha tersenyum geli melihat tingkah suaminya
 
Jodha mendekatkan wajahnya ke wajah Jalal, dengan malu-malu ia mencium lembut wajah suaminya membuat Jalal akhirnya membuka mata dan tersenyum melihat wajah yang selama hampir dua minggu ini menjadi wajah pertama yang ia lihat saat bangun dari tidur
“Kau mencuri ciuman dariku lagi sayang” Goda Jalal dengan suara serak khas bangun tidurnya
“Mau bagaimana lagi, kau sangat susah dibangunkan”
“Hahaha,,”
“Ya sudah, bersiaplah sayang sebentar lagi kita akan mendarat”
***
Malam resepsi,..
Tamu undangan mulai berdatangan menghadiri acara resepsi pernikahan Jalal dan Jodha, termasuk semua anggota keluarga juga sahabat dari kedua belah pihak telah hadir disana, tenyata Jodha tidak memilih untuk merayakan acaranya di sebuah gedung atau hotel namun ia memilih untuk merayakan acaranya di pinggir pantai, pantai Nusa Dua Bali tepatnya. Pantai yang sudah disulap seperti kebun bunga semakin menambah kesan romantis bagi siapa saja yang melihatnya
Bukan tanpa alasan Jodha memilih pantai ini untuk tempat resepsinya, tempat ini memiliki sejuta kenangan indah masa kecilnya saat ia masih berada di Bali, hidup dengan penuh kasih sayang dari kedua orang tua yang harmonis serta memiliki banyak teman juga seorang sahabat tercinta yang tidak akan pernah dilupakan nya, Rukayah. 
Pantai ini seringkali menjadi tempat tujuan kedua orang tua Jodha dan orang tua Ruk untuk mengisi liburan mereka, pantai ini tidak kalah cantiknya dengan Kuta Bali yang sudah lebih dulu tersohor di dunia, selain itu pantai ini sangat bersih.

Jalal dan Jodha sudah berada di pelaminan mewah diatas pasir putih, tampak wajah kedua mempelai ini sangat bahagia diatas pelaminan cantik yang bernuansa Pink dan Putih itu, di sela-sela mereka menyalami para tamu undangan, Jodha sesekali mencuri pandang kearah suaminya, Jalal memang selalu terlihat tampan, tapi malam ini demi apapun Jalal begitu mempesonanya hingga terkadang Jodha  was-was jika Jalal bersalaman dengan para tamu undangan wanita yang menatapnya penuh minat.

“Menikmati ketampananku Nona? Suami mu ini memang tampan sayang” Kata Jalal yang akhirnya menangkap basah Jodha yang sedang menatap lekat padanya
“Eeumm,,, itu,, hanya,, aku hanya,,,” Gugup Jodha
CUP
Jalal mencium cepat bibir Jodha, tak disangka ternyata ciuman singkat Jalal tersebut mengundang sorakan riuh dari para tamu undangan, mereka pun menggoda pasangan pengantin yang sekarang terlihat malu-malu.

“Baiklah,, Para hadirin sekalian, perkenalkan nama saya Bhaksi, wanita cantik yang sedang berbahagia di pelaminan itu adalah sahabatku. Jodha, biarkan aku menyanyikan sebuah lagu untukmu malam ini, lagu lama yang mungkin akan mengingatkan mu pada kenangan manis mu sewaktu kecil. Semoga kau menyukainya sahabatku” Kata Bhaksi mengakhiri basa-basi nya sebelum ia mulai bernyanyi, sekilas ia melirik kearah Jodha tersenyum dan dibalas senyuman pula oleh Jodha

“Lagu apa itu sayang?” Tanya Jalal penasaran
“Entahlah, Mungkin Balonku” Jawab Jodha bergurau pada suaminya

Saat musik mulai mengalun, barulah Jodha menyadari lagu apa yang akan dinyanyikan Bhaksi. Yah, Bhaksi benar lagu itu adalah lagu kenangan nya sewaktu kecil, itu lagu berbahasa inggris pertama yang Jodha dan Ruk tahu bahkan mereka langsung hafal lagu tersebut hanya dalam waktu dua hari walaupun pada saat itu mereka tidak tahu apa artinya, lagu itu sangat popular di zaman nya terutama di Bali sendiri, hanya orang tertentu saja yang sangat tahu Jodha menyukai lagu itu, ia melihat sekitar dan melihat Bibi Anga tersenyum padanya. “Terima kasih” Kata Jodha pelan pada bibi Anga, pasti bibi Anga yang sudah memberitahu pada Bhaksi.

Lagu mulai memasuki bait pertama (DenpasarMoon – Maribeth)
Denpasar moon, shining on an empty street
I returned to the place we used to meet
Denpasar moon, shine your light and let me see
That my love is still waiting there for me

“DenpasarMoon?” Tanya Jalal pada Jodha yang tampak sangat menikmati bait demi bait lagu yang tengah dinyanyikan sahabatnya
“Ya” Jawab Jodha singkat, sesekali Jodha memejamkan matanya, ia mencoba memutar ulang memori kenangan-kenangan manis yang masih diingatnya
“Aku sangat menyukai lagu ini, sayang” Kata Jodha lagi
“Kau teringat masa lalu mu?” Tanya Jalal lagi
“Ya, masa lalu yang indah saat masih disini” Kata Jodha menatap Jalal, matanya mulai berkaca-kaca
Jalal mengangguk, ia mencium tangan Jodha yang berada di genggaman nya

I saw you standing there
Through the rain I saw you turn and smile
Were you waving to me
Through the rain I ran across the street.

“Aku baru tahu ternyata suara Bhaksi bagus juga” Kata Jalal lagi
“Dia memang penyanyi, menyanyi adalah pekerjaan paruh waktunya saat kami masih hidup bersama di Spanyol” Jodha menjelaskan

But you were gone, there was no one
You had vanished with my dreams.

Tiba-tiba Bhaksi sudah berada diatas pelaminan, ia tampak memberikan microfon pada Jodha mengajaknya untuk berduet bersama menyanyikan lagu tersebut, dan dibawah terangnya sinar bulan kota Denpasar Jodha bernyanyi.

Denpasar moon, shining on an empty street
I returned to the place we used to meet
Denpasar moon, shine you light and let me see
That my love is still waiting there for me


But you were gone, there was no one
You were gone, flying homeward
You were gone, there was no one
You had vanished with my dreams

Denpasar moon, shining on an empty street
I returned to the place we used to meet
Denpasar moon, shine your light and let me see
That my love is still waiting there for me
That my love is still waiting there for me

Denpasar moon,,,
***
Satu tahun kemudian,..
Oeekk,,,Oeekk
Tangisan bayi terdengar dari dalam box bayi yang berada disamping tempat tidur besar kamar itu, tampak seorang wanita bergegas menghampiri bayi tersebut lalu menggendongnya dengan sayang.
 
“Heyy,,, anak mama yang tampan, kenapa sayang,,hhmm,,,” Kata sang wanita dengan menimang-nimang sang buah hati untuk menenangkannya
“Apa jagoanku terbangun sayang?” Tanya seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia langsung menghampiri anak dan istrinya, permata hati yang paling berharga dalam hidupnya
“Sini sayang sama papa ya nak” Pria itu mengambil alih sang bayi kedalam gendongannya
Tak berapa lama bayi tersebut diam dan kembali tertidur dalam gendongan sang ayah
Bayi tampan itu sudah di letakan lagi kedalam box bayi agar bisa tidur lebih nyaman

Yah, mereka adalah pasangan muda Jalaludin Akbar dan Jodha Aurora, serta buah hati mereka yang baru berusia dua bulan bernama Rajatha Putra Akbar

“Hhh,,, Dia memang anakmu, begitu kau menggendongnya sebentar dia langsung diam dan tidur lagi” Kata Jodha pada Jalal saat Rajatha sudah diletakan kedalam box bayi
Jalal menggeleng dan tersenyum mendengar perkataan Jodha, ia pun menghampiri istrinya yang kini telah berada di balkon kamar mereka
“Kau ini lucu sekali sayang, kalau dia bukan anak ku lalu dia anak siapa,,hmm” Balas Jalal yang kini tengah memeluk Jodha dari belakang
“Dia juga anak ku, sepertinya dia lebih sayang padamu” Kata Jodha tidak mau kalah
“Hahaha,, Jadi kau cemburu pada putramu sendiri sayang? Ya Tuhan” Kata Jalal dan akhirnya mereka pun tertawa bersama menyadari pembicaraan konyol mereka barusan tentang bayi mereka.

Jodha menolehkan wajahnya kesamping melihat suaminya, Jalal menundukan wajahnya untuk juga melihat wajah istrinya, semakin dekat hingga deru nafas saling menerpa kulit wajah, mereka memejamkan mata menikmati keintiman yang terjadi saat ini, sesekali Jalal dan Jodha tersenyum dalam ciuman penuh cinta yang mereka ciptakan.

“Apa sudah boleh?” Tanya Jalal sesaat setelah dia melepaskan ciuman nya
Jodha yang mengerti maksud suaminya, membalikan tubuhnya menghadap Jalal dan mengangguk sebagai jawabannya
Dibawah sinar rembulan malam ini wajah Jodha semakin terlihat cantik dan membuat Jalal tidak sabar untuk segera membawa istrinya ke peraduan cinta mereka dan memadu kasih bersama

“Sayang” Panggil Jodha sesaat setelah mereka melakukan “kegiatan” barusan
“Hhmm” Jawab Jalal sambil menyelipkan rambut Jodha ke belakang telinganya
“Jika aku mengingat waktu pertama kali kita bertemu rasanya tidak mungkin sekarang kita bisa terikat menjadi sebuah keluarga kecil yang bahagia seperti ini, maafkan atas kebodohan ku dulu sayang” Kata Jodha tulus dengan semakin merapatkan tubuhnya dalam dekapan posesif sang suami, Jodha kembali meneruskan “Kisah kita dimulai dengan sebuah kekacauan sayang dan saat kita bertemu lagi seuntai harapanku waktu itu hanyalah mendapatkan maaf darimu dan,,,”
“Dan kau tidak hanya mendapat seuntai maaf tapi kau juga mendapatkan serangkaian cinta yang tidak akan pernah putus dariku Jodha Aurora, Sayangku” Jalal memotong kata-kata istrinya
“Aku mencintaimu Jodha-ku”
“Aku juga mencintaimu Jalal-ku”
======================================
Dengan adanya extra part ini maka FF Seuntai Harapanku Selesai Habis Tamat Kelar Rampung Berakhir Tuntas disini. Sekali lagi terima kasih banyak untuk semua dukungannya. Muachh,,,


Seuntai Harapanku - Extra Part - By : Erinda

4 comments:

  1. Thanks
    Akhir yang manis
    Ditunggu tulisan2 barunya

    ReplyDelete
  2. Makasi mican lega jg rasax melihat jalal bahagia senangg ... mican kapan ff terbarux diterbitkan?

    ReplyDelete
  3. Asik bahagia bangeeett,,
    d tunggu karya karya selanjutnya ya,,

    ReplyDelete
  4. ikutan bahagia dan tersenyum lebar membaca epilognya...keren juga nama anaknya Joja... Rajatha....bisa jadi ide buat RT & PS bersatu.he he he

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.