Rahasia Hati Part 14 - By : Erinda - ChusNiAnTi

Rahasia Hati Part 14 - By : Erinda




 “Aku mencintaimu,,,, Putra” Lirih Faridha namun bisa didengar cukup jelas oleh Rajatha
“Nona” Panggil Rajatha lembut yang kini sudah berada disamping Faridha
“Pu-Putra??”
^^^
“Ka-Kau?” Tanya Faridha pada Rajatha bingung
 
Rajatha yang sudah berada dekat dengan Faridha, menggenggam sebelah tangan Faridha dengan erat, satu tangannya lagi mengusap pipi Faridha dan menghapus air matanya, Rajatha sudah tidak ingin lagi merahasiakan siapa dirinya pada Faridha, ia tersiksa dengan perasaan dan cintanya yang terpendam selama ini. Rajatha menatap mata Faridha intens, ada binar rindu di kedua matanya, Rajatha tersenyum sebelum akhirnya mulai berbicara, sedang Faridha masih diam memperhatikan, entahlah apa yang sebenarnya terjadi sekarang.
“Aku Rajatha PUTRA Akbar” Kata Rajatha dengan menekankan kata Putra saat mengucapkannya
“Putra,,, Pelayanmu dulu Nona” Lanjut Rajatha lagi
 
Faridha menegang mendengar pernyataan itu, tangannya yang berada di dalam genggaman Rajatha berusaha ditariknya namun justru Rajatha semakin erat menggenggamnya
 
“Apa maksud Bapak?!” Sinis Faridha, jika memang benar jika Rajatha adalah Putra
 
Kenapa dia tidak mengatakannya saat pertama mereka berjumpa dulu?
Kenapa dia mengingkari janjinya saat sebelum ia menjalani operasi dulu?
Kenapa baru sekarang dia mengatakan semuanya?
Dia mempermainkan perasaan, hati dan cintaku dengan seenaknya?

“Faridha,,, Please,,, Biar ku jelaskan semuanya, aku mohon,,hmm”
“Maaf Pak, saya permisi ingin pulang” Kata Faridha beranjak berdiri dengan langsung menyentakan tangan Rajatha hingga terlepas.

Tapi Rajatha tidak menyerah, ia pun ikut berdiri dengan sedikit berlari lalu menuju pintu dan langsung menguncinya, kunci ia masukan kedalam saku celananya, Faridha semakin kesal karenanya.

“Aku ingin pulang,,, Tolooonggg” Teriak Faridha membuat Rajatha sebenarnya ingin tertawa, ini adalah ruang karaoke yang tentu saja kedap suara, mau Faridha berteriak sekencang apapun tidak akan ada yang mendengarkan.

“Faridha, biarkan aku menyelesaikan kesalahpahaman diantara kita, dengarkan aku sekali saja dan setelah itu terserah apa keputusanmu, aku tidak akan memaksamu” Kata Rajatha, ia meraih tangan Faridha dan menyuruhnya kembali duduk, Faridha tidak bisa menolak.

“Cepat katakan Pak Rajatha, aku ingin segera keluar dari sini” Kata Faridha, ya ia sudah mulai terbiasa Rajatha dengan sebutan Pak selama ini, jadi biarkan saja.

Rajatha mengangguk dan mulai menceritakan semuanya pada Faridha, mulai dari 
dia yang sering mendengar Faridha berbicara akrab melalui telephone dengan seseorang yang dipanggilnya “Kakak”, hingga hari dimana ia melihat Faridha berpelukan dengan pria bernama Ardhan yang ia ketahui adalah suaminya, dan yang terakhir adalah malam dimana ia kembali bertemu Faridha setelah seharian mencarinya namun lagi-lagi Ardhan jugalah yang berada disamping Faridha pada akhirnya, memeluknya. Hingga ia memutuskan untuk benar-benar mundur saat itu juga tapi yang ada ia semakin merana karenanya.

“Lalu kenapa sekarang Bapak sangat ingin menceritakan semuanya padaku, tidak akan ada berubahkan? Bukankah Pak Rajatha tahu kalau Ardhan itu adalah suamiku, apa Bapak tidak tahu kalau tidak baik seorang pria mendekati wanita yang sudah menikah” Kata Faridha sakartis
 
Rajatha tersenyum mendengarnya, Faridha ternyata sedang menyindirnya sekarang.

“Begitukah? Lalu bagaimana jika seorang wanita yang sudah bersuami itu malah membalas menggenggam tangan pria lain seperti sekarang ini” Goda Rajatha dan melirik kearah jemarinya yang tengah bertaut dengan jemari lentik Faridha, memang sejak tadi ia tidak melepaskan tangan Faridha saat menyuruh gadis itu duduk, dan entah sejak kapan pula Faridha membalas menggenggam tangannya hingga akhirnya jari jemari mereka bertaut mesra seolah memberi kekuatan satu sama lainnya.

Faridha yang tersadar langsung melepaskan tangannya dengan salah tingkah
 
“I-itu,, Maaf,, A-aku tidak sengaja,,” Kata Faridha menahan malu, tidak munafik ia memang sangat merindukan Rajatha hingga tanpa sadar ia membalas genggamannya tadi
 
“Dasar bodoh” Makinya dalam hati

“Aku tahu kau sudah bercerai dengan Ardhan tidak lama setelah kau bisa melihat kembali, namun secara agama dia sudah menceraikanmu saat kau masih buta kan. Sekarang kau tinggal bersamanya juga istrinya, yang kau panggil Mbak Lavina. Begitu kan” Kata Rajatha, ia kembali meraih kedua tangan Faridha dan menciumnya

“Maafkan aku yang terlambat menyadari semuanya, maafkan aku yang terlalu mempercayai apa yang kulihat tanpa mencari tahu seperti apa yang sebenarnya terjadi, bahkan aku juga terlambat menyadari perasaanku padamu” Kata Rajatha penuh penyesalan dan menundukan kepalanya
 
“Perasaan? Pe-perasaan apa?” Tanya Faridha, ia ikut menduga-duga dan dadanya berdebar menantikan jawaban Rajatha
“Waktu yang sempat kita habiskan bersama menumbuhkan sesuatu yang baru pertama kali aku rasakan Faridha, semakin aku mengacuhkannya maka ia semakin kuat. A-aku mencintaimu,,,Faridha, sa-ngat. Entah sejak kapan namun saat kita berpisah rasanya begitu menyiksa,, Aku,,,”
 
Tidak sampai Rajatha melanjutkan kata-katanya, Faridha sudah menubruk tubuhnya, Faridha memeluk leher Rajatha dengan erat, Rajatha yang terkejut masih diam saja tidak membalas pelukannya.

“K-kau,, Tidak marah padaku Faridha?” Rajatha memastikan
“Untuk apa aku marah padamu? Mau sampai kapan kita terus membohongi perasaan masing-masing. Dasar bodoh” Gerutu Faridha dalam pelukan Rajatha
“Terima kasih Sayang, Aku mencintaimu. Aku mencintaimu”
“Aku,,, Aku juga,,,mencintaimu Pak Rajatha,,,” Kata Faridha dengan terbata, Rajatha tersenyum puas dan melingkarkan tangannya di pinggang Faridha, semakin merapatkan tubuh mereka, menyalurkan segala kerinduan yang selama ini terpendam di hati keduanya
 
“Aku mencintaimu Sayang” Bisik Rajatha lagi dengan mesra, seolah kata cinta itu tidak pernah bosan ia ucapkan untuk gadisnya

Setelah beberapa saat mereka berpelukan, Faridha yang masih malu-malu hendak melepaskan pelukannya namun sepertinya tangan Rajatha enggan melepaskan tubuhnya.
 
“Biarkan seperti ini dulu Nona” Kata Rajatha pelan
“Eegghh,,,Pak,, Tapi kita sudah terlalu lama disini” Kata Faridha
Rajatha langsung melepas pelukannya
“Nona, tidak ada seorang pun yang memanggil kekasihnya dengan sebutan “Pak” didunia ini, jangan panggil aku seperti itu”
“Kekasih?”
“Kenapa. Kau tidak suka”
“Tapi,,,”
“Aku mencintaimu dan Kau juga mencintaiku, jadi kita adalah sepasang kekasih sekarang, tapi ini tidak akan lama karena aku ingin segera melamarmu dan menjadikan mu kekasihku selamanya”
 
“Astaga,,,! Yang benar saja, belum apa-apa dia sudah ingin melamarku?” Batin Faridha tidak percaya
 
“Dasar aneh” Ketus Faridha namun Rajatha tidak perduli, ia malah tersenyum mendengarnya, sungguh tidak ada yang lebih membahagiakan selain duduk bersama dengan orang yang kita cintai
“Mas” Kata Rajatha kemudian
“Eh?”
“Panggil kekasihmu ini dengan sebutan Mas, Faridha”
“Mas?”
“He’em. Oh atau kalau mau ditambah Sayang juga tidak apa-apa. “Mas Sayang” seperti itu,,, Hehehee” Kata Rajatha enteng, ia benar-benar merasa bahagia sekarang dan itu semua karena Faridha
“Aku benar-benar tidak menyangka bahwa pelayan ku yang dulu sangat sopan dan juga Bos ku yang sangat disegani dikantornya ini ternyata orang yang pemaksa dan juga lebay”
“Biar saja. Ayo sekarang panggil aku Mas”
“Em,,”
Rajatha masih menunggu
“M-Ma-Masss” Walau kesal namun tetap saja Faridha menuruti kemauan Rajatha, mereka memang cocok
“Hhmm,, Kau harus membiasakannya Sayang” Rajatha menepuk kepala Faridha seperti habis mengajari seorang anak kecil, Faridha menjulurkan lidahnya tidak suka.

TOK,,TOKK

Terdengar suara pintu diketuk, Faridha langsung berdiri dan menyuruh Rajatha membukakan pintu.
 
“Bagaimana kalau itu Om Jalal dan Tante Jodha, apa yang mereka pikirkan jika melihat aku berduaan saja dengan putranya disini dengan pintu terkunci. Ya Tuhan” Batin Faridha gelisah
“Tidak ada apa-apa Sayang” Kata Rajatha seolah mengerti tatapan cemas Faridha
“Orang tuamu nanti,,,”
“Sssttt,,, Tenanglah, bukankah kita tidak melakukan hal-hal aneh disini..Hhmm”

Saat pintu terbuka, ternyata Audrey yang muncul. Ia langsung mendekati Rajatha dan memeluk lengan Rajatha tanpa canggung sedikitpun.
 
“Kakak,, Aku mencarimu sejak tadi” Kata Audrey dengan manja seperti biasa pada Rajatha
Rajatha merasa risih terutama ia takut kalau Faridha marah dengan tindakan Audrey seperti ini, apalagi terkadang Audrey tidak segan untuk mencium pipinya.
“Eemm,, Audrey,,, Kenalkan ini Faridha, dia calon istriku. Sayang, kenalkan ini Audrey dia temanku” Rajatha langsung mengenalkan Audrey dengan Faridha agar tidak ada kesalahpahaman lagi diantara mereka
“Faridha”
“Audrey”
“Dia calon istri Kakak?” Tanya Audrey yang masih nampak terkejut dengan kenyataan barusan
“Iya dia calon istriku. Oh ya, ada apa kau mencari Kakak tadi?”
“Eemm,, Tidak jadi. Aku kembali ke kamar saja” Pamit Audrey dan langsung berlari menuju kamar tamu

Rajatha menggendikan bahunya cuek melihat kelakuan Audrey, ia kemudian melirik kearah Faridha yang tengah menatapnya tajam seolah meminta penjelasan dengan apa yang baru saja terjadi, sebagai wanita Faridha sangat tahu tatapan kecewa dan marah  yang berusaha di tutupi Audrey tadi.

“Ehm,,, Sayang, Tolong jangan berpikir macam-macam tentangku ya” Bujuk Rajatha
“Okeyy,, Biar ku jelaskan padamu” Kata Rajatha lagi, ia hendak menutup pintu kembali namun sesuatu menghentikannya

“EHEMM”
“Ma-Mamah?” Ternyata Jodha yang berdehem, entah sejak kapan Jodha berada disekitar situ

“Mau berduaan lagi dengan Faridha didalam? Mengunci pintu? Begitu Nak” Sindir Jodha pada Rajatha, Faridha sejak tadi sudah menunduk takut begitu menyadari ada Jodha sudah ada disekitar mereka

“Tante tidak marah padamu Faridha, kemarilah” Jodha beralih pada Faridha
Faridha mengangkat kepala dan melihat kearah Jodha yang tersenyum lembut padanya, namun tetap saja Faridha merasa gugup, dan beralih menatap Rajatha. Rajatha menganggukan kepala akhirnya ia mendekat kearah Jodha
“Eemm,,, Maaf Tante, saya,,,”
“Ayo ikut Tante keatas, biar Tante yang menjelaskan padamu”
Faridha menatap bingung kearah Jodha
 
“Kau ingin tahu siapa itu Audrey kan Sayang, biar Tante jelaskan padamu. Dan kau Rajatha, Papamu sudah menunggu mu sejak tadi di ruang kerjanya. Oh ya, Mama pinjam sebentar kekasihmu ini ya” Ajak Jodha
“Kekasih? Darimana Mama tahu?” Tanya Rajatha tidak mengerti, bagaimana Mamanya bisa tahu semuanya secepat ini
“Hahahaa,, Kalian berpelukan dengan mesra didalam sana, apalagi namanya kalau kalian bukan sepasang kekasih. Dan apa kau lupa kalau ada CCTV di ruangan itu Sayang” Kata Jodha membuat Rajatha menepuk jidatnya sedangkan Faridha,, entah sudah semerah apa rona merah diwajahnya saat ini, ia tidak berani menatap Jodha yang kini sudah mengajaknya menuju ruang keluarga
^^^
“Kau benar-benar mencintai putraku Faridha?” Tanya Jodha dengan lembut seperti biasanya pada Faridha
“I-iya Tante”
“Angkat wajahmu Nak, Tante tidak marah padamu”
Faridha mengangkat wajahnya menatap wajah Jodha yang selalu membuatnya merasa nyaman saat bersamanya
 
“Kau kah gadis yang selama ini membuat Rajatha gelisah dan tidak bersemangat, kau tahu dia seperti kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, tidak perah kami melihat Rajatha sampai seperti itu sebelumnya. Tante tidak menyangka jika kaulah gadis itu Faridha, sejak awal Tante sudah menyukaimu dan mendapati kenyataan bahwa kalian saling mencintai membuat Tante sangat bahagia. Terima kasih sudah mencintai Rajatha, Sayang.”
 
“Tante,,, Aku,, Terima kasih,,,” Faridha tidak tahu ingin mengatakan apalagi, Jodha mengelus pundak Faridha dengan sayang

“Hhmm,, Tentang Audrey, kau jangan cemburu padanya Nak, dia adalah teman Rajatha sejak kecil, bahkan aku dan Maminya bersahabat sejak dulu. Rajatha dan Audrey sudah sangat dekat sejak mereka kecil dan Audrey jika sudah bersama Rajatha akan keluar sifat manjanya. Tante juga sangat menyayangi Audrey seperti anak Tante sendiri, dia datang kemari karena ingin berlibur dan meminta Rajatha menemaninya selama ia berada disini” Sekilas Jodha melirik kearah Faridha, jelas terlihat kalau Faridha memaksakan diri untuk tetap tersenyum padanya

“Cemburu eh? Gadis ini sepertinya tak ingin berbagi Rajatha dengan siapapun, Lucu sekali”  Batin Jodha geli

“Tidak usah khawatir Faridha, jangan cemburu seperti itu, Tante baru saja mendapat telephone dari Bhaksi, Mami Audrey. Bahwa malam ini kekasihnya akan datang untuk menemani Audrey liburan di Indonesia” Kata Jodha dan tentu saja itu sangat menenangkan perasaan Faridha yang sejak tadi gelisah. Ckckck

“Em,, Sa-Saya tidak cemburu Tante” Elak Faridha
“Baiklah,, Kau tidak cemburu. Tapi jika Tante ada di posisimu Tante akan sangat cemburu. Tante tidak aka rela jika Om Jalal sampai harus menemani gadis lain berlibur ber-dua-an saja” Kata Jodha menggoda dengan menekankan kata berduaan. 

Tanpa sadar Faridha mengangguk setuju, membuat Jodha tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Jadi kapan?” Tanya Jodha pada Faridha
“Kapan apa Tante?”
“Hhmm,, Sebaiknya mulai sekarang kau memanggilku Mama jangan Tante lagi begitupun dengan Om Jalal, kau harus memanggilnya Papa”
“Eh?”
“Biasakan mulai sekarang,,,Hehehe”
“Iya,,M-Mah. Em,, Tadi kapan apa M-Mah?”
“Kapan Rajatha meresmikanmu sebagai menantu Mama,,,hmm”
“Hah?”
“Aiisshh,, Apa anak itu tidak mengatakan ingin menikahimu Faridha? Awas saja”
“Bukan,, Bukan begitu Mah. Tapi,, ini,,, Aku belum memikirkannya, kami baru saja,,,”
“Jangan terlalu lama Sayang, jika kalian sudah merasa cocok untuk apa ditunda-tunda lagi, lagipula tidak baik terlalu lama kalian seperti ini tanpa hubungan yang sah, lebih baik pacaran setelah menikah,,hmm” Bujuk Jodha

“Ya,, Tapi ini juga belum ada satu hari kami menjadi sepasang kekasih, haruskah menikah secepat ini. Ya Tuhan,,, Aku sama sekali belum membayangkannya” Batin Jodha

“Bagaimana kalau bulan depan saja” Usul Jodha dengan bersemangat, dia tampaknya sudah sangat klop dengan Faridha
“Faridha?” Panggil Jodha pada Faridha yang tengah melamun, entah sedang memikirkan apa
“Kau mau kan Sayang?” Kata Jodha lagi
“Iya Mah,,,” Jawab Faridha reflek, ia baru tersadar dari lamunannya dan sontak jawaban singkat padat dan jelas dari mulut Faridha itu membuat Jodha  sumringah, ia memeluk Faridha dengan erat dan mencium keningnya juga kedua pipinya dengan sayang, sedang Faridha hanya menurut walau ia tidak mengerti kenapa Jodha sampai berteriak begitu heboh seperti ini.

“Ada apa Sayang?” Tanya Jalal yang tiba-tiba muncul dengan diikuti oleh Rajatha
“Iya, ada apa sih Mah, sepertinya bahagia sekali” Rajatha ikut bertanya
“Sayang, Faridha setuju menikah dengan Rajatha bulan depan… Yeayy” Seru Jodha
“Kapan aku mengatakannya?” Gumam Faridha namun tidak ada yang mendengarnya akibat kehebohan Jodha juga Rajatha, tentunya.

“Benar Faridha?” Rajatha bertanya pada Faridha, bagaimanapun ia ingin memastikannya
“Benar Sayang, tadi Mama mengusulkan padanya bagaimana kalau kalian menikah bulan depan saja dan Faridha mengatakan “IYA”, ah kenapa tadi Mama tidak mengatakan kalian menikah minggu depan saja ya,, hehehe”

“Matilah”  Batin Faridha pasrah, ia menyandarkan tubuhnya di sofa
Sedangkan Rajatha ikut tertawa bersama Mamanya.

Jalal tersenyum geli memperhatikan istri dan anaknya yang sedang berbahagia dan ia melirik kearah Faridha yang tampak “Speechless” dengan apa yang baru saja terjadi, ia mendekati Faridha dan duduk disampingnya.

“Ehmm,, Apa aku sudah pernah mengatakan padamu kalau istriku itu suka memaksa?” Bisik Jalal, ia tersenyum miring pada Faridha
Faridha mengangguk lemah namun sedetik kemudian dia tersenyum
“Tapi aku sangat menyayanginya. Terima kasih banyak Om, keluarga ini bersedia menerima ku menjadi bagian dari keluarga kecil kalian yang bahagia” Kata Jodha tulus pada Jalal.
“Kau dan Rajatha lah yang akan membuat keluarga kecil ini menjadi besar, dengan kehadiran anak-anak yang menggemaskan” Timpal Jalal lagi
Faridha hanya tersenyum malu

Bagaimana pun apa yang dikatakan Jodha tadi ada benarnya, jika mereka sudah merasa cocok, sebaiknya disegerakan niat baik itu daripada berlama-lama dalam suatu hubungan tanpa ikatan yang sah, Faridha membiarkan Yang Maha Kuasa menuntun jalannya, ia yakin semua yang terjadi padanya sudah ditakdirkan untuknya bahkan jauh sebelum ia lahir kedunia ini.

“Mulai sekarang panggil aku Papa. Kemarilah Nak” Kata Jalal dan meraih Faridha kedalam pelukannya
Faridha tenggelam dalam pelukan Jalal, lagi dan lagi ia kembali merasakan sebuah kehangatan dan kedamaian dalam pelukan seseorang yang mengingatkannya pada sosok kedua orang tuanya, betapa ia merindukan sang Ayah yang telah meninggalkannya beberapa bulan lalu, Ayah yang selama ini selalu berada disisinya, membelanya dan menjadi pelindungnya.
 
“A-yah” Lirih Faridha, air mata mulai menetes di pipinya
Jodha dan Rajatha tertegun melihat Faridha
“Kau merindukan Ayahmu Nak?” Tanya Jalal sambil mengelus dengan sayang kepala Faridha. Faridha mengangguk dalam pelukan Jalal
“Sekarang aku Ayahmu, seorang Ayah yang akan selalu melindungi dan menjaga anak gadisnya karena rasa sayangnya yang begitu dalam,,, Kau anak ku sekarang,, hmm”
 
Faridha mengangguk lagi, ia tidak mampu berkata apa-apa lagi, ia merasa keluarganya kembali lengkap.

Jodha menghapus air matanya yang tak terasa mengalir sedang Rajatha dalam hati ia berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan Faridha dalam hidupnya, cukup sampai disini penderitaan yang dialami gadisnya itu. Tidak akan ada lagi setelah ini.
_______________________
- To Be Continue -



Rahasia Hati Part 14 - By : Erinda

1 comments:

  1. Huaaaaa hingkrak jingkrak senyum senyum gak jelaaaasss hahaha

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.