My Heart Belongs to You - Part 04 ~ By : Erinda - ChusNiAnTi

My Heart Belongs to You - Part 04 ~ By : Erinda






“Aku gak akan nyerah Bayu, aku mau kamu”

^^^
Saat jam makan siang, handphone Jihan berdering dan tertera nama “Mas Bayu” disana. Seharusnya Jihan senang seperti biasa mendapat telephone dari Bayu, tapi tidak kali ini wajah Jihan langsung terlihat murung dan malas namun ia tetap menerima panggilan tersebut.

“Assalamu’alaikum Mas” Sapa Jihan datar
“Walaikum salam Jihan, Eem,, Kamu sudah istirahat kan sekarang?” Tanya Bayu di seberang sana, basa basi sebenarnya
“Iya” Jawab Jihan singkat
“Kita makan siang bareng yuk, Mas jemput di boutique kamu ya sekarang”
“Gak bisa Mas, aku udah ada janji sama Tiara, tuh dia udah nungguin”
“Oh,,Emm,, Jihan,, Mas sebenarnya,, Mas mau minta maaf sama kamu soal semalem, itu karena,,,”
“Sudah dulu ya Mas, gak enak nih udah ditungguin Tiara daritadi, nanti lagi telephone nya. Assalamu’alaikum”

Dan “Klik”  Jihan langsung mematikan ponsel nya tanpa menunggu jawaban dari bayu Bayu diseberang sana

Namun tak lama berselang, handphone Jihan bergetar tanda ada pesan masuk
 
“Nanti malem Mas ke rumah kamu ya Jihan, kali ini Mas janji gak akan bohong lagi”
 
Isi sms Bayu padanya, Jihan hanya membaca pesan tersebut tanpa berniat membalasnya

“Aku udah capek denger semua alesan kamu Mas, entah apalagi untuk kali ini” Batin Jihan dan ia langsung beranjak menuju kantin bersama Tiara.
^^^
Malam harinya dikediaman Jihan, Bayu benar-benar datang sesuai dengan janjinya pada Jihan tadi siang

Namun Jihan yang masih kecewa dan sakit hati karena sikap Bayu kemarin, membuatnya memasang wajah datar dan acuh saat menyambut kedatangan Bayu dirumahnya, tidak seperti biasanya dan Bayu sangat menyadari hal itu.

“Udah dateng Mas?” Tanya Jihan basa-basi
“Iya” Jawab Bayu dengan sumringah, sungguh ia sangat merindukan kekasihnya selama seminggu ini

Bayu ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Jihan
“Eem,, Mas, Kita ngobrolnya diluar aja. Rumahku lagi berantakan banget” Kata Jihan beralasan,

Jihan mencoba menolak secara halus Bayu yang akan masuk ke dalam rumahnya, entah mengapa sekarang perasaan-nya jadi labil begini. Kemarin ia masih sangat mencintai pria dihadapannya ini, tapi saat menyadari bahwa lagi dan lagi dirinya kembali dibohongi dan dikecewakan oleh orang yang sama, membuat cinta itu perlahan mulai menguap begitu saja.
 
“Oke, tidak apa-apa” Jawab Bayu masih dengan tersenyum, walau sebenarnya ia sedikit kecewa

Mereka berdua duduk di kursi yang berada di teras rumah, Jihan masuk kedalam sebentar untuk mengambil minuman dan beberapa makanan ringan yang tersedia di kulkas-nya, walaupun sedang kesal namun mengabaikan tamu yang bertandang kerumah mu sangatlah tidak sopan.

“Silahkan Mas” Tawar Jihan pada Bayu
“Makasih”
Jihan duduk di kursi yang berseberangan dengan Bayu, di tengah-tengah mereka terdapat meja kecil dimana tadi Jihan meletakan cemilan-nya

Jihan tampak diam dan sibuk dengan berpura-pura memperhatikan keadaan disekitar rumahnya, ia terlihat tidak berminat untuk membuka pembicaraan dengan Bayu.

“Ehm,, Jihan, Gimana kabar kamu selama aku tinggal ke Batam selama ini? Kamu baik-baik aja kan?” Tanya Bayu yang memulai percakapan dengan bertanya kabar tentang Jihan
“Alhamdulillah,,, Seperti yang Mas lihat, aku masih baik-baik saja” Jawab Jihan acuh tak acuh
“Yahh,, Mas tahu kamu pasti marah ya karena semalam Mas gak nepatin janji lagi. Mas minta maaf Jihan, Mas ada keperluan mendadak semalam dan Mas gak sempet ngabarin kamu. Maaf ya sayang” Kata Bayu, ia sungguh menyesal hanya karena seorang wanita sialan itu dia kembali mengabaikan kekasihnya ini, betapa bodohnya ia.

“Mas sendiri sadar kalau Mas udah sering banget gak nepatin janji, Mas… Laki-laki itu yang dipegang omongan-nya, kalau sekedar janji buat ketemuan aja Mas udah sering banget ingkar, gimana dengan omongan-omongan Mas yang lain, janji-janji Mas yang lain?” Jihan mulai mengeluarkan emosinya yang sedari kemarin ia tahan pada Bayu

“Tolong kamu maafin Mas, Jihan. Jangan marah-marah begini sayang, kita kan baru ketemu lagi setelah kemarin pisah. Mas kangen banget sama kamu, Mas kangen sambutan dan celoteh ria kamu saat menyambut Mas setiap pulang dari luar kota, Sayang” Kata Bayu ingin mencairkan suasana dan mendinginkan emosi Jihan tapi sepertinya tidak mempan sama sekali, karena yang dilihatnya Jihan masih menatapnya dingin tanpa tersentuh sedikitpun atas ucapan-nya barusan.

“Jangan marah-marah kamu bilang Mas? Coba kamu kasih aku alesan supaya aku gak marah sama kamu! Kamu inget kan pernikahan Zelwis sahabat aku beberapa hari lalu? Aku udah minta kamu supaya bisa hadir disana tapi apa Mas, kamu dengan entengnya pergi gitu aja ke Batam yang aku tahu pekerjaan kamu disana gak begitu urgent, akhirnya aku dateng sendiri kesana tanpa pasangan-ku, lagi! Aku punya pacar tapi pacarku gak pernah punya waktu buat nemenin aku, aku gak pernah minta kamu selalu ada buat aku Mas, tapi setidaknya tolong kamu luangkan waktu kamu yang BERHARGA itu sedikit aja buat aku Mas, layaknya seorang kekasih. Kalau gak sanggup nepatin lebih baik gak usah janji-in apa-apa ke aku”

Bayu diam dan terus mendengarkan luapan emosi Jihan, ia tidak ingin ikut terpancing emosi dan malah akan membuat hubungan-nya  dengan Jihan semakin runyam. Jihan semakin geram dengan Bayu, ia kembali mengeluarkan amarah-nya pada Bayu.

“Ini udah seringkali terulang tapi aku selalu dan selalu maafin kamu, bahkan aku selalu ngebelain kamu di depan sahabat-sahabatku yang kamu tau mereka gak pernah setuju aku pacaran sama kamu dari dulu. Dan puncaknya adalah semalem, Mas tahu sejak kemarin siang kamu sms, seharian itu aku udah kayak orang gila Mas di Boutique, senyum-senyum gak jelas ngebayangin akhirnya kita bakal ketemu setelah seminggu berpisah dan aku beraniin diri untuk pinjem salah satu gaun dari Boutique supaya aku bisa tampil cantik di depan kamu, buat kamu. TAPI APA MAS?!! APA?!!!” Bentak Jihan di akhir kalimatnya, ini adalah kali pertama dirinya marah-marah seperti ini pada Bayu, sebelumnya ia tidak pernah bicara keras apalagi membentak Bayu, namun semua amarah yang baru saja ia keluarkan terjadi karena ia sudah berada diambang batas kesabaran-nya pada Bayu. Entah darimana keberanian ini muncul.

Kemarahan Jihan begitu menghantam Bayu, semua yang dikatakan Jihan adalah benar, kini penyesalan begitu terlihat di wajah Bayu. Terlambatkah jika ia ingin memperbaiki semuanya sekarang, ia tidak sanggup menerima amarah dan kebencian Jihan padanya seperti ini, ia benar-benar mencintai Jihan dan hanya Jihan.

“Jihan,,aku,,”
“Stop Mas, mending sekarang Mas pulang sebelum aku panggilin bapak-bapak ronda buat ngusir Mas dari sini, lebih baik kita bicarain lagi nanti, aku capek dan sebel banget liat muka kamu itu Mas” Kata Jihan ketus dan ia langsung masuk kedalam rumahnya lalu mengunci pintu tanpa memperdulikan lagi Bayu yang masih berdiri kaku di tempatnya.

Tadi sebelum masuk kedalam rumah, Jihan sempat melirik beberapa paper bag yang bertuliskan Oleh Oleh khas Batam di kursi yang berada di samping Bayu. Hampir saja tadi Jihan luluh, pasti itu adalah oleh-oleh yang sudah disiapkan Bayu untuk-nya.

“Yasudah, Mas pamit dulu kalau begitu. Besok malam Mas kesini lagi ya, kamu jangan lupa istirahat. Selamat malam” Kata Bayu dibalik pintu rumah Jihan yang sudah tertutup, ia yakin Jihan masih mendengarkan-nya.

Kemudian samar-samar Jihan mendengar suara deru mobil Bayu pergi meninggalkan halaman rumahnya, ia mendesah lega dan hendak berlalu menuju kamarnya, namun ia teringat dengan oleh-oleh yang tadi dilihatnya. Aaiisshhh

“Dibawa pulang lagi gak ya sama Mas Bayu?” Tanya Jihan pada dirinya sendiri, kemudian ia mengintip dari balik dari celah jendela dan ternyata paper bag itu masih disana, tanpa menunggu lagi Jihan segera keluar dan membawa masuk semuanya.

“Yeayy,, Sama orangnya sih tetep marah, tapi jangan harap aku nyuekin semua oleh-oleh ini. Hihihi” Kata Jihan kegirangan dan mulai membongkar isi dari paper bag tersebut dengan wajah berbinar.

^^^
Keesokan harinya,
Setelah pulang kerja, Jihan berniat mengajak hangout para sahabatnya namun ternyata mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, tinggal Alsha yang belum ia hubungi. Sebenarnya selain ingin mengajak hangout bareng Jihan juga ingin curhat tentang Mas Bayu, tapi mengingat Alsha sangat membenci Bayu dan sangat tidak menyukai dirinya yang masih berhubungan dengan Bayu membuat Jihan agak sungkan untuk mengajak Alsha pergi bersama, tapi saat ini dirinya benar-benar butuh teman untuk mencurahkan isi hatinya.

Jihan POV
Malam ini aku akan pulang larut kerumah, tentu saja untuk menghindari Mas Bayu, aku tidak ingin menemuinya dulu. Aku punya kekasih tapi seperti tidak mempunyai kekasih. Puncaknya ya malam itu, setelah satu minggu kepergian-nya ke Batam dan saat kembali kesini, dia bahkan gak sempet nemuin aku walaupun cuma sebentar, apa dia gak tahu aku kangen banget selama satu minggu kemarin gak ketemu, dan waktu dia ngajak nge-date malam harinya aku bukan main senangnya tapi hufhh,,, harapan emang cuma tinggal harapan.

JAMBU – JAnji Mu BUsuk
JAMSU - JAnji Mu palSU
Emang ada ya? Bodo ah,, Pokoknya intinya kesitu

“Hhmm,,, Apa aku coba dulu ya hubungin si Alsha, kali aja dia lagi gak sibuk tapi kalo aku nanti cerita tentang Mas Bayu, bisa-bisa ampe lebaran kodok kagak bakal berenti tu mulut merepet terus, Huffhh, tapi,, Hmm,, yaudahlah, gak papa udah lama juga gak ketemu tuh anak satu, lagian udah biasa juga dia ngomel-ngomel gitu”  Baiklah akhirnya kuputuskan untuk menghubungi Alsha dan segera mencari kontak Alsha di phonebook -ku.

“Halo bu” Sapa ku pada sahabatku di seberang sana
“Woyy,, Salam dulu keles” Balas Alsha
“Iye,,iye,, Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh” Tuh udah aku kasih salam yang lengkap ya Neng
“Walaikum salam warrahmatullah wabarakatuh. Ada apa Jihan?”
“Kamu udah pulang kerja kan? Kita ketemu yuk” Kata ku to the point
“Hhm,, Perasaanku jadi gak enak, pasti ada apa-apanya nih, kamu baik-baik aja Jihan? Apa si brengsek Bayu itu nyakitin kamu lagi?” 

Tuh kan !
Si Alsha ini emang warbiyaasahh, feeling dia emang kuat banget kalo udah menyangkut aku dan Mas Bayu. Hermaannn

“Yaudah sih bu, ceramah ya gak di telephone juga kali, buruan jemput aku di boutique sekarang ntar aku ceritain semuanya” Jawab ku sebal, belum cerita apa-apa Alsha udah nge-Gas aja
“Hhhh,, Jihan Jihan, dikasih pelet apa sih kamu ama si kampret satu itu, Gila emang.” Umpat Alsha lagi
“Alsha,,,!” Teriak ku padanya.

Demi Tuhan Alsha, dalam kurun waktu kurang dari satu menit dia udah ngatain Mas Bayu sebanyak dua kali, bener-bener nih si Alsha tingkat benci nya ama Mas Bayu udah setinggi menara Burj Khalifa kayaknya.

“Iye,,Iye,, ini aku on the way  ke boutique kamu sekarang. Assalamu’alaikum”
“Walaikum salam” Dan telephone pun terputus

Yah begitulah Alsha sahabatku, kalo dia orang lain mungkin aku bakal marah karena selalu jelek-jelekin Mas Bayu. Tapi aku tahu Alsha, dia emosi begitu karena dia perduli padaku, mungkin aku-nya terlalu baik karena seringkali maafin dan nerima kembali Mas Bayu.

Aku kan si Jihan Amanda Anthony wanita yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong!

Fixed ! Tingkat pede ku sepertinya sudah hampir sama dengan menara icon Negara Dubai itu.
^^^
Ddrrtt Ddrrtt
Handphone ku bergetar ada sebuah pesan masuk

Sugeng :
“Udah pulang, Jihan?”

Jihan :
“Udah. Awas ya kalo jemput lagi, hari ini aku mau pulang sama temen aku”

Sugeng :
“Kok kamu tau sih kalo aku tadinya mau jemput, udah punya ikatan bathin nih kita kayaknya, jangan-jangan jodoh lagi. Hahhaaa”

Jihan :
“Dasar bule nyasar ngaco!”

Sugeng :
“Hahaha,,, Ya sudah, hati-hati kalau begitu. Sampai ketemu secepatnya”

Hhh,, Dasar Sugeng! Biarin ah, gak usah dibales.
Ini si Alsha mana lagi lama amat nyampenya, keburu luntur nih kece-nya aku.
^^^
Tinn Tinn,,,,, Tinn,, Tiiinnnnnnnnn

“Eh buset,, tu klakson mobil sapa sik,, pamer baru punya mobil kali yak,,” Gerutu ku sambil menikmati coklat dari sisa oleh-oleh semalam, namun belom sempat aku melihat kearah jalan raya, aku mendengar seseorang memanggilku dengan cukup keras.

“Jiihhaaannn!!”
“Alsha?”
“Buruan ihh”
“Iyee,,”

“Brasa di utan deh, kamu teriak-teriak manggil aku begitu,, Hufh” Kata ku saat sudah masuk kedalam mobil Alsha
“Lagian, di klakson kagak nengok-nengok”
“Hehhee” Aku menyengir tanpa dosa padanya, membuatnya mendecak sebal

“Kamu mau kita ngobrol dimana?” Tanya Alsha di tengah-tengah perjalanan kami
“Terserah kamu aja Sha, aku cuma pengen ada yang dengerin curhat-an aku doang kok” Kataku yang sudah mulai baper
“Hhmm,,, Ke rumah ku aja gimana?” Tawar Alsha. Alsha ini tinggal sendiri di sebuah appartement daerah Casablanca
“Iya” Jawabku dan mulai memejamkan mata, aku sudah cukup penat sebenarnya

Dan kurasakan Alsha mengelus lenganku membuatku kembali membuka mata dan menatapnya yang tersenyum padaku. Aahh,, Sahabatku ini, aku menyayangi kalian dan sungguh beruntung aku memiliki kalian semua.
^^^
“Maghrib-an dulu” Ajak Alsha, sesaat setelah kami baru memasuki appartement-nya
“Yap”
Kamipun menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.

“Mau minum, ambil aja di dapur kayak biasa. Aku pesen makan dulu buat kita” Kata Alsha, aku langsung menuju dapur yang sudah ku ketahui semua tata letak-nya ini, bukan hanya aku sebenarnya tapi juga Zelwis, Azel dan Resta. Masing-masing kami sangat mengetahui perabotan satu sama lain, bahkan ada beberapa barang yang kami beli kembaran. Biar lebih dapet aja chemistry-nya gitu, Apalah,,, Hehehe

Setelah membuat teh hangat dua gelas, aku membawanya ke ruang tengah. Alsha sudah duduk disana dan menonton TV.

“Nih,, diminum, anggep aja rumah sendiri” Candaku padanya, Alsha memeletkan lidahnya padaku

“Ayo sekarang cerita, ada apa lagi sama kamu dan Bayu kutu kupret itu?” Kata Alsha dan kembali mengatai Mas Bayu sesuka jidatnya yang selebar lapangan bola itu, Alsha memang memiliki jidat yang jenong diantara kami semua.
“Isshh,, Jangan dulu ngata-ngatain dia napa Sha, belom juga cerita ini”
“Iye,, Iye,, Mangapp dah. Yaudah ada apa?”

Sebelum aku berbicara, sebuah bell mengiterupsiku

“Ah itu kayaknya pesanan makan buat kita, bentar ya” Kata Alsha dan keluar membawa dompetnya

Tidak berapa lama Alsha sudah kembali, ternyata dia memesan KFC untuk makan malam kami, dan sepertinya dia memesan paket jumbo beserta beberapa botol cola dan pudding. WOW !!

“Banyak banget, Sha?” Tanya ku sambil membantu Alsha menata di meja
“Sengaja, pasti cerita kamu nanti bikin kita makan ampe khilaf kayak biasa nanti” Jawabnya enteng,

Sepertinya Alsha punya hubungan darah nih ama Mama Lauren, tahu banget kalo aku bakal cerita yang gak enak

“Cuss” Kata Alsha menatap ku serius
“Hhmm,, Aku curiga Mas Bayu punya selingkuhan diluar sana, Sha”
“Trus?”

Aku pun mulai menceritakan semua sikap Mas Bayu padaku sejak beberapa minggu terakhir, jujur aku baru mulai merasakan-nya akhir-akhir ini, dan ditambah dengan kepergian Mas Bayu ke Batam beberapa saat lalu, sebenarnya ia masih bisa menyerahkan pekerjaan itu pada assistant di kantor-nya seperti biasa, bukankah dia Bos?

Apa sebenarnya yang ia lakukan di Batam selama seminggu kemarin?
Dan kemana ia pergi malam itu sampai melupakan janji-nya padaku?

Aku tidak sanggup bertahan dengan semua ini, aku ingin segera mengakhirinya. Sungguh!

“Besok kita temui dia, dan putuskan hubungan kalian di depanku. Aku tidak ingin lagi kau berhubungan dengan pria macam itu, kau terlalu berharga untuk pria murahan macam dia Jihan” Kata Alsha padaku
“Ya, aku pun sudah memikirkan untuk memutuskan dia secepatnya”
“Bagus!”

Aku menunduk, tak terasa air mataku mengalir
Apa ini? Apa aku sebenarnya masih belum rela melepaskan Mas Bayu?
Tak terasa aku menangis terisak, Alsha merengkuh ku dalam pelukan-nya dan menepuk-nepuk punggungku menenangkan

“Setidaknya menurutku untuk saat ini kalian berpisah dulu. Dia terlalu sering membohongimu, dia harus instropeksi diri dan menyadari kesalahan-nya, kalau kau terus menerus memaafkan-nya maka lagi dan lagi dia pasti terus membohongimu. Kamu pun begitu Jihan, kamu harus benar-benar berpikir dengan jernih apakah pria seperti Bayu itu benar-benar baik untuk menjadi imam-mu kelak”

Aku mengangguk dalam pelukannya, ya apa yang dikatakan Alsha memang benar.

“Sudahlah, jika memang dia bukan jodohmu, pasti Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik untuk mu suatu saat nanti, kamu hanya perlu bersabar Jihan”
“Iya, terima kasih”

“Kita makan sekarang?”
“Tentu saja” Aku mengangguk antusias, air mata ku pun sudah selesai berorasi sepertinya, lagipula kalau terlalu lama mengharu-biru seperti ini kasihan fried chicken dan kawan-kawannya yang sudah menunggu sejak tadi untuk kami santap.

Di sela-sela kerakusan kami menyantap fried chicken, sebuah panggilan masuk ke handphone

“Sugeng?”

^^^
Lagu : Bohong - Syahrini
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=Gjt_oldvTLY

- TBC -



My Heart Belongs to You - Part 04 ~ By : Erinda

2 comments:

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.