My Heart Belongs to You - Part 07 ~ By : Erinda - ChusNiAnTi

My Heart Belongs to You - Part 07 ~ By : Erinda






“Yuk ah, makan dulu. Udah jam dua belas lewat nih”
“Yuk yuk,,,”

^^^
“Gimana si ganteng pacarku?” Tanya Jihan pada Tiara, di sela-sela makan siang mereka

Si ganteng yang dimaksud oleh Jihan adalah putra Tiara, Albert. Balita menggemaskan berusia empat tahun, dari pertama melihatnya Jihan sudah sangat menyukainya dan selalu mengajari Albert untuk memanggilnya “Tante Pacar”, Albert yang tidak mengerti apa-apa hanya menurut saja dan membuat Tiara mengelus dada melihat ulah Jihan pada puteranya tersebut.

“Dia makin pinter, seneng banget kalo udah diajarin nyanyi Balonku. Kemarin dia nanyain “Tante Pacar” nya tuh” Jawab Tiara
“Uuuhhh,,, Pasti dia kangen banget deh sama aku, tapi aku masih belom bisa maen kesana. Nanti aku titip cheese cake sama ice cream buat dia ya” Kata Jihan antusias, ia sangat tahu Albert menyukai kedua makanan tersebut.
“Pantesan anak aku klepek-klepek banget sama kamu, orang sogokannya makanan kesukaan dia semua”
“Hahaha,, Demi pacar tersayang”
“Jihan ihh,,” Tiara mendengus sebal

^^^
Tiba saatnya meeting bersama dengan Mrs Law dan client di Paris melalui VC, di jaman canggih seperti ini hampir segala hal yang dulu dirasa mustahil kini dapat kita lakukan dengan mudah. Seperti sekarang, cukup duduk di dalam ruangan dengan segala peralatan VC yang diperlukan, kita sudah bisa berkomunikasi dan melihat wajah dari lawan bicara kita.


Jihan duduk disamping Tiara bersama beberapa karyawan yang lain menghadap layar besar di depan mereka yang sudah menampilkan wajah Mrs Law dan beberapa client baru mereka yang baru saja memperkenalkan diri sebagai Mr Pierre, Mr Audrec dan Mr Wyatt.

“Tiara, show us our best seller for spring summer collection” Pinta Mrs Law pada Tiara

Jihan tampak berdo’a dalam hati, koleksi baju inilah yang sejak tadi membuatnya tegang.

Tiara langsung membuka file yang sudah disiapkan dan menunjukan design-design yang sudah mereka siapkan tadi.

Mrs Law menjelaskan satu persatu dari semua design tersebut pada ketiga client mereka, tampak ketiga-nya puas atas segala penjelasan Mrs Law dan sepertinya semakin tertarik untuk bekerja sama dengan Mrs Law. Hingga pada koleksi baju terakhir, Mrs Law tampak terdiam beberapa saat, Tiara yang baru menyadari sesuatu hal langsung menolehkan wajahnya pada Jihan, seolah bertanya.

“Sudah ku bilang kan, kalau baju itu sangat bagus. Sangat sayang kalau tidak ditunjukan apalagi pada client besar seperti mereka” Bisik Jihan pelan pada Tiara, hatinya sebenarnya agak was-was akan respon yang akan ditunjukan oleh Mrs Law.

Ya, design terakhir itu adalah gaun sakura yang tadi ia bicarakan dengan Tiara, ia merasa tidak ada alasan untuk Mrs Law menarik dari pasaran baju tersebut dan ia tidak bisa membiarkan design indah itu tenggelam tanpa ada yang melihatnya atau setidaknya menilainya, seperti saat ini.

“Madam, Are you okay? Can you describe us about this styling?” Ujar Mr Wyatt pada Mrs Law yang diam saja sejak baju tersebut ditampilkan
“I think this is one of good styling from your spring summer collection, we are so exited” Mr Pierre ikut menambahkan yang juga disetujui oleh Mr Audrec.


Mrs Law memejamkan matanya sejenak kemudian mulai berbicara tanpa terlihat ada beban sedikitpun, namun tidak bagi Jihan. Ia melihat sesuatu yang lain dari tatapan mata Mrs Law setiap kali ia memandang design baju tersebut.

Dan beberapa saat kemudian, meeting pun berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan. Baju-baju best seller tersebut nantinya akan diperbaharui kembali dengan tambahan berbagai aksen dan warna agar lebih fresh yang sesuai dengan selera pasar saat ini, kecuali gaun Sakura dan beberapa design terbaru lainnya yang tidak akan mengalami perombakan apapun karena sudah cukup sempurna.

Mr Audrec akan membantu memperluas pemasaran di beberapa Negara Eropa, sedangkan Mr Wyatt dan Mr Pierre akan mempromosikan gaun-gaun tersebut dalam acara Paris Fashion Week, seperti yang diketahui bahwa Paris termasuk dalam salah satu The big four sebagai kiblat fashion dunia bersama dengan Milan, New York dan London. Mr Wyatt dan Mr Pierre merupakan creative director yang sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya.

Fashion Week sendiri adalah sebuah acara yang berlangsung selama satu minggu, di mana para desainer kenamaan dunia memamerkan berbagai rancangan terbaru mereka di hadapan calon pembeli, jurnalis, retailer hingga artis-artis kenamaan dunia turut hadir didalamnya. Mulai dari baju, celana, sepatu, tas, aksesoris, semua dipamerkan di Fashion Week oleh para fashion designer professional yang memang sudah memiliki sertifikat.
^^^
“YEAYY !!!!” Sorak sorai karyawan menggema di dalam boutique, mereka sangat senang akhirnya apa yang boutique mereka cita-citakan selama ini tercapai, yaitu koleksi baju dari boutique mereka bisa ikut serta dalam acara fashion terbesar dunia. 

Wow!!
 

Tidak lupa Tiara dan Jihan ikut merayakannya bersama rekan-rekan yang lain
“Pulang bareng yuk Ji?” Ajak Tiara pada Jihan
“Kamu duluan aja, aku masih ada sedikit kerjaan. Tanggung nih”
“Oh,, Okay,, Aku udah kangen banget sama Jagoanku nih, duluan ya”
“Eh eh bentar,, hampir lupa. Nih tolong kasiin buat pacar gantengku, bilangin I love You Full gitu. Hihihi” Kata Jihan seraya memberikan sebuah paper bag berukuran sedang pada Tiara
 

Tiara tersenyum dan mengambilnya
“Makasih ya Tante pacar”
“Sama-sama calon mertua”
“Hahahaaa,,,,” Dan mereka pun tertawa bersama, lalu Tiara meninggalkan boutique


Dan setengah jam kemudian, Jihan juga bersiap untuk pulang. Tadi ia baru saja menerima pesan dari Mrs Law kalau ia ingin berbicara dengan-nya saat nanti sudah kembali ke Indonesia. Hhmm,, Jihan sudah menduganya pasti ini menyangkut gaun sakura tadi, ia juga penasaran dan akan menghadapi apapun jika nanti Mrs Law akan marah padanya. Biarkan itu menjadi urusan nanti, pikirnya.

^^^

Setelah berjibaku dengan kemacetan ibukota selama satu jam lebih, akhirnya Jihan sampai dirumahnya.
 

Diliriknya ada sebuah mobil mewah keluaran terbaru terparkir di halaman rumahnya, Aston Martin V8 Vantage.

“Mobil siapa nih nyasar ke rumah? Belom pernah liat dah perasaan” Jihan berjalan menuju pintu rumahnya dengan tatapan matanya yang tidak lepas mengamati sekaligus mengagumi mobil mewah tersebut, hingga tanpa disadari Jihan membentur sesuatu.

Sesuatu yang kokoh tapi lembut dan bidang? Aissh,, Apa ini.
Jihan meraba-raba dan berpikir sejak kapan tekstur pintu rumahnya berubah. Namun belum sempat ia mengalihkan pandangan-nya, sebuah suara yang masih terdengar asing menyentak pikiran-pikiran aneh Jihan.

“Ehem,,,”
Sontak Jihan berbalik dan mendapati James tengah berdiri tepat dibelakangnya dengan wajah herannya melihat tingkah konyolnya barusan.
“Eh si Jimmy” Kata Jihan sambil nyengir
“Jimmy?” James menaikan satu alisnya
“Iya, aku manggil kamu Jimmy, soalnya James terlalu bule” Kata Jihan langsung melangkah masuk kedalam rumahnya dan duduk di ruang tamu
“Kan aku memang bule, Aunty” Kata James tidak mengerti, ia kemudian mengikuti Jihan masuk kedalam dan ikut duduk disamping Jihan
 

“Tapi kan kak Faizal orang Indonesia, jadi harusnya gak bule-bule amat lah” Sahut Jihan kekeuh, James menggendikan bahunya mendengar jawaban Jihan, memangnya apa yang salah kalau James berperawakan seratus persen bule seperti itu, Jihan memang aneh.

Jihan membalikan tubuhnya menghadap James secara tiba-tiba membuat James kaget dan hampir terjengkang, namun ia berhasil menahan tubuhnya agar tidak jatuh telentang dengan kedua sikunya, sedangkan Jihan semakin mendekatkan wajahnya pada James dengan sedikit membungkukan tubuhnya, ia tampak sedang menilai-nilai sesuatu. James kini setengah berbaring.

“Kalo diliat-liat kok muka kamu gak ada mirip-miripnya sama Kak Faizal ya. Dahi kamu, mata kamu, hidung kamu,,, kak Jasmine banget. Terus…” Pandangan mata Jihan turun menatap bibir James, entah sadar atau tidak sedari tadi Jihan berbicara tepat di depan wajah James.

Berada sedekat ini dengan Jihan, mau tak mau membuat James leluasa mengamati wajah Aunty-nya, bahkan ia sampai tidak berkedip.
 

“Cantik” Puji James dalam hati

“Bibir kamu,,,” Jihan menggantung kalimatnya
“Seksi”  Lanjut Jihan dalam hati
 

“Eem,,, Gak mirip siapa-siapa, beda sendiri. Hehehee” Kata Jihan akhirnya pada James.
Namun James masih tidak bergerak dan tidak merespon ucapan Jihan, ia masih diam terpaku mengamati, ah mungkin lebih tepatnya mengagumi wajah cantik Jihan dengan jarak sedekat ini.

“Hey,,, Jimmy…” Iseng Jihan pun meniup mata James, membuatnya tersadar dari lamunan-nya
 

Kini Jihan sudah memperbaiki posisinya kembali dan menatap geli kearah James, wajah James keliatan merah seperti menahan malu karena sudah tertangkap basah menatap secara terang-terangan wajah Jihan tadi.

“Hahahaa,, Gak usah malu-malu gitu kali, Jimmy. Sama Aunty sendiri kok” Kata Jihan santai lalu beranjak menuju kamarnya
“Em,, Aunty, kenapa Aunty memanggilku Jimmy” Tanya James yang sudah mulai bisa mengendalikan diri
“Ihh,, Tadi kan aku bilang alesan-nya”
“Tapi baru saja Aunty bilang kalau aku tidak ada mirip-miripnya dengan Daddy”
“Hhh,, Iya ya. Yaudah gak apa-apa lah biar lebih match aja, Jihan-Jimmy. Tante ama keponakan biar keliatan kompak gitu. Udah ah, aku mau keatas dulu. Mau mandi” Kata Jihan dan berlari-lari menaiki anak tangga menuju kamarnya
“Jangan berlari saat naik tangga, Aunty” James menegur Jihan, membuat Jihan yang baru menaiki beberapa tangga menoleh sebal pada James, namun akhirnya ia menurutinya juga tapi dengan menghentak-hentakan kakinya dengan kuat selama ia menaiki sisa anak tangga tersebut.


Jihan sudah masuk kedalam kamarnya, dan semua itu tidak luput dari perhatian James. Dia tersenyum dan meraba dadanya yang sejak tadi detakan jantungnya lebih cepat ketika berdekatan dengan Jihan.

“Aunty. Ya, dia Aunty-ku” Gumam James pada dirinya sendiri

^^^

Makan malam kali ini James yang memasaknya, Jihan bilang ia ingin merasakan masakan dari seorang chef handal dan mumpung gratis.

James hanya menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Jihan, sebenarnya kapanpun dia bisa menikmati masakan-nya. Bukankah mereka sudah tinggal bersama sekarang, apalagi nanti jika restaurant sudah dibuka kembali. Bukankah Jihan bisa kapan saja datang dan makan disana? Hhhhh,,,,

Setelah selesai makan malam mereka berdua menuju ruang tamu. Jihan asyik menonton TV sedangkan James sibuk dengan laptopnya dan tampak menelpon beberapa orang sejak tadi
 

“Ya, bagaimana? Sudah siap semuanya untuk besok?”
“,,,,,,,,,,,,,,,,”
“Ok, pastikan tidak ada yang terlewat. Kita akan bertemu jam delapan pagi disana”
James kembali meletakan ponselnya dan melanjutkan mengetik di laptopnya


“Jimmy” Panggil Jihan
“Hhmm,,,” Jawab James sedikit acuh pada Jihan, ia nampak serius dan sibuk sebenarnya namun Jihan tidak perduli. Ia tetap melanjutkan apa yang ingin ia tanyakan pada James
“Kamu kan dipercaya sama Kak Faizal buat membangun kembali Anthony Restaurant dan menyerahkan sepenuhnya sama kamu, itu artinya kamu sebagai pemilik dong. Tapi kenapa nanti kamu masih tetap mau jadi chef juga disana? Cukup di awasin aja kali, gak usah ikut jadi chef juga” Kata Jihan panjang lebar namun James diam saja dan terus berkutat dengan laptop-nya.
 

“Jimmy,,,” Jihan memanggil James karena merasa ocehan-nya tidak ditanggapi
“Hhmm,,,”
“Ihh,, Tau ah..” Jihan melipat tangan dengan sebal dan memalingkan wajahnya kearah lain dengan bibir yang mengerucut


“Astaga,, sejak kapan Jihan si gadis kelewat mandiri jadi mudah merajuk seperti ini. Tapi dia memang sangat menyebalkan. Eh tapi Azel, Alsha, Zelwis dan Resta juga bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan dan aku tidak pernah merajuk seperti ini, aku malah sangat bersemangat untuk membalas hingga titik darah penghabisan pada mereka. Lalu apa yang aku lakukan sekarang? Kenapa aku terdengar seperti ingin dibujuk olehnya supaya tidak marah lagi. Punya keponakan satu doang malah ngeselin banget. Ugh,, Sebel!!” Jihan terus mengumpat dalam hati

“Aunty,,,” Panggil James dengan sedikit berteriak pada Jihan
“Apa sih teriak-teriak segala” Jawab Jihan dengan melotot sebal
“Aku sudah memanggil Aunty daritadi, tapi Aunty tidak mendengar”
“Kenapa emang?” Ketus Jihan
“Itu diluar sepertinya ada tamu daritadi bell rumah berbunyi” Jawab James
“Kamu nyuruh aku bukain pintu? Sopan bener dah” Kata Jihan namun ia beranjak juga berjalan menuju pintu dengan terus menggerutu.


“Lagian siapa sih malem-malem gini masih namu aja dirumah orang” Omel Jihan sesaat sebelum ia membuka pintu rumahnya

^^^

“Hi Jihan” Sapa seseorang dengan senyumnya yang menawan
“Mas Bayu?”
“Ya, ini aku”
“Eem,, Ada perlu apalagi Mas kesini?”
“Boleh aku masuk? Atau setidaknya bisakah kita bicara secara baik-baik, Sayang”
“Hhh,, Gak usah Sayang-Sayang. Yaudah duduk aja diluar sini”


Bayu menghembuskan napas berat, entah mesti dengan cara apalagi ia membujuk Jihan untuk bisa kembali bersikap sehangat dulu padanya. Bahkan senyuman manis yang selalu Jihan tunjukan padanya setiap kali mereka bertemu, kini Bayu sudah lama tidak melihatnya.

Jihan : “SOS. Siapapun dari kalian yang bisa, tolong kerumah dong sekarang” –Sent. Jihan mengirimkan chat di group chat “Girls”

Tak berapa lama beberapa balasan pun masuk, Jihan berharap setidaknya salah satu dari keempat sahabatnya bisa datang dan menemaninya bergalau ria setelah putus dengan Bayu malam ini.

Resta : Okay, Iam on the way now
Azel : Coming
Zelwis : Berangkat,,, wussss
Alsha : Siaaappp


Jihan tersenyum menerima balasan dari para sahabatnya, ternyata mereka semua bisa datang walaupun ia memintanya secara mendadak.

Jihan : Tenkyu Guys,, Luph you!

Sebenarnya Jihan sudah menyiapkan hatinya jauh-jauh hari untuk semua ini, ia yakin tidak akan menangis semalam karena putus dari Bayu. Ia sudah merelakan hatinya untuk benar-benar melepaskan Bayu.

“Jihan,,” Panggil Bayu lembut
“Em,, Sebentar, aku ambil minum dulu” Kata Jihan cepat dan segera masuk kedalam

Bayu menatap kecewa pada Jihan, ia hanya bisa menunggu. Kelihatan sekali kalau kini Jihan menghindarinya.
 

“Aku benar-benar mencintaimu. Aku akan melakukan apapun untukmu, kembalilah menjadi Jihan-ku yang dulu, Sayang. Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan mu lagi” Lirih Bayu sungguh-sungguh

“Siapa?” Tanya James pada Jihan yang baru masuk dan hendak menuju dapur
“Bukan siapa-siapa”
“Bukan siapa-siapa kok manggilnya Sayang”
“Kamu nguping?”
“Enggak, kedengeran aja tadi kalian berdebat depan pintu”

Jihan tidak menghiraukan kata-kata James lagi, ia langsung membuatkan minuman untuk James.

“Jadi siapa dia, Aunty?” Tanya James pada Jihan sudah kembali berjalan melewatinya dengan membawa segelas minuman dan sekotak biscuit untuk tamunya diluar sana.
“Bukan urusan kamu, urusin aja tuh laptop kesayangan kamu, kali aja dia beranak trus kalian jadi keluarga bahagia” Sahut Jihan asal


Membuat James mau tidak mau tertawa karena kata-kata ajaib Jihan yang kembali keluar dari bibirnya, sejenak Jihan terkesima oleh tawa James, ini pertama kalinya keponakan tampan-nya itu tertawa. Sungguh menawan. Astaga!
^^^
“Nih diminum dulu, Mas” Kata Jihan pada Bayu
“Makasih Jihan”

“Eem,,, Itu mobil mu?” Tunjuk Bayu pada mobil yang terparkir di halaman rumah Jihan
“Bukan, Itu punya keponakan ku” Jawab Jihan, tadi ia sempat bertanya pada James dan benar mobil mewah yang terparkir halaman rumahnya saat ini adalah milik keponakan-nya
“Kamu punya keponakan?”
“Iya”
“Aku gak tau kalo kamu punya keponakan”
“Hhmm,, Memangnya apa yang kamu tau tentang aku, Mas. Sejauh kita memiliki hubungan selama ini, kamu tidak pernah menanyakan hal-hal tersebut padaku, bahkan jika ku beritahupun aku yakin kamu tidak akan mengingatnya” Singgung Jihan
“Sayang,,,”
“Aku bukan Sayangmu!” Kata Jihan agak keras, dia yang tadinya duduk kini sudah berdiri dan menatap tajam Bayu


James yang ternyata sejak tadi berdiri di balik pintu dan ikut mendengarkan, ingin segera beranjak keluar setelah mendengar suara Jihan yang mulai meninggi dan bergetar namun tidak jadi karena ia mendengar suara lain yang menginterupsi percakapan diluar sana.

“Jihan? Ada apa ini?” Sugeng yang baru saja datang dan sempat mendengar Jihan membentak langsung menghampirinya dan ikut menatap tajam pria di hadapan Jihan
“Bukan urusanmu” Sahut Bayu yang jengah dengan tatapan intimidasi dari Sugeng
Sugeng mencibir perkataan Bayu lalu berkata “Mulai sekarang, apapun yang berhubungan dengan gadis ini sudah menjadi urusanku”

“Jangan bicara sembarangan bung, dia ini kekasihku”
“Oh jadi anda pria brengsek yang menyakiti Jihan selama ini? Sialan!”


BUGGHHH

Tanpa ampun Sugeng langsung melayangkan bogem mentahnya tepat di wajah Bayu, hingga Bayu jatuh terhuyung
“Mas Bayu” Jihan langsung menghampiri Bayu dan membantunya berdiri, bagaimanapun bukan dengan cara kekerasan seperti ini yang Jihan inginkan.

Bayu sudah berdiri dengan Jihan yang membantunya, namun itu tidak lama karena Sugeng langsung menarik lengan Jihan secara paksa, sungguh ia tidak senang melihat Jihan yang masih nampak perduli pada Bayu.

“Tolong lepaskan aku, Sugeng. Dia benar, ini urusan kami” Kata Jihan pada Sugeng
“Jihan,,,”
“Sugeng, please,,,”
Akhirnya Sugeng melepaskan cekalan tangannya di lengan Jihan

Semua keributan diluar sana, tidak lepas dari pengamatan James. Ia masih menahan diri untuk tidak ikut campur.

“Jihan,, Ahh” Bayu memanggil Jihan tapi kemudian ia meringis menahan perih di sudut bibirnya yang terluka akibat pukulan keras dari Sugeng diwajahnya tadi,
Jihan menguatkan hatinya untuk tidak kembali jatuh pada Bayu, sebenarnya Jihan bisa merasakan ketulusan cinta di mata Bayu saat mereka bertatapan seperti sekarang. Tapi Jihan mengeraskan hatinya untuk tetap pada pendirian-nya semula.

“Aku mau kita putus, Mas” Kata Jihan tegas, Bayu menganga tidak percaya mendengar perkataan Bayu
 

Kini, sakit di wajahnya tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan hatinya setelah mendengar ucapan Jihan barusan.
 

“Jangan bercanda, Sayang” Kata Bayu, ia berdiri mendekati Jihan
“Tidak ada yang sedang bercanda disini, Mas. Aku bahkan sangat serius dan ingin berpisah denganmu secepatnya”
“Tidak!” Bayu semakin mendekati Jihan namun Sugeng langsung menghalanginya

“Kurasa telinga anda tidak bermasalah dan pasti mendengar dengan jelas apa yang tadi Jihan katakan” Kata Sugeng dingin
“Dengar, siapapun namamu. Aku tidak akan pernah melepaskan Jihan. Dia kekasihku dan selamanya akan tetap seperti itu. Kami berdua saling mencintai” Kata Bayu dan berusaha menyingkirkan Sugeng untuk meraih Jihan


Terjadi dorong-dorongan antara Sugeng dan Bayu
Bayu yang sudah berada diambang batas kesabaran-nya, mendorong keras Sugeng kearah dinding dan belum sempat Sugeng mengelak Bayu memukul wajah dan perutnya.


Sugeng pun tidak tinggal diam, dia membalas pukulan Bayu. Namun ternyata Bayu lebih bisa melumpuhkan Sugeng lebih dulu. Bayu segera menghampiri  Jihan dan memeluknya dengan erat, sontak Jihan berteriak ketakutan dan berusaha melepaskan pelukan Bayu. Tubuhnya mulai gemetar.

“Aku mencintaimu, Sayang. Kembali lah padaku” Bisik Bayu di telinga Jihan
Jihan terus meronta tapi apalah tenaganya jika dibandingkan dengan tenaga pria dewasa seperti Bayu. Dulu, mungkin ia akan langsung melambung tinggi jika mendengar kata-kata Bayu ini, tapi sekarang ia justru menangis karena ketakutan.


Tiba-tiba terasa seseorang menarik tubuhnya dari pelukan posesif Bayu, Jihan bersyukur dalam hati.
“Jimmy?” Lirih Jihan
“Jangan menangis” Kata James dengan menghapus air mata yang sudah mengalir di wajah Jihan
Jihan tersentuh dengan perlakuan lembut James, ia kemudian memeluk James dengan erat dan menangis di dadanya.


“Brengsek! Siapa lagi sekarang!”  Umpat Bayu tidak senang yang melihat Jihan memeluk pria lain
Sugeng yang merasa sedikit lebih baik, berusaha bangkit dan juga menatap heran pada pria yang dipeluk Jihan. Tampak pria itu menepuk-nepuk punggung Jihan berusaha menenangkan dan tidak merasa terusik sama sekali oleh perkataan Bayu padanya.

“Ssshhh,, Sudahlah. Sekarang lebih baik masuk kedalam, biar aku yang membereskan kekacauan ini” Kata James lagi
“Tapi,,,”
James tidak memberi Jihan kesempatan untuk bicara, tatapan matanya yang tajam mampu membuat Jihan terdiam dan hanya mampu mengangguk patuh.


“Jihaannnnn” Tampak empat orang wanita yang baru datang memanggil Jihan, namun mereka semua terdiam saat melihat bagaimana kacaunya wajah Sugeng dan Bayu, serta mata Jihan yang sembab seperti habis menangis.
“Mereka sahabat-sahabatku, aku yang meminta mereka kemari” Kata Jihan yang mengerti arti kerutan di kening James yang kini sedang menatapnya.
“Tolong bawa dia masuk kedalam” Kata James pada mereka
Walau masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi baik Azel, Alsha, Resta dan Zelwis menuruti perkataan James dan mengajak Jihan masuk kedalam rumah.


“Siapapun namamu, kurasa anda tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Jihan. Tolong tinggalkan rumah ini juga Jihan untuk selamanya” Kata James pada Bayu
“Siapa dirimu berani-beraninya mengusirku, hah! Bukankah sudah ku katakan kalau aku tidak akan pernah melepaskan Jihan. Dia kekasihku” Bantah Bayu
James menggendikan bahunya acuh mendengar bantahan Bayu


“Dan anda, sebaiknya anda juga pulang dan terima kasih tadi sempat membantu Jihan, tapi sebaiknya jangan terburu-buru melakukan kekerasan, bung” James berkata pada Sugeng
“Baiklah, aku pamit dulu. Sampaikan salamku pada Jihan, semoga dia baik-baik saja dan tidak bersedih lagi” Kata Sugeng tulus, ia kemudian pergi meninggalkan rumah Jihan dengan begitu banyak pertanyaan dibenaknya tentang siapa sebenarnya pria tersebut.


James hendak masuk kedalam rumah namun menyadari Bayu yang masih sepertinya masih enggan untuk pergi, ia kembali berkata
“Aku sudah menghubungi satpam perumahan, untuk menghentikan keributan disini tadi. Jadi sebaiknya anda segera pergi sebelum anda mempermalukan diri anda sendiri. Selamat malam” Setelah mengatakan itu, tanpa menoleh lagi James langsung masuk kedalam rumah dan menguncinya.

Shit!!” Bayu mengacak rambutnya frustasi, dengan terpaksa ia meninggalkan rumah Jihan dengan langkah gontai.
“Apa aku sudah benar-benar kehilangan dia sekarang?” Gumam bayu, ia menggeleng tidak percaya
^^^
Lagu : Kehilangan - Firman
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=y5v6THcwgfA


- TBC -


My Heart Belongs to You - Part 07 ~ By : Erinda

2 comments:

  1. asyiik yg ditunggu datang juga...semakin manarik ceritax...ditunggu kelanjutanx...

    ReplyDelete
  2. Jadi penasaran ma si James, bener2 keponakan apa seseorang yg diminta Faisal u jagain adiknya ya, ga sabar nungguin kelanjutannya

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.