My Heart Belongs to You - Part 20 ~ By : Erinda - ChusNiAnTi

My Heart Belongs to You - Part 20 ~ By : Erinda




 

Semalam saat dipikirnya Jihan sudah benar-benar terlelap, James memindahkan Jihan dan Albert secara bergantian ke kamarnya. Setelah memindahkan Albert, sebenarya James berusaha membangunkan Jihan untuk segera pindah ke kamarnya, tapi seperti biasa Jihan sangat sulit dibangunkan dan juga hari sudah cukup larut, James memilih untuk menggendong Jihan menuju kamarnya. Dan bahkan sampai dikamar pun, tidur Jihan tidak terusik sama sekali, ia masih sangat terlelap dalam tidurnya. Ckckck
^^^
Jasmine, James, Jihan dan Albert sudah bersiap untuk sarapan, datanglah Tiara di tengah-tengah mereka.
“Hai… Jagoan Mama…” Kata Tiara langsung menghampiri puteranya, Albert melonjak kegirangan melihat Tiara
“Mama kangen banget sama kamu, Nak” Tiara mengecupi wajah gembil Albert
“Al juga kangen Mama” Balas Albert


Dan mereka pun akhirnya sarapan bersama. dalam hati Jihan masih bertanya-tanya bagaimana ia bisa pindah ke kamarnya semalam. Apa James menggendongnya lagi? Entahlah, mungkin dia lupa kalau sebenarnya ia pindah sendiri ke kemarnya. Bisa jadi kan. Who knows?. Jihan mulai berpikir ngelantur.

“Ayo, Jihan. Kita berangkat bareng ke Boutique. Tapi aku mampir ke rumah sebentar ya nitipin si Al sama Baby sitter nya” Ajak Tiara setelah mereka selesai sarapan
Jihan hampir saja meng-iyakan ajakan Tiara, tetapi kepalanya tidak sengaja menoleh ke luar rumah dan ia melihat Mayra sedang berdiri di depan pagar rumahnya, tentu saja Jihan paham betul apa maksud si dokter genit itu.
Entah kenapa, setelah melihat langsung Mayra bermanja-manja seperti itu dengan James kemarin malam, membuat Jihan kesal padanya dan jangan harap Ia membiarkan dokter genit itu menumpang kembali di mobil James.

“Eh… Emm… Kamu duluan aja Ra, aku masih ada sedikit urusan. Hehhee…” Tolak Jihan
“Oh ya? Masih lama gak? Kalo gak lama, gak apa-apa aku tungguin aja, lagian ini masih pagi juga” Kata Tiara
“Eh jangan jangan…” Jihan menjawab dengan cepat membuat Tiara dan Jasmine keheranan
“Hehehe… Maksudnya, Itu… Aku, em… Mules, ya aku lagi mules banget ini, gak usah ditungguin. Kamu duluan aja ya” Jihan kembali beralasan
“Oh,, okeh. Yaudah aku jalan sekarang kalo gitu ya”
“Iya iya. Hati-hati, jangan ngebut bawa mobilnya” Kata Jihan


Tiara kemudian berpamitan dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada Jasmine dan James yang turut membantu menjaga anaknya.
Tak berapa lama setelah kepergian Tiara, Jihan langsung mengajak James untuk berangkat.
 

“Eh tadi katanya kamu sakit perut?” Tanya Jasmine heran
“Hehhe… Sekarang udah sembuh, Kak. Udah Kakak istirahat gih sana temenin kak Faizal”
“Kamu bener gak apa-apa?”
“Gak apa-apa Kak Jasmine sayang. Oh ya, hari ini Kak Faizal ada mau pergi gak Kak?”
“Em… Kayaknya gak ada deh, lagian juga kita masih capek”
“Bagus. Kalo gitu pinjem mobilnya dulu ya buat hari ini”
“Buat apa?”
“James mau pake mobil Kak Faizal katanya hari ini, ya kan James” Kata Jihan mencari dukungan dari James yang sebenarnya bingung dengan perkataan Jihan namun akhirnya ia meng-iyakan juga.
“Oke” Kata Jasmine lalu berlalu menuju kamar untuk beristirahat bersama suaminya

“Ayo, kita berangkat pakai mobil kak Faizal” Ajak Jihan
“Kita?” Tanya James, bukannya apa-apa tapi biasanya Jihan selalu mencari cara untuk menghindarinya tapi kenapa kali ini justru dia mengajaknya pergi bersama
“Iyaahh… Ayo buruan keluarin dulu mobil Kak Faizal” Kata Jihan tidak sabaran,
 

James mengangguk saja dan berjalan menuju garasi
Jihan langsung masuk kedalam mobil
 

“Cepetan jalan, ntar di depan gak usah banyak tengak-tengok apalagi berhenti. Awas aja kalo berani” Kata Jihan dengan juteknya
“Ada apa sebenarnya? Bukankah tadi Aunty baik-baik saja, tapi…”


James tidak melanjutkan perkataannya karna dilihatnya Jihan tampak menatap tajam seseorang di depan sana, sepertinya sedikit banyak James sudah mulai mengerti.

“Mau jalan gak? Kalo enggak, aku turun sekarang nih” Kata Jihan lagi masih dengan nada juteknya
“Ok. Kita berangkat sekarang” Jawab James cepat dan segera mengemudikan mobilnya


Mayra hanya melihat sekilas saja saat mobil yang dilihatnya bukan milik James keluar dari rumah Jihan, entah karena terlalu ter-obsesi pada mobil milik James hingga Mayra tidak menghiraukan mobil lain selain mobil James, sedangkan di dalam mobil Jihan tersenyum senang, James melirik Jihan.

I see…” Gumam James
“Kamu mengatakan sesuatu?”
No…” James kemudian tersenyum tipis, dalam hati ia juga senang bisa terlepas dari Mayra kali ini, beruntunglah Aunty-nya memiliki ide seperti ini,

Otak wanita memang lebih cepat bekerja saat mereka tengah dikuasai oleh api cemburu.

Cemburu??  Ah yang benar saja!
^^^
Faizal, Jasmine, James dan Jihan sudah bersiap menyambut kedatangan calon yang akan dikenalkan pada mereka.
James dan Jihan tampak tegang sejak tadi, begitu banyak pikiran yang berkecamuk di kepala mereka.

“Ini yang terbaik. Ini yang terbaik. Beginilah seharusnya” Batin Jihan

“Sepertinya sudah ada yang datang” Kata Jasmine dan langsung berdiri mengajak suaminya untuk menemui tamu mereka, sedangkan Jihan dan James tetap berada di dalam.
“Selamat malam, Tante, Om” Sapa seorang gadis cantik pada Jasmine dan Faizal
“Selamat malam, cantik.” Balas Jasmine dan memeluknya
“Ayo, kita masuk. Kami sudah menunggu mu sejak tadi. Kau cantik sekali malam ini” Puji Jasmine
“Terima kasih, Tante”


Jasmine mengajak gadis tersebut masuk, sedangkan Faizal masih disana karena dilihatnya ada sebuah mobil yang kembali memasuki halaman rumah Jihan.

“Halo, om. Apa kabar” Sapa pria tampan dengan wajah bule nya yang cukup mendominasi
“Baik, mari silahkan masuk” Ajak Faizal pada pria tersebut


Jihan dan James serentak berdiri saat Jasmine dan Faizal masuk dengan membawa seseorang masing-masing diantara mereka.

Tanpa diberitahu lagi, Jihan dan James mengerti siapa mereka karena merekalah yang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi.
 

Tapi baik Jihan maupun James tidak menyangka sama sekali, kalau ternyata merekalah pilihan Faizal.

“James, kenalkan ini Kim Paramitha. Mitha, ini adalah James anak Tante” Jasmine mengenalkan James dan Mitha
“Aku sudah mengenalnya, Tante” Kata Mitha lembut
“Oh ya? Dimana?”
“Saat perayaan ulang tahunku beberapa waktu lalu, aku mengadakan party di restaurant miliknya dan kami sempat berbincang sebentar” Jawab Mitha lembut
“Ah itu bagus” Kata Jasmine senang

“James, ayo ajak Mitha ke meja makan”
“Ayo” James mengajak Mitha, mencoba tersenyum pada gadis itu. Mitha menyambutnya dengan senyuman yang juga tidak kalah manisnya.


Mereka berdua melangkah bersama menuju ruang makan, Jasmine dan Faizal tersenyum senang melihat keduanya.

“Dan Jihan, apa Kakak harus mengenalkan padamu siapa pria tampan disebelah Kakak ini, hmm…” Kata Faizal setengah menggoda Jihan
Seperti yang dilakukan James, Jihan juga mencoba tersenyum semanis mungkin terutama pada pria disamping Faizal tersebut.


 “Su-Sugeng… Apa kabar?” Tanya Jihan dengan sedikit salah tingkah
Yah, Sugeng. Pria yang dipilihkan Faizal untuk Jihan adalah Sugeng. Sugeng Clark. 
Pria yang pernah menyatakan cinta padanya bahkan sempat melamarnya beberapa bulan yang lalu.

Apa ini yang dinamakan jodoh?
Seperti inikah jalan cintanya?


“Aku baik, sangat baik. Manis” Kata Sugeng dan berjalan mendekat kearah Jihan
“Lama gak ketemu, kok kamu tambah cantik aja sih. Gimana kabar kamu, hhmm…” Kata Sugeng lagi
“Baik…” Jawab Jihan malu-malu

Sugeng, memang tidak berubah. Dia tetaplah pria yang suka menggodanya sejak dulu, sepertinya Jihan patut bersyukur akan hal itu, karena setelah penolakannya beberapa bulan lalu, Sugeng tetap bersikap sama padanya.
“Kalian juga silahkan bergabung bersama James dan Mitha disana” Kata Jasmine
Sugeng kemudian mengajak Jihan dengan menggenggam tangannya, Jihan tidak menolak, karena ini akan menjadi awal dirinya yang “harus” menerima Sugeng dalam hidupnya walau itu sangat sulit baginya.


“Sugeng mencintai, Jihan?” Bisik Jasmine pada suaminya
“Iya, dia menceritakan semuanya padaku, saat aku menunjukan poto Jihan beberapa waktu lalu. Aku tidak menyangka kalau ternyata mereka pernah dekat sebelumnya, aku harap Jihan senang dengan pilihanku”
“Iya, dan itu juga yang kuharapkan pada James dan Mitha. Bukankah mereka juga sangat serasi. Kamu memang hebat” Puji Jasmine
“Aku hanya ingin yang terbaik untuk putera dan adik-ku” Balas Faizal lalu merangkul mesra pinggang Jasmine menuju ruang makan

^^^
James dan Mitha serta Sugeng dan Jihan, mulai berbicara satu sama lain walaupun Mitha masih belum akrab dengan Jihan dan Sugeng, dia lebih banyak berbicara pada James sejak tadi.

Sedangkan Sugeng yang sudah pernah mengenal James sebelumnya, sedikit banyak mengajak berbicara pria yang tampak memasang topeng bahagianya malam ini, sama seperti Jihan.

Tapi sejauh acara makan malam itu berlangsung tidak ada yang mengetahui topeng tersebut.

Selesai makan malam, kini mereka semua sudah duduk bersama di ruang tamu sambil berbicara ringan, pembicaraan lebih di dominasi oleh Faizal dan Jasmine yang tampak banyak bertanya pada Mitha dan Sugeng. Sedangkan Jihan dan James lagi dan lagi kembali berusaha menenangkan hati mereka yang sebenarnya sudah jengah dengan keadaan ini sejak tadi.

“Baiklah, sebelum kita meneruskan hubungan ini yang kalian tahu pastinya hubungan apa yang ku maksud” Faizal mulai serius berbicara
James dan Mitha juga Sugeng dan Jihan memperhatikan Faizal dan menunggu perkataan apalagi yang akan dikatakan Faizal, walau sebenarnya sedikit banyak mereka tahu apa yang akan disampaikan Faizal.

“Aku mengerti, ini mungkin terlalu cepat untuk menyanyakan hal ini pada kalian. Tapi aku hanya ingin tahu sejauh apa pandangan kalian pada perjodohan ini. Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya baik pada James, Jihan, Sugeng dan Mitha, bahwa aku tidak memaksa kalian untuk menerima semua ini, kalian bebas memutuskan semuanya, jangan merasa sungkan padaku. Ayo katakan, apa kalian masih ingin melanjutkan hubungan ini kearah yang lebih serius atau cukup sampai disini saja” Kata Faizal panjang lebar, kemudian ia tersenyum di akhir kalimatnya, sama sekali tidak ada penekanan atau pemaksaan dalam nada bicaranya.

Hingga beberapa detik kemudian, tidak ada dari keempat orang tersebut yang berbicara. Faizal menghembuskan napasnya dan melirik Jasmine yang tersenyum lembut disampingnya. Faizal berbicara kembali.

“Baiklah, sepertinya aku akan memulai dari pihak wanita, karena wanita tidak bisa dipaksa, jika mereka mengatakan tidak maka aku tidak perlu bertanya pada  pihak laki-laki. Mitha terlebih dulu, bagaimana denganmu, apa kamu ingin melanjutkan perjodohan ini dengan James, putera Om?” Tanya Faizal lembut

Mitha tidak langsung menjawab, ia melihat wajah James sejenak sebelum memutuskan menjawab pertanyaan Faizal. Sejujurnya, sejak pertama kali bertemu dengan James beberapa waktu lalu Mitha mulai menaruh hati pada pria itu, terbukti dari dia yang sering makan di Anthony Restaurant di sela-sela kesibukannya sehari-hari setelah acara ulang tahunnya berlangsung, namun sepertinya Ia kurang beruntung karena Ia tidak pernah bertemu dengan James lagi, makan malam ini adalah pertemuan kedua mereka. Dan itu pula yang membuatnya menerima tawaran Faizal yang datang pada keluarganya beberapa waktu lalu sambil menyerahkan poto pria yang selama ini mulai memenuhi hati dan pikirannya.

“Jawab saja, Mitha. Kami akan menerima semua keputusanmu” Jasmine ikut berbicara
“Ehmm… Sa-Saya… Mmm… Jika tidak keberatan, saya bersedia untuk melanjutkan hubungan ini” Kata Mitha, membuat Faizal dan Jasmine ikut tersenyum, tapi tidak dengan James. Ia nampak terkejut, seketika kepalanya menoleh kearah Jihan yang sedang duduk bersisian dengan Sugeng, James tidak dapat melihat wajah Jihan yang tiba-tiba saja menunduk saat pandangan mereka bertemu.

“Ka-kamu… Bisa menolaknya kalau kamu tidak menginginkan perjodohan ini” Kata Mitha cepat pada James, Mitha juga tidak ingin memaksa.

Dengan mengeraskan hatinya James menjawab cepat pada Mitha. “Aku juga menginginkan perjodohan ini dilanjutkan. Semoga ini yang terbaik untuk kita” Kita yang dimaksud oleh James di akhir kalimatnya adalah untuk dirinya dan Jihan, pilihan yang sulit untuk mereka namun semoga ini yang terbaik.
 

“Benarkah?” Tanya Mitha tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya
James mengangguk dan tersenyum kearah Mitha.


Sakit!
Adakah yang lebih sakit dari ini!
Mendengar pria yang kita cintai mengatakan dengan tenang bahwa dia menginginkan wanita lain tepat di hadapan kita.


“Nikmatilah keputusan bodoh yang sudah kamu ambil, Jihan” Bisik hati Jihan seolah mengejeknya

“Baiklah kalau begitu, Om bangga padamu Mitha yang berani untuk mengatakan apa yang hatimu inginkan. Dan James, Daddy bangga padamu, Nak” Puji Faizal pada Mitha dan James

Walaupun ia masih melihat ada keraguan di mata puteranya, tapi ia yakin puteranya itu adalah pria yang bertanggung jawab pada setiap keputusan yang diambilnya, dan puteranya itu tidak pernah mengecewakannya selama ini. Mungkin ia dan Jasmine harus mengubur keinginan mereka untuk melihat James dan Jihan bersama. Mungkin

“Dan kamu, adik kecilku sayang. Bagaimana? Apa kamu ingin melanjutkan perjodohan ini dengan bule nyasar yang sudah memendam cintanya padamu sejak lama itu” Kata Faizal membuat Sugeng jadi salah tingkah
“Kakak… Jangan menggodaku” Rajuk Jihan
“Kakak tidak menggodamu, Sayang. Kakak mengatakan yang sejujurnya, benar kan Sugeng?” Faizal mencari pembelaan dari Sugeng
Sugeng kemudian tersenyum dan mengangguk malu lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sepertinya dia benar-benar salah tingkah sekarang.


“Jihan…?” Jasmine memanggil Jihan yang masih belum memberi jawaban
“Kamu berhak menjawab apa saja, Jihan. Katakan saja apa yang hatimu inginkan. Aku memang mencintaimu tapi bukan berarti kamu juga harus mencintaiku, Jihan. Lagipula aku sudah pernah merasakan penolakanmu yang pertama, aku rasa hatiku cukup kuat untuk menerima penolakanmu untuk yang kedua kalinya” Canda Sugeng, tapi tidak dengan hatinya. Ia tidak tahu akan seperti apa kalau lagi-lagi Jihan menolaknya.
 

“Kamu terlalu banyak bicara bule nyasar” Kata Jihan membuat yang lainnya tersenyum termasuk James, yang lagi-lagi itu hanyalah sebuah topeng
“Jadi apa jawabanmu, Jihan?” Tanya Faizal lagi

Jihan menarik napas dalam, lalu memejamkan matanya, hati dan pikirannya sedang berperang didalam sana.
“Kak…”
“Hmm…”
“Aku juga mau melanjutkan hubungan ini dengan Sugeng” Kata Jihan dalam satu tarikan napas dan menatap lurus pada Faizal
“Kamu yakin dengan keputusanmu?” Faizal meyakinkan
“Ya”

Jawaban singkat Jihan membuat Faizal, Jasmine apalagi Sugeng tersenyum senang.
Mitha hanya tersenyum simpul dan James… Hhmm… Pria itu langsung meninggalkan ruangan tersebut dengan alasan mengambil minum di dapur.
^^^
Lagu : Gerimis Mengundang

- TBC -

My Heart Belongs to You - Part 20 ~ By : Erinda

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.