Cinta Saja Tidak Cukup Part 5 - ChusNiAnTi

Cinta Saja Tidak Cukup Part 5



Penulis: Sally Diandra

Keesokan harinya, setelah Jodha selesai mandi pagi, dari arah ruang tamu Jodha bisa mendengarkan suara ibu sedang berbincang bincang dengan seseorang “Shivani, siapa itu yang sedang ngobrol dengan ibu di depan?” , “Entahlah, kak.. pagi pagi tadi orang itu sudah muncul, katanya mau pesan makanan sama ibu untuk acara dikantornya” , “Oh ya? tumben amat pagi pagi begini...” Shivani langsung memotong kata kata Jodha “Orangnya ganteng lho, kak! bener! lihat deh!” Shivani langsung menggeret lengan Jodha dan mengajaknya ke pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang keluarga, sesampainya disana Jodha langsung kaget karena dilihatnya didepannya kali ini adalah Jalal yang sedang ngobrol dengan ibunya,


Jodha tau kalau ini cuma akal akal Jalal saja agar dia bisa dekat dengannya, seketika itu juga Jodha langsung keluar dari balik pintu dan menghampiri mereka.  “Nah, ini anak ibu... Jodha, Jodha kenalkan ini Jalal” bu Meinawati langsung menyuruh Jodha untuk mendekat kearah mereka, Jodha yang saat itu hanya mengenakan kaos oblong dan celena pendek yang menunjukkan kakinya yang jenjang sesaat membuat Jalal terpana menatapnya, apalagi dengan rambutnya yang basah yang digerai panjang membuat Jalal sedikit menelan ludah.
“Kenapa kamu diam saja? bukannya kamu mau memesan makanan ibuku?” tanya Jodha ketus “Jodha, jangan ketus seperti itu sama tamu, tamu adalah raja jadi kita harus menghormatinya” bu Meinawati mencoba menasehati Jodha “Ibu, tapi ini masih pagi... mana ada tamu kita datang pagi pagi seperti ini” , “Sayang, ibu tidak keberatan kalau tamu kita mau datang kapan saja, mau pagi, mau malam, selama kita bisa melayani, itu tidak masalah bukan? nah... gimana kalau kamu temani tuan Jalal dulu, ibu mau mengecek dibelakang, kamu mau kan?”

Jodha hanya mengangguk lemah lalu dihempaskannya tubuhnya dikursi. “Tuan Jalal, saya tinggal dulu ke belakang, karena masih banyak yang harus saya kerjakan, semua pesanan anda sudah saya catat, nanti kalau ada yang kurang, anda bisa bilang ke Jodha” , “Baik, bu... terima kasih tapi bolehkah saya minta sesuatu?” ujar Jalal dengan mimiknya yang lucu, “Apa?” , “Panggil saya Jalal saja, bu...” bu Meinawati mengangguk sambil tersenyum, senyumnya sama seperti Jodha dan sesaat kemudian bu Meinawati pergi meninggalkan mereka berdua.

Sepeninggal bu Meinawati, Jalal langsung menggeser tubuhnya mendekati Jodha. “Kamu tidak serius kan memesan makanan ibuku?” Jalal tersenyum nakal sambil memandang kearah Jodha “Aku serius, aku memang berniat memesan makanan untuk acara dikantorku, boleh kan?” pinta Jalal memelas “Kalau boleh tahu, untuk acara apa?” , “Untuk acara makan siang karyawanku, besok... kalau mereka suka, aku akan memesannya terus ke ibumu, kamu tidak keberatan kan?” , “Sebenarnya apa sih mau mu?” Jodha seolah olah tahu apa yang sedang dipikirkan Jalal “Jam berapa kamu berangkat kerja nanti?” , “Memang ada apa? apakah itu penting?” Jalal lalu mengerjap ngerjapkan matanya “Yaaa... sangat penting, karena dengan begitu aku bisa tahu kapan aku bisa mengajakmu keluar untuk sekedar makan siang?” , “Kenapa kamu bernafsu sekali ingin mengajak aku makan diluar? lalu apa hari ini kamu tidak bekerja?” kata Jodha masih dengan nada ketus, “Masalah pekerjaan bisa aku kerjakan dimana saja, tidak harus hadir dikantor, Jodha” Jodha pun menghela nafas panjang “Apa mau?” , “Saat ini aku tidak hanya ingin kenal dekat denganmu tapi dengan seluruh keluargamu, kamu tidak berkeberatan bukan?” tanya Jalal sambil tersenyum nakal kembali, “Jadi maksudmu semua keluargaku mau kamu ajak makan diluar begitu? agar kamu bisa dekat dengan mereka?” tiba tiba Jalal tertawa terbahak bahak lesung pipit diwajahnyapun semakin terlihat jelas, namun dengan sigap Jodha langsung menutup mulut Jalal dengan kedua jemarinya, Jalalpun gelagapan begitu ditutup seperti itu mulutnya oleh Jodha sehingga tubuhnya terdorong agak kebelakang sehingga otomatis tubuh Jodhapun ikut terdorong mengikuti tubuh Jalal, Jodha langsung melepaskan tangannya tapi tubuhnya sudah terlanjur menindih tubuh Jalal, sesaat mereka saling terdiam saling memandang satu sama lain, Jodha bisa merasakan debaran jantung Jalal yang berdegup kencang dan Jodha juga merasakan getaran itu dari dalam tubuhnya sendiri, secepat kilat Jodha segera bangun dan duduk disebelah Jalal, Jalal merasa senang atas apa yang baru saja terjadi pada mereka berdua, Jodha salah tingkah didekat Jalal, Jalal segera memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk semakin mendekat kearah Jodha “Ada apa denganmu?” Jodha langsung gelagapan “Aku tidak apa apa, kamu nya aja yang aneh” , “Perasaan nggak ada yang aneh?” Jalal pura pura tidak mengerti “Kenapa tadi kamu tertawa ketika aku tanya apakah semua keluargaku mau  kamu ajak makan diluar supaya kamu lebih kenal dekat dengan mereka? iya kan... rasanya nggak ada yang aneh dengan pertanyaanku, hanya perilakumu saja yang aneh yang tiba tiba saja tertawa terpingkal pingkal” gerutu Jodha sambil cemberut, sementara Jalal tersenyum nakal “Jelas saja aku tertawa karena kamu terlalu naïf, kamu posisikan keluargamu seperti dirimu, buat apa aku harus mengajak mereka makan diluar, dengan berbaur bersama mereka saja aku sudah bisa kenal dengan dekat sama mereka” goda Jalal, Jodha langsung melirik kearah Jalal lalu tertawa geli sendiri sambil menutupi mulutnya dan sejak saat itu keduanya semakin dekat satu sama lain meskipun Jodha belum membalas pernyataan cinta Jalal, bagi Jalal hal itu tidak jadi masalah karena Jalal yakin lambat laun Jodha pasti akan mencintainya.

“Baju seperti apa sih yang mau kamu beli untuk hadiah ulang tahun Shivani?” saat itu Jalal dan Jodha sedang berada disebuah mall, Jodha ingin memberikan sedikit kejutan buat Shivani dihari ulang tahunnya nanti “Hmm... ya yang cocok, dari tadi aku belum klik untuk mendapatkannya” ujar Jodha sambil terus menerus memilah milah baju yang dia inginkan, “Kalau gitu aku ke café diujung sana ya, kalau kamu sudah selesai kamu bisa sms aku, oke?” Jodha hanya menggangguk sambil terus sibuk mencari baju yang dia rasa pas untuk ulang tahun Shivani yang ke 18 tahun, tak berapa lama kemudian Jodha mendapatkan sebuah baju yang dirasa sangat cocok untuk Shivani dengan warnanya yang pink cerah yang sesuai dengan warna favourite Shivani, Jodha yakin Shivani pasti suka.

Setelah membayar dikasir, Jodha segera berlalu dari toko tersebut, dilihatnya disepanjang lorong Jalal tidak nampak disana, Jodha segera mengambil ponselnya untuk mengirimkan sebuah sms ke Jalal tapi tiba tiba diurungkannya niatnya tersebut “Kata Jalal cafenya ada diujung lorong ini, pasti tidak jauh dari sini, lebih baik aku susul saja kesana”  bergegas Jodha segera mencari café yang dimaksud oleh Jalal dan dalam hitungan menit Jodha sudah bisa menemukan café tersebut, segera Jodha melangkahkan kakinya kesana, walaupun saat itu matahari masih cukup panas memancarkan sinarnya diluar, namun didalam café tersebut suasana penerangannya dibuat sedikit remang remang. Jodha mencoba mencari sosok Jalal, diantara segilintir orang yang sedang menikmati hidangan disana, sampai tiba tiba matanya tertuju pada sosok Jalal yang sedang duduk dipojok sambil tertawa tawa bersama seorang perempuan yang menggelanyut manja dilengannya, Jalal kelihatan sangat menikmati kebersamaan mereka. Dari tempatnya berdiri, Jodha bisa merasakan ada sebuah desiran halus yang sedikit menyakitkan dadanya, ingin rasanya dirinya marah tapi Jodha tidak bisa berbuat apa apa “Ada apa dengan diriku? kenapa aku marah melihat Jalal bermesraan dengan perempuan lain, kenapa aku harus tidak terima? bukankah selama ini aku hanya menganggapnya hanya sekedar teman? tapi kenapa...?” tanpa Jodha duga ternyata saat itu Jalal sudah mengetahui keberadaannya di sana, Jodha bisa melihat bagaimana Jalal berusaha melepaskan diri dari wanita tersebut namun Jodha segera angkat kaki dari sana dan berlari sekencang mungkin menghindar dari Jalal. Jalal segera mengejar Jodha, Jalal tahu kalau Jodha sudah melihatnya bersama Benazir barusan “Jodha salah paham, aku harus meluruskan semua ini!” diujung lorong Jalal melihat sosok Jodha berbelok kearah kanan menuju pintu keluar utama, Jalal segera mempercepat langkahnya diantara kerumunan banyak orang yang berlalu lalang disana, tepat ketika sudah diluar halaman Jalal langsung berlari kearah Jodha dan dihentikannya langkah Jodha seketika itu juga “Jodha, berhenti! aku mohon berhenti, Jodha!” ujar Jalal dengan nafas tersengal sengal, Jodha segera menghentikan langkahnya dan menatap masam kearah Jalal.

Jalal segera menggandeng lengan Jodha menuju ke mobil Range Roover miliknya yang diparkir disana. “Aku tau tadi kamu melihat aku dengan Benazir bukan?” ujar Jalal begitu sampai didekat mobilnya, “Aku tidak butuh namanya, lagian apa peduliku? kamu mau sama siapa saja terserah” ujar Jodha dengan nada ketus, “Kamu peduli Jodha, kalau kamu tidak peduli kenapa kamu berlari meninggalkan aku? kalau kamu tidak peduli seharusnya kamu menghampiri kami tadi, iya kan?” Jalal mencoba mengatur nafasnya “Aku mau pulang!” , “Selesaikan dulu masalah kita, jangan pulang dengan wajah cemberut seperti itu, itu tidak baik... aku tahu kamu cemburu kan?” goda Jalal begitu melihat tingkah Jodha yang sedikit aneh saat itu “Aku cemburu? ngapain aku cemburu? dan mengapa aku harus cemburu?” ujar Jodha dengan suara ketus “Jangan kamu sembunyikan perasaanmu, Jodha... aku yakin kamu cemburu melihat aku dan Benazir tadi, dia itu teman kuliahku dulu, kami baru ketemu lagi setelah beberapa tahun lamanya” , “Tapi kenapa dia begitu mesra sekali sambil menggelanyutkan lengannya dilenganmu, dia pasti lebih dari sekedar teman” Jalal langsung tersenyum nakal melihat tingkah Jodha yang tidak biasa. “Dia memang lebih dari sekedar teman, tapi itu dulu, Jodha... itu sudah lamaaaa sekali, sekarang kami tidak punya hubungan apa apa” , “Kamu bohong!” , “Kamu marah, Jodha? kamu cemburu kan? kenapa sangat sulit sekali buatmu untuk mengatakan bahwa kamu cemburu?” ujar Jalal sambil berjalan mendekati Jodha hingga Jodha merasa terhimpit diantara Jalal dan mobilnya “Katakan padaku kamu cemburu, Jodha?” ....Bersambutng Part 6



Cinta Saja Tidak Cukup Part 5

7 comments:

  1. jodha malu2 tapi mau..hohohohohoho

    ReplyDelete
  2. Hahhaah benazirrr lg duehhhh
    Tp seruuuuu

    Maksih ya non...

    ReplyDelete
  3. Itu tandanya jodha mulai jth cinta???mari qta tgg kelanjutan ceritanya.....lanjutt mba...!!!

    ReplyDelete
  4. LaNjutt doNg kakak sally.... Seruu Nee

    ReplyDelete
  5. Aiiiihhhhh..... Suka banget !!!! Lanjut secepatnya mba.....

    ReplyDelete
  6. Hahaha,bisa aja nih bikin piksi ny

    ReplyDelete
  7. Ceritax seru mbak, jodha ... ketahuan nih malu2 tp mau . Lanjut mbak fangtion 6

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda. Setelah baca jangan pelit comment ya...

Mohon tidak melakukan Copy Paste isi Blog ini dalam bentuk maupun alasan apapun. Tolong hargai kerja keras penulis.

Terima Kasih.